Anda di halaman 1dari 11

VALUASI LINGKUNGAN

Danau Toba, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara. Danau Toba merupakan danau
yang luasnya mencakup 7 (tujuh) kabupaten. Salah satu kabupaten tersebut adalah Kabupaten
Simalungun. Untuk nilai valuasi ekonomi lingkungan dari Danau Toba dibatasi pada
penggunaan atau pemanfaatan danau di Kabupaten Simalungun tanpa mempertimbangkan
siapa atau dari mana orang yang memanfaatkannya. Demikian pula valuasi dibatasi hanya
untuk ekosistem aquatik (perairan ) Danau Toba. Nilai Ekonomi Total (NET) Danau Toba
akan dibedakan menjadi nilai guna langsung yang diperoleh dari perhitungan nilai ekonomi
produk- produk yang diekstraksi (diambil) dari danau dan nilai guna tidak langsung bagi jasa
yang dimanfaatkan oleh masyarakat.

Nilai ekonomi total sebuah danau dapat dihitung dengan menjumlahkan nilai
ekonominya untuk setiap daerah (kabupaten/kota) yang memanfaatkan dan menerima
manfaat dari danau tersebut, tetapi harus dihindari adanya perhitungan ganda (double
counting). Contohnya ,jangan sampai nilai ekonomi danau sebagai sumber air untuk
pembangkit listrik dihitung di Kabupaten Simalungun, karena PLTA di air terjun Sigura-gura
adanya di Kabupaten Asahan dan air sungai Asahan yang mengalirkkan air terjun Sigura-gura
yang menjadi penggerak turbin PLTA Asahan. Danau Toba telah dimanfaatkan oleh
masyarakat sebagai sumber air untuk irigasi pertanian, sumber air minum, tempat menangkap
ikan, tempat budidaya ikan, obyek pariwisata, dan bagian dari prasarana transportasi danau.

Berdasarkan survei-cepat di lapangan tidak semua fungsi atau manfaat danau pada umumnya
berlaku di Kabupaten Simalungun :

1. Air Danau Toba sebagai sumber air irigasi pertanian

Daerah Simalungun sebagian besar terletak dibagian atas Danau Toba, sehingga
persawahan di kabupaten tersebut tidak dimanfaatkan Danau Toba sebagai sumber pengairan.
Banyak sungai sungai kecil yang justru menjadi pemasok air untuk pengairan sawah dan
kegiatan pertanian lainnya, sedang sisanya mengalir ke Danau Toba. Oleh karena itu,manfaat
Danau Toba sebagai sumber air irigasi di Kabupaten Simalungun tidak dihitung nilai
ekonominya.
2. Air Danau Toba sebagai sumber air baku air minum

Air minum di Kabupaten Simalungun dikelola oleh 3 (tiga ) PDAM yaitu PDAM
Tirta Lihou, PDAM Tirta Uli, dan PDAM Tirta Nadi. Air baku yang dikelola dan disalurkan
kepada para pemakai air minum tidak bersal dari Danau Toba tetapi dari air sungai dan air
tanah. Oleh karena itu, nilai ekonomi untuk air Danau Toba sebagai air baku air minum di
Kabupaten Simalungun adalah sebesar nol.

3. Air Danau Toba sebagai habitat ikan tangkap

Ikan hidup didalam air, karena itu Danau Toba dengan volume airnya yang sangat
berlimpah dan wilayah pengairan danau yang luas sangat besar manfaatnya untuk kehidupan
ikan. Ingat dalam valuasi ekonomi Danau Toba dalam kaitannya dengan perikanan,
sebenarnya yang dinilai bukan ikan yang dihasilkannya, tetapi jasa Danau Toba sebagai
habitatnya sehingga ikan dapat tumbuh dan berkembang sampai dapat dimanfaaatkan oleh
masyarakat. Karena belum tergambar berapa nilai jasa Danau Toba sebagai habitat ikan dan
memberikan kehidupan bagi ikan, maka metode valuasi yang digunakan adalah metode atau
pendekatan produksi.

