Anda di halaman 1dari 22

MAKALAH ANATOMI FISIOLOGI

PANCA INDRA PADA MANUSIA

KELAS 1A
KELOMPOK 7
Disusunoleh:

1. Hanifah Mustika R (P1337430118042)


2. Evi Dian Aziza R (P1337430118050)
3. Fahris Miftakhul R (P1337430118036)
4. Dhea Norly N (P1337430118012)

DIII TEKNIK RADIODIAGNOSTIK DAN RADIOTERAPI


JURUSAN TEKNIK RADIODIAGNOSTIK DAN RADIOTERAPI
POLTEKKES KEMENKES SEMARANG
2019
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan anugerah


kesempatan dan kemampuan kepada penyusun untuk dapat menyelesaikan
makalah ini, untuk memenuhi tugas Anatomifisiologi 2.

Penyusun berharap makalah ini dapat menambah ilmu pengetahuan


yang telah ada maupun menjadi ilmu pengetahuan baru dalam kajian sains.
Penyusun juga berusaha membahas materi makalah ini secara rinci dan
terstruktur dengan bahasa yang lugas sehingga mempermudah pembaca
untuk memahami makalah ini.

Penyusun dengan setia menanti kritik dan saran yang konstruktif dari
pembaca untuk memperbaiki makalah ini kedepannya .Akhir kata, semoga
makalah ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca.Aamiin.

Semarang, 13 Januari 2019

Penyusun

ii
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL i

KATA PENGANTAR ii

DAFTAR ISI iii

BAB I PENDAHULUAN 1

1.1 Latar Belakang 1


1.2 Rumusan Masalah 1
1.3 Tujuan Masalah 2

BAB II PEMBAHASAN 3

2.1 Indera Penglihatan (Mata) 3


2.2 Indera Pendengaran (Telinga) 8
2.3 Indera Peraba (Kulit) 11
2.4 Indera Pengecap (Lidah) 13
2.5 Indera Pencium (Hidung) 15

BAB III PENUTUP 17

A. Kesimpulan 17

DAFTAR PUSTAKA 18

iii
4
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Setiap makhluk hidup di muka bumi ini diciptakan berdampingan dengan
alam,karena alam sangat bermanfaat bagi makhluk hidup,diperlukan upaya untuk
menjaga alam agar tetap seimbang. Dalam melakukan hal tersebut manusia
sangat membutuhkan panca inderanya. Panca indera sendiri dapat diartikan
sebagai organ-organ yang dikhususkan untuk dapat menerima jenis rangsangan
tertentu. Serabut saraf yang menanganinya merupakan alat perantara yang
membawa kesan rasa (sensori impression) dari organ indera menuju ke otak.

Beberapa Kesan yang timbul dari luar


sentuhan,pengecapan,penglihatan,penciuman dan suara. Ada kesan yang timbul
dari dalam antara lain,lapar,haus dan rasa sakit. Indera yang ada pada makhluk
hidup, memiliki sel-sel reseptor khusus, sel-sel reseptor ini dibagi menjadi dua,
yaitu interoreseptor dan eksoreseptor. Interoreseptor ini berfungsi untuk
mengenali perubahan-perubahan yang terjadi di dalam tubuh. Eksoreseptor
adalah kebalikan dari interoreseptor, eksoreseptor berfungsi untuk mengenali
perubahan-perubahan lingkungan yang terjadi di luar tubuh. Yang termasuk
eksoreseptor yaitu Indera penglihat (mata), Indera pendengar (telinga), Indera
peraba (kulit),Indera pengecap (lidah),Indera pembau (hidung). Berdasarkan latar
belakang tersebut, kami menyusun makalah ini untuk menjelaskan materi
tentang sistem dari panca indera.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah diatas penyusun merumuskan


permasalahan sebagai berikut:

1. Bagaimanakah sistem indera penglihat (mata) pada manusia?


2. Bagaimanakah sistem indera pendengar (telinga) pada manusia?
3. Bagaimanakah sistem indera peraba (kulit) pada manusia?
4. Bagaimanakah sistem indera pengecap (lidah) pada manusia?
5. Bagaimanakah sistem indera pembau (hidung) pada manusia?

