Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH

AKUNTANSI INTERNASIONAL

Disusun Oleh :
Kelompok II (Dua)
1. Riska (105731107917)
2. Intan Safitri (10573)
3. Aldi (10573)
Kelas : Akuntansi 17 D

JURUSAN AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR
TAHUN AKADEMIK 2020
Kata Pengantar

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, dengan
ini kami panjatkan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat-Nya kepada
kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah “Akuntansi Internasional” ini dengan baik
meskipun banyak kekurangan didalamnya.

Kami berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambahkan wawasan serta
pengetahuan kita mengenai Akuntansi Internasional . Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa di
dalam makalah ini terdapat kekurangan dan jauh dari kata sepurna. Oleh sebab itu, kami berharap
adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan makalah yang telah kami buat, mengingat tidak
ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang membangun.

Semoga makalah ini dapat dipahami bagi siapapun yang membacanya. Sekiranya
makalah yang telah disusun ini dapat berguna bagi kami sendiri maupun orang yang membacanya.
Sebelumnya kami memohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan
dan kami mohon kritik dan saran yang membangun demi perbaikan makalah ini di waktu yang
akan datang.

Makassar, 27 Maret 2020

Penyusun
Daftar Isi

KATA PENANTAR ...............................................................................................................ii

DAFTAR ISI ........................................................................................................................iii

BAB I PENDAHULUAN .......................................................................................................1


A. Latar Belakang ................................................................................................................1
B. Rumusan Masalah ..........................................................................................................1
C. Tujuan ............................................................................................................................1

BAB II PEMBAHASAN ........................................................................................................2


A. Definisi Dan Unsur Tqm...................................................................................................2
B. Falsafah Kualitas ............................................................................................................6
C. Manfaat Program TQM....................................................................................................7
D. Konsep TQM ...................................................................................................................8
E. Metode Tqm ..................................................................................................................11

BAB III PENUTUP .............................................................................................................14


A. Kesimpulan ...................................................................................................................14
B. Saran ............................................................................................................................14

DAFTAR PUSTAKA ..........................................................................................................15


BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Memasuki era globalisasi, nasib suatu negara semakin ditentukan oleh kekuatan persaingan
global. Dalam dunia seperti ini, keputusan-keputusan operasi, investasi dan pendanaan
pembiayaan diwarnai oleh implikasi-implikasi internasional. Dengan banyaknya keputusan yang
berasal dari data-data akuntansi, pengetahuan mengenai isu-isu akuntansi internasional sangat
penting untuk memperolah interpretasi dan pemahaman yang tepat dalam komunikasi bisnis
internasional. Dengan kata lain, saat ini akuntansi telah berkembang dalam tahap masa
kedewasaannya menjadi suatu aspek integral dari bisnis dan keuangan global.

Dalam dunia usaha, akuntansi merupakan suatu proses pengindentifikasian, pengukuran, dan
pengkomunikasian informasi ekonomi agar memungkinkan pemakai untuk membuat pertimbangan
dan keputusan-keputusan. Akuntansi memberikan informasi mengenai perusahaan dan
transaksinya untuk memfasilitasi keputusan alokasi sumber daya oleh para pengguna. Akuntansi
internasional memiliki peranan yang sangat penting dalam masyarakat. Sebagai cabang ilmu
ekonomi, akuntansi memberikan informasi mengenai suatu perusahaan dan transaksinya untuk
memfasilitasi keputusan alokasi sumber daya oleh para pengguna informasi tersebut. Jika
informasi yang dilaporkan dapat diandalkan dan bermanfaat, sumber daya yang terbatas tersebut
dialokasikan secara optimal, dan sebaliknya alokasi sum berdaya akan menjadi kurang optimal jika
informasi kurang andal dan tidak bermanfaat.

Akuntansj internasional tidaklah berbeda dan peranan yang dimaksudkan. Yang membuat
studinya berbeda adalah bahwa perusahaan yang dilaporkan adalah perusahaan multinasional
(multinational compain, MNC) dengan operasi dan transaksi yang melintasi batas-batas negara,
atau suatu perusahaan dengan kewajiban pelaporan kepada para pengguna yang berlokasi di
negara selama negara perusahaan pelaporan. Proses akuntansinya pun tidaklah berbeda dan
dengan kualifikasi standar pelaporan tertentu yang diatur secara internasional maupun local pada
negara tertentu.