Harga jual ikan diperoleh dari hasil wawancara dan di cek dengan data harga ikan
yang diterbitkan oleh BAPPEDA Simalungun Dalam Angka 2009 yaitu rata-rata Rp 7.000
per Kg pada tahun 2007. Biaya total perikanan tangkap dibedakan menjadi biaya langsung
dan biaya tak langsung. Yang dimaksud dengan biaya langsung adalah biaya-biaya yang
langsung berhubungan dengan biaya produksi perikanan tangkap seperti biaya untuk bahan
bakar; sewa kail, jala, umpan dan perahu; serta upah tenaga awak kapal penangkap ikan. Data
biaya langsung diperoleh dari hasil wawancara dengan nelayan atau buruh penangkap ikan.
Nilai biaya langsung ini ditemukan sebesar Rp 2.600.000/ton.

Tabel 1. Perhitungan Nilai Ekonomi Ikan Tangkap di Danau Toba

No. Keterangan Harga per Unit Nilai Total Per Unit


(Rp/Ton) (Rp/ton)
1 Harga Jual 7.000.000
2 Biaya total perikanan tangkap 7.000.000
3 Biaya langsung perikanan tangkap (4+5) 2.990.000
Biaya penangkapan (langsung): 2.600.000
 Bahan bakar 100.000
4
 Sewa sampan,kail jala,umpan 1.000.000
 Upah tenaga 1.500.000
5 Keuntungan usaha (15% * biaya tangkap) 390.000
6 Biaya tak langsung (jasa danau yang harus diperhitungkan): 4.010.000
 Nilai pakan alami & nutrisi lainnya* 2.000.000
 Nilai air 2.010.000
*)dihitung berdasarkan pendekatan penggunaan pakan buatan pada budidaya keramba

Dengan asumsi bahwa laba atau keuntungan hasil penangkapan ikan yang layak
diterima oleh penangkap ikan sama dengan biaya bunga bank (15% dari total biaya
penangkapan sebagai modal usaha) dan juga diasumsikan sebagai bagian dari biaya langsung
(Rp 390.000/ton), maka total biaya langsung penangkapan ikan dapat diperoleh yaitu sebesar
Rp 2.990.000/ton ikan.

Kemudian akan dicari nilai jasa Danau Toba sebagai kontribusi pada perikanan
tangkap. Caranya adalah dengan mengurangkan seluruh biaya langsung penangkapan ikan
yang termasuk laba layak pengusaha atau nelayan (Rp 2.990.000/ton) dari nilai total hasil
penjualan ikan yang ditangkap (Rp 7.000.000/ton) atau sama dengan Rp 4.010.000. Jadi
perkiraan nilai ekonomi total dari konstribusi Danau Toba untuk produksi ikan tangkap rata-
rata sebesar Rp 4.010.000/ton.

Nilai jasa lingkungan Danau Toba untuk perikanan tangkap sebesar Rp 4.010.000/ton
dapat dirinci menjadi dua bagaian yaitu nilai ekonomi pakan dan nutrisi lainnya sebesar Rp
2.000.000/ton. Nilai ini diasumsikan sama dengan kalau seseorang mengusahakan ikan
budidaya dengan keramba yang harus mengeluarkan biaya untuk pakan ikan sebesar Rp
2.000.000/ton ikan. Jasa danau toba lainnya dalah nilai air yang dimanfaatkan untuk
kehidupan ikan diperoleh dengan mengurangkan nilai pakan dan nutrisi lainnya dari nilai jasa
lingkungan Danau Toba untuk kehidupan ikan tangkap yaitu sebesar Rp 4.010.000/ton - Rp
2.000.000/ton = Rp 2.010.000/ton. Selanjutnya dengan produksi ikan tangkap yang tercata di
Dinas Perikanan Kabupaten Simalungun sebanyak 154,60 ton pada tahun 2007, nilai
ekonomi total danau Toba sebagai pemghasil produk ekstraktif ikan tangkap sebesar 154,6 x
Rp 4.010.000/ton = Rp 619.946.000 atau hampir mencapai Rp 0,62 miliar/tahun.

