Anda di halaman 1dari 25

LAPORAN PENGKAJIAN, PERUMUSAN MASALAH SERTA PERENCANAAN ASPEK

KELOMPOK KHUSUS PADA GANGGUAN JIWA BAIK INDIVIDU MAUPUN

KELUARGA, UKS & PEKERJA

Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat dalam menyelesaikan Tugas

Mata Kuliah Pelayanan Kesehatan Primer

Program Pendidikan Diploma III Keperawatan

Dibuat Oleh :

VINA DEFRIA LESTARI

18.157

2C

AKADEMI KEPERAWATAN RUMAH SAKIT DUSTIRA

CIMAHI

2020
LAPORAN PENGKAJIAN, PERUMUSAN MASALAH SERTA PERENCANAAN ASPEK

KELOMPOK KHUSUS PADA GANGGUAN JIWA BAIK INDIVIDU MAUPUN

KELUARGA, UKS & PEKERJA

A. PENGKAJIAN
Dalam pengkajian yang perlu diperhatikan pada setiap klien mencakup
beberapa hal berikut :
1. Identitas
a. Perawat yang merawat klien melakukan perkenalan dan
kontrak dengan klien tentang: nama perawat, nama klien,
panggilan perawat, panggilan klien, tujuan, waktu, tempat
pertemuan, topik yang akan dibicarakan.
b. Usia dan No RM
c. Mahasiswa menuliskan sumber data yang didapat.
2. Alasan Masuk
Beberapa pertanyaan yang dapat diajukan kepada klien/keluarga:
a. Apa penyebab klien/keluarga datang ke Rumah Sakit saat ini?
b. Apa yang dilakukan oleh keluarga mengatasi masalah ini?
c. Bagaimana hasilnya?
3. Faktor Predisposisi

a. Bertanya pada Klien dan keluarga apakah klien pernah


mengalami gangguan jiwa dimasa lalu, bila ya beri tanda
(ceklis) pada kotak ya dan bila tidak beri tanda (ceklis) pada
kotak tidak.

b. Apabila pada poin 1 ya maka tanyakan bagaimana hasil


pengobatan sebelumnya apabila dia dapat beradaptasi di
masyarakat tanpa gejala-gejala gangguan jiwa maka beri tanda
(ceklis) pada kotak berhasil apabila dia dapat beradaptasi tapi
masih ada gejala-gejala sisa maka beri tanda (ceklis) pada
kotak kurang berhasil apabila tidak ada kemajuan atau gejala-
gejala bertambah atau menetap maka beri tanda (ceklis) pada
kotak tidak berhasil.
c. Ajukan pertanyaan pada klien apakah klien pernah melakukan
atau mengalami dan ataupun menyaksikan penganiayaan fisik,
seksual, penolakan dari lingkungan, kekerasan dalam keluarga
dan tindakan kriminal, beri tanda (ceklis) pada kolom.
d. Beri penjelasan secara singkat dan jelas tantang kejadian yang
dialami Idien terkait No 1,2,3.
e. Masalah keperawatan ditulis sesuai dengan data.

f. Tanyakan klien/keluarga apakah ada anggota keluarga lainnya


yang mengalami gangguan jiwa, jika ada beri tanda (ceklis)
pada kotak ya dan jika tidak beri tanda (ceklis) pada kotak
tidak. Apabila ada anggota keluarga lain yang mengalami
gangguan jiwa maka tanyakan bagaimana hubungan klien
dengan anggota keluarga tersebut. Tanyakan apa gejala yang
dialami serta riwayat pengobatan dan perawatan yang pernah
diberikan pada anggota keluarga tersebut.
g. Tanyakan kepada klien/keluarga tentang pengalaman yang
tidak menyenangkan yang pernah dialami klien pada masa lalu.
4. Fisik
Pada pengkajian fisik data difokuskan pada sistem dan fungsi organ;
a. Ukur dan observasi tanda-tanda vital: tekanan darah, nadi,
suhu, pemapasan klien.
b. Ukur tinggi badan dan berat badan klien.

c. Tanyakan apakah, berat badan naik atau turun dan beri tanda
(ceklis) sesuai hasil.

d. Tanyakan kepada klien/keluarga, apakah ada keluhan fisik


yang dirasakan oleh klien, bila ada beri tanda (ceklis) di kotak
ya dan bila tidak beri tanda (ceklis) pada kotak tidak.

e. Kaji lebih lanjut sistem dan fungsi organ dan jelaskan sesuai
dengan keluhan yang ada.
f. Masalah keperawatan ditulis sesuai dengan data yang ada.
5. Psikososial
a. Genogram
1) Buatlah genogram minimal tiga generasi yang dapat
menggambarkan hubungan klien dan keluarga, contoh:

GENOGRAM 3 Generasi

? 71 ?

