Anda di halaman 1dari 9

JURNAL ILMIAH TEKNIK INDUSTRI

ISSN: 1412-6869 e-ISSN: 2480-4038


journal homepage: http://journals.ums.ac.id/index.php/jiti/index
doi: 10.23917/jiti.v16i1.2596

Analisis Perancangan Desain Produk Gadukan Guna


Meningkatkan Daya Saing Industri Kecil Menengah
Ni Luh Putu Hariastuti1*, Lukmandono1

Abstract. Kampung Gadukan Surabaya, is a center of the village featured products ladies fashion bags
in East Java. Foreign products, especially from China,became a threat to SME won in both domestic
market and export market. Variations in product design and affordable price of make imported
products more in demand by the public. Increased competitiveness through the realization of the
strategy of product diversification as a strategy that needs to be done in the SME businesses expand
reviews their markets. Through a gap analysis to obtain customer satisfaction criteria and refers to the
eight dimensions of product development, the resulting that there are 20 criteria in product attributes
are important by consumers. In addition, from the design concept of the initial design of products
produced four factors of quality criteria that should be a priority in the product design process. The
fourth factor is the quality of the quality of raw and auxiliary materials, elegant design, color and
quality of the production process. Based on reviews these four factors, the quality of the products of
SMEs will be expected to meet the desires of consumers.

Keywords. design, SME, product design, strategy.

Abstrak. Kampung Gadukan Surabaya, merupakan salah satu sentra kampung unggulan dengan
produk tas fesyen wanita di Jawa Timur.Masuknya produk asing, khususnya dari China, menjadi
ancaman bagi IKM didalam meraih pasar baik pasar domestik maupun pasar eksport. Variasi desain
produk dan harga yang terjangkau membuat produk import menjadi lebih diminati oleh
masyarakat.Peningkatan daya saing melalui realisasi strategi diversifikasi produk sebagai strategi
yang perlu dilakukan IKM didalam usaha memperluas pasar mereka.Melalui analisis gap untuk
mendapatkan kriteria kepuasan konsumen dan mengacu kepada 8 dimensi pengembangan produk,
dihasilkan bahwa terdapat 20 kriteria atribut produk yang di pentingkan oleh konsumen. Selain itu
dari hasil rancangan konsep desain awal produk di hasilkan 4 faktor kriteria kualitas yang perlu
menjadi prioritas didalam proses perancangan produk. Keempat faktor kualitas tersebut adalah
kualitas bahan baku dan penolong, desain yang elegan, warna dan kualitas proses produksi.
Berdasarkan keempat faktor tersebut maka kualitas produk IKM nantinya diharapkan dapat
memenuhi keinginan dari konsumen.

Kata Kunci. desain,IKM, perancangan produk, strategi.

Tanggulangin, kawasan ini semakin


I. PENDAHULUAN 1
menunjang keberadaan kota Pahlawan lewat
Sentra tas di Jawa Timur tidak hanya program Sepuluh Kampung Unggulan
terdapat di Tanggulangin Sidoarjo. Kawasan (Disperdagin, 2011). Sentra industri kecil
pusat produksi tas di Surabaya, bisa dijumpai menengah (IKM) Gadukan Surabaya telah
di Jalan Gadukan Baru, Morokrembangan. menjadi ikon tas wanita di kota Surabaya.
Meski nilai perputaran omzetnya tak sebesar Terbukanya pasar bebas memberikan dampak
aliran bebas barang bagi Negara ASEAN,
1 yaitu arus bebas jasa, arus bebas investasi,
1
Jurusan Teknik Industri, FakultasTeknologi Industri, arus bebas tenaga kerja trampil dan arus
Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya, Jl. Arif Rahman
Hakim No 100, Surabaya bebas modal. Hal ini menjadi sebuah
peluang dan sekaligus ancaman bagi IKM
*
email: putu_hrs@yahoo.com Gadukan untuk bisa tetap mempertahankan
Diajukan: 10-10-2016 Diperbaiki: 05-04-2017 produknya dalam gempuran produk asing
Disetujui: 20-05-2017 yang masuk ke Indonesia. Karena itu dalam
13
Hariastuti & Lukmandono / Analisis Perancangan Desain Produk Gadukan.... JITI, Vol.16 (1), Juni 2017, 13 – 21

