Anda di halaman 1dari 15

BAB I

PENGERTIAN

Dalam Prosedur Operasional Standar ini yang dimaksud dengan:


1. Ujian Sekolah (US) adalah kegiatan pengukuran capaian kompetensi peserta didik yang
dilakukan Satuan Pendidikan dengan mengacu pada Standar Kompetensi Lulusan untuk
memperoleh pengakuan atas prestasi belajar
2. Satuan Pendidikan adalah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).
3. US susulan adalah ujian sekolah untuk peserta didik yang berhalangan mengikuti US
karena alasan tertentu yang dapat diterima oleh sekolah/madrasah pelaksana US dan
disertai bukti yang sah.
4. Prosedur Operasional Standar Penyelenggaraan Ujian Sekolah yang selanjutnya disebut
POS US adalah ketentuan yang mengatur penyelenggaraan dan teknis pelaksanaan US
5. Standar Nasional Pendidikan yang selanjutnya disebut SNP adalah kriteria minimal
tentang sistem pendidikan di seluruh wilayah hukum Negara Kesatuan Republik
Indonesia.
6. Kisi-kisi US adalah acuan dalam pengembangan dan perakitan soal US yang disusun
berdasarkan kriteria pencapaian Standar Kompetensi Lulusan (SKL), standar isi, dan
kurikulum yang berlaku.

1
BAB II
PESERTA US

A. Persyaratan Peserta US
1. Terdaftar pada tahun terakhir jenjang pendidikan di satuan pendidikan SMK;
2. Memiliki laporan lengkap penilaian hasil belajar pada satuan pendidikan tertentu
mulai semester 1 (satu) tahun pertama sampai dengan semester 1 (satu) tahun
terakhir;
3. Siswa yang memiliki ijazah atau surat keterangan lain yang setara, atau
berpenghargaan sama dengan ijazah dari sekolah yang setingkat lebih rendah.
Penerbitan ijazah yang dimaksud sekurang-kurangnya 3 (tiga) tahun sebelum
mengikuti ujian sekolah, atau sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun untuk peserta
program SKS

B. Hak dan Kewajiban Peserta US


1. Hak Peserta US
a. Setiap peserta didik yang telah memenuhi persyaratan berhak mengikuti US
b. Peserta US yang karena alasan tertentu dan disertai bukti yang sah tidak dapat
mengikuti US utama dapat mengikuti US susulan
2. Kewajiban Peserta US
a. Peserta US wajib mengikuti semua mata pelajaran yang diujikan.
b. Peserta US wajib mematuhi tata tertib peserta US

C. Pendaftaran Peserta US
a. Terdaftar pada tahun terakhir jenjang pendidikan di satuan pendidikan SMP/MTs,
SMPLB/MTsLB, SMA/MA, SMK/MAK, SMALB/MALB dan yang sederajat;
b. Memiliki laporan lengkap penilaian hasil belajar pada satuan pendidikan tertentu
mulai semester 1 (satu) tahun pertama sampai dengan semester 1 (satu) tahun
terakhir;
c. Bagi siswa SMK Program 4 (empat) tahun yang telah menyelesaikan proses
pembelajaran selama 3 (tiga) tahun dapat mengikuti US;
d. Siswa yang memiliki ijazah atau surat keterangan lain yang setara, atau
berpenghargaan sama dengan ijazah dari sekolah yang setingkat lebih rendah.
Penerbitan ijazah yang dimaksud sekurang-kurangnya 3 (tiga) tahun sebelum
mengikuti ujian sekolah, atau sekurang-kurangnya 2 (dua) tahun untuk peserta
program SKS

2
D. Persyaratan Satuan Pendidikan
1. Persyaratan satuan pendidikan yang dapat melaksanakan US adalah satuan
pendidikan terakreditasi berdasarkan keputusan dari Badan Akreditasi Nasional
Sekolah/Madrasah (BAN-S/M) untuk satuan pendidikan formal dan Badan Akreditasi
Nasional Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Nonformal (BAN PAUD-PNF)
untuk satuan pendidikan kesetaraan.
2. Dalam hal akreditasi satuan pendidikan telah habis masa berlakunya dan dalam
proses pengajuan kembali (reakreditasi) maka status akreditasi yang lama masih
berlaku sesuai dengan ketentuan BAN-S/M atau BAN PAUD-PNF tentang
reakreditasi.
3. US pada satuan pendidikan yang belum terakreditasi diselenggarakan oleh satuan
pendidikan terakreditasi pada jenjang pendidikan yang sama.
4. Pelaksanaan US bagi satuan pendidikan yang belum terakreditasi dapat berlangsung
di satuan pendidikan masing-masing, dengan penyelenggara US dari satuan
pendidikan yang terakreditasi.
5. Mekanisme penyiapan dan penggunaan soal US oleh satuan pendidikan yang belum
terakreditasi dilakukan melalui kerja sama dengan satuan pendidikan terakreditasi
dan dikoordinasikan oleh dinas pendidikan atau Kantor Kementerian Agama sesuai
dengan kewenangannya