Globalisasi bisnis tampak dari perdagangan bebas antar Negara yang mengakibatkan
munculnya banyak perusahaan multinasional, hal ini berpengaruh pula pada kebutuhan akan
harmonisasi akan suatu standar yang berlaku kepada seluruh dunia. Harmonisasi menyatakan
proses dalam peningkatan kompatibilitas atau kesesuaian praktik akuntansi terhadap penentuan
batasan-batasan besar praktik-praktik yang beragam. Adanya upaya harmonisasi tersebut
diharapkan nantinya akan mampu menyelaraskan perbedaan dan memperlancar jalannya bisnis
global.
Konvergensi dalam standar akuntansi dan dalam konteks standar internasional berarti
nantinya ditujukan hanya akan ada satu standar. Satu standar itulah yang kemudian berlaku
menggantikan standar yang tadinya dibuat dan dipakai oleh negara itu sendiri. Sebelum ada
konvergensi standar biasanya terdapat perbedaan antara standar yang dibuat dan dipakai di
negara tersebut dengan standar internasional.

B. Rumusan Masalah
1. Apakah yang dimaksud dengan bisnis internasional?
2. Bagaimana bisnis internasional dan strategi multinasional?
3. Bagaimana pola perdaganagan dan investasi?
4. Bagaimana strategi perusahaan global?

C. Tujuan
1. Untuk mengetahui yang dimaksud dengan bisnis internasional.
2. Untuk mengetahui bagaimana bisnis internasional dan strategi multinasional.
3. Untuk mengetahui pola perdangangan dan investasi.
4. Untuk mengetahui strategi perusahaan global.
BAB II
PEMBAHASAN

A. Apakah Bisnis Internasional Itu


Bisnis internasional merupakan kegiatan bisnis yang dilakukan antara negara yang satu
dengan negara yang lain. Bisnis internasional merupakan sebuah kesatuan yang terdiri dari segala
bentuk transaksi komersial yang dilakukan oleh dua negara atau lebih (John D. Daniels, 2013).

Ball dan Wendell (2004) (alih bahasa Syahrizal Noor)


Bisnis internasional merupakan bisnis yang kegiatan-kegiatannya melewati batas-batas
negara. Definisi ini tidak hanya termasuk perdagangan internasional dan pemanukfaturan di luar
negeri, tetapi juga industri jasa yang berkembang di bidang-bidang, seperti transportasi, pariwisata,
perbankan, periklanan, konstruksi, perdagangan eceran, perdagangan besar, dan komunikasi
massa.

Dalam kaitannya dengan pengertian bisnis internasional, terdapat istilah-istilah yang kadang-
kadang dihubungkan atau dipersepsikan sama dengan bisnis internasional, padahal esensinya
berbeda. Istilah-istilah yang dimaksud sebagai berikut.
1. Bisnis domestic: adalah aktivitas bisnis yang secara nyata ditujukan pada aktivitas bisnis
dalam negeri. Suatu perusahaan yang berkecimpung dalam pemasaran domestik
mungkin melakukan hal ini secara sadar sebagai strategi yang dipilih atau mungkin
secara tidak sadar memfokuskan pada pasar domestik dengan maksud menghindari
tantangan belajar cara memasarkan ke luar negeri.
2. Bisnis internasional: bertindak lebih jauh lagi dari bisnis domestik dan bukan sekadar
pemasaran ekspor, tetapi lebih jauh terlibat dalam lingkungan pemasaran dalam negara
tempat perusahaan tadi melakukan bisnis.
3. Bisnis multinasional: dalam bisnis multinasional, organisasi pemasaran internasional
dimulai dengan memfokuskan pada pemanfaatan pengalaman dan produk perusahaan.
Perusahaan menyadari perbedaan dan keunikan lingkungan dalam negara, menentukan
peranan baru untuk hal itu sendiri, serta melakukan adaptasi pemasaran perusahaan
pada kebutuhan dan keinginan yang unik dari pelanggan negara itu.
4. Bisnis global/transnasiona: yaitu bisnis yang memfokuskan pada pemanfaatan aset,
pengalaman, serta produk perusahaan secara global dan melakukan penyesuaian pada
apa yang benar-benar unik berbeda dalam setiap negara (Rusdin, 2002).

