Anda di halaman 1dari 69

Rusli Mohammad Rukka

ANALISIS PERANCANGAN PENGEMBANGAN AGROSISTEM (APPAS)

1
DIGUNAKAN DALAM MATAKULIAH APPAS
PADA PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
JURUSAN SOSIAL EKONOMI PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS HASANUDDIN
Rusli Mohammad Rukka
ANALISIS PERANCANGAN PENGEMBANGAN AGROSISTEM (APPAS)

MODUL SATU

PERUMUSAN VISI AGROSISTEM

1.1. Sasaran-sasaran Belajar

Setelah mendalami materi ini, peserta diharapkan mampu:


 Menyadari peranan diri sebagai seorang pengembang Agrosistem;
 Memproyeksi hasrat diri untuk maju pada pengembangan Agrosistem;
 Merumuskan Visi dan Misi Agrosistem sebagai lembaga yang juga
memiliki tanggung jawab sosial.

1.2. Acuan Berpikir

Lingkungan di mana kita berada senantiasa berubah, dan untuk mampu


bertahan di lingkungan tersebut, kita harus mampu menyesuaikan diri dengan
perubahan lingkungan. Demikian halnya dengan sebuah agrosistem harus
fleksibel dan senantiasa mampu menyesuaikan diri dengan perubahan-
perubahan lingkungannya. Semakin dinamis lingkungan sebuah agrosistem itu
berada, maka semakin sulit untuk mengetahui dan mengantisipasi perubahan
yang diperlukan.
Pertumbuhan dan perkembangan sebuah agrosistem dapat diketahui
apabila agrosistem tersebut memiliki arah tertentu yang akan dicapai dan
secara berkala dilakukan pengukuran capaian. Dari hasil pengukuran tersebut
dapat diketahui persoalan dan kendala yang dihadapi setiap saat, sehingga
dengan demikian aktifitas-aktifitas yang dilakukan dalam upaya mengatasi
persoalan dan kendala dapat lebih spesifik dan terarah.
Sebuah agrosistem tidak langsung berdiri begitu saja, tetapi lazimnya
melalui proses yang panjang dan untuk kelanjutan operasionalnya diperlukan
arah yang jelas. Sebab tanpa arah yang jelas cenderung akan sulit untuk
berkembang. Hal Ini dapat diilustrasikan Ibarat seseorang yang akan melakukan
perjalanan tanpa arah yang jelas yang akan dituju, maka orang yang
bersangkutan bisa saja tersesat dan tidak mengetahui dimana posisi yang ia
telah capai.
Agrosistem tidak hanya terdiri dari satu orang, yaitu pengelolanya saja,
melainkan melibatkan beberapa pihak yang memiliki latar belakang kehidupan
yang berbeda-beda. Latar belakang yang berbeda inilah yang juga membedakan
berbagai status kehidupannya, dan membedakan visi dan misi pribadi dalam
menjalankan aktifitas kesehariannya.

2
DIGUNAKAN DALAM MATAKULIAH APPAS
PADA PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
JURUSAN SOSIAL EKONOMI PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS HASANUDDIN
Rusli Mohammad Rukka
ANALISIS PERANCANGAN PENGEMBANGAN AGROSISTEM (APPAS)

Kondisi yang demikian biasanya menyulitkan sebuah agrosistem untuk


berkembang, apalagi bila beragamnya kebutuhan dan kepentingan setiap orang
yang terlibat dalam pengelolaan tidak dapat dipenuhi oleh agrosistem yang
bersangkutan.

Gambar 2. Perjalanan tanpa arah jelas yang akan dituju, kemungkinan


akan membawa kita tersesat dan tidak mengetahui sejauh mana
jarak perjalanan yang telah dicapai

Perjalanan sebuah agrosistem tidak hanya mengalami hambatan dari


dalam saja (internal), namun juga akan mengalami hambatan dari luar
(eksternal) agrosistem, karena agrosistem dalam menjalankan aktifitasnya
memerlukan pula beberapa pihak yang berkepentingan yang berada dari luar
agrosistem. Olehnya itu dalam mengembangkan agrosistem sebagai suatu
realitas perlu adanya pemahaman/penyamaan visi yang didasari oleh kesamaan
visi pribadi masing-masing orang yang terlibat, serta penyesuaian visi pada
pihak-pihak luar yang berkepentingan. Visi agrosistem inilah yang akan
dijabarkan dalam beberapa misi yang harus dilaksanakan dalam mencapai visi
agrosistem.

1.3. Acuan Diskusi

 Cobalah untuk menyimak kondisi kasus agrosistem yang dibahas


berdasarkan informasi dari pihak pengelola agrosistem kasus yang
bersangkutan;
Dibawah ini ada beberapa pertanyaan yang dimaksudkan untuk membantu
menghimpun informasi tentang pengelelola agrosistem kasus (sebaiknya
semua yang terlibat dalam aktifitas agrosistem, jika memungkinkan) agar dapat

3
DIGUNAKAN DALAM MATAKULIAH APPAS
PADA PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
JURUSAN SOSIAL EKONOMI PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS HASANUDDIN
Rusli Mohammad Rukka
ANALISIS PERANCANGAN PENGEMBANGAN AGROSISTEM (APPAS)

merumuskan visi pribadi: “Ingin menjadi apakah Anda di masa datang?” dan
misi pribadi: “Apa tugas hidup Anda di dunia ini?”

Pertanyaan:
1. Sebenarnya apa alasan utama yang mendorong Anda atau menarik Anda menjadi
seorang pengelola agrosistem seperti sekarang ini?
 Sesuai dengan cita-cita atau panggilan hidup
 Menerima warisan atau meneruskan usaha orangtua
 Terdesak oleh keadaan, Sebutkan.………………………………..…………………..
 Alasan lain, sebutkan………………. ……………..………………….………………
Penjelasan:
……………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………………
2. Apakah latar belakang pendidikan keluarga (pendidikan informal) Anda menunjang
pekerjaan Anda sebagai seorang pengelola agrosistem seperti sekarang ini?
 Ya
 Tidak
Penjelasan:
……………………………………………………………..………………………………….…
………………………………………………………………..…………………………………
……………………………………………………………………..…………………………
3. Apakah latar belakang pendidikan sekolah (pendidikan formal) Anda menunjang
pekerjaan Anda sebagai pengelola agrosistem seperti sekarang ini?
 Ya
 Tidak
Penjelasan:
…………………………………………………………………………………………….…
…………………………………………………………………………………………….…
………………………………………………………………………………………….……
4. Apakah latar belakang pendidikan luar sekolah seperti kursus, pelatihan dan
sebagainya (pendidikan non formal) Anda menunjang pekerjaan Anda sebagai
pengelola agrosistem seperti sekarang ini ?
 Ya
 Tidak
Penjelasan:
……………………………………………………………………………………………..…
………………………………………………………………………………………………..
……………………………………………………………………………………………..…
5. Apakah latar belakang pengalaman kerja (sebelum menjadi pengelola agrosistem)
menunjang pekerjaan Anda sebagai pengelola agrosistem seperti sekarang ini?
 Ya
 Tidak
Penjelasan:
……………………………………………………………………………………………..…
……………………………………………………………………………………………..…
………………………………………………………………………………………………..

4
DIGUNAKAN DALAM MATAKULIAH APPAS
PADA PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
JURUSAN SOSIAL EKONOMI PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS HASANUDDIN
Rusli Mohammad Rukka
ANALISIS PERANCANGAN PENGEMBANGAN AGROSISTEM (APPAS)

6. Susunlah tiga sasaran hidup Anda dalam peringkat I, II, dan III dari rangkaian
sasaran- sasaran berikut, lalu berikan pula bobot nilai (dalam skala 0 – 99) bagi
masing-masing hingga mencapai total 100.
Sasaran Hidup Peringkat Nilai
Menjadi tokoh masyarakat yang berpengaruh
Menjadi pengelola yang berhasil dan sukses
Bersahabat dengan sebanyak mungkin orang
Menjadi orang yang dermawan
Menjadi pekerja yang tekun
Menjadi orang yang pintar
Menjadi orang yang bijaksana
Menduduki jabatan penting
Menjadi pengurus organisasi pengelola
Lainnya, sebutkan …………………………………
Total 100
Penjelasan:
……………………………………………………………………………………………..…
……………………………………………………………………………………………..…
……………………………………………………………………………………………..…
…………………………………………………………………………………………….......
...............................................................................................................................
 Berdasarkan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan di atas, diskusikan
dengan meminta pertimbangan pengelola agrosistem yang bersangkutan
bagaimana rumusan kalimat visi dan misi pribadinya. Sebaiknya visi dan misi
pribadi dirumuskan secara terbuka dalam satu-dua kalimat namun tetap
dalam satu kesatuan makna. Khusus untuk misi pribadi, mungkin ada
beberapa kalimat misi (tugas hidup) yang harus dilaksanakan untuk
mencapai visi pribadi yang telah dirumuskan.

Rumusan hasil kesepakatan dapat dituliskan pada bingkai berikut:


Visi Pribadi

Misi Pribadi

5
DIGUNAKAN DALAM MATAKULIAH APPAS
PADA PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
JURUSAN SOSIAL EKONOMI PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS HASANUDDIN
Rusli Mohammad Rukka
ANALISIS PERANCANGAN PENGEMBANGAN AGROSISTEM (APPAS)

Misi Pribadi

 …………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
 …………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
 …………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
 …………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………
 …………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………

 Kalimat visi dan misi pribadi yang telah dirumuskan di atas (jika diakumulasi
dengan visi dan misi pribadi masing-masing pengelola) dapat dijadikan
acuan untuk merumuskan visi agrosistem: “Kondisi apa yang akan dicapai
oleh agrosistem Anda di masa yang akan datang?” dan misi agrosistem:
“Apa tugas pelayanan agrosistem Anda terhadap pihak-pihak yang
berkepentingan?”

Dibawah ini ada beberapa pertanyaan yang dimaksudkan untuk


membantu menghimpun informasi dari agrosistem atau yang mewakili
agrosistem kasus dalam merumuskan visi dan misi agrosistem (kasus) Anda.

Pertanyaan:
1. Pilih 3 hal dan tunjukkan dalam peringkat I, II, dan III; lalu berikan bobot nilai dalam
skala 0 – 99 bagi masing-masing hingga total nilainya = 100. Dalam kurun waktu 5
(lima) tahun yang akan datang, Anda menginginkan agrosistem Anda terkenal dalam
hal:
Perihal Peringkat Nilai
Kualitas produk/layanan
Pelayanan terhadap konsumen
Peduli terhadap masyarakat
Peduli terhadap lingkungan alam
Karyawan yang loyalitasnya tinggi
Memiliki keuntungan yang besar
Daerah pemasaran yang luas
Pangsa pasar yang besar
Omzet yang besar
Lainnya, sebutkan: ………………………………
Total 100
Penjelasan:
………………………………………………………………………………………………….
………………………………………………………………………………………………….
………………………………………………………………………………………………….
………………………………………………………………………………………………….

6
DIGUNAKAN DALAM MATAKULIAH APPAS
PADA PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
JURUSAN SOSIAL EKONOMI PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS HASANUDDIN
Rusli Mohammad Rukka
ANALISIS PERANCANGAN PENGEMBANGAN AGROSISTEM (APPAS)

2. Pilihlah 3 sasaran penting bagi agrosistem Anda dari sasaran-sasaran berikut, serta
tunjukkan pula peringkat kepentingannya (I, II, dan III) dan berikan bobot nilai dalam
skala 0 – 99 bagi masing-masing hingga jumlah totalnya = 100.

Sasaran Perusahaan Peringkat Nilai


Sekadar memperoleh nafkah untuk keluarga
Menghasilkan produk yang laku dijual
Mendapatkan laba agar menjadi kaya
Mendapatkan laba untuk mengembangkan agrosistem
Memberi lapangan kerja bagi orang lain
Memberi kepuasan kepada pelanggan/ konsumen
Lainnya, sebutkan: …………………………………
Total 100
Penjelasan:
………………………………………………………………………………………………….
………………………………………………………………………………………………….
………………………………………………………………………………………………….
………………………………………………………………………………………………….
3. Apakah Anda berniat untuk senantiasa mengembangkan agrosistem ini?
 Ya
 Tidak, ingin membentuk agrosistem lain
 Tidak, ingin berhenti

Penjelasan:
……………………………………………………………………….…………………………
…………………………………………………………………......…..………………………
…………………………………………………………………………..………………………
………………..…………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………..……………………
 Berdasarkan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan di atas, diskusikan dengan
meminta pertimbangan pengelola agrosistem yang bersangkutan
bagaimana rumusan kalimat visi dan misi agrosistemnya. Sama halnya
dengan visi dan misi pribadi, visi dan misi agrosistem perlu dirumuskan
secara terbuka dalam satu-dua kalimat namun tetap dalam satu kesatuan
makna. Khusus untuk misi agrosistem, mungkin ada beberapa kalimat misi
(tugas pelayanan) yang harus dilaksanakan untuk mencapai visi agrosistem
yang telah dirumuskan.
Rumusan hasil kesepakatan dapat dituliskan pada bingkai berikut:
Visi Agrosistem

7
DIGUNAKAN DALAM MATAKULIAH APPAS
PADA PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
JURUSAN SOSIAL EKONOMI PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS HASANUDDIN
Rusli Mohammad Rukka
ANALISIS PERANCANGAN PENGEMBANGAN AGROSISTEM (APPAS)

Misi Agrosistem

 ………………………………………………………..…………………
………………………………………………………..…………………
 …………………………………………………………..………………
………………………………………………………………………......
 ……………………………………………………………..……………
…………………………………………………………….………….....
 ………………………………………………………………..…………
…………………………………………………………………………..
 ………………………………………………………………..…………
…………………………………………………………………..………
…………

8
DIGUNAKAN DALAM MATAKULIAH APPAS
PADA PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
JURUSAN SOSIAL EKONOMI PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS HASANUDDIN
Rusli Mohammad Rukka
ANALISIS PERANCANGAN PENGEMBANGAN AGROSISTEM (APPAS)

MODUL DUA

ANALISIS POSISI DAN KINERJA


AGROSISTEM
Sasaran-sasaran Belajar

 Menggambarkan kondisi penguasaan sumberdaya agrosistem menurut


komponen-komponennya, baik secara kualitatif maupun kuantitatif ;
 Mengukur kinerja sebagai tingkat proses dan capaian usaha agrosistem
menurut aspek demi aspek.

Acuan Berpikir

Kembali ke ilustrasi seorang yang akan melakukan sebuah perjalanan,


setelah menentukan kemana arah yang akan dituju, maka ia perlu menentukan
di mana posisinya sekarang berada. Posisi dalam hal ini tidak hanya
menyangkut tempat, tetapi juga menyangkut sumberdaya yang ia miliki seperti
uang, kesehatan, kendaraan, dan sebagainya. Demikian halnya dalam sebuah
agrosistem, secara periodik perlu pula diketahui posisinya, baik posisi
kepemilikan sumberdaya maupun posisi kinerja yang sementara berlangsung.

