Anda di halaman 1dari 5

KARYA SENI RUPA 2 DIMENSI

DISUSUN OLEH :
GEOVANI GITA JAUHARI (16)
UMI SOFRI FAUZIAH (33)
JENIS KARYA :
LUKISAN

Lukisan
Lukisan merupakan contoh karya seni rupa 2 dimensi yang paling sering kita temui. Melongok lebih
jauh, ternyata lukisan memiliki beragam macam aliran. Aliran-aliran seni lukis tersebut antara lain
aliran naturalisme, abstraksionisme, dudaisme, impersionalisme, dan lain-lain

Unsur seni rupa murni diatas adalah :


 Unsur visual
Unsur seni lukis yang pertama adalah unsur visual. Unsur yang ada pada seni lukis yang mengandung
material visual dan dapat dilihat atau dibuat sesuai keinginan dari sang pelukis. Unsur visual terbagi
menjadi beberapa poin penting yang bisa dipelajari jika ingin menjadi pelukis terutama pelukis
profesional. Unsur visual dianggap tekniknya dalam melakukan seni lukis, berikut yang termasuk
unsur visual :

1. Titik (point)
Titik merupakan penggambaran atau teknik paling mendasar dan paling lemah. Titik merupakan
elemen paling utama dan juga paling dasar yang ada pada seni lukis. Hampir setiap lukisan dimulai
dari teknik titik. Beberapa lukisan bahkan menjadikan titik sebagai bahan utama sampai terwujud atau
terbentuknya sebuah gambar yang terlihat.

2. Garis (Line)
Berikutnya ada garis atau line. Elemen ini merupakan elemen dasar kedua setelah titik. Dimana garis
bisa dibentuk dari dua titik yang berjauhan dan diisikan gambar atau diberikan gambar diantaranya.
Garis juga sering difungsikan sebagai pembatas antara beberapa jenis atau bentuk gambar. Garis
dibagi menjadi dua yaitu garis alamiah dan garis buatan. Untuk garis alamiah misalnya terdapat
gambar yang memang realita objeknya berbatas, misalnya gunung dan pantai atau langit dan juga laut.
Selain itu untuk garis buatan sengaja dibuat, misalnya bentuk atau kontur wajah atau bentuk bujur
sangkar dari sebuah rumah.
3. Bidang (field)
Semakin jauh semakin sulit teknik penggunannya. Bidang merupakan elemen selanjutnya yang tidak
hanya berbentuk dua dimensi dan menggabungkan titik. Namun bidang sudah menggunakan lebih
dari dua sisi dan membentuk sebuah ruang yang tidak hidup. Umumnya bidang diidentifikasikan
sebagai dua sisi yang memiliki sisi lebar dan panjang saja. Bentuk bidang dianggap sebuah teknik
dasar bagi para pelukis yang ingin melukis objek sesuai kenyataan dan terlihat hidup.

4. Ruang (space)
Teknik selanjutnya adalah ruang. Elemen ini merupakan elemen tertinggi dari pelukisan secara teknik
tanpa melibatkan tambahan atau ornamen lainnya. Ruang memberikan kesan hidup atau sesuai objek
pada lukisan. Ruang memperlihatkan berbagai sisi bahkan ruang hampa diantaranya. Sehingga lukisan
yang menggunakan ruang sudah menjadi seni lukis karya menengah. Ruang bisa digunakan untuk
menggambar berbagai objek seperti alam, benda timbul, rumah secara 3 dimensi dan 4 dimensi.

5. Warna (color)
Adanya indera mata yang sangat dibutuhkan fungsinya. Salah satunya adalah dengan menggunakan
mata maka kita dapat melihat warna bentuk dan wujud dari sebuah benda. Terutama bisa melihat
warna yang ternyata menjadi lebih bagus dan indah. Warna sendiri terbagi menjadi beberapa macam,
yakni ada warna primer yang merupakan warna dasar tanpa campuran seperti putih, merah dan biru,
sedangkan warna sekunder terdiri dari warna campuran tingkat pertama yaitu hijau, jingga dan ungu.
Untuk warna lainnya ada warna analogus yang misalnya gradasi antara hijau ke kuning dan warna
komplementer yang dibuat seperti gradasi dengan warna agak jauh dan melingkar misalnya kuning
sampai ungu lalu beralih ke merah.

 Unsur non visual


Selanjutnya adalah unsur non visual. Unsur ini sebenarnya lebih kepada pengembangan seorang
pelukis. Unsur non visual bisa saja dipelajari namun akan berbeda setiap orangnya. Unsur non visual
terdiri dari beberapa poin, diantaranya :

1. Imajinasi
Lukis merupakan gambar yang direalisasikan atau digambarkan dalam sebuah media yang lebih kecil.
Tidak hanya objek yang dibutuhkan melainkan imajinasi. Sedangkan imajinasi terdapat pada masing-
masing orang dan berkembang secara berbeda. Imajinasi bisa dianggap khayalan dan gambaran yang
dibuat oleh pikiran yang bisa saja penggambaran baik yang pernah dilihat atau yang belum pernah
dilihat oleh pelukis tersebut. imajinasi dianggap hal penting dan mahal, terutama ketika sudah tumpah
menjadi sebuah gambar dan lukisan.