? ?

42 33

35 39 ? ?

14 10

Ket : = Laki-laki

= Perempuan

= Klien

= Meninggal

? = Tidak diketahui

= Garis Perkawinan
= Garis Keturunan

= Garis Serumah

G1 : Kakek dan nenek klien meninggal karena faktor usia.

G2 : Ibu klien masih ada dan Ayah klien meninggal karena faktor usia.

G3 : Klien anak ke-2 dari 3 bersaudara dan klien tinggal bersama suami dan 2 anaknya

2) Jelaskan masalah yang terkait dengan komunikasi,


pengambilan keputusan dan pola asuh.
3) Masalah keperawatan ditulis sesuai dengan data.
b. Konsep diri
1) Citra tubuh : Tanyakan persepsi klien terhadap tubuhnya,
bagian tubuh yang disukai dan tidak disukai.
2) Identitas diri, tanyakan tentang: Status dan posisi klien
sebelum dirawat.
(a) Kepuasan klien terhadap status dan posisinya (sekolah,
tempat kerja, kelompok),
(b) Kepuasan klien sebagai laki-laki/perempuan.
3) Peran: Tanyakan;
(a) Tugas/peran yang diemban dalam
keluarga/kelompok/masyarakat.
(b) Kemampuan klien dalam melaksanakan tugas/peran
tersebut.
4) Ideal diri: Tanyakan;
(a) Harapan terhadap tubuh, posisi, status, tugas/peran.
(b) Harapan klien terhadap lingkungan (keluarga, sekolah,
tempat keija, masyarakat)
(c) Harapan klien terhadap penyakitnya
5) Harga diri: Tanyakan;
(a) Hubungan klien dengan orang lain sesuai dengan
kondisi no. 4 a, b, c,
(b) Penilaian/penghargaan orang lain terhadap diri dan
kehidupannya.
(c) Masalah keperawatan ditulis sesuai dengan data.
c. Hubungan sosial:
1) Tanyakan pada klien siapa orang terdekat dalam
kehidupannya, tempat mengadu, tempat bicara, minta bantu
an atau sokongan.
2) Tanyakan pada klen keiompok apa saja yang diikuti dalam
masyarakat.
3) Tanyakan pada klien sejauh mana ia terlibat dalam
keiompok dimasya- rakat.
4) Masalah keperawatan ditulis sesuai dengan data.
d. Spiritual:
1) Nilai dan keyakinan: Tanyakan tentang,
2) Pandangan dan keyakinan, terhadap gangguan jiwa sesuai
dengan norma budaya dan agama yang dianut.
3) Pandangan masyarakat setempat tentang gangguan jiwa.
e. Kegiatan ibadah: Tanyakan,
1) Kegiatan ibadah dirumah secara individu dan keiompok.
2) Pendapat klien/keluarga tentang kegiatan ibadah.
3) Masalah keperawatan ditulis sesuai dengan data
6. Status Mental

Beri tanda ✓ pada kotak sesuai dengan keadaan klien boleh lebih
dan satu:
a. Penampilan
1) Penampilan (data ini didapatkan melalui hasil observasi
perawat/keluarga)
2) Penampilan tidak rapih jika dari ujung rambut sampai ujung
kaki ada yang tidak rapih Misalnya: rambut acak-acakan,
kancing baju tidak tepat, resleting tidak dikunci, baju
terbalik, baju tidak diganti-ganti.
3) Penggunaan pakaian tidak sesuai misalnya: pakaian dalam,
dipakai diluar baju.
4) Cara berpakaian tidak seperti biasanya jika penggunaan
pakaian tidak tepat (waktu, tempat, identitas,
situasi/kondisi).
5) Jelaskan hal-hal yang ditampilkan klien dan kondisi lain
yang tidak tercantum.
6) Masalah keperawatan ditulis sesuai dengan data.
b. Pembicaraan.
1) Amati pembicaraan yang ditemukan pada klien, apakah
cepat, keras, gagap, membisu, apatis dan atau lambat.