Gambar 3. Setelah menentukan kemana arah yang akan dituju, maka perlu
pula menentukan di mana posisi saat ini kita berada

9
DIGUNAKAN DALAM MATAKULIAH APPAS
PADA PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
JURUSAN SOSIAL EKONOMI PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS HASANUDDIN
Rusli Mohammad Rukka
ANALISIS PERANCANGAN PENGEMBANGAN AGROSISTEM (APPAS)

Penentuan posisi agrosistem perlu dilakukan dalam rangka pencapaian


visi yang telah ditetapkan. Dari gambaran posisi agrosistem secara periodik
akan memudahkan untuk mengetahui berbagai persoalan dan kendala yang
dihadapi.
Posisi penguasaan sumberdaya dinyatakan dengan kepemilikan berbagai
sumberdaya (asset) agrosistem yang meliputi lahan dan lokasi usaha,
bangunan, sarana dan peralatan, sumberdaya manusia, dan keuangan.
Sedangkan kinerja agrosistem dapat dinyatakan dengan pemanfaatan
sumberdaya yang dimiliki untuk mencapai tujuan agrosistem. Kinerja ini dapat
dibedakan atas kinerja proses dan kinerja hasil. Kinerja yang menyangkut proses
diukur secara kualitatif, menyangkut proses-proses yang terjadi dalam
agrosistem. Misalnya sebuah agrositem usaha yang terdiri dari proses produksi,
proses pemasaran, pengorganisasian, pengendalian dampak lingkungan, dan
pengaturan keuangan. Sedangkan kinerja yang menyangkut hasil dapat diukur
secara kuantitatif menyangkut capaian yang diperoleh dari pelaksanaan kinerja
proses. Sebagaimana contoh dalam sebuah agrosistem usaha kinerja hasil yang
dimaksud seperti: jumlah bahan baku yang digunakan, jumlah produksi, jumlah
laba, dan sebagainya.

Acuan Diskusi
 Kumpulkan informasi mengenai agrosistem (kasus) dari pengelolanya.
Dibawah ini disajikan beberapa pertanyaan untuk membantu Anda dalam
menggali informasi mengenai agrosistem (kasus) yang bersangkutan.

Pertanyaan:

A. ASPEK UMUM
1. Sejak kapan agrosistem ini didirikan?
Tanggal…….,Bulan………………Tahun…………
2. Siapa yang berinisiatif untuk mendirikan agrosistem ini?
 Pemerintah
 Saya Sendiri
 Saya beserta beberapa rekan
 Lainnya, sebutkan: ……………………………………………………………..

3. Surat-surat perizinan (aspek legalitas formal) apa yang telah dimiliki oleh
agrosistem Anda?
 Surat Izin Tempat Usaha (SITU)
 Surat Tanda Daftar Industri Kecil (STDIK)
 Surat Izin Usaha perdagangan (SIUP)
 Surat Izin Depkes (SP)
 Surat Tanda Daftar Perusahaan (STDP)
 Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)
 Lainnya, sebutkan:………………………………………………………………

4. Berapa luas lahan/lokasi yang dikuasai oleh agrosistem Anda?………..m2

10
DIGUNAKAN DALAM MATAKULIAH APPAS
PADA PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
JURUSAN SOSIAL EKONOMI PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS HASANUDDIN
Rusli Mohammad Rukka
ANALISIS PERANCANGAN PENGEMBANGAN AGROSISTEM (APPAS)

5. Bagaimana status lahan/lokasi tersebut? Milik/Sewa/Pinjam


Penjelasan:
…………………………………………………...……………………………………
……………………………………………………...…………………………………
……………………………………………………...…………………………………
………..............................................................................................................
.................................................................................................................
6. Bagaimana penilaian Anda tentang kondisi lahan tersebut?
 Baik
 Cukup
 Kurang memadai, sebutkan spesifikasinya…………………...………………

Penjelasan:
…………………………………………………………...……………………………
…………………………………………………………...……………………………
…………………………………………………………...……………………………
…………………………………………………………...……………………………
…………………………………………………………...……………………………
7. Berapa luas bangunan/ruang kerja yang dikuasai atau yang dimiiki oleh
agrosistem Anda? ……….m2

8. Bagaimana status bangunan/ruang kerja tersebut? Milik/Sewa/Pinjam

9. Bagaimana penilaian Anda tentang kondisi bangunan/ruang kerja tersebut?


 Baik
 Cukup
 Kurang memadai, sebutkan spesifikasinya:…………………………………..

Penjelasan:
…………………………………………………………......…………………………
…………………………………………………………...……………………………
……………………………………………………………...…………………………
………………………………………………………………...………………………
…………..…………………………………………………….………………………

11
DIGUNAKAN DALAM MATAKULIAH APPAS
PADA PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
JURUSAN SOSIAL EKONOMI PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS HASANUDDIN
Rusli Mohammad Rukka
ANALISIS PERANCANGAN PENGEMBANGAN AGROSISTEM (APPAS)

10. Jenis-jenis mesin/peralatan apa saja yang dikuasai oleh agrosistem Anda?

Jumlah Status Nilai


No. Jenis Mesin/Peralatan
(unit) (milik/sewa/pinjam) (Rp)
I Adminstrasi:
 …………………………
 …………………………
 …………………………
II Produksi:
 …………………………
 …………………………
 …………………………
 …………………………
 …………………………
 …………………………
 …………………………
III Transportasi:
 …………………………
 …………………………
 …………………………
IV Toko/Show room:
 …………………………
 …………………………..
 …………………………..
 …………………………..
V Lainnya:
 …………………………..
 …………………………..
 …………………………..
 …………………………..

Total

11. Bagaimana penilaian Anda tentang kondisi mesin/peralatan yang dikuasai


oleh agrosistem Anda tersebut?
 Baik
 Cukup
 Kurang memadai spesifikasinya:…..……..……………………………………

Penjelasan:
………………………………………...………………………………………………
………………………………………...………………………………………………
…………………………………………...……………………………………………
…………………………………………..……………………………………………

12
DIGUNAKAN DALAM MATAKULIAH APPAS
PADA PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
JURUSAN SOSIAL EKONOMI PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS HASANUDDIN
Rusli Mohammad Rukka
ANALISIS PERANCANGAN PENGEMBANGAN AGROSISTEM (APPAS)

12. Bagaimana situasi sumberdaya manusia (karyawan/tenaga kerja) dalam


agrosistem Anda menurut aspek-aspek:
Spesifikasi
a. JUMLAH (Kuantitas) : Kurang /Cukup /Banyak
b. KETERAMPILAN : Kurang/ Cukup /Baik
c. KERJASAMA : Kurang/Cukup/Baik
d. MOTIVASI BEKERJA : Kurang/Cukup/Baik
Penjelasan:
……………………………………………………….......……………………………
…………………………………………………………………………………......
……………………………………………………….......……………………………
…………………………………………………………………………………......
13. Bagaimana Struktur Organisasi agrosistem (kasus) Anda?

14. Menurut pendapat Anda, secara umum bagaimana Anda menempatkan


“kemajuan” agrosistem Anda sekarang ini?
 Sedang menanjak (naik)
 Mendatar
 Sedang menurun

13
DIGUNAKAN DALAM MATAKULIAH APPAS
PADA PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
JURUSAN SOSIAL EKONOMI PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS HASANUDDIN
Rusli Mohammad Rukka
ANALISIS PERANCANGAN PENGEMBANGAN AGROSISTEM (APPAS)

B. ASPEK PEMASARAN

1. Apa produk utama yang ditawarkan oleh agrosistem Anda?


 Barang, sebutkan………………………..……………………………………...
 Jasa, sebutkan……………………………..……………………………………

2. Siapa pemakai (konsumen akhir) dari produk tersebut?


……………………………………………..….......………………………….………
….................................................................................................................
3. Bagaimana perkiraan Anda mengenai kepuasan konsumen terhadap produk
agrosistem Anda?
 Puas
 Belum Puas,
alasannya:….……………………………………..………….………………….
………………………………………………………………………………….…
………………………………………………………………………………….…
4. Berapa banyak (jumlah unit) produk agrosistem Anda yang terjual dalam
satu tahun terakhir? …………………..
5. Siapa-siapa pelanggan agrosistem Anda? (jika lebih dari satu, perkirakan % volume
pembeliannya)
 Pedagang besar (grosir) {lanjut ke no. 6 & 7} …….%
 Pedagang pengumpul {lanjut ke no.8 & 9} …….%
 Pedagang Pengecer {lanjut ke no. 10 & 11} …….%
 Konsumen Akhir {lanjut ke no. 12 & 13} …….%
---------
100%
6. Bagaimana cara transaksi agrosistem Anda dengan pedagang besar (grosir)?
 Tunai
 Kredit
 Lainnya, sebutkan: ………….…………………………………………………..

7. Apakah Anda puas bertransaksi dengan pedagang besar (grosir) tersebut?


 Puas
 Tidak Puas, sebutkan alasannya:
…………………………………………....………………………………………
8. Bagaimana cara transaksi agrosistem Anda dengan pedagang pengumpul?
 Tunai
 Kredit
 Lainnya, sebutkan: ………………….…………………………………………..

9. Apakah Anda puas bertransaksi dengan pedagang pengumpul tersebut?


 Puas
 Tidak Puas, sebutkan alasannya: ……………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………

14
DIGUNAKAN DALAM MATAKULIAH APPAS
PADA PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
JURUSAN SOSIAL EKONOMI PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS HASANUDDIN
Rusli Mohammad Rukka
ANALISIS PERANCANGAN PENGEMBANGAN AGROSISTEM (APPAS)

10. Bagaimana cara transaksi agrosistem Anda dengan pedagang pengecer?


 Tunai
 Kredit
 Lainnya, sebutkan: ………………………..…...………………………………

11. Apakah Anda puas bertransaksi dengan pedagang pengecer tersebut?


 Puas
 Tidak Puas, sebutkan alasannya:
………………………………………………………………………………….…
………………………………………………………………………………….…
……………………………………………………………………………….……
……………………………………………………………………………….……
……………………………………………………………………………….……
12. Bagaimana cara transaksi agrosistem Anda dengan Konsumen akhir?
 Tunai
 Kredit
 Lainnya, sebutkan: …………………………….………………………..………

13. Apakah Anda puas bertransaksi dengan konsumen akhir tersebut?


 Puas
 Tidak Puas, sebutkan alasannya:
……………...……………………………………………….……………………
…………………………………………………………………………….………
……………………………………………………………………………….……
……………………………………………………………………………….……
14. Bagaimana luas daerah pemasaran produk agrosistem Anda?
 Desa/kelurahan setempat
 Kecamatan setempat
 Kabupaten setempat
 Antar Kabupaten
 Antar Propinsi
 Luar negeri (ekspor)

15. Apakah Anda sudah puas dengan capaian daerah pemasaran produk
agrosistem Anda tersebut?
 Puas
 Tidak Puas, sebutkan alasannya:
…………………………………………………………………………….………
…………………………………………………………………………….………
……………………………………………………………………………….……
…………………………………………………………………………………....
16. Adakah produk saingan bagi produk yang dihasilkan agrosistem Anda?
 Ada, yaitu Produk………………..yang dihasilkan oleh ….........…..............
{lanjut ke no. 17, 18, dan 19}
 Tidak ada

15
DIGUNAKAN DALAM MATAKULIAH APPAS
PADA PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
JURUSAN SOSIAL EKONOMI PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS HASANUDDIN
Rusli Mohammad Rukka
ANALISIS PERANCANGAN PENGEMBANGAN AGROSISTEM (APPAS)

17. Dibandingkan dengan produk saingan tersebut, bagaimana mutu (kualitas)


produk agrosistem Anda?
 Sama
 Lebih baik, sebutkan
keunggulannya:…………………………………………………………...…….
 Kurang baik, sebutkan kekurangannya:
………………………………………………………………….…………………
……………………………………………………………………….……………
……………………………………………………………………….……………
………………………………………………………………………….…………
………………………………………………………………………….…………
18. Dibandingkan dengan produk saingan tersebut, bagaimana tingkat harga
produk agrosistem Anda?
 Lebih murah
 Sama murahnya
 Sama mahalnya
 Lebih mahal
Penjelasan:
………………………………………………………………………...………………
………………………………………………………………………...………………
…..…………………………………………………………………….………………
………………………………………………………………………….……………..
19. Dibandingkan dengan perusahaan pesaing agrosistem Anda, bagaimana
sistem pelayanan/distribusi produk agrosistem Anda kepada pelanggan?
 Lebih baik, sebutkan kelebihannya:…………………….……………………..
 Sama baiknya
 Kurang baik, sebutkan kekurangannya:………………...…………………..
…………………………………………………………….………………………
…………………………………………………………….………………………
………………………………………………………………….…………………
20. Apakah agrosistem Anda melakukan promosi agar produknya dikenal luas?
 Ya, dengan cara: ……………………………………………………………..…
 Tidak {lanjut ke no. 22)

21. Apakah Anda puas dengan cara promosi yang digunakan tersebut?
 Puas
 Tidak puas, sebutkan alasannya:……………………..………………………
…………………………………………………………………….………………
…………………………………………………………………….………………
…………………………………………………………………….………………
22. Bagaimana cara mengorganisasikan aktifitas pemasaran agrosistem Anda?
 Ditangani oleh pengelola agrosistem
 Ditangani oleh bagian khusus pemasaran dalam agrosistem
 Lainnya, sebutkan: ………………………………………………………….…

16
DIGUNAKAN DALAM MATAKULIAH APPAS
PADA PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
JURUSAN SOSIAL EKONOMI PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS HASANUDDIN
Rusli Mohammad Rukka
ANALISIS PERANCANGAN PENGEMBANGAN AGROSISTEM (APPAS)

23. Puaskah Anda dengan cara mengorganisasikan pemasaran produk


agrosistem?
 Puas
 Tidak puas, sebutkan alasannya:………………………………………………
………………………………………...………………………………………………
……………………………………...…………………………………………………
………………………………………………………………………………………...
24. Disamping produk utama, apakah agrosistem Anda menawarkan produk-
produk lain sebagai produk sampingan?
 Ya, sebutkan produk:……………………………………………..……….……
 Tidak {lanjut ke no. 26}

25. Berapa perkiraan konstribusi (dalam persentase) nilai penjualan produk


sampingan tersebut terhadap nilai total penjualan produk agrosistem?
………%
26. Digolongan manakah volume penjualan (dalam rupiah) agrosistem Anda
dalam setahun terakhir?
 Dibawah 10 juta rupiah
 Rp 10 juta – Rp 50 juta
 Rp 50 juta – Rp 100 juta
 Rp 100 juta – Rp 200 juta
 Rp 200 juta - Rp600 juta
 Di atas Rp 600 juta

27. Bagaimana penilaian Anda terhadap volume penjualan tersebut jika diukur
dengan potensi sumberdaya agrosistem Anda sekarang ini?
 Melebihi kapasitas
 Sudah sesuai dengan kapasitas
 Masih di bawah kapasitas

28. Bagaimana penilaian Anda mengenai volume penjualan tersebut dihadapkan


dengan potensi dan situasi pasar (permintaan, penawaran, dan pesaing)?
 Masih berpeluang menambah
 Cukup untuk dapat bertahan
 Pangsa pasar terancam menurun

C. ASPEK PRODUKSI

C-1. Pengadaan Bahan

1. Bahan (baku dan penolong) apa yang dibutuhkan untuk menghasilkan


produk agrosistem Anda?
a. ……………………………………. e. ………...……………………
b. …………………………………….. f …….…………………………
c………………………………………. g……………………………….
d………………………………………. h. ……………..………………

17
DIGUNAKAN DALAM MATAKULIAH APPAS
PADA PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
JURUSAN SOSIAL EKONOMI PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS HASANUDDIN
Rusli Mohammad Rukka
ANALISIS PERANCANGAN PENGEMBANGAN AGROSISTEM (APPAS)

2. Bagaimana kondisi penyediaan bahan tersebut?


 Semuanya mudah didapat
 Sebagian tidak mudah tersedia, yaitu:…………….………………..…………
 Semuanya sulit diperoleh,
jelaskan:…………………………………………………………….....…………
………………………………………………………………………….…………
………………………………………………………………………..….……….
 Ada kondisi khusus yang tidak mendukung,
sebutkan:……………………..…...............................................................
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
……………………………………………………………………………………
…………………………………………………………………………………….
3. Bagaimana kesinambungan (kontinuitas) tersedianya bahan yang
diperlukan?
 Semuanya terjamin kontinuitasnya
 Sebagian tersedia secara musiman, sebutkan:………………………………
 Sebagian tidak menentu, sebutkan:………………………….....………….…
 Kondisi khusus lain, sebutkan:………………………..…….........................
……………………………………………………………………………….……
………………………………………………………………………………….…
………………………………………………………………………………….…
4. Siapakah pelanggan pasokan bahan agrosistem Anda? {jika lebih dari satu,
perkirakan proporsi (%) untuk masing-masing pemasok}
 Produsen bahan {langsung ke no. 5 dan 6} ………%
 Pedagan besar/grosir {langsung ke no.7 dan 8} ………%
 Pedagang eceran {langsung ke no. 9 dan 10} ………%
 Lainnya, sebutkan:……………………………… ………%
_______
100%
5. Bagaimana cara transaksi bahan agrosistem Anda dengan produsen bahan?
 Tunai
 Kredit
 Lainnya, sebutkan: ……………………………………………………………...