2. Pandangan hidup dan pengalaman


Karya lukisan mungkin ada dalam satu aliran. Namun terkadang jenis penggambarannya berbeda. Hal
ini karena terkait pandangan hidup si-pelukis dan juga pengalaman.  Objek yang sama misalnya
sebuah guci akan berbeda ketika ada dua pelukis menggambarnya dalam sisi yang berbeda. Satu
pelukis bisa saja menggambarkan sebuah guci saja di ruang kosong sesuai dengan realita, namun satu
pelukis lagi menambahkan sebuah guci yang berderet dalam sebuah ruangan klasik. Semua tergantung
pandangan hidup dan pengalaman pelukis tersebut. Hal seperti ini dianggap mahal dan tidak semua
bisa melakukannya.

3. Konsep
Konsep dalam lukisan bisa dikatakan cukup penting. Konsep merupakan sketsa awal atau peta awal
dalam menggambarkan lukisan yang akan ditumpahkan dalam media lukis. Beberapa pelukis
mengaku mereka tidak memiliki konsep dan menggambarnya secara spontan. Namun jika aliran yang
diikuti sudah jelas dan objeknya pun jelas atau imajinasinya tergambar dengan jelas umumnya pasti
menggunakan konsep agar hasil lukisan matang.
4. Sikap estetik dan aritstik
Terakhir adalah sikap estetik dan artistik dari pelukis. Hal ini dianggap paling penting dan tidak
semua orang bisa merasakannya. Seni tentu saja bernilai karena memiliki jiwa ketika sudah menjadi
karya. Beberapa pelukis terkadang tidak bisa menjadi terkenal atau dikagumi karyanya karena hasil
karya yang bagus tidak disertai pandangan dan sikap yang menunjukan bahwa seni tersebut indah.

Unsur Seni Lukis bagi Karya


Unsur seni lukis bisa dikatakan sebagai kerangka atau tiang awal dalam membuat karya lukisan yang
sesuai dan bernilai tinggi. sehingga bukan hal baik jika anda mengabaikan ilmu ini (baca : Fungsi seni
lukis). Tak jarang mengapa banyak orang tanpa khawatir mengaggumi dan membeli bahkan
mengkoleksi seni lukis.

Alat dan Bahan yang Perlu digunakan untuk Seni Lukis


Alat yang digunakan dalam melukis antara lain:

 Kuas
 Palet
 Alat pembersih kuas
 Pisau palet
 Easel (penjepit kanvas)

Bahan
Cat/Tinta, cat/tinta yang biasanya digunakan dqalam melukis antara lain: Cat air, cat minyak, cat
poster, cat akrilik, cat tekstil, dan tinta bak. Selain menggunakan cat antau tinta, kalian dapat
menggunakan pensil warna ataupun pastel /crayon.

Media lukis, media yang digunakan untuk melukis diantaranya kertas, kanvas, dinding atau yang
lainnya.

Teknik Seni Lukis :


Teknik Aquarel
Teknik aquarel adalah teknik melukis dengan menggunakan car air (aquarel) dengan sapuan warna
tipis sehingga lukisan yang dihasilkan transparan.

Teknik Plakat
Teknik plakat adalah teknik melukis dengan cat air, cat akrilik, atau cat minyak dengan sapuan tebal
dan komposisi yang tebal sehingga memberi kesan yang colorful pada karya yang dihasilkan.

Teknik Spray
Teknik spray adalah teknik melukis dengan car menyemprotkan cat ke media lukis. Dengan
menggunakan teknik ini, lukisan yang dihasilkan lebih halus dan tampak lebih visual, contohnya
graffiti.

Teknik Pointilis
Teknik pointilis adalah teknik melukis dengan menggunakan titik-titik untuk menghasilkan lukisan
yang menawan. Melukis menggunakan teknik ini membutuhkan kesabaran. Pelukis sering
menggunakan gradasi warna untuk mengatur gelap terang pada lukisan.

Teknik Tempera
Teknik tempera adalah teknik lukis dengan cara menggunakan kuning telur dalam cat sebagai bahan
perekat. teknik ini biasanya digunakan pada media kayu, kanvas, ataupun tembok.
Teknik Basah
Teknik basah adalah teknik melukis dengan cara mengencerkan cat minyak dengan menggunakan
minyak cat atau linseed oil, setelah diencerkan barulah di aplikasikan pada kanvas.

Teknik Kering
Teknik kering adalah teknik melukis dengan menggunakan cat minyak tanpa menggunakan minyak
cat.

Teknik Campuran
Teknik ini merupakan teknik melukis perpaduan antara teknik basah dan teknik kering. teknik ini
biasanya diawali dengan penggunaan teknik kering dahulu kemudian teknik basah dengan cara
memblok warna sembari menambahkan intensitas minyak cat secara perlahan hingga lukisan jadi.