Bisnis internasional dapat dibedakan menjadi 4 tipe (Ajami, Cool, Goddard, dan Khambata,
2014), yakni:
1) Foreign Trade
Foreign trade merupakan kegiatan bisnis internasional yang paling sering digunakan oleh
sebagian besar negara. Jenis aktivitas bisnis internasional ini cenderung identik dengan
aktivitas ekspor impor

2) Trade in Service
Trade in services merupakan kegiatan bisnis internasional yang objek barangnya juga berupa
tangible goods. Objek tersebut dapat berupa: asuransi, perbankan, hotel, konsultan, biro
perjalanan, dan transportasi.

3) Portfolio Investments
Portfolio Investments merupakan kegiatan bisnis internasional dalam bentuk investasi
keuangan di negara lain. Biasanya investor memberikannya dalam bentuk hutang atau modal.

4) Direct Investments
Direct Investments merupakan kegiatan bisnis internasional yang dibedakan dari tingkat
pengawasan suatu proyek antara perusahaan dengan investor. Biasanya tingkat
pengawasannya dapat bervariasi, mulai dari tingkat pengawasan penuh dan sebagaian.

B. Bisnis Internasional dan Strategi Multinasional


Bisnis internasional mencakup transaksi-transaksi bisnis yang melibatkan dua negara atau
lebih. Transaksi ini bisa saja dilakukan oleh sektor swasta atau negara. Pemahaman bisnis
internasional menjadi penting karena apresiasi terhadap tantangan dan peluang akuntansi
internasional sangat dipenngaruhi oleh pemahaman lingkungan internasional dan pemikiran
strategis yang bersifat global.
Alasan Menjalankan Bisnis Internasional
1. Memperluas pemasaran atau penjualan bagi perusahaan yang mempunyai kapasitas
(produksi) berlebih dan tidak ada lagi peluang atau kesempatan memasarkan atau
menjual produk di negara tempat perusahaan berada.
2. Memperoleh akses bahan baku dan faktor-faktor produksi lain dimana perusahaan harus
mempertimbangkan sumber daya alam dan iklim yang memungkinkan untuk menjalankan
aktivitasnya dan mencari daerah yang biaya tenaga kerja dan overheadnya murah.
3. Mendapatkan akses pengetahuan, khususnya teknologi karena dengan dikuasainya
teknologi akan meningkatkan daya saing perusahaan dalam koompetisi di pasar global.

Macam-macam Bisnis Internasional


1. Ekspor dan impor yang bisa berupa barang atau jasa.
2. Kontrak manajemen. Misalnya sebuah hotel yang dimiliki oleh investor lokal membayar
manajer untuk mengelola hotel tersebut.
3. Pemakaian lisensi pada perusahaan yang memiliki aset spesial seperti proses produksi,
merek, paten, hak cipta, dan lain-lain bisa memberikan lisensi kepada seseorang di luar
negeri untuk menggunakan aset tersebut dengan membayar royalti atas penggunaan aset
tersebut. Biasa dikenal dalam bentuk franchise. Di Indonesia banyak sekali franchise
seperti Mc. Donald’s, KFC, Pizza Hut, Starbucks, dan lain-lain.
4. Investasi bisa dilakukan antar negara. Dengan ini berarti perusahaan tersebut telah
menjalankan bisnis internasional.

Trend Multinasional Enterprises


Istilah yang paling sering digunakan untuk menggambarkan perusahaan yang menjalankan
bisnis internasional adalah Multinational Enterprise (MNE), yang menunjuk suatu perusahaan yang
memiliki worldwide view atas produksi, pengadaan bahan baku dan berbagai komponen lain juga
pasar. Tidak ada konsensus tentang seberapa besar penjualan, aset, laba, dan karyawan di luar
negeri sehingga suatu perusahaan bisa dinamakan MNE. Indikator lain dari perusahaan yang
menjalankan bisnis internasional adalah tingkat pengalaman internasional dari eksekutif kunci
suatu perusahaan.