6. Puaskah Anda bertransaksi dengan produsen bahan tersebut?


 Puas
 Tidak puas, sebutkan alasannya: ………………......…………………………
………………………………………………………………….…………………
………………………………………………………………….…………………
………………………………………………………………….…………………
7. Bagaimana cara transaksi bahan agrosistem Anda dengan pedagang
besar/grosir?
 Tunai
 Kredit
 Lainnya, sebutkan:……………………………………………………………....

18
DIGUNAKAN DALAM MATAKULIAH APPAS
PADA PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
JURUSAN SOSIAL EKONOMI PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS HASANUDDIN
Rusli Mohammad Rukka
ANALISIS PERANCANGAN PENGEMBANGAN AGROSISTEM (APPAS)

8. Puaskah Anda bertransaksi dengan pedagang besar/grosir tersebut?


 Puas
 Tidak Puas, sebutkan alasannya: …...………………………………………..
……………………………………………….……………………………………
……………………………………………….……………………………………
……………………………………………….……………………………………
9. Bagaimana cara transaksi bahan agrosistem Anda dengan pedagang
pengecer?
 Tunai
 Kredit
 Lainnya, sebutkan:…………………..…………………………………………..

10. Puaskah Anda bertransaksi dengan pedagang pengecer tersebut?


 Puas
 Tidak Puas, sebutkan alasannya:...……………………………………………
……………………………………………….……………………………………
………………………………………………….…………………………………
………………………………………………….…………………………………
11. Bagaimana penilaian Anda mengenai harga bahan?
 Cukup wajar
 Agak mahal
 Terlalu mahal

12. Bagaimana penilaian Anda mengenai mutu bahan?


 Cukup memuaskan
 Kurang baik
 Terlalu rendah
………………………….…………………………………………………………
………………………………….…………………………………………………
13. Bagaimana agrosistem Anda mengendalikan dan mengorganisir pengadaan
(pembelian) persediaan bahan agar proses produksi (barang/jasa) tetap
lancar?
 Tidak ada upaya khusus
 Menugaskan tenaga khusus untuk mengendalikan
 Sistem pembukuan yang tertib
 Lainnya, sebutkan: …………………………………..…………………….……

14. Puaskah Anda dengan cara pengendalian dan organisasi aktifitas


pengadaan (pembelian) persediaan bahan tersebut?
 Puas
 Tidak Puas, sebutkan alasannya: …………………………..…………………
………………………………………………………………….…………………
……………………………………………………………….……………………
………………………………………………………………….…………………

19
DIGUNAKAN DALAM MATAKULIAH APPAS
PADA PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
JURUSAN SOSIAL EKONOMI PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS HASANUDDIN
Rusli Mohammad Rukka
ANALISIS PERANCANGAN PENGEMBANGAN AGROSISTEM (APPAS)

C-2. Produksi
Catatan: Khusus Produk berupa jasa dapat disesuaikan

15. Berapa jumlah unit poduk {barang/jasa} yang dihasilkan agrosistem Anda
dalam setahun terakhir? ……… unit (dalam satuan ………)
16. Apakah tingkat produksi tersebut merupakan kapasitas penuh?
 Ya
 Tidak, diperkirakan hanya ……% dari kapasitas
Mengapa di bawah kapasitas?
……………………………………………….……………………...……………
…………………………….………..…….………………………………………
………………………………………………..…………………………………..
17. Apakah semua produk tersebut terjual habis?
 Ya
 Tidak, diperkirakan masih tersisa …..…% dari total produksi
Mengapa masih tersisa?
………………………………………………………..….……………………………
…………………….………………………………..…………………………………
………………………………………………………...………………………………
18. Bagaimana agrosistem Anda mengendalikan persediaan produk?
 Tidak ada upaya khusus
 Ditangani oleh pengelola agrosistem
 Menugaskan tenaga khusus
 Sistem pembukuan yang tertib
 Lainnya, sebutkan:……………………………………..………………………..

19. Apa yang dilakukan agrosistem Anda terhadap produk yang tak laku terjual?
 Dibuang/dimusnahkan
 Diberikan kepada yang memerlukan
 Didaur ulang
 Dibiarkan saja
 Lainnya, sebutkan:……………………...……………………………………….

20. Apakah semua produk (barang/jasa) yang dihasilkan agrosistem Anda


sudah sesuai dengan mutu yang diharapkan?
 Ya
 Tidak, diperkirakan sekitar …..% di bawah mutu harapan.
Spesifikasinya:……...........................…………………………………………
Apa yang menyebabkan?:……………….………..……………………………
………………………………………………………….…………………………
21. Bagaimana agrosistem Anda menangani pengawasan/pengendalian mutu
produk (barang/jasa) yang dihasilkan?
 Tidak ada upaya khusus
 Pemeriksaan mutu sebelum dipasarkan
 Pemeriksaan mutu pada setiap tahapan proses produksi
 Mencatat keluhan konsumen
 Lainnya, sebutkan: ……………………………..………….……………………

20
DIGUNAKAN DALAM MATAKULIAH APPAS
PADA PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
JURUSAN SOSIAL EKONOMI PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS HASANUDDIN
Rusli Mohammad Rukka
ANALISIS PERANCANGAN PENGEMBANGAN AGROSISTEM (APPAS)

22. Teknologi jenis apa yang digunakan agrosistem Anda dalam proses produksi
barang/pelayanan jasa?
 Peralatan sederhana/manual
 Peralatan mekanis/elektrik (semi moderen)
 Peralatan moderen
 Lainnya, sebutkan:………………………………………………………………

23. Sudah cukup puaskah Anda dengan jenis teknologi yang digunakan oleh
agrosistem Anda tersebut?
 Puas
 Tidak Puas, sebutkan alasannya:………...……………………………………
………………………………………………….…………………………………
…………………………………………………….………………………………
…………………………………………………….………………………………
…………………………………………………………….………………………
24. Berapa lama periode satu daur/siklus produksi?
 Bilangan jam, ……jam
 Bilangan hari, ……hari
 Bilangan minggu, ……minggu
 Bilangan bulan, …….bulan

25. Dari lama periode satu daur/siklus produksi agrosistem Anda, berarti dalam
setahun terdapat …... kali.
26.Bagaimana kualifikasi keterampilan pekerja-pekerja proses produksi
barang/pelayanan jasa agrosistem Anda? {Tunjukkan proporsi (%) masing-masing}
 Tenaga kasar ……%
 Tenaga setengah terlatih ……%
 Tenaga terlatih ……%
 Tenaga berketetampilan tinggi ……%
_____
100%
27. Sudah cukup puaskah Anda dengan kualifikasi pekerja-pekerja proses
produksi barang/pelayanan jasa agrosistem Anda?
 Puas
 Tidak Puas, sebutkan alasannya:….…..………………………………………
…………………………………………….………………………………………
……………………………………………….……………………………………
……………………………………………….……………………………………
……………………………………………….……………………………………
………………………………………………….…………………………………
28. Bagaimana cara agrosistem Anda mengorganisasikan keseluruhan proses
produksi barang/pelayanan jasa?
 Tidak ada upaya khusus
 Ditangani oleh pengurus kelompok
 Menunjuk tenaga khusus
 Lainnya, sebutkan: ………………………………………......…………………

21
DIGUNAKAN DALAM MATAKULIAH APPAS
PADA PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
JURUSAN SOSIAL EKONOMI PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS HASANUDDIN
Rusli Mohammad Rukka
ANALISIS PERANCANGAN PENGEMBANGAN AGROSISTEM (APPAS)

29. Puaskah Anda dengan cara mengorganisasikan keseluruhan proses


produksi barang/pelayanan jasa agrosistem Anda tersebut?
 Puas
 Tidak Puas, sebutkan alasannya:…………………………………………...…
………………………………………………………………………………….…
………………………………………………………………………………….…
………………………………………………………………………………….…
………………………………………………………………………………….…
………………………………………………………………………………….…

D. ASPEK PENGENDALIAN DAMPAK LINGKUNGAN

1. Limbah (cair, padat dan gas) apa yang dihasilkan agrosistem Anda dalam
melakukan aktifitas menghasilkan produk (barang/jasa)?
a. ……………………………………. d. …………………………………….
b. ……………………………………. e. …………………………………….
c. ……………………………………. f. ……………………………………..
2. Apa dampak negatif terhadap lingkungan sosial yang ditimbulkan oleh
aktifitas agrosistem Anda?
 ……………………………………………………………………………………
 ………………………………………………………………………….…………
 ………………………………………………………………………….…………
 ………………………………………………………………………….…………
 ………………………………………………………………………….…………

3. Bagaimana cara agrosistem Anda menangani dampak negatif tersebut?


 …………………………………………….………………………………...……
 …………………………………………………….....………………………...…
 ……………………………………………………………………………….……
 ……………………………………………………………………………….……
 ………………………………………………………….…………………………

4. Puaskah Anda dengan cara mengendalikan dampak negatif terhadap


lingkungan sosial tersebut?
 Puas
 Tidak puas, sebutkan
alasannya:……………………………….………………..……………………..
…………………………………………….………………………………………
…………………………………………….………………………………………
…………………………………………….………………………………………
5. Apa dampak positif terhadap lingkungan sosial yang ditimbulkan oleh
aktifitas agrosistem Anda?
 ……………………………………………………………………………………
 ……………………………………………………………………………………
 ………………………………………………………………………………….…
 …………………………………………………………………………………….

22
DIGUNAKAN DALAM MATAKULIAH APPAS
PADA PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
JURUSAN SOSIAL EKONOMI PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS HASANUDDIN
Rusli Mohammad Rukka
ANALISIS PERANCANGAN PENGEMBANGAN AGROSISTEM (APPAS)

6. Apa dampak negatif terhadap lingkungan alam yang ditimbulkan oleh


aktifitas agrosistem Anda?
 ……………………………………………………………………………….……
 ……………………………………………………………………….……………
 ……………….……………………………………………………………………
 ……….……………………………………………………………………………
 ………………….…………………………………………………………………

7. Bagaimana cara agrosistem Anda menangani dampak negatif tersebut?


 ……………………………………………………………………………..……..
 ……………………………………….……………………………………………
 ………………………………………….…………………………………………
 ……………………………………….……………………………………………
 ………………………………………….…………………………………………

8. Puaskah Anda dengan cara mengendalikan dampak negatif terhadap


lingkungan alam tersebut?
 Puas
 Tidak puas, sebutkan alasannya:………..…………………………….………
……………………………………………….……………………………………
……………………………………………….……………………………………
……………………………………………….……………………………………
………………………………………………….…………………………………
9. Apa dampak positif terhadap lingkungan alam yang ditimbulkan oleh aktifitas
agrosistem Anda?
 …………………………………………………………………………………….
 …………………………………………………………………………………….
 …………………………………………………………………………………….
 …………………………………………………………………………………….
 …………………………………………………………………………………….

E. ASPEK KEUANGAN

1. Pada golongan manakah nilai total harta/kekayaan/asset agrosistem Anda ini


digolongkan?
 Kurang dari Rp 50 juta
 Rp 50 juta – Rp 100 juta
 Rp 100 juta – Rp200 juta
 Rp 200 juta – Rp 500 juta
 Lebih dari Rp 500 juta

2. Dari total harta tersebut, berapa bagian yang merupakan harta lancar?
 Di bawah 10%
 11% - 20%
 21% - 30%
 31% - 50%

23
DIGUNAKAN DALAM MATAKULIAH APPAS
PADA PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
JURUSAN SOSIAL EKONOMI PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS HASANUDDIN
Rusli Mohammad Rukka
ANALISIS PERANCANGAN PENGEMBANGAN AGROSISTEM (APPAS)

3. Dalam bentuk apa saja harta lancar agrosistem Anda tersebut berwujud?
 Uang tunai di kas kelompok
 Tabungan di bank
 Rekening koran
 Piutang jangka pendek
 Bentuk lainnya, sebutkan:………………………………………………………

4. Dalam setahun terakhir, pernahkah agrosistem Anda mengalami


kesulitan/kelangkaan uang tunai?
 Tidak pernah
 Pernah, untuk membayar tagihan jangka pendek
 Pernah, untuk membayar bahan
 Pernah, untuk membayar upah/gaji tenaga kerja
 Pernah, untuk ……………………………………….….……………………….

5. Pernah jugakah agrosistem Anda mengalami kesulitan-kesulitan berikut ini


dalam setahun terakhir?
 Menagih piutang jangka pendek
 Persediaan produk menumpuk berlebihan
 Persediaan bahan berlebihan
 Kesulitan pemasukan uang lainnya, sebutkan:…..……......…………………

6. Apakah Anda memperhitungkan besarnya penyusutan/depresiasi dari harta


tetap agrosistem Anda?
 Tidak
 Ya, tapi tidak membukukannya
 Ya, dan membukukannya

7. Dari total harta tersebut (pertanyaan no. 1), berapa bagian merupakan modal
sendiri dari agrosistem?
 20% ke bawah
 21% - 30%
 31% - 40%
 41% - 50%
 51% ke atas

8. Dari sumber-sumber mana agrosistem Anda memperoleh pinjaman modal


kerja?
 Sepenuhnya modal agrosistem sendiri (alokasi anggaran)
 Perbankan, sebutkan nama bank: ………………….…………………………
 Lembaga Keuangan non Bank, sebutkan:………........………………………
 Perorangan
 Sumber lain, sebutkan:……………………………………….……...…………

9. Puaskah Anda menerima pelayanan pinjaman modal kerja dari sumber


tersebut?
 Puas
 Tidak Puas, alasannya: ………………………………...………………………

24
DIGUNAKAN DALAM MATAKULIAH APPAS
PADA PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
JURUSAN SOSIAL EKONOMI PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS HASANUDDIN
Rusli Mohammad Rukka
ANALISIS PERANCANGAN PENGEMBANGAN AGROSISTEM (APPAS)

10. Dari sumber-sumber mana agrosistem Anda memperoleh pinjaman untuk


modal investasi?
 Sepenuhnya modal agrosistem sendiri (alokasi anggaran)
 Perbankan, sebutkan nama Bank:……………………………………………..
 Lembaga Keuangan non Bank, sebutkan:……………….......…………….…
 Perorangan
 Sumber lain, sebutkan:…………………………………………………………

11. Puaskah Anda menerima pelayanan pinjaman modal investasi dari sumber
tersebut?
 Puas
 Tidak Puas, alasannya:……………………………...………………………….
………………………………………………………….…………………………
…………………………………………………………….………………………
…………………………………………………………….………………………
12. Pernahkah agrosistem Anda mengalami kesulitan pada saat pembayaran
kembali pinjaman?
 Tidak
 Pernah, sebutkan spesifikasinya:………………………………………………