2) Bila pembicaraan berpindah-pindah dari satu kalimat ke


kalimat lain yang tak ada kaitannya beri tanda ✓ pada kotak
inkoheren.
3) Jelaskan hal-hal yang tidak tercantum.
4) Masalah keperawatan ditulis sesuai dengan data.
c. Aktivitas motorik (data ini didapatkan melalui hasil observasi
perawat/keluarga)
1) Lesu, tegang, gelisah sudah jelas.
2) Agitasi = gerakan motorik yang menunjukkan kegelisahan.
3) Tik = gerakan-gerakan kecil pada otot muka yang tidak
terkontrol.
4) Grimasen = gerakan otot muka yang berubah-ubah yang
tidak dapat dikontrol klien.
5) Tremor = jari-jari yang tampak gemetar ketika klien
menjulurkan tangan dan merentangkan jari-jari.
6) Kompulsif = kegiatan yang dilakukan berulang-ulang,
seperti berulang- kali mencuci tangan, mencuci muka,
mandi, mengeringkan tangan dan sebagainya.
7) Jelaskan aktivitas yang ditampilkan klien dan kondisi lain
yang tidak tercantum.
8) Masalah keperawatan ditulis sesuai dengan data.
d. Alam perasaan (data ini didapatkan melalui hasil observasi
perawat/keluarga)
1) Sedih, putus asa, gembira yang berlebihan sudah jelas.
2) Ketakutan (objek yang ditakuti sudah jelas).
3) Khawatir (objeknya belum jelas).
4) Jelaskan kondisi klien yang tidak tercantum.
5) Masalah keperawatan ditulis sesuai data.
e. Afek (data ini didapatkan melalui hasil observasi
perawat/keluarga)
1) Datar (tidak ada perubahan roman muka pada saat ada
stimulus yang menyenangkan atau menyedihkan).
2) Tumpul (hanya bereaksi bila ada stimulus emosi yang
kuat).
3) Labil (emosi yang cepat berubah-ubah).
4) Tidak sesuai (emosi yang tidak sesuai atau bertentangan
dengan stimulus yang ada).
5) Jelaskan hal-hal yang tidak tercantum.
6) Masalah keperawatan ditulis sesuai dengan data.
f. Interaksi selama wawancara (data ini didapatkan melalui hasil
wawancara dan observasi perawat/keluarga).
1) Bermusuhan, tidak kooperatif, mudah tersinggung sudah
jelas.
2) Kontak mata kurang (tidak mau menatap lawan bicara).
3) Defensif (selalu berusaha mempertahankan pendapat dan
kebenaran dirinya).
4) Curiga (menunjukan sikap/perasaan tidak percaya pada
orang lain).
5) Jelaskan hal-hal yang tidak tercantum.
6) Masalah keperawatan sesuai dengan data.
g. Persepsi.
1) Jenis-jenis halusinasi sudah jelas, kecuali penghidu sama
dengan penciuman.
2) Jelaskan isi halusinasi, frekuensi gejala yang tampak pada
saat klien berhalusinasi.
3) Masalah keperawatan sesuai dengan data.
h. Proses pikir (data diperoleh dari observasi pada saat
wawancara)
1) Sirkumstansial: pembicaraan yang berbelit-belit tapi sampai
pada tujuan pembicaraan.
2) Tangensial: pembicaraan yang berbelit-belit tapi tidak
sampai pada tujuan.
3) Kehilangan asosiasi: pembicaraan tak ada hubungan antara
satu kalimat dengan kalimat lainnya, dan klien tidak
menyadarinya.
4) Flight of ideas: pembicaraan yang meloncat dari satu topik
ke topik lainnya, masih ada hubungan yang tidak logis dan
tidak sampai pada tujuan.
5) Bloking: pembicaraan terhenti tiba-tiba tanpa gangguan
eksternal kemudian dilanjutkan kembali.
6) Perseverasi: pembicaraan yang diulang berkali-kali.
7) Jelaskan apa yang dikatakan oleh klien pada saat
wawancara.
8) Masalah keperawatan sesuai dengan data.
i. Isi pikir (data didapatkan melalui wawancara)
1) Obsesi: pikiran yang selalu muncul walaupun klien
berusaha menghilangkannya.
2) Phobia: ketakutan yang phatologis/tidak logis terhadap
objek/situasi tertentu.
3) Hipokondria: keyakinan terhadap adanya gangguan organ
dalam tubuh yang sebenarnya tidak ada.
4) Depersonalisasi: perasaan klien yang asing terhadap diri
sendiri, orang atau lingkungan.
5) Ide yang terkait: keyakinan klien terhadap kejadian yang
terjadi dilingkungan yang bermakna dan terkait pada
dirinya.
6) Pikiran magis: keyakinan klien tentang kemampuannya
melakukan hal- hal yang mustahil/diluar kemampuannya.
j. Waham
1) Agama: keyakinan klien terhadap suatu agama secara
berlebihan dan diucapkan secara berulang tetapi tidak
sesuai dengan kenyataan.
2) Somatik: klien mempunyai keyakinan tentang tubuhnya dan
dikatakan secara berulang yang tidak sesuai dengan
kenyataan.
3) Kebesaran: klien mempunyai keyakinan yang berlebihan
terhadap kemampuannya yang disampaikan secara berulang
yang tidak sesuai dengan kenyataan.
4) Curiga: klien mempunyai keyakinan bahwa ada seseorang
atau kelompok yang berusaha merugikan atau mencederai
dirinya yang disampaikan secara berulang dan tidak sesuai
dengan kenyataan.
5) Nihilistik: klien yakin bahwa dirinya sudah tidak ada di
dunia/meninggal yang dinyatakan secara berulang yang
tidak sesuai dengan kenyataan.
Waham yang bizar

