Anda di halaman 1dari 19

BUNGA BOUGENVILLE

Bunga Bougenville memiliki nama ilmiah Bougainvillea, terutama B. glabra, yang


mana salah satu tanaman hias yang paling diminati. Bunga ini bentuknya kecil dan
sukar tumbuh tega. Keindahanya terpancar dari bunganya yang berwarna cerah dan
juga menarik perhatian mata yang melihatnya.

Bunga Bougenville
MORFOLOGI TUMBUHAN BERBUNGA

1. Akar

Sistem akar pada tumbuhan Angiospermae, terdiri dari sistem akar tunggang dan sistem
akar serabut. Sistem akar tunggang, jika akar lembaga tumbuh terus menjadi akar pokok
(primer) yang bercabang-cabang menjadi akar sekunder, tertier dll. Cabang akarnya menjadi
akar yang lebih kecil. Sistem akar tunggang ini biasanya terdapat pada tumbuhan biji belah
(Dicotyledoneae) dan tumbuhan biji telanjang atau Gymnospermae (gambar 2 a). Sistem
akar serabut, yaitu jika akar lembaga mati atau disusul oleh sejumlah akar yang kurang lebih
sama besar dan semuanya keluar dari pangkal batang, bentuknya seperti serabut. Sistem
akar serabut ini biasanya terdapat pada tumbuhan Monocotyledoneae (gambar 2 b). Fungsi
utama dari sistem akar adalah menyerap air dan mineraldari tanah, memperkuat
berdirinya  tumbuhan, menyimpan bahan makanan cadangan dan sintesiszat pengatur
tumbuh. Pada beberapa tanaman, seperti rumput, Monstera dan pohon beringin, akarmuncul
dari bagian tanaman selain radikula dan disebut akar adventif (Gambar 2c).

 Gambar 2. Sistem akar (a) Tunggang (b) Serabut  (Anonim, 2013)


 
 

Gambar 2 (c) Akar adventif  pada Monstera (Anonim, 2013)

 
1.1 Daerah perakaran

Ujung akar tertutup oleh tudung akar (root cap) (Gambar 3). Tudung akar ini melindungi
ujung akar, untuk memudahkan akar bergerak dalam tanah. Beberapa milimeter di
atas tudung akaradalah daerah aktivitas meristematik. Sel-sel di daerah ini sangat
kecil, berdinding tipis dan memiliki protoplasma  yang padat. Jaringan meristematik akar
membelah berulang kali. Sel-selproksimal  daerah meristematik
ini,  mengalami pemanjangan dan pembesaran dengan cepat, sertabertanggung jawab untuk
pertumbuhan panjang akar. Wilayah ini disebut sebagai daerahpemanjangan. Sel-sel dari
zona pemanjangan secara bertahap mengalami pematangan. Oleh karena itu, zona yang
lebih proksimal dari daerah perpanjangan, disebut wilayah pematangan. Dari daerah
inibeberapa sel epidermis membentuk struktur sel yang sangat halus dan lembut, struktur sel
ini seperti benang yang disebut rambut akar. Rambut-rambut akar menyerap air dan
mineral dari tanah.
 

 
Gambar 5.3 Daerah-daerah ujung akar (Anand, 2010)
 
1.2 Modifikasi akar

Beberapa tanaman mengubah bentuk dan struktur akar,   dan bermodifikasi untuk


melakukan fungsi-fungsi lain selain penyerapan dan konduksi air dan
mineral. Akar dimodifikasi untuk mendukungrespirasi dan penyimpanan makanan  (Gambar
4 dan 5). Akar tombak pada wortel, lobak dan akaradventif dari ubi jalar, dapat membengkak
dan menyimpan cadangan makanan. Dapatkah Anda memberikan beberapa contoh
modifikasi bentuk akar lainnya seperti itu? Pernahkah Anda bertanya-tanya mengenai
struktur apa yang menggantung, yang mendukung pohon beringin? Ini disebut akarudara
atau akar gantung yang membantu tanaman menyerap air dan gas dari udara, tetapi setelah
mencapai tanah, bagian yang masuk tanah berfungsi seperti akar biasa, menyerap air dan
zat makanan dari tanah. Bagian yang ada di atas tanah sering kali berubah menjadi batang.
Demikian pula, batang jagung dan tebu telah mendukung akar yang keluar dari buku batang
bagian bawah. Ini disebut akar tunjang dan memberikan kesan seperti orang naik egrang,
atau disebut juga akar egrang. Dalam beberapa tanaman seperti Rhizophora tumbuh
di daerah rawa, banyak akar keluar daritanah dan tumbuh vertikal ke
atas. Akar tersebut, disebut pneumatophores, membantu tumbuhan mendapatkan oksigen
untuk respirasi.
 