4. Air Danau Toba sebagai wadah (media) budidaya ikan (karamba)

Untuk perikanan budidaya (jaring apung atau karamba), metode perhitungannya tidak
jauh berbeda dengan perhitungan pada fungsi Danau Toba sebagai wadah atau habitat dari
ikan tangkap. Secara rinci perhitungan hasil usaha dan nilai ekonomi jasa lingkungan Danau
Toba disajikan pada Tabel.2
Bedanya terletak pada pemberian pakan untuk ikan yang dibudidaya dan penyediaan jaring
atau karamba sebagai tempat mengurung ikan supaya tidak meninggalkan tempat.

Dalam perhitungan ini diasumsikan harga ikan per ton hasil produksi karamba sama
dengan harga ikan tangkap Rp 7.000.000/ton. Adapun biaya produksi langsung dapat dirinci
sebagai : penyusutan jaring dan kerangka karamba, bahan bakar/listrik,pakan, dan upah
tenaga kerja, dan lab layak pengusaha, yang keseluruhannya berjumlah Rp 4.657.500/ton
ikan. Dengan demikian maka dapat diperoleh nilai kontribusi Danau Toba dalam memberikan
jasa lingkungan danau sebesar Rp 7.000.000/ton – Rp 4.657.500/ton = Rp 2.342.500/ton ikan.
Kemudian nilai ekonomi jasa lingkungan ini dapat dirinci menjadi nilai nutrisi lainnya yang
diberikan Danau Toba sebesar Rp 2.342.500/ton – Rp 2.010.000 = Rp 332.500/ton ikan

Tabel 2. Perhitungan Nilai Ekonomi Ikan Budidaya (Karamba) di Danau Toba

Harga Per Unit Nilai Total Per Unit


No Keterangan
(Rp/Ton) (Rp/Ton)
1. Harga Jual 7.000.000
2. Biaya total perikanan jaring apung 7.000.000
3. Biaya langsung jaring apung 4.657.500
Biaya pemeliharaan ikan di jaring karamba (4.050.000)
 Penyusutan jaring & kerangka karamba 500.000
 Bahan bakar/ listrik 50.000
4.
 Pakan 2.000.000
 Upah tenaga 1.500.000
5. Keuntungan usaha (15% *biaya langsung) 607.500
Biaya tak langsung (jasa danau yang harus diperhitungkan) : 2.342.500
6.  Nilai nutrisi lainnya 332.500
 Nilai air Danau Toba 2.010.000
7. LABA NORMAL 0 (Nihil)

Catatan :

o Produksi 20 ton per tahun, karena panen 3 tahun


o Biaya investasi jaring apung Rp 25.000.000 untuk 10 ton ikan/tahun, umur pakai
selama 5 tahun
o Nilai nutsrisi lainnya didapat dari biaya tidak langsung dikurangi nilai air (seperti
pada perikanan tangkap)

Jadi nilai ekonomi Danau Toba sebagai wadah budidaya perikanan jaring apung adalah Rp
2.342.500 per ton ikan. Kalau pada tahun 2007 diketahui jumlah produksi ikan jaring apung
sebanyak 1.636 ton, maka nilai ekonomi total danau toba sebagai wadah budidaya jaring
apung mencapai 1.636 x Rp/ 2.342.500 = Rp 3.832.330 atau lebih dari Rp 3,8 miliar/tahun.
5. Danau Toba sebagai obyek rekreasi dan pariwisata

Disamping Danau Toba dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan diatas, Danau Toba
juga digunakan sebagai tempat kegiatan pariwisata dan rekreasi langsung seperti lomba untuk
lomba dayung dan berbagai atraksi pada saat perayaan nasional setiap tanggal 17 agustus.
Pemerintah daerah melalui Dinas Pariwisata mengeluarkan biaya perayaan tersebut. Nilai
anggaran Pemerintah Daerah ini dapat dianggap sebagai nilai sewa terhadap jasa lingkungan
danau beserta air dan pemandangan alam serta iklimnya. Nilai anggaran tersebut mencapai
sekitar Rp 380.000.000/tahun pada tahun 2007 (Laporan Dinas Pariwisata, Kabupaten
Simalungun,2007)