1) Sisip pikir: klien yakin ada ide pikiran orang lain yang
disisipkan didalam pikiran yang disampaikan secara
berulang dan tidak sesuai dengan kenyataan.
2) Siar pikir: klien yakin bahwa orang lain mengetahui apa
yang dia pikirkan walaupun dia tidak menyatakan kepada
orang tersebut yang dinyatakan secara berulang dan tidak
sesuai dengan kenyataan.
3) Kontrol pikir: klien yakin pikirannya dikontrol oleh
kekuatan dari luar.
4) Jelaskan apa yang dikatakan oleh klien pada saat
wawancara.
5) Masalah keperawatan sesuai dengan data.
k. Tingkat kesadaran (data tentang bingung dan sedasi diperoleh
melalui wawancara dan observasi, stupor diperoleh melalui
observasi, orientasi klien (waktu, tempat, orang) diperoleh
melalui wawancara).
1) Bingung: tampak bingung dan kacau.
2) Sedasi: mengatakan merasa melayang-layang antara
sadar/tidak sadar.
3) Stupor: gangguan motorik seperti kekakuan, gerakan-
gerakan yang diulang, anggota tubuh klien dapat diletakkan
dalam sikap canggung yang dipertahankan dalam waktu
lama tetapi klien menyadari semua yang terjadi di
lingkungan).
4) Orientasi tempat, waktu, orang jelas.
5) Jelaskan data subjektif dan objektif yang terkait hal-hal
diatas.
6) Masalah keperawatan sesuai dengan data.
7) Jelaskan apa yang dikatakan oleh klien pada saat
wawancara.
l. Memori data diperoleh melalui wawancara
1) Gangguan daya ingat jangka panjang : tidak dapat
mengingat kejadian yang terjadi lebih dari satu bulan.
2) Gangguan daya ingat jangka pendek : tidak dapat
mengingat kejadian yang terjadi dalam minggu terakhir.
3) Gangguan daya ingat saat ini : tidak dapat mengingat
kejadian yang baru saja terjadi.
4) Konfabulasi : pembicaraan tidak sesuai dengan kenyataan
dengan memasukkan yang tidak benar untuk menutupi
gangguan daya ingatnya.
5) Jelaskan sesuai dengan data terkait.
6) Masalah keperawatan sesuai dengan data.
m. Tingkat konsentrasi dan berhitung (data diperoleh melalui
wawancara)
1) Mudah dialihkan : perhaian klien mudah berganti dari satu
objek ke objek lain.
2) Tidak mampu berkonsentrasi : klien selalu minta agar
pertanyaan diulang tidak dapat menjelaskan kembali
pembicaraan.
3) Tidak mampu berhitung : tidak dapa melakukan
penambahan / pengurangan pada benda-benda nyata.
4) Jelaskan sesuai dengan data terkait.
5) Masalah keperawatan sesuai data.
n. Kemampuan penilaian
1) Gangguan kemampuan penilaian ringan : dapat mengambil
keputusan yang sederhana dengan bantuan orang lain.
Contoh : berikan kesempatan pada klien untuk memilih
mandi dulu sebelum makan atau makan dulu sebelum
mandi. Jika diberi penjelasan, klien dapat mengambil
keputusan.
2) Gangguan kemampuan penilaian bermakna : tidak mampu
mengambil keputusan walaupun dibantu orang lain. Contoh
: berikan kesempatan pada klien untuk memilih mandi dulu
sebelum makan atau makan dulu sebelum mandi. Jika
diberi penjelasan klien masih tidak mampu mengambil
keputusan.
3) Jelaskan sesuai dengan data terkait.
4) Masalah keperawatan sesuai data.
o. Daya tilik diri (Data diperoleh melalui wawancara) :
1) Mengingkari penyakit yang diderita : tidak menyadari
gejala penyakit (perubahan fisik emosi) pada dirinya dan
merasa tidak perlu pertolongan.
2) Menyalahkan hal-hal diluar dirinya : menyalahkan orang
lain/lingkungan yang menyebabkan kondisi saat orang lain/