1
1.3 Tujuan Penulisan
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini sesuai dengan rumusan masalah di
atas adalah sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui bagaimana sistem indera penglihat (mata) pada manusia.
2. Untuk mengetahui bagaimana sistem indera pendengar (telinga) pada
manusia.
3. Untuk mengetahui bagaimana sistem indera peraba (kulit) pada manusia.
4. Untuk mengetahui bagaimana sistem indera pengecap (lidah) pada manusia.
5. Untuk mengetahui bagaimana sistem indera pembau (hidung) pada manusia.

2
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Indra Penglihatan (Mata)

Mata merupakan salah satu alat indra dari makluh hidup khususnya manusia
yang berfungsi menerima rangsangan berkas-berkas cahaya pada retina dengan
perantaraan serabut-serabut nervus optiku, mengantarkan rangsangan ini ke
pusat penglihatan pada otak untuk ditafsirkan. Mata tersebut merupakan alat
indra yang sangat kompleks.

Adapun mekanisme penglihatan pada mata adalah Benda-benda yang kita


lihat memantulkan cahaya, kemudian cahaya tersebut ditangkap oleh
mata.Cahaya menembus kornea, kemudian diteruskan ke pupil.Pupil melakukan
pengaturan intensitas cahaya dengan cara melebar atau menyempitkan
lingkarannya. Kemudian cahaya diteruskan ke lensa mata.Lensa mata dengan
kemampuan daya akomodasinya mengatur penerusan cahaya sehingga jatuh
tepat di bintik kuning retina.Pada bintik kuning, cahaya diterima oleh sel batang
(cahaya lemah) atau sel kerucut (cahaya kuat) dan kemudian diteruskan ke otak
dalam bentuk impuls melalui saraf optik.Impuls akan diterima oleh otak dan
informasi yang diberikan akan segera diterjemahkan sehingga kita dapat melihat
benda dengan jelas.

Menurut bagiannya mata memiliki dua bagian yaitu bagian luar dan bagian
dalam

a. Bagian Luar Mata


1) Alis
Alis adalah dua potongan kulit tebal yang melengkung dan
ditumbuhi oleh bulu yang berfungsi sebagai pelindung mata dari
sinar matahari yang sangat terik dan sebagai alat kecantikan

3
2) Kelopak Mata
Kelopak mata terdiri dari dua bagian, yaitu kelopak mata atas
dan kelopak mata bawah. Fungsinya adalah pelindung mata
sewaktu-waktu kalau ada gangguan pada mata dapat dilakukan
dengan menutup dan membuka mata. Kelopak mata yang normal
dapat menutup dan membuka dengan baik. Kelopak mata dapat
bergerak dengan sengaja, tetapi dapat juga bergerak secara
refleks. Gerakan sengaja terjadi sesuai dengan keinginan kita,
namun gerakan refleks terjadi tanpa dapat kita kontrol
3) Bulu Mata
Bulu mata adalah bagian berupa rambut halus yang terletak
pada atas dan bawah kelopak mata. Bulu mata berfungsi sebagai
pelindung dari kotoran yang hendak masuk. Kotoran ataupun
benda asing lainnya yang masuk ke dalam mata dapat
mengganggu fungsi utama mata sebagai organ penglihatan

b. Bagian Dalam mata

Gambar Bagian mata

1) Sklera (Selaput Putih)


Sklera merupakan lapisan luar bola mata yang konsistensinya
lumayan keras karena disusun oleh zat tanduk. Kata sklera sendiri
berasal dari bahasa Yunani, yaitu “skleros” yang artinya keras.
Karena sifatnya yang keras, sklera berfungsi untuk melindungi
bagian dalam dari bola mata. Normalnya Sklera berwarna putih,
elastis, tembus cahaya dan berserat kuat. Pada mata manusia
keseluruhan sklera berwarna putih sehingga terlihat kontras dengan
iris, namun pada mamalia lain skleranya kebanyakan berwarna
gelap, sejenis dengan iris.

