Anda di halaman 1dari 5

TUGAS MATA KULIAH

KONSEP DASAR BIOSTATISTIK


PERTEMUAN III

Nama : I GEDE GALIH DARMA SAPUTRA


NIM : 194620025
Kelas : A3 RMIK

1. Apa yang dimaksud dengan data sekunder dan data primer ?


a. Data Sekunder, yaitu data tersedia yang dikumpulkan dari berbagai sumber yang
sudah ada sebelumnya. Misalnya; dari perpustakaan, dokumen penelitian
terdahulu, dan lain-lain.
b. Data Primer, yaitu data asli atau data baru yang dikumpulkan langsung oleh
orang yang melakukan penelitian.

2. Apa yang dimaksud dengan varibael?


Berikut beberapa pendapat dari ahli luar negeri dan Indonesia.
a. F. N. Kerlinger
F.N Kerlinger memberikan definisi dari variabel. Dimana variabel adalah suatu
konsep yang memiliki nilai dan telah diubah.
b. Feddy Rankuti
Feddy Rankuti berpendapat jika variabel adalah sebuah konsep yang memiliki
nilai dan di dalamnya di mana nilai tersebut terdiri atas 4 data yakni skala, rasio,
ordinal, internal dan nominal.
c. Sugiyono
Variabel berdasarkan pendapat dari Sugiyono adalah salah satu bentuk dari apa
yang dibuat oleh seorang peneliti sehingga bisa menghasilkan sebuah informasi
yang mana bisa ditentukan kesimpulannya.

Pada dasarnya variabel adalah besaran yang dapat berubah serta berpengaruh pada
sebuah peristiwa atau hasil dari penelitian. Keberadaan variabel sendiri nantinya bisa
mempermudah Anda untuk menganalisis atau mengidentifikasi permasalahan yang ada.
Variabel sendiri juga sangat penting untuk dipakai terutama di penelitian jenis
sains, salah satunya yakni variabel bebas.
Sebuah penelitian ada beberapa jenis variabel yang mana terdiri dari beberapa
komponen, yakni perlakuan, faktor serta atribut yang wajib dipelajari bahkan juga akan
diambil dari adanya sebuah kesimpulan hasil pengkajian sebuah penelitian.
3. Sebutkan contoh variable!
Beberapa jenis yang ada tentunya memiliki fungsi yang berbeda satu sama lain sesuai
dengan kebutuhan. Berikut beberapa jenis variabel tersebut
a. Variabel Bebas atau Independen
Variabel bebas adalah salah satu variabel yang mana memiliki pengaruh besar
akan variabel lainnya. Contohnya saja yakni pengaruh jumlah pupuk organik
terhadap hasil produksi panen padi. Dalam penelitian yang ada maka variabel
bebas yang berperan di dalamnya adalah pupuk organik.

b. Variabel Terikat atau Variabel Dependen


Variabel terikat pada dasarnya adalah variabel yang dapat dipengaruhi variabel
bebas. Variabel ini bahkan juga akrab dengan sebutan variabel terpengaruh,
variabel output, variabel efek dan lainnya. Contoh singkat dari variabel ini
adalah pengaruh jumlah pupuk organik terhadap hasil produksi panen pada. 
Dalam hal ini peran dari variabel terikat yakni tanaman.

c. Variabel Moderator
Variabel moderator bisa berpengaruh sebagai variabel yang memperkuat atau
melemahkan hubungan yang ada pada variabel bebas serta variabel terikat. Anda
juga bisa menjumpai variabel dalam bentuk penelitian kualitatif maupun
kuantitatif.

d. Variabel Kontrol
Variabel kontrol adalah variabel yang sifatnya konstan dan bisa dikendalikan. 
Dalam sebuah penelitian variabel kontrol memiliki peran sebagai pembanding.
Contohnya yakni pengaruh jumlah pupuk organik terhadap hasil produksi panen
padi. Dalam penelitian bisa dikatakan jika sebagai variabel kontrol akan
diperankan oleh beberapa faktor pertumbuhan tanaman seperti tanah, cahaya
matahari serta air.

e. Variabel Intervening
Variabel intervening akan ke variabel bebas serta variabel terikat, hanya saja
variabel intervening tidak bisa diukur. Letak variabel yang satu ini berada
diantara variabel bebas dan variabel terikat, dengan seperti ini variabel bebas
yang ada di dalam penelitian tidak berpengaruh secara langsung ke perubahan
yang ada dalam variabel terikat.
f. Variabel Nominal
Variabel nominal memiliki fungsi untuk membedakan data dari individu yang
mana kemudian dikemas jadi bentuk kategori. Contohnya saja adalah jenis
kelamin, pekerjaan, status dari pernikahan dan lainnya.

g. Variabel Ordinal
Pengertian variabel ordinal adalah cara menentukannya bisa menggunakan
berdasarkan ranking maupun urutan. Contoh simpelnya diterapkan pada saat
mengurutkan ranking dari siswa.

h. Variabel Interval
Variabel ini ada bahkan juga disajikan di dalam bentuk interval. Fungsi dari
variabel ini adalah membantu mengurutkan data.

i. Variabel Ratio
Variabel ratio menjadi salah satu variabel yang mana bentuknya hampir sama
pada variabel interval. Hanya saja, dalam variabel ini memiliki data nol mutlak.

