Anda di halaman 1dari 5

Agus Setiawan (1804277005)

RESUME ANALISIS VOLUMETRI

Analisa volumetri adalah analisa kimia kuantitatif yang dilakukan dengan


jalan mengukur volume suatu larutan standar yang bereaksi langsung dengan
larutan yang dianalisis, dimana kadar dan komposisi dari sampel ditetapkan
berdasarkan volume pereaksi (volume diketahui) yang ditambahkan ke dalam
larutan zat uji, hingga komponen yang ditetapkan bereaksi secara kuantitatif
dengan pereaksi tersebut. Proses diatas dikenal dengan titrasi. Oleh karena itu,
analisa volumetri disebut juga analisa titrimetri. Dasar –dasar dari Metode analisis
kuantitatif volumetri (titri metri),yaitu teknik analisis menggunakan titrasi.
Prosespenambahan volemu tertentu suatu larutanterhadap larutan yamg lain
disebut titrasi. Larutan yang sudah di ketahui konsentrasinyaadalah larutan
standar. Analit adalah larutanyang akan ditentukan konsentrasinya. Prinsip Dasar
Volumetri :
1. pencapaian reaksi titik akhir ekivalen harus berlangsung secara
stoikiometri.
2. titik ekivalen adalah titik pada saat senyawayang ditambahkan (pentiter)
telah tepat mencukupi bereaksi dengan analit.
Larutan baku (standar) adalah larutan yang telah diketahui konsentrasinya
secara teliti, dan konsentrasinya biasa dinyatakan dalam satuan N (normalitas)
atau M (molaritas). Indikator adalah zat yang ditambahkan untuk menunjukkan
titik akhir titrasi telah di capai. Umumnya indicator yang digunakan adalah
indicator azo dengan warna yang spesifik pada berbagai perubahan pH. Titik
Ekuivalen adalah titik dimana terjadi kesetaraan reaksi secara stokiometri antara
zat yang dianalisis dan larutan standar. Titik akhir titrasi adalah titik dimana
terjadi perubahan warna pada indicator yang menunjukkan titik ekuivalen reaksi
antara zat yang dianalisis dan larutan standar.
Pada umumnya, titik ekuivalen lebih dahulu dicapai lalu diteruskan
dengan titik akhir titrasi. Ketelitian dalam penentuan titik akhir titrasi sangat
mempengaruhi hasil analisis pada suatu senyawa. Pada kebanyakan titrasi titik
ekuivalen ini tidak dapat diamati, karena itu perlu bantuan senyawa lain yang
dapat menunjukkan saat titrasi harus dihentikan. Senyawa ini
dinamakan indikator.

Tahap pertama yang harus dilakukan sebelum melakukan titrasi adalah


pembuatan larutan standar (larutan baku). Suatu larutan dapat digunakan sebagai
larutan standar bila memenuhi persyaratan berikut :

1. Mempunyai kemurnian yang tinggi;


2. Mempunyai rumus molekul yang pasti;
3. Tidak bersifat higroskopis dan mudah ditimbang;
4. Larutannya harus bersifat stabil;
5. Mempunyai berat ekivalen (BE) yang tinggi.
Istilah-istilah dalam analisis volumetri :
a. Titrasi adalah suatu proses penambahan larutan baku yang diketahui
konsentrasinya menggunakan buret ke dalam larutan yang akan ditentukan
kadarnya sampai reaksi tepat selesai secara sempurna;
b. Larutan standar atau larutan baku adalah larutan pereaksi yang
konsentrasinya diketahui dengan seksama dan umumnya konsentrasi
larutan standar/baku dituliskan sampai 4 desimal, serta larutan
standar/baku berfungsi sebagai larutan titer (titran);
c. Baku primer adalah zat-zat pereaksi yang mempunyai kemurnian yang
tinggi dan digunakan sebagai zat untuk menentukan konsentrasi larutan
titer pada proses pembakuan;
d. Titik ekivalen adalah titik yang menunjukkan kondisi/keadaan jumlah
larutan baku/larutan titer yang ditambahkan ekivalen dengan jumlah zat
yang ditentukan didalam Erlenmeyer;
e. Titik akhir titrasi adalah titik yang menunjukkan bahwa indikator yang
digunakan sebagai penunjuk telah mengalami perubahan warna. Perbedaan
volume titik ekivalen dan titik akhir titrasi harus sekecil mungkin, umunya
hanya sebanyak 1-2 tetes larutan titer saja;
A. Syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk dapat dilakukan analisis
volumetric
Syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk dapat dilakukan analisis
volumetrik adalah sebagai berikut :
1. Reaksinya harus berlangsung sangat cepat.
2.  Reaksinya harus sederhana serta dapat dinyatakan dengan persamaan
reaksi yang kuantitatif/stokiometrik.
3. Harus ada perubahan yang terlihat pada saat titik ekuivalen tercapai, baik
secara kimia maupun secara fisika.
4. Harus ada indikator jika reaksi tidak menunjukkan perubahan kimia atau
fisika. Indikator potensiometrik dapat pula digunakan.