4
2) Koroid
Koroid merupakan bagian mata yang terletak diantara Sklera
dan Retina. Koroid sering juga disebut sebagai lapisan pembuluh
darah pada mata, fungsi koroid adalah untuk memberikan nutrisi
dan oksigen kepada struktur di sekitarnya, terutama retina. Koroid
normal berwarna coklat atau hitam, warna gelap ini dimiliki agar
cahaya yang masuk tidak dipantulkan kembali. Bagian koroid yang
terputus akan membentuk iris, kemudia pada iris terdapat pupil
yaitu bagian yang berbentuk seperti lubang kecil. Koroid memiliki 4
lapisan.Lapisan Hallerm yaitu bagian terluar dari koroid dengan
diameter pembuluh darah yang paling besar.Lapisan Sattler yaitu
lapisan dengan pembuluh darah ukuran sedang pada daerah
koroid.Koriokapilaris merupakan bagian koroid yang pembuluh
darahnya berupa pembuluh kapiler.Membran bruch yaitu bagian
terdalam dari koroid dengan ukuran pembuluh darah yang paling
kecil.

3) Iris
Iris (selaput pelangi) merupakan bagian berwarna pada mata
yang memiliki otot-otot kecil untuk mengatur pencahayaan yang
diterima. Jaringan dalam iris berfungsi untuk mengatur jumlah
cahaya yang masuk ke mata, sedangkan pigmen dalam iris
bertanggung jawab untuk menentukan warna mata seseorang.
Setiap manusia memiliki pola dan tekstur iris yang berbeda, oleh
karena itu iris dapat digunakan untuk mengidentifikasi seseorang,
sama halnya dengan sidik jari. Warna iris pada orang Indonesia
umumnya adalah coklat atau hitam, namun adapula orang yang
memiliki iris berwarna biru, hijau, merah, dll. 

4) Pupil
Pupil adalah bagian mata yang berbentuk seperti lingkaran dan
terletak di tengah iris. Pupil berfungsi untuk mengatur cahaya yang
masuk ke mata dengan cara melebarkan atau menyempitkan
lingkarannya. Bila cahaya yang diterima semakin banyak
5
(bertambah terang) maka pupil akan menyempit, sedangkan bila
cahaya yang diterima semakin sedikit (bertambah gelap) maka
pupil akan melebar. Cahaya yang masuk melalui pupil kemudian
akan diteruskan ke lensa mata dan memusatkan bayangan ke
retina. Pengaturan masukan cahaya oleh pupil berfungsi untuk
menjaga penglihatan kita tetap Normal.

5) Retina
Retina adalah lapisan tipis yang terletak pada bagian dalam
bola mata. Retina berfungsi untuk menerima cahaya dan
membentuk bayangan benda dan kemudian akan disalurkan ke
saraf otak. Retina memiliki sel yang peka terhadap cahaya yang
disebut fotoreseptor. Terdapat 2 jenis sel yang berperan untuk
menangkap cahaya, yaitu Sel Batang (Basilus), merupakan sel
yang berperan dalam menangkap cahaya lemah (pada malam hari
atau dalam keadaan gelap).Sel Kerucut (Konus), berperan untuk
menerima cahaya saat keadaan terang (pada siang hari).
Kepekaan retina terhadap cahaya akan menentukan ketajaman
penglihatan seseorang. Pada manusia struktur retina berbentuk
lingkaran dengan diameter sekitar 22 mm. Pada bagian tengah
retina terdapat suatu daerah yang tidak peka terhadap cahaya
karena tidak memiliki fotoreseptor. Bagian ini disebut Blind
Spot atau titik buta. Pada retina juga terdapat bintik kuning, yaitu
bagian yang paling peka terhadap cahaya karena merupakan
tempat berkumpulnya sel-sel saraf. Bintik kuning berfungsi untuk
pusat penerimaan cahaya dan meneruskan sinyal tersebut ke otak.

6) Kornea
Kornea merupakan selaput bening mata yang transparan dan
dapat ditembus oleh cahaya. Kornea merupakan bagian yang
menutupi iris dan pupil, apabila kornea disentuh, maka akan terjadi
refleks menutup mata. Kornea berfungsi sebagai membran
pelindung dan struktur yang dilalui berkas cahaya untuk menuju ke
retina. Struktur kornea dapat dikatakan halus seperti kaca, namun
6
tetap kuat dan tahan lama. Kornea tidak memiliki pembuluh darah,
sehingga sumber nutrisinya berasal dari aqueous humor dan dari
air mata.

