Anda di halaman 1dari 7

Nama : Jesisca Silvia M Teurupun

Nim : 01.2.17.00612
Matkul: Keperawatan Komunitas II

a. Perbedaan antara askep individu, askep keluarga dan askep komunitas.


 Jawab : Askep Individu

Fasilitas Yankes Puskesmas Kertasari No. Register


Moch Romadhon Nama
Nama Perawat
Risqiyanto Penanggungjawab/KK
Nama Individu
Penyakit/Masalah Hipertensi Alamat Klien
Kesehatan

Diagnosa
Tgl/ Rencana Intervensi Ttd
Keperawatan dan Evaluasi
No. dan Implementasi Perawat
Data Penunjang
Nyeri akut : sakit 1. Berikan informasi S : klien mengatakan
kepala berhubungan tentang nyeri, sudah mengerti ttg
dengan peningkatan seperti penyebab penyakitnya
tekanan vaskuler nyeri, berapa lama O:
cerebral ditandai dg: akan berlangsung,  klien sudah bisa
 TD : dan antisipasi menjawab
mmHg ketidaknyamanan pertanyaan
 Skala nyeri : 2. Ajarkan perawat dg
 penggunaan teknik benar

 nonfarmakologi  Klien

 (relaksasi, distraksi, mengatakan


terapi) masih sakit

3. Berikan HE pd kepala
klien dan keluarga A : Masalah belum
ttg hipertensi, teratasi
penyebabnya, dan P : Intervensi
cara perawatan dilanjutkan (anti
klien dg hipertensi hipertensi)
di rumah
4. Kolaborasi dg
dokter dalam
pemberian
analgetik, anti
hipertensi

Fasilitas Yankes Puskesmas Kertasari No. Register


Moch Romadhon Nama
Nama Perawat
Risqiyanto Penanggungjawab/KK
Nama Individu
Penyakit/Masalah Gastroentritis Akut Alamat Klien
Kesehatan

Tgl/ Diagnosa Keperawatan Rencana Intervensi Ttd


Evaluasi
No. dan Data Penunjang dan Implementasi Perawat
Risiko tinggi kekurangan 1. Berikan informasi S : klien/keluarga
volume cairan tubuh tentang diare, mengatakan sudah
berhubungan dg penyebabnya dan mengerti ttg diare
inadekuat input cairan akibatnya jika dan cara
ditandai dg: tidak segera perawatannya di
 Klien diare selama ditangani rumah
hari 2. Berikan HE pd O:
 BAB x/hari klien dan  klien sudah bisa
 Konsistensi BAB cair keluarga ttg menjawab

 Klien panas pentingnya pertanyaan

 Klien tidak mau hidrasi yang perawat dg

makan dan minum adekuat dan cara benar


perawatan klien  Tidak ada tanda-
 Integritas kulit elastis
di rumah tanda dehidrasi
 Membran mukosa
3. Kolaborasi dg A : Masalah teratasi
lembab/kering
dokter dalam P : Intervensi
pemberian anti dilanjutkan (anti
diare diare, diit)
4. Kolaborasi dg tim
medis lain dalam
pemberian diit pd
klien dg