meraih peluang yang ada, maka sangat keinginan konsumen, proses perluasan pasar
diperlukan dukungan dan kesiapan dari IKM dapat pula dilakukan melalui kegiatan
sendiri untuk dapat meningkatkan daya saing promosi secara marketing online (Mukin,
mereka dalam menghadapi pasar bebas. 2014). Faktor bahan baku produk juga dapat
Geliat para perajin di wilayah Gadukan ini menjadi bahan pertimbangan tersendiri, agar
sesungguhnya sudah dimulai sejak tahun produk yang dihasilkan dapat memiliki
1975 yang berjalan terus secara turun kekhasan bila dibandingkan dengan produk
temurun dari generasi ke generasi, sehingga pesaing (Yudianto, 2014). Mengacu pada
mendapat predikat sebagai ‘Kampung Tas’. hasil penelitian yang telah dilakukan
Mereka tersebar di wilayah RW. IV, V, dan sebelumnya (Hariastuti, 2014), proses
VI, Kelurahan Morokrembangan, Kecamatan pengembangan produk yang dilakukan adalah
Krembangan, Surabaya. Kampung tas didasari pada proses perancangan strategi
Gadukan memiliki segmen kelas menengah bisnis IKM. Penelitian difokuskan pada
dan bawah yang membedakannya dengan pencapaian strategi diversifikasi produk,
sentra tas Tanggulangin, Sidoharjo. Jenis dan yaitu pada produk tas wanita yang merupakan
model tas wanita yang diproduksi memiliki produk unggulan yang dihasilkan oleh IKM
ciri khas warna produk yang cerah dan Gadukan.
mencolok. Warna yang berani menjadikan Proses pengembangan produk tentunya
ciri khas dari tas hasil sentra Gadukan. diawali dari pemahaman produsen akan
Adapun konsumen mereka adalah lebih persepsi dan harapan konsumen akan produk
cendrung ke segmen anak muda yang itu sendiri. Metode penilaian kepuasan
memiliki trend fesyen lebih berani. pelanggan dipergunakan untuk menilai
Perluasan pasar yang telah diraih selama keinginan konsumen atas produk yang ada.
ini tentunya harus dapat diimbangi dengan Konsep kepuasan pelanggan menurut
proses diversifikasi produk mengingat Parasuraman, dkk. (1985) dipergunakan
konsumen pastinya memiliki harapan dan untuk mengukur tingkat kepuasan konsumen
persepsi produk. Perusahaan tidak mampu dalam metode SERVQUAL. Mengacu
memenangkan persaingan dan merebut pasar kepada kesenjangan antara persepsi dan
jika hanya menitikberatkan pada kualitas harapan konsumen terhadap produk yang ada
produknya saja. Perusahaan juga harus menjadi landasan dalam mencari atribut
mampu memproduksi sebuah produk yang produk yang akanmenjadi dasar dalam proses
dapat memenuhi keinginan dan harapan pengembangan produk IKM. Adapun atribut
konsumen (Perwitasari, 2007). Adanya produk yang dinilai di kembangkan melalui
anggapan bahwa suatu produk yang sukses 8 dimensi pengembangan produk (Tjiptono,
adalah produk yang mampu memberikan 2008). Atribut dari sebuah produk pada
manfaat sesuai dengan yang dipersepsikan dasarnya sangat erat kaitannya dengan
oleh konsumen (Ultrich & Eppinger, 2001) customer satisfaction, dimana semakin tinggi
menjadikan produk sebagai kunci utama yang penilaian pelanggan terhadap suatu atribut
perlu dirancang sedemikan rupa sehingga produk maka akan semakin tinggi kepuasan
mampu mewakili keinginan konsumen. pelanggan yang dirasakan. Suatu produk
Loyalitas konsumen terhadap produk hasil pengembangan nantinya dapat
tentunya diawali dari terpenuhinya seluruh dikatakan sukses apabila mendapatkan respon
harapan konsumen pada produk itu. Salah positif dari konsumen yang diikuti dengan
satu usaha untuk menciptakan loyalitas ini, keinginan dan tindakan untuk membeli
pihak manajemen harus mampu mengetahui produk.
kebutuhan yang diinginkan oleh pelanggan Berdasarkan atas uraian latar belakang
(Erinsyah, 2013). Selain memahami yang telah dijabarkan diatas, maka dapat