7) Aqueous Humor
Merupakan cairan yang terdapat pada bilik depan mata.
Aqueous Humor berfungsi untuk menjaga keseimbangan tekanan
di dalam bola mata dan memberikan nutrisi penting untuk mata,
serta mempertahankan bentuk dari bila mata. Aqueous humor
terletak diantara kornea dan lensa. Cairan dalam aqueous humor
terus berganti untuk menjaga kondisinya agar ia dapat menjalankan
fungsinya denngan baik.

8) Lensa Mata ( Lensa Kristalin)


Lensa merupakan bagian mata yang terletak di belakang pupil
dan iris mata. Lensa mata berfungsi untuk memfokuskan cahaya
agar jatuh tepat ke retina. Lensa merupakan struktur yang
trasparan. Lensa mata memiliki kemampuan khusus yang disebut
daya akomodasi, yaitu kemampuan untuk menebal atau menipis
sesuai dengan jarak benda yang dilihat. Untuk menjalankan
kemampuan tersebut, lensa didukung oleh otot mata (otot siliaris),
kontrasi atau relaksasi dari otot ini akan membuat perubahan
ukuran lensa sehingga dapat terjadi akomodasi. Lensa akan
semakin cembung apabila melihat benda yang dekat, dan semakin
cekung ketika melihat benda yang jauh.

9) Vitreous Humor
Vitreous Humor merupakan cairan kental bening yang mengisi
sebagian besar bola mata. Vitreous Humor terletak sebuah ruangan
diantara lensa mata dan retina. 98% dari vitreous humor
merupakan cairan, sebagian lainnya terdiri dari serat kolagen halus,
garam, gula dan sel – sel fagosit. Vitrous humor berfungsi untuk
menjaga bentuk bola mata dan mengatur tekanan mata.

7
10) Kotak Mata
Kotak mata pada tengkorak berfungsi melindungi bola mata dari
kerusakan. Selaput transparan yang melapisi kornea dan bagian
dalam kelopak mata disebut konjungtiva. Selaput ini peka terhadap
iritasi. Konjungtiva penuh dengan pembuluh darah dan serabut
saraf. Radang konjungtiva disebut konjungtivitis. Untuk mencegah
kekeringan, konjungtiva dibasahi dengan cairan yang keluar dari
kelenjar air mata (kelenjar lakrimal) yang terdapat di bawah alis. Air
mata mengandung lendir, garam, dan antiseptik dalam jumlah kecil.
Air mata berfungsi sebagai alat pelumas dan pencegah masuknya
mikro organisme ke dalam mata.

11) Otot Mata


Ada enam otot mata yang berfungsi memegang sklera. Empat di
antaranya disebut otot rektus (rektus inferior, rektus superior, rektus
eksternal, dan rektus internal). Otot rektus berfungsi menggerakkan
bola mata ke kanan, ke kiri, ke atas, dan ke bawah. Dua lainnya
adalah otot obliq atas (superior) dan otot obliq bawah (inferior).

2.2 Indra Pendengaran (Telinga)


Telinga merupakan sebuah organ yang mampu mendeteksi/mengenal suara
dan juga banyak berperan dalam keseimbangan dan posisi tubuh. Suara adalah
bentuk energi yang bergerak melewati udara, air, atau benda lainnya, dalam
sebuah gelombang. Walaupun telinga yang mendeteksi suara, fungsi pengenalan
dan interpretasi dilakukan di otak dan sistem saraf pusat. Rangsangan suara
disampaikan ke otak melalui saraf yang menyambungkan telinga dan otak (nervus
vestibulokoklearis).
Ada tiga bagian utama dari telinga manusia, yaitu bagian telinga luar, telinga
tengah, dan telinga dalam. Telinga luar berfungsi menangkap getaran bunyi, dan
telinga tengah meneruskan getaran dari telinga luar ke telinga dalam. Reseptor
yang ada pada telinga dalam akan menerima rangsang bunyi dan
mengirimkannya berupa impuls ke otak untuk diolah.

