Anda di halaman 1dari 9

MAKALAH

HAKIKAT MANUSIA

MATA KULIAH:
PENGANTAR PENDIDIKAN

DOSEN:
HIDAYATUL ASRA, M.Pd

KELOMPOK 2:
1. ASEP MUHAMMAD MUHNI
2.DEWI MAYANG ANGGITA
3. DIAJENG GITA ARISTA WIBOWO
4.RISKA ANDRA SARI

SEMESTER:
I (SATU)

SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN


(STKIP MPL)
PRODI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
Alamat: Jl. Makam KH. Ghalib no. 112 telp. (0729)21359 fax. (0729)24002
Pringsewu 35373
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat allah yang maha kuasa atas segala rahmatNYA sehingga
makalah ini dapat disusun hingga selesai. Tidak lupa kami juga mengucapkan
banyak terimakasih atas bantuan dari pihak yang telah berkontribusi.

Dan harapan kami semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan
pengalaman bagi para pembaca, untuk kedepannya dapat memperbaiki bentuk
maupun menambah isi makalah agar menjadi lebih baik lagi.

Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman kami, kami yakin


masih banyak kekurangan dalam makalah ini, oleh karena itu kami sangat
mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca demi
kesempurnaan makalah ini.

Pringsewu, 19 september 2018

Penyusun
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG

Sungguh beruntunglah kita karena di ciptakan oleh Allah SWT sebagai


seorang manusia. Kita diciptakan sempurna dengan tubuh yang lengkap
dan juga diberi akal fikiran yang membuat manusia beda dengan makhluk
allah yang lain.

Sebagai manusia, kita mempunyai hakikat dalam menjalani kehidupan


kita di dunia ini. Adapun hakikat dari kehidupan manusia yaitu makhluk,
mulia, mempunyai beban, bebas, dan mendapatkan pembalasan. Sehebat
hebatnya kita kita hanyalah makhluk ciptaan allah SWT yang lemah. Kita
hanyalah makhluk yang tidak dapat berjalan sendiri tanpa pertolongan
dari allah SWT. Oleh karena itu , sudah sepantasnyalah dalam menjalani
kehidupan ini, kita harus meminta pertolongan dari allah SWT.
Sebagai makhluk yang mulia, manusia juga diberi beban oleh allah SWT.
Allah SWT member beban kepada manusia untuk menjadi perwakilan
allah di bumi guna mengelola kekayaan bumi ini untuk kemakmuran
manusia itu sendiri dan juga kemakmuran makhluk-makhluk ciptaan allah
SWT yang lainnya.

1.2 Rumusan Masalah


Masalah yang akan dibahas dalam mengkaji teori ini adalah:

Bagaimana hakikat manusia?


Bagaimana dimensi hakikat manusia?
Apasaja jenis-jenis hakikat manusia?
Bagaimana karakteristik manusia?

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 HAKIKAT MANUSIA


Manusia adalah makhluk ciptaan tuhan yang paling sempurna
diantara makhluk yang lain karena kita diberi akal, pikiran dan perasaan
oleh tuhan. Maka akan selalu bisa memilih yang terbaik dari apa yang bisa
diambil.

Hakikat manusia juga memiliki banyak arti , yaitu:


 makhluk yang memiliki tenaga dalam yang dapat menggerakan
hidupnya untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhannya.
 Individu yang memiliki sifat rasional yang bertanggung jawab atas
tingkah laku intelektual dan social.
 Mampu mengarahkan dirinya ke tujuan yang positif mampu mengatur
dan mengontrol dirinya dan mampu menentukan nasibnya.
 Makhluk yang dalam proses menjadi berkembang dan terus
berkembang tidak pernah selesai(tuntas) selama hidupnya.
 Individu yang dalam hidupnya selalu melibatkan dirinya dalam usaha
untuk mewujudkan dirinya sendiri.

Kewajiban dan hak, merupakan indikator bahwa manusia sebagai makhluk


sosial . pemenuhan akan hak dan pelaksaan kewajiban berkaitan erat
dengan keadilan , dapat dikatakan keadilan terwujud bila hak sejalan
dengan kewajiban. Kemampuan menghayati kewajiban sebagai keniscayaan
tidak lahir dengan sendirinya, tetapi melalui proses pendidikan(disiplin).

Kehadiran manusia pertama tidak terlepas dari asal usul kehidupan di alam
semesta. Evolusi menurut para ahli paleontology dapat dibagi menjadi
empat kelompok yaitu:
 Tingkat pra manusia
 Tingkat manusia kera
 Tingkat manusia purba
 Tingkat manusia modern atau homo sapiens yang telah pandai
berpikir

Hakikat manusia terdiri atas aspek-aspek sebagai berikut:


 Manusia sebagai makhluk tuhan
Manusia adalah subjek yang memiliki kesadaran,
penyadaran diri. Karena itu, manusia adalah subjek yang
menyadari keberadaanya, ia mampu membedakan dirinya
dengan segala sesuatu yang ada diluar dirinya(objek) selain
itu.
Manusia berkedudukan sebagai makhluk tuhan yang
maha esa maka dalam pengalaman hidupnya terlihat bahkan
dapat kita alami sendiri adanya fenomena kemakhlukan.
Fenomena kemakhlukan ini , antara lain berupa pengakuan
atas kenyataan adanya perbedaan kodrat dan martabat
manusia daripada tuhannya. Manusia merasakan bahwa
dirinya begitu kecil dan rendah dihadapan tuhan yangmaha
besar dan maha tinggi. Mnusia bersifat fana sedangkan tuhan
bersifat abadi.
 Manusia sebagai makhluk individu
Sebagai mana anda alami bahwa manusia menyadari
keberadaan dirinya sendiri. Kesadaran manusia akan dirinya
sendiri merupakan perwujudan individualitas manusia.
Manusia sebagai individu atau pribadi merupakan kenyataan
yang paling real dalam kesadaran manusia. Sebagai individu
manusia adalah satu kesatuan yang tidak dapat dibagi,
memiliki perbedaan dengan manusia lainnya sehingga
bersifat unik, dan merupakan subjek yang otonom.