Gambar 4. Modifikasi akar untuk respirasi pada Beringin (Anand, 2010)
 

Gambar 5. Modifikasi akar (a) Penyimpan cadangan makanan dan (b) Respirasi: sebagai
pneumatophore pada Rhizophora (Anand, 2010)
 
2. Batang
 
Apa sajakah fitur yang membedakan batang dari akar? Batang adalah bagian tumbuhan
yang tumbuh di atas tanah, mendukung cabang, daun, bunga dan buah-
buahan. Berkembang dari embrio pada saat perkecambahan biji. Batang memiliki buku dan
ruas. Wilayah batang dimana daun muncul disebut buku, sementara ruas adalah  bagian di
antara dua buku. Pada batang terdapat tunas terminal atau aksilaris. Batang umumnya
berwarna hijau ketika muda, kemudian sering menjadi kayu dan berwarna cokelat.
 
Fungsi utama dari batang adalah tempat keluarnya cabang dan tersebarnya daun, bunga
dan buah-buahan. Melakukan transportasi air, mineral dan hasil fotosintesis. Beberapa
batang melakukan fungsi penyimpanan makanan, pendukung, perlindungan dan propagasi
vegetatif.
 
Modifikasi dari batang

Batang tidak selalu berbentuk panjang bulat seperti silinder, seperti biasanya menuju ke arah
cahaya matahari (heliotrop). Batang dapat bermodifikasi  untuk melakukan fungsi yang
berbeda. Batang yang berada dalam tanah, yang berasal dari tumbuhan kentang, jahe,
kunyit, Colocasia dimodifikasi untuk menyimpan makanan. Batang juga bertindak sebagai
organ memanjat untuk mengatasi kondisi yang tidak menguntungkan untuk pertumbuhan.
Sulur batang  berkembang dari kuncup axillary, bentuknya ramping dan melingkar, serta
membantu tanaman untuk memanjat seperti  pada mentimun, labu, semangka dan
anggur.  Tunas axillary pada batang juga dapat bermodifikasi ke dalam bentuk yang berkayu,
lurus, tajam seperti duri. Bentuk duri ini  ditemukan di banyak tanaman seperti jeruk,
bugenvil. Duri melindungi tanaman dari gangguan hewan. Beberapa tanaman dari daerah
kering memodifikasi batang tumbuhan menjadi struktur rata (Opuntia), atau  silinder yang
berdaging(Euphorbia). Pada tanaman Opuntia dan Euphorbia ini, batang mengandung
klorofil dan melaksanakan fotosintesis. Batang yang berada di bawah tanah beberapa
tanaman seperti rumput dan stroberi, dll, menyebar dalam bentuk stolon. Pada tanaman
seperti mint dan jasmine cabang lateral yang ramping muncul dari bagian dasar sumbu
utama dan setelah tumbuh secara aerially untuk beberapa waktu, kemudian  melengkung ke
bawah untuk menyentuh tanah. Cabang lateral dengan  ruas yang pendek  pada setiap 
bantalan roset daun,  serta seberkas akar ditemukan dalam tanaman air, seperti kayu  apu
atau kiambang (Pistia stratiotes) dan Eichhornia. Pisang, nanas dan krisan, cabang lateral
berasal dari bagian basal batang utama di bawah tanah, yang tumbuh horizontal di bawah
tanah dan kemudian keluar miring ke atas sehingga menimbulkan tunas yang berdaun.
 
 

 
Gambar 6. Modifikasi batang : (a) Penyimpanan cadangan
makanan (b) Pendukung (c) Perlindungan(d) Menjalar dan perbanyakan vegetatif (Anand,
2010)
 
3. Daun

Daun adalah struktur lateral, umumnya berbentuk rata dan
melekat pada batang. Daun berkembangpada buku dan kuncup ketiak (axillary) muncul pada
sudut diantara batang dan
daun. Kuncup axillarykemudian berkembang menjadi cabang. Daun berasal dari meristem ap
ical dan disusun dalam urutanacropetal. Daun adalah organ vegetatif paling penting untuk fot
osintesis.

Daun umumnya terdiri dari tiga bagian utama: dasar daun, tangkai daun dan lamina atau


helai daun.Daun melekat pada batang di dasar daun dan diapit di bagian lateral
batang oleh dua daun kecil yangdisebut stipula (Gambar 7a). Pada
tumbuhan monocotyledoneae, pangkal daun meluas
membentukselubung yang menutupi  sebagian atau seluruh batang yang disebut
pelepah. Di beberapa tanamanpolongan dasar
daun dapat membengkak, yang disebut pulvinus. Tangkai daun membantu mengarahkan
helai daun ke cahaya. Helai daun umumnya berbentuk tipis, panjang, fleksibel
dan memungkinkan helai daun untuk bergetar ketika
terkena angin, sehingga terjadi pendinginandaun dan membawa udara segar ke permukaan 
daun. Lamina atau helaidaun berwarna hijau, diperluas dengan pertulangan daun.  Biasanya
di bagian tengah terdapat pertulangan daun, yang dikenal sebagai ibu tulang daun, yang
bercabang menjadi tulang cabang tingkat 1, tulang cabang tingkat 2, dan  urat daun.
Pertulangan daun memberikankekakuan pada
helai daun dan bertindak sebagai saluran transportasi untuk air, mineral dan bahan-bahan m
akanan. Bentuk daun, tepi daun, ujung daun, pangkal daun, permukaan dan luasnya
torehan pada helai daun bervariasi.