Banyak wisatawan yang datang ke Danau Toba untuk menyaksikan keindahan


pemandangan danau dan sekitarnya serta ingin datang untuk menyaksikan secara langsung
seperti apa sesungguhnya Danau Toba itu. Dalam hal ini pendekatan yang dapat dipakai
adalah pendekatan yang sudah umum dipakai untuk menilai tempat wisata atau taman
nasional, yaitu dengan pendekatan biaya perjalanan (travel cost method). Hal yang terpenting
dalam pendekatan biaya perjalanan ini adalah :

 Biaya perjalanan dari kota asal sampai dikota tujuan (Danau Toba)
 Lamanya waktu dalam menempuh perjalanan
 Pengeluaran makan dalam perjalanan
 Lamanya tinggal ditempat tujuan (Danau Toba)
 Pengeluaran untuk hotel,makan-minum,dan rekreasi lainnya.

Data perjalanan dari Medan ke Danau Toba yang memakan waktu 5 jam perjalanan
karena lalu lintas sudah semakin padat dibanding dengan 10 tahun lalu. Diperkirakan biaya
kesempatan (opportunity costs) sebesar Rp 250.000/jam. Biaya sewa taksi Rp 700.000 per
hari dan ditumpangi oleh 4 orang dan 1 orang sopir. Pengeluaran untuk bahan bakar Rp
300.000,- per hari. Keperluan makan di perjalanan Rp 500.000. Kemudian bermalam dan
tinggal di Hotel selama 2 hari dengan biaya sewa hotel Rp 320.000 per malam untuk 2 orang
per kamar. Selama dikawasan Danau Toba pengunjung tidak melakukan kegiatan rekreasi,
tetapi hanya menikmati pemandangan alam, sehingga pengeluaran yang terjadi hanya
pengeluaran untuk makan siang dan makan malam, karena makan pagi sudah disediakan oleh
hotel. Perhitungan nilai ekonomi total tempat wisata alam sebagai berikut (Lihat Tabel 2).
Karena tidak ada data mengenai jumlah pengunjung, maka digunakan perkiraan atas
dasar jumlah hotel dan jumlah kamar serta jumlah tempat tidur yang ada di Kabupaten
Simalungun yang jumlahnya sebanyak 50 hotel dengan 1303 kamar dan berisi 2.273 tempat
tidur. Dari wawancara dengan beberapa pemilik hotel diperkirakan occupancy rate hotel dan
penginapan sebesar 60% pada tahun 2007.

Tabel 3. Perhitungan Nilai Ekonomi Danau Toba sebagai Obyek Wisata di Kabupaten
Simalungun

No. Keterangan Dari luar wilayah Dari dalam Wilayah


Kabupaten (Rp/orang) Kabupaten (Rp/Orang)
1 Nilai Ekonomi Total Danau Toba sbg taman 3.690.000 1.765.000
wisata alam
2. Biaya perjalanan dari tempat asal ke Danau 3.000.000 1.075.000
Toba
a Biaya Transport (pp) 250.000 75.000
b Biaya makan (pp) 250.000 250.000
c Time cost: 10 jam(pp) 2.500.000 750.000
3 Pengeluaran selama di Danau Toba 690.000 690.000
a Transport Lokal 250.000 250.000
b Hotel 240.000 240.000
c Pengeluaran konsumsi 200.000 200.000
Sumber : Hasil Perhitungan

Di samping itu diperkirakan pula pengunjung dari Medan ke Danau Toa hanya sebanyak
20% dari total pengunjung pada tahun 2007 dan sisanya 80% pengunjung berasal dari sekitar
Kabupaten terdekat sehingga biaya perjalanan lebih murah yang diperkirakan hanya setingi
30% biaya perjalanan dari Medan. Atas dasar data dan informasi tersebut dapat dihitung nilai
ekonomi Danau Toba sebagai obyek wisata alam untuk Kabupaten Simalungun sebesar :

