Anda di halaman 1dari 20

PENGAMBILAN

KEPUTUSAN LEGAL ETIS

MARIA ANITA Y., S.KEP., NS., M.KES


Pengambilan Keputusan Etis
Keperawatan
 Langkah pertama yang penting dalam
pengambilan keputusan etik adalah memastikan
bahwa masalah memiliki muatan etik dan moral.
Tapi tidak semua masalah keperawatan memiliki
muatan moral
 Ketika pasien mengambil keputusan maka peran
perawat adalah supportif
 Suportif: perawat membagi pengetahuan dan
keahlian kasus mereka dengan klien agar
memungkinkan mereka mengambil keputusan
berdasarkan informasi
Faktor2 yang Mempengaruhi
Pengambilan Keputusan Etik
 Faktor Iman (Tuhan YME)
 Faktor tabiat (susunan batin)
 Faktor norma /hukum
 Faktor situasi
 Faktor Lingkungan
3 model pengambilan keputusan
1. Keputusan etis yang berpusat pada pasien
2. Keputusan Etis yang berpusat pada dokter
3. Keputusan etis yang berpusat pada birokrasi
5 tahap pengambilan keputusan
1. Pengkajian dan pengumpulan data: Pertimbangan
situasional

2. Identifikasi: Pertimbangan etika dan non etika

3. Mempertimbangkan kemungkinan tindakan


4. Keputusan dan seleksi tindakan: kontribusi faktor
internal, eksternal dan kualitas keputusan dan tindakan

5. Refleksi terhadap keputusan dan tindakan yang diambil


Prinsip Etika Keperawatan
A. Autonomy (otonomi)
B. Beneficience (berbuat baik)
C. Nonmaleficience (tidak merugikan)
D. Veracity (kejujuran)
E. Justice (keadilan)
F. Confidentiality (kerahasiaan)
G. Fidelity (menepati janji)
H. Accountability (akuntabilitas)
Autonomy (otonomi)
 Tindakan untuk dirinya sendiri
 Individu mempunyai hak utk membuat keputusan dan
mengambil tindakan secara bebas tanpa tekanan dari
luar
 Menentukan nasibnya sendiri
 Mengenali kapasitas dan prespektif seseorang
 Hak untuk mendapatkan gambaran
 Hak untuk mengambil keputusan
 Tindakan diambil berdasarkan nilai dan keyakinan
seseorang
Beneficience (berbuat baik)

 Melakukan tindakan secara wajar


 Individu menerima apa yang layak
 Memberikan apa yang selayaknya diterima
 Harus memberikan tindakan yang sama
 Kewajiban untuk menceritakan dengan benar
 Tidak berbohong atau menipu yang lain
Nonmaleficience (tidak merugikan)

 Tidak melakukan tindakan yang berbahaya


 Mengindari segala sesuatu yang berbahaya
sengaja atau tidak disengaja
 Sebagai dasar dari beberapa aturan dalam
keperawatan
Veracity (kejujuran)

 Kewajiban menceritakan dengan benar


 Tidak berbohong atau menipu yang lain
 Menghormati orang lain
 Hubungan saling percaya
Fidelity (menepati janji)

 Kewajiban seorang menjaga komitmen terhadap


dirinya dan orang lain
 Dalam perawatan kesehatan, termasuk keyakinan
penuh terhadap profesi atau loyal dan menerima
tanggung jawab sebagai bagian dari praktik
profesi
Confidentiality (kerahasiaan)

 Keadaan yang harus dirahasiakan


 Seseorang mempunyai kontrol lebih terhadap
informasi orang lain
 Dalam konsteks hubungan profesional
Accountability (akuntabilitas)

 Standar yang pasti bahwa tindakan seorang yang


profesional dapat dinilai dalam situasi yang tidak
jelas
Isu etik dalam praktik keperawatan
 1. Transplantasi organ
 2. Euthanasia : pasif, aktif
Prinsip legal dalam praktik
keperawatan
1. Malpraktik
Adalah praktik kedokteran yg salah satu tdk sesuai
dengan standar profesi atau SOP
2. Kesalahan
Adalah kesalahan sipil yg dibuat terhadap seseorang
atau hak milik, kesalahan bisa diklarifikasi mjd
kesalahan tdk disengaja atau disengaja
Tindakan yg termasuk malpraktik
1. Kesalahan diagnosa
2. Penyuapan
3. Penyalahgunaan alat-alat kesehatan
4. Pemberian dosis obat yang salah
5. Salah pemberian obat pada pasien
6. Alat-alat yang tidak memenuhi standar kesehatan
atau tidak steril
7. Kesalahan prosedur operasi
Dampak malpraktik
a. Merugikan pasien terutama cacat fisik
b. Bagi petugas kesehatan menimbulkan gangguan
psikologis karena merasa bersalah
c. Dari segi hukum dapat dijerat hukum pidana
d. Dari segi sosial dapat dikucilkan oleh masyarakat
e. Dari segi agama berdosa
f. Dari etika keperawatan melanggar etika
keperawatan, bukan tindakan profesional
TUGAS
 Apa isu –isu dalam praktik keperawatan
 Analisis:
a. Masalah etiknya
b. Pemecahan masalahnya
c. Pengambilan keputusan legal etiknya