 
 
 Gambar 7. Struktur daun: (a) Bagian dari daun dengan pertulangan daun
menjari  (b) Pertulangan daun menyirip (c) Pertulangan daun sejajar (Anand, 2010)

3.1 Pertulangan pada daun (Venation)

Pengaturan tulang daun (vena)  dan anak tulang daun (veinlets) pada helaian


(lamina) daun disebutsebagai pertulangan pada daun (venation). Daun yang bertulang
menjari (palmate venation), yaitu jika dari ujung tangkai daun keluar beberapa tulang daun
yang memencar, memperlihatkan susunan seperti jari-jari pada tangan. Biasanya terdapat
pada daun dikotil, misalnya Carica papaya L. danHibiscus rosa-sinensis L.  (gambar 7
a). Ketika anak tulang daun yang halus membentuk jaringan (reticulate) yang keluar dari ibu
tulang daun dan tulang cabang yang saling berlawanan arah, sehingga menyerupai sirip
pada ikan, khas pada tumbuhan dikotil, maka disebut pertulangan daun menyirip
atau pinnate venation (Gambar 7b). Ketika vena sejajar satu
sama lain dalam lamina,venation disebut sejajar atau parallel (Gambar 7c). Pertulangan
daun sejajar (parallel venation) adalahkarakteristik yang paling menonjol pada
tanaman monokotil.
 
3.2 Jenis daun

Suatu daun majemuk dapat dipandang berasal dari suatu daun tunggal, yang torehannya
sedemikian dalamnya mencapai ibu tangkai daun, sehingga bagian daun diantara toreh-toreh
itu terpisah satu sama lain, dan masing-masing merupakan satu helaian tersendiri
(Tjitrosoepomo, 1988).  Daunmajemuk terdapat dua jenis (Gambar 8), yaitu daun majemuk
menyirip (pinnately compound leaf) memiliki anak daun   yang terdapat di kanan kiri pada ibu
tangkai daun, seperti pada daun mimba atau Azadirachta indica A. Juss, dan daun majemuk
menjari  (palmately compound  leaves) memiliki anak daun yang tersusun memencar pada
ujung ibu tangkai, letaknya seperti jari-jari tangan,  terdapat  pada daun randu (Ceiba
pentandra Gaerthn.).

  
 

Gambar 8. (a) Daun majemuk  menyirip (b) Daun majemuk menjari (Anand, 2010)


 
3.3 Phyllotaxy
 
Phyllotaxy adalah pola pengaturan daun pada batang atau cabang. Hal ini biasanya terdiri da
ri tigajenis, yaitu  tersebar, berhadapan bersilang  dan berkarang. 
Dalam jenis phyllotaxy tersebar, sehelaidaun muncul di setiap buku, seperti pada
tumbuhan bunga matahari. Phyllotaxy berhadapan
bersilang,  sepasang daun muncul di setiap buku dan terletak berlawanan satu
sama lain sepertipada tumbuhan Calotropis dan jambu
biji. Jika lebih dari dua daun muncul di sebuah buku danmembentuk
karangan, disebut phyllotaxy berkarang, seperti pada tumbuhan pulai (Alstonia scholaris [L.]
R. Br). Morfologi daun, yang meliputi bentuk (shape), tepi (margin) dan pertulangan
(venation) daun, secara lengkap ditunjukkan pada gambar 9.
  

Gambar 9. Morfologi daun (Elena, 2008)

3.4 Modifikasi daun

Daun sering dimodifikasi untuk melakukan fungsi selain fotosintesis. Mereka dikonversi ke su
luruntuk mendaki seperti kacang
polong atau ke duri untuk pertahanan seperti kaktus (Gambar 10 a, b).Daun berdaging
terdapat pada bawang merah dan bawang putih yang berfungsi
untuk menyimpanmakanan (Gambar 10 c).  Pada ujung  daun Genus Nepenthes (Kantong
semar), terdapat sulur yang dapat termodifikasi membentuk kantong, yaitu
alat perangkap yang digunakan untuk memakan mangsanya (misalnya serangga, pacet,
anak kodok) yang masuk ke dalam (Gambar 11a) dan pada tepi daun cocor bebek
(Latin: Kalanchoe pinnata syn. Bryophyllum calycinum syn. Bryophyllum pinnatum) muncul
tunas bakal tumbuhan baru (Gambar 11 b).
 

