Anda di halaman 1dari 8

DASAR DASAR FARMAKOLOGI

A. PENGERRTIAN OBAT
semua zat baik kimiawi, hewani maupun nabati, yang dalam dosis layak dapat menyembuhkan,
meringankan atau mencegah penyakit berikut   gejala-gejalanya.
B. PENGERTRIAN FARMAKOLOGI
Ilmu yang mempelajari cra kerja obat dlm tubuh
C. SEJARAH ILMU FARMAKOLOGI
Claudius glen : orang pertama yang mengenalkan bahwa teori dan pengalaman empiric
berkintribusi seimbang
Theophrastus/paraceius: Pionir penggunaan senyawa kimia dan mineral, yang dikenal juga
dengan bapak toksikologi.
Johann Jakob Wepfer: peneliti pertama yang melibatkan hewan percobaan dalam ilmu
farmakologi dan toksikologi.
• Rudolf Buchheim (1820–1879) , mendirikan Institute of Pharmacology pertama di The University
of Dorpat (Tartu, Estonia) tahun 1847.
• Oswald Schmiedeberg (1838–1921), bersama seorang internist, Bernhard Naunyn (1839–1925),
menerbitkan jurnal farmakologi pertama
• John J. Abel (1857–1938), The “Father of American Pharmacology
D. SUMBER OBAT
Nabati ( Ma huang(eperda vulgans),morfin,digosin)
Hewani
sintetik
E. PARAMETER FARMAKOLOGI
1. Farmakokinetika: merupakan aspek farmakologi yang mencakup nasib obat dalam tubuh
yaitu absorbsi, distribusi, metabolisme, dan ekskresinya (ADME)
 Absorpsi dan Bioavailabilitas
 Absorpsi: proses penyerapan dari tmp pemberian, menyangkut kecepatan dan
kelengkapan proses tsb
 Bioavailabilitas: jumlah obat yang mencapai sirkulasi sistemik dalam bentuk aktif
 Faktor2 yg berpengaruh:
o Cara pemberian
o Kelarutan
o Konsentrasi
o Luas permukaan absorpsi
o Sirkulasi tempat
o Interaksi obat
 Distribusi obat dibedakan atas 2 fase berdasarkan penyebarannya di dalam tubuh, yaitu:

Fase pertama terjadi segera setelah penyerapan, yaitu ke organ yang perfusinya sangat baik
misalnya jantung, hati, ginjal, dan otak.

Fase kedua jauh lebih luas yaitu mencakup jaringan yang perfusinya tidak sebaik organ di atas
misalnya otot, visera, kulit, dan jaringan lemak.
 Biotransformasi atau metabolisme obat ialah proses perubahan struktur kimia obat
yang terjadi dalam tubuh dan dikatalis oleh enzim.
 Eksresi : Obat dikeluarkan dari tubuh melalui berbagai organ ekskresi dalam bentuk
metabolit hasil biotransformasi atau dalam bentuk asalnya.

Ekskresi obat pada urine, feses, keringat, liur, air mata,air susu, dan rambut

2. FARMAKODINAMIKA
 Mula puncak dan lama kerja obat

Pada waktu obat memasuki plasma dan berakhir sampai mencapai MEC ( mulai kerja)

Terjadi pada saat obat mencapai konsentrasi tertinggi dalam darah atau plasma
( puncak kerja)

Dapat memakan waktu beberapa jam atau hari ( lama kerja)

 Efek Samping, Reaksi yang Merugikan dan Efek Toksik


Efek samping adalah efek fisiologis yang tidak berkaitan dengan efek obat yang
diinginkan
Efek Toksik adalah suatu obat dapat diidentfikasi melalui pemantauan batas terapetik
obat tersebut dalam plasma.
F. MEKANISME KERJA OBAT

G. RESEPTOR OBAT

Suatu makromolekul seluler yang secara spesifik dan langsung berikatan dengan agonis/ligan
(obat, hormon, neurotransmiter) untuk memicu signaling kimia antara dan dalam sel à
menimbulkan efek

 Fungsi reseptor

mengenal dan mengikat suatu ligan/obat dengan spesifisitas yang tinggi

meneruskan signal ke dalam sel melalui:

o perubahan permeabilitas membran


o pembentukan second messenger
o mempengaruhi transkripsi gen
 Istila penting

Ligan : Molekul spesifik (obat) yang dapat mengikat reseptor

Afinitas: Kemampuan ligan untuk mengikat reseptor à afinitas besar = semakin mudah
berikatan dengan reseptor

Efikasi: Perubahan/efek maksimal yang dapat dihasilkan oleh suatu obat

Agonis Antagonis Reseptor


Asetilkolin Atropin Kolinergik /
Muskarinik

Histamin Klorfeniramin Histamin H1


Histamin Simetidin Histamin H2
Morfin Nalorfin Opioid
Dopamin Fenotiazin Dopaminergik
Salbutamol Propranolol Adrenergik 2

