Anda di halaman 1dari 22

KARYA TULIS SOSIOLOGI

REMAJA YANG DAPAT MERESAHKAN MASYRAKAT DAN


MERUSAK FASILITAS DI BALI PADA ERA WESTERNISASI

Guru Pengajar
Rini Anggraini

Oleh:
1. I Made Adi Purnama (11)

SMAN 1 DENPASAR
DINAS PENDIDIKAN PROVINSI BALI
TAHUN PELAJARAN 2018-2019
KATA PENGANTAR
Pertama-tama kami mengucapkan puji dan syukur kepada Tuhan yang Maha Esa yang
telah memberkati kami sehingga makalah ini dapat diselesaikan. Kami juga ingin
mengucapkan terima kasih bagi seluruh pihak yang telah membantu kami dalam pembuatan
makalah ini dan berbagai sumber yang telah kami pakai sebagai data dan fakta pada makalah
ini.
Kami mengakui bahwa kami adalah manusia yang mempunyai keterbatasan dalam
berbagai hal. Oleh karena itu tidak ada hal yang dapat diselesaikan dengan sangat sempurna.
Begitu pula dengan makalah ini yang telah kami selesaikan. Tidak semua hal dapat kami
deskripsikan dengan sempurna dalam makalah ini. Kami melakukannya semaksimal mungkin
dengan kemampuan yang kami miliki.
Maka dari itu, kami bersedia menerima kritik dan saran dari pembaca yang budiman.
Kami akan menerima semua kritik dan saran tersebut sebagai batu loncatan yang dapat
memperbaiki makalah kami di masa datang. Semoga dengan adanya makalah ini diharapkan
banyak manfaat yang dapat dipetik dan diambil dari karya ini.
 
Denpasar, 17 Maret 2019
Penyusun

Daftar Isi
ii
KATA PENGANTAR.......................................................................................................ii
DAFTAR ISI.....................................................................................................................iii
BAB I PENDAHULUAN...................................................................................................1
1.1.Latar Belakang..................................................................................................1
1.2.Perumusan Masalah..........................................................................................2
1.3.Batasan Masalah...............................................................................................2
1.3.Tujuan...............................................................................................................2
1.4.Manfaat.............................................................................................................2
BAB II LANDASAN TEORI.............................................................................................4
2.1.Hipotesis...........................................................................................................4
2.2.Keadaan Moral dan Gaya Hidup Remaja Di Denpasar....................................4
2.3.Dampak Positif dan Negatif Dari Berubahnya Gaya Hidup dan Moral
Remaja................................................................................................................................5
2.4.Westernisasi Yang Sangat Mudah Mendominasi Remaja dan Masyrakat
Bali.....................................................................................................................................8
2.5.Faktor-Faktor Yang Menyebabkan Remaja Di Bali Dapat Terjerumus Hal Negatif
Westernisasi.......................................................................................................................8
2.6.Solusi Agar Remaja dan Masyrakat Bali Tidak Terjerumus Hal Negatif
Westernisasi.......................................................................................................................9
BAB III METODOLOGI PENELITIAN..........................................................................11
3.1.Tempat dan Waktu Penelitian.........................................................................11
3.2.Metodologi Penelitian.....................................................................................11
3.3.Subjek penelitian.............................................................................................11
3.4.Prosedur penelitian..........................................................................................11
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN...................................................12
4.1. Keadaan Remaja dan Faktor Faktor Yang Menyebabkan Remaja Bali Terjerumus
Hal Negatif.........................................................................................................................12
4.2. Dampak Positif dan Negatif Yang Dapat Di Timbulkan Remaja Dari
Westernisasi.......................................................................................................................13
4.3. Westernisasi yang sangat mudah memperngaruhi remaja Bali dan
solusinya.............................................................................................................................13
BAB V PENUTUP.............................................................................................................15

iii

3.1.Kesimpulan......................................................................................................15
3.2.Saran................................................................................................................15
DAFTAR PUSTAKA........................................................................................................16

BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang

iv
Perubahan sosial dapat diartikan perubahan yang terjadi akibat adanya
ketidaksesuaian di antara unsur-unsur yang saling berbeda yang ada dalam kehidupan sosial
sehingga menghasilkan suatu pola kehidupan yang tidak serasi fungsinya bagi masyarakat
yang bersangkutan. Sedangkan yang dimaksud perubahan budaya adalah perubahan yang
terjadi akibat adanya ketidaksesuaian di antara unsur-unsur kebudayaan yang saling berbeda
sehingga tercapai keadaan yang tidak serasi fungsinya bagi kehidupan. Westernisasi adalah
sebuah arus besar yang mempunyai jangkauan politik, sosial, budaya, dan teknologi. Arus ini
bertujuan mewarnai kehidupan sehari-hari bangsa-bangsa dengan gaya barat.

Dengan banyak cara, westernisasi menggusur kepribadian suatu bangsa yang


merdeka dan memiliki karakteristik yang unik. Kemudian bangsa tersebut dijadikan boneka
yang meniru secara total peradaban barat. Westernisasi di Bali dalam hal ini merupakan suatu
masalah yang perlu dicermati bersama karena menyebabkan perubahan terhadap masyarakat
multi-kultural Bali yang semakin lupa akan nilai luhur, budaya, norma, adat istiadat yang
sejujurnya merupakan warisan kepribadian masyrakat Bali asli berasal dari nenek moyang
kita terdahulu. Dan apabila warisan kepribadian bangsa tersebut dilestarikan maka
sesungguhnya akan memberikan suatu nilai lebih bagi kehidupan Bali dibandingkan dengan
negara lain, karena setiap bangsa memiliki kepribadian bangsa yang berbeda-beda.

Sekarang ini begitu banyak generasi muda bali yang bersikap “kebarat-baratan”, kini
1
jati diri bangsa hanya tampak pada sebagian kecil kelompok masyarakat. Generasi kita terlalu
bangga dengan kebiasaan dan adat orang-orang barat, sementara dengan adat sendiri malu
apabila menunjukkan adat tersebut di depan umum. Hal ini diperparah dengan minimnya
perhatian pemerintah serta tersebar luasnya budaya barat melalui media-media baik cetak
maupun elektronik yang menonjolkan budaya-budaya barat.

Kebudayaan pernah didefinisikan sebagai keseluruhan sistem gagasan, tindakan dan


hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat. Dalam pengertian tersebut,
kebudayaan mencakup segala hal yang merupakan keseluruhan cipta, rasa, dan karsa
manusia, termasuk di dalamnya benda-benda hasil kreativitas dan ciptaan manusia. Seperti
halnya: tari daerah, lagu daerah, dan kesenian daerah lainnya. Tetapi kebudayaan sering
didefinisikan sebagai suatu sistem simbol dan makna dalam sebuah masyarakat manusia yang
di dalamnya terdapat norma-norma dan nilai-nilai tentang hubungan sosial dan perilaku yang
menjadi identitas dari masyarakat bersangkutan.
1.2. Perumusan Masalah
1.2.1. Bagaimana Keadaan Moral dan Gaya Hidup Remaja Di Denpasar?
1.2.2. Apa dampak positif dan negatif dari berubahnya gaya hidup dan moral remaja?
1.2.3. Mengapa “Westernisasi” sangat mudah mendominasi remaja dan masyarakat Di
Bali ?
1.2.4. Apa saja faktor-faktor yang menyebabkan remaja Di Bali dapat terjerumus hal
negatif westernisasi?
1.2.5. Bagaimana solusi agar remaja dan masyrakat Di Bali tidak terjerumus hal negatif
westernisasi?
1.3. Batasan Masalah
Untuk memberi tahu keadaan para remaja sekarang dari segi gaya hidup maupun moral
yang di punyai remaja dan dapat berdampak buruk bagi semua yang ada di sekitar maupun
berbentuk material maupun non material. serta memberi referensi mengenai faktor faktor dari
dampak positif dan negatif dari perkembangan westernisasi di Bali dan solusinya agar tidak
terpengaruh dari dampak negatif westernisasi bagi remaja.
1.3. Tujuan
1.3.1. Untuk mengetahui bagaimana keadaan moral dan gaya hidup remaja di denpasar.
1.3.2. Untuk mengetahui dampak positif dan negatif dari berubahnya gaya hidup dan
moral remaja .
1.3.3. Untuk mengetahui mengapa westernisasi sangat mudah dalam mendominasi remaja
dan masyarakat Bali.
1.3.4. Untuk mengatahui faktor faktor yang menyebabkan remaja Bali dapat terjerumus
dalam hal negatif westernisasi.
1.3.5. Untuk mengetahui bagaimana solusi agar remaja dan masyrakat Bali tidak
terjerumus hal negatif westernisasi.