3
BAB III
PENYELENGGARAAN DAN PELAKSANAAN US

Tugas dan kewenangan satuan pendidikan dalam pelaksanaan US sebagai berikut:


1. Membentuk panitia pelaksana US
2. Melakukan sosialisasi US.
3. Menyusun kisi-kisi indikator soal oleh tiap guru
4. Mengoordinasi penyusunan dan perakitan soal US
5. Mengatur ruang US
6. Menetapkan pengawas ruang US
7. Menentukan kriteria kelulusan siswa dari sekolah.
8. Mengamankan master soal beserta kelengkapannya.
9. Mencetak kartu peserta US
10. Menyiapkan naskah soal US berikut kelengkapannya sesuai dengan jumlah yang
dibutuhkan.
11. Menyiapkan sarana pendukung US
12. Melaksanakan US sesuai POS US
13. Melakukan pemeriksaan lembar jawaban peserta US
14. Menerbitkan, menandatangani, dan membagikan hasil US kepada peserta US
15. Mengirimkan hasil US ke Kementerian melalui Dapodik

4
BAB IV
PENYIAPAN US

A. Kisi-kisi US
1. Kisi-kisi dan indikator soal disusun oleh masing-masing satuan pendidikan.
2. Penyusunan kisi-kisi US berdasarkan kriteria pencapaian kompetensi lulusan,
standar isi, dan lingkup materi pada kurikulum yang berlaku
3. Kisi-kisi US memuat level kognitif dan lingkup materi
4. Kisi-kisi US disusun berdasarkan Kurikulum 2013.

B. Naskah US
1. Soal US disusun mengacu pada kisi-kisi US
2. Soal yang dirakit menjadi soal ujian sekolah telah melalui mekanisme analisis kualitas
butir soal dan memenuhi standar kelayakan. (Validitas, reliabilitas, daya pembeda,
dan lain-lain)
3. Seluruh soal US disusun oleh tim guru dari satuan pendidikan masing-masing
(minimal 2 paket soal yang terdiri dari 1 paket utama dan 1 paket susulan)
4. Mata pelajaran yang diajarkan di kelas XII, komposisi materi sebagai berikut: 20%
kelas X, 30 % kelas XI dan 50 % kelas XII
5. Sekolah yang melaksanakan ujian tertulis melakukan perakitan soal US yang terdiri
dari
a. Level Kognitif 1 (C1 dan C2) : 25% - 30%,
b. Level Kognitif 2 (C3) : 50% - 60%,
c. Level Kognitif 3 (C4, C5 dan C6) : 15% - 25%.

5
BAB V
PELAKSANAAN US

A. Bentuk Ujian
1. Kegiatan ujian dapat berbentuk :
a. Portofolio, penugasan dan tes tertulis
b. Portofolio, penugasan dan bentuk kegiatan lainnya
2. Portofolio adalah kumpulan karya hasil seorang siswa, sebagai hasil pelaksanaan
kinerja yang ditentukan oleh guru atau siswa bersama guru sebagai bagian dari usaha
mencapai tujuan belajar atau mencapai kompetensi yang ditentukan dalam
kurikulum. Portofolio difokuskan pada dokumen tentang kerja siswa yang produktif,
yaitu ‘bukti’ tentang apa yang dapat dilakukan oleh siswa, bukan apa yang tidak dapat
dikerjakan (dijawab atau dipecahkan) oleh siswa. Misalnya:
a. Hasil projek, penelitian, atau hasil pengamatan siswa
b. Gambar atau laporan pengamatan siswa
c. Deskripsi dan diagram pemecahan masalah
d. Hasil kerja siswa yang diperoleh dengan menggunakan alat rekam video, audio,
dan komputer
e. Untuk tahun 2019/2020 nilai portofolio dapat diambil dari perolehan nilai terbaik
peserta didik yang bersangkutan pada semester 1 sampai dengan semester 5.
3. Bentuk kegiatan lainnya yang dimaksud pada nomor 1b dapat dilaksanakan seperti tes
praktik atau lisan, dengan mempertimbangkan karakteristik mata pelajaran
4. Penugasan adalah pemberian tugas kepada siswa untuk mengukur dan/atau
meningkatkan pengetahuan. Penugasan dapat dilakukan secara individu atau
kelompok sesuai dengan karakteristik tugas.