8
a. Bagian-bagian telinga

Gambar
1) Telinga luar
Telinga luar meliputi daun telinga (pinna), liang telinga (meatus
auditorius eksternus), dan saluran telinga luar. Bagian daun telinga berfungsi
untuk membantu mengarahkan suara ke dalam liang telinga dan akhirnya
menuju gendang telinga. Rancangan yang begitu kompleks pada telinga luar
berfungsi untuk menangkap suara dan bagian terpenting adalah liang telinga.
Saluran ini merupakan hasil susunan tulang rawan yang dilapisi kulit tipis. Di
dalam saluran ini terdapat banyak kelenjar yang menghasilkan zat seperti lilin
yang disebut serumen atau kotoran telinga. Bagian saluran yang
memproduksi sedikit serumen yang memiliki rambut. Pada ujung saluran
terdapat gendang telinga yang meneruskan suara ke telinga dalam.
Daun telinga manusia mempunyai bentuk yang khas, tetapi bentuk ini kurang
mendukung fungsinya sebagai penangkap dan pengumpul getaran suara.
Bentuk daun telinga yang sangat sesuai dengan fungsinya adalah daun
telinga pada anjing dan kucing, yaitu tegak dan membentuk saluran menuju
gendang telinga.
2) Telinga tengah
Bagian ini merupakan rongga yang berisi udara untuk menjaga
tekanan udara agar seimbang. Telinga tengah meliputi gendang telinga, 3
tulang pendengaran yaitu martir (malleus) menempel pada gendang telinga,
tulang landasan (incus), kedua tulang ini terikat erat oleh ligamentum
sehingga mereka bergerak sebagai satu tulang, dan tulang sanggurdi
(stapes) yang berhubungan dengan jendela oval. Muara tuba eustachi yang
menghubungkan ke faring juga berada di telinga tengah. Getaran suara yang

9
diterima oleh gendang telinga akan disampaikan ke tulang pendengaran.
Masing-masing tulang pendengaran akan menyampaikan getaran ke tulang
berikutnya. Tulang sanggurdi yang merupakan tulang terkecil di tubuh
meneruskan getaran ke koklea atau rumah siput.
3) Telinga dalam
Bagian ini mempunyai susunan yang rumit, terdiri dari labirin tulang dan
labirin membran. Ada lima bagian utama dari labirin membran,yaitu Tiga
saluran setengah lingkaran ,ampula ,utrikulus ,sakulus, koklea atau rumah
siput
Sakulus berhubungan dengan utrikulus melalui saluran sempit. Tiga
saluran setengah lingkaran, ampula, utrikulus dan sakulus merupakan organ
keseimbangan, dan keempatnya terdapat di dalam rongga vestibulum dari
labirin tulang.
Koklea mengandung organ Korti untuk pendengaran. Koklea terdiri dari
tiga saluran yang sejajar, yaitu: saluran vestibulum yang berhubungan
dengan jendela oval, saluran tengah dan saluran timpani yang berhubungan
dengan jendela bundar, dan saluran (kanal) yang dipisahkan satu dengan
lainnya oleh membran. Di antara saluran vestibulum dengan saluran tengah
terdapat membran Reissner, sedangkan di antara saluran tengah dengan
saluran timpani terdapat membran basiler. Dalam saluran tengah terdapat
suatu tonjolan yang dikenal sebagai membran tektorial yang paralel dengan
membran basiler dan ada di sepanjang koklea. Sel sensori untuk mendengar
tersebar di permukaan membran basiler dan ujungnya berhadapan dengan
membran tektorial. Dasar dari sel pendengar terletak pada membran basiler
dan berhubungan dengan serabut saraf yang bergabung membentuk saraf
pendengar. Bagian yang peka terhadap rangsang bunyi ini disebut organ
korti.

b. Cara kerja telinga


Gelombang bunyi yang masuk ke dalam telinga luar menggetarkan
gendang telinga. Getaran ini akan diteruskan oleh ketiga tulang dengar ke
jendela oval. Getaran Struktur koklea pada jendela oval diteruskan ke cairan
limfa yang ada di dalam saluran vestibulum. Getaran cairan tadi akan
menggerakkan membran Reissmer dan menggetarkan cairan limfa dalam
10
saluran tengah. Perpindahan getaran cairan limfa di dalam saluran tengah
menggerakkan membran basher yang dengan sendirinya akan menggetarkan
cairan dalam saluran timpani. Perpindahan ini menyebabkan melebarnya
membran pada jendela bundar. Getaran dengan frekuensi tertentu akan
menggetarkan selaput-selaput basiler, yang akan menggerakkan sel-sel
rambut ke atas dan ke bawah. Ketika rambut-rambut sel menyentuh membran
tektorial, terjadilah rangsangan (impuls). Getaran membran tektorial dan
membran basiler akan menekan sel sensori pada organ Korti dan kemudian
menghasilkan impuls yang akan dikirim ke pusat pendengar di dalam otak
melalui saraf pendengaran.

