Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH

TRANSLASI MATA UANG ASING

Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah

Bisnis Internasional

Dosen Pengampu : Suci Nasehati Sunaningsih, S.E., M.Acc.

Disusun Oleh :

1. Silvia Melina Wati (1710104001) 5. Rizka Amalia Saadah (1710104067)


2. Salwa Qur’ani (1710104009) 6. Wira Pradipta (1710104069)
3. Lustry Andriyani (1710104033) 7. Eka Kurniawati (1710104083)
4. Irma Damayanti (1710104047)

S1 AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS TIDAR
2019
KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr.Wb

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, yang mana telah memberikan kami
kekuatan serta kelancaran dalam menyelesaikan makalah mata kuliah Bisnis Internasional
yang berjudul “Translasi Mata Uang Asing” dapat selesai seperti waktu yang telah kami
rencanakan. Tersusunnya makalah ini tentunya tidak lepas dari peran serta berbagai pihak
yang telah memberikan bantuan secara materil dan spiritual, baik secara langsung maupun
tidak langsung. Semoga Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang membalas budi baik
yang tulus dan ihklas kepada semua pihak yang telah membantu dalam proses pembuatan
makalah ini. 

Untuk itu kami menyadari bahwa makalah yang telah kami susun dan kami kemas
masih memiliki banyak kelemahan serta kekurangan-kekurangan baik dari segi teknis
maupun non-teknis. Untuk itu penulis membuka pintu yang selebar-lebarnya kepada semua
pihak agar dapat memberikan saran dan kritik yang membangun demi penyempurnaan
penulisan-penulisan mendatang. Dan apabila di dalam makalah ini terdapat hal-hal yang
dianggap tidak berkenan di hati pembaca mohon dimaafkan.

Wassalamu’alaikum Wr.Wb

Magelang, 06 Oktober 2019

Penyusun

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR................................................................................................................i

DAFTAR ISI..............................................................................................................................ii

BAB I.........................................................................................................................................1

PENDAHULUAN......................................................................................................................1

1.1 Latar Belakang.............................................................................................................1

1.2 Rumusan Masalah.......................................................................................................2

1.3 Tujuan Penulisan.........................................................................................................2

BAB II........................................................................................................................................3

PEMBAHASAN........................................................................................................................3

2.1 Pengertian Translasi Mata Uang Asing.......................................................................3

2.2 Transaksi Mata Uang Asing Di Pasar Spot................................................................3

2.3 Transaksi Mata Uang Asing Di Pasar Forward..........................................................3

2.4 Transaksi Mata Uang Asing Di Pasar Swap...............................................................4

2.5 Keuntungan dan Kerugian Translasi Mata Uang Asing dan Transaksi Mata Uang
Asing 4

2.6 Metode Translasi Mata Uang Asli...............................................................................6

BAB III.......................................................................................................................................9

PENUTUP..................................................................................................................................9

3.1 Kesimpulan..................................................................................................................9

DAFTAR PUSTAKA..............................................................................................................10

ii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Translasi tidak sama dengan konversi atau pertukaran dari satu mata uang
ke mata uang lain secara fisik. Translasi hanya perubahan satuan unit moneter,
seperti halnya sebuah neraca yang dinyatatakan dalam pound inggris disajikan
ulang ke dalam nilai ekuivalen dolar AS. Tidak ada pertukaran fisik yang terjadi,
dan tidak ada transaksi terkait yang terjadi seperti bila dilakukan konversi.

Saldo – saldo dalam mata uang asing ditranslasikan menjadi nilai


ekuivalen mata uang domestic berdasarkan kurs nilai tukar valuta asing yaitu
harga satu unit suatu mata uang yang dinyatakan dalam mata uang lainnya. Mata
uang Negara dagang utama dibeli dan dijual dalam pasar global. Dengan
dihubungkan lewat jaringan telekomunikasi yang canggih, para pelaku pasar
mencakup bank dan perantara mata uang lainnya, kalangan usaha, para individu,
dan pedagang professional.

Transaksi mata uang asing terjadi pada pasar spot, forward, atau swap.
Mata uang yang dibeli atau dijual pada spot umumnya harus dikirimkan
secepatnya, yaitu dalam waktu 2 hari kerja. Kurs pasar spot dipengaruhi oleh
banyak factor, termasuk perbedaan tingkat inflasi antar Negara, perbedaan suku
bunga nasional dan ekspektasi terhadap arah nilai tukar di masa mendatang.
Transaksi pada pasar forward adalah perjanjian untuk melakukan pertukaran suatu
mata uang dengan jumlah tertentu ke dalam mata uang lain pada suatu tanggal di
masa depan. Kuotasi pada pasar forward dinyatakan dengan diskonto atau
premium dari kurs spot.