B. Mata Pelajaran, Jumlah Butir Soal dan Alokasi Waktu


1. Mata pelajaran yang di US kan adalah semua mata pelajaran yang diajarkan sampai
kelas XII
2. Daftar mata pelajaran, bentuk soal, jumlah butir soal, dan alokasi waktu untuk
masing-masing mata pelajaran yang diujikan diatur sebagai berikut:
Bentuk dan Jumlah Butir Alokasi
No Mata Pelajaran Soal Waktu
PG Uraian (menit)
1. Pendidikan Agama dan Budi
40 5 120
Pekerti
2. Pendidikan Pancasila dan 40 5 120

6
Bentuk dan Jumlah Butir Alokasi
No Mata Pelajaran Soal Waktu
PG Uraian (menit)
Kewarganegaraan
3. Bahasa Indonesia 40 - 120
4. Bahasa Inggris 40 - 120
5. Matematika (Kel. Teknologi,
40 - 120
Kesehatan, dan Pertanian)
6. Matematika (Kel. Pariwisata, Seni
dan Kerajinan, Kerumahtanggaan,
40 - 120
Pekerjaan Sosial, dan Administrasi
Perkantoran)

C. Jadwal US

7
BAB VI
PENGATURAN RUANG, PENGAWAS, DAN TATA TERTIB

A. Pengaturan Ruang/Tempat USBK


Panitia US menetapkan ruang USBK dengan persyaratan sebagai berikut.
1. Ruang ujian aman dan layak untuk pelaksanaan USBK;
2. Sekolah pelaksana USBK menetapkan pembagian sesi untuk setiap peserta ujian
beserta komputer klien yang akan digunakan selama ujian.
3. Penetapan Proktor, pengawas, dan Teknisi USBK;
a. setiap peladen (server) ditangani oleh seorang Proktor;
b. setiap 20 (dua puluh) peserta diawasi oleh 1 (satu) pengawas; dan setiap
sekolah/madrasah pelaksana USBK ditangani minimal 1 (satu) orang Teknisi
dan setiap Teknisi menangani sebanyak-banyaknya 2 (dua) ruang USBK atau 40
(empat puluh) komputer klien;
4. Di lokasi UNBK dipasang pengumuman yang bertuliskan:
”SELAIN PESERTA UJIAN, PENGAWAS, PROKTOR, DAN/ATAU TEKNISI
DILARANG MASUK RUANG UJIAN”
“DILARANG MEMBAWA ALAT KOMUNIKASI DAN/ATAU KAMERA KE DALAM
RUANG UJIAN”
5. Setiap ruang ujian dilengkapi denah tempat duduk peserta ujian dengan disertai foto
peserta yang ditempel di pintu masuk ruang ujian;
6. Setiap ruang ujian memiliki pencahayaan dan ventilasi yang cukup;
7. Gambar atau alat peraga yang berkaitan dengan materi US dikeluarkan dari ruang
ujian;
8. Tempat duduk peserta USBK diatur sebagai berikut.
a. 1 (satu) komputer untuk 1 (satu) orang peserta ujian untuk 1 (satu) sesi ujian;
b. Jarak antara komputer yang 1 (satu) dengan komputer yang lain disusun agar
antarpeserta tidak dapat saling melihat layar komputer dan berkomunikasi; dan
c. Penempatan peserta ujian sesuai dengan nomor peserta untuk setiap sesi ujian;
9. Ruang, perangkat komputer, nomor peserta untuk setiap sesi ujian sudah
dipersiapkan paling lambat 1 (satu) hari sebelum USBK dimulai.

B. Pengawas Ruang USBK


1. Pengawas ruang, Proktor, dan Teknisi harus menandatangani surat pernyataan
bersedia menjadi pengawas ruang, Proktor, dan Teknisi sesuai dengan ketentuan
yang berlaku.
8
2. Pengawas ruang, Proktor, dan Teknisi tidak diperkenankan membawa dan/atau
menggunakan perangkat komunikasi elektronik, kamera, dan sejenisnya ke dalam
ruang ujian.
3. Proktor dan Teknisi dapat berasal dari sekolah/madrasah pelaksana UNBK.
4. Proktor mengunduh kata sandi (password) untuk setiap peserta
5. Pengawas memastikan peserta ujian dengan mencocokkan Kartu Peserta Ujian
masing-masing peserta dengan peserta yang terdaftar.
6. Pengawas memastikan peserta ujian menempati tempat yang ditentukan.
7. Proktor membagikan kata sandi (password) kepada setiap peserta pada awal sesi
ujian.
8. Pengawas dan Proktor mencatat hal-hal yang tidak sesuai dengan POS dalam berita
acara pelaksanaan USBK.
9. Pengawas dan Proktor membuat dan menyerahkan berita acara pelaksanaan dan
daftar hadir ke Panitia US