13. Apakah agrosistem Anda selalu membuat nota untuk setiap transaksi (jual
atau beli)?
 Ya, selalu
 Tidak pernah
 Kadang-kadang untuk hal-hal yang khusus, sebutkan spesifikasinya:
……………………………………………………………….……………………
……………………………………………………………….……………………
……………………………………………………………….……………………
14. Apakah agrosistem Anda menyimpan/mengarsipkan nota-nota transaksi
tersebut?
 Ya, dengan teratur
 Ya, tetapi kurang teratur
 Tidak, alasannya: ……………………………….………………………………

15. Manakah diantara catatan-catatan dasar berikut yang dibuat oleh


agrosistem Anda?
 Jurnal Umum
 Buku Besar
 Buku Penjualan
 Buku Pembelian
 Buku Penerimaan kas
 Buku Pembayaran kas
 Buku Piutang
 Buku Utang
 Buku Persediaan
 Lainnya:………………………………………………………………..…………
 Tidak satu pun, alasannya: ………………………………………….…………
………………………………………………………………………….…………

25
DIGUNAKAN DALAM MATAKULIAH APPAS
PADA PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
JURUSAN SOSIAL EKONOMI PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS HASANUDDIN
Rusli Mohammad Rukka
ANALISIS PERANCANGAN PENGEMBANGAN AGROSISTEM (APPAS)

16. Manakah diantara perhitungan-perhitungan berikut yang dibuat oleh


agrosistem Anda?
 Biaya-biaya
 Harga Pokok Produksi (HPP)
 Titik pulang Pokok (impas)
 Arus kas
 Lainnya:…………………………………………………………………..………
 Tidak satu pun, alasannya: …………………………………………….………
…………………………………………………………………………….………
………………………………………………………………………….…………
………………………………………………………………………….…………
………………………………………………………………………….…………
17. Apakah agrosistem Anda membuat laporan keuangan berikut?
 Perhitungan Laba/rugi
 Neraca
 Tidak satu pun, alasannya: …………………………….………………………
…………………………………………………………….………………………
…………………………………………………………….………………………
…………………………………………………………….………………………
…………………………………………………………….………………………
18. Bagaimana agrosistem Anda menangani pengendalian keuangan?
 Tidak ada upaya khusus
 Ditangani oleh pengelola agrosistem
 Menunjuk tenaga khusus
 Lainnya, sebutkan:…………………………………..........……………………

19. Puaskah Anda dengan cara penanganan pengendalian keuangan tersebut?


 Puas
 Tidak Puas, sebutkan alasannya:……………………………...………………
…………………………………………………………………….………………
…………………………………………………………………….………………
…………………………………………………………………….………………
…………………………………………………………………….………………

 Setelah menjawab pertanyaan-pertanyaan untuk berbagai aspek dalam


agrosistem (kasus) Anda, ringkasannya dapat ditampilkan dengan
mengisi tabel berikut.

26
DIGUNAKAN DALAM MATAKULIAH APPAS
PADA PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
JURUSAN SOSIAL EKONOMI PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS HASANUDDIN
Rusli Mohammad Rukka
ANALISIS PERANCANGAN PENGEMBANGAN AGROSISTEM (APPAS)

Tabel Ringkasan Posisi Agrosistem (Tahun 200...)

Sumberdaya Ukuran Fisik Nilai (Rp)


a. Lahan (m2) ……………………. ……………………….
b. Bangunan (m2) ……………………. ……………………….
c. Peralatan:
 ……………………. …………………… ……………………….
 ……………………. …………………… ……………………….
 ……………………. …………………… ……………………….
 ……………………. …………………… ……………………….
 ……………………. …………………… ……………………….
 ……………………. …………………… ……………………….
 …………………… …………………… ……………………….
 …………………… ………………….… ……………………….
 …………………… …………………… ……………………….
d. Karyawan Tetap
 Laki-laki (orang) …………………… ……………………….
 Perempuan (orang) …………………… ……………………….
e. Karyawan tak tetap
 Laki-laki (orang) …………………… ………………………..
 Perempuan (orang) …………………… ……………………….
f. Neraca …………………… …………………………
 Harta Tetap …………………… …………………………
 Harta Lancar …………………… …………………………
 Utang …………………… ……………………….
 Modal sendiri …………………… ……………………….
g. Kapasitas produksi
 ……………………. ……………...…… …………………………
 ……………………. …………………… …………………………

27
DIGUNAKAN DALAM MATAKULIAH APPAS
PADA PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
JURUSAN SOSIAL EKONOMI PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS HASANUDDIN
Rusli Mohammad Rukka
ANALISIS PERANCANGAN PENGEMBANGAN AGROSISTEM (APPAS)

Tabel Ringkasan Kinerja Agrosistem (Tahun 200...)

Aspek Kinerja Ukuran Fisik Nilai (Rp)


a. Produksi
 …………………………… ………………………… ……………………
 …………………………… ………………………… ……………………
 …………………………… ………………………… ……………………

b. Pembelian Bahan
 Bahan Baku
 …………………………… ………………………… ……………………
 …………………………… ………………………… ……………………
 …………………………… ………………………… ……………………
 …………………………… ………………………… ……………………
 Bahan Pembantu
 …………………………... ………………………… ……………………
 …………………………… ………………………… ……………………
 …………………………… ………………………… ……………………
 …………………………… ………………………… ……………………
 …………………………… ………………………… …………………...
 Bahan Jadi
 …………………………… ………………………… ……………………
 …………………………… ………………………… ……………………

c. Pemasaran (Volume
Penjualan)
 ……………………………. ………………………… ……………………
 ……………………………. ………………………… ……………………
 ……………………………. ………………………… ……………………

d. Ketenagakerjaan
 Upah tetap ………………………… ……………………
 Upah Harian ………………………… ……………………
 Produktifitas ………………………… ……………………
e. Keuangan
 Omzet (nilai penjualan) ...........………………… ……………………
 Biaya operasi ………………………… ……………………
 Biaya Investasi ………………………… ……………………
 Laba Usaha ………………………… ……………………
 Pajak ………………………… ……………………
 Laba setelah Pajak ………………………… ……………………

28
DIGUNAKAN DALAM MATAKULIAH APPAS
PADA PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
JURUSAN SOSIAL EKONOMI PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS HASANUDDIN
Rusli Mohammad Rukka
ANALISIS PERANCANGAN PENGEMBANGAN AGROSISTEM (APPAS)

MODUL TIGA

ANALISIS MASALAH
PENGEMBANGAN AGROSISTEM

3.1. Sasaran-sasaran Belajar

 Menilai “kekurangan, kelemahan, ketidakpuasan” pada komponen-


komponen posisi dan kinerja agrosistem.
 Merumuskan “kekurangan, kelemahan, ketidakpuasan” tersebut sebagai
suatu persoalan/masalah.
 Menentukan salah satu dari masalah-masalah atau persoalan-persoalan
sebagai masalah atau persoalan utama.
 Membangun struktur permasalahan dengan berpusatkan pada masalah
utama, dengan dua arah:
 Arah ke atas sebagai persoalan-persoalan akibat dari masalah
utama
 Arah ke bawah sebagai persoalan-persoalan penyebab dari
masalah utama

3.2. Acuan Berpikir

Kembali ke ilustrasi sebuah perjalanan, setelah menentukan ke arah


mana yang akan dituju dan di posisi mana sekarang berada, tentunya sebelum
dan selama melaksanakan perjalanan terdapat berbagai persoalan dan kendala
yang dihadapi. Persoalan dan kendala tersebut tentunya akan menghambat
pencapaian arah yang akan dituju.
Jika Ilustrasi ini dikaitkan dengan sebuah agrosistem, setelah
menentukan visi, posisi kepemilikan sumberdaya dan kinerja yang terjadi telah
diketahui, maka dengan mudah untuk mengidentifikasi hal-hal yang merupakan
masalah (persoalan/kendala) yang dihadapi. Identifikasi masalah merupakan
dasar untuk menentukan tindakan yang akan dilaksanakan dalam mencapai visi
yang telah ditetapkan. Model berfikir ini dikembangkan dalam bentuk analisis
masalah.
Proses yang mendasari analisis masalah adalah menilai satu per satu
dari komponen-komponen (indikator) posisi dan kinerja agrosistem (lihat modul-
2). Apakah terdapat indikasi kelemahan, kekurangan, atau ketidakpuasan pada

29
DIGUNAKAN DALAM MATAKULIAH APPAS
PADA PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
JURUSAN SOSIAL EKONOMI PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS HASANUDDIN
Rusli Mohammad Rukka
ANALISIS PERANCANGAN PENGEMBANGAN AGROSISTEM (APPAS)

posisi atau kinerja agrosistem? Bila indikasi tersebut ada, berarti disitu terdapat
masalah. Rumuskan masalahnya dan catatlah pada selembar kartu.

Gambar 4. Sebelum dan selama dalam perjalanan berbagai


persoalan dan kendala akan dihadapi dan tentunya akan
menghambat pencapaian arah yang akan dituju.

Tidak mustahil satu indikasi kelemahan, kekurangan, atau ketidakpuasan


dinyatakan dalam dua atau lebih rumusan masalah.
Setelah semua rumusan masalah dituangkan ke dalam kartu-kartu
masalah, selanjutnya disusun dalam bentuk struktur masalah yang berbentuk
diagram (analog) pohon:
Masalah utama sebagai batang pohonnya;
Masalah-masalah yang mencerminkan akibat bila masalah utama terjadi
ditempatkan sebagai gugusan percabangan/ranting di atas batang
pohon;
 Masalah-masalah yang mencerminkan sebab sehingga masalah utama
terjadi sebagai gugusan perakaran di bawah batang pohon.

Fokus kita adalah terletak pada masalah utama yang berada pada posisi
batang pohon: Apa masalahnya dan bagaimana cara pemecahannya? Kunci
pemecahannya Anda perlu cari pada rangkaian perakaran pohon: mungkin
seluruhnya, atau mungkin hanya jalur tertentu (yang mana?). Ilustrasinya dapat
digambarkan sebagai sebuah pohon yang mengalami serangan penyakit dengan
memperlihatkan gejalanya pada batang dan berakibat pada bagian atas pohon
lainnya, maka yang perlu diperiksa terlebih dahulu ada apa pada perakarannya,
mungkin saja ada beberapa atau seluruh perakaran dan percabangan akar telah
diserang virus. Dengan kondisi yang demikian, merupakan tindakan yang sia-sia
jika kita memberantas penyakit pohon tersebut hanya dengan menangani batang
dan bagian lainnya. Artinya, dalam menyelesaikan sebuah masalah bukan pada
akibatnya, tetapi pada faktor yang menyebabkan munculnya masalah tersebut.

30
DIGUNAKAN DALAM MATAKULIAH APPAS
PADA PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
JURUSAN SOSIAL EKONOMI PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS HASANUDDIN
Rusli Mohammad Rukka
ANALISIS PERANCANGAN PENGEMBANGAN AGROSISTEM (APPAS)

3.3. Acuan Diskusi

 Simaklah kembali indikator demi indikator dari posisi dan kinerja


agrosistem (kasus) Anda, seperti yang telah dibahas dan didiskusikan
pada modul-2. Berikan penilaian Anda terhadap masing-masing indikator
itu: apa kelemahannya, apa kekurangannya, atau apa ketidakpuasan
Anda terhadapnya? Untuk membantu Anda dalam melakukan penilaian,
dibawah ini disajikan daftar periksa masalah/persoalan yang mengacu pada
jawaban-jawaban yang telah Anda berikan pada daftar pertanyaan
modul-2.
Nomor-nomor yang berada pada lajur kiri daftar tersebut mengacu pada
nomor-nomor yang sama pada pertanyaan modul-2. Periksalah kembali
jawaban agrosistem (kasus) Anda terhadap nomor-nomor pertanyaan
yang bersangkutan. Bilamana isi jawaban mengisyaratkan adanya
masalah/persoalan (misalnya: tidak puas, kurang, rendah, belum
memadai, dan sebagainya) berikan tanda “X” pada kolom “masalah?”.
Bila ternyata masih terdapat masalah yang belum tercakup dalam Daftar
periksa masalah/persoalan tersebut, Anda boleh tambahkan sendiri dan
catat pada aspek yang sesuai.

31
DIGUNAKAN DALAM MATAKULIAH APPAS
PADA PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
JURUSAN SOSIAL EKONOMI PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS HASANUDDIN
Rusli Mohammad Rukka
ANALISIS PERANCANGAN PENGEMBANGAN AGROSISTEM (APPAS)

DAFTAR PERIKSA MASALAH/PERSOALAN AGROSISTEM

No Masalah? Prioritas
Pertanya Pertanyaan tentang (Beri tanda “X”) (I,II,III)
an

A. ASPEK UMUM
6 Lahan/Lokasi usaha ……….. …………
9 Kondisi bangunan/ruang kerja ……….. …………
11 Kondisi mesin/peralatan ………. …………
12a Jumlah sumberdaya manusia ………. …………
12b Keterampilan sumberdaya manusia ………. …………
12c Kerjasama sumberdaya manusia ………. …………
12d Motivasi kerja sumberdaya manusia ………. …………
14 Kemajuan kelompok ………. …………
……. ……………………………. ……….. …………

B. ASPEK PEMASARAN
3 Kepuasan konsumen ……….. …………
7 Transaksi dengan Grosir ……….. …………
9 Transaksi dengan pengumpul ……….. ………..
11 Transaksi dengan pengecer ……….. …………
13 Transaksi dengan konsumen ……….. …………
15 Daerah pemasaran ……….. ………..
17 Mutu produk ………… …………
18 Harga produk ……….. …………
20 Sistem pelayanan/distribusi ……….. ………..
21 Cara promosi ……….. ………..
23 Organisasi pemasaran ……….. …………
27 Vol. Penjualan thdp potensi agrosistem ………... …………
28 Vol. Penjualan thdp situasi pasar ………… …………
…….. ……………………………………. ……….. ………..
…….. ……………………………………. ………... ………..
…….. ……………………………………… ………… …………

32
DIGUNAKAN DALAM MATAKULIAH APPAS
PADA PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
JURUSAN SOSIAL EKONOMI PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS HASANUDDIN
Rusli Mohammad Rukka
ANALISIS PERANCANGAN PENGEMBANGAN AGROSISTEM (APPAS)

DAFTAR PERIKSA MASALAH/PERSOALAN AGROSISTEM


No.
Masalah? Prioritas
Pertanya- (Beri tanda “X”)
Pertanyaan Tentang (I, II, III)
an
C. ASPEK PRODUKSI
C.1. Pengadaan Bahan
2 Tersedianya bahan ……………. …………...
3 Kesinambungan bahan …………….. …………..
6 Transaksi dengan produsen ……………. …………..
8 Transaksi dengan grosir ……………. ……………
10 Transaksi dengan pengecer ……………. …………..
11 Harga bahan …………….. …………..
12 Mutu bahan ……………… …………..
14 Organisasi pengadaan bahan …………….. ……………
…… ……………………………………….. ……………… ……………
…… ………………………………………. …………….. …………..

C.2. Produksi
16 Kapasitas produksi ……………… ……………
17 Produk yang terjual ……………… ……………
20 Mutu produk ……………… ……………
23 Teknologi produksi ……………… ……………
27 Kualifikasi pekerja produksi ……………… ……………
29 Organisasi Proses produksi …………….. …………..
……. …………………………………………. …………….. ………….
……. ………………………………………… ……………. ………….