 
Gambar 10 modifikasi daun untuk: (a) Pendukung: sulur (b) Perlindungan: duri (c) Penyimpa
nan cadangan makanan:  daun berdaging (Anand 2010)

Gambar 11. (a) Kantong semar


Gambar 11. (b) Cocor bebek

4. Perbungaan

Bunga adalah pucuk yang dimodifikasi dimana terdapat meristem ujung pucuk


(shoot apical) yang mengalami perubahan menjadi meristem bunga. Ruas
batang tidak memanjang dan sumbu terlihat
rapat. Pucuk menghasilkan berbagai jenis pelengkap bunga bukan daun,
secara  lateral berturut-turutpada buku. Kuncup
sendiri berubah menjadi bunga. Pengaturan bunga pada sumbu bunga yangdisebut sebagai 
perbungaan. Tergantung
pada apakah pucuk akan dikonversi menjadi bunga atauterus tumbuh,
terdapat dua jenis perbungaan utama, yaitu racemose dan cymose. Dalam jenis
perbungaan racemose  sumbu utama terus tumbuh, bunga-bunga muncul secara lateral dan
mekarnya bunga berturut-turut secara acropetal, yaitu dimulai bunga mekar dari bawah ke 
arah atas(gambar 12).

Gambar 12. Perbungaan Racemose  (Anand, 2010)

 
Dalam  jenis perbungaan cymose sumbu utama berakhir di bunga, memiliki
pertumbuhan terbatas. Bunga-bunga muncul dalam urutan basipetal (gambar 13).
 
Gambar 13. Perbungaan Cymose (Anand, 2010)

5. Bunga

Bunga adalah unit reproduksi seksual pada Angiospermae. Bunga tersusun  dalam 4


karangan berturut-turut dari arah luar ke dalam adalah: kelopak (calyx), mahkota (corolla),
benang sari (androecium) dan putik (Gynoecium). Bunga  terletak  pada akhir tangkai bunga
(pedicel) yang membesar dan disebut thalamus atau wadah. calyx dan corolla adalah
organ aksesori, sedangkanandroecium dan  Gynoecium adalah
organ reproduksi. Di beberapa bunga seperti lily,  calyx dancorolla tidak berbeda dan disebut 
sebagai perianth. Ketika bunga memiliki androecium danGynoecium, maka disebut bunga
banci   (bisexual). Bunga yang memiliki hanya benang sari disebut bunga jantan, bunga yang
memiliki carpel saja disebut bunga betina, keduanya disebut pula bunga berkelamin tunggal
(unisexual).

Simetri pada bunga dapat
berbentuk actinomorphic  (radial simetri) atau zygomorphic (simetribilateral). Ketika bunga da
pat dibagi menjadi  dua bagian radial yang sama dalam setiap bidang radialyang melewati pu
sat bunga, dikatakan memiliki banyak simetri (actinomorphic), misalnya sawi, kecubung
(Datura sp.),
dan cabai. Ketika bunga dapat dibagi menjadi dua bagian yang sama hanyadalam satu bidan
g vertikal tertentu, dinamakan memiliki satu simetri (zygomorphic), misalnya, bungakembang
merak (Caesalpinia pulcherrima (L.) Sw.),  bunga  Cassia occidentalis. Bunga asimetris(tidak
simetris), jika bunga tidak
dapat dibagi menjadi dua bagian yang sama oleh setiap bidangvertikal yang melewati pusat
bunga, seperti Canna sp.

Bunga  mungkin trimerous, tetramerous atau pentamerous, ketika aksesoris atau perhiasan


bunga  masing-masing memiliki kelipatan 3, 4 atau 5.  Bunga yang memiliki seludang bunga
atau daun kecil
yang ditemukan di dasar pedicel, disebut bracteate dan bunga tanpa seludang bunga atau
daun kecil pelindung bunga disebut ebracteate.

Gambar 14. Posisi bunga bagian pada thalamus: (a) Hypogynous, (b) dan (c) Perigynous (d)
Epigynous (Anand, 2010)

 
Berdasarkan posisi calyx, corolla dan androecium dari ovarium pada thalamus, bunga-bunga
dapat digambarkan sebagai hypogynous, perigynous dan epigynous (Gambar 14). Dalam
bungahypogynous,   putik  menempati posisi di atas thalamus, sementara bagian-bagian
bunga yang lain berada di bawahnya. Ovarium pada bunga tersebut dikatakan menumpang
misalnya sawi, Hibiscus rosa-sinensis (Cina rose) dan terung (Solanum melongena L.). Jika
putik terletak di pusat dan bagian lain dari bunga terletak di tepi dari thalamus dengan
posisi hampir pada tingkat yang sama, hal ini disebut perigynous, ovarium dikatakan
setengah tenggelam, misalnya, prem, mawar, persik. Dalam bunga epigynous,
margin thalamus tumbuh ke atas menutupi seluruh ovarium, bagian lain dari bunga
yang muncul di atas ovarium. Oleh karena itu, ovarium dikatakan tenggelam, misalnya pada 
bunga jambu, mentimun, dan susunan mahkota bunga dari sunflower.

5.1 Bagian bunga

Setiap bunga biasanya memiliki empat karangan bunga, yakni, kelopak, corolla, androecium
dan putik (gambar 15).