1.4. Manfaat
1.4.1. Bagi pelajar dapat dijadikan rujukan untuk karya tulis lebih lanjut dan di jadikan
2
referensi untuk menambah wawasan.
1.4.2. Bagi pembaca dapat memberikan informasi tentang perkembangan westernisasi.
1.4.3. Bagi penulis dapat menambah wawasan tentang perkembangan westernisasi.
1.4.4. Bagi pengguna internet (dunia maya) dapat mengetahui lebih mendalam mengenai
perkembangan westernisasi.
3
BAB II
LANDASAN TEORI
2.1. Hipotesis
Menurut pendapat saya(penulis), di era westernisasi ini kita di hadapkan dengan
kehidupan yang serba bebas yang dimana orang orang dapat hidup bebas. Terutama di tempat
tempat yang sering di jadikan objek wisata (bali) dan padat penduduk(jakarta).hal ini sangat
berdampak sangat fatal jika para remaja sekarang ini tidak di tuntun dengan baik, maka para
remaja ini bisa saja dapat meresahkan masyrakat di sekitarnya dan merusak fasilitas fasilitas
baik yang material maupun non material.

2.2. Keadaan Moral dan Gaya Hidup Remaja di Denpasar,Bali


Remaja pada era globalisasi ini cenderung didorong menjadi konsumtif dan hidup
lebih serba bebas karena belitan industri dan kaum kapitalis menyebabkan uang semakin
dibutuhkan dalam kehidupan dan penghidupan. Setiap insan suka tidak suka, senang tidak
senang dituntut untuk punya uang dengan berbagai cara untuk mempertahankan dan
melangsungkan hidupnya. Hidup menjadi keras, mandiri, terukur yang selanjutnya akan
mempengaruhi perilakunya. Ada yang sanggup menyesuaikan dirinya ada yang antara
sanggup dan tidak, dan yang paling tidak beruntung adalah bagi yang tidak sanggup. Ketiga-
tiganya memiliki resiko yang sama dalam hal terimbas berbagai pengaruh. Ketidak mampuan
memperoleh kebutuhan mereka menimbulkan berbagai cara untuk memilikinya. Akibat
kebutuhan bertalian dengan konsumerisme dengan pragmatisme dan prestise menjadikan
orang melakukan hal-hal yang tidak rasional dan berlawanan dengan norma.

Oleh karenanya virus kenakalan pada remaja di denpasar dapat saja terjadi oleh
karena alasan-alasan yang sepele dan tidak masuk akal dan banyak diantaranya jiga
disebabkan karena peniruan yang diperoleh dari melihat, mendengar dan mungkin juga
melihat kejadian disekitarnya ataupun juga melalui film-film yang memuat kekerasan atau
penyimpangan perilaku yang dapat dinikmati melalui TV, film, atau video yang dapat
ditonton secara individual ataupun nobar (nonton bareng) di rumah atau diluar rumah.
Apalagi di bali(denpasar), yang merupakan destinasi wisata yang ramai di kunjungi
wisatawan dan menjadikan cepatnya mengalir informasi dari berbagai media. Usia remaja
yang labil ditengarai sangat menyukai peniruan dan sayangnya peniruan tersebut tidak
berlangsung melalui bimbingan yang benar.