1
Transaksi swap melibatkan pembelian spot dan penjualan forward atau
penjualan spot atau pembelian forward, atas suatu mata uang secara bersamaan.
Investor sering memanfaatkan transaksi swap untuk mengambil keuntungan dari
tingkat suku bunga yang lebih tinggi di suatu Negara asing, dalam kesempatan
yang sama melindungi diri terhadap pergerakan yang tidak menguntungkan dari
kurs nilai tukar valuta asing.

1.2 Rumusan Masalah


1. Apakah yang dimaksud dengan translasi mata uang asing ?
2. Bagaimana transaksi mata uang asing di pasar spot ?
3. Bagaimana transaksi mata uang asing di pasar forward ?
4. Bagaimana transaksi mata uang asing di pasar swap ?
5. Bagaimana keuntungan dan kerugian translasi mata uang asing dan
transaksi mata uang asing ?
6. Bagaimana metode translasi mata uang asli ?

1.3 Tujuan Penulisan


Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penulisan makalah ini
adalah:
1. Untuk mengetahui translasi mata uang asing.
2. Untuk mengetahui bagaimana transaksi mata uang asing di pasar spot.
3. Untuk mengetahui bagaimana transaksi mata uang asing di pasar forward.
4. Untuk mengetahui bagaimana transaksi mata uang asing di pasar swap.
5. Untuk mengetahui bagaimana keuntungan dan kerugian translasi mata
uang asing dan transaksi mata uang asing.
6. Untuk mengetahui metode translasi mata uang asli.

2
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Translasi Mata Uang Asing


Translasi mata uang asing adalah proses pelaporan informasi keuangan
dari satu mata uang ke mata uang lainnya. Translasi mata uang dilakukan untuk
mempersiapkan laporan keuangan gabungan yang memberikan laporan pada
pembaca informasi mengenai operasional perusahaan global, dengan
memperhitungkan laporan keuangan mata uang asing dari anak perusahaan
terhadap mata uang asing induk perusahaan.

2.2 Transaksi Mata Uang Asing Di Pasar Spot


Pasar Spot (Pasar Tunai) Kurs spot adalah nilai tukar berjalan suatu valuta.
Kemudian yang dimaksud pasar spot adalah pasar yang memfasilitasi transaksi-
transaksi nilai tukar berjalan suatu valuta dimana komoditi atas valas dijual secara
tunai dengan penyerahan segera. Dalam pasar spot, dibedakan atas tiga jenis
transaksi :
1. Cash, dimana pembayaran satu mata uang dan pengiriman mata uang lain
diselesaikan dalam hari yang sama.
2. Tom (kependekan dari tomorrow/besok), dimana pengiriman dilakukan
pada hari berikutnya.
3. Spot, dimana pengiriman diselesaikan dalam tempo 48 jam setelah
perjanjian.

2.3 Transaksi Mata Uang Asing Di Pasar Forward


Forward Market atau pasar berjangka adalah suatu pasar untuk transaksi
penjualan dan pembelian dengan penyerahan di kemudian hari. Dikatakan

3
berjangka sebagai lawan pasar spot atau pasar tunai, karena transaksi yang terjadi
penyerahannya berjangka waktu.

2.4 Transaksi Mata Uang Asing Di Pasar Swap


Transaksi Swap melibatkan pembelian spot dan penjualan spot atau
pembelian forward atas suatu mata uang secara bersamaan. Investor sering
memanfaatkan transaksi swap untuk mengambil keuntungan dari tingkat suku
bunga yang lebih tinggi di suatu negara asing, sembari dalam kesempatan yang
sama melindungi diri terhadap pergerakan yang tidak menguntungkan dari kurs
nilai tukar valuta asing.