 Manusia sebagai makhluk sosial


Manusia adalah makhluk individual, namun demikian ia
tidak hidup sendirian, tak mungkin hidup sendirian, dan tidak
pula hidup untuk dirinya sendiri. Manusia hidup dalam
keterpautan dengan sesamanya . selain adanya kesadaran
diri, terdapat pula kesadaran social pada manusia.
Sehubungan dengan ini aristoteles mengatakan manusia
sebagai makhluk social atau makhluk bermasyarakat.
Setiap manusia adalah pribadi( individu) dan adanya
hubungan pengaruh timbale balik antara individu dengan
sesamanya maka idealnya situasi hubungan antara individu
dengan sesamanya itu tidak merupakan hubungan antara
subjek dengan objek, melainkan subjek dengan subjek.

 Manusia sebagai makhluk berbudaya


Manusia memiliki inisiatif dan kreatif dalam
menciptakan kebudayaan , hidup berbudaya, dan
membudaya. Manusia tidak terlepas dari kebudayaan, bahkan
manusia itu baru menjadi manusia karena dan bersama
kebudayaanya.

 Manusia sebagai makhluk susila


Manusia sebagai makhluk otonom atau memiliki
kebebasan, manusia selalu dihadapkan pada suatu alternative
tindakan yang harus dipilihnya . tidakan tersebut harus selalu
berhubungan dengan norma-norma moral dan nilai-nilai
moral dan juga harus dipilihnya.
 Manusia sebagai makhluk beragama
Aspek keberagamaan merupakan salah satu
karakteristik esensial eksistensi manusia yang terungkap
dalam bentuk pengakuan atau keyakinan akan kebenaran
suatu agama yang diwujudkandalam sikap dan perilaku.

2.2 DIMENSI HAKIKAT MANUSIA


Dimensi dalam bahasa latin adalah dimension merupakan
ukuran. Ada empat macam dimensi manusia:

1. Dimensi individual
Sebagai makhluk individu manusia memiliki sifat unik
dank has walaupun ada yang mirip belum tentu sifatnya
sama.

2. Dimensi religius
Manusia mengakui adanya kekuatan lain di luar diri
manusia seperti supranatural, yang secara umum disebut
tuhan.

3. Dimensi kesosialan
Dimensi kesosialan pada manusia tampak jelas pada
dorongan manusia untuk bergaul . manusia baru akan
menjadi manusia jika berada diantara manusia.

4. Dimensi kesusilaan
Manusia akan memunculkan sesuatu nilai untuk
membedakan mana yang baik dan mana yang buruk dalam
hubungannya denga manusia lainnya.

2.3 JENIS-JENIS HAKIKAT MANUSIA

 Kodrat
 Harkat
 Martabat
 Kewajiban manusia terhadap tuhan yang maha esa
 Kewajiban manusia terhadap diri sendiri
 Kewajiban manusia terhadap makhluk hidup
 Kewajiban manusia terhadap Negara dan bangsa

2.4 KARAKTERISTIK MANUSIA

 Psikoanalisis, merupakan suatu aliran psikologi dimana individu


ini dipengaruhi oleh 3 sistem yaitu id,ego,dan super ego.
 Behavioristik, merupakan aliran psikologi dimana seseorang
dipengaruhi oleh lingkungan.
 Kognitif , merupakan aliran psikologi dimana manusia tersebut
masih menggunakan pikirannya untuk merenung dan berpikir
kembali apa yang telah diterimanya.
 Humanistic, merupakan aliran psikologi yang memanusiakan
manusia maksudnya aliran ini meyakinkan manusia tersebut bahwa
dalam dirinya itu terdapat potensi.

BAB III
PENUTUP

3.1 KESIMPULAN
Manusia pada hakikatnya adalah makhluk yang selalu belajar dan
dipelajari. Sifat hakikat manusia menjadi bidang kajian filsafat , khususnya
filsafat antrofologi. Hal ini menjadi keharusan oleh karena pendidikan
bukanlah sekedar soal praktek melainkan praktek yang berlandaskan
bertujuan.
Oleh karena itu, sangat stategis jika pembahasan tentang hakekat
manusia ditempatkan pada seluruh pengkajian tentang pendidikan,
bersifat normative karena pendidikan mempunyai tugas untuk menumbuh
kembangkan sifat hakikat manusia tersebut sebagai sesuatu yang bernilai
luhur, dan hal itu menjadi keharusan. Manusia juga merupakan suatu
pribadi yang selalu mencari tau tentang apa yang belum diketahuinya.

Sumber:
- pendidikandasar12.blogspot.com

- http://kamusbahasaindonesia.org/pendidikan#ixzz25XIbssX2