D. ASPEK DAMPAK LINGKUNGAN

3 Dampak negatif thdp lingkungan sosial


5 …………….. ………….
Cara Pengendalian Dampak. Lingk. Sosial
8 …………….. ……………
Dampak negatif thdp lingkungan alam
10 …………….. ……………
Cara pengendalian dampak thdp Alam
…… ……………… ……………
……………………………………………
…… …………….. ……………
……………………………………………

DAFTAR PERIKSA MASALAH/PERSOALAN AGROSISTEM


33
DIGUNAKAN DALAM MATAKULIAH APPAS
PADA PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
JURUSAN SOSIAL EKONOMI PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS HASANUDDIN
Rusli Mohammad Rukka
ANALISIS PERANCANGAN PENGEMBANGAN AGROSISTEM (APPAS)

No. Masalah? Prioritas


Pertanya- Pertanyaan Tentang (Beri tanda (I, II, III)
an “X”)

E. ASPEK KEUANGAN

4 Kesulitan uang tunai ……………… ………..


5 Kesulitan uang tunai masuk ……………… ………..
9 Pelayanan penyandang modal kerja ……………… ………..
11 Pelayanan penyandang modal investasi ……………… ………..
12 Pembayaran pinjaman ……………… ………..
13 Pembuatan nota transaksi ……………… ………..
14 Pengarsipan nota transaksi ……………… ………..
15 Pencatatan keuangan ……………… ………..
16 Perhitungan keuangan ……………… ………..
17 Laporan keuangan ……………… ……………
19 Cara pengendalian keuangan ……………… ….
……. ……………………………………….. ……………… ……………
……. ……………………………………….. ……………… ….
……. ………………………………………… ……………… ……………
……. ………………………………………. ……………… ….

 Untuk menguatkan bahwa terdapat masalah/persoalan sesuai jawaban


pertanyaan yang diberi tanda “X”, Anda dapat merumuskan kalimat
masalah/persoalannya dengan menampilkan indikator-indikator bahwa
memang hal tersebut merupakan masalah/persoalan yang sedang dihadapi
oleh agrosistem (kasus) Anda. Untuk itu, Anda diminta mengisi format tabel
indikator kesenjangan. Langkah pertama adalah mengisi kolom fakta
(realitas) yang diisi data tentang kondisi nyata yang sedang terjadi pada
aspek yang dimaksud (bertanda “X” pada Daftar periksa masalah/persolan).
Kemudian, harapan yang diinginkan setahun kedepan untuk setiap aspek
diisikan pada kolom harapan/sasaran (ideal). Setelah dua kolom tersebut
diisi, maka dapatlah dengan mudah dirumuskan kalimat
masalah/persoalannya.
Tabel indikator kesenjangan ini juga dapat membantu Anda dan agrosistem
(kasus) Anda dalam merumuskan indikator sasaran pada Analisis Sasaran
Pengembangan Agrosistem (modul-4). Untuk itu ada baiknya sebelum
mengisi kolom ketiga (harapan/sasaran), Anda memahami apa yang dibahas
pada modul-4. Mungkin juga setelah menyelesaikan modul-4, akan terdapat
penyesuaian-penyesuaian terhadap indikator sasaran yang telah diisikan
pada tabel indikator kesenjangan tersebut.

34
DIGUNAKAN DALAM MATAKULIAH APPAS
PADA PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
JURUSAN SOSIAL EKONOMI PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS HASANUDDIN
Rusli Mohammad Rukka
ANALISIS PERANCANGAN PENGEMBANGAN AGROSISTEM (APPAS)

Tabel Indikator Kesenjangan Agrosistem

FAKTA RUMUSAN KALIMAT HARAPAN/SASARAN


(REALITAS) MASALAH/PERSOALAN (IDEAL)

Catatan: Jika format tabel di atas tidak muat, Anda dapat menggunakan halaman yang
kosong disebelah lembaran isian ini.

 Berdasarkan rumusan kalimat masalah/persoalan pada tabel indikator


kesenjangan di atas, selanjutnya tuliskan rumusan kalimat
masalah/persoalan tersebut pada sehelai kartu (warna merah) yang telah
disiapkan.
Dalam penulisan rumusan masalah pada sehelai kartu, sebaiknya:
 Sehelai kartu untuk satu rumusan masalah
 Kalimat yang digunakan singkat dan jelas
 Kalimat mengandung unsur kelemahan, kekurangan, atau
ketidakpuasan (negatif).
 Menggunakan ruang kartu sebaik mungkin dengan tulisan yang
jelas (maksimal 3 – 4 baris) agar dapat terlihat jelas oleh seluruh
peserta yang mengikuti diskusi agrosistem Anda.

35
DIGUNAKAN DALAM MATAKULIAH APPAS
PADA PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
JURUSAN SOSIAL EKONOMI PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS HASANUDDIN
Rusli Mohammad Rukka
ANALISIS PERANCANGAN PENGEMBANGAN AGROSISTEM (APPAS)

JUMLAH KETERAMPILAN
PRODUKSI TENAGA KERJA
RELATIF RENDAH PRODUKSI
MASIH RENDAH

Gambar 5. Contoh penulisan masalah pada “kartu merah” masalah

 Sekarang masalah/persoalan agrosistem (kasus) Anda telah terinventarisasi


dalam bentuk koleksi kartu merah yang masing-masing berisi rumusan
masalah/persoalan.
 Selanjutnya, susunlah seluruh himpunan kartu-kartu masalah/persoalan
tersebut ke dalam suatu struktur analog pohon melalui konsensus dengan
mengikuti langkah-langkah sebagai berikut:
 Langkah pertama: Tetapkanlah dengan pemikiran yang sungguh-
sungguh, (kartu) masalah/persoalan mana yang Anda dan kelompok
Anda anggap paling penting untuk dipecahkan. Cara penentuannya
dapat dengan penentuan langsung melalui musyawarah atau dapat pula
dengan menggunakan model kompetisi dengan sistem gugur Model
kompetisi ini dilakukan dengan cara mengangkat dua kartu kemudian
memperlihatkan kepada anggota mana yang paling penting, masalah
yang dianggap tidak terlalu penting dianggap gugur, kemudian
mengangkat lagi kartu yang lain untuk dikompetisikan dengan kartu yang
dianggap penting pada kompetisi pertama tadi. Demikian seterusnya
hingga terpilih satu kartu sebagai persoalan yang dianggap paling
penting untuk diselesaikan.
Kartu masalah/persoalan yang terpilih inilah yang ditempatkan pada
posisi “batang pohon” sebagai masalah/persoalan utama.
 Langkah kedua: Pisahkanlah kartu-kartu sisa (yang gugur pada sistem
kompetisi pada langkah pertama) atas 2 golongan:
a) Golongan “atas” (anggota bagian cabang/ranting) untuk kartu
masalah/persoalan “akibat”
b) Golongan “bawah” (anggota bagian akar) untuk kartu
masalah/persoalan “penyebab”.
 Langkah ketiga: Susunlah kartu-kartu golongan “bawah” (akar pohon)
dalam rangkaian hubungan sebab-akibat yang bermuara pada kartu
masalah/persoalan utama (posisi batang pohon).
 Langkah keempat: Susunlah kartu-kartu golongan “atas”
(cabang/ranting) dalam rangkaian hubungan sebab-akibat yang
berpangkal pada kartu masalah/persoalan utama (pada posisi batang
pohon).
Catatan: Mungkin tidak semua kartu masalah/persoalan yang telah
terinventarisir memiliki hubungan sebab-akibat (masuk dalam struktur).

36
DIGUNAKAN DALAM MATAKULIAH APPAS
PADA PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
JURUSAN SOSIAL EKONOMI PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS HASANUDDIN
Rusli Mohammad Rukka
ANALISIS PERANCANGAN PENGEMBANGAN AGROSISTEM (APPAS)

Kartu yang tidak masuk dalam struktur bukan berarti tidak penting untuk
dipecahkan, melainkan tidak berhubungan langsung maupun tidak
langsung terhadap masalah utama yang telah ditetapkan. Jangan
memaksakan semua (kartu) masalah/persoalan masuk dalam struktur.
Kartu yang tidak masuk dalam struktur jangan dibuang, letakkanlah pada
sisi struktur, mungkin suatu saat akan bermanfaat bagi agrosistem
(kasus) Anda.
 Langkah kelima: Petakanlah struktur masalah/persoalan agrosistem
(kasus) Anda dengan memberikan anak panah dalam rangkaian
hubungan “sebab” (sumber arah anak panah) ke “akibat” (arah anak
panah).
Berikut ini ditampilkan contoh struktur pohon masalah/persoalan, kemudian
Anda dapat menggambarkan struktur pohon masalah/persoalan agrosistem
(kasus) Anda pada halaman berikutnya.

37
DIGUNAKAN DALAM MATAKULIAH APPAS
PADA PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
JURUSAN SOSIAL EKONOMI PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS HASANUDDIN
Rusli Mohammad Rukka
ANALISIS PERANCANGAN PENGEMBANGAN AGROSISTEM (APPAS)

STRUKTUR POHON MASALAH


KELOMPOK USAHA ANGIN TOPAN
AKIBAT 2008

SEBAB

Kerjasama Antar Unit Usaha Kemampuan mengakses


Anggota Masih dengan Lembaga
Masih Kurang Keuangan
Kurang Masih Rendah

Kemampuan
Manajerial Pengurus
Masih Kurang

Kepercayaan Anggota Pengetahuan Sarana dan Prasarana


Kepada Pengurus Manajemen Pengurus Administrasi Kelompok
Masih Kurang
Masih Kurang Masih Lemah

Pengurus dipilih Pelatihan


Bukan Atas Manajemen bagi
Pengurus Sangat Kurang
Kesepakatan Anggota

Gambar 6. Contoh struktur pohon masalah

38
DIGUNAKAN DALAM MATAKULIAH APPAS
PADA PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
JURUSAN SOSIAL EKONOMI PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS HASANUDDIN
Rusli Mohammad Rukka
ANALISIS PERANCANGAN PENGEMBANGAN AGROSISTEM (APPAS)

STRUKTUR POHON MASALAH/PERSOALAN


………………………………..……………………
20...…

39
DIGUNAKAN DALAM MATAKULIAH APPAS
PADA PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
JURUSAN SOSIAL EKONOMI PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS HASANUDDIN
Rusli Mohammad Rukka
ANALISIS PERANCANGAN PENGEMBANGAN AGROSISTEM (APPAS)

MODUL EMPAT

ANALISIS SASARAN PENGEMBANGAN


AGROSISTEM

4.1. Sasaran-sasaran Belajar

 Menetapkan tingkat capaian agrosistem yang “lebih tinggi” di masa


mendatang secara realistis dan spesifik waktu;
 Menyatakan pertimbangan-pertimbangan dasar dalam menetapkan
capaian usaha tersebut dengan mengacu pada Analisis Posisi dan
Kinerja Agrosistem (modul-2) dan Analisis Masalah Pengembangan
Agrosistem (modul-3);
 Membangun struktur sasaran-sasaran antara yang bermuara pada
sasaran utama capaian agrosistem;
 Memperkirakan dampak-dampak lanjutan dari tercapainya sasaran
utama capaian agrosistem.

4.2. Acuan Berpikir

Sekarang diasumsikan Anda telah mengetahui arah yang akan Anda tuju,
telah mengetahui dimana posisi Anda saat ini, dan telah mengetahui apa yang
menjadi penghambat/masalah untuk mencapai arah yang akan dituju tersebut.
Selanjutnya apa yang harus Anda lakukan? Jawabannya adalah Anda harus
menyelesaikan faktor-faktor yang menghambat tercapainya arah yang akan
dituju.
Jika kita mengacu pada munculnya masalah karena adanya kekurangan,
kelemahan atau ketidakpuasan terhadap posisi dan kinerja Agrosistem, maka
penilaian (kurang, lemah, tidak puas) tersebut muncul karena sesuatu yang
diharapkan tidak terwujud. Sesuatu yang diharapkan itulah yang dalam modul
ini disebut sebagai sasaran.
Dalam menetapkan sasaran-sasaran capaian Agrosistem ke arah yang
relatif lebih tinggi dari apa yang dicapai sekarang, perlu adanya sikap realistis.
Artinya sasaran-sasaran yang ditetapkan tidak terlalu tinggi sehingga sulit untuk
dijangkau, atau tidak terlalu rendah sehingga kadang disepelekan. Penentuan
sasaran-sasaran tersebut perlu memperhatikan kondisi internal agrosistem
menyangkut kemampuan sumberdaya yang dimiliki untuk mencapainya dan
kondisi eksternal menyangkut perubahan-perubahan yang terjadi di luar

40
DIGUNAKAN DALAM MATAKULIAH APPAS
PADA PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
JURUSAN SOSIAL EKONOMI PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS HASANUDDIN
Rusli Mohammad Rukka
ANALISIS PERANCANGAN PENGEMBANGAN AGROSISTEM (APPAS)

Agrosistem (pasar, penyedia bahan, kebijakan pemerintah, alam, dan


sebagainya).
Penentuan sasaran lazimnya tidak dapat diselesaikan sekali jadi. Pikiran
Anda mungkin perlu mondar-mandir dari satu sasaran ke sasaran yang lain.
Dalam prakteknya Anda dapat memulai menetapkan sasaran yang realistis pada
sasaran utama yang akan Anda capai sebagai “titik masuk” dalam menentukan
sasaran-sasaran lain. Dengan demikian Anda dapat menentukan dengan
mudah sasaran-sasaran lain, yaitu dengan menentukan konstribusi sasaran-
sasaran antara dan konstribusi sasaran utama terhadap dampak bila sasaran
utama tercapai. Demikian halnya dengan pencapaian sasaran antara, Anda
dapat menentukan sasaran-sasaran sub-antara, dan seterusnya.
Misalkan Anda mulai dengan sasaran peningkatan laba dari 10%
(kondisi tahun2008) menjadi 20% (tahun 2009). Bila laba sebesar dalam
hitungan persentase itu diterjemahkan ke dalam bilangan rupiah, berarti berapa
ribu atau juta rupiah? Laba sebesar 20% pada tahun 2009 hanya bisa dicapai
jika terjadi peningkatan produksi yang sebanding (berapa yang harus diproduksi
untuk memperoleh laba sebesar itu?). Lalu bagaimana dengan tenaga kerja?
Apakah perlu menambah jumlah pekerja atau cukup dengan menambah jam
kerjanya saja? Demikian seterusnya cara berfikir Anda untuk menetapkan
sasaran-sasaran yang logis dan realistis.

Gambar 7. Penilaian (kurang, lemah, tidak puas) tersebut muncul karena


sesuatu yang diharapkan tidak terwujud, sebaliknya sesuatu
yang diharapkan itulah disebut sebagai sasaran.

41
DIGUNAKAN DALAM MATAKULIAH APPAS
PADA PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
JURUSAN SOSIAL EKONOMI PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS HASANUDDIN
Rusli Mohammad Rukka
ANALISIS PERANCANGAN PENGEMBANGAN AGROSISTEM (APPAS)

4.3. Acuan Diskusi

 Perhatikan kembali struktur pohon masalah/persoalan Agrosistem


(kasus) Anda seperti yang Anda telah bahas pada modul-3.

 Pusatkan perhatian pada masalah/persoalan utama (batang pohon).


Baliklah pernyataan bercorak negatif (masalah/persoalan) menjadi
pernyataan bercorak positif (sasaran). Rumusan ini menjadi lebih
spesifik ukurannya dan waktunya.

 Geserkan perhatian ke arah rangkaian persoalan pada struktur


perakaran. Baliklah setiap pernyataan negatif (masalah/persoalan)
menjadi positif (sasaran). Dengan ini Anda telah mendapatkan struktur
sasaran-sasaran antara dan sub-antara. Bila terdapat kejanggalan,
struktur sasaran dapat dimodifikasi hingga dapat diterima akal
sehat/logis.

