Anda di halaman 1dari 3

BLEFARITIS

No. Dokumen : 047/C/VII/SOP/PKM-TP/VIII/2015


No. Revisi : 00
SOP Tanggal Terbit : 18 AGUSTUS 2015
Halaman : 1/2
Rahma Yulia Istuti
UPT. PUSKESMAS
10 NIP. 19840730 201001 2
TANJUNG PALAS
010

1.Pengertian Blefaritis adalah radang pada tepi kelopak mata (margo palpebral) yang dapat disertai
terbentuknya ulkus dan dapat melibatkan folikel rambut
2.Tujuan Sebagai acuan petugas dalam tatalaksana Blefaritis
3.Kebijakan SK KEPALA UPT. PUSKESMAS TANJUNG PALAS Nomor :
TENTANG KEBIJAKAN PELAYANAN KLINIS
4.Referensi Panduan praktik klinik bagi dokter di fasilitas pelayanan primer, tahun 2014.

5. Prosedur 1. Petugas melakukan anamnesa ke pasien. Pasien datang dengan gatal, panas dan
merah/hiperemi pada tepi kelopak mata, terbentuk sisik yang keras dan krusta
terutama di sekitar dasar bulu mata, kadang disertai kerontokan bulu mata
(madarosis), putih pada bulu mata (poliosis) dan trikiasis, dapat keluar sekret yang
mengering selama tidur, sehingga ketika bangun kelopak mata sukar dibuka.
2. Petugas melakukan pemeriksaan tanda-tanda vital (Tekanan Darah, Nadi, Respirasi
dan Suhu), dari pemeriksaan fisik ditemukan skuama atau krusta pada tepi
kelopak, bulu mata rontok, dapat ditemukan tukak yang dangkal pada tepi kelopak
mata, dapat terjadi pembengkakan dan merah pada kelopak mata dan dapat
terbentuk krusta yang melekat erat pada tepi kelopak mata jika krusta dilepaskan
bisa terjadi perdarahan.
3. Petugas menegakkan diagnosa blefaritis berdasarkan anamnesa dan pemeriksaan
fisik.
4. Petugas memberikan tatalaksana non medikamentasa yaitu membersihkan kelopak
mata dengan lidi kapas yang dibasahi air hangat, membersihkan dengan shampo
atau sabun atau kompres hangat selama 5-10 menit.
5. Petugas memberikan tatalaksana medikamentosa ababila ditemukan ulkus pada
kelopak mata, dapat diberikan salep atau tetes mata antibiotik hingga gejala
menghilang.
6. Petugas memberikan konseling kepada pasien dan keluarga dengan memberikan
informasi bahwa kulit kepala, alis mata, dan tepi palpebra harus selalu dibersihkan
terutama pada pasien dengan dermatitis seboroik dan memberitahukan pasien dan
keluarga untuk menjaga higiene personal dan lingkungan.
7. Petugas mengecek kembali pelayanan yang sudah diberikan untuk mencegah
pengulangan yang tidak perlu.
8. Petugas memasukkan data pasien ke buku rekam medis..
6.Unit Terkait 1. UGD
2. Ruang Pemeriksaan Umum
3. Ruang kesehatan lansia
4. Ruang kesehatan anak
5. Ruang kesehatan ibu
6. Ruang Rawat inap
7. Ruang farmasi

7.Dokumen
Terkait

BLEFARITIS

No. Dokumen : 047/C/VII/SOP/PKM-TP/VIII/2015


No. Revisi : 00
SOP Tanggal Terbit : 18 AGUSTUS 2015
Halaman : 1/2
Rahma Yulia Istuti
UPT. PUSKESMAS
1 NIP. 19840730 201001 2
TANJUNG PALAS
010
2/2
8. Rekaman Historis Perubahan
No. Yang Diubah Isi Perubahan Tanggal Mulai Diberlakukan

3/2