Anda di halaman 1dari 5

TUGAS MATA KULIAH ‘PENGANTAR ILMU

EKONOMI (PIE) MAKRO’

Pembahasan Materi :

“TOKOH – TOKOH EKONOMI INDONESIA”

Disusun oleh :

1. Rimba Purnama (0102.19.1.013)

JURUSAN AKUNTANSI/FAKULTAS EKONOMI


UNIVERSITAS NASIONAL PASIM
TAHUN 2019
TOKOH – TOKOH EKONOMI INDONESIA
Pembicaraan mengenai aspek kehidupan di bidang ekonomi sepertinya
tidak pernah habis untuk dilakukan. Berbagai usaha para pelaku dan
pengamat ekonomi dalam meningkatkan kualitas perekonomian negara
selalu menjadi motivasi kuat untuk diperbincangkan dalam ranah
perekonomian negara, termasuk pula di dunia.

Berbagai hal mengenai ekonomi dianggap sangat berpengaruh terhadap


aspek kebudayaan lainnya sehingga untuk menentukan sebuah negara
mengalami perkembangan di bidang pembangunan, maka hal pertama
yang dilihat adalah kondisi perekonomiannya.

Oleh sebab itu, setiap negara selalu memiliki tokoh ekonomi yang
berperan penting untuk meningkatkan stabilitas perekonomian negara.
Bukan hanya pemikirannya saja yang diambil, tapi juga bagaimana tokoh
ekonomi tersebut mampu mengaplikasikan dan merealisasikan
pemikirannya mengenai perekonomian tertentu.

Tidak terkecuali negara Indonesia yang saat ini masih berada di posisi
sebagai negara berkembang karena tingkat perekonomiannya belum
mampu bersaing secara luas di kancah perekonomian dunia. Namun,
dengan berbagai upaya dari para tokoh ekonomi Indonesia,
perekonomian yang masih labil ini diharapkan mampu berkembang lebih
pesat sehingga Indonesia bisa menjadi negara maju yang dapat bersaing
di era globalisasi.

A. Peran Tokoh Ekonomi Indonesia

Indonesia memiliki beberapa pemikir yang ikut berperan serta dalam


memajukan negara Indonesia. Para pemikir tersebut merupakan ahli
di berbagai bidang. Indonesia seperti kebanyakan negara-negara di
dunia, mempunyai berbagai permasalahan yang dapat mengganggu
stabilitas sebuah sistem bernegara, terutama permasalahan mengenai
ekonomi.
Permasalahan ekonomi ini mau tidak mau membuat para tokoh
ekonomi Indonesia turut campur, paling tidak sebagai seorang
pendidik yang mengajarkan ilmu-ilmu ekonomi pada generasi muda.
Sehingga diharapkan, generasi muda Indonesia mampu menangani
berbagai permasalahan ekonomi.

Peran tokoh ekonomi sendiri sebenarnya tidak hanya sebatas


memberikan kontribusi berupa pemikiran dan realisasi ide. Mereka
juga berperan terhadap pendidikan masyarakat mengenai
pengetahuan dan wawasan berekonomi di dalam kehidupan sehari-
hari sehingga masyarakat awam sekalipun memiliki pemahaman
mengenai hal tersebut.

Hal ini merupakan bagian penting yang juga turut berpengaruh


terhadap pembangunan suatu negara karena pembangunan suatu
negara maju tidak hanya dilihat dari faktor ekonomi saja, tapi juga
dari faktor budaya yang di dalamnya muncul ide atau gagasan
mengenai berbagai pengetahuan dan wawasan ekonomi.

Lantas pada saat perekonomian suatu negara mengalami


kemunduran, para tokoh ekonomilah yang akan disorot untuk bisa
memberikan kontribusi lebih daripada hanya sekadar
menyumbangkan ide. Tokoh ekonomi ini diperlukan untuk bisa
memberikan motivasi kepada masyarakat agar mampu berdikari
secara ekonomi sehingga tidak hanya mengandalkan pemerintah
untuk meningkatkan status perekonomian di negara ini.