14
Jurnal Ilmiah Teknik Industri p-ISSN 1412-6869 e-ISSN 2460-4038

ditetapkan beberapa tujuan penelitian yang dilakukan pengamatan terhadap 100


ingin dicapai dalam penelitian ini yaitu: responden.
(1) menentukan kriteria atribut kepuasan
konsumen yang menjadi prioritas dasar Langkah penelitian
dalam perancangan pengembangan produk, Gambar 1 merupakan bagan tahapan
dan (2) menentukan kriteria dimensi konsep rancangan penelitian yang dilakukan. Tahap
rancangan desain model inovasi produk awal awal dari penelitian ini adalah dimulai dari
yang dapat digunakan sebagai dasar dalam tahap identifikasi variabel penelitian
proses perancangan pengembangan produk. berdasarkan atas kriteria kepuasan konsumen
yang didasari oleh identifikasi persepsi dan
II. METODOLOGI harapan konsumen terhadap produk. Proses
Objek Penelitian identifikasi dilakukan dengan jalan
melakukan penyebaran kuesioner penelitian
Objek penelitian adalah produk tas wanita
untuk mengetahui besarnya penilaian
yang diproduksi oleh pengrajin tas Gadukan
persepsi dan harapan konsumen terhadap
Moro Krembangan Surabaya. Objek lokasi
atribut produk. Penjabaran atribut produk
pengamatan selain di sentra pengrajin tas
didasari pada pengembangan terhadap 8
sendiri yang memiliki show room display
dimensi perancangan produk yaitu meliputi
produk, proses pengamatan dilakukan juga
dimensi performance, features, reliability,
pada sentra pusat grosir Surabaya yang
conformance, durability, serviceability,
menjual hasil produk tas para pengrajin untuk
dapat di supply keseluruh wilayah di Jawa
Timur maupun ke luar pulau Jawa. Identifikasi variabel
penelitian berdasarkan atas
kriteria kepuasan
Data yang dibutuhkan konsumen
Beberapa data yang dibutuhkan dalam
penelitian ini mencakup:
1. Data primer, yaitu data hasil pengamatan Identifikasi Kriteria Identifikasi Kriteria
langsung di lapangan yang mengacu pada Persepsi Konsumen Harapan Konsumen
hasil penyebaran kuesioner tentang
kepuasan dan persepsi pelanggan akan
produk IKM serta hasil jajag pendapat
Analisis Gap/Kesenjangan
desain produk yang akan di produksi pihak Kepuasan Konsumen
pengrajin.
2. Data sekunder yang merupakan hasil data
pengrajin terkait tentang jumlah dan Penentuan kriteria desain
proses produksi yang dilakukan, termasuk produk berdasarkan atas
juga data studi literatur atau pustaka. keinginan konsumen

Populasi dan sampel Penentuan model awal


Populasi pengamatan adalah seluruh desain produk berdasarkan
konsumen tas wanita produk tas Gadukan di Kriteria Keinginan
Konsumen
Pasar Grosir Surabaya maupun konsumen
yang datang langsung ke sentra tas. Sampel
awal dilakukan sebanyak 30 responden untuk Gambar 1. Tahapan metodologi penelitian
perhitungan kecukupan sampel. Dari hasil
perhitungan kecukupan responden maka

15
Hariastuti & Lukmandono / Analisis Perancangan Desain Produk Gadukan.... JITI, Vol.16 (1), Juni 2017, 13 – 21

esthetics, dan perceived dari produk IKM dengan pihak expert, yaitu ketua paguyuban
yang telah ada. sentra IKM Gadukan di dalam menetapkan
Tahap kedua merupakan tahap kriteria produk yang berpengaruh terhadap
pengumpulan dan pengolahan data. desain konsep awal pengembangan produk
Pengolahan data dilakukan dengan yang perlu dilakukan pada tahap penelitian
perhitungan penilaian konsumen akan produk selanjutnya.
IKM berdasarkan atas kesenjangan antara
persepsi dan harapan mereka terhadap produk III. HASIL DAN PEMBAHASAN
yang ada selama ini. Tahap ini menghasilkan Tahap awal penelitian bertujuan untuk
kriteria atribut produk yang lebih mengidentifikasi kriteria persepsi dan
dipentingkan oleh konsumen untuk dapat harapan konsumen akan produk. Diawali
diprioritaskan didalam proses perancangan dengan melakukan perancangan kuesioner
pengembangan produk yang akan dilakukan. yang mengacu kepada kriteria–kriteria dalam
Selanjutnya dari kriteria atribut yang 8 dimensi kualitas produk (Tjiptono, 2008).
dipentingkan, maka dapat diputuskan dimensi Penyebaran kuesioner terbuka dan kuesioner
produk yang lebih diprioritaskan dalam resmi dilakukan di pasar grosir Surabaya.
proses perancangan konsep desain produk Responden disini adalah para pedagang
baru. grosir produk tas wanita dan juga konsumen
Tahap selanjutnya adalah tahap analisis yang membeli langsung produk IKM. Dalam
hasil dan kesimpulan. Tahap ini merupakan proses pengelompokan kriteria atribut produk
keberlanjutan dari tahap sebelumnya dimana maka dilakukan penyebaran kuesioner
akan dilakukan analisis terhadap hasil terbuka kepada 100 responden. Berdasarkan
pengolahan data yang dihasilkan. Dalam atas kriteria atribut yang dihasilkan, maka
tahap ini dilakukan rancangan konsep desain dapat disusun kuesioner sebenarnya untuk
awal, berdasarkan atas proses brainstorming dapat mengetahui penilaian konsumen

