Anda di halaman 1dari 5

NAMA : AULIYA FEBRIANI

NIM : A031171504

KUIS PENGAUDITAN 2

Soal Evaluasi Pembelajaran 14-3 dalam buku Boynton (2003:14)

1. Mengapa Auditor dapat menjelaskan salah saji yang dapat ditoleransi untuk piutang
usaha yang relatif tinggi dibandingkan beberapa akun aktiva lainnya ?

Soal Evaluasi Pembelajaran 14-13 dalam buku Boynton (2003:39)

2.
 Apa yang dimaksud dengan sistem kotak pos (lockbox) dan bagaimana hal tersebut
dapat mempengaruhi risiko pengendalian untuk transaksi penerimaan kas ?
 Apa yang dimaksud dengan disetorkan secara utuh setiap hari (deposited intact daily)
dan bagaimana pengendalian ini mempengaruhi risiko pengendalian pada transaksi
penerimaan kas ?

Soal Komprehensif 14-34 dalam buku Boynton (2003:69)

3. (Bentuk konfirmasi; ketertagihan piutang) Dodge, Seorang akuntan publik, sedang


mengaudit laporan keuangan perusahaan manufaktur dengan jumlah piutang usaha yang
signifikan. Dodge merasa puas bahwa akun-akun telah di ikhtisarkan dan diklasifikasikan
secara benar serta alokasi, reklasifikasi, dan penilaian telah dilakukan sesuai dengan
GAAP. Dodge sedang merencanakan untuk menggunakan permintan konfirmasi piutang
usaha guna memenuhi standar pekerjaan lapangan yang ketiga atas piutang usaha.

Diminta :

 Tunjukkan dan jelaskan dua bentuk permintaan konfirmasi piutang usaha serta tunjukkan
faktor-faktor apa yang akan dipertimbangkan Dodge dalam menentukan kapan hal itu
digunakan.
 Anggaplah bahwa Dodge telah menerima jawaban yang memuaskan atas permintaan
konfirmasi tersebut. Jelaskan bagaimana Dodge akan mengevaluasi ketertagihan piutang
usaha.

Soal Buku Al-Haryono 11-10 Haryono (2014:543).

4. Apakah perbedaan pendekatan auditor dalam pemeriksaan atas retur penjualan dengan
pendekatan untuk penjualan. Jelaskan alasan perbedaan tersebut.

JAWABAN :

Evaluasi Pembelajaran 14-3 dalam buku Boynton (2003:14)

 Dalam buku Boynton (2003:9) Dijelaskan mengenai penggunaan pemahaman tentang


bisnis dan industri klien untuk mengembangkan strategi audit salah satunya Materialitas.
Piutang usaha yang disebabkan oleh transaksi penjualan kredit hampir selalu bersifat
material terhadap neraca. Dalam menilai risiko salah saji dalam mengaudit piutang usaha
adalah tinggi dan biaya prosedur yang digunakan dalam mengaudit piutang juga tinggi
(seperti pengiriman permintaan konfirmasi ke pelanggan). Maka mengalokasikan secara
proporsional materialitas laporan keuangan merupakan langkah yang tepat.
 Salah saji yang dapat ditoleransi untuk piutang usaha relatif tinggi daripada untuk akun
aktiva lainnya seperti : Aktiva pabrik, dimana risiko inheren dan biaya audit lebih
rendah. Hal ini akan membantu dalam mengurangi biaya akumulasi bukti secara
keseluruhan.

Evaluasi Pembelajaran 14-13 dalam buku Boynton (2003:39)

 Dalam buku Boynton (2003:33) Aktivitas Pengendalian-Transaksi penerimaan kas


dilakukan melalui kasir (Over-The Counter Receipts) dan melalui pos (Mail Receipts)
Penerimaan melalui pos dapat dilakukan dengan menggunakan sistem kotak pos
(lockbox system). Sistem kotak pos (lockbox system) merupakan alat yang dikendalikan
oleh bank perusahaan. Pihak bank akan memeriksanya setiap hari, mengkredit saldo
perusahaan (nota kredit) atas kas tersebut dan mengirimkan bukti penerimaan uang ke
perusahaan untuk digunakan dalam memperbaharui piutang usaha.
Hal ini dapat mempengaruhi risiko pengendalian untuk transaksi penerimaan kas karena
penerimaan melalui pos dapat meminimalkan kemungkinan pengalihan penerimaan dan
biasanya dilakukan oleh perusahaan yang memiliki volume melalui pos yang besar.
Sehingga lebih efektif dan efisien.
 Dalam buku Boynton (2003:36) Penerimaan kas disetorkan secara utuh setiap hari
(deposited intact daily) berarti semua penerimaan harus disetorkan. Yaitu, pengeluaran
kas tidak boleh dilakukan dengan penerimaan yang belum disetorkan. Hal ini dapat
mempengaruhi risiko pengendalian untuk transaksi penerimaan kas karena pengendalian
ini mengurangi risiko bahwa penerimaan tidak akan dicatat dan menghasilkan catatan
setoran bank yang menetapkan eksistensi atau keterjadiaan transaksi tersebut.