Artinya, peran tokoh ekonomi dalam sebuah sistem perekonomian


negara meliputi penggagas berbagai kegiatan ekonomi, pendidik
masyarakat di bidang ekonomi, serta pelaku dan pengamat ekonomi.
Oleh karena itu, ilmu ekonomi pun mengajarkan bagaimana cara
yang baik untuk mengolah berbagai sumber daya ekonomi agar
kebutuhan ekonomi bisa terpenuhi dan masalah ekonomi bisa diatasi
dengan baik.
B. Tokoh Ekonomi Indonesia

Seperti yang sudah dipaparkan di atas, setiap negara memiliki tokoh


ekonomi yang berperan penting dalam pencapaian stabilitas
perekonomian negara. Begitu juga dengan Indonesia yang memiliki
banyak tokoh ekonomi yang menginspirasi dan bisa emmotivasi kita
untuk turut andil dalam mencapai stabilitas perekonomian di Indonesia.
Para tokoh ekonomi Indonesiatersebut rata-rata memang memegang
peranan penting dalam perkembangan ekonomi di Indonesia. Beberapa
tokoh ekonomi Indonesia tersebut di antaranya adalah :
1. Mohammad Hatta (1902-1980)
Perdagangan memengaruhi perhatian Hatta terhadap perekonomian.
Di Padang, ia mengenal pedagang-pedagang yang masuk anggota
Serikat Usaha dan juga aktif dalam Jong Sumatranen Bond sebagai
bendahara. Kegiatannya ini tetap dilanjutkannya ketika ia bersekolah
di Prins Hendrik School. Mohammad Hatta tetap menjadi bendahara
di Jakarta. Mohammad Hatta juga adalah seseorang yang melahirkan
pemikiran-pemikiran intelektual yaitu salah satunya mengenai
ekonomi kerakyatan.

2. Sjafruddin Prawiranegara (1911-1989)


Sjafruddin Prawiranegara seorang politisi pendiri Partai Islam
Masyumi dan ekonom yang sempat menjabat sejumlah jabatan
krusial di kabinet Pemerintahan Indonesia pada masa kepemimpinan
Presiden Soekarno.

Dia juga pernah menjabat menjadi Wakil Perdana Menteri Indonesia


ketiga, Gubernur Bank Indonesia pertama, Ketua Pemerintah Darurat
Republik Indonesia setingkat presiden, Menteri Keuangan kelima,
Menteri Pertanian kelima, Menteri Perdagangan keempat dan
Direktur de Javasche Bank terakhir.

3. Loekman Hakim (1914 - 1966)


Loekman adalah merupakan Menteri Keuangan Republik Indonesia di
era Soekarno. Jabatan dalam pemerintahan yang pernah
dipangkunya adalah Inspektur Keuangan (1942-1945), anggota
Badan Pekerja Komite Nasional Pusat (1946), Komisaris Keuangan
untuk Sumatra, Direktur Javasche Bank, Gubernur Bank Indonesia,
Direktur Bank Dunia (World Bank), Direktur Dana Moneter
Internasional (International Monetary Fund, IMF), Wakil Menteri
Keuangan dalam Kabinet Sjahrir II ( 2 Oktober 1946 – 27 Juni 1947),
Menteri Keuangan merangkap Menteri Kehakiman ad interim RI
Darurat (19 Desember 1948 – 13 Juli 1949) dan lain-lain. 

4. Jusuf Muda Dalam (1914 - 1966)


Pada 1936 ia pergi ke negeri Belanda untuk menempuh pendidikan
Ekonomische Hoge School di Rotterdam hingga mencapai tingkat
doktoral selama 2 tahun . Dia pernah menjadi Ketua Seksi Ekonomi
PKI cabang Yogyakarta dan pada 1949 menjadi wakil PKI di DPR.
Selanjutnya pada 1954, dia bergabung dengan Partai Nasional
Indonesia (PNI) duduk sebagai pengurus pusat partai yakni anggota
Seksi Keuangan dan Ekonomi, dan duduk sebagai anggota fraksi di
DPR bagian Ekonomi dan Keuangan.

Pada 1956 atas ajakan Soemargono Djojohadikusumo, Jusuf Muda


Dalam masuk sebagai staf Bank Negara Indonesia (BNI). Karirnya
melesat cepat, karena pada 1957 dia telah duduk sebagai Direktur
BNI dan pada 1959 sebagai Presiden Direktur BNI hingga diangkat
sebagai Menteri Urusan Bank Sentral merangkap sebagai Gubernur
Bank Indonesia pada 1963.