Anda di halaman 1dari 7

NAMA : ROSITA FITRIANI

NIM : 16520061
ASP A
UTS Akuntansi Sektor Publik
1. Kasus
a. Pengemudi sepeda motor tidak patuh peraturan berkendara dan seringkali tidak patuh
pada lalulintas, lalu pengemudi mobil seenaknyya membuang sampah di jalanan
b. Apa pendapat saudara mengenai kemerosotan etika public dalam penganggaran
Negara
Menurut saya kemerotan yang terdapat dalam artikel tersebut mengacuh pada
Penurunan keberadaban public. Dimana masyarakat ekonomi kalangan bawah sampai
dengan atas tidak beradab dan menympang contohnya, di jalanan banyak menemui
pengendara motor yang tidak memakai helm, dan cenderung tidak patuh terhadap
peraturan lalulintas lainnya, lalu ada pula masyarakat yang mengendarai mobil
mewah namun melempar sampah keluar mobil sembarangan. Hal tersebut sangat
memprihatinkan bagi negara ini.
c. Dalam proses relisasi anggaran khususnya dalam dunia pendidikan apa pendapat
saudara agar korupsi dapat dieleiminasi, sebutkan langkah-langkah konkret yang
perlu diambil.
Korupsi tentu saja bukan hal asing lagi bagi negara ini, seperti yang kita ketahui
dimana-mana bertebaran orang-orang tak bertanggung jawab selaku pemegang
kekuasaan memamfaatkan kuasa untuk memeras uang rakyat.
Langkah untuk mengeliminasi korupsi tersebut yaitu :
 Memperketat pengawasan
 Membatasi Kekayaan Pejabat Publik.
 Menetapkan Pajak Kekayaan atau Pajak Warisan
 Membenahi Sistem Penggajian Publik dan Swasta.
 Menjadikan semua sama di depan hukum
 Membantu KPK
 Menghilangkan Justifikasi Korupsi

2. Realisasi anggaran dikenal atau terkait dengan istilah, “operational management”. Istilah
tersebut diartikan sebagai proses yang memungkinkan organisasi publik mencapai
tujuannya melalui penambahan dan penggunaan sumber daya yang efisien
(Krajewski/Ritzman. 1990:3). Setiap organisasi, baik publik maupun swasta, pabrik atau
penyedia layanan, mempunyai fungsi operasional. Fungsi ini sangat penting dalam
mencapai tujuan organisasi. Bagi manajer atau pengelola organisasi, isu utama dalam
proses realisasi anggaran adalah kualitas, yang kemudian menjadi senjata dalam
menghadapi persaingan. Namun, tekanan pada kualitas tidak berarti bahwa manajer dapat
mengabaikan penghapusan penting antara kualitas dan biaya, serta waktu dan
fleksibilitas. Tantangan yang muncul kemudian adalah menghasilkan kualitas produk dan
jasa secara efisien.

