Anda di halaman 1dari 5

Nama : Jesisca Silvia M Teurupun

Nim : 01.2.17.00612

Matkul : Keperawatan Gawat Darurat

1. Kasus kegawatdaruratan obstetrik yang menjadi penyebab kematian tertinggi di


Negara Berkembang adalah :
 World Health Organization (WHO) memperkirakan bahwa ada 500.000
kematian ibu melahirkan di seluruh dunia setiap tahunnya, 99 persen
diantaranya terjadi di negara berkembang2. Dari angka tersebut diperkirakan
bahwa hampir satu orang ibu setiap menit meninggal akibat kehamilan dan
persalinan. Angka kematian maternal di negara berkembang
diperkirakan mencapai 100 sampai 1000 lebih per 100.000 kelahiran hidup,
sedang di negara maju berkisar antara tujuh sampai 15 per 100.000 kelahiran
hidup. Ini berarti bahwa di negara berkembang risiko kematian maternal satu
diantara 29 persalinan sedangkan di negara maju satu diantara 29.000
persalinan.

2. Penyebab dari henti jantung adalah :


 Penyebab paling sering dari henti jantung adalah adanya gangguan fungsi dan
anatomi dari organ jantung namun beberapa kondisi non-cardias dapar
menyebabkan terjadinya henti jantung seperti hypoxemia, gangguan
keseimbangan asam-basa, gangguan kalium, calcium, dan magnesium,
hipovolemia, adverse drug effects, pericardial tamponade, tension
pneumothorax, pulmonary embolus, hypotermia, infark miokard.
Dengan cardiac arrest akan berakibat aliran darah yang efektif berhenti,
hipokasia jaringan, metabolisme anaerobik, dan terjadi akumulasi sisa
metabolisme sell. Fungsi organ terganggu, dan kerusakan permanen akan
timbul, kecuali resusitasi dilakukan dalam hitungan menit(tidak lebih dari 4
menit). Acidosis dari metabolisme anaerobik menyebabkan vesodilatasi
sistemik, vasokonstriksi pulmoner dan penurunan respons terhadap
katekolamin.
3. Pathway DCFC

Beban tekanan Beban sistolik Peningkatan kebutuhan Beban volume


Kelainan miokardium
berlebihan berlebihan metabolisme berlebihan

Kontraktilitas jantung Beban sistolik Preload


menurun meningkat meningkat

Kontraktilitas
menurun

Hambatan
pengosongan
ventrikel

Beban jantung
meningkat
Penurunan
curah jantung
Gagal jantung
Gagal pompa
Gagal pompa Backward ventrikel kanan
ventrikel kiri failure
Tekanan diastole
naik
Forward
failure LVED naik
Bendungan
atrium kanan
Suplai darah Renal flow Tek. Vena Bendungan vena
ke jaringan Suplai O2 pulmonalis naik sistemik
menurun otak turun
RAA Tek. Kapiler paru lien
meningkat naik hepar
Metabolisme sinkop
anaerob splenomegali
Edema
Penurunan Aldosteron hepatomegali
meningkat paru
Asidosis perfusi
metabolik jaringan Ronkhi Mendesak
ADH basah diafragma
Peningkatan meningkat Nyeri
asam laktat & Iritasi mukosa Sesak napas
ATP menurun paru
Retensi
Na dan Refleks
H2O Ansietas
fatigue batuk
Pola napas tidak
efektif
Kelebihan volume Edema
Intoleransi aktivitas cairan paru
Defisit perawatan diri

Ketidakefektifan Penumpukan
bersihan jalan napas sekret
4. Pathways Perdarahan Post Partum

ATONIO UTERI, RETENSIO PLASENTA

Presdisposisi:Ku: Lemah,Anemi,
Grandemultipara, Jarak Hamil < 2
Thn, Distensi Rahim Tindakan persalinan: partus
Berlebihan/Hidromion ( Hamil lama/partus terlantar, trauma
Kembar) persalinan

PERDARAHAN POST PARTUM

Penanganan Umum:Infus,
Uterotonika Iv/Im/Drip, Tindakan
Mekanis: Massage, Uterovaginal
Tampon

RESPONNYA

Reaksi Tidak Ada Reaski Ada Tapi Perdarahan Reaksi Baik,Perdarahan


Berlangsung Berkurang, Kontraksi Baik

Kemungkinan: Sisa Plasenta


Perdarahan Banyak Lebih 500 Cc.

Gg Perfusi & Dilatasi Kuratage


kurangnya
Volume Cairan
Perdarahan
Perdarahan Terus Berhenti
Histerektomi:Perawatan
Post Op
Konservatif:
Antibiotika, Suportif:
Resiko Syok Fe
Resiko Infeksi Hipovolemik, Cemas
5. Intervensi Jurnal Kardiovaskuler dan obstetrik
a) Jurnal kardiovaskuler (gambaran asuhan keperawatan gawat darurat pada
pasien infark miokard akut dengan nyeri akut di ruang emergency cardio
RSUP Sanglah Denpasar)
Link : http://ejournal.akperkesdamudayana.ac.id/indeks.php/jmu/article/view/60
Intervensi :
Adapun rencana keperawatan pasien IMA dengan nyeri akut adalah :
1. Lakukan pengkajian nyeri komprehensif meliputi lokasi, krakteristik,
durasi,frekuensi, kualitas,intensitas atau beratnya nyeri dan faktor pencetus.
2. Observasi adanya petunjuk nonverbal mengenai ketidaknyamanan terutama
mereka yang tidak dapat berkomunikasi secara efektif.
3. Kaji adanya diaphoresis.
4. Monitor tanda-tanda vital.
5. Beikan posisi fisiologis: semifowler
6. Lakukan pemeriksaan EKG 12 Lead
7. Berikan oksigen tambahan dengan kanula nasal atau masker sesuai indikasi.
8. Ajarkan teknik nonfarmakologi distraksi dan relaksasinapas dalam pada saat
nyeri

b) Jurnal obstetrik (Description of risk factors that caused hemorrhagy post


partum the mother after birth in general hospital of pare)
Link : http://ilkeskh.org/index.php/ilkes/article/view/90
Intervensi :
Dalam menanggulangi masalah maka upaya yang dilakukan untuk mencegah
terjadinya perdarahan postpartum dan segala dampak yang mungkin terjadi tidak
hanya dilakukan pada saat bersalin tetapi sejak ibu hamil dengan melakukan
pemeriksaan ANC secara komprehensif, terpadu dan berkualitas agar adanya
masalah/penyakit tersebut dapat dideteksi dan ditangani secara dini ditempat
pelayanan kesehatan, melalui pelayanan antenatal terpadu, ibu hamil akan
mendapatkan pelayanan yang lebih menyeluruh dan terpadu, sehingga hak
reproduksinya dapat terpenuhi, missed apportunity dapat dihindari serta pelayanan
kesehatan dapat diselenggarakan lebih efektif dan efisien,selain itu penerapan asuhan
persalinan normal sesuai standart APN sangat penting dalam mencegah komplikasi
persalinan termasuk mencegah perdarahan postpartum.Ibu yang mempunyai riwayat
perdarahan postpartum atau terdapat faktor-faktor penyebab perdarahan postpartum
sangat dianjurkan bersalin di rumah sakit yang mempunyai sarana dan prasarana yang
lebih lengkap atau memiliki bank darah sehingga kejadian perdarahan yang mungkin
terjadi setelah persalinan yang menyebabkan kematian dapat diturunkan.