 20% x (60% x 2.273) x Rp 3.690.000 = Rp. 1.006.484.400 (untuk pengunjung dari


Medan) ditambah dengan
 80% x (60% x 2.273) x (Rp 1.760.000) = Rp. 1.925.685.600 (untuk pengunjung dari
sekitar Kabupaten Simalungun) ; sehingga nilai total Danau Toba sebagai lokasi
wisata adalah sebesar Rp 1.006.484.000 + Rp 1.925.685.600 = Rp
2.932.170.000/tahun

Jadi nilai ekonomi Danau Toba sebagai obyek wisata alam untuk Kabupaten Simalungun
pada tahun 2007 mencapai Rp 2.932.170.000/tahun pada tahun 2007. Jika diperhitungkan
pula nilai rekreasi di Danau Toba sebesar Rp 380.000.000/tahun, maka nilai Danau Toba
sebagai tempat wisata dan rekreasi sebesar Rp 3.312.170.000/tahun atau Rp 3.31
miliar/tahun.
6. Danau Toba sebagai prasarana transportasi danau

Danau Toba banyak dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berpergian dari sati kota/desa ke
kota/desa lain dengan menggunakan angkutan kapal melalui perairan Danau Toba. Untuk
menghitung nilai ekonomi total Danau Toba sebagai prasarana transportasi digunakan
pendekatan berapa kapal dan berapa kali setiap kapal yang melintasi Danau Toba dalam satu
tahun. Untuk kapal angkutan penumpang diperlukan data jumlah penumpang dan tarif
angkutan per penumpang. Demikian pula untuk barang – barang yang diangkut oleh kapal –
kapal tersebut. Kapal penumpang ada yang menggunakan tarif angkutan per perjalanan atau
trayek perjalanan tetapi ada pula yang menggunakan sistem sewa khususnya untuk
penumpang/pengunjung wisatawan.

a) Kapal penumpang umum


Kapal penumpang umum berperan sebagai sarana penghubung transportasi dari kota
Prapat ke Tomok singgah dibeberapa kota lain. Data mengenai kapal angkutan umum tertera
dibawah ini.
Data angkutan kapal penumpang umum
Jenis Kapal : Kapal Kayu
Harga Kapal : Rp 150.000.000,-/kapal
Kapasitas Barang : 25 ton
Kapasitas orang : 60 orang
Rata – rata : 4 rit/hari
Bahan Bakar (solar + oil) yang dibutuhkan : 30 lt/rit
Biaya karcis : Rp 20.000,-/orang

Biaya Perawatan
Perawatan rutin ( Pengecatan,dempul,seng plat : Rp 1.000.000,-/tahun
Pergantian gerbok : Rp. 3jt s/d 8jt/ 7 tahun
Pemilik kapal kebanyakan dari orang orang Pulau Samosir

Atas dasar data yang ada dapat dihitung nilai ekonomi jasa Danau Toba untuk sektor
transportasi seperti pada Tabel 1. Setelah dilakukan perhitungan ditemukan bahwa nilai
ekonomi jasa Danau Toba dalam mendukung kegiatan transportasi kapal penumpang adalah
Rp 456.273.715/kapal/tahun. Sehingga jika ada 4 kapal yang dioperasikan sebagai kapal
penumpang di perairan Danau Toba yang termasuk wilayah Kabupaten Simalungun, maka
nilai jasa Danau Toba secara Total untuk kapal angkutan penumpang mencapai 4 x Rp
456.273.715 = Rp 1.825.094.860.
Perlu dicatat bahwa data yang tersedia khusus untuk kapal angkutan umum ternyata
tidak mencukupi untuk menghitung nilsi-nilsi ekonomi total jasa Danau Toba. Untuk
mengatasi kekurangan Data digunakan berbagai informasi yang ada seperti data yang
ditemukan dalam perhitungan kapal sewaan untuk usaha budidaya perikanan maupun bagi
para wisatawan. Jadi data dari sumber lain boleh juga digunakan dan hasilnya seperti yang
dapat dilihat pada Tabel 4.
Tabel 4. Perhitungan Nilai Ekonomi Usaha Angkutan Kapal Umum di Danau Toba
No Keterangan Nilai Per Unit (Rp/tahun) Nilai total (Rp)

