Anda di halaman 1dari 8

TUGAS

TEKNOLOGI SEDIAAN BAHAN ALAM

Disusun Oleh :

1. Gusti Dilla Jayanti (1041711065)


2. Luthfita Elvira P (1041711084)
3. Marceline Samantha (1041711086)
4. Maulani Umi Hanik (1041711088)

PROGRAM STUDI S1 FARMASI


SEKOLAH TINGGI ILMU FARMASI “YAYASAN PHARMASI”
SEMARANG
2020
1. Sebuah industri farmasi akan memproduksi X dengan menggunakan serbuk simplisia
kering kulit buah manggis sebagai bahan baku utama. Farmasi melakukan
pemeriksaan keaslian serbuk simplisia manggis yang dipasok oleh supplier bahan
baku. Apakah senyawa aktif yang tepat untuk dijadikan sebagai senyawa penanda
(marker) pada proses pemeriksaan tersebut ?
a. Xanthone
b. Caffein
c. Kurkumin
d. Marmin
e. Kuersetin

Pembahasan : Manggis (Garcinia mangostana L.) merupakan salah satu buah tropis
yang terdapat di Asia Tenggara. Buah Manggis merupakan salah satu buah yang dapat
digunakan untuk membantu mengobati infeksi kulit, luka dan diare. Di dalam manggis
terdapat suatu senyawa yang secara farmakologis tidak hanya digunakan sebagai
antiinfeksi dan anti malaria melainkan juga digunakan sebagai antioksidan. Senyawa
marker yang memiliki sifat tersebut adalah xanthone. Xanthone merupakan metabolit
sekunder yang terdapat dalam kulit buah manggis (Zarena dan Udaya, 2009).

2. Seorang staff QC industry obat tradisional akan membuat sediaan teh pelangsing.
Simplisia yang akan digunakan dilakukan analisis secara mikroskopik dan diketahui
memiliki spesifikasi rambut penutup berbentuk bintang. Simplisia apakah yang
digunakan oleh industri obat tradisional tersebut?
a. Abri Folium
b. Guazumae Folium
c. Theae Folium
d. Jasmini Flos
e. Hibiscus sabdariffa
Pembahasan:

Guazumae Folium
3. Karena kromatografi gas digunakan untuk analisis bahan-bahan yang yang mudah
menguap. Seorang apoteker baru saja menerima baku pembanding andrografolid yang
akan digunakan sebagai baku pembanding dalam penetapan kadar andrografolid dari
ekstrak daun sambiloto untuk bahan baku produk jamu antimalaria. Baku pembanding
ini harus disimpan dalam ruangan khusus pada suhu kamar terkendali. Berapakah
rentang suhu ruangan tersebut?
a. 2-8ºC
b. 8-20ºC
c. 10-20ºC
d. 10-25ºC
e. 15-30ºC
Pembahasan : Suhu Penyimpanan
 Dingin Suhu tidak lebih dari 8 derajat. Lemari pendingin mempunyai suhu 2 – 8
derajat sedangkan lemari pembeku mempunyai suhu antar -20 - -0 derajat.
 Sejuk Suhu antara 8 - 15 derajat kecuali dinyatakan lain harus disimpan pada suhu
sejuk dapat disimpan dalam lemari pendingin.
 Suhu kamar terkendali adalah suhu yang diatur antara 15-30 derajat .
 Hangat adalah suhu antara 30-40 derajat.
4. Suatu industri obat tradisional akan memproduksi obat herbal terstandar kapsul
ekstrak biji pala untuk membantu mengatasi gejala insomnia. Untuk menjamin
kandungan senyawa miristin sebagai senyawa identitas ekstrak tersebut, maka
dilakukan penetapan kadar minyak atsiri dalam ekstrak biji pala tersebut. Sebanyak 15
kg ekstrak didestilasi dan dihasilkan sebanyak 650 mL minyak atsiri. Berapakah kadar
minyak atsiri dalam ekstrak tersebut?

a. 2,3%
b. 4,3%
c. 23,0%
d. 42,3%
e. 43,4%
Pembahasan :
volume minyak atsirih yang didapay (ml)
Rendemen =
b
Rendemen = b1 / b0 x 100 %,

b0 = bobot bahan yang disuling (gram)

b1=bobot minyak hasil penyulingan

Kadar Minyak Atsiri= 650/15000 x 100%= 4,3%


(sumber : Novari dkk, 2007,Isolasi dan penentuan kadar minyak atsiri dari daun dan
kulit kayu manis (Cinnamomum burmannii bl.) dengan metode kromatografi gas,
Jurnal Kehutanan Unmul 3(1),Samarinda)

5. Apoteker dibagian QC suatu industry farmasi akan melakukan pemeriksaan


paracetamol, epedrine dan CTM dari sebuah produk obat flu. Pemeriksaan kadar akan
dilakukan dengan HPLC, menggunakan kolom C-18 dan fase gerak campuran air
methanol (3-1), bagaiman perbandingan polaritas fase diam (kolom) dan atau fase
gerak yang digunakan?
a. Fase diam dan fase gerak memiliki polaritas yang sama.
b. Fase diam lebih polar daripada fase gerak
c. Fase gerak lebih polar daripada fase diam
d. Kedua pelarut pada fase gerak memiliki polaritas yang sama
e. Methanol lebih polar daripada air
Pembahasan : Pada kromatografi fase terbalik, fase diak adalah senyawa non polar
(biasanya suatu hidrokarbon) dan fase gerak pelarut yang relative lebih polar seperti
air, methanol, atau asetonitril. Pada kromatografi fase normal, senyawa yang kurang
polar paking baik kelarutannya dalam fase gerak. Peningkatan kepolaran fase gerak
dapat memperpendek waktu elusi. Sebaliknya, pada kromatografi fase terbalik
senyawa-senyawa polar akan terelusi lebih awal, dan peningkatan kepolaran fase
gerak akan memperbesar waktu elusi (Buku KCKT. Meri Susanti, hal 27).