Interaksi FarmakodinamikFisiologis

Obat A Obat B Efek


Sedatif/ Antihistamin Depresi SSP ↑
hipnotik Analgesik Narkotik
Antikonvulsi
Antihipertensi Diuretik Efek obat A ↑

Antihipertensi Simpatomimetik Efek obat A 

Antikoagulan Aspirin, NSAID Efek obat A ↑

Antidiabetik Beta bloker Efek obat A ↑


BAHAN OBAT,BAHAN BAKU OBAT TRADISIONALL,PERAN OBAT

1. OBAT TRADISIOBAL
• Jamu : Jamu adalah obat tradisional yang disediakan secara tradisional, misalnya dalam bentuk
serbuk seduhan, pil, dan cairan yang berisi seluruh bahan tanaman yang menjadi penyusun jamu
tersebut serta digunakan secara tradisional.
Jamu harus memenuhi kriteria :
• Aman sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan;
• Klaim khasiat dibuktikan berdasarkan data empiris;
• Memenuhi persyaratan mutu yang berlaku.
• OBAT HERBAL TERSTANDAR(Scientific based herbal medicine): Adalah obat tradisional yang
disajikan dari ekstrak atau penyarian bahan alam yang dapat berupa tanaman obat, binatang,
maupun mineral. Ditunjang dengan pembuktian ilmiah berupa penelitian-penelitian pre-klinik
seperti standart kandungan bahan berkhasiat, standart pembuatan ekstrak tanaman obat,
standart pembuatan obat tradisional yang higienis, dan uji toksisitas akut maupun kronis.
harus memenuhi kriteria :
• Aman sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan;
• Klaim kasiat dibuktikan secara ilmiah/pra klinik;
• Telah dilakukan standardisasi terhadap bahan baku yang digunakan dalam produk jadi;
• Memenuhi persyaratan mutu yang berlaku.
• FITOFARMAKA (Clinical based herbal medicine): Merupakan bentuk obat tradisional dari bahan
alam yang dapat disejajarkan dengan obat modern karena proses pembuatannya yang telah
terstandar, ditunjang dengan bukti ilmiah sampai dengan uji klinik pada manusia
harus memenuhi kriteria :
• Aman sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan;
• Klaim khasiat harus dibuktikan berdasarkan uji klinik;
• Telah dilakukan standarisasi terhadap bahan baku yang digunakan dalam produk jadi;
• Memenuhi persyaratan mutu yang berlaku.

PENGGOLONGAN OBAT

1. OBAT FARMAKODINAMIS
Farmakodinamik adalah bagian dari ilmu farmakologi yang mempelajari tentang bagaimana
suatu obat (bahan aktif) bekerja sehingga menghasilkan efekbiologis.
2. OBAT FARMAKOTERAPI
adalah cabangnya ilmu farmakologi, yang mempelajari penggunaan obat untuk pencegahan dan
pengobatan penyakit.
3. OBAT DIAGNOSTIK
Obat diagnostik adalah obat yang berperan dalam mendiagnosis atau mengenali penyakit
Contohnya : barium sulfat untuk membantu diagnosis pada saluran lambung-usus.
4. PENGGOLONGAN MENURUT PERMENKES
Penggolongan obat ini terdiri atas : obat bebas, obat bebas terbatas, obat wajib apotek,
obat keras, psikotropika dan narkotika

EFEK SAMPING OBAT DAN BAHAYA PENGGUNAAN PADA PASIEN

 Definisi feel samping : adalah segala sesuatu khasiat yang tidak diinginkan untuk tujuan
terapi yang dimaksudkan pada dosis yang dianjurkan.
 Contoh efek samping obat

Reaksi alergi akut karena penisilin (reaksi imunologik)

Hipoglikemia berat karena pemberian insulin (efek farmakologik yang berlebihan)

Osteoporosis karena pengobatan kortikosteroid jangka lama (efek samping karena


penggunaan jangka lama)

Hipertensi karena penghentian pemberian klonidin (gejala penghentian obat)

Fokomelia pada anak karena ibunya menggunakan talidomid pada masa awal kehamilan
(efek teratogenik)