lingkungan yang menyebabkan kondisi saat ini.
3) Jelaskan sesuai dengan data terkait.
4) Masalah keperawatan sesuai data.
7. Kebutuhan Persiapan Pulang
a. Makan
1) Observasi dan tanyakan tentang : frekuensi, jumlah, variasi,
macam (suka/tidak suka/pantang), dan cara makan.
2) Observasi kemampuan klien dalam menyiapkan dan
membersihkan alat makan.
b. Defekasi/berkemih
1) Observasi kemampuan klien untuk BAB/BAK
(a) Pergi ke WC, menggunakan, dan membersihkan WC.
(b) Membersihkan diri dan merapikan pakaian.
c. Mandi
1) Observasi dan tanyakan tentang frekuensi, cara mandi dan
menyikat gigi, cuci rambut, gunting kuku, cukur (kumis,
jenggot, dan rambut).
2) Observasi kebersihan tubuh dan bau badan.
d. Berpakaian
1) Motivasi kemampuan klien dalam mengambil, memilih,
dan mengenakan pakaian dan alas kaki.
2) Observasi tampilan dan dandanan klien.
3) Tanyakan dan observasi frekuensi ganti pakaian.
4) Nilai kemampuan yang harus dimiliki klien : mengambil,
memilih, dan mengenakan pakaian.
5) Istirahat dan tidur
e. Observasi dan tanyakan tentang :
1) Lama dan waktu tidur siang/malam.
2) Persiapan sebelum tidur : menyikat gigi, cuci kaki, dan
berdoa.
3) Aktivitas sesudah tidur seperti : merapikan tempat tidur,
mandi/ mcuci muka, dan menyikat gigi.
4) Penggunaan obat :
d. Observasi dan tanyakan kepada klien dan keluarga tentang :
1) Penggunaan obat : frekuensi, jenis, dosis, waktu, dan cara
pemberian.
2) Reaksi obat.
e. Pemeliharaan kesehatan
Tanyakan kepada klien dan keluarga tentang :
1) Apa, bagaimana, kapan, dan kemana perawatan lanjut.
2) Siapa saja sistem pendukung yang dimiliki (keluarga, teman,
institusi, dan lembaga pelayanan kesehatan).
(a) Aktivitas di dalam rumah
Tanyakan kemampuan klien dalam :
(1) Merencanakan, mengolah, dan menyajikan makanan.
(2) Merapikan rumah (kamar tidur, dapur, menyapu,
mengepel).
(3) Mencuci pakaian sendiri.
(4) Mengatur kebutuhan biaya sehari-hari.
(b) Aktivitas diluar rumah
Tanyakan kemampuan klien dalam :
(1) Belanja untuk keperluan sehari-hari dalam
melakukan perjalanan mandiri dengan berjalan kaki,
menggunakan kendaraan pribadi, kendaraan umum.
(2) Aktivitas lain yang dilakukan diluar rumah (bayar
listrik/telepon/air, kantor pos, dan bank).
(3) Jelaskan sesuai dengan data terkait.
(4) Masalah keperawatan sesuai data.
8. Mekanisme Koping
Data didapat melalui wawancara pada klien dan keluarganya. Beri
tanda √ pada kotak koping yang dimiliki klien, baik adaptif
maupun maladaptif.
9. Masalah Psikososial Dan Lingkungan
Data didapatkan melalui wawancara pada klien atau keluarganya.
Pada tiap masalah yang dimiliki klien diberi uraian spesifik,
singkat, dan jelas.
10. Pengetahuan
Data didapatkan melalui wawancara pada klien. Pada tiap item
yang dimiliki oleh klien simpulkan dalam masalah.
11. Aspek Medik
Tuliskan diagnosa medis klien yang telah dirumuskan oleh dokter
yang merawat. Tuliskan obat-obatan klien saat ini baik obat fisik,
psikofarmaka, dan terapi lain.
12. Daftar Masalah Keperawatan
a. Tuliskan semua masalah disertai data pendukung, yaitu data
sujektif dan data objektif.
b. Buat pohon masalah dari data yang telah dirumuskan.
B. MASALAH KEPERAWATAN JIWA
1. Ganguan Alam Perasaan
2. Harga Diri Rendah
3. Kerusakan Komunikasi
4. Isolasi Sosial
5. Resiko Perilaku Kekerasan
C. PERENCANAAN KEPERAWATAN JIWA

