Anda di halaman 1dari 3

a.

Metode Masuk Pertama Keluar Pertama Di Departemen Pertama


Dalam metode masuk pertama keluar pertama, produk yang dimasukkan ke proses
produksi di departemen pertama terdiri dari produk dalam proses awal dan prosuk
masuk proses di periode berjalan, yang mana biaya produksi yang melekat di
produk dalam proses awal harus dipisahkan dengan biaya produksi yang melekat
di produk masuk proses di periode berjalan. Terkait proses produksi, metode
masuk pertama keluar pertama berasumsi bahwa biaya produksi diperoide
berjalan pertama kali digunakan untuk menyelesaikan persediaan produk dalam
proses awal untuk selanjutnya memproses produk masuk proses di periode
berjalan. Hal ini berarti produk jadi dapat diklasifikasikan menjadi produk jadi
yang berasal dari persediaan produk dalam proses awal, dan produk jadi yang
berasal dari prodek masuk proses di periode berjalan. Produk yang belum selesai
di proses di akhir periode menjadi persediaan produk dalam proses akhir di
periode yang bersangkutan. Oleh karena itu, unit ekuivalen merupakan jumlah
yang setara dengan produk jadi yang dihasilkan oleh biaya produksi di periode
berjalan, sehingga perhitungan untuk setiap elemen biaya hanya dilakukan
terhadap jumlah biaya produksi yang berasal dari periode berjalan saja.

Perhitungan setiap elemen biaya (biaya bahan, biaya tenaga kerja, dan biaya
overhead pabrik) per unitnya dilakukan dengan cara membagi antara besarnya
biaya untuk setiap elemen di periode berjalan dengan unit ekuivalen dengan
masing-masing elemen biaya yang bersangkutan. Berikut formula perhitungan
biaya perunit untuk masing-masing elemen biaya di departemen yang pertama
menggunakan metode masuk pertama keluar pertama.

1. Biaya Bahan per Unit

Total Biaya Bahan di Periode Bejalan


Biaya Bahan per Unit =
Unit Ekuivalendari Biaya Bahan

2. Biaya Tenaga Kerja per Unit

Total Biaya Tenaga Kerja Di Periode Berjalan


Biaya Tenaga Kerja per Unit =
Unit Ekuivalen Dari Biaya Tenaga Kerja
3. Biaya Overhead Pabrik (BOP) per Unit

Total BOP Di Periode Berjalan


BOP Per Unit =
Unit Ekuivalen Dari BOP

b. Metode Masuk Pertama Keluar Pertama Di Departemen Lanjutan


(Setelah Departemen Pertama)
Total biaya produksi yang terjadi di departemen lanjutan (setelah departemen
pertama) berasal dari biaya produksi yang ditransfer dari departemen sebelumnya
dengan tambahan biaya (biaya bahan, biaya tenaga kerja, dan biaya overhead
pabrik) yang terjad di departemen yang bersangkutan. Sementara biaya produksi
yang berasal dari produk dalam proses awal tidak boleh digabungkan dengan
biaya produksi yang berasal dari periode berjalan di departemen yang
bersangkutan. Terkait proses produksi, yang pertama kali dilakukan adalah
memproses produk dalam proses awal sampai menjadi produk jadi dan langkah
berikutnya memproses produk yang berjalan. Hal ini berarti produk jadi dapat
diklasifikasikan menjadi: (a) produk jadi yang berasal dari persediaan produk
dalam proses awal, dan (b) produk jadi yang berasal dari produk masuk proses di
periode berjalan. Sementara produk yang belum selesai di proses diakhir periode
menjadi persediaan produk dalam proses akhir, sehingga produk jadi yang berasal
dari departemen yang bersangkutan (departemen lanjutan) siap di trasfer ke
departemen berikutnya atau ke gudang produk jadi.

Perhitungan untuk setiap elemen biaya (biaya departemen sebelumnya, biaya


bahan, biaya tenaga kerja dan biaya overhead pabrik) per unitnya dilakukan
dengan cara membagi antara besarnya biaya untuk masing-masing elemen di
periode berjalan dengan unit ekuivalen dari masing-masing elemen biaya yang
bersangkutan. Berikut formula perhitungan biaya per unit untuk masing-masing
elemen biaya di departemen lanjutan menggunakan metode masuk pertama keluar
pertama.
1. Biaya Per Unit Yang Berasal Dari Departemen Sebelumnya

Biaya Departemen
Sebelumnya Per Unit =
Total Biaya Departemen Sebelumnya Di Periode Berjalan
Unit Ekuivalen Dari Biaya Departemen Sebelumnya

2. Biaya Bahan per Unit

Total Biaya Bahan di Periode Bejalan


Biaya Bahan per Unit =
Unit Ekuivalendari Biaya Bahan

3. Biaya Tenaga Kerja per Unit

Total Biaya Tenaga Kerja Di Periode Berjalan


Biaya Tenaga Kerja per Unit =
Unit Ekuivalen Dari Biaya Tenaga Kerja

4. Biaya Overhead Pabrik (BOP) per Unit

Total BOP Di Periode Berjalan


BOP Per Unit =
Unit Ekuivalen Dari BOP