3. Siklus realisasi anggaran terdiri dari serangkaian kegiatan setelah penganggaran


ditetapkan dan dilanjutkan dengan pelaksanaan anggaran tersebut. Siklus realisasi
anggaran dibagi ke dalam 3 tahapan kegiatan yakni persiapan , pelaksanaan dan
penyelesaian. Setiap tahapan realisasi anggaran public terbagi kedalam tiga kegiatan
utama yakni :
NAMA : ROSITA FITRIANI
NIM : 16520061
ASP A
a. Pencairan anggaran (pengeluaran),
b. Realisasi pendapatan, dan
c. Pelaksanaan.
Masing-masing kegiatan utama tersebut berlaku sebagai siklus realisasi anggaran.
setiap kegiatan utama itu terbagi lagi ke dalam kegiatan per tahapan persiapan , proses
pelaksanaan dan penyelesaian. Kegiatan utama yang pertama,yakni pencairan
anggaran(pengeluaran). dimulai dengan tahap persiapan yang terdiri dari kegiatan
pembuatan prosedur dan formulir serta pembuatan anggaran kas; tahap proses
pelaksanaan terdiri dari kegiatan pengumpulan bukti untuk pencatataan, penyelesaian tata
prosedur pencatatan barang dan modal, serta pelaporan aktivitas jasa. Kegiatan utama
yang kedua,yakni realisasi pendapatan, dimulai dengan tahapan persiapan yang terdiri
dari kegiatan menghitung potensi dan mmbuat regulasi untuk prosedur serta
formulir;tahap proses pelaksanaan terdiri dari kegitan penagihan dan pengumpulan
pendapatan serta pengenaan sanksi dan insentif.
Kegiatan utama yang ketiga, yakni pelaksanaan program, dimulai dengan tahapan
persiapan yang terdiri dari kegiatan pembentukkan tim dam meembuat data aturan serta
pembagian beban kerja. Tahap proses pelaksanaaan terdiri dari kegiatan pelaksanaan
pekerjaan, sementara tahap penyelesaian terdiri dari kegiatan finalisasi produk dan
pembuatan laporan.
4. Alur pengelolaan keuangan
 Pusat
Pengelolaan keuangan negara mengikuti ketentuan dalam paket undang-undang di
bidang Keuangan Negara. Siklus pengelolaan keuangan negara tidak terlepas dengan
fungsi-fungsi manajemen yang dikenal selama ini. Dalam suatu organisasi, pada dasarnya
manajemen dapat diartikan suatu proses yang melibatkan orang-orang untuk menentukan,
menginterpretasikan dan mencapai tujuan-tujuan organisasi yang telah ditetapkan dengan
pelaksanaan fungsi-fungsi perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing),
penyusunan personalia atau kepegawaian (staffing), pengarahan dan kepemimpinan
(leading) dan pengawasan (controlling). Begitupula dalam pengelolaan keuangan negara,
fungsi manajemen tersebut diwujudkan dalam siklus pengelolaan keuangan negara yang
terdiri dari: perencanaan, penganggaran, pelaksanaan anggaran/perbendaharaan,
akuntansi, pemeriksaan dan pertanggungjawaban.
NAMA : ROSITA FITRIANI
NIM : 16520061
ASP A

Gambar 4a
 Daerah
Sistem penganggaran keuangan daerah adalah catatan masalah, rencana masa
depan, dan mekanisme pengolaan sumber daya. Anggaran Pendapatan dan Belanja
Daerah selanjutnya disingkat APBD adalah suatu rencana keuangan tahunan pemerintah
daerah yang disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (UU No. 17 Tahun 2003
pasal 1 butir 8 tentang Keuangan Negara).
NAMA : ROSITA FITRIANI
NIM : 16520061
ASP A

Gambar 4b
NAMA : ROSITA FITRIANI
NIM : 16520061
ASP A
 Pengelolaan secara keseluruhan Pusat dan Daerah

Gambar 4c

 Regulasi
a. UU No 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara
b. UU No 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara
c. UU No 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan
Negara
d. UU No 20 Tahun 1997 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak
e. UU No 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan
Pemerintah Daerah

