Anda di halaman 1dari 28

LINGKUP KEPERAWATAN

PERAN & FUNGSI PERAWAT

Oleh :
Maria Anita Y., S.Kep.,
Oleh : Sobar Darmaja,Ns.,
S.Psi,M.Kes
MKM
Seperangkat tingkah laku yang diharapkan oleh
orang lain terhadap seseorang, sesuai
kedudukannya dalam suatu sistem dalam peran
sosialnya
Peran Perawat
Peran

Dipengaruhi oleh keadaan sosial baik dari dalam


maupun dari luar profesi keperawatan dan bersifat
konstan

Seseorang yang telah lulus dan mendapatkan ijazah


dr pendidikan kesehatan yg diakui pemerintah (PP
No. 32 th 1996 ttg tenaga kesehatan )

Perawat
Perawat adalah seseorang yang telah lulus
pendidikan tinggi keperawatan, baik di dalam
maupun luar negeri yang diakui Pemerintah sesuai
dengan ketentuan Peraturan Perundang-undangan
(UU No. 38/2014 P 1 ayat 2)
PERAN PERAWAT

Merupakan tingkah laku yang diharapkan oleh


orang lain terhadap seseorang sesuai dengan
kedudukan dalam system, di mana dapat
dipengaruhi oleh keadaan sosial baik dari profesi
perawat maupun dari luar profesi keperawatan
yang bersifat konstan
Pemberi
Asuhan
Keperawatan

Peneliti / Advokat
Pembaharu Klien

Peran
Perawat
Konsultan Edukator

Kolaborator Koordinator

Konsorsium ilmu kesehatan (2009)


Pemberi Asuhan Keperawatan
• Peran sebagai pemberi asuhan keperawatan ini dapat
dilakukan perawat dengan memperhatikan keadaan
kebutuhan dasar manusia yang dibutuhkan melalui
pemberian pelayanan keperawatan dengan
menggunakan proses keperawatan sehingga dapat
ditentukan diagnosis keperawatan agar bisa
direncanakan dan dilaksanakan tindakan yang tepat
sesuai dengan tingkat kebutuhan dasar manusia,
kemudian dapat dievaluasi tingkat perkembangannya.
• Pemberian asuhan keperawatan ini dilakukan dari yang
sederhana sampai dengan kompleks.
Advokat Klien
• Peran ini dilakukan perawat dalam membantu
klien dan keluarga dalam menginterpretasikan
berbagai informasi dari pemberi pelayanan atau
informasi lain khususnya dalam pengambilan
persetujuan atas tindakan keperawatan yang
diberikan kepada pasien, juga dapat berperan
mempertahankan dan melindungi hak-hak
pasien yang meliputi hak atas pelayanan sebaik-
baiknya, hak atas informasi tentang penyakitnya,
hak atas privasi, hak untuk menentukan nasibnya
sendiri dan hak untuk menerima ganti rugi akibat
kelalaian.
Edukator
• Peran ini dilakukan dengan membantu klien
dalam meningkatkan tingkat pengetahuan
kesehatan, gejala penyakit bahkan tindakan
yang diberikan, sehingga terjadi perubahan
perilaku dari klien setelah dilakukan
pendidikan kesehatan.
Koordinator
• Peran ini dilaksanakan dengan mengarahkan,
merencanakan serta mengorganisasi
pelayanan kesehatan dari tim kesehatan
sehingga pemberian pelayanan kesehatan
dapat terarah serta sesuai dengan kebutuan
klien.
Kolaborator
• Peran perawat disini dilakukan karena
perawat bekerja melalui tim kesehatan yang
terdiri dari dokter, fisioterapis, ahli gizi dan
lain-lain dengan berupaya mengidentifikasi
pelayanan keperawatan yang diperlukan
termasuk diskusi atau tukar pendapat dalam
penentuan bentuk pelayanan selanjutnya.
Konsultan
• Peran disini adalah sebagai tempat konsultasi
terhadap masalah atau tindakan keperawatan
yang tepat untuk diberikan. Peran ini
dilakukan atas permintaan klien terhadap
informasi tentang tujuan pelayanan
keperawatan yang diberikan.
Peneliti / Pembaharu
• Peran sebagai pembaharu dapat dilakukan
dengan mengadakan perencanaan, kerjasama,
perubahan yang sistematis dan terarah sesuai
dengan metode pemberian pelayanan
keperawatan.
Fungsi Perawat
• Fungsi adalah suatu pekerjaan yang
harus dilaksanakan sesuai dengan
perannya.
• Fungsi dapat berubah dari suatu keadaan
ke keadaan yang lain
Independen Mandiri