C. Tata Tertib Pengawas Ruang Ujian, Proktor, dan Teknisi


1. Pengawas ruang masuk ke dalam ruangan 20 (dua puluh) menit sebelum waktu
pelaksanaan ujian untuk melakukan secara berurutan:
a. memeriksa kesiapan ruang ujian;
b. mempersilakan peserta ujian untuk memasuki ruangan dengan menunjukkan
kartu peserta ujian dan meletakkan tas di bagian depan ruang ujian, serta
menempati tempat duduk sesuai dengan nomor yang telah ditentukan;
c. membacakan tata tertib peserta ujian;
d. memimpin doa dan mengingatkan peserta untuk bekerja dengan jujur;
e. mempersilakan peserta ujian untuk mulai mengerjakan soal;
f. selama ujian berlangsung, pengawas ruang ujian wajib:
1) menjaga ketertiban dan ketenangan suasana sekitar ruang ujian;
2) memberi peringatan dan sanksi kepada peserta yang melakukan kecurangan;
3) melarang orang yang tidak berwenang memasuki ruang ujian selain peserta
ujian; dan
4) mematuhi tata tertib pengawas, di antaranya tidak merokok di ruang ujian,
tidak membawa dan/atau menggunakan alat atau piranti komunikasi
dan/atau kamera, tidak mengobrol, tidak membaca, tidak memberi
isyarat, petunjuk, dan/atau bantuan apapun kepada peserta berkaitan
dengan jawaban dari soal ujian yang diujikan.

9
g. 5 (lima) menit sebelum waktu ujian selesai, pengawas ruang memberi peringatan
kepada peserta ujian bahwa waktu tinggal 5 (lima) menit; dan
h. setelah waktu ujian selesai, pengawas mempersilakan peserta ujian untuk
berhenti mengerjakan soal.
i. Pengawas ruang ujian tidak diperkenankan membawa perangkat komunikasi
elektronik, kamera, dan sejenisnya serta membawa bahan bacaan lain ke dalam
ruang ujian

D. Tata Tertib Peserta USBK


Peserta ujian:
1. memasuki ruangan setelah tanda masuk dibunyikan, yakni 15 (lima belas) menit
sebelum ujian dimulai;
2. b. memasuki ruang ujian sesuai dengan sesi dan menempati tempat duduk yang telah
ditentukan;
3. yang terlambat hadir hanya diperkenankan mengikuti ujian setelah mendapatkan izin
dari Ketua Panitia, tanpa diberikan perpanjangan waktu;
4. dilarang membawa catatan dan/atau menggunakan perangkat komunikasi elektronik
dan optik, kamera, kalkulator, dan sejenisnya ke dalam ruang ujian;
5. mengumpulkan tas dan buku di bagian depan di dalam ruang kelas;
6. mengisi daftar hadir dengan menggunakan pulpen yang disediakan oleh pengawas
ruangan;
7. masuk ke dalam (login) sistem menggunakan username dan kata sandi (password)
yang diterima dari Proktor;
8. mulai mengerjakan soal setelah ada tanda waktu mulai ujian;
9. selama ujian berlangsung, hanya dapat meninggalkan ruangan dengan izin dan
pengawasan dari pengawas ruang ujian;
10. selama ujian berlangsung, dilarang:
a. menanyakan jawaban soal kepada siapa pun;
b. bekerja sama dengan peserta lain;
c. memberi atau menerima bantuan dalam menjawab soal;
d. memperlihatkan pekerjaan sendiri kepada peserta lain atau
e. melihat pekerjaan peserta lain;
f. menggantikan atau digantikan oleh orang lain, dan
11. dilarang meninggalkan ruangan sebelum waktu ujian berakhir.

10
BAB VII
PEMERIKSAAN DAN PENGOLAHAN US

Proses pemeriksaan dan pengolahan hasil US diatur sebagai berikut.