Menurut United Nation Centre on Transnational Corporations, beberapa trend pokok yang
terjadi dalam aktivitas MNEs adalah :
1. Perusahaan-perusahaan Jepang semakin besar jika diukur dari penjualan dan kapitalisasi
pasar dan dalam ekspor kapital dalam tahun 1980-an. Mereka muncul sebagai leading
firms pada kebanyakan industri dan jasa.
2. MNEs Eropa Barat menjadi semakin penting. Mereka memperluas pengaruhnya di Eropa
Barat dan juga bergerak ke Amerika Utara.
3. MNEs Amerika Serikat masih berinvestasi di luar negeri dalam jumlah yang signifikan.
Meski demikian mereka merasa harus menghentikan ekspansi globalnya dan berinvestasi
dalam jumlah yang signifikan di negerinya sendiri.
4. MNEs mengurangi ekspansinya di negara-negara berkembang dan berkonsentrasi di
pasar yang lebih stabil.
5. Yang banyak melakukan ekspansi global adalah MNEs yang berukuran kecil dan
menengah daripada yang berukuran besar. Selain itu ekspansi yang banyak dituju adalah
sektor jasa.
6. Semakin meningkatnya global spread MNEs dari negara di Eropa Tengah dan Timur dan
mantan Uni Sovyet.
C. Pola Perdagangan dan Investasi
Maksud dari perdagangan Internasional itu sendiri adalah perdagangan yang dilakukan oleh
penduduk suatu negara dengan penduduk negara lain atas dasar kesepakatan bersama. Seiring
dengan berjalannya waktu, tidak dapat dihindari bahwa pola dan keseimbangan perdagangan
barang dan jasa akan terjadi perubahan, mencerminkan kegeseran dalam keunggulan komparatif
dan pergerakan harga relatif terhadap produk-produk yang diperdagangkan dipasar internasional.
Pola perdagangan juga dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi danpembangunan dari negara-
negara tetentu atau wilayah dan dengan keputusan investasi asing dari perusahaan dalam dan luar
negeri.

Berikut faktor-faktor yang mempengaruhi pola perdagangan dan investasi dalam bisnis
internasional sebagai berikut:
a. Economic Conditions
Yaitu kondisi ekonomi suatu negara akan mempengaruhi pola perdagangan suatu
negara dan penanaman investasi. Kondisi tersebut dapat dilihat dar beberapa aspek:
1) Berdasarkan penghasilan
2) Berdasarkan tingkat industri
3) Berdasarkan sistem ekonomi
4) Berdasarkan neraca perdagangan
b. Teknologi
Yaitu perubahan-perubahan teknologi berlangsung cepat sehingga jenis barang
diproduksi berubah dan dengan demikian mempengaruhi pola perdagangan antara  suatu
negara dengan negara lain.
c. War And Insurection (Perang dan Pemberontakan)
Yaitu terjadinta perang, kerusuhan, dan pemberontakan akan mengubah pola
perdagangan investasi.
d. Political Block
Yaitu kelompok-kelompok politik yang memudahkan melakukan perdagangan-
perdagangan dan investasi negara yang ada di block-block tersebut.
e. Multinational Agreements (Kesepakatan Multinasional)
Adalah adanya kesepakatan diantara negara-negara yang melakukan kesepakatan inti
akan memudahkan atau mempelancar perdagangan seta investasi karena adanya jaminan
dan pemberian konsesi timbal balik.