 Perhatian digeserkan pada struktur percabangan di atas masalah utama


(batang pohon), perkirakan dampak-dampak lanjutan dengan cara yang
sama, yaitu membalik pernyataan negatif menjadi positif.

 Semua pernyataan negatif yang telah dibalik menjadi pernyataan positif


masing-masing dituliskan pada sehelai kartu berwarna kuning.

 Buatlah struktur sasaran Agrosistem Anda setahun ke depan seperti cara


membuat struktur masalah/persoalan (modul-3), kemudian tampilkan
pada halaman yang tersedia.

 Sebagai contoh, Anda dapat melihat struktur sasaran seperti yang


ditampilkan berikut ini (bandingkan dengan contoh struktur
masalah/persoalan seperti yang ditampilkan pada contoh sebelumnya).

42
DIGUNAKAN DALAM MATAKULIAH APPAS
PADA PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
JURUSAN SOSIAL EKONOMI PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS HASANUDDIN
Rusli Mohammad Rukka
ANALISIS PERANCANGAN PENGEMBANGAN AGROSISTEM (APPAS)

STRUKTUR POHON SASARAN


KELOMPOK USAHA ANGIN TOPAN
SASARAN
2008

SASARAN

Kerjasama Antar Unit Kemampuan mengakses


Anggota Usaha dengan Lembaga
Meningkat Keuangan
Bertambah Meningkat

Kemampuan
Manajerial Pengurus
Meningkat

Kepercayaan Anggota Pengetahuan Sarana dan Prasarana


Kepada Pengurus Manajemen Pengurus Administrasi Kelompok
Memadai
Meningkat Bertambah

Pengurus dipilih Pelatihan


Atas Manajemen
bagi Pengurus
Kesepakatan Anggota
Bertambah

Gambar 8. Contoh struktur pohon sasaran

43
DIGUNAKAN DALAM MATAKULIAH APPAS
PADA PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
JURUSAN SOSIAL EKONOMI PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS HASANUDDIN
Rusli Mohammad Rukka
ANALISIS PERANCANGAN PENGEMBANGAN AGROSISTEM (APPAS)

STRUKTUR POHON SASARAN


……………….………………………………………
20..…

44
DIGUNAKAN DALAM MATAKULIAH APPAS
PADA PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
JURUSAN SOSIAL EKONOMI PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS HASANUDDIN
Rusli Mohammad Rukka
ANALISIS PERANCANGAN PENGEMBANGAN AGROSISTEM (APPAS)

MODUL LIMA

ANALISIS TINDAKAN
PENGEMBANGAN AGROSISTEM

5.1. Sasaran-sasaran Belajar

 Menyusun daftar semua jalur “tindakan-hasil” yang mungkin untuk


mencapai sasaran utama pengembangan agrosistem
 Mencoret jalur “tindakan-hasil” yang terlalu sulit ditempuh karena berada
di daerah otoritas pihak “lain”
 Menetapkan rangkaian “tindakan-hasil” yang paling besar peluangnya
untuk mencapai sasaran utama

5.2. Acuan Berpikir

Saat ini kita telah mengetahui sasaran (utama, antara, dan sub-sub
antara) apa yang akan dicapai. Selanjutnya yang perlu kita lakukan adalah:
tindakan-tindakan apa yang harus kita lakukan untuk mencapai sasaran-sasaran
tersebut?
Analisis Sasaran Pengembangan Agrosistem (modul-4) telah
menyediakan kita peta hubungan antar-sasaran yang terbagi atas dua daerah
yang berpusat pada sasaran utama (posisi batang pada diagram pohon).
Daerah pertama, yaitu sasaran-sasaran yang berada di atas sasaran
utama (posisi ranting/percabangan pada diagram pohon) yang merupakan
dengan daerah dampak/konsekuensi. Daerah ini mengisyaratkan mengenai apa
yang akan terjadi apabila sasaran utama berhasil dicapai.
Daerah kedua, yaitu sasaran-sasaran yang berada di bawah sasaran
utama (posisi akar pada diagram pohon) yang merupakan daerah jaring-jaring
sasaran antara dan sub-antara yang memusat menuju ke sasaran utama melalui
hubungan tindakan-hasil. Daerah inilah yang menjadi fokus perhatian kita untuk
menyusun rangkaian tindakan dan mengembangkannya menjadi sebuah
rencana kerja setahun ke depan.
Tidak semua sasaran antara/sub-antara berada dalam daerah
otoritas/kewenangan kita untuk mencapainya. Olehnya itu kita perlu menimbang
sasaran-sasaran antara/sub-antara ini satu demi satu: sampai seberapa jauh
masing-masing berada dalam jangkauan kewenangan atau pengaruh kita?

45
DIGUNAKAN DALAM MATAKULIAH APPAS
PADA PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
JURUSAN SOSIAL EKONOMI PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS HASANUDDIN
Rusli Mohammad Rukka
ANALISIS PERANCANGAN PENGEMBANGAN AGROSISTEM (APPAS)

Sekurang-kurangnya kita dapat memilah-milah sasaran antara/sub-


antara ke dalam 3 (tiga) golongan, yaitu:
a. Sasaran-sasaran yang sepenuhnya di luar jangkauan kewenangan kita;
b. Sasaran-sasaran yang sebagian (parsial) berada dalam jangkauan
kewenangan kita;
c. Sasaran-sasaran yang sepenuhnya berada dalam kewenangan kita.

Sasaran-sasaran yang akan kita analisis untuk merumuskan tindakan-tindakan


pengembangan agrosistem adalah sasaran-sasaran golongan (b) dan (c).

5.3. Acuan Diskusi

 Simaklah kembali hasil diskusi modul-4 yang memperlihatkan struktur


pohon sasaran, khususnya kelompok sasaran yang berada di bawah
sasaran utama (sasaran antara dan sub-antara).

 Timbanglah sasaran demi sasaran tersebut, apakah ia berada dalam


jangakuan kewenangan atau pengaruh (agrosistem) Anda? Jika suatu
sasaran berada di luar jangkauan atau kewenangan (agrosistem) Anda,
Anda dapat memberikan tanda * pada kartu kuning yang bersangkutan;

 Arahkan perhatian Anda selanjutnya pada kartu-kartu kuning (bebas


tanda *) yang terletak di bawah kartu kuning sasaran utama. Mulai dari
kartu kuning yang terletak paling bawah (sasaran sub-antara), pikirkanlah
untuk masing-masing kartu kuning itu tindakan apa yang perlu dan dapat
dilakukan untuk mencapai sasaran bersangkutan. Agar pikiran Anda
terkonsentrasi, fokuskan analisis Anda dalam satu jalur sasaran antara.
Bila tindakan untuk mencapai sasaran sub-antara telah dapat ditetapkan,
tuliskanlah pada sehelai kartu hijau. Kemudian Anda pindah ke jalur
sasaran antara berikutnya, sehingga semua kartu sasaran sub-antara
telah dapat ditetapkan tindakannya.

 Buatlah duplikat untuk setiap kartu kuning (bebas tanda *) mulai dari
kartu kuning sasaran antara ke atas.

 Susunlah kumpulan kartu-kartu kuning dan hijau tersebut dalam suatu


struktur pohon tindakan yang menggambarkan hubungan tindakan-hasil,
dimana kartu kuning (dampak, sasaran utama, dan sasaran antara)
berada di bagian atas dan kartu hijau di bagian bawah mengikuti pola
yang sama dengan struktur pohon sasaran. Kartu kuning yang bertanda
* pada struktur ini sudah tidak dimunculkan lagi. Demikian halnya untuk
kartu kuning sasaran sub-antara juga tidak dimunculkan lagi, karena
telah berubah menjadi kartu hijau (tindakan). Berikut ini ditampilkan
contoh (bandingkan dengan contoh struktur pohon analisis sasaran).
Sedangkan untuk hasil diskusi agrosistem (kasus) Anda dapat
ditampilkan pada halaman berikutnya.

46
DIGUNAKAN DALAM MATAKULIAH APPAS
PADA PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
JURUSAN SOSIAL EKONOMI PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS HASANUDDIN
Rusli Mohammad Rukka
ANALISIS PERANCANGAN PENGEMBANGAN AGROSISTEM (APPAS)

STRUKTUR POHON TINDAKAN


HASIL
KELOMPOK USAHA ANGIN TOPAN
2008

TINDAKAN

Kerjasama Antar Unit Kemampuan mengakses


Anggota Usaha dengan Lembaga
Meningkat Keuangan
Bertambah Meningkat

Kemampuan
Manajerial Pengurus
Meningkat

Kepercayaan Anggota Pengetahuan Sarana dan Prasarana


Kepada Pengurus Manajemen Pengurus Administrasi Kelompok
Memadai
Meningkat Bertambah

Melakukan Pertemuan Mengikutkan Mengadakan


Anggota Minimal Pengurus dalam Ruangan
Sekali dalam Sebulan Pelatihan Manajemen Sekretariat
Kelompok

Gambar 9. Contoh struktur pohon tindakan

47
DIGUNAKAN DALAM MATAKULIAH APPAS
PADA PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
JURUSAN SOSIAL EKONOMI PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS HASANUDDIN
Rusli Mohammad Rukka
ANALISIS PERANCANGAN PENGEMBANGAN AGROSISTEM (APPAS)

STRUKTUR POHON TINDAKAN


………………...................………………………
20......

MODUL ENAM

48
DIGUNAKAN DALAM MATAKULIAH APPAS
PADA PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
JURUSAN SOSIAL EKONOMI PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS HASANUDDIN
Rusli Mohammad Rukka
ANALISIS PERANCANGAN PENGEMBANGAN AGROSISTEM (APPAS)

MATRIKS PERENCANAAN
PENGEMBANGAN AGROSISTEM

6.1. Sasaran-sasaran Belajar

 Menjabarkan struktur alternatif tindakan terpilih ke dalam bentuk matriks


perencanaan;
 Mengidentifikasi untuk masing-masing tingkat sasaran:
 Ukuran tercapainya sasaran
 Spesifikasi sistem informasi untuk pengendalian manajerial
 Menentukan atau menghitung untuk masing-masing tindakan:
 Sarana-sarana yang diperlukan
 Biaya-biaya untuk mendukung tindakan

6.2. Acuan Berpikir

Saat ini beberapa tindakan telah Anda tetapkan untuk dilaksanakan


dalam satu tahun ke depan seperti yang telah dibahas pada modul-5. Untuk
memudahkan dalam melaksanakan tindakan tersebut, maka perlu dilakukan
penjabaran gagasan tindakan ke dalam suatu “rangkaian kegiatan” yang disebut
Matriks Perencanaan Pengembangan Agrosistem.
Matriks Perencanaan Pengembangan Agrosistem merupakan matriks
yang terdiri dari 4 baris dan 3 kolom, yang masing-masing menguraikan hal-hal
sebagai berikut:
 Kolom pertama baris pertama hingga keempat, menguraikan tingkatan
tujuan/sasaran (Sasaran utama, sasaran antara, tindakan, dan
dampak/konsekuensi) sesuai hasil analisis pada modul-5;
 Kolom kedua baris pertama hingga ketiga, menguraikan ukuran
tercapainya tujuan/hasil (sasaran utama, sasaran antara, dan
dampak/konsekuensi);
 Kolom kedua baris keempat (tindakan), menguraikan sarana-sarana yang
diperlukan untuk melaksanakan setiap tindakan yang tertera pada kolom
pertama baris keempat;
 Kolom ketiga baris pertama hingga ketiga, menguraikan jenis informasi
yang perlu dicatat serta pengorganisasiannya untuk pengendalian
manajemen;

49
DIGUNAKAN DALAM MATAKULIAH APPAS
PADA PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
JURUSAN SOSIAL EKONOMI PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS HASANUDDIN
Rusli Mohammad Rukka
ANALISIS PERANCANGAN PENGEMBANGAN AGROSISTEM (APPAS)

 Kolom ketiga baris keempat, menguraikan besarnya biaya-biaya yang


dibutuhkan untuk melaksanakan setiap tindakan yang jumlahnya
didasarkan pada sarana-sarana yang dibutuhkan (kolom kedua baris
keempat)

6.3. Acuan Diskusi


 Perhatikan kembali struktur pohon tindakan agrosistem (kasus). Struktur
inilah yang akan dijabarkan ke dalam matriks perencanaan;
 Mulailah mengisi baris kedua (sasaran utama) untuk setiap kolom:
 Kolom pertama: Sasaran utama (posisi batang pada diagram pohon
tindakan);
 Kolom kedua: Apa ukuran/indikator sehingga sasaran utama ini dinilai
tercapai. Anda dapat membuatnya dalam bentuk kalimat, misalnya:
“Produksi meningkat dari 20 ton menjadi 75 ton”, atau dalam
bentuk tabel indikator per satuan waktu (minggu, bulan, triwulan,
enam bulan) dalam dimensi waktu satu tahun, misalnya:
Jumlah Produksi Waktu (2003 – 2004)
Meningkat Mar-Mei Jun-Ags Sep-Nop Des-Feb
(Ton/Triwulan) 20 33 57 75
Dengan menggunakan tabel indikator seperti di atas, akan memudahkan
dalam melakukan monitoring dan evaluasi dalam setiap saat (dalam
contoh pertriwulan);
 Kolom ketiga: Jenis informasi apa yang perlu dicatat/dibuat untuk
keperluan pengendalian manajemen. Informasi ini digunakan untuk
mengecek apakah indikator-indikator (seperti pada isian kolom
kedua) tercapai atau tidak. Misalnya pada contoh di atas, sasarannya
adalah “Jumlah Produksi Meningkat” , sehingga Anda perlu untuk
mencatat jumlah produksi setiap saat dalam bentuk Buku Produksi.
 Lanjutkan dengan mengisi baris ketiga (sasaran-sasaran antara) untuk
setiap kolom.
 Kolom pertama: Sasaran-sasaran antara yang berada di bawah
sasaran utama. Biasanya sasaran antara lebih dari satu sasaran.
 Kolom kedua dan ketiga, cara pengisiannya sama dengan pengisian
pada kolom sasaran utama seperti yang telah dijelaskan di atas;
 Kemudian perhatian Anda diarahkan untuk mengisi baris pertama
(Dampak/Konsekuensi) untuk setiap kolom.
 Kolom pertama, Dampak/konsekuensi yang akan terjadi bila sasaran
utama tercapai;
 Kolom kedua dan ketiga, cara pengisiannya sama dengan pengisian
pada kolom sasaran utama dan sasaran antara seperti yang telah
dijelaskan di atas.
 Terakhir, Anda mengisi baris keempat (tindakan-tindakan) untuk setiap
kolom.
 Kolom pertama: Tindakan-tindakan spesifik menurut masing-masing
sasaran antara (kartu hijau pada struktur pohon tindakan);

50
DIGUNAKAN DALAM MATAKULIAH APPAS
PADA PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
JURUSAN SOSIAL EKONOMI PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS HASANUDDIN
Rusli Mohammad Rukka
ANALISIS PERANCANGAN PENGEMBANGAN AGROSISTEM (APPAS)

 Kolom kedua: Rincikan sarana-sarana apa yang dibutuhkan yang


mendukung dalam pelaksanaan setiap tindakan seperti yang tertera
pada kolom pertama;
 Kolom ketiga: Perkirakan berapa biaya yang dibutuhkan dan perlu
dipersiapkan untuk pelaksanaan tindakan-tindakan tersebut;
 Hasil diskusi agrosistem (kasus) Anda, dapat dituangkan pada halaman
berikut.

51
DIGUNAKAN DALAM MATAKULIAH APPAS
PADA PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
JURUSAN SOSIAL EKONOMI PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS HASANUDDIN
Rusli Mohammad Rukka
ANALISIS PERANCANGAN PENGEMBANGAN AGROSISTEM (APPAS)

MATRIKS PERENCANAAN PENGEMBANGAN AGROSITEM


…………………………………………………….
20..… - 20.….