6. Seorang perempuan menebus resep ke Apotek, resep berisikan suplemen zat besi.
Menurut penuturan perempuan tersebut, dia rutin meminum teh pada pagi hari.
Kemudian apoteker memberikan konseling kepada perempuan tersebut, kalau zat besi
dan teh dapat membentuk ikatan khelat. Zat apakah didalam teh yang dapat
membentuk khelat?
a. Alkaloid
b. Flavonoid
c. Saponin
d. Tanin
e. Terpenoid
Pembahasan : Tanin merupakan sejenis polifenol yang terdapat dalam teh, kopi, dan
beberapa jenis sayuran dan buah. Tanin dipercaya memiliki khasiat yang baik untuk
kesehatan dan merupakan salah satu antioksidan alami yang terkandung pada
tanaman. Oleh karena rendahnya bioavailibilitas dari polifenol termasuk tanin, hanya
sedikit yang terserap oleh tubuh. Tanin diketahui memiliki efek mengikat zat besi,
sehingga zat besi sulit dicerna dan pada akhirnya ikut terbuang melalui keringat atau
urin.

7. Suatu industri farmasi ingin membuat sediaan dari ekstrak rimpang jahe yang
mengandung minyak atsiri, metode ekstraksi yang tepat yaitu
a. Refluks
b. Destilasi
c. Maserasi
d. Sokletasi
e. Deflokuasi
Pembahasan : Proses destilasi diawali dengan pemanasan, sehingga zat yang memiliki
titik didih rendah akan menguap. Uap tersebut bergerak menuju kondensor yaitu
pendingin, proses pendinginan terjadi karena kita mengalirkan air kedalam dinding
(bagian luar kondensor), sehingga uap yang dihasilkan akan kembali cair. Proses ini
berjalan terus menerus dan akhirnya kita dapat memisahkan seluruh senyawa-
senyawa yang ada dalam campuran homogen tersebut (Wikipedia, 2014).
Minyak atsiri dikenal dengan nama minyak eteris atau minyak terbang. Minyak atsiri
merupakan bahan yang bersifat mudah menguap. maka dari itu proses ekstraksi
minyak atsiri yang tepat adalah destilasi.

8. Seorang analis farmasi di sebuah industri obat tradisional melakukan identifikasi


terhadap zat identitas terhadap sampel Blumeae balsamiferaeFolium secara
kromatografi lapis tipis (KLT). Zat identitas Blumeae balsamiferae Folium adalah
kuersetin dengan struktur sebagai berikut:
Pereaksi semprot apakah yangdigunakan untuk mendeteksi senyawa pada lempeng
KLT?
a. Anisaldehid asam sulfat
b. Dragendorf
c. Kalium permanganat
d. Liebermann Burchard
e. Sitroborat

Pembahasan : Pereaksi semprot sitroborat digunakan untuk mendeteksi keberadaan


senyawa golongan flavonoid dari glikosida saponin. Reaksi positif ditunjukkan
dengan berpendar dibawah sinar UV 366 nm.

9. Produk dari bahan alam yang dipakai secara utuh ataupun sebagian yang telah diambil
sarinya, telah mengalami proses standardrisasi dan dipercaya memiliki khasiat dan
telah teruji secara klinis disebut….
a. OHT
b. Fitofarmaka
c. Jamu
d. Farmakognosi
e. Sirup
Pembahasan:
- Fitofarmaka: Sedian obat bahan alam yang keeamanan dan khasiatnya telah teruji
secara praklinik dan klinik.
- OHT: Obat dari bahan alam yang keamanan dan khasiatnya telah melalui uji pralinik
dan bahan bakunya telah distandardisasi.
- Jamu: Ramuan yang biasanya digunakan oleh masyarakat, berdasarkan data empiris.

10. Seorang Apoteker R&D melakukan anilsis kadar asm mefenamat menggunakan
HPLC dengan fase diam C18 dan fase gerak acetonitril: buffer fosfat: etanol.
Kromatografi jenis apa yang digunakan oleh apoteker?
a. Kromatografi fase normal
b. Kromatografi absorbsi normal
c. Kromatografi fase terbalik
d. Kromatografi absorbsi terbalik
e. Kromatografi absorbi reversed

Pembahasan: Komponen Kromatografi Cair Kinerja Tinggi berdasarkan kepolaran


fasa diam dan fasa gerak:
 Fase normal (Normal Phase) : Kombinasi antara fase diam polar dan fase gerak
non polar.
 Fase terbalik (Reversed Phase) : Fase diam non polar dan fase geraknya polar,
kepolaran fase gerak lebih tinggi dari fase diamnya
 Untuk kolom “Reversed Phase” biasanya menggunakan C8, C18, fenil dll.