Anda di halaman 1dari 3

KANKER PARU

No Dokumen No Revisi Hal Tgl terbit


RSUD CARUBAN PPK-PARU-11 00 1 dari 3 03-03-2016
KABUPATEN MADIUN
Ditetapkan
Direktur,
PANDUAN PRAKTEK
KLINIS

PARU
dr. DJOKO SANTOSO,MM
Pembina Utama Muda
NIP. 19620801 199002 1 003
1. Nama Penyakit/ KANKER PARU
Diagnosa
2. Criteria Diagnosis Ditemukan sel atau jaringan tumor ganas berasal dari bronkus /
paru. Pada stadium dini seringkali tanpa gejala. Pada stadium
lebih lanjut mungkin didapatkan gejala batuk / batuk darah, nyeri
dada, sesak nafas, sindrom vena kava superior, sindrom pleksus
brakial, anoreksia, penurunan berat badan.
3. Diagnosis diferensial  TB Paru
 Tumor mediastinum
 Abses paru
 tuberkuloma
 Pneumonia
Karena keluhan & temuan amat mirip dengan TB Paru atau
pneumonia, di diagnosis seringkali terlambat, setelah pengobatan
untuk TB / pneumonia gagal. Hal ini amat sering terjadi pada
orang-orang tua dan BTA sputum (-).
4. Kriteria Diagnosis
Umum  F Foto toraks PA dan lateral (sesuai letak lesi)
 Sitologi sputum

 Sitologi secret bronkopulmoner


Khusus  Bronkoskopi, biopsy bronkus, transbronchial lung biopsy
(TBLB).
 Biopsy aspirasi transtorakal (BATT) dengan jarum halus
( fine needle-aspiration biopsy)
 Punksi pleura + biopsy pleura + pemeriksaan sitologi,
histopatologi (bila ada efusi pleura)
 Biopsy aspirasi / ekstirpasi kelenjar getah bening
supraklavikula.
 Tomogram atau CT Scanning toraks
 Torakotomi eksplorasi bila semua upaya diagnostik tidak
menghasilkan kepastian jenis histologi.
5. Konsultasi Dokter Spesialis paru
6. Perawatan rumah  Rawat inap biasa untuk mempercepat diagnosis
sakit  Rawat inap segera bila didapatkan penyulit, misalnya
sindrom vena kava superior, obstruksi saluran napas besar
atau efusi pleura massif.
 Rawat inap untuk pemberian kemoterapi.

7. Terapi ( tergantung
jenis histologis,  Untuk jenis histologis, dipakai klasifikasi menurut Who
derajat (stage) dan  Untuk penderajatan (staging) digunakan pembagian
tampilan menurut system TNM yang disepakati leh UICC & AJCC
tahun 1997.
 Untuk tampilan (performance status) dipakai pembagian
menurut skala karnofsky atau WHO.
A. kanker paru jenis Karsinoma bukan
sel kecil (KPKBSK)
 Derajat IA & B
reseksi paru (lobektomi) dan diseksi kelenjar getah bening
KANKER PARU

No Dokumen No Revisi Hal Tgl terbit


RSUD CARUBAN PPK-PARU-11 00 2 dari 3 03-03-2016
KABUPATEN MADIUN
toraks kemoterapi bila mungkin.
 Derajat IIA & B
 Reseksi (lobektomi/pneumonektomi)
 Diseksi kelenjar getah bening toraks.
 Dilanjutkan dengan radioterapi
 Kemoterapi bila mungkin.
 Derajat III A
 Reseksi paru
 Diseksi kelenjar getah bening yang mungkin.
 Dilanjutkan radioterapi dan kemoterapi.
 Derajat IV
 Umumnya simptomatik/perawatan paliatif dan
bebas nyeri.
 Kemoterapi bila masih mungkin.
Catatan :
Termasuk KPKBSK ialah karsinoma skuamosa sel kecil
pengobatan primer ialah kemoterapi dikombinasi dengan
radioterapi.

8. Standart rumah sakit  Diagnostik dan terapi definitive: Rumah Sakit tipe B
dengan dokter spesialis Paru.
 Perawatan paliatif dan bebas nyeri : rumah sakit semua
tipe.
9. Penyulit
9.1.Karena Penyakit  Sindrom vena kava superior.
 Gawat napas (penekanan bronkus besar)
 Batuk darah.
 Infeksi sekunder
9.2.Karena Tindakan  Nyeri akibat metastasis
 Hiperkalsemia
 Berbagai gangguan hormonal.

Tergantung tindakan yang dilakukan.


10. Infeormed consent Perlu, untuk semua tindakan diagnostik invasive dan terapi.

11. Standart tenaga


A. Diagnostik +  dokter spesialis paru
 dokter Spesialis Radiologi

Dokter Spesialis bedah toraks.


pengobatan Dokter umum dan spesialis lain yang terkait.

definitive
Dokter Spesialis bedah toraks.
B. Bila diperlukan
pembedahan
Dokter umum dan spesialis lain yang terkait.

C. Pengobatan
paliatif bebas
nyeri
12. Lama pẻrawatan Tergantung derajat dan terapi yang diberikan
13. Masa Pemulihan Tergantung perjalanan penyakit.
14. Output Tahan hidup sampai lima tahun dengan / tanpa gejala penyakit :
 sembuh parsial
 komplikasi
 meninggal
KANKER PARU

No Dokumen No Revisi Hal Tgl terbit


RSUD CARUBAN PPK-PARU-11 00 3 dari 3 03-03-2016
KABUPATEN MADIUN
15. PA Mutlak perlu untuk pengobatan yang tepat.

16. Autopsy / risalah Sangat dianjurkan.


rapat
17. Bidang terkait  Bedah toraks
 Patologi anatomi
 Laboratorium klinik
 Radiology
 Penyakit Dalam
 Rehabilitasi Medik
18. Fasilitas khusus Kamar bedah toraks.

Perhatian khusus Untuk diagnosis yang lebih dini, setiap penderita dengan gejala-
gejala pernafasan, umur > 50 tahun, perokok berat, BTA sputum
(-), dengan dugaan tuberculosis atau pneumonia berulang, harus
dicurigai menderita kanker paru, bila respons klinik pengobatan
tidak memadai setelah 1-2 minggu. Pada kasus-kasus seperti ini,
pemeriksaan yang menjurus kearah kanker paru harus
dilaksanakan.