Tabel 1. Interpretasi kebutuhan konsumen akan produk


No Dimensi No Kriteria Kualitas Produk
1 Performance 1 Kenyamanan
2 Variasi produk lebih dari satu
2 Features 3 Ruangan dalam tas
4 Multi fungsi
5 Sistem pengamanan tas
3 Reliability 6 Mudah digunakan
7 Keawetan produk/ tidak mudah rusak
4 Conformance 8 Kualitas Tas
9 Spesifikasi Ukuran Tas
5 Durability 10 Material Tas
11 Daya Tahan Produk
6 Service Ability 12 Mudah dirawat
13 Ketersediaan Suku Cadang
14 Kemudahan Reparasi
7 Estetika 15 Bentuk Tas / Design Tas
16 Warna
17 Meningkatkan rasa percaya Diri
8 Perceived Quality 18 Merk
19 Prestise/ Gaya Hidup
20 Harga terjangkau

16
Jurnal Ilmiah Teknik Industri p-ISSN 1412-6869 e-ISSN 2460-4038

terhadap kriteria atribut produk. yaitu tanda nilai positif yang menunjukkan
Sebagai sampel awal kuesioner resmi telah bahwa kriteria atribut produk tersebut telah
disebar sebanyak 30 yang kemudian mampu memenuhi harapan konsumen dan
penyebaran kuesioner selanjutnya tanda nilai negatif menunjukkan bahwa
berdasarkan perhitungan penentuan sampel kualitas dari kriteria produk tersebut masih
minimum. Rumus penentuan jumlah sampel belum mampu memenuhi harapan atau
minimum berdasarkan rumus Bernoulli keinginan konsumen. Kriteria dengan nilai
kecukupan data dihitung menggunakan negatif merupakan kriteria yang dipentingkan
rumus sebagai berikut: oleh konsumen untuk ada dalam setiap
( Z ) 2 p.q produk IKM mengingat kriteria kualitas
N’ = α / 2 2 tersebut masih belum dapat memenuhi
e ... (1)
kepuasan konsumen. Dari hasil perhitungan
Proporsi responden yang mengisi
nilai gap, berikut adalah kriteria kualitas
kuesioner secara lengkap sebesar 97%
produk yang masih harus perlu ditingkatkan
sedangkan responden yang tidak mengisi
dan diprioritaskan dalam pengembangan
dengan benar sebesar 3% dengan α = 5%,
produk IKM.
maka dengan menggunakan rumus Bernoulli
didapatkan hasil sebagai berikut: Tabel 2. Kriteria kualitas produk yang menjadi
prioritas pengembangan
(Z 0, 05 / 2 ) 2 0,97.0,03
N’ = Kriteria kualitas Nilai
0,05 2 ... (2) produk Gap
Prioritas