5.1.1 Kelopak

Kelopak   karangan bunga terluar dan bagian kelopak disebut sepal. Umumnya, sepal


berwarna hijau,  berbentuk seperti daun dan melindungi kuncup bunga. Kelopak mungkin
gamosepalous (beberapa sepal) atau polysepalous (banyak sepal).

5.1.2 Corolla

Corolla  terdiri dari petal. Petal bunga berwarna cerah biasanya untuk menarik


serangga melakukan penyerbukan. Seperti kelopak, corolla mungkin juga gamopetalous
(beberapa petal) atau polypetalous (banyak petal). Bentuk dan warna corolla bervariasi pada
tanaman. Corolla mungkin berbentuk seperti tabung (tubular),  berbentuk lonceng (bell),
berbentuk mangkuk atau berbentuk roda.
 
 

 
Gambar 15. Bagian bunga (Anand, 2010)

Aestivation adalah model pengaturan  corolla   yang terdiri


dari petal di kuncup bunga sehubungan dengan petal yang lain dari karangan
yang sama dikenal sebagai aestivation. Jenis utama dariaestivation adalah: valvate, memuta
r, imbricate dan vexillary (Gambar 16). Ketika petal pada karangan
bunga hanya menyentuh satu sama lain di margin, tanpa tumpang
tindih, sepertiCalotropis, disebut valvate. Jika sebagian margin petal tumpang
tindih dengan yang berikutnya danseterusnya seperti Cina rose dan kapas, disebut memutar 
(twisted). Jika margin petal  tumpang tindihsatu sama
lain tetapi tidak dalam segala arah tertentu seperti pada Cassia dan flamboyan (Delonix
regia L.), aestivation disebut imbricate. Pada kacang polong (Pisum
sativum L.) dan kembang telang (Clitoria ternatea
L.), ada lima petal, terbesar (standar) tumpang
tindih dengan petal lateral berupadua (sayap), yang pada gilirannya tumpang
tindih dengan dua petal terkecil di anterior kelopak(lunas); aestivation jenis ini dikenal sebaga
i kupu-kupu (vexillary atau papilionaceous).
 
Gambar16. Jenis aestivation di corolla:
(a) Valvate (b) Twisted (c) Imbricate (d) Vexillary (Anand, 2010)

5.1.3 Androecium

Androecium terdiri dari benang sari. Setiap benang sari mewakili organ reproduksi jantan,


terdiri dari tangkai atau filamen dan antera. Setiap antera biasanya terdiri atas dua lobus, dan
setiap lobus memiliki dua ruang kantung serbuk sari. Serbuk sari diproduksi di kantung
serbuk sari. Benang sari yang steril  disebut stamen atau staminode.

Benang sari dapat saling berlekatan, dapat pula melekat pada corolla atau perianth. Benang


Sari yang melekat pada corolla, disebut epipetalous seperti bunga terong, atau
disebut epiphyllous  jika melekat pada  perianth seperti bunga-bunga lily. Bunga dengan satu
putik dan banyak benang sari disebut  polyandrous,  jumlah benang sari bisa bermacam-
macam tergantung species. Benang sari dapat saling berlekatan pada satu berkas (bundel) 
disebut monoadelphous seperti Cina rose,  atau dua berkas  disebut diadelphous seperti 
pada kacang,  atau lebih dari dua berkas disebutpolyadelphous seperti pada jeruk. Variasi
panjang filamen bunga terdapat pula pada Salvia dan sawi.

5.1.4 Putik

Putik adalah alat reproduksi betina pada bunga dan terdiri dari satu
atau banyak carpel. Putik  terdiri dari tiga bagian yaitu stigma, stilus, dan
ovarium. Ovarium adalah bagian basal dan terlihat besar pada putik, dan terletak tabung
memanjang yang disebut stilus. Stilus menghubungkan ovarium dengan stigma. Stigma di
ujung stilus dan permukaan stigma  reseptif  terhadap butir serbuk sari. Bagian dalam
ovarium seperti ruangan memiliki satu ovul (bakal biji) atau lebih melekat pada plasenta,
yang berbentuk seperti bantal. Jika putik memiliki lebih dari satu carpel, namun masing-
masing carpel  bebas satu sama lain (seperti  teratai dan mawar)
disebut apocarpous. Putik disebutsyncarpous jika memiliki carpel yang menyatu, seperti
pada sawi dan tomat. Setelah pembuahan, ovul berkembang menjadi biji dan ovarium
menjadi buah.