4. Jelaskan tentang macam-macam skala pengukuran dan berikan contohnya!

Di dalam ilmu statistik, skala pengukuran dibagi menjadi 4, yaitu sebagai berikut:
a. Skala Nominal
Skala nominal merupakan skala pengukuran paling sederhana atau
tingkatannya paling rendah di dalam suatu penelitian.
Skala ini hanya digunakan untuk memberikan kategori saja. Misalnya
digunakan untuk memberi label, simbol, lambang, atau nama pada sebuah
kategori sehingga akan mempermudah pengelompokan data menurut
kategorinya.

Contoh Skala Nominal :


Contoh yang paling umum digunakan yaitu variabel jenis kelamin. Jenis
kelamin akan dibedakan menjadi Laki-laki dan Perempuan. Dalam hal ini, hasil
pengukuran tidak memiliki tingkatan tertentu. Artinya laki-laki tidak lebih tinggi
daripada perempuan, atau sebaliknya.
Di dalam sebuah penelitian, biasanya akan diberi simbol angka sebagai
pembeda, misal jenis kelamin laki-laki diberi simbol angka 1, jenis kelamin
perempuan diberi simbol 0. Simbol angka disini hanya untuk membedakan saja,
tidak menunjukkan bahwa 1 lebih besar dari 0 dan sebagainya.
b. Skala Ordinal
Skala ordinal merupakan skala pengukuran yang sudah menyatakan
peringkat antar tingkatan. Jarak atau interval antar tingkatan juga tidak harus
sama.
Skala ordinal ini memiliki tingkatan yang lebih tinggi daripada skala
nominal, karena skala ini tidak hanya menunjukkan kategori saja tetapi juga
menunjukkan peringkat. Di dalam skala ordinal, objek atau kategorinya disusun
berdasarkan urutan tingkatannya, dari tingkat terendah ke tingkat tertinggi atau
sebaliknya,

Contoh Skala Ordinal :


Contoh pada variabel sikap seseorang terhadap suatu pernyataan, sikap
tersebut berupa sangat setuju, setuju, biasa saja, tidak setuju, sangat tidak setuju.
Pada variabel sikap ini dari sangat setuju ke sangat tidak setuju menunjukkan
kategori dan memiliki tingkatan.
Di dalam sebuah penelitian, kategori tersebut bisa disimbolkan dengan
angka, misal angka 5 untuk sangat setuju, angka 4 untuk setuju, angka 3 untuk
biasa saja, angka 2 untuk tidak setuju, dan angka 1 untuk sangat tidak setuju.

c. Skala Interval
Skala Interval merupakan skala pengukuran yang bisas digunakan untuk
menyatakan peringkat untuk antar tingkatan. Jarak atau interval antar tingkatan
pun sudah jelas, hanya saja tidak memiliki nilai 0 (nol) mutlak.
Skala interval ini bisa dikatakan berada diatas skala ordinal dan nominal.
Besar interval atau jarak satu data dengan data yang lainnya memiliki bobot nilai
yang sama. Besar interval ini bisa saja di tambah atau dikurang.

Contoh Skala Interval :


Contoh yang paling umum pada skala interval adalah suhu. Misalkan
suatu ruangan memiliki suhu 0C, ini bukan berarti bahwa ruangan tersebut tidak
ada suhunya.
Angka 0C disini merupakan suhu, hal ini dikarena pada skala interval 0
(nol) bukanlah nilai yang mutlak.

d. Skala Rasio
Skala rasio adalah skala pengukuran yang ditujukan pada hasil
pengukuran yang bisa dibedakan, diurutkan, memiliki jarak tertentu, dan bisa
dibandingkan.
Skala rasio merupakan tingkatan skala paling tinggi dan paling lengkap
dibanding skala-skala lainnya. Jarak atau interval antar tingkatan sudah jelas,
dan memiliki nilai 0 (nol) yang mutlak. Nilai nol mutlak berarti benar-benar
menyatakan tidak ada.

Contoh Skala Rasio :


Misal tinggi badan Agung adalah 190 cm sedangkan tinggi badan
Vatinson adalah 95 cm. Pada situasi ini dapat dikatakan bahwa jarak tinggi
badan Vatinson dengan Agung adalah 95 cm. Bisa juga dikatakan bahwa tinggi
badan Agung 2 kali tinggi badan Vatinson.