DIAGNOSA
NO TUJUAN KRITERIA EVALUASI INTERVENSI
KEPERAWATAN
1 Gangguan alam TUM : Klien tidak Setelah dilakukan tindakan 1. Bantu untuk memahami bahwa klien
perasaan: depresi merasa tertekan. keperawatan selama 1X24 jam pekerja dapat mengatasi keputusasaannya.
berhubungan dengan merasa tidak stres dan depresi.dengan 2. Kaji dan kerahkan sumber-sumber
koping maladaptif TUK1 : kriteria evaluasi : internal individu.
Klien dapat menjalani 1. Klien dapat meningkatkan harga 3. Bantu mengidentifikasi sumber-
pekerjaannya tanpa diri sumber harapan (misal: hubungan antar
tekanan. 2. Klien dapat menggunakan sesama, keyakinan, hal-hal untuk
dukungan sosial diselesaikan)
3. Klien dapat menggunakan obat
dengan benar dan tepat
TUK 2 : Setelah dilakukan interaksi 1x10 menit 1. Tanyakan apa yang di rasakan ketika
Klien dapat klien mampu mengetahui gejala stress stress.
mengidentifikasi rasa dalam dirinya.
stressnya 2. Bantu klien mengenal stress pada
dirinya

3. Kaji dan manfaatkan sumber-sumber


eksternal individu (orang-orang
terdekat, tim pelayanan kesehatan,
kelompok pendukung, agama yang
dianut).

TUK 3 : Setelah dilakukan interaksi selama 1. Identifikasi bersama pasien tindakan


Klien dapat 1x10 menit, : yang biasa dilakukan bila terjadi stress
mengontrol stress - Klien dapat mengidentifikasi
tindakan yang dilakukan untuk 2. Diskusikan manfaat dan cara yang
mengendalikan stress digunakan klien, jika bermanfaat beri
pujian
- Klien dapat menunjukan cara baru
3. Diskusikan cara baik memutus atau
untuk mengontrol stress mengontrol stress

4. Bantu klien memilih dan melatih cara


mengontol stress secara bertahap

TUK 4 : Setelah dilakukan interaksi 1x30 menit 1. Anjurkan klien bicara dengan dokter
Klien dapat , klien dapat tentang manfaat dan efek samping obat
mengunakan obat - Klien dapat membina hubungan yang dirasakan
dengan benar untuk saling percaya dengan perawat
mengendalikan stress 2. Diskusikan akibat berhenti obat tanpa
- Keluarga dapat menyebutkan konsultasi
pengertian tanda dan tindakan untuk
mengalihkan stress 3. Bantu klien menggunakan obat dengan
prinsip 5 benar cara pemberian.
- Klien dan keluarga dapat
menyebutkan mafaat, dosis dan efek
samping obat

- Klien dapat informasi tentang


manfaat dan efek samping obat
klien

- Klien minum obat teratur

- Klien dapat memahami akibat


berhenti minum obat tanpa
konsultasi

- Klien dapat menyebutkan prinsip


lima benar pengunaan obat.
2. Harga Diri Rendah TUM : Setelah dilakukan pertemuan selama 1. Lakukan pendekatan dengan baik,
Klien dapat 1x10 menit diharapkan : menerima klien apa adanya, dan
menentukan - Klien dapat duduk bersikap empati
keputusan yang berdampingan dengan 2. Cepat mengendalikan dan
efektif untuk perawat reaksi perawatan diri misalnya
mengendalikan - Klien mampu berbincang- rasa marah, empati
situasi kehidupan bincang dengan perawat 3. Diskusikan dengan klien
yang menurunkan - Klen mampu merespon bina hubungan yang sopan
perasaan rendah tindakan perawat 4. Berikan kesempatan klien untuk
merespon
TUK 1:
1. Klien dapat
membina
hubungan
teraupetik dengan
perawat

TUK2:
2. Klien dapat Setelah dilakukan pertemuan selama 1. Diskusikan kemampuan dan
mengidentifikasi 1x10 menit klien dapat aspek positif yang dimiliki klien
kemampuan dan mengindetifikasi kemampuan dan 2. Beri pujian yang realistis pada
aspek positif yang aspek yang dimiliki seperti aspek klien
dimiliki intelektual dan social budaya