2.5 Keuntungan dan Kerugian Translasi Mata Uang Asing dan Transaksi
Mata Uang Asing
Jika sudut pandang mata uang lokal yang digunakan (sudut pandang
perusahaan lokal), masuknya penyesuaian translasi dalam laba berjalan tidak perlu
dilakukan. Memasukkan keuntungan dan kerugian translasi dalam laba akan
mendistorsikan hubungan keuangan yang asli dan dapat menyesatkan para
pengguna informasi tersebut. Keuntungan atau kerugian translasi harus
diperlakukan dari sudut pandang mata uang lokal sebagai penyesuaian terhadap
ekuitas pemilik.
Jika mata uang pelaporan induk perusahaan merupakan unit pengukuran
laporan keuangan yang ditranslasikan (sudut pandang induk perusahaan), sangat
disarankan untuk mengakui keuntungan atau kerugian translasi laba sesegera
mungkin. Sudut pandang induk perusahaan melihat anak perusahaan luar negeri
sebagai perluasan dari induk perusahaannya.
Keuntungan dan kerugian translasi mencerminkan kenaikan atau
penurunan ekuitas investasi asing dalam mata uang domestic dan harus diakui.
Dalam Melakukan Translasi mata uang asing ada beberapa kerugian dan
keuntungannya, diantaranya :

4
1. Penangguhan
Perubahan nilai ekuivalen mata uang domestik dari aktiva bersih anak
perusahaan luar negeri tidak direalisasikan atau tidak diakui dan tidak
berpengaruh terhadap arus kas mata uang lokal yang dihasilkan dari entitas asing.
Penyesuaian translasi harus diakumulasikan secara terpisah sebagai bagian dari
ekuitas konsolidasi. Dalam keadaan seperti ini, penyesuaian translasi mata uang
asing diakumulasikan secara terpisah sebagai bagian dari penggabungan modal.

2. Penangguhan dan Amortisasi


Penangguhan keuntungan atau kerugian translasi dan melakukan
amortisasi penyesuaian ini selama masa manfaat pos-pos neraca terkait, terutama
yang terkait dengan utang akan ditangguhkan dan diamortisasi selama umur
aktiva tetap terkait, yaitu dibebankan terhadap laba dengan cara yang sama
dengan beban depresiasi atau ditangguhkan dan diamortisasi selama sisa masa
pinjaman sebagai penyesuaian terhadap beban bunga.

Sebagai contoh, bahwa akuisisi aset tetap dibiayai oleh penerbitan utang. Dapat
dibantah bahwa pembayaran pokok dan bunga pada utang dapat tertutup oleh arus
kas dari penggunaan aset tetap yang ada. Di sini, translasi mata uang asing
keuntungan dan kerugian yang berhubungan dengan utang akan ditangguhkan dan
diamortisasi terhadap masa penggunaan aset, berarti, dianggap sebagai laba
dengan cara yang sesuai dengan beban depresiasinya.

3. Penangguhan parsial
Keuntungan dan kerugian translasi adalah dengan mengakui kerugian
sesegera mungkin setelah terjadi, tetapi mengakui keuntungan hanya setelah
direalisasikan, hal ini semata-mata hanya karena merupakan keuntungan, tetap
mengabaikan terjadinya perubahan kurs. Secara logika tidaklah konsisten untuk
menagguhkan keuntungan translasi mata uang asing tetapi mengakui kerugian
translasi mata uang asing. Pendekatan tersebut kekurangan kriterian eksplisit

5
untuk menentukan waktu kapan harus mengakui keuntungan transalasi mata uang
asing.
4. Tidak ditangguhkan
Mengakui keuntungan dan kerugian translasi dalam laporan laba rugi
sesegera mungkin. Pilihan ini memandang segala tipe penangguhan adalah palsu
dan salah. Kriteria penangguhan sering kali diangap tidak konsisten dan sulit
untuk diimplementasikan. Namun, memasukkan keuntungan dan kerugian
translasi dalam laba tahun berjalan akan memperkenalkan elemen acak ke dalam
laba sehingga dapat menghasilkan fluktuasi laba yang sangat signifikan apabila
terjadi perubahan kurs nilai tukar. Memasukkan keuntungan dan kerugian tercatat
dalam laporan pendapatan dapat membuat pembaca salah persepsi, karena
penyesuaian tersebut tidak selalu memberikan informasi yang cocok dengan efek
ekonomi yang diharapkan mengenai perubahan nilai tukar pada arus kas
perusahaan.
Keuntungan dan kerugian translasi ini mencerminkan kenaikan atau
penurunan ekuitas investasi dalam mata uang domestik dan harus diakui.