4
Gambar 2.2.1 Tembok Kelas Yang Di Coret
Oleh Pelajar.

5
2.3. Dampak Positif dan Negatif Dari Berubahnya Gaya Hidup dan Moral Remaja
Bersosialisasi terhadap lingkungan dan sesama manusia memang menjadi kodrat
setiap mahluk dalam berkehidupan.Tidak menutup bagi remaja usia belia, mencari jati diri
dan pengalaman baru dalam hidupnya. Pergaulan dalam kehidupan remaja kelak akan
membawanya kepada masa depan yang baik atau buruk, karena jika awalnya sudah buruk
akan sulit merubah ke kondisi yang baik.

Contoh pergaulan dalam lingkungan sekolah, jika tidak pandai memilih remaja bisa
terjerumus kepada teman yang membawa dampak buruk narkoba, tawuran, bolos sekolah dan
sebagainya. Untuk mengetahui dampak positif dan negatif pergaulan bebas bagi remaja yang
perlu diwaspadai, berikut contohnya :
Dampak Negatif

1. Terjerumus Kepada Narkoba


Salah satu contoh dampak buruk pergaulan bebas bagi remaja dapat menimbulkan
pengaruh kepada obat – obatan seperti narkoba, obat penenang dan sebagainya. Remaja yang
cenderung ingin mencoba hal baru, jika tidak disaring dalam bergaul maka bisa saja memilih
teman yang salah. Jadi peran orangtua sangat penting dalam memilih teman dan bergaul
anak, untuk menghindari kenakalan remaja yang menyimpang. Contoh pengaruh negatif
kenakalan remaja dalam masyarakat disekitarnya.

2. Tawuran Remaja
Dampak positif dan negatif pergaulan bebas bagi remaja lain secara negatifnya adalah
remaja mudah terbawa kepada kenakalan remaja, seperti terjadi tawuran, bullying, provokasi
dan masih banyak lagi lainnya. Usia remaja memang rentan terhadap provokasi dan isu yang
tidak jelas kebenarannya, dan faktor emosi yang labil. Sehingga sangat mungkin terjadi
penyimpanangan kenakalan remaja karena salah dalam bergaul dan terlalu bebas tanpa tahu
batasan yang baik dan benar.

3. Seks Bebas
Dampak buruk lain dalam bergaul secara bebas bagi remaja yaitu bisa berdampak
6
kepada seks bebas, banyak remaja yang ingin mencoba dan ingin tahu mengenai hal tersebut.
Jika salah dalam memilih jalan dan pertemanan bisa saja remaja akan mencoba melakukan
hal tersebut, dan sudah pasti dampaknya sangat vatal. Selain ia akan terkucil dalam status
sekolahnya, terhina secara agama, kemarahan dari orangtua, juga penyakit yang akan diderita
sangat serius. jadi peran orang tua sangat penting dalam pengawasan setiap kegiatan anak
remaja. Beberapa dampak psikologis akibat seks bebas yang wajib orangtua ketahui.

4. Minuman Keras dan Rokok


Selain hal tersebut dampak buruk lain pergaulan bebas adalah terpengaruh kepada
minuman keras dan rokok. Katanya kalau tidak merokok apalagi mencoba minuman keras
tidak gaul bahkan dijauhi dari komunitas dan pergaulan. Padahal jika mereka pandai memilih
dan mengetahui apa dampak buruk hal tersebut tentu mereka akan menjauhi hal yang
membawa kepada petaka.

Dampak Positif

1. Memiliki Teman Yang Banyak


Dampak postif dalam pergaulan bebas salah satunya remaja menjadi lebih banyak teman,
baik dari kalangan seusinya sampai kepada usia dewasa. Mereka akan mudah diterima karena
bisa bersosialisasi dengan baik, dan bisa beradaptasi dengan lingkungan baru. Sehingga
kemanapun pergi mereka memiliki solidaritas yang tinggi dan toleransi satu sama lainnya.
Sangat penting peran orang tua dalam pembinaan anak remaja dari sekarang.