TUK3:
3. Klien dapat Setelah dilakukan pertemuan selama 1. Rencanakan bersama klien
melakukan kegitan 1x10 menit diharapkan : aktivitas yang dapat dilakukannya
sesuai dengan - Klien dapat membuat rencana setiap hari sesuai kemampauan
kondisi dan kegiatan harian klien
kemampuannya 2. Tingkatkan kegiatan sesuai
kondisi klien
3. Beri contoh cara pelaksanaan
kegiatan yang boleh dilakukan
TUK4:
4. Klien dapat Setelah dilakukan pertemuan selama 1. Jelaskan jenis obat yang diminum
menggunakan obat 1x10 menit, diharapkan : oleh klien, kegunaan serta efek
dengan benar sesuai - Klien dapat menyebutkan sampingnya
program pengobtan obat-obatan yang diminum 2. Diskusikan kerugian jika berhenti
dan kegunaanya serta efek minum obat
samping yang timbul 3. Jelaskan prinsip-prinsip minum
obat.
3. Kerusakan TUM : Setelah dilakukan intervensi 1. Lakukan pendekatan secara baik dan
Komunikasi Membimbing klien selama 1 x 30 menit diharapkan bertahap
untuk biasa - Klien dapat berdampingan 2. Memberikan beberapa pertanyaan
berkomunikasi dengan perawat 3. Bantu klien mengungkapkan
dengan seperti biasa - Klien dapat menjawab perasaannya
dengan masyarakat ketika di tanya 4. Anjurkan keluarga untuk terus
luar - Klien dapat mengajak berinteraksi
mengungkapkan perasaan
TUK : yang di rasakan
- Untuk membantu
klien berkomunikasi
seperti biasanya
- Membantu klien
untuk bisa
berkomunikasi
dengan baik
- Untuk membantu
klien memahami
4. Isolasi Sosial TUM : Setelah dilakukan intervensi 1. Lakukan pendekatan dengan baik
Klien dapat bertemu selama 1 x 30 mnt diharapkan : secara bertahap
dan berinteraksi - Klien dapat bertemu 2. Lakukan komunikasi teurapeutik
dengan masyarakat dengan masyarakat luar secara efektif
luar - Klien dapat bertemu dan 3. Pertahankan rasa emosional klien
berinteraksi dengan 4. Meyakinkan klien untuk dapat
TUK : perawat terbuka dengan lingkungan yang
- Klien dapat - Klien dapat menceritakan aman
berinteraksi dengan pengalaman buruknya 5. Anjurkan keluarga untuk terus
masyarakat luar kepada perawat mendampingi klien
- Klien dapat 6. Berikan mainan yang dapat
melakukan membantu proses pelaksanaan
hubungan terapeutik
yang baik dengan
perawat
- Untuk membantu
klien bisa terbuka
dengan masyarakat
luar
5. ResikoPerilaku TUM : Setelah dilakukan intervensi 1. Beri salam dan panggil nama klien
Kekerasan Klien tidak selama 1 x 30 menit diharapkan : 2. Sebutkan nama perawat sambil berjabat
melakukan tindakan - Klien mau membalas tangan
kekerasan baik salam 3. Jelaskan maksud hubungan interaksi
kepada diri sendiri, - Klien mau berjabat tangan 4. Jelaskan kontrak yang akan dibuat
orang lain maupun - Klien mamu menyebut 5. Beri rasa aman dan tunjukan sikap
lingkungan nama empati
TUK1: - Klien mau tersenyum 6. Lakukan kontak singkat tapi sering
Klien dapat - Klien ada kontak mata
membina hubungan - Klien mau mengetahui 7. Penuhi kebutuhan dasar pasien
saling percaya nama perawat
- Klien mau menyediakan
waktu untuk perawat

