Anda di halaman 1dari 2

HEALTH, SAFETY & ENVIRONMENT

Group Meeting & Management Involvement


No.
MONTHLY SAFETY TALK
Period : April 2018
Applicated to : All site
Penanganan Pada Luka Bakar

Luka bakar adalah suatu bentuk kerusakan atau kehilangan jaringan yang disebabkan kontak dengan
sumber panas seperti api, air, bahan kimia, listrik, dan radiasi. Luka bakar merupakan suatu jenis trauma
dengan morbiditas dan mortalitas tinggi. Kulit adalah organ tubuh terluas yang menutupi otot dan
mempunyai peranan dalam homeostatis. Kulit merupakan organ terberat dan terbesar dari tubuh. Seluruh
kulit beratnya sekitar 16% berat tubuh, pada orang dewasa sekitar 2.7 – 3.6 kg dan luasnya sekitar 1.5 – 1.9
m². Tebal kulit bervariasi mulai 0.5 mm sampai 6 mm tergantung dari letak, umut, dan jenis kelamin. Secara
embriologis kulit berasal dari dua lapis yang berbeda, lapiran luar adalah epidermis yang merupakan lapisan epitel
berasal dari ectoderm sedangkan lapisan dalam yang berasal dari mesoderm adalah dermis atau korium yang
merupakan suatu lapisan jaringan ikat. Luka bakar dapat disebabkan oleh :
1. Panas : basah (air panas, minyak), kering (uap, metal, api)
2. Kimia : asam kuat seperti asam sulfat, basa kuat seoerti Natrium Hidroksida
3. Listrik : tegangan tinggi, petir
4. Radiasi : termasuk X-Ray
Akibat pertama yang dirasakan akibat luka bakar adalah syok karena kaget dan kesakitan. Pembuluh kapiler
yang terpapar suhu tinggi rusak dan permeabilitas meninggi. Sel darah yang ada didalamnya ikut rusak sehingga
dapat terjadi anemia. Meningkatnya permeabilitas menyebabkan berkurangnya volume cairan intravaskuler.
Kerusakan kulit akibat luka bakar menyebabkan kehilangan cairan akibat penguapan yang berlebihan, masuknya
cairan ke bula yang terbentuk pada luka bakar derajat dua dan pengeluaran cairan dari keropeng luka bakar derajat 3.
Bila luas luka bakar kurang dari 20% akan terjadi syok hipovolemik dengan gejala yang khas, seperti gelisah, pucat,
dingin, berkeringat, nadi kecil dan cepat, tekanan darah menurun, dan produksi urin berkurang. Pembengkakkan
terjadi secara perlahan, maksimal terjadi setelah delapan jam. Pada kebakaran dalam ruang tertutup atau bila luka
bakar terdapat diwajah, dapat terjadi kerusakan mukosa jalan nafas karena gas, asap, atau uap panas yang terhisap.
Oedem laring yang timbul dapat menyebabkan hambatan jalan nafas dengan gejala sesak nafas, takipnea, stridor,
dan suara serak.

Penilaian derajat luka bakar :


a. Luka bakar derajat 1 (akan serius jika luka mencapai 75 % permukaan
tubuh)
 Kerusakan pada epidermis (kulit bagian luar)
 Kulit kering kemerahan
 Nyeri sekali
 Sembuh dalam 3 – 7 hari dan tidak ada jaringan parut
b. Luka bakar derajat 2 ( > 30 % permukaan tubuh)
 Kerusakan pada epidermis dan dermis, terdapat vesikel
(benjolan berupa cairan atau nanah dan oedem)
 Sub kutan (adanya penimbunan darah dan cairan dibawah
kulit)
 Luka merah dan basah
 Mengkilap dan sangat nyeri
 Sembuh dalam 21 – 28 hari tergantung komplikasi infeksi
c. Luka bakar derajat 3
 Kerusakan pada semua lapisan kulit
 Tidak nyeri
 Luka merah tampak putih (seperti merah yang terdapat serat putih dan merupakan jaringan mati)
atau hitam (seperti luka yang kering dan gosong juga termasuk jaringan mati)
 Tampak kering
 Lapisan yang rusak tidak sembuh sendiri (perlu skin graf)
HEALTH, SAFETY & ENVIRONMENT
Group Meeting & Management Involvement
No.
MONTHLY SAFETY TALK
Period : April 2018
Applicated to : All site
Penanganan Pada Luka Bakar

Menghitung luas luka bakar  1 telapak tangan = 1 %


Metode Rules of Nines untuk menentukan daerah permukaan tubuh total (Body Surface Area) untuk orang
dewasa :
- Kepala dan leher : 9 %
- Ekstremitas atas kanan : 9 %
- Ekstremitas atas kiri : 9 %
- Ekstremitas bawah kanan : 18 %
- Ekstremitas bawah kiri : 18 %
- Badan bagian depan : 18 %
- Badan bagian belakang : 18%
- Genetalia : 1 %

A. Pertolongan pertama pada luka bakar ringan


 Lepaskan pakaian yang terbakar
 Dinginkan luka dengan air mengalir 15 – 20
menit atau sampai nyeri berkurang
 Tutup dengan perban steril kering
 Jaga agar tidak tertekan / tergores
 Jangan pecahkan gelembung / mengoleskan
pasta gigi, mentega, oli pada luka
B. Pertolongan pertama pada luka bakar besar
 Lepas perhiasan karena bagian tubuh yang
luka terjadi pembengkakkan
 Lepas pakaian
 Tutup permukaan luka dengan kain steril
C. Pertolongan pertama pada luka bakar serius
 Siram bagian luka bakar dengan air 15 – 20 menit atau
sampai nyeri berkurang
 Perlakukan korban seperti korban syok. Gejalanya antara
lain pingsan, wajah pucat dan nafas dangkal
 Lepaskan pakaian dan semua perhiasan yang terkena bahan
kimia
 Balut bagian yang terbakar dengan perban kering dan steril
atau dengan sehelai kain bersih
 Luka bakar akibat listrik dapat mengganggu kelistrikan
jantung. Persiapan kemungkinan terjadi resusitasi (RJP)

Prepared by Checked by Acknowledge by

Rosa Agustina Muhammad Yuzharli Aryono Soerjo


Nutritionist Dir. Marketing &Bussines Development Dir. Operational
Date : April, 2018 Date : April, 2018 Date : April, 2018