Penerimaan ; - Hari Biasa 300 hari @4 rit x75 x 60 x Rp 20.000 x 300


1.080.000.000
1 - Hari libur 50 hari : 4 x 60 x Rp. 20.000 x 50 (hari besar & libur sekolah)
240.000.000
Total penerimaan
1.320.00.000
Biaya operasional (langsung) : 785.205.714
Penyusutan kapal harga Rp 150.000.000, umur
7.500.000
teknis 20 tahun
Bahan bakar (solar) (60 liter/rit) : 60 x 14000 rit
504.000.000
x Rp 6.000
Upah awak kapal (2-3 orang) : 20% dari
264.000.000
penerimaan
2
Perawatan : - rutin Rp. 1.000.000/ tahun 1.000.000
Perawatan : - oli Rp 300.000/bulan x 12 bulan 3.600.000
Pearawatan : - ganti gebok : Rp 3jt s/d 8jt/ 7
785.714
tahun
Pungutan parkir : 1.400 x Rp 3000 4.200.000
Retribusi ke Dinas Perhubungan Rp
120.000
10.000/bulan
Biaya tak langsung (jasa danau) : total
3 penerimaan – biaya operasional langsung laba 456.273.715
layak*
4 Biaya total (langsung & tidak langsung) 1.242.479.429
5 Keuntungan usaha layak : 10% x Rp 434.755.714 78.520.571

Catatan : *) Nilai laba layak harus dihitung terlebih dahulu seperti yang tampak pada baris
ke-5. Hasilnya digunakan dengan nilai biaya operasional langsung untuk mengurangi nilai
total penerimaan sehingga diperoleh niai biaya tak langsung yaitu jasa Danau Toba yang
dimanfaatkan dalam kegiatan transportasi untuk penumpang umum.

b) Kapal Sewaan Disewa oleh PT.AQUA FARM

Di samping kapal angkutan umum ada juga kapal yang disewa oleh perusahaan
budidaya ikan. Yang dominan dalam usaha ini adalah PT.Aqua Farm. Data persewaan kapal
oleh PT.Aqua Farm tampak seperti dalam kotak dibawah ini. Namun dalam buku Pedoman
ini tidak dipaparkan perhitungan nilai ekonomi total jasa Danau Toba untuk kegiatan
persewaan kapal bagi usaha perikanan. Para pemakai buku ini diharapkan dapat mencoba
sendiri dengan metode yang sama dengan yang telah dibuat pada perhitungan nilai jasa
Danau Toba untuk angkutan kapal penumpang.

Kapal disewa rutin oleh PT. Aqua Farm

Jenis Kapal : Kapal Kayu


Muatan : Pelet
Tujuan : Keramba
Rata – rata rit : 4 rit/minggu
Ongkos : Rp 27,-/Kg (Rp.27,-/Ton)
Rata – rata mengangkut : 18-25 ton/rit/sekali jalan
Kapasitas barang : 25 ton atau 60 orang
Rata –rata : 4 rit/hari
Bahan Bakar (Solar +oli) yang dibutuhkan : 30 lt/rit
Biaya karcis : Rp 20.000,-/orang
Biaya perawatan
Perawatan rutin (pengecatan,dempul,seng plat) : Rp 1.000.000,-/tahun
Pergantian gerbok : Rp 3 jt s/d 8 jt / 7 tahun
Pemilik kapan kebanyakan dari orang – orang Pulau Samosir

c) Kapal wisatawan charter

Disamping kedua kegiatan penggunaan kapal sebagai alat transportasi di Danau Toba
seperti diuraikan diatas, masih ada lagi kapal yang diusahakan dengan sistem charter,
khususnya untuk wisatawan. Data yang dapat dikumpulkan untuk kapal wisata ini seperti
dipaparkan sebagai berikut :