N’ = 44,7 ≈ 45 responden Daya tahan produk -0.127 1


Dari perhitungan diatas tampak bahwa Multi fungsi -0.125 2
Ruangan dalam tas -0.100 3
sampel penelitian minimal yang diperlukan Kualitas tas -0.095 4
adalah sebanyak 45 responden. Penyebaran Warna -0.097 5
kuesioner resmi dilakukan kepada 100 Bentuk tas / Design tas -0.082 6
responden untuk dapat mewakili sistem riil Kenyamanan produk -0.060 7
yang ada. Penyebaran kuesioner telah dapat Material tas -0.053 8
dinyatakan cukup, karena telah melebihi Keawetan produk/ tidak -0.005 9
mudah rusak
batas sampel minimal yaitu sebanyak 45
responden.
Hasil pengelompokan kriteria atribut Berdasarkan kriteria dasar yang
kualitas produk berdasarkan atas keinginan diprioritaskan oleh konsumen yang diperoleh
responden dari penyebaran kuesioner dari nilai kesenjangan antara harapan dan
terbuka, terlihat pada Tabel 1. persepsi pelanggan atas produk tas wanita
Dari kriteria kualitas produk yang Gadukan, maka dapat dirancang matriks
dihasilkan, maka dilakukan proses analisis kebutuhan konsumen yang mengacu kepada
terhadap nilai kepuasan konsumen tingkat kepentingan pelanggan (Rizani,
berdasarkan atas analisa gap. Nilai 2013). Matrik kebutuhan konsumen
kesenjangan (gap) mengacu pada formula merangkum keseluruhan kriteria atribut
bahwa kesenjangan adalah selisih dari produk yang dipentingkan oleh konsumen
besarnya persepsi di kurangi dengan harapan berdasarkan atas dimensi produknya.
(Parasuraman, dkk., 1985). Rumus gap yang Dimensi ini nantinya akan menjadi dasar
digunakan adalah: didalam proses perancangan pengembangan
Kesenjangan = Gap = produk pada penelitian selanjutnya untuk
Persepsi (P) – Harapan (H) ... (3) dapat merealisasikan produk baru yang sesuai
Hasil nilai kesenjangan memiliki dua nilai dengan harapan konsumen. Berdasarkan atas
8 dimensi pengembangan produk yang
17
Hariastuti & Lukmandono / Analisis Perancangan Desain Produk Gadukan.... JITI, Vol.16 (1), Juni 2017, 13 – 21

digunakan, ternyata hanya 6 dimensi yang Perancangan desain awal produk


masuk ke dalam prioritas konsumen untuk Atribut kualitas produk yang telah
dapat dikembangkan. Dua dimensi lainnya, dikelompokkan menjadi 9 kriteria
yaitu dimensi service ability dan perceived berdasarkan masing–masing dimensi
quality masih belum termasuk kriteria kualitasnya menjadi dasar untuk melakukan
dipentingkan oleh konsumen. Hal ini sangat analisis konsep perancangan desain awal
sesuai mengingat responden dalam hal ini rancangan produk, sebelum nantinya akan
adalah konsumen tas Gadukan adalah dilakukan analisis perancangan
golongan remaja dan masuk dalam kelas pengembangan produk melalui analisis
menengah. Mereka tidak mementingkan metode house of quality (HOQ). Konsep
merk dan perawatan produk. Konsumen perancangan desain awal melibatkan para
dalam hal ini lebih mementingkan desain pakar yang ada di sentra IKM untuk dapat
yang multi fungsi, model, dan fitur warna menghasilkan kriteria dasar proses
yang lebih menarik. pengembangan produk. Proses pengumpulan
Gambar 2 menunjukkan bagan matriks informasi atas kondisi di lapangan terkait
pengembangan desain tas berdasarkan atas dengan pemenuhan keinginan konsumen
kriteria yang diharapkan oleh konsumen. terhadap pengembangan produk, dilakukan
melalui sistem jajag pendapat atau analisis

Objek Produk Dimensi kualitas produk Kriteria Prioritas Kualitas produk

Dimensi Features DF1 multi Fungsi


DF2 Ruang dalam tas
Dimensi Kualitas DK1 Kualitas tas
DE1 Warna
Tas wanita Dimensi Estetika DE2 Bentuk Tas
Gadukan
Dimensi Durability DD1 Daya Tahan Tas
DD2 Material Tas
Dimensi Performance DP1 Kenyamanan Tas

Dimensi Reliability DR1 Keawetan Tas

Gambar 2. Matriks pengembangan desain tas Gadukan

Gambar 3. Desain tas Gadukan yang ada sekarang ini (desain awal)