URAIAN TUJUAN SISTEM


UKURAN TERCAPAINYA
SESUAI INFORMASI
TINGKATNYA TUJUAN/HASIL PENGENDALIAN

Khusus Tindakan Sarana yang Diperlukan Biaya (Rp 000)

Catatan: Bila lembaran ini tidak muat dapat dibuat pada lembaran lain

52
DIGUNAKAN DALAM MATAKULIAH APPAS
PADA PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
JURUSAN SOSIAL EKONOMI PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS HASANUDDIN
Rusli Mohammad Rukka
ANALISIS PERANCANGAN PENGEMBANGAN AGROSISTEM (APPAS)

MODUL TUJUH

RENCANA KERJA TINDAKAN


PENGEMBANGAN AGROSISTEM

7.1. Sasaran-sasaran Belajar

 Menyusun rencana kerja tindakan pengembangan agrosistem yang


meliputi keterangan untuk masing-masing tindakan:
 Siapa yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan tindakan;
 Apa hasil yang diinginkan dari tindakan tersebut;
 Kapan tindakan tersebut dilaksanakan.

7.2. Acuan Berpikir

Disamping matriks perencanaan pengembangan agrosistem


(modul-6), gagasan tindakan perlu pula dijabarkan ke dalam bentuk rencana
kerja tindakan. Rumusan rencana kerja tindakan ini merupakan pula pedoman
dalam operasional tindakan, karena memuat pembagian tugas sebagai
penanggung jawab terealisasi dan berhasilnya tindakan dan memuat rumusan
hasil yang diinginkan dari pelaksanaan tindakan, serta jadwal pelaksanaan dari
masing-masing tindakan tersebut.
Format rencana kerja tindakan ini tidak menampilkan karakteristik
khusus, karena format ini hampir sama dengan format-format yang digunakan
oleh setiap organisasi dalam penyusunan rencana kegiatan.

7.3. Acuan Diskusi

 Perhatikan kembali tindakan-tindakan yang tertera pada kolom pertama


baris keempat Matriks Perencanaan (modul-6);

 Tulis kembali tindakan demi tindakan di kolom pertama pada format


rencana kerja;

 Kemudian untuk setiap tindakan tersebut, tentukanlah:

 Siapa penanggungjawabnya (kolom kedua);

 Apa hasil kegiatan dengan mengacu pada sasaran antara dan sasaran
utama (kolom ketiga);

53
DIGUNAKAN DALAM MATAKULIAH APPAS
PADA PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
JURUSAN SOSIAL EKONOMI PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS HASANUDDIN
Rusli Mohammad Rukka
ANALISIS PERANCANGAN PENGEMBANGAN AGROSISTEM (APPAS)

 Jadwal pelaksanaannya dalam perspektif waktu setahun ke depan.


Kapan dimulai, berlangsung, serta selesainya tindakan yang
bersangkutan (kolom keempat). Berikan tanda “XXX” pada kolom
bulan/minggu.

RENCANA KERJA TINDAKAN


…………………………………………
20..... - 20.....

Tindakan per Penanggung Jadwal Tindakan


Sasaran antara Jawab Hasil (Bulan)
Tindakan Kegiatan (4)
(1) (2) (3)

54
DIGUNAKAN DALAM MATAKULIAH APPAS
PADA PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
JURUSAN SOSIAL EKONOMI PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS HASANUDDIN
Rusli Mohammad Rukka
ANALISIS PERANCANGAN PENGEMBANGAN AGROSISTEM (APPAS)

MODUL DELAPAN

MONITORING DAN EVALUASI

8.1. Sasaran-sasaran Belajar

 Memantau pelaksanaan setiap tindakan yang telah direncanakan;

 Melakukan evaluasi terhadap pencapaian sasaran-sasaran yang telah


ditetapkan.

8.2. Acuan Berpikir

Setelah menyusun perencanaan terhadap tindakan-tindakan apa yang


akan dilakukan agar sasaran-sasaran yang telah ditetapkan dalam rangka
mengembangkan agrosistem ke arah yang lebih baik, tentunya pekerjaan kita
tidak berhenti sampai di sini. Rencana tindakan yang telah dituangkan ke dalam
sebuah konsep harus direalisasikan secara nyata ke dalam pelaksanaan
tindakan.
Tentunya dalam pelaksanaan tindakan-tindakan tersebut dibutuhkan
pengendalian agar sasaran-sasaran yang telah ditetapkan dapat tercapai. Oleh
sebab itu perlu dilakukan monitoring dan evaluasi setiap saat dalam
pelaksanaannya.
Kegiatan monitoring dilakukan selama berlangsungnya pelaksanaan
tindakan dengan berfokus pada proses-proses yang terjadi. Diharapkan dari
kegiatan monitoring ini, akan diperoleh informasi-informasi yang akan membantu
dalam mengendalikan pelaksanaan tindakan-tindakan tersebut. Hasil monitoring
ini pula tentunya akan memberikan informasi yang akan menjelaskan hasil
evaluasi yang akan dilakukan. Misalnya pada saat tertentu dilakukan evaluasi,
ternyata salah satu sasaran yang telah direncanakan tidak tercapai, tentunya
hasil monitoring ini akan menjawab mengapa hal itu terjadi dan apa yang harus
dilakukan untuk mengendalikannya.
Kegiatan evaluasi dapat dilakukan setiap saat secara berkala tergantung
kebutuhan, baik terhadap tindakan yang sementara dalam pelaksanaan maupun
tindakan yang telah dilaksanakan. Jika kegiatan monitoring berfokus pada
proses, maka kegiatan evaluasi berfokus pada pencapaian sasaran-sasaran
yang telah ditetapkan (sasaran utama, sasaran-sasaran antara, maupun
dampak/konsekuensi).

55
DIGUNAKAN DALAM MATAKULIAH APPAS
PADA PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
JURUSAN SOSIAL EKONOMI PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS HASANUDDIN
Rusli Mohammad Rukka
ANALISIS PERANCANGAN PENGEMBANGAN AGROSISTEM (APPAS)

8.3. Acuan Diskusi

 Arahkan perhatian Anda kepada setiap tindakan-tindakan yang telah


ditetapkan (lihat modul-7);

 Untuk berlatih, buatlah beberapa agenda pertanyaan untuk masing-


masing tindakan dalam setiap periode (mingguan, bulanan, dan
sebagainya). Misalnya: Tindakan apa?, Apakah sudah dilaksanakan?,
Berapa bagian yang sudah terlaksana?, Bagaimana pelaksanaannya?,
Apa hasilnya?, Apa masalah yang dihadapi dalam pelaksanaannya?,
Jika belum dilaksanakan, apa hambatannya? Tentunya pertanyaan-
pertanyaan ini dapat dikembangkan untuk setiap tindakan yang dimonitor.

 Anda dapat menuangkan hasil diskusi agrosistem (kasus) Anda pada


lembaran di halaman yang disediakan.

 Untuk membantu Anda dalam mengevaluasi setiap tindakan yang telah


dilaksanakan, apakah dapat mencapai sasaran atau tidak, Anda dapat
menggunakan alat bantu berupa tabel indikator persatuan waktu pada
matriks perencanaan pengembangan kelompok (lihat contoh pada
halaman modul-6). Atau Anda dapat pula menggunakan grafik evaluasi
yang menggambarkan garis rencana dan garis realisasi dari setiap
sasaran dalam setiap periode waktu yang direncanakan. Sedangkan
hasil diskusi agrosistem (kasus) Anda berupa grafik rencana sasaran
setiap periode dapat Anda tuangkan pada lembaran-lembaran di halaman
yang disediakan. Tentunya garis realisasi dapat Anda buat setelah
terlaksananya tindakan.

56
DIGUNAKAN DALAM MATAKULIAH APPAS
PADA PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
JURUSAN SOSIAL EKONOMI PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS HASANUDDIN
Rusli Mohammad Rukka
ANALISIS PERANCANGAN PENGEMBANGAN AGROSISTEM (APPAS)

AGENDA PERTANYAAN
DALAM KEGIATAN MONITORING UNTUK MASING-
MASING TINDAKAN
AGROSISTEM………………………………….
20...... – 20.....

 ………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………

 ………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………

 ………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………

 ………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………

 ………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………

 ………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………

 ………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………

 ………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………

 ………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………

57
DIGUNAKAN DALAM MATAKULIAH APPAS
PADA PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
JURUSAN SOSIAL EKONOMI PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS HASANUDDIN
Rusli Mohammad Rukka
ANALISIS PERANCANGAN PENGEMBANGAN AGROSISTEM (APPAS)

GRAFIK EVALUASI PENCAPAIAN SASARAN


KELOMPOK USAHA ANGIN TOPAN
2008 - 2009

SASARAN : Jumlah Produksi Meningkat


Jumlah Produksi
(Ton)
100

90

80

70

60

50

40

30

20

10

Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nop Des Jan Feb

Periode Waktu (Bulan)


(2008 – 2009)
Keterangan: Garis rencana
Garis realisasi (setelah pelaksanaan tindakan)

Gambar 10. Contoh grafik evaluasi pencapaian sasaran

58
DIGUNAKAN DALAM MATAKULIAH APPAS
PADA PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
JURUSAN SOSIAL EKONOMI PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS HASANUDDIN
Rusli Mohammad Rukka
ANALISIS PERANCANGAN PENGEMBANGAN AGROSISTEM (APPAS)

GRAFIK EVALUASI PENCAPAIAN SASARAN


………………………………………………
200... – 200...

SASARAN : ………………………………………………………………………

Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nop Des

Periode Waktu (Bulan)

59
DIGUNAKAN DALAM MATAKULIAH APPAS
PADA PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
JURUSAN SOSIAL EKONOMI PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS HASANUDDIN
Rusli Mohammad Rukka
ANALISIS PERANCANGAN PENGEMBANGAN AGROSISTEM (APPAS)

GRAFIK EVALUASI PENCAPAIAN SASARAN


………………………………………………
200... – 200...

SASARAN : ………………………………………………………………………

Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nop Des

Periode Waktu (Bulan)

60
DIGUNAKAN DALAM MATAKULIAH APPAS
PADA PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
JURUSAN SOSIAL EKONOMI PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS HASANUDDIN
Rusli Mohammad Rukka
ANALISIS PERANCANGAN PENGEMBANGAN AGROSISTEM (APPAS)

GRAFIK EVALUASI PENCAPAIAN SASARAN


………………………………………………
200... – 200...

SASARAN : ………………………………………………………………………

Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nop Des

Periode Waktu (Bulan)

61
DIGUNAKAN DALAM MATAKULIAH APPAS
PADA PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
JURUSAN SOSIAL EKONOMI PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS HASANUDDIN
Rusli Mohammad Rukka
ANALISIS PERANCANGAN PENGEMBANGAN AGROSISTEM (APPAS)

GRAFIK EVALUASI PENCAPAIAN SASARAN


………………………………………………
20....... – 20.......

SASARAN : ………………………………………………………………………

Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nop Des

Periode Waktu (Bulan)

Buat grafik sesuai dengan jumlah sasaran yang telah ditetapkan (jika tidak
mencukupi tampilkan dibalik halaman ini)

62
DIGUNAKAN DALAM MATAKULIAH APPAS
PADA PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
JURUSAN SOSIAL EKONOMI PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS HASANUDDIN
Rusli Mohammad Rukka
ANALISIS PERANCANGAN PENGEMBANGAN AGROSISTEM (APPAS)

PETUNJUK PENULISAN LAPORAN

PROLOG

Prolog merupakan bagian awal dari karya tulis yang menggunakan


metode APPAS. Penulisan bagian ini dilakukan secara langsung per alinea
tanpa menggunakan sub-judul (bab). Bagian Prolog memuat aspek-aspek,
sebagai berikut:

1. Pertimbangan penulis dalam memilih kasus (agrosistem) sebagai obyek


penelitian (praktek lapang/magang)nya, pertimbangan yang dimaksud adalah
a. Pertimbangan obyektif
Pertimbangan obyektif adalah alasan-alasan penulis memilih obyek
kasus terkait dengan data dan fakta pendukung yang menerangkan
pentingnya kasus tersebut diangkat sebagai obyek kasus. Data dan
fakta yang dijadikan dasar dapat diperoleh dari berbagai sumber, baik
hasil pengamatan penulis (trend) dari apa yang terjadi saat ini, literatur
kepustakaan, hasil penelitian, pendapat ahli dari hasil komunikasi pribadi,
laporan, pernyataan, atau dokumen-dokumen kepustakaan lainnya.
b. Pertimbangan Subyektif
Pertimbangan subyektif adalah alasan-alasan penulis memilih obyek
kasus (agrosistem) terkait dengan kemudahan-kemudahan pelaksanaan
penelitian/praktik lapang/magang yang diperolehnya dari obyek yang
dipilihnya tersebut.
Uraian-uraian di atas menggambarkan latar belakang dalam pemilihan obyek
kasus (agrosistem) penelitian/praktik lapang/magang.

2. Harapan-harapan penulis terhadap transformasi/pengembangan yang terjadi


di masa yang akan datang.

3. Sasaran-sasaran belajar yang diharapkan dapat dicapai oleh penulis dari


pelaksanaan penelitian/praktik lapang/magang. Sasaran-sasaran belajar ini
terdiri dari:
a. Aspek Pengetahuan, menyangkut apa saja yang ingin diketahui oleh
penulis pada pelaksanaan penelitian/praktik lapang/magang. Pada
aspek ini
b. Aspek Keterampilan, menyangkut hal-hal teknis metodologis yang dapat
dikuasai oleh penulis setelah melaksanakan penelitian/praktik
lapang/magang.
c. Aspek Sikap, menyangkut bagaimana penghargaan penulis terhadap
pikiran dan tindakan-tindakan yang dilakukan oleh seluruh pihak yang
terlibat dalam kasus yang dikaji.
Uraian-uraian di atas menggambarkan latar depan dalam pemilihan obyek
kasus (agrosistem) penelitian/praktik lapang/magang.
4. Penjelasan singkat mengenai metode analisis berpikir (APPAS) yang
digunakan terkait dengan obyek kasus yang dipilihnya. Uraian singkat ini
merupakan hal-hal yang akan dibahas pada bagian laporan selanjutnya yang

63
DIGUNAKAN DALAM MATAKULIAH APPAS
PADA PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
JURUSAN SOSIAL EKONOMI PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS HASANUDDIN
Rusli Mohammad Rukka
ANALISIS PERANCANGAN PENGEMBANGAN AGROSISTEM (APPAS)

pada dasarnya terdiri dari tiga bagian utama, yaitu: Memahami Situasi
Kasus (Analisis Posisi dan Kinerja Agrosistem dan Bab Khusus terkait
dengan Judul Laporan/Analisis Situasi Internal dan Eksternal), Mengenal
Masalah Kasus (Analisis Masalah Pengembangan Agrosistem dan Analisis
Sasaran Pengembangan Agrosistem/Analisis SWOT) , dan Desain
Tindakan Pengembangan (Analisis Alternatif Tindakan Pengembangan
Agrosistem, Matriks Pengembangan Agrosistem, Rencana Kerja Tindakan
Pengembangan Agrosistem, dan Analisis Persoalan Potensial/Strategi
Tindakan hasil Analisis SWOT).