2. Pengalaman Baru
Contoh dampak positif dan negatif pergaulan bebas bagi remaja lain adalah mereka memiliki
pengalaman, pengetahuan, minat, teman baru yang bisa memberikan sebuah semangat,
informasi dan saling bertukar pikiran menghadapi permasalah yang ada. Pengalaman baru
membuat para remaja belajar untuk lebih mandiri, menghargai dan mampu berpikir secara
bijak tentang kondisi, situasi dan lingkungan baru.

3. Mampu Berpikir Secara Dewasa 


Karena memiliki teman yang banyak dan pergaulan yang bebas, manfaat yang dirasakan anak
7
remaja menjadi memiliki pola pikir dan sikap yang dewasa. Semakin pengetahuan dan
wawasannya terbuka maka membuat mereka semakin mengerti dan bisa memahami apa yang
baik dan apa yang tidak baik. Sehingga mampu mengatasi semua masalah dengan kepala
dingin. Berikut contoh dukungan dan peran keluarga dalam perkembangan remaja yang
penting dilakukan oleh orang tua. Sekian penjelasan mengenai dampak positif dan negatif
pergaulan bebas bagi remaja, semoga menjadikan pengetahuan dan manfaat untuk Anda
dalam mengawasi anak remaja Anda bergaul secara baik dan tepat.

Gambar 4.1.1. Rumah Yang dicoret remaja


tanpa memikirkan dampaknya.

2.4. Westernisasi Yang Sangat Mudah Mendominasi Remaja dan Masyarakat di Bali
Westernisasi merupakan pengaruh negative akibat globalisasi, Westernisasi yaitu
sebuah sikap atau perbuatan meniru gaya pergaulan dan gaya hidup bangsa lain . dengan
munculnya westernisasi akan membahayakan masyrakat dimana dengan westernisasi
masyarakat di denpasar akan terpengaruh budaya asing pergaulan mereka akan mengikuti
pergaulan bangsa asing sehingga lambat laun akan melupakan budaya bangsa sendiri,
kecintaan mereka pada budaya bali akan menurun dan bahkan hilang.

           Westernisasi yang telah mendominasi masyrakat bali akan sangat membahayakan jika
tidak cepat-cepat diatasi. Kita sebagai pemuda bali haruslah memajukan bangsa ini dan
mampu menunjukan rasa cinta serta rasa kepedulian kita, salah satunya adalah menjaga dan
melestarikan budaya bali. Jika kita sebagai pemuda malah ikut meniru budaya asing dan
bergaya hidup layaknya mereka apalagi jika pergaulan yang tidak sesuai dan merusak moral
hal ini justru akan menyebabkan masyrakat tidak akan maju.

2.5. Faktor-Faktor Yang Menyebabkan Remaja Dapat Terjerumus Hal Negatif


Westernisasi
Ada berbagai faktor yang dapat menimbulkan remaja terjerumus hal negatif westernisasi di
antaranya adalah sebagai berikut:

1. Kurang penguasaan atas perkembangan IPTEK


Di zaman globalisasi dan kemajuan zaman ini kita dituntut untuk mengikuti
perkembangannya jika kita tidak mampu menyesuaikan diri dan beradaptasi pada kemajuan
zaman maka kita akan ketinggalan zaman dan kurang pengetahuan dan teknologi atau sering
disebut gaptek (gagap teknologi) sehingga kita dapat mudah terpengaruh oleh paham-paham
bangsa barat yang tidak sesuai karena kita tidak memahami dan memiliki pengetahuan yang
luas. Sehingga tidak mampu membedakan mana yang perlu diambil dan apa yang tidak perlu
diambil.
2. Masyarakat yang bersifat konsumtif terhadap barang-barang luar negeri
Saat ini telah ada perdagangan bebas sehingga para produsen asing dapat mudah
8
memasukkan barang-barang produksinya ke negara-negara lain. Hal ini dapat menyebabkan
masyarakat cenderung konsumtif dan lebih menyukai produk asing daripada produk dalam
negeri sehingga hal ini dapat menyebabkan westernisasi mudah berkembang.
3. Masuknya budaya barat dan akulturasi budaya
Saat ini banyak bangsa asing yang masuk ke Pulau Bali baik tinggal menetap maupun
hanya berwisata, mereka masuk ke Bali dengan membawa budaya mereka yang tak sedikit
dari budaya mereka itu ditiru dan diserap oleh bangsa lokal. Dan terkadang budaya yang
ditiru itu justru budaya yang tidak sesuai dengan budaya lokal sehingga budaya
westernisasilah yang berkembang yang dapat menghancurkan budaya lokal.
4. Kurangnya kesadaran masyarakat akan memilah budaya yang baik atau buruk
Masyarakat tak jarang yang meniru budaya asing tanpa melihat sisi baik maupun sisi
buruknya, mereka hanya berpikir bahwa mereka akan terlihat keren dan dianggap modern
jika mengikuti budaya bangsa asing.
5. Munculnya keinginan untuk mencari kebebasan
Negara-negara asing (negara-negara barat) memiliki keinginan untuk menguasai
dunia sehingga mereka mengirimkan paham-paham yang mereka anut ke berbagai negara
terutama negara berkembang.
6. Meniru gaya berbusana, rambut serta gaya hidup kebarat-baratan
Masyarakat terutama para pemuda mudah sekali terpengaruh oleh gaya-gaya hidup
orang-orang barat, mereka sering kali meniru para artis-artis luar negeri yang mereka sukai,
yang justru itu membuat mereka menjadi bergaya hidup yang tak wajar, pakaian seksi dan
ketat, rambut acak-acakan tidak rapi, serta gaya hidup yang tidak sesuai dengan budaya lokal.

2.6. Solusi Agar Remaja dan Masyarakat Bali Tidak Terjerumus Hal Negatif
Westernisasi
Untuk mengurangi dan menghindari perkembangan westernisasi di Bali yang semakin
meningkat ada beberapa cara/solusi yang dapat kita dilakukan yaitu di antaranya adalah :
1. Memberikan pemahaman kepada masyarakat terutama para pemuda pemudi di bali
tentang akan arti penting dari nasionalisme.
2. Mengenalkan budaya-budaya asli Bali dan mengajarkan atau melatih para pemuda
untuk mencintai dan melestarikan budaya Bali.
3. Melakukan penyaringan-penyaringan terhadap budaya asing yang masuk di Bali,
9
manakah yang dapat diambil dan manakah yang tidak boleh diambil.
4. Memberikan pembekalan keimanan kepada masyarakat terutama pemuda agar tidak
terpengaruh oleh budaya atau gaya hidup yang tidak sesuai.
Gambar 2.6.1. Tembok Dekat Sekolah Dasar
Yang Di Corat Coret Oleh Segerombolan Gang-
Gang Remaja.

Ada baiknya kita sebagai remaja dan masyarakat harus bisa memilah mana informasi
yang harus diserap mana yang harus dibuang. Di era informasi ini, sangat penting bagi kita
untuk mengendalikan diri kita sendiri, agar sikap dan perilaku kita tetap positif dan baik
untuk masyarakat. Jangan sampai kita terbawa-bawa oleh hal-hal negatif yang dibawa oleh
media maupun orang lain.

10
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1. Tempat dan Waktu Penelitian
Penelitian dilaksanakan di Denpasar, jl Plawa pada hari selasa 19 maret 2019

3.2. Metodologi Penelitian


Metode yang digunakan adalah sebagai berikut:
1. Metode wawancara
2. Metode kajian pustaka

3.3 Subjek penelitian


Orang yang akan menjadi subjek penelitian adalah seorang Pelajar yang bernama Putu
Gede Semara Putra.