18
Jurnal Ilmiah Teknik Industri p-ISSN 1412-6869 e-ISSN 2460-4038

brainstorming dengan pihak paguyuban yang pihak ahli melakukan jajag pendapat
diwakili oleh ketua sentra IKM yaitu Bapak (brainstorming) untuk mengumpukan kriteria
Yogi. Kriteria pengembangan desain yang dari konsep rancangan pengembangan produk
disampaikan kepada pihak ahli disini yang nantinya direalisasikan oleh pengrajin
dikembangkan dari kriteria atribut kualitas sentra IKM. Dalam tahap ini dilakukan
produk terpilih oleh konsumen atas proses perbandingan antara produk awal
keberadaan produk IKM yang ada selama ini. dengan konsep rancangan yang nantinya akan
Kondisi awal produk IKM adalah produk direalisasikan. Dari hasil perbandingan dapat
tas wanita yang dinamis, terlihat dari corak dimunculkan faktor kualitas utama yang lebih
produk yang cerah dengan warna yang dipentingkan untuk dapat digunakan dalam
mencolok dan bentuk desain yang sederhana. proses perancangan produk baru.
Produk mitra cukup simpel dan sedikit agak Berikut diberikan ilustrasi pengembangan
kaku mengingat bahan pelapis dalam yang desain yang diperoleh dari hasil
digunakan adalah karton. Berikut adalah brainstorming dengan pihak pengrajin yang
beberapa jenis produk tas wanita yang dalam hal ini diwakili oleh pihak Paguyuban
dihasilkan oleh IKM Gadukan. Koperasi Gadukan yaitu Bapak Yogi.
Berdasarkan atas 9 kriteria kualitas Hasil brainstorming berdasarkan 9 kriteria
produk yang dihasilkan dari 6 dimensi atribut produk yang diprioritaskan diringkas
pengembangan produk, maka pihak expert pada Tabel 3. Beberapa faktor yang menjadi
dalam hal ini adalah tim peneliti beserta fokus utama proses pengembangan produk

Tabel 3. Konsep rancangan desain produk


Kriteria
Konsep Rancangan
No Prioritas Kondisi Awal Kelemahan Keterangan
Produk
Produk
1 Multi Fungsi Untuk fashion Kegunaan terbatas Lebih elegan dapat Rancangan desain
saja hanya untuk memuat lebih lebih diutamakan
shoping banyak
2 Ruang dalam Memenuhi Sempit dan terbatas Lebih lega, memuat Desain ruang tas
tas kriteria minimal semua barang
konsumen
3 Kualitas tas Masih middle Kurang berkualitas midle dan berkelas Bahan baku dan
kebawah bahan penolong
4 Warna Variatif, lebih Terlalu menyala Warna lebih soft, Permainan warna
mencolok agar lebih terlihat yang lebih menarik
elegan
5 Bentuk Tas Kecil cendrung Kapasitas sedikit Sedang dan lebih Lebih lebar desain
sedang lebar lebih elegan
6 Daya Tahan Bertahan dalam Sering putus talinya Jahitan yang lebih Konsentrasi
Tas hitungan bulanan kuat perbaikan di bahan
jahitan
7 Material Tas Plastic, Kulit Tidak elegan Semi kulit Bahan baku
imitasi,
8 Kenyamanan Nyaman karena Tidak nyaman jika Nyaman karena lebih Desain rancangan
Tas kecil banyaknya barang besar produk
yang dibawa
9 Keawetan Tas Masih kurang Cepat putus dan Lebih awet karena Bahan baku
mengingat bahan robek didukung bahan
yang masih baku yang
kurang baik berkualitas