TUK2: Setelah dilakukan pertemuan 1. Beri kesempatan klien untuk


Klien dapat selama 1x10 menit diharapkan : mengungkapkan perasaannya
mengidentifikasi - Klien dapat 2. Bantu klien untuk mengungkapkan
penyebab perilaku mengungkapkan penyebab perasaan marah jengkel
kekerasan perasaaannya
dengan apa yang dialaminya
- Klien dapat
menyimpulkan tanda-
tanda marah, jengkel/kesal
yang dialaminya
TUK3: Setelah dilakukan pertemuan 1. Anjurkan klien untuk megungkapkan
Diskusikan pada selama 1x10 menit diharapkan : rasa marah kesal/jengkel yang
pasien jika terjadi - Klien daapat dialaminya
perilaku kekerasan mengungkapkan 2. Observasi tanda perilaku kekerasan
tanda=tanda pada klien
marah/jengkel 3. Simpulkan bersama klien tanda-tanda
- Klien dapat jengkel kesal/marah yang dialaminya
menyampaikan tanda-
tanda marah/jengkel dan
kesal yang dialaminya
TUK4 : Setelah dilakukan pertemuan 1. Anjurkan klien untuk megungkapkan
Klien dapat selama 1x10 menit diharapkan : perilaku kekerasan yang biasa
mengidentifikasi - Klien daapat dilakukan
perilaku kekerasan mengungkapkan perilaku 2. Bantu klien bermain peran dengan
yang biasa dilakukan kekerasan yang biasa perilaku kekerasan yang biasa
dilakukan dilakukan
- Klien dapat bermain peran 3. Bicarakan dengan klien apakah dengan
dengan perilaku kekerasan cara yang klien lakukan masalahnya
yang biasa dilakukan selesai.
- Klien mengetahui cara
yang biasa dapatt me
nyelesaikan masalah/tidak
TUK5: Setelah dilakukan pertemuan 1. Bicarakan akibat/kerugian dari cara
Klien dapat selama 1x10 menit diharapkan : yang telah dilakukan klien
mengidentifikasi - Klien daapat menjelaskan 2. Bersama klien simpulkan akibat cara
akibat dari perilaku akibat dari cara yang yang digunakan klien
kekerasan digunakan klien 3. Tanyakan pada klien apakah ia ingin
mempelajari cara yang baru yang sehat
TUK6: Setelah dilakukan pertemuan 1. Tanyakan pada klien apakah ia ingin
Klien dapat selama 1x10 menit diharapkan : mempelajari cara yang baru yang sehat
mengidentifikasi - Klien dapat melakukan 2. Berikan pujian bila klien mengetahui
cara konstruktif dalm cara berespon terhadap cara yang sehat
berespon terhadap kemarahan secara 3. Diskusikan dengan klien cara yang
kemarahan konstruktif sehat :
Secara fisik tarik napas dalam saat
kesal, hindari memukul.
Tuk 7 : Setelah dilakukan pertemuan 1. Bantu klien untuk memilih cara yang
Klien dapat selama 1x10 menit diharapkan : tepat untuk klien
mendemonstrasikan - Klien dapat 2. Bantu klien mengidentifikasi manfaat
cara mengontrol mendemonstrasikan cara yang dipilih
perilaku kekerasan caramengontrol perilaku 3. Bantu klien menstimulasi cara tersebut
kekerasan (role play)
1) Secara Fisik 4. Beri reinforcement positif atas
Tarik napas dalam, keberhasiln klien menstimulasi cara
olahraga, menyiram tersebut
tanaman 5. Anjurkan klien untuk menggunakan
2) Secara Verbal cara yang telah dipelajari saat marah
Mengatakan langsung
dengan tidak
menyakiti
3) Secara Spiritual
Sembahyang berdoa,
shalat,dll

TUK8: Setelah dilakukan pertemuan 1. Identifikasi kemampuan keluarga klien


Klien mendapat selama 1x10 menit diharapkan : dari sikap apa yang telah dilakukan
dukungan keluarga - Klien dapat menyebutkan keluarga terhadap kliem selama ini
dalam mengontrol cara merawat klien yang 2. Jelaskan peran serta keluarga dalam
perilaku kekerasan berperilaku kekerasan merawat klien
- mengungkapkan rasa pus 3. Jelaskan cara-cara merawat klien
dalam merawat klien 4. Bantu keluarag auntuk
mendemonstrasikan cara merawat klien
5. Bantu keluarga mengungkpkan
perasaannya setelah dilakukan
demonstrasi
TUK9: Setelah dilakukan pertemuan 1. Jelaskan jenis-jebis obat yang diminum
Klien dapat selama 1x10 menit diharapkan : pada pasien dan keluarganya
menggunakan obat - Klien dapat menyebutkan 2. Diskusikan manfaat minum obat dan
dengan benar sesuai obat-obatan yang diminum kerugian jika tidakberhenti minum obat
prograam dan kegunaannya tanpa seijin dokter
pengobatan (jenis,waktu,dosis dan 3. Jelaskan prinsip benar minum obat
efek) klien dpat minum (nama,dosis,waktu,cara minum)
sesuai program terapi 4. Anjurkan klien minta obat dan minum
obat tepat waktu
5. Anjurkan klien melapor kepada
perawat/dokter bila merasakan efek
yang tidak menyenangkan
SUMBER

Anonymous. e.d. Hubungan motivasi internal dan eksternal dengan kinerja petugas CMHN. Universitas
SumateraUtara (USU). Khasanah, Arifah Nur. (2011). Tutor Community Mental Health Nursing
(CMHN).
Kusumawati dan Hartono .(2010) .Buku Ajar Keperawatan Jiwa .Jakarta : Salemba Medika
Keliat, B. A. (2009). Proses Keperawatan Jiwa.Jakarta : EGC.