Fungsi Intruksi dari


Dependen
Perawat perawat lain

Kerjasama dg tim
Interdependen
kesehatan lain
Fungsi Independent

Merupan fungsi mandiri dan tidak tergantung pada


orang lain, dimana perawat dalam melaksanakan
tugasnya dilakukan secara sendiri dengan keputusan
sendiri dalam melakukan tindakan dalam rangka
memenuhi kebutuhan dasar manusia seperti pemenuhan
kebutuhan fisiologis (pemenuhan kebutuhan oksigenasi,
pemenuhan kebutuhan cairan dan elektrolit, pemenuhan
kebutuhan nutrisi, pemenuhan kebutuhan aktifitas dan
lain-lain), pemenuhan kebutuhan keamanan dan
kenyamanan, pemenuhan cinta mencintai, pemenuhan
kebutuhan harga diri dan aktualisasi diri.
Fungsi Dependen
• Merupakan fungsi perawat dalam
melaksanakan kegiatan atas pesan atau
instruksi dari perawat lain. Sehingga sebagian
tindakan pelimpahan tugas yang di berikan.
Hal ini biasanya dilakukan oleh perawat
spesialis kepada perawat umum atau dari
perawat primer ke perawat pelaksana.
Fungsi Interdependen
• Fungsi ini dilakukan dalam kelompok tim yang
bersifat saling ketergantungan di antara tim satu
dengan yang lainnya.
• Fungsi ini dapat terjadi apabila bentuk pelayanan
membutuhkan kerja sama tim dalam pemberian
pelayanan seperti dalam memberikan asuhan
keperawatan pada penderita yang mempunya
penyakit kompleks.
• Keadaan ini tidak dapat diatasi dengan tim
perawat saja melainkan juga dari dokter ataupun
yang lainnya.
WEWENANG PERAWAT
KONSELING
TIND.MEDIS
WEWENANG
WEWENANG PERAWAT
PERAWAT
KES

PENGKAJIAN TIND.KEP

DIAGNOSA
WEWENANG EVAL.KEP
PERAWAT

TERAPI
PERENC.KEP
KEP

OBSERV.KEP
KEWENANGAN PERAWAT **

ASUHAN KEPERAWATAN
 pengkajian,
 penetapan diagnosa keperawatan,
 perencanaan,
 implementasi,
 dan evaluasi keperawatan

18
KEWENANGAN PERAWAT
• IMPLEMENTASI KEPERAWATAN
• penerapan perencanaan
• pelaksanaan tindakankeperawatan
 pelaksanaan prosedur keperawatan
 observasi keperawatan
 pendidikan dan konseling kesehatan

19
TINDAKAN KEPERAWATAN KOMPLEMENTER

 AROMATHERAPY
 MASSAGE
 REFLEXOLOGY
 HIPNOTHERAPY
 ACUPUNCTURE *
 HERBAL MEICINE *
 DLL

20
PERAWAT DAPAT MELAKUKAN DILUAR
KEWENANGAN
• KONDISI GAWAT DARURAT
• DIWILAYAH TERSEBUT TIDAK ADA DOKTER
• DALAM RANGKA MELAKSANAKAN PROGRAM
PEMERINTAH
WEWENANG PERAWAT DALAM RUUK
WEWENANG PERAWAT MANDIRI
• Melakukan pengkajian klien secara holistik
• Menetapkan diagnosis keperawatan
• Merencanakan tindakan keperawatan
• Melaksanakan tindakan keperawatan
• Mengevaluasi hasil tindakan keperawatan
• Melakukan rujukan klien
• Menerima konsultasi keperawatan
• Melakukan pelayanan keperawatan dan atau kesehatan dirumah
• Memberikan pengobatan terbatas dan tindakan medik terbatas
sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku
Melaksanakan tugas limpah

Dalam keadaan darurat yang mengancam


kehidupan atau nyawa klien perawat dapat
melakukan tindakan di luar kewenangan.
Dalam keadaan luar biasa atau bencana, perawat
dapat melakukan tindakan di luar kewenangan
untuk membantu mengatasi keadaan luar biasa
atau bencana tersebut.
Untuk meningkatkan akses dan cakupan pelayanan
kesehatan, perawat dapat melakukan tindakan di
luar kewenangannya sebagai perawat dengan
ketetapan pemerintah daerah setempat.
KUALIFIKASI PERAWAT
• VOKASIONAL
• PROFESSIONAL
– PROFESSIONAL SPESIALIS
– KONSULTAN
Konsil Keperawatan Indonesia
Sebagai Lembaga Independen
(Nursing Regulatory Authority Body)
 Struktur
 Fungsi
 Tugas
 Kewenangan
REGISTRASI PERAWAT
 Setiap perawat yang akan melakukan praktik keperawatan
di Indonesia harus memiliki STRP
 Registrasi perawat dilakukan dalam 2 (dua) kategori:
– PVL/LVN perawat vokasi Terlisensi
– NR /RN untuk perawat profesional
• Melalui Uji Kompetensi dan memerlukan
Rekomendasi ORGANISASI PROFESI
• Masa berlaku 5 tahun
LISENSI
• Diberikan oleh Dinkes Kab/Kota
• Dalam dua bentuk
– SIPV untuk Perawat Vokasional
– SIPP untuk Perawat Profesional/Spesialis
• SIPV di Sarana Kesehatan
• SIPP di Sarana Kesehatan dan Praktik Mandiri
• Vokasi (PVL) dapat memperoleh SIPP : lulus uji
kompetensi RN
• Memerlukan Rekomendasi Organisasi Profesi
THANKS