A. Soal Bentuk Pilihan Ganda
Soal US bentuk pilihan ganda dapat diperiksa secara manual atau menggunakan alat
pemindai.
B. Soal Bentuk Uraian
1. Soal bentuk uraian diperiksa secara manual oleh dua orang guru sesuai mata
pelajarannya, mengacu pada pedoman penskoran.
2. Jika terdapat selisih nilai antara kedua pemeriksa lebih dari 25% dari skor maksimum,
pimpinan satuan pendidikan menugaskan pemeriksa ketiga.
3. Nilai akhir soal uraian adalah rerata nilai dari semua pemeriksa.
C. Pengolahan Hasil US
Nilai akhir US merupakan gabungan dari nilai portofolio, penugasan, ujian tulis dan/atau
bentuk lainnya, dengan persentase pembobotan nilai portofolio 30 %, penugasan 30 % dan
ujian tulis dan/atau bentuk lainnya 40%.

11
BAB VIII
KRITERIA PENCAPAIAN KOMPETENSI LULUSAN
BERDASARKAN HASIL US

A. Kriteria Kelulusan
Peserta didik dinyatakan lulus dari satuan/program pendidikan setelah memenuhi
kriteria:
1. menyelesaikan seluruh program pembelajaran dari kelas X s.d XII
2. memperoleh nilai sikap/perilaku minimal baik; dan
3. mengikuti Ujian yang diselenggarakan oleh Satuan Pendidikan. (Peraturan Menteri
Pendidikan dan Kebudayaan no 43 tahun 2019 pasal 6).
4. mengikuti Ujian Nasional (UN)

B. Penetapan Kelulusan
Kelulusan siswa dari satuan pendidikan ditetapkan melalui rapat dewan guru.

12
BAB IX
PEMANTAUAN, EVALUASI, DAN PELAPORAN

1. Pemantauan dan evaluasi penyelenggaraan US dilakukan oleh dinas provinsi Jawa Barat
2. Laporan hasil pemantauan dan evaluasi penyelenggaraan US dimanfaatkan untuk
pemetaan mutu pendidikan di tingkat nasional, provinsi, dan kabupaten/kota, serta bahan
pembinaan dan pemberian bantuan kepada sekolah/madrasah.
3. Satuan pendidikan menyusun laporan penyelenggaraan US dan mengirimkannya kepada
dinas pendidikan provinsi dan kabupaten/kota.

13
BAB X
BIAYA PELAKSANAAN US

1. Biaya penyelenggaraan dan pelaksanaan US bersumber dari anggaran Satuan Pendidikan,


Anggaran dan Pendapatan Belanja Daerah yang bersangkutan, Anggaran dan Pendapatan
Belanja Negara dan/atau sumber lain yang sah sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan.
2. Biaya pelaksanaan US di satuan pendidikan antara lain mencakup komponen-komponen
sebagai berikut.
a. Persiapan:
1) Koordinasi persiapan pelaksanaan US;
2) Pengisian data calon peserta US dan pengirimannya ke Dinas Pendidikan;
3) Pengadaan kartu peserta US;
4) Pelaksanaan sosialisasi US;
5) Koordinasi penyusunan soal US;
6) Pengadaan bahan pendukung US;
7) Penyusunan naskah soal; dan
8) Honorarium Panitia US sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
b. Pelaksanaan:
1) Pengawasan pelaksanaan US;
2) Pemeriksaan hasil US;
3) Pengolahan dan pengiriman nilai US ke Dinas Pendidikan Provinsi;
4) Pengambilan, pengisian, dan penerbitan ijazah; dan
5) Penyusunan laporan US dan pengiriman laporan kepada Dinas Pendidikan
Provinsi atau Kabupaten/kota

14
BAB XI
KEJADIAN LUAR BIASA

1. Jika terjadi peristiwa luar biasa yang berpotensi gagalnya pelaksanaan US, panitia
penyelenggara satuan pendidikan melaporkan kepada Kepala Dinas Pendidikan Provinsi
atau Kabupaten/Kota untuk dinyatakan sebagai kondisi darurat atau krisis.
2. Peristiwa luar biasa yang dimaksud pada butir nomor 1 di atas meliputi kebakaran,
bencana alam, huru-hara, dan peristiwa lain di luar kendali penyelenggara US
3. Peserta US yang mendapat tugas dari pemerintah, pemerintah daerah provinsi atau
kabupaten/kota yang tidak dapat ditinggalkan termasuk dalam kondisi luar biasa
individual.
4. Dalam hal kejadian luar biasa, sekolah/madrasah dapat menyelenggarakan US atau
peserta didik dapat mengikuti US sesuai dengan jadwal yang ditetapkan kemudian oleh
sekolah/madrasah dengan persetujuan Dinas Pendidikan Provinsi dan/atau
Kabupaten/kota sesuai kewenangannya

15