2.3 Indra Peraba (Kulit)


Kulit merupakan indra peraba yang mempunyai reseptor khusus untuk
sentuhan,  panas, dingin, sakit, dan tekanan. Reseptor untuk rasa sakit
ujungnya menjorok masuk ke daerah epidermis. Reseptor untuk tekanan,
ujungnya berada di dermis yang jauh dari epidermis. Reseptor untuk
rangsang sentuhan dan panas, ujung reseptornya terletak di dekat epidermis.
Kulit berfungsi sebagai alat pelindung bagian dalam, misalnya otot dan tulang.

a) B a g i a n - b a g i a n k u l i t
Kulit terdiri dari lapisan luar yang disebut epidermis dan lapisan dalam
atau lapisan dermis. Pada lapisan epidermis tidak terdapat pembuluh darah
dan sel saraf. Epidermis tersusun atas empat lapis sel yaitu:
 
 Stratum germinativum berfungsi membentuk lapisan di sebelah atasnya.
 Stratum granulosum yang berisi sedikit keratin yang menyebabkan kulit
menjadi keras dan kering. Selain itu sel-sel dari lapisan granulosum
umumnya menghasilkan pigmen hitam (melanin). Kandungan melanin
menentukan derajat warna kulit, kehitaman, atau kecoklatan.
 Stratum lusidum merupakan lapisan yang transparan.
 Stratum korneum merupakan lapisan yang paling luar

11
Gambar a.1-Penampang kulit manusia beserta resepto –reseptornya.

Penyusun utama dari bagian dermis adalah jaringan penyokong yang


terdiri dari serat yang berwarna putih dan serat yang berwarna kuning. Serat
kuning bersifat elastis/lentur, sehingga kulit dapat mengembang. Stratum
germinativum mengadakan pertumbuhan ke daerah dermis membentuk
kelenjar keringat dan akar rambut. Akar rambut berhubungan dengan
pembuluh darah yang membawakan makanan dan oksigen, selain itu juga
berhubungan dengan serabut saraf. Pada setiap pangkal akar rambut
melekat otot penggerak rambut. Pada waktu dingin atau merasa takut, otot
rambut mengerut dan rambut menjadi tegak. Di sebelah dalam dermis
terdapat timbunan lemak yang berfungsi sebagai bantalan untuk melindungi
bagian dalam tubuh dari kerusakan mekanik.
b) C a r a K e r j a K u l i t  
Rangsang yang dapat diterima kulit berupa sentuhan panas, dingin,
tekanan, dan nyeri. Ketika kulit menerima rangsang, rangsang tersebut
diterima oleh sel-sel reseptor. Selanjutnya, rangsang akan diteruskan ke otak
melalui urat saraf. Oleh otak, rangsang akan diolah. Akibatnya, kita
merasakan adanya suatu rangsang. Otak pun memerintahkan tubuh untuk
menanggapi rangsang tersebut.
c) K e l a i n a n p a d a k u l i t  
Kulit merupakan bagian tubuh terluar sehingga selalu berhubungan
dengan lingkungan sekitar. Oleh karena itu, kulit mudah terluka serta
terserang jamur dan bibit  penyakit lainnya.
12
2.4 Indra Pengecap (lidah)
Pada hakikatnya, lidah mempunyai hubungan yang sangat erat dengan
indera khusus pengecap. Lidah sebagian besar terdiri dari dua kelompok otot.
Otot intrinsik lidah melakukan semua gerakan halus, sementara otot extrinsik
mengaitkan lidah pada bagian-bagian sekitarnya serta melaksanakaan gerakan-
gerakan kasar yang sangat penting pada saat mengunyah dan menelan. Lidah
mengaduk-aduk makanan, menekannya pada langit-langit dan gigi. Dan akhirnya
mendorong masuk faring.
Lidah terletak pada dasar mulut, sementara pembuluh darah
dan urat ssraf masuk dan keluar pada akarnya. Ujung serta pinggiran lidah
bersentuhan dengan gigi-gigi bawah, sementara dorsum merupakan permukaan
melengkung pada bagian atas lidah. Bila lidah digulung kebelakang maka
tampaklah permukaan bawahnya yang disebut frenulum linguae, sebuah struktur
ligmen halus yang mengkaitkan bagiab posterior lidah pada dasar mulut. Bagian
anterior lidah bebas tidak terkait. Bila dijulurkan maka ujung lidah meruncing, dan
bila terletak tenang di dasar mulut, maka ujung lidah berbentuk bulat. Selaput
lendir (membran mukosa) lidah selalu lembab,dan pada waktu tertentu berwarna
merah jambu. Permukaan atasnya seperti beludru dan ditutupi papil-papil, yang
terdiri atas tiga jenis.