2.6 Metode Translasi Mata Uang Asli


Perusahaan yang beroperasi secara internasional menggunakan berbagai
metode untuk menyatakan laporan keuangannya dalam mata uang asing menjadi
mata uang domestik. Metode translasi ini terdiri dari dua jenis yaitu :

1. Metode Kurs Tunggal

Kurs terkini atau kurs penutupan untuk seluruh aktiva dan kewajiban
lancar. Pendapatan dan beban dalam mata uang asing umumnya ditranslasikan
dengan menggunakan kurs nilai tukar yang berlaku pada saat pos-pos tersebut
diakui. Umumnya ditranslasikan dengan menggunakan rata-rata tertimbang kurs
nilai tukar yang tepat untuk periode tersebut. Berdasarkan metode kurs kini,
laporan konsolidasi tetap mempertahankan hubungan laporan keuangan
perusahaan secara individu pada awalnya (seperti rasio keuangan) pada saat

6
seluruh pos-pos laporan keuangan dalam mata uang asing ditranslasikan dengan
menggunakan satu kurs tunggal.

Metode kurs kini mengasumsikan bahwa seluruh aktiva dalam mata uang
lokal menghadapi risiko nilai tukar karena kurs nilai kini mengubah seluruh aktiva
kini luar negeri setiap terjadi perubahan nilai tukar. Nilai persediaan dan aktiva
tetap didukung oleh inflasi lokal. Dengan mentranslasikan seluruh saldo dalam
mata uang asing dengan menggunakan kurs kini menghasilkan keuntungan dan
kerugian translasi setiap kali terjadi perubahan kurs nilai tukar. Kebanyakan
keuntungan dan kerugian ini tidak akan pernah direalisasi penuh.

2. Metode Nilai Tukar Ganda

Metode nilai tukar ganda mengombinasikan kurs saat ini dan kurs historis
dalam proses translasi mata uang asingnya.

 Metode Current-Noncurrent

Pada metode current moment, asset lancar yang dimiliki anak perusahaan
pada saat itu (contoh, asset yang biasanya bisa dikonversikan ke kas dalam satu
tahun) dan utang lancar (kewajiban yang jatuh tempo dalam satu tahun)
ditranslasikan ke dalam mata uang induk perusahaan mereka pada laporan
keuangannya dengan kurs saat ini. Aset dan kewajiban noncurrent ditranslasikan
pada kurs historis. Item laporan laba rugi (kecuali untuk biaya depresiasi dan
amortisasi) ditranslasikan pada aplikasi tingkat rata-rata operasional tiap bulan
atau pada rata-rata dasar tambahan yang mencakup seluruh periode dilaporkan.
Biaya depresiasi dan amortisasi ditranslasikan pada kurs historis dengan pengaruh
saat modal yang dimiliki didapatkan.

 Metode Moneter-Nonmoneter

Metode moneter-nonmoneter juga menggunakan skema klasifikasi neraca


untuk menentukan nilai tukar mata uang asing yang sesuai. Asset dan kewajiban
moneter (contoh, klaim dan kewajiban untuk membayar sejumlah tagihan dengan

7
mata uang dimasa yang akan datang) ditranslasikan dalam kurs saat ini. Item
nonmoneter (asset tetap, investasi jangka panjang dan persediaan) ditranslasikan
dalam kurs historis. Item laporan laba rugi ditranslasikan dengan prosedur yang
sama dengan yang dijelaskan untuk konsep current-nonncurrent.

 Metode Kurs Sementara

Dengan metode kurs sementara, translasi mata uang asing tidak mengubah
sifat sebuah item yang dihitung. Hal tersebut hanya mengubah unit perhitungan
saja. Pada metode kurs sementara, item moneter seperti kas, piutang dan utang
ditranslasikan dalam kurs nilai saat itu. Item nonmoneter ditranslasikan pada kurs
yang menjadi dasar perhitungan awal. Secara spesifik, asset yang dihitung harga
perolehannya pada laporan dengan mata uang asing ditranslasikan pada kurs
historis.

8
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Translasi mata uang asing penting adanya apalagi untuk perusahaan besar
karena untuk mempermudah investor asing menanamkan modalnya namun
banyak permasalahan yang berhubungan dengan translasi mata uang asing nilai
relatif kadang mengalami perubahan, yang bisa dipengaruhi oleh inflasi. Translasi
mata uang asing akan terus berkembang di berbagai negara serta telah banyak
praktik-praktik translasi mata uang asing di berbagai belahan dunia seperti
Indonesia, Jepang, Inggris dan lainnya secara teori yang merupakan transaksi
yang kompleks.

DAFTAR PUSTAKA

9
Gary K. Meek, F. (1992). International Accounting. Upper Saddle River, New
Jersey: Pearson Education, Inc.

10