Soal Komprehensif 14-34 dalam buku Boynton (2003:69)

Bagian 1 :

Dalam buku Boynton (2003:50) Konfirmasi piutang adalah prosedur audit yang berlaku
umum, yang berupa komunikasi tertulis secara langsung antara pelanggan dan auditor.

Bentuk permintaan konfirmasi piutang terbagi menjadi dua :

 Konfirmasi Positif yang mengharuskan debitor untuk menjawab apakah saldo yang
ditunjukkan benar atau tidak. Penyataan Dodge dalam manyatakan mengenai konfirmasi
positif yaitu : Dodge merasa puas bahwa akun-akun telah di ikhtisarkan dan
diklasifikasikan secara benar serta alokasi, reklasifikasi, dan penilaian telah
dilakukan sesuai dengan GAAP.
 Konfirmasi Negatif : Yang memeinta debitor untuk menjawab hanya apabila jumlah yang
ditunjukkan tidak benar.

Faktor-faktor yang harus dipertimbangkan Dodge atas pengendaliaan permintaan


konfirmasi dijelaskan dalam buku Boynton (2003:54) :

a. Memastikan bahwa jumlah, nama, dan alamat pada konfirmasi telah sesuai
dengan data terkait dalam akun pelanggan
b. Menjaga penyimpanan konfirmasi sampai dikirimkan
c. Menggunakan amplop yang dilampirkan dengan logo perusahaan bersangkutan
untuk menjawab konfirmasi
d. Menangani sendiri pemasukan surat konfirmsi ke dalam amplop dan
mengirimkannya melalui pos
e. Mewajibkan pengiriman jawaban langsung kepada auditor.

Bagian 2 Dijelaskan dalam buku Boynton (2003:56) :

 Mengevaluasi ketertagihan piutang usaha.


 Jumlah dan nilai dollar konfirmasi yang dikirimkan serta jwaban yang diterima
 Proporsi dari total populasi yang dicakup oleh sampel
 Hubungan antara nilai yang diaudit dengan nilai buku item-item yang tercakup dalam
sampel

Jawaban Buku Al-Haryono 11-10 Haryono (2014:543) :

Perbedaan Pengujian Pisah Batas untuk Penjualan dan Retur Penjualan

Dalam buku Boynton (2003:49) Pengujian pisah batas penjualan (sales cut-off tests)
dirancang untuk memperoleh kepastian yang layak bahwa (1) penjualan dan piutang usaha telah
dicatat dalam periode akuntansi di mana transaksi tersebut terjadi dan (2) ayat jurnal yang
berkaitan dengan persediaan dan harga pokok penjualan telah dibuat dalam periode yang
sama.Penjualan harus dicatat dalam periode ketika hak hukum atas barang telah berpindah ke
pembeli. Apabila barang telah dikirimkan dari persediaan dengan sistem FOB (free on board)
shipping point, maka hak akan berpindah pada tanggal penerimaan. Jika persyaratan penjualan
FOB destination, maka hak atas barang belum berpindah ke pembeli sampai barang itu diterima
oleh pembeli.

 Pengujian pisah batas penjualan akan dilakukan pada tanggal neraca. Untuk penjualan
barang dari persediaan, pengujian akan mencakup perbandingan sampel penjualan yang
dicatat dalam beberapa hari terakhir periode berjalan dan beberapa hari pertama periode
berikutnya dengan dokumen pengiriman untuk menentukan apakah transaksi telah dicatat
dalam periode yang benar. Pengujian pisah batas memberikan bukti mengenai asersi
keberadaan atau keterjadian dan kelengkapan untuk piutang usaha dan penjualan. Untuk
tahun kalender klien, jika penjualan bulan Januari dicatat dalam bulan Desember, maka
ada salah saji dalam asersi eksistensi atau kejadian. Sebaliknya, jika penjualan bulan
Desember belum dicatat sampai bulan Januari, maka ada salah saji dalam asersi
kelengkapan.
 Pengujian pisah batas retur penjualan (sales return cutoff test) adalah serupa dan
diarahkan langsung pada kemungkinan bahwa retur yang dilakukan sebelum akhir tahun
belum dicatat sampai setelah akhir tahun, sehingga mengakibatkan piutang dan penjualan
ditetapkan terlalu tinggi. Penentuan waktu yang tepat dapat ditentukan dengan memeriksa
tanggal laporan penerimaan barang-barang yang dikembalikan dan korespondensi dengan
pelanggan.auditor juga harus waspada terhadap kemungkinan bahwa volume retur
penjualan yang sangat besar yang tidak biasa setelah akhir tahun (mungkin pada akhir
pekerjaan lapangan dan tanggal laporan) dapat menandakan adanya pengiriman yang
tidak diotorisasi sebelum akhir tahun untuk menggelembungkan penjualan dan piutang
yang dicatat.