5. Komponen laporan keuangan sector public yang lengkap meliputi :


a. Laporan Posisi Keuangan (Neraca)
Laporan posisi keuangan, atau disebut juga dengan neraca ataupun laporan aktiva dan
kewajiban adalah laporan keuangan yang menyajikan posisi aktiva, hutang dan modal
pemilik pada satu saat tertentu. Sevara minimum, laporan posisi keuangan harus
memasukkan pos-pos yang menyajikan jumlah berikut :
 Properti, pabrik dan peralatan
 Aktiva-aktiva tak berwujud
NAMA : ROSITA FITRIANI
NIM : 16520061
ASP A
 Aktiva-aktiva financial
 Investasi yang diperlukan dengan metode ekuitas
 Persediaan
 Pemulihan transaksi non pertukaran, termasuk pajak dan transfer
 Piutang dari transaksi pertukaran
 Kas dan setara kas
 Hutrang pajak dan transfer
 Hutang karana transaksi pertukaran
 Cadangan (provision)
 Kewajiban tidak lancer
 Pertisipasi minoritas, dan
 Aktiva/ekuitas neto
b. Laporan Kinerja Keuangan (Laporan Surplus/Devisit)
Laporan kinerja keuangan atau disebut dengan laporan pendapatan dan biaya, laporan
rugi laba, laporan operasi, adalah laporan keuangan yang menyajikan pendapatan dan
biaya selama satu periode tertentu.Laporan kinerja keuangan minimal harus mencakup
pos-pos lini berikut :
 Pendapatan dari aktivitas operasi
 Surplus atau devisit dari aktivitas operasi
 Biaya keuangan (biaya pinjaman)
 Surplus atau devisit neto saham asosiasi dan joint venture yang menggunakan
metode ekuitas
 Surplus atau devisit dari aktivitas biasa
 Pos-pos luar biasa
 Saham partisipasi minoritas dari surplus atau devisit neto, dan
 Surplus atau devisit neto untuk suatu periode.
c. Laporan Perubahan Dalam Aktiva/Ekuitas Neto
Laporan perubahan aktiva/ekuitas neto dari suatu entitas daiantara dua tanggal
pelaporan menggambarakan peningkatan atau penurunan kekayaan, bedasarkan prinsip
pengukuran tertentu yang diadopsi dan harus diungkapkan dalam laporan keuangan.
Perubahan keseluruhan dalam aktiva atau ekuitas neto menyajikan total surplus/devisit
neto untuk suatu periode, pendapatan dan biaya lainnya yang diakui secara langsung
sebagai perubahan dalam aktiva/ekuitas neto dan setiap kontribusi oleh, dan kontribusi
kepada pemilik dalam kapasitasnya sebagai pemilik. Laporan perubahan dalam
aktiva/ekuitas neto ini paling tidak meliputi :
 Kontribusi oleh pemilik dan distribusi kepada pemili dalam kapasitanya sebagai
pemilik
 Saldo untuk surplus dan devisit akumulasian pada awal periode dan pada tanggal
pelaporan dan pergerakan selama periode
 Pengungkapan komponen aktiva/ekuitas neto secara terpisah, dan rekonsiliasi
antara nilai tercatat dari setiap komponen aktova atau ekuitas neto pada awal dan
akhir periode yang mengungkapkan setiap perubahan.
d. Laporan Arus Kas
NAMA : ROSITA FITRIANI
NIM : 16520061
ASP A
Laporan arus kas menyajikan informasi tentang penerimaan dan pengeluaran dari kas
selama satu periode tertentu. Penerimaan dan pengeluaran kas diklasifikasikan menurut
kegiatan operasi, kegiatan pendanaan, dan kegiatan investasi. Informasi arus kas
bermanfaat bagi pemakai laporan keuangan karena menyediakan dasar taksiran
kemampuan entitas untuk menghasilkan kas dan setara kas, dan kebutuhan entitas untuk
menggunakan arus kas tersebut.
e. Kebijakan Akuntansi dan Catatan Atas Laporan Keuangan
Catatan laporan keuangan dari entitas harus:
 Menyediakan informasi mengenai dasar penyusunan laporan keuangan, dan
kebijakan akuntansi spesifik yang dipilih serta menetapkan terhadap transaksi-
transaksi dan peristiwa-peristiwa penting lainnya
 Mengungkapkan informasi yang diwajibkan oleh standar akuntansi keuangan
sector public, yang tidak disajikan dalam laporan posisi keuangan, laporan kinerja
keuangan, laporan arus kas, dan laporan perubahan aktiva/ekuitas neto, dan:
 Menyediakan informasi yang tidak disajikan pada laporan keuangan, namun
persyaratan penyajian wajar tetap ditetapkan