3.4 Prosedur penelitian


Dalam melakukan penelitian ini ada beberapa tahap yaitu :
1. Tahap Perencanaan
Mencari dan menemukan sumber untuk melakukan wanwancara.
2. Tahap Persiapan
Dalam tahap ini dilakukan :
a) Menyiapkan daftar pertanyaan yang akan di gunakan untuk wawancara
b) Membuat table untuk di isi hasil penelitian
3. Tahap Pelaksanaan
Dalam tahap ini:
a) Menanyakan kepada subjek penelitian sesuai daftar pertanyaan yang telah dibuat
sebelum wawancara
b) Mencatat rangkuman tentang pokok-pokok informasi setiap jawaban dari subjek
pelitian.
c) Menyalin pokok-pokok informasi dan mengambil hal-hal yang penting saja dari
hasil wawancara.

11
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1. Keadaan Remaja dan Faktor Faktor Yang Menyebabkan Remaja Bali Terjerumus
Hal Negatif
Kehidupan remaja pada zaman sekarang sangatlah memprihatinkan. di mulai dari
gaya hidup yang merupakan gambaran bagi setiap orang yang menggambarkan seberapa
besar moral orang tersebut dalam masyarakat di sekitarnya dan bagaimana cara orang
tersebut hidup. Sebagian besar remaja zaman sekarang banyak yang menyalahgunakan gaya
hidup mereka. Terlebih remaja-remaja yang tinggal di kota-kota besar atau kota metropolitan.
Sebagian dari mereka banyak menggunakan trend mode masa kini yang bergaya kebarat-
baratan.

Remaja zaman sekarang selalu dikaitkan dengan teknologi. Masa remaja adalah masa
dimana seseorang sedang mencari jati dirinya. Dengan demikian remaja tersebut dapat
dengan mudah untuk meniru hal-hal yang dilakukan oleh orang lain.
Menurut Narasumber faktor faktor yang menyebabkan remaja terjerumus hal negatif:
1. Terbiasa dimanja
2. Lingkungan pergaulan
3. Komunikasi yang buruk
4. Pendidikan yang terlalu keras. Dll
Faktor-faktor tersebut dapat menimbulkan masalah-masalah mulai dari rusaknya
budaya/kebiasan sampai kerusakan material.
Contoh menurut saya dari westernisasi ini adalah:

Remaja sekarang sering terlihat membuat gang-gang motor yang dimana budaya gang
ini merupakan budaya dari luar negeri. Beberapa gang sering melakukan hal yang membuat
warga resah dan merusak fasilitas fasilitas yang ada di sekitarnya maupun itu lingkungan
umum, ataupun di sekolahnya.
Gambar 4.1.1. Seng pembatas di corat coret
yang membuat lingkungan tidak asri di Wr.
Supratman

12

4.2. Dampak Positif dan Negatif Yang Dapat Di Timbulkan Remaja Dari Westernisasi
Dampak Negatif
1. Dapat merusak Fasilitas dan meresahkan warga
2. Tawuran Remaja
3. Seks Bebas
4. Minuman Keras dan Rokok
13
5. Terjerumus Kepada Narkoba

Dampak Positif
1. Memiliki Teman Yang Banyak
2. Pengalaman Baru
3. Mampu Berpikir Secara Dewasa 