BAGIAN SATU: ANALISIS SITUASI KASUS (AGROSISTEM)

Bagian satu menguraikan mengenai analisis situasi obyek kasus


(agrosistem) penelitian/praktik lapang/magang yang terdiri 2 (dua) Bab
pembahasan. Bab-bab yang dimaksud diuraikan sebagai berikut:

BAB I. ANALISIS POSISI DAN KINERJA AGROSISTEM

Bab ini menguraikan tentang situasi internal obyek kasus (agrosistem)


penelitian/praktik lapang/magang secara general. Bab ini terdiri dari :

1.1. Sejarah Singkat


Sejarah singkat berdirinya obyek kasus (agrosistem) penelitian/praktik
lapang/magang yang menguraikan sejarah agrosistem ini berdiri (kapan
berdirinya, siapa yang telibat, di mana didirikan, bagaimana prosesnya
pendiriannya, dan mengapa/untuk apa/atas dasar nilai apa didirikan).
Berdasarkan uraian sejarah, maka dapat diuraikan pula Visi dan Misi Pribadi
pemilik/Pengelola Agrosistem serta Visi dan Misi obyek kasus (agrosistem)
penelitian/praktik lapang/magang.

1.2. Analisis Posisi Sumberdaya Agrosistem


Sub-bab ini yang menguraikan berbagai sumberdaya yang dimiliki oleh
obyek kasus (agrosistem) penelitian/praktik lapang/magang, baik dari aspek
jenis, jumlah, kualitas, kondisi, sumber pengadaan, perawatan, dan nilainya.
Sumberdaya yang dimaksud meliputi: sumberdaya lahan dan bangunan,
sumberdaya mesin/peralatan, sumberdaya manusia, dan sumberdaya finansial.

1.3. Analisis Kinerja Agrosistem


Sub-bab ini yang menguraikan berbagai proses yang terjadi pada obyek
kasus (agrosistem) penelitian/praktik lapang/magang serta hasil capaiannya.
Analisis Kinerja yang diuraikan adalah kinerja proses dan kinerja hasil
tergantung obyek kasus (agrosistem) penelitian/praktik lapang/magang yang
bersangkutan. Misalnya: Agrosistem perusahaan pengolahan, terdiri dari kinerja

64
DIGUNAKAN DALAM MATAKULIAH APPAS
PADA PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
JURUSAN SOSIAL EKONOMI PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS HASANUDDIN
Rusli Mohammad Rukka
ANALISIS PERANCANGAN PENGEMBANGAN AGROSISTEM (APPAS)

pengadaan bahan, produksi, pemasaran, pengendalian dampak lingkungan, dan


keuangan.
Uraian kinerja agrosistem (kinerja proses dan kinerja hasil) tidak
dipisahkan berdasarkan sub-bab, atau dengan kata lain setiap kinerja proses
diuraikan diiringi dengan kinerja hasil capaiannya dalam periode tertentu.

BAB II. BAB KHUSUS TERKAIT DENGAN JUDUL


PENELITIAN/PRAKTIK LAPANG/MAGANG

Bab ini menguraikan pembahasan khusus terkait dengan kasus yang


dipilih. Uraian yang ditampilkan pada bab ini adalah merupakan pembahasan
spesifik dan mendalam sesuai judul (salah satu kinerja atau bagian dari kinerja
atau hal lain yang terkait dengan salah satu kinerja agrosistem) yang dipilih
dengan menampilkan beberapa teori-teori yang mendukung .

Catatan: Bagi mahasiswa yang menggunakan metode analisis SWOT pada


Bagian Satu: Analisis Situasi Kasus (Agrosistem) ini menguraikan
Analisis Internal dan Eksternal obyek kasus (agrosistem)
penelitian/praktik lapang/magang dengan Bab masing-masing.

BAGIAN DUA: MENGENAL MASALAH KASUS


Bagian Dua mengenai identifikasi masalah terdiri dari 2 (dua) bab pembahasan.
Bab-bab tersebut diuraikan sebagai berikut:

BAB III. ANALISIS MASALAH PENGEMBANGAN AGROSISTEM

Bab ini terdiri dari beberapa sub-bab, yaitu:

Identifikasi Masalah
Pada sub-bab ini menjelaskan hasil identifikasi masalah berdasarkan
aspek-aspek yang dinilai masih kurang, rendah, tidak memuaskan, dan perlu
pengembangan dari setiap posisi sumberdaya dan pelaksanaan kinerja (proses
dan hasil) pada obyek kasus (agrosistem) penelitian/praktik lapang/magang.
Masalah-masalah yang telah diidentifikasi diuraikan satu persatu lengkap
dengan penjelasan (data dan fakta) mengapa hal tersebut dianggap sebagai
suatu masalah. Untuk membuktikan bahwa masalah yang diidentifikasi adalah
masalah yang benar-benar dihadapi oleh kasus, maka pada sub-bab ini perlu
ditampilkan tabel kesenjangan fakta dan harapan.
Masalah Utama
Sub-bab ini memberikan penjelasan mengenai masalah utama yang
dipilih di antara sekian masalah yang berhasil diidentifikasi. Selain itu, perlu ada
penjelasan secara rinci mengenai argumen-argumen yang digunakan untuk
menentukan salah satu masalah tersebut menjadi masalah utama.

Struktur Pohon Masalah


65
DIGUNAKAN DALAM MATAKULIAH APPAS
PADA PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
JURUSAN SOSIAL EKONOMI PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS HASANUDDIN
Rusli Mohammad Rukka
ANALISIS PERANCANGAN PENGEMBANGAN AGROSISTEM (APPAS)

Sebagai lanjutan langkah analisis, maka berangkat dari hasil identifikasi


masalah dan penentuan masalah utama sebagaimana yang telah diuraikan pada
sub-bab sebelumnya, hasil akhir dari analisis masalah ditampilkan dalam sebuah
diagram/struktur pohon masalah. Struktur pohon ini menggambarkan hubungan
kausalitas (sebab-akibat) antara masalah dengan fokus pada masalah utama
yang telah ditentukan.
Struktur pohon masalah ditampilkan dengan susunan: masalah utama
berada pada posisi batang (tengah), masalah-masalah penyebab terjadinya
masalah utama ditempatkan pada posisi perakaran (bawah), dan masalah-
masalah yang timbul sebagai dampak jika masalah utama terjadi ditempatkan
pada posisi cabang/ranting (atas). Struktur ini menjadi dasar untuk melakukan
analisis-analisis berikutnya.

BAB IV. ANALISIS SASARAN PENGEMBANGAN AGROSISTEM

Bab ini menguraikan kelanjutan hasil analisis yang telah diuraikan pada
Bab III. Bab ini terdiri dari beberapa sub-bab seperti dirinci sebagai berikut:

4.1. Penetapan Sasaran


Pada sub-bab ini menjelaskan hasil identifikasi sasaran dengan
berdasarkan hasil analisis masalah yang diuraikan pada Bab sebelumnya.
Sasaran yang ditetapkan pada dasarnya adalah kebalikan dari masalah atau
dengan kata lain keadaan yang diinginkan sebagai hasil yang diharapkan
apabila masalah telah mampu diselesaikan.
Sasaran-sasaran yang telah ditetapkan diuraikan satu persatu lengkap
dengan penjelasan (data) capaian apabila masalah telah dapat diselesaikan.
Dasar penentuan untuk menetapkan sasaran secara terukur adalah data yang
terdapat pada kolom sasaran/harapan yang ditampilkan pada tabel kesenjangan
pada identifikasi masalah (sub-bab 3.1.).

4.2. Sasaran Utama


Sub-bab ini memberikan penjelasan mengenai sasaran utama yang akan
dicapai. Sasaran utama adalah pernyataan (positif) yang merupakan kebalikan
dari pernyataan masalah (negatif). Sebagaimana halnya dengan penjelasan
pada Sub-Bab 3.2, maka pada sub-bab ini perlu pula penjelasan secara rinci
mengenai argumen-argumen yang digunakan untuk penentuan sasaran utama.

4.3. Struktur Pohon Sasaran


Sebagaimana uraian dari Sub-Bab 3.3. mengenai struktur pohon
masalah, hasil akhir dari analisis sasaran ditampilkan dalam sebuah
diagram/struktur pohon sasaran yang menggambarkan hubungan antara
sasaran dengan fokus pada pencapaian sasaran utama.
Struktur pohon masalah ditampilkan dengan susunan: Sasaran utama
berada pada posisi batang (tengah), Sasaran-sasaran yang terlebih dahulu
harus dicapai untuk mencapai sasaran utama ditampilkan pada posisi perakaran
(bawah), dan sasaran-sasaran yang akan dicapai sebagai dampak jika sasaran
utama tercapai ditempatkan pada posisi cabang/ranting (atas). Struktur ini
menjadi dasar untuk melakukan analisis-analisis berikutnya. Sasaran yang
66
DIGUNAKAN DALAM MATAKULIAH APPAS
PADA PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
JURUSAN SOSIAL EKONOMI PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS HASANUDDIN
Rusli Mohammad Rukka
ANALISIS PERANCANGAN PENGEMBANGAN AGROSISTEM (APPAS)

berada pada satu level di bawah sasaran utama merupakan sasaran antara,
sedangkan sasaran yang berada pada level di bawah sasaran antara adalah
sasaran yang dapat membantu untuk menentukan tindakan-tindakan yang
diuraikan pada Bagian Tiga : Desain Tindakan Pengembangan.
Catatan: Bagi mahasiswa yang menggunakan metode analisis SWOT pada
Bagian Dua ini menguraikan Analisis yang Menggunakan Matriks
SWOT.

BAGIAN TIGA: DESAIN TINDAKAN PERBAIKAN


Bagian tiga pada karya tulis ini merupakan kelanjutan analisis pada
bagian-bagian karya tulis yang telah ditampilkan pada beberapa bab dan sub-
bab. Bagian ini terdiri dari beberapa Bab, seperti yang diuraikan sebagai berikut:

BAB V. ANALISIS ALTERNATIF TINDAKAN PENGEMBANGAN


AGROSISTEM

Bab ini menguraikan kelanjutan hasil analisis yang telah dilakukan pada
bab-bab (bagian) sebelumnya. Uraian pada Bab ini akan menjelaskan langkah-
langkah yang digunakan untuk menentukan tindakan dalam upaya untuk
mencapai sasaran yang telah ditetapkan. Bab ini terdiri dari beberapa sub-bab,
yaitu:

5.1. Alternatif Tindakan


Sub-bab ini menguraikan mengenai alternatif tindakan-tindakan yang
dapat dilakukan dalam upaya mencapai sasaran yang telah ditetapkan.
Alternatif tindakan ini disajikan dalam sebuah struktur pohon tindakan.
Tindakan-tindakan yang dirumuskan pada sub-bab ini masih merupakan
tindakan yang sifatnya tentatif. Untuk memperoleh tindakan yang lebih kongkrit
dan spesifik dapat dioperasionalkan, maka seluruh tindakan dianalisis dengan
Analisis Keputusan pada sub-bab berikut.

5.2. Analisis Keputusan


Untuk menetapkan tindakan-tindakan yang lebih kongkrit dan spesifik
yang lebih operasional untuk dilaksanakan dalam pencapaian sasaran, maka
pada sub-bab ini diuraikan analisis keputusan untuk setiap alternatif tindakan
yang telah dirumuskan pada sub-bab sebelumnya.
Analisis Keputusan ini terdiri dari langkah-langkah:
1) Pernyataan Keputusan, terkait dengan keputusan apa yang akan diambil
sehubungan dengan alternatif tindakan yang telah dirumuskan
2) Kriteria keputusan, menyangkut syarat-syarat apa yang harus dimiliki
oleh alternatif keputusan dengan mempertimbangkan kemampuan
sumberdaya agrosistem yang bersangkutan;
3) Alternatif Keputusan, menyangkut berbagai pilihan yang dapat diambil
terkait dengan pernyataan keputusan yang telah ditetapkan;
4) Evaluasi Alternatif dengan Kriteria Keputusan, dengan menggunakan
matriks pembobotan.
67
DIGUNAKAN DALAM MATAKULIAH APPAS
PADA PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
JURUSAN SOSIAL EKONOMI PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS HASANUDDIN
Rusli Mohammad Rukka
ANALISIS PERANCANGAN PENGEMBANGAN AGROSISTEM (APPAS)

5.3. Tindakan Terpilih


Sub-bab ini merupakan uraian mengenai tindakan-tindakan yang telah
bersifat operasional yang akan dilaksanakan dalam rangka pencapaian sasaran
yang telah ditetapkan. Tindakan-tindakan terpilih digambarkan dala sebuah
struktur pohon tindakan terpilih.

BAB VI. MATRIKS PERENCANAAN PENGEMBANGAN AGROSISTEM

Bab ini menguraikan penjabaran dari tindakan terpilih yang telah


dirumuskan pada Sub-bab 5.3. Inti dari bab ini adalah penampilan matriks 4 x 3
yang menggambarkan uraian tujuan (dampak, sasaran utama, sasaran antara,
dan tindakan-tindakan) pada baris, dan uraian indikator pencapaian serta sistem
informasi pengendalian pada kolom.

BAB VII. RENCANA KERJA TINDAKAN

Bab ini menguraikan penjabaran tindakan dalam bentuk skedul yang


memuat: tindakan-tindakan yang direncanakan untuk dilaksanakan, penanggung
jawab setiap tindakan, hasil yang diharapkan dari tindakan, dan penjadwalan
pelaksanaan tindakan.

BAB VIII. ANALISIS PERSOALAN POTENSIAL

Bab ini menguraikan kemungkinan-kemungkinan masalah yang akan


dihadapi oleh agrosistem kasus ketika tindakan-tindakan yang telah ditetapkan
dilaksanakan, dan menguraikan pula tindakan-tindakan apa (pencegahan dan
penanggulangan) yang dapat dilakukan apabila masalah tersebut muncul.
Catatan: Bagi mahasiswa yang menggunakan metode analisis SWOT pada
Bagian Tiga ini menguraikan Tindakan-tindakan yang telah
dirumuskan dan dijabarkan dari strategi hasil analisis dengan
menggunakan Matriks SWOT.

EPILOG

Bagian ini merupakan penutup karya tulis (penelitian/praktik


lapang/magang) yang menggunakan metode APPAS. Pada bagian ini terdiri
dari sub-bagian:

1. Refleksi

Pada sub-bab ini penulis mengemukakan pelajaran-pelajaran penting


yang diperolehnya saat melaksanakan penelitian/praktik lapang/ magang
pada obyek kasus (agrosistem). Pelajaran penting yang dikemukakan terdiri
dari:

68
DIGUNAKAN DALAM MATAKULIAH APPAS
PADA PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
JURUSAN SOSIAL EKONOMI PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS HASANUDDIN
Rusli Mohammad Rukka
ANALISIS PERANCANGAN PENGEMBANGAN AGROSISTEM (APPAS)

a. Refleksi Teoritik
Pelajaran-pelajaran penting yang merupakan hal baru bagi penulis yang
diperolehnya dari teori-teori yang terkait dengan teori pendukung karya
tulis yang dipelajarinya.

b. Refleksi Metodologik
Pelajaran-pelajaran penting yang merupakan hal baru bagi penulis yang
diperolehnya dari penggunaan metode APPAS/SWOT dalam
pelaksanaan penelitian/praktik lapang/magang pada obyek kasus
(agrosistem) nya.

c. Refleksi Etik/Teologik
Pelajaran-pelajaran penting yang merupakan hal baru bagi penulis yang
mempengaruhi sikap mentalnya ketika berinteraksi dengan berbagai
pihak pada pelaksanaan penelitian/praktik lapang/magang pada obyek
kasus (agrosistem) nya.

2. Saran

Menyangkut hal-hal yang perlu direkomendasikan oleh penulis kepada


berbagai pihak terkait dengan obyek kasus (agrosistem) yang dikajinya

DAFTAR PUSTAKA

LAMPIRAN-LAMPIRAN

69
DIGUNAKAN DALAM MATAKULIAH APPAS
PADA PROGRAM STUDI AGRIBISNIS
JURUSAN SOSIAL EKONOMI PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS HASANUDDIN