 Kalrifikasi efek samping obat


1. Efek samping yang dpt diperkirakan: , Aksi farmakologik yang berlebihan , Gejala
putus obat karena narkotika ,Efek samping yang tidak berupa efek farmakologik
utama
2. Efek samping tdk dpt diperkirakan : Reaksi alergi.,Reaksi karena faktor genetik.,Efek
yang mungkin timbul pada perpanjangan obat yaitu
adisi,sinergis,potensiasi,antagonis
 Tipe efek samping obat
Tipe A: Efek Samping Tipe A adalah efek samping yang sudah terdeteksi saat uji
klinik, berkaitan dengan dosis (dose-related) dan timbul berkaitan dengan efek
farmakologi (khasiat) dari obat tersebut. 
Tipe B: yang merupakan suatu respon jarang atau tidak umum terjadi dan tidak
dapat diduga sebelumnya.
Tipe C: Reaksi yang terkait dengan penggunaan obat jangka lama, contohnya
adalah ketergantungan Benzodiazepine, chloroquine dan analgesik nefropati
(kerusakanpada ginjal).
Tipe D: Efek samping obat tertunda/lambat yang terjadi beberapa tahun setelah
terapi seperti karsinogen (penyabab kanker) dan teratogen.
Tipe E: Efek samping obat terjadi pada akhir terapi jika obat diberhentikansecara
mendadak/tiba-tiba.Contohnyapadapenggunaan steroid yang
menginduced cushing syndrome.
Dosis Obat Continous,,,
b. Cara pemberian obat kepada penderita
 Dosis obat adalah jumlah obat yang 1. Oral
diberikan kepada penderita dalam satuan 2. Parenteral
3. Rektal, vaginal
berat (gram, miligram, mikrogram) atau 4. Lokal, topikal
satuan isi (mililiter, liter) atau unit unit 5. Lain lain : implantasi, sublingual
c. Faktor penderita :
lainnya (unit internasional)
1. Umur
2. Berat badan
3. Jenis kelamin
2

Continous,,,
Tujuan Perhitungan Dosis
4. Ras
 Agar pemberian sejumlah obat mencapai 5. Tolerance
efek terapeutik (dosis lazim atau dosis 6. Obesitas
7. Sensitivitas individual
terapeutik)
8. Keadaan patofisiologi
 Menentukan keamanan dosis yang diberikan  Cara Menghitung Dosis Obat :
1. Berdasar Umur
2. Berdasar Berat badan

MACAM-MACAM DOSIS
Faktor-faktor yang
Mempengaruhi Dosis Obat DOSIS TERAPI
Sejumlah obat yang memberikan efek terapeutik
a. Faktor obat :

1. Sifat Fisika : daya larut obat dalam air/lemak, DOSIS MAKSIMUM


kristal/ amorf, dan lain lain Batas dosis yang relatif masih aman diberikan pada
penderita
2. Sifat kimiawi : asam, basa, garam, ester,pH.
Untuk memberitahukan pada apoteker, bahwa
3. Toksisitas obat dokter dgn sadar melebihkan obat, maka resep diberi
tanda seru (!) disertai paraf

MACAM-MACAM DOSIS
DOSIS TOKSIK
 Dosis obat melebihi dosis terapeutik,
dapat menyebabkan keracunan obat

DOSIS LETHAL
 dosis obat yang menyebabkan kematian
pada hewan coba
 Misal: LD50, LD10
2. Berdasarkan Berat
MACAM-MACAM DOSIS Badan
INITIAL DOSE  Hamburger’s Rule (didasarkan pd BB
Dosis permulaan dengan tujuan agar dgn BB Dewasa 70 kg
konsentrasi / kadar obat dalam darah dapat BBanak (kg )
dicapai lebih awal
Dosis  xDosisdewasa
70
LOADING DOSE  Clark Rule
Dosis obat untuk memulai terapi, sehingga dapat BBanak ( pon)
mencapai konsentrasi terapeutik dalam cairan tubuh Dosis  xDosisdewasa
150
yang menghasilkan efek klinis
14

Perhitungan Dosis
Perhitungan Dosis Anak
1. Berdasar Perbandingan Umur Ada dua metode yang digunakan dalam
 Young ( anak < 8 tahun) menghitung dosis obat yaitu:
n I.Rumus Dasar
Da  Dd (mg )
n  12 II.Rasio dan Proporsi
 Contoh
Dosis (dws) GG100-200mg/kali, maka dosis
utk anak 4 thn :
4/12+4 x (100-200) = 25-50 mg/kali
PAU-PPAI-UT 21

Rumus Dasar
Perhitungan Dosis Anak
D/H X V = A
 Dilling ( anak > 8 tahun )
Dimana:
n
Da  Dd (mg )
20 D : Dosis yang diinginkan
Da = dosis anak; Dd = dosis dewasa; n = H : Dosis ditangan
umur dalam tahun
Contoh V : Bentuk obat yang tersedia

Dosis (dws) GG100-200mg/kali, maka dosis A : Jumlah yang diberikan kepada pasien
untuk anak 10 thn ; PAU-PPAI-UT 22

10/20 x (100-200) = 50-100mg/kali


Rasio dan Proporsi
Perhitungan Dosis Anak H:V=D:X
 Fried Dimana:
n(bulan )
Da  Dd ( mg )
150
H : Dosis ditangan
Da = dosis ; Dd = dosis dewasa; n = umur
V : Bentuk obat yang tersedi
bayi dalam bulan
D : Dosis yang diinginkan
Bayi baru lahir (neonatus) : > rentan obat → fungsi hati ,
ginjal & sistem enzim belum berkembang. X : jumlah yang harus diberikan ke pasien
Contoh : kloramfenikol → grey baby sindrom PAU-PPAI-UT 25