Plasentasi (Placentation): Susunan Ovul dalam ovarium dikenal sebagai


plasentasi.Plasentasi bermacam-macam jenisnya, yaitu marjinal, di sudut tengah (axile), di
tepi-tepi daun buah (parietal), basal, dan terdapat bebas di tengah (free central) pada
gambar 17. Plasentasi marjinal, yaitu  ovul terdapat di pinggir sepanjang bagian perut
(ventral) ovarium dan bagian dorsal membentuk punggung, seperti pada kacang. Pada
plasentasi axile, Ovul melekat pada ovarium multilocular, seperti pada Cina rose, tomat dan
jeruk. Pada plasentasi parietalis, ovul terdapat di dinding  sekeliling (perifer) ovarium, seperti
pada sawi.  Ketika ovul berada pada poros tengah dan septa absen, seperti
pada  Dianthus dan Primula vulgaris (Primrose) plasentasi disebut bebas di tengah (free
central). Pada plasentasi  basal, plasenta berkembang di dasar ovarium dan ovul tunggal 
melekat padanya, seperti bunga matahari, bunga tahi kotok (Tagetes erecta).
 
 
Gambar 17. Jenis placentation: (a) Marjinal (b) Axile (c) Parietal (d) Bebas di
tengah (e) Basal(Anand, 2010)

6. Buah

Buah adalah suatu karakteristik dari tanaman berbunga. Sebagai hasil dari


pematangan ovarium,
yang dikembangkan setelah pembuahan. Jika buah yang dibentuk tanpa pembuahan padaov
arium, maka disebut buah parthenocarpic.

Umumnya, buah terdiri dari dinding buah atau pericarp dan biji-bijian. Pericarp mungkin kerin
g atauberdaging. Ketika pericarp tebal dan berdaging,
buah dapat dibedakan menjadi epicarp  di bagian luar,mesocarp di bagian tengah yang dapat
dimakan (pada Mangifera indica atau mangga)  dan endocarpbagian buah yang paling
dalam.
  

Gambar 18. Bagian-bagian buah: (a) Mangga (b) Kelapa (Anand, 2010)

Buah pada mangga dan kelapa dikenal sebagai buah batu (drupe), yang dapat dilihat


pada gambar18. Buah berkembang dari ovarium pada satu carpel (monocarpellary)  yang
unggul dan mengandungsatu biji. Pada
kelapa pericarp juga dibedakan menjadi epicarp yang tipis luar, mesocarp di bagian tengah
yang keras berserat dan endocarp di bagian dalam yang keras seperti batu.

7. Biji

Bakal biji
(ovule) setelah pembuahan, berkembang menjadi biji. Biji terdiri dari kulit biji dan embrio.Emb
rio terdiri dari radikula (radicula), batang sembrio (cauliculus)dan keping biji (cotyledo).
Tumbuhan dapat memiliki satu keping biji seperti gandum dan jagung, atau dua keping biji
seperti pada  kacang (Hidajat, 1994).
7.1 Berisi struktur biji dikotil

Penutup terluar biji adalah kulit biji. Kulit biji memiliki dua lapisan, testa di
bagian luar dan tegmen di bagian dalam. Hilum-biji adalah bekas luka di kulit biji,
menunjukkan bakal biji (ovul) selama perkembangan menjadi biji  terpasang ke buah
melalui tali pusar (funiculus). Di atas hilum-bijiterdapat pori-pori kecil yang disebut micropyle.
Bagian dalam
dari kulit biji adalah embrio, terdiri darisumbu embryonal  dan cotyledon. Cotyledon sering ber
daging dan penuh mengandung bahanmakanan. Di ujung  sumbu embryonal tanaman dikotil
(berkeping dua) menunjukkan radicledan plumule (gambar 19). Endosperm biji
jarak terbentuk sebagai hasil dari pembuahan ganda, yang merupakan jaringan penyimpan
cadangan makanan. Pada tanaman seperti kacang, tidak
terdapatendosperm dalam biji dewasa dan biji tanaman tersebut disebut non-endospermous.
 

Gambar 19.  Struktur biji (benih) dikotil (Anand, 2010)

 
7.2 Struktur  biji  monokotil

Pada umumnya, biji monokotil memiliki endosperm,  tetapi monokotil


lainnya, seperti anggrek non-endospermic. Umumnya dalam biji sereal seperti jagung
memiliki kulit biji yang menyatu dengandinding buah. Endosperm Nampak terlihat besar dan
mengandung
cadangan makanan. Bagian  luarendosperm memisahkan embrio dengan lapisan yang
mengandung protein,  yang disebut lapisanaleurone. Embrio kecil, terletak di alur pada salah
satu ujung endosperm,
terdiri dari satu kotiledonbesar dan berbentuk perisai yang dikenal sebagai scutellum  dan su
mbu pendek dengan bakal pucuk (plumule)  dan bakal akar (radicle). Bakal
pucuk (plumule)  dan bakal akar (radicle) diapit olehselubung yang masing-
masing disebut coleoptile dan coleorhiza (gambar 20).

 
Gambar 20. Struktur biji (benih) monokotil (Anand, 2010)

 
8. Deskripsi semi teknik tumbuhan berbunga yang khas
 
Berbagai ciri morfologi  tumbuhan digunakan untuk menggambarkan tanaman
berbunga. Deskripsi tumbuhan  menjadi singkat, dalam bahasa yang sederhana dan
ilmiah yang disajikan dalam urutan yang tepat. Tumbuhan digambarkan dengan karakter
vegetatif seperti akar, batang dan daun,  kemudian karakter bagian bunga dan
perbungaan. Setelah menggambarkan berbagai bagian tumbuhan, disajikan floral
diagram dan floral formula atau rumus bunga.

