Anda di halaman 1dari 1

Daun singkong (Manihot utilissima) merupakan daun yang bertangkai dengan tidak lengkap,

karena tidak memiliki upih daun atau pelepah daun (vagina), dan hanya memiliki bagian-
bagian berupa tangkai daun (petiolus) serta helaian daun (lamina) saja.

Tangkai pada daun ketela pohon memiliki warna merah dengan bentuk silinder dengan sisi
tangkai atas agak pipih dan menebal pada pangkalnya.

Helaian daun (lamina) memiliki bentuk daun dengan bagian yang terlebar berbentuk bundar
(orbicularis).

Ujung daun (apex folii) memiliki bentuk meruncing (acuminatus), karena memiliki ujung
dengan bentuk yang runcing jauh lebih panjang, sehingga nampak lebih sempit. Pada pangkal
daun ini, tepi daunnya bertemu dan berlekatan satu sama lain.

Ibu tulang (costa) dari tiap helainya jelas dan besar ditengah / simetris, serta semua costa
pada tiap helaiannya berpangkal pada ujung tangkai daun. Tulang cabang (nervus lateralis)
nya tumbuh sampai dekat dari tepi daun dan membengkok ke arah atas serta bertemu dengan
tulang daun di sebelah atasnya. Urat-urat (vena) dari daun tersebut terlihat cukup jelas, yaitu
bercabang dari tulang-tulang cabang.

Daun ketela pohon memiliki bentuk dengan tulang daun menjari (palminervis) dengan jumlah
tulangnya gasal, yaitu sekitar 5-9 helaian jari tulang dengan di tengah paling besar dan
panjang, sedang di sampingnya semakin pendek.

Tepi daun pada ketela pohon memiliki toreh berbagi menjari (palmatipartitus), yaitu torehnya
melebihi setengah panjangnya tulang daun di kanan kirinya, dan susunan tulang menjari.

Daging daun (intervenium) dauin ini memiliki helaian yang tipis dan lunak (herbaceus)

Daun ketela pohon memiliki warna hijau tua di sisi atas dan hijau lebih terng/muda di sisi
bawahnya, serta memiliki tekstur permukaan yang licin (Laevis) suram (opacus).

Daun singkong merupakan daun tunggal (folium simplex), karena tiap tangkainya hanya
terdapat satu daun yang mempunyai toreh dalam.