4.3. Westernisasi yang sangat mudah memperngaruhi remaja Bali dan solusinya
Bagi remaja usia belia, mencari jati diri dan pengalaman baru dalam hidupnya.
Sehingga para remaja sering melakukan hal hal yang menurutnya menarik perhatiannya.
Pergaulan dalam kehidupan remaja kelak akan membawanya kepada masa depan yang baik
atau buruk, karena jika awalnya sudah buruk akan sulit merubah ke kondisi yang baik.
Untuk mengurangi dan menghindari perkembangan westernisasi di Bali yang semakin
meningkat ada beberapa cara/solusi yang dapat kita dilakukan yaitu di antaranya adalah :
1. Memberikan pemahaman kepada masyarakat terutama para pemuda pemudi di bali
tentang akan arti penting dari nasionalisme.
2. Mengenalkan budaya-budaya asli Bali dan mengajarkan atau melatih para pemuda
untuk mencintai dan melestarikan budaya Bali.
3. Melakukan penyaringan-penyaringan terhadap budaya asing yang masuk di Bali,
manakah yang dapat diambil dan manakah yang tidak boleh diambil.
4. Memberikan pembekalan keimanan kepada masyarakat terutama pemuda agar tidak
terpengaruh oleh budaya atau gaya hidup yang tidak sesuai.
14
BAB V
PENUTUP
5.1. Kesimpulan
Jadi, Dari kasus yang telah di jelaskan diatas, moral dan gaya hidup remaja bali pada
era globalisasi dan westernisasi ini dapat di simpulkan bahwa telah mengalami kerusakan dan
sangat perlu diperbaiki. Sebab kalau tidak segera di perbaiki, nasib para remaja ke depan
pasti akan semakin memprihatinkan.
          Oleh karena itu dibutuhkan kesadaran yang tinggi dari masing-masing remaja untuk
dapat mengubah dan memperbaiki prilaku dan moralnya. Karena dengan kesadaran dari diri
kita sendiri, maka prilaku kita dapat diperbaiki tanpa ada paksaan dari pihak manapun.
Solusi yang dapat dilakukan untuk mengurangi perkembangan westernisasi salah
satunya adalah memberikan pemahaman yang mendalam tentang arti penting nasionalisme
dan melakukan penyaringan atau pemilahan budaya atau pengaruh yang masuk di bali.

5.2. Saran
1.  Kepada Remaja Bali
          penulis menyarankan kepada generasi penerus  pemuda pemudi Bali agar
memperdalam ilmu agamanya karena dengan berpedoman dengan ilmu agama seseorang
akan memiliki kepribadian yang luhur dan tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal yang
negatif.

2.  Kepada Pemerintah Bali


             Penulis menyarankan kepada pemerintah agar memprogramkan pendidikan di
sekolah dengan pendidikan moral dan kepribadian yang baik. Jangan cuma menuntut skil dan
penguasaan materi pelajaran duniawi saja. Sebab pendidikan moral dan tingkah laku juga
sangat dibutuhkan para generasi penerus untuk membangun bangsa yang lebih baik.

3.  Kepada Orang Tua Remaja Bali


          Penulis menyarankan kepada orang tua agar lebih memperhatikan tingkah laku dan
pergaulan anaknya. Sebab dengan perhatian yang diberikan dari ke-2 orang tua, anak akan
lebih terkaendali dan tidak mudah terjerumus ke dalam hal-hal yang negatif. Kemudian orang
tua juga harus mendidik kepribadian yang bagus kepada anaknya sedari kecil. Karena
pendidikan yang dimulai sejak kecil akan lebih tertanam dalam kepribadian seorang anak.
15
Daftar Pustaka
1. Komunitas Sukses .2013.Makalah Dampak Positif Dan Negatif,[online],
[http://komunitassukses2010.blogspot.com/2013/04/makalah-dampak-positif-dan-
negatif.html,diakses pada 24 Maret 2019.]

2. Pengantar Psikologi .2017.Prilaku Remaja Masa Kini,[online],


[ https://pengantarpsikologi.wordpress.com/2017/12/10/perilaku-remaja-masa-kini-
pada-masa-era-globalisasi/,diakses pada 24 Maret 2019.]

3. Anto Julii .2013.Westernisasi,[online],


[ http://juliianto.blogspot.com/2013/01/westernisasi_17.html,diakses pada 24 Maret
2019.]

4. Haryonogaf .2017.Cara Mengatasi Globalisasi,[online],


[ https://haryonogaf.wordpress.com/2015/01/07/carakitamengatasiglobalisasidibidang
sosialdanbudaya/,pada 24 Maret 2019.]

16