19
Hariastuti & Lukmandono / Analisis Perancangan Desain Produk Gadukan.... JITI, Vol.16 (1), Juni 2017, 13 – 21

Gambar 4. Konsep rancangan desain produk baru

IKM agar dapat memenuhi keinginan


konsumen. Faktor kualitas harus mendapat IV. SIMPULAN
perhatian utama di dalam proses desain dan
Berdasarkan hasil pengolahan data dan
realisasi produk baru yang akan dilakukan
analisis yang telah dilakukan, maka dapat
oleh IKM. Faktor kualitas produk tersebut
disimpulkan bahwa terdapat 20 kriteria
adalah: (1) kualitas bahan baku dan bahan
kualitas produk yang dihasilkan dari proses
penolong, (2) rancangan desain produk yang
analisa voice of costumer (VOC) yang berarti
lebih elegan dan menarik, (3) desain warna
bahwa kriteria tersebut merupakan kriteria
yang digunakan, dan (4) proses produksi,
kulitas produk yang diharapkan dapat ada
terutama proses jahit.
dalam setiap produk yang dihasilkan oleh
Konsep rancangan desain produk yang
IKM. Dari hasil rancangan awal desain
dihasilkan dari data responden dimana
produk yang dilakukan mengacu kepada 4
konsumen mengharapkan desain yang lebih
faktor kualitas yang menjadi faktor utama
luas, lebar, sehingga memuat cukup banyak
perancangan desain produk, yaitu meliputi:
barang termasuk juga desain yang mampu
kualitas bahan baku, rancangan desain
mengakomodasi keempat faktor kualitas
produk yang diusulkan, faktor warna dan
produk yaitu produk harus memenuhi
proses produksi khususnya dibagian jahit.
kualitas atas bahan baku dan penolong,
Keempat faktor tersebut menjadi dasar dalam
desain yang elegan, konsep warna dan
proses perancangan dan pengembangan
kualitas proses produksi harus menjadi dasar
produk sehingga nantinya dapat
utama di dalam merealisasikan produk baru
merealisasikan produk IKM yang lebih
mitra yang lebih berkualitas. Berdasarkan
berkualitas. Hal ini tentunya sangat
kriteria tersebut maka dapat diberikan
didukung dengan adanya proses
gambaran konsep rancangan awal produk
pendampingan secara terus menerus bagi
yang mampu memenuhi seluruh kriteria
pihak pengrajin agar dapat menghasilkan
kualitas yang diharapkan.
produk yang tetap berkualitas selain juga
Rancangan konsep desain produk dibuat
peningkatan teknologi dan permodalan yang
seperti pada Gambar 4, sehingga mampu menjadi satu sisi lain yang lebih penting
mewakili harapan konsumen. Keinginan untuk didapatkan pihak IKM dalam
konsumen terkait dengan desain yang lebih meningkatkan kinerja dan produktivitas
lebar serta elegan dan memenuhi unsur mereka dimasa mendatang.
kualitas produk telah terpenuhi dari konsep
rancangan produk tas di atas.

20
Jurnal Ilmiah Teknik Industri p-ISSN 1412-6869 e-ISSN 2460-4038

DAFTAR PUSTAKA
Disperdagin (Dinas Perdagangan dan Perindustrian). (2011).
Buletin Kampung Unggulan. Edisi perdana, April 2011.
Erinsyah, M.R. (2013). “Analisis kepuasan pelanggan
dengan pendekatan model Kano serta aplikasi quality
function deployment (QFD) untuk meningkatkan mutu
pelayanan jasa perbankan”. Jurnal Teknik Industri, Vol 1
(2), pp.: 1 – 7.
Hariastuti, N.L.P. (2014). “Perumusan strategi bisnis IKM
tas Gadukan dengan menggunakan metode QSPM”.
Jurnal IPTEK Media Komunikasi Teknologi, Vol. 18 (2),
pp.: 97 – 104.
Mukin, J.R. (2014). “Perancangan media promosi produk
UKM Tanggulangin Mch. Choiri sebagai upaya
meningkatkan citra produk”. Jurnal Art Nouveau, Vol. 2
(1), pp.: 1 – 11.
Rizani, N.C. (2013). “Perancangan dan pengembangan tas
backpack ergonomis multi fungsi”. Jurnal Teknik
Industri, Vol. 3 (2), pp.: 92 – 104.
Perwitasari, R.D. (2007). “Rancangan Tas Wanita dengan
pendekatan Metode Quality Function Deployment
(QFD) untuk memenuhi suatu segmen pasar, (Studi
Kasus CV H.M Choiri, SDA)”. Skripsi. Teknik Industri,
Institut Teknologi 10 Nopember Surabaya.
Tjiptono, F. (2008). Strategi Pemasaran. Edisi 3.
Yogyakarta: Andi Offset.
Ultrich, K.T.; Eppinger, S.D. (2001). Perancangan dan
Pengembangan Produk. Jakarta: Salemba Teknik Jakarta
Yudianto, A.T. (2013). “Desain tas satchel berbahan
lembaran sabut kelapa menggunakan metode quality
function deployment (QFD)”. Prosiding Seminar
Nasional IENACO (Inovasi Teknologi untuk
Kemandirian Bangsa), pp.: 1 – 7.
Parasuraman, A.; Zeithaml, V.V.; and Berry, L.L. (1985). "A
conceptual model of service quality and its implications
for future research". Journal of Marketing, Vol 49, Fall,
pp.: 41 – 50.

21