B. Macam-Macam Analisa Volumetri


Adapun macam-macam analisis volumetri ada tujuh, yakni:
1. Gasometri
2. Titrimetri
3. Alkalimetri
4. Acidimetri
5. Permanganometri
6. Iodometri
7. Iodimetri
C. klasifikasi Analisa Titrimetri atau Volumetri
Penggolongan analisis titrimetri ini, berdasarkan ;
1. Reaksi Kimia asam basa :
a. Reaksi asam-basa (reaksi netralisasi)
Jika larutan bakunya adalah larutan basa, maka zat yang akan
ditentukan haruslah bersifat asam dan sebaliknya.
      2. Reaksi oksidasi-reduksi (redoks)
Yang terjadi adalah reaksi antara senyawa/ ion yang bersifat
sebagai oksidator dengan senyawa/ ion yang bersifat sebagai reduktor dan
sebaliknya.
Berdasarkan larutan bakunya, titrasi dibagi atas :
a. Oksidimetri adalah metode titrasi redoks yang dimana larutan baku
yang digunakan bersifat sebagai oksidator.
b. Reduksimetri adalah titrasi redoks dimana larutan baku yang
digunakan bersifat sebagai reduktor.
3. Reaksi Pengendapan (presipitasi)
Reaksi Pengendapan adalah reaksi penggabungan ion yang
menghasilkan endapan/ senyawa yang praktis tidak terionisasi.
4. Reaksi kompleksometri
Titrasi kompleksometri digunakan untuk menetapkan kadar ion-ion
alkali dan alkali tanah/ ion-ion logam. Larutan bakunya : EDTA

Analisis kuantitatif dengan metode volumetri didasarkan pada reaksi kimia antara
zat uji dengan larutan titer, baik reaksinya langsung maupun tidak langsung.
Berdasarkan cara titrasi, metode volumetri dikelompokkan menjadi 2 yaitu:
1. Titrasi langsung Cara ini dilakukan dengan menitrasi langsung zat yang
akan ditetapkan kadarnya. Perhitungan didasarkan pada kesetaraan
langsung larutan titer dengan zat uji. Contoh pada metode Iodimetri (lihat
uraian metode iodimetri)
2. Titrasi tidak langsung / titrasikembali Dilakukan dengan cara penambahan
titran dalam jumlah berlebih, kemudian kelebihan titran dititrasi dengan
larutan titran lain. Dengan cara ini umumnya dilakukan titrasi blanko
(tanpa zat uji), perhitungan didasarkan pada kesetaraan tidak langsung
larutan titer dengan zat uji. Contoh pada metode iodometri (lihat uraian
metode iodometri). Berdasarkan jenis reaksinya, titrasi dikelompokkan
menjadi empat macam yaitu:
a. Titrasi asam basa
b. Titrasi pengendapan
c. Titrasi kompleksometri
d. Titrasi oksidasi reduksi
DASAR-DASAR PERHITUNGAN PADA VOLUMETRI
Materi selanjutnya yang akan dibahas untuk melengkapi materi analisis kuantitatif
senyawa obat menggunakan analisis voluetri adalah dasar-dasar perhitungan pada
volumetri. Hal utama yang harus diperhatikan dalam perhitungan pada volumetri
adalah satuan konsentrasi dari larutan yang digunakan untuk analisis dan
kesetaraan dalam penentuan Berat Ekivalen (BE). Berikut penjelasan dari hal
utama tersebut.
1. Konsentrasi larutan titer biasanya ditentukan dengan satuan konsentrasi
normalitas (N) atau molaritas (M).
a. Normalitas (N), adalah satuan konsentrasi larutan yang menyatakan
jumlah gram ekuivalen (grek) zat terlarut dalam 1 liter (1.000 ml) larutan.
N dihitung dengan rumus :
N = grek/liter
Keterangan :

- BE adalah berat ekuivalen molekul zat uji, yang didapatkan dari : BM/Valensi
- Valensi ditentukan berdasarkan jumlah ekuivalen ion H+/OH- asam/basa pada
titrasi asam-basa atau jumlah elektron yang etrlibat dalam reaksi redoks.

Terdapat 2 cara untuk mendapatkan nilai mgrek, tergantung pada data yang
tersedia atau yang akan ditentukan, yaitu :
Pada pengenceran larutan berlaku rumus :

V1 x N1 = V2 x N2
V1 x M1 = V2 x M2