Pada rumus bunga digunakan beberapa simbol, Br singkatan bracteate K singkatan kelopak,
C untuk corolla, P untuk perianth, A untuk androecium dan G untuk putik. G untuk ovarium
dari putik yang menumpang di atas dasar bunga, dan  Ḡ untuk ovarium dari putik
yang tenggelam di dasar bunga. ♂untuk bunga jantan, ♀ bagi bunga betina, dan simbol
tanaman biseksual dapat dilihat pada gambar 21. Simbol ⊕ untuk bunga actinomorphic
dan ↑ untuk zygomorphic. Fusi diindikasikan dengan tanda kurung dan pelekatan (adhesi)
oleh baris  di atas atau di bawah lambang bagian bunga.Diagram bunga menyediakan
informasi tentang jumlah bagian bunga, pengaturan bunga dan hubungannya satu sama
lain. Posisi sumbu sehubungan dengan bunga diwakili oleh sebuah titik di atas diagram
bunga. Kelopak, corolla, androecium dan putik digambarkan dalam karangan berturut-turut,
menjadi terluar kelopak dan putik berada di tengah. Rumus bunga juga menunjukkan kohesi
dan adhesi dalam bagian karangan dan antara karangan. Diagram dan rumus bunga
terdapat gambar 21, mewakili tanaman mustard (Familia: Brassicaceae).

Gambar 21. Diagram bunga dengan rumus bunga (Anand, 2010)

9. Deskripsi beberapa familia tumbuhan

9.1 Fabaceae

Keluarga Fabaceae  sebelumnya disebut Papilionoideae, adalah subfamili dari keluargaLegu
minosae. Didistribusikan ke seluruh dunia (gambar 22).

Karakter vegetatif
Habitus : pohon, semak, herba; akar dengan akar nodul
Batang: tegak atau memanjat
Daun: tersebar, berupa daun majemuk menyirip atau tunggal; pada dasar daun terdapat
pulvinus (pulvinate); pertulangan daun menyirip.
 

 
Gambar 22. Tumbuhan Pisum sativum (kacang): (a) ranting (b) bunga (c) kelopak (d) organ
reproduksi (e) penampang memanjang carpel (f) diagram bagian bunga (Anand, 2010)
Karakter bunga
Perbungaan: racemose
Bunga: biseksual, zygomorphic
Kelopak: sepal lima, gamosepalous; imbricate aestivation
Corolla: petal lima, polypetalous, papilionaceous, terdiri dari bendera di bagian posterior,
terdapat dua sayap di bagian lateral, dua yang anterior membentuk lunas(menutupi benang
sari dan putik),vexillary aestivation
Androecium: sepuluh, diadelphous, anthera   terdiri dari dua lobus yang dihubungkan oleh
jaringanconnective (dithecous).
Putik: ovarium menumpang, terdiri dari satu daun buah (mono carpellary), satu ruang buah
(unilocular) dengan banyak ovul, stilus tunggal.
Buah: polong-polongan; biji: satu sampai banyak, non-endospermic
Rumus bunga:

 
Nilai ekonomi: banyak tanaman milik familia ini yang penting, seperti untuk sumber makanan
berupa kacang-kacangan (kacang hijau. kacang tanah. kacang merah, kacang kedelai);
minyak goreng  (kacang kedelai, kacang tanah); pewarna (Indigofera, ); serat
(sunhemp); pakan ternak(Sesbania, kacang kedelai); tanaman hias
(lupin,  Laburnum, Robinia, Gleditsia, Acacia,Mimosa, dan Delonix); obat (tamarind.).

9.2 Solanaceae

Solanaceae ini termasuk familia yang besar, sering disebut sebagai 'familia kentang'. Secara


luas didistribusikan di daerah tropis, subtropics dan bahkan zona beriklim sedang (gambar
23).

Karakter vegetatif
Habitus: herba, semak-semak dan pohon kecil.
Batang: basah jarang berkayu, aerial; tegak, bentuk bulat, silinder, bercabang, padat atau
berongga, berbulu atau gundul, batang bawah tanah terdapat pada kentang (Solanum
tuberosum)
Daun: bergantian, tunggal, jarang yang berdaun majemuk menyirip, tidak memiliki stipula
(exstipulate); pertulangan daun menyirip.