Adapun alasan negara melakukan perdagangan internasional yaitu:


a) masalah mobilitas faktor produksi.
b) monilitas mengandung arti suatu pergerakan, sehingga yang dimaksud disini adalah
pergerakanfaktor      produksi dari suatu negara ke negara lain.
c) masalah batas-batas negara yang berdaulat
d) masalah transport cost ( ongkos angku dari pabrik kepasar atau pelabuhan meninggikan
harga asal pabrik)

Faktor-faktor yang mendorong terjadinya perdagangan internasional


     adanya hubungan perdagangan luar negeri antar individu-individu warga negara satu dengan
warga negara lain adalah keinginan untuk selalu berkembang dan mencari wahana baru dalam
memenuhi kebutuhan hidupya, maka dorongan untuk melakukan perdagangan internasional antar
lain:
a) terwujudnya suatu kemakmuran bagi masyarakat ( faktor pendorong utama).
b) memenuhi kebutuhan (barang/jasa) yang tidak dapat diprduksi didalam negeri maupun
melalui kegiatan impor.
c) menyebarluaskan dan mengembangkan penggunaan teknologi bagi mempercepat
pertumbuhan ekonomi.
d) memperoleh dan mengembangkan penggunaan teknologi bagi percepat pertumbuhan
ekonomi.
e) memperoleh manfaat yang ditimbulkan oleh adanya spesialisasi.

D. Strategi Perusahaan Global


Secara umum, ada tiga pandangan tentang 'strategi global'. Pertama, strategi global adalah
salah satu bentuk perusahaan multinasional (multinational enterprise/MNE) strategi yang menjadi
(treats) negara di seluruh dunia sebagai sebuah pasar global (global marketpalce) (Levitt,dan Yip
dalam Peng dan Miles, 2009

Pandangan kedua menjadikan (treats) strategi global sebagai manajemen strategi


internasional (Bruton et al 2004;. Inkpen dan Ramaswamy 2006; Lu 2003). Jadi manajemen
internasional strategis lebih luas daripada 'strategi global' seperti yang didefinisikan oleh
pandangan pertama.

Definisi ketiga menjadikan (treats) strategi global sebagai strategi perusahaan di seluruh dunia
(Peng dan Delios 2006). Dengan kata lain, pengertian strategi global tidak didefinikan secara
sempit atau tidak relevan (pandangan pertaman), atau menyamakan strategi global dengan
manajemen strategis internasional (pandangan ke dua).

Strategi-Strategi Global
Terdapat 2 strategi pasar global yaitu :
1. Standarizing Strategy (Strategi Standarisasi)
Fokus penstandarisasian: baik produk, kemasan, pemasaran untuk mencapai economies of
scale. Adanya citra (image) tentang negara asalnya. Berikut alasan-alasan yang mendorong
strategi standarisasi antara lain :
1) perusahaan hanya memiliki satu sumber produksi,
2) pesaing juga memasarkan produk standar,
3) strategi memasuki pasar internasional yang utama adalah ekspor,
4) pemasaran ditujukan ke negara-negara yang sama,
5) pemakaian produk terutama dilingkungan urban,
6) adanya kesamaan selera.
Manfaat standarisasi adalah :
1) Skala ekonomi dalam pengembangan:  Periklanan, packaging,promosi dll
2) Eksploitasi persaingan ekspous media pada konsumen
3) Pengurangan resiko dari sentiment asosiasi kehadiran suatu merk  global di negara tuan
rumah
2. Customizing Strategy (Strategi Penyesuaian)
Produk, kemasan, pemasaran dikembangkan secara lokal, karena perbedaan karakteristik
antara negara satu dengan yang lain. Alasan yang mendorong strategi penyesuaian antara lain :
adanya persyaratan standar teknis dari suatu negara.
1) produk merupakan produk konsumsi dan untuk penggunaan pribadi.
2) terdapat variasi selera dan kebutuhan pelanggan.
3) adanya perbedaan daya beli antar negara, karena perbedaan income per kapita.
4) sukses diterapkan para pesaing.
5) terdapat variasi pemakaian seperti ; iklim, behaviour dan lain-lainnya.
Manfaat Customisasi adalah Nama, asosiasi, dan periklanan dapat dikembangkan secara
lokal, dirangkai pada pasar lokal diseleksi tanpa ada kendala| standardisasi pembeli lokal.