Gambar 2.1.1- Indra Pengecap (lidah)

13
Papillae sirkumualata. Ada delapan hingga dua belas buah dari jenis
ini yang terletak pada bagian dasar lidah . Papillae sirkumvalata adalah jenis
papillae yang terbesar, dan masing-masing dikelilingi semacam lekukan
seperti parit. Papillae ini tersusun berjejer membentuk huruf V pada bagian
belakang lidah.
Papillae fungiformis menyebar pada permukaan ujung dan sisi lidah
dan berbentuk jamur. Papilae Filiaformis menyebar pada permukaan lidah.
Organ ujung untuk pengecapan adalah puting-puting pengecap yang sangat
banyak terdapat dalam dinding papillae sirkumvalata dan fungiforum. Papillae
filiform lebih berfungsi untuk menerima rasa sentuh, daripada rasa
pengecapan yang sebenarnya. Selaput lendir langit-langit dan faring juga
bermuatan puting-puting pengecap. Ada empat macam rasa kecapan ;
manis,pahit,asam dan asin. Kebanyakan makanan memiliki ciri harum dan ciri
rasa, tetapi ciri-ciri itu merangsang ujung saraf penciuman, dan bukan ujung
saraf pengecapan. Supaya dapat dirasakan, semua makanan harus menjadi
cairan, serta harus sungguh-sungguh bersentuhan dengan ujung saraf yang
mampu menerima rangsangan yang berbeda-beda. Puting pengecap yang
berbeda-beda menimbulkan kesan rasa yang berbeda-beda juga.
Lidah memiliki pelayanan persarafan yang majemuk. Otot-otot lidah
mendapat pensarafan dari urut saraf hipoglosus (Saraf otak kedua belas).
Daya perasaannya dibagi menjadi ‘perasaan umum”, yang menyangkut taktil
perasa seperti membedakan ukuran, bentuk, susunan, kepadatan, suhu, dan
sebagainya, dan “rasa pengecap khusus”
Impuls perasaan umum bergerak mulai dari bagian anterior lidah
dalam serabut saraf lingual yang merupakan sebuah cabang urat saraf kranial
kelima, sementara impuls indera pengecap bergerak dalam khorda timpani
bersama saraf lingual, lantas kemudian bersatu dengan saraf kranial ketujuh,
yaitu nervus daraf fasialis.
Saraf kranial kesembilan, saraf glossofaringeal,membawa, baik impuls
perasaan umum, maupun impuls perasaan khusus dari sepertiga posterior
lidah.
Dengan demikian indera pengecapan lidah dilayani oleh saraf kranial kelima,
ketujuh dan kesembilan, sementara gerakan-gerakannya dipersarafi oleh
saraf kranial kedua belas.
14
2.5 Indra Pencium (Hidung)

Saat manusia baru lahir indera penciumannya lebih kuat dari manusia dewasa,
karena dengan indera ini bayi dapat mengenali ibunya. Indera penciuman
manusia dapat mendeteksi 2000 - 4000 bau yang berbeda. Indera pembau
manusia berupa kemoreseptor yang terdapat di permukaan dalam hidung, yaitu
pada lapisan lendir  bagian atas. Reseptor pencium tidak bergerombol seperti
tunas pengecap.

Gambar 2.5.1 Hidung

a. Bagian-bagian hidung
Hidung manusia di bagi menjadi dua bagian rongga yang sama besar yang di
sebut dengan nostril. Dinding pemisah di sebut dengan septum, septum
terbuat dari tulang yang sangat tipis. Rongga hidung di lapisi dengan rambut
dan membran yang mensekresi lendir lengket.
 