Karakter bunga
Perbungaan: tunggal (soliter), aksilaris atau berupa perbungaan cymose seperti Solanum
Bunga: biseksual, actinomorphic
Kelopak: sepal lima bergabung, keras, valvate aestivation; Corolla: petal ada lima
bergabung, valvate aestivation; Androecium: Benang sari lima, epipetalous
Putik: terdiri dari dua carpel (bicarpellary), dengan karpel menyatu (syncarpous); ovarium
unggul, terdiri dari dua ruangan (bilocular), plasenta berdaging dengan banyak Ovul.
Buah-buahan: buni berdaging
Biji: banyak, memiliki endosperm (endospermous)
Rumus bunga: 
 

Nilai ekonomi: Banyak tanaman dari familia Solanaceae merupakan sumber makanan


(tomat, terong, kentang), rempah-rempah (cabe); Kesehatan (Atropa belladonna, Withania
somnifera (L.) Dunal); rokok/fumigatory (tembakau); tanaman hias (petunia).
 
Gambar 23. Tumbuhan Solanum nigrum (Ranti atau leunca): (a) Ranting perbungaan,  (b)
Bunga, (c)L.S. Bunga, (d) Benang sari, (e) Carpel, (f) Diagram bunga (Anand, 2010)

9.3 Liliaceae

Sering disebut 'Familia Lily' adalah wakil karakteristik tanaman monokotil. Tanaman
ini didistribusikan ke seluruh dunia  (gambar 24).

Karakter vegetatif
Habitus: tumbuhan dengan bawah tanah lampu/mulai/rimpang
Daun sebagian besar basal, alternatif, linier, exstipulate dengan venation parallel

Karakter bunga
Perbungaan: tunggal (soliter), aksilaris atau berupa perbungaan cymose; perbungaan
berbentuk payung (umbellate)
Bunga: biseksual; actinomorphic
Tenda bunga:  perianth enam (3 + 3), sering disatukan ke dalam tabung; valvate aestivation
Androecium: Benang sari enam, (3 + 3)
Putik: tricarpellary, syncarpous, ovarium superior, trilocular dengan banyak Ovul; axile  place
ntation.
Buah: kapsul, jarang buni.
Biji: memiliki endosperm (endospermous)
Rumus bunga:  
 

Nilai ekonomi: Banyak tumbuhan familia Liliaceae ini yang baik untuk tanaman


hias (tulip, Gloriosa,Lilium longiflorum), kesehatan (lidah buaya, Colchicum autumnale yang
mengandung colchicine),sayuran (Allium, Asparagus).
 

 
Gambar 24. Tumbuhan Allium cepa (bawang): (a) Tanaman (b) Perbungaan (c) Bunga (d)
Diagram bunga (Anand, 2010)
 
Ringkasan

Tumbuhan berbunga menunjukkan variasi yang besar dalam bentuk, ukuran, struktur, gizi,
rentang hidup, kebiasaan dan habitat. Tumbuhan juga telah mengembangkan sistem akar
dan sistem pucuk.Sistem akar terdiri dari siatem akar tunggang dan akar serabut. Umumnya,
tanaman dikotil memiliki akar tunggang sementara tanaman monokotil memiliki akar
serabut. Akar di beberapa tanaman dapat dimodifikasi untuk penyimpanan makanan,
mendukung kekuatan mekanis dan respirasi.Sistem pucuk dibedakan menjadi batang, daun,
bunga dan buah. Ciri morfologi batang seperti adanya buku dan ruas, rambut multiseluler
dan sifat phototropic positif membantu untuk membedakan batang dari akar. Batang juga
dapat dimodifikasi untuk melakukan berbagai fungsi seperti menyimpan cadangan makanan,
perbanyakan vegetatif dan perlindungan di bawah kondisi yang tidak menguntungkan. Daun
adalah hasil  perkembangan lateral bagian luar dari batang  (exogeneously) pada buku. 
Daun berwarna hijau  untuk melakukan fungsi fotosintesis. Penampakan daun ditandai
dengan variasi dalam bentuk, ukuran, margin, apex dan ketebalan  helai daun. Seperti
bagian lain dari tanaman, daun juga dapat dimodifikasi ke dalam struktur lainnya seperti
sulur, duri untuk pendakian dan perlindungan.

Bunga adalah pucuk yang dimodifikasi,  untuk fungsi reproduksi seksual. Bunga-bunga diatur


dalam berbagai jenis perbungaan. Bunga menunjukkan variasi besar dalam struktur, simetri,
posisi ovarium dalam kaitannya dengan bagian lain, pengaturan kelopak, corolla, anthera,
ovul dll. Setelah pembuahan, ovarium diubah menjadi buah-buahan dan ovul berubah
menjadi biji. Biji dapat berupa monokotil atau dikotil. Biji bervariasi dalam bentuk, ukuran
dan masa kelangsungan hidup.Karakteristik bunga membentuk dasar dari klasifikasi dan
identifikasi tumbuhan berbunga. Hal ini dapat diilustrasikan melalui deskripsi familia pada
tumbuhan secara semi-teknik. Oleh karena itu, tanaman berbunga yang digambarkan dalam
urutan tertentu menggunakan istilah-istilah ilmiah. Ciri-ciri bunga direpresentasikan dalam
bentuk yang diringkas sebagai diagram bunga dan rumus bunga.