Strategi Memasuki Pasar Global


Ada beberapa cara yang dilakukan untuk memasuki pasar global, antara lain :
1. Melakukan ekspor langsung
Perusahaan melakukan ekspor langsung dengan cara menjual produknya langsung ke luar
negeri atau melalui distributor yang mewakili kegiatan penjualan.
2. Mengeluarkan Lisensi
Lisensi merupakan cara yang mudah untuk memasuki pasar internasional. Sebagai contoh
adalah produsen coca cola melakukan pemasaran internasionalnya dengan lisensi pembotolan
atau memberi hak pembotolan ke seluruh dunia. Coca cola hanya memasok sirop atau bahan baku
dan memberikan pelatihan untuk memproduksi, mendistribusikan, dan menjual. Kerugian dari
lisensi ini adalah perusahaan memiliki sedikit kendali atas pemegang lisensi dan dapat
menciptakan pesaing baru bila pemegang lisensi tidak lagi bergantung pada pemberi lisensi.
3. Melakukan Franchising
Bentuk kerjasama tertulis antara pihak franchisor & faranchisee, dimana pihak franchisee
diberi hak utk mendistribusikan produk / jasa tertentu dalam periode & wilayah tertentu serta dg
cara yg ditentukan franchisor.  Contoh :  Mc Donald’s. A&W, Es Teller 77 & Kentucky Fried
Chicken.
4. Joint Venture (Usaha Patungan)
Perjanjian kemitraan antara investor asing & lokal setempat untuk mendirikan usaha lokal, yg
keduanya berbagi kepemilikan & pengendalian. Keuntungan dari cara ini adalah adanya
pembagian dalam menanggung resiko & kemampuannya mengkombinasikan dua kekuatan untuk
menciptakan sinergi Contoh : May bank dari Malaysia yg berpatungan dg Nusa Bank di Indonesia
membentuk May Bank Nusa.
5. Melakukan Pembelian/Penguasaan Perusahaan yang Sudah Ada (Acquisition).
Misalnya Sony membeli perusahaan film Amerika yaitu Columbia Pictures.
6. Bekerja sama & bergabung dg perushn dalam negeri / diluar negeri (Global Alliances).
Contoh : IBM membentuk kerja sama dengan perushaan Jepang, seperti Ricoh utk mengelola
distribusi penjualan komputer nya, dg Nippon Steel dalam sistem integrasi, NTT dalam jaringan
nilai tambah & untuk masalah keuangan dipakai Fuji Bank.
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan
Bisnis internasional merupakan kegiatan bisnis yang dilakukan antara negara yang satu
dengan negara yang lain. Bisnis internasional merupakan sebuah kesatuan yang terdiri dari segala
bentuk transaksi komersial yang dilakukan oleh dua negara atau lebih (John D. Daniels, 2013).
Bisnis internasional mencakup transaksi-transaksi bisnis yang melibatkan dua negara atau lebih.
Transaksi ini bisa saja dilakukan oleh sektor swasta atau negara.
Istilah yang paling sering digunakan untuk menggambarkan perusahaan yang menjalankan
bisnis internasional adalah Multinational Enterprise (MNE), yang menunjuk suatu perusahaan yang
memiliki worldwide view atas produksi, pengadaan bahan baku dan berbagai komponen lain juga
pasar.
Maksud dari perdagangan Internasional itu sendiri adalah perdagangan yang dilakukan oleh
penduduk suatu negara dengan penduduk negara lain atas dasar kesepakatan bersama.

B. Saran
Perkembangan bisnis internasional disuatu Negara seharusnya ditopang dengan bentuk
dukungan dari pemerintah. Bentuk suatu peraturan tentang bagaimana cara pembayaran antar
Negara agar tercipta Negara yang damai. Dan jika ingin melakukan jual beli barang di dalam negeri
yang tidak menimbulkan masalah, maka lebih baik menggunakan mata uang yang sama agar tidak
terjadi keributan.
DAFTAR PUSTAKA

https://id.wikipedia.org/wiki/Perdagangan_internasional
http://lilissetyowati996.blogspot.com/2016/10/pola-perdagangan-dalam-ekonomi-bisnis.html
http://freshakarra.blogspot.com/2015/11/makalah-bisnis-internasional.html
http://kartikautami27.blogspot.com/2011/03/bisnis-internasional-dan-strategi.html
http://untoro14.blogspot.com/2015/11/strategi-global.html