1. Rongga hidung (nasal cavity) berfungsi untuk mengalirkan udara dari luar ke
tenggorokan menuju paru paru. Rongga hidung ini di hubungkan dengan
bagian  belakang tenggorokan. Rongga hidung di pisahkan oleh langit-
langit mulut kita yang di sebut dengan palate. Di rongga hidung bagian
atas terdapat sel-sel reseptor atau ujung- ujung saraf pembau. Ujung-
ujung saraf pembau ini timbul  bersama dengan rambut-rambut halus
pada selaput lendir yang berada di dalam rongga hidung bagian atas.
dapat membau dengan baik.

15
2. Mucous membrane
Berfungsi menghangatkan udara dan melembabkannya. Bagian ini membuat
mucus (lendir atau ingus) yang berguna untuk menangkap debu, bakteri, dan
partikel-partikel kecil lainnya yang dapat merusak paru-paru.

b. Cara Kerja Hidung


Indera penciuman mendeteksi zat yang melepaskan molekul-molekul
di udara. Di atap rongga hidung terdapat olfactory epithelium yang sangat
sensitif terhadap molekul-molekul bau, karena pada bagian ini ada bagian
pendeteksi bau (smell receptors)
.
Reseptor ini jumlahnya sangat banyak ada sekitar 10 juta. Ketika
partikel bau tertangkap oleh reseptor, sinyal akan di kirim ke the olfactory bulb
melalui saraf olfactory. Bagian inilah yang mengirim sinyal ke otak dan
kemudian di proses oleh otak, bau apakah yang telah tercium oleh hidung
kita, apakah itu harumnya bau sate  padang atau menyengat nya bau
selokan.

16
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Mata mempunyai reseptor khusus untuk mengenali perubahan sinar dan
warna. Sesungguhnya yang disebut mata bukanlah hanya bola mata, tetapi
termasuk otot-otot  penggerak bola mata, kotak mata, kelopak, dan bulu mata.
Cara kerja mata manusia  pada dasarnya sama dengan cara kerja kamera,
kecuali cara mengubah fokus lensa. Ada  berbagai macam kelainan pada mata,
seperti: presbiopi, hipermetropi, miopi, astigmatisma, katarak, imeralopi,
xeroftalxni, keratomealasi, dan lain sebagainya. Telinga mempunyai reseptor
khusus untuk mengenali getaran bunyi dan untuk keseimbangan tubuh. Ada tiga
bagian utama dari telinga manusia, yaitu bagian telinga luar, telinga tengah, dan
telinga dalam. Ada berbagai kelainan pada telinga, seperti: tuli, congek, otitis
eksterna, perikondritis, eksim, cidera, tumor, kanker, dan lain sebagainya. Kulit
merupakan indra peraba yang mempunyai reseptor khusus untuk sentuhan,
panas, dingin, sakit, dan tekanan.
Kulit terdiri dari lapisan luar yang disebut epidermis dan lapisan dalam yang
disebut lapisan dermis. Kelainan-kelainan yang ada pada kulit yaitu: jerawat,
panu, kadas, skabies, eksim, biang keringat, dan lain sebagainya. Lidah
mempunyai reseptor khusus yang berkaitan dengan rangsangan kimia.
Permukaan lidah dilapisi dengan lapisan epitelium yang banyak mengandung
kelenjar lendir, dan reseptor pengecap berupa tunas pengecap. Lidah berfungsi
sebagai pengecap rasa dan sebagai pembantu dalam tindakan berbicara.
Kelainan yang ada pada lidah yaitu: oral candidosis, atropic glossitis, geografic
tongue, fissured tongue, glossopyrosis, dan lain sebagainya. Indra pembau
berupa kemoreseptor yang terdapat di permukaan dalam hidung, yaitu pada
lapisan lendir bagian atas. Kelainan-kelainan yang ada pada hidung yaitu:
angiofibroma juvenil, papiloma juvenil, rhinitis allergica, sinusitis, salesma dan
influensa, anosmia, dan lain sebagainya

17
DAFTAR PUSTAKA

Slone ethel.2003.Anatomi dan Fisiologi untuk Pemula.Jakarta.Buku Kedokteran


EGC.

Drs. Syaifuddin, B.Ac. 1992. Anatomi Fisiologi Untuk Siswa Perawat. Jakarta
Buku Kedokteran EGC

Husada Dian.2012. Anatomi Fisiologi.

18