Jenis Kapal : Kapal Kayu


Harga Kapal : Rp 150.000.000,-/kapal
Kapasitas Penumpang : 60 orang
Jumlah awak kapal : 2 orang
Kapal wisata tujuan : Parapat,Tomok,Ambarita dan Batu Gantung
Jumlah kapal wisata : pemilik swasta/perorangan
Harga sewa : Rp 800.000,-/5 jam/kapal
Harga perorangan : Rp 20.000,-/orang
Jarak waktu tempuh ke Prapat dan Batu Gantung 2 jam
Jarak waktu tempuh ke Tomok – Ambarita : 2 jam + 1 jam jalan darat
Pada hari-hari biasa kapal wisata hanya 1 ritx/hari, untuk hari besar (lebaran dan natal) rata –
rata 2-3 rit/hari.

Kebutuhan Bahan Bakar :


- Ke Parapat : 35 lt solar
- Ke Batu Gantung : 25 lt solar
Gaji Upah
Kue Kapal wisata (2 orang) : 20% dari total pendapatan
Komisi Agen : 10% dari total pendapatan

Retribusi
Retribusi ke Dinas Perhubungan : Rp 10.000,-/bulan(sejak tahun 2001)
Parkir ke Dinas Perhubungan : Rp 3.000,-/sandar ( hanya di Pulau Samosir)

Biaya Perawatan
Perawatan rutin (Pengecatan,dempul,seng plat) : Rp. 1.000.000,-/tahun
Pergantian gerbok : Rp. 3jt s/d 8jt / 7 tahun.

Seperti halnya dengan nilai ekonomi jasa Danau Toba untuk angkutan kapal charter,
perhitungan nilai ekonomi untuk kapal wisata tidak diberikan hasil perhitungannya. Para
pembaca dapat melakukan perhitungan sendiri dengan metode yang relatif sama.

Sebagai rangkuman dari bab ini harus ditunjukkan berapa sesungguhnya nilai jasa
Danau Toba untuk berbagai penggunaan. Dalam buku pedoman ini belum semua jenis
penggunaan atau aktivitas sudah diberikan contoh perhitungannya. Dengan mengindentifikasi
secara lebih cermat akan dapat diperoleh macam penggunaan yang sebenarnya. Atas dasar
perhitungan yang dilakukan dalam contoh perhitungan yang telah diuraikan diatas dapat
diperoleh nilai ekonomi total (NET) jasa Danau Toba pada Kabupaten Simalungun seperti
pada Tabel 5.
Tabel 5. Nilai Ekonomi Danau Toba untuk Kabupaten Simalungun
Nilai jasa Total nilai jasa
Produksi
No Jenis Penggunaan Rp/Unit/Tahun danau danau
/Tahun
(Rp/Unit) (Rp/tahun)
Sumber air irigasi
1. M3 0 0 0
pertanian
Sumber air baku air
2. M3 0 0 0
minum
3. Habitat perikanan tangkap Ton 154,60 4.010.000 619.946.000
Habitat perikanan
4. Ton 1.636,00 2.342.500 3.832.330.000
budidaya
Pariwisata (turis luar
5. Orang 273 3.690.000 1.007.370.000
kabupaten)
Pariwisata (turis dalam
6. Orang 1.091 1.765.000 1.925.615.000
kabupaten)
7. Wadah rekreasi air 1 kali 1 kali 50.000.000 50.000.000
Jasa transportasi kapal
8. Kapal 4 456.273.715 1.825.094.860
penumpang
Jasa transportasi untuk
9. Kapal tad tad Tad
kapal karamba
Jasa transportasi untuk
10. Kapal tad tad Tad
kapal wisata
Total Nilai Ekonomi
- - - 9.260.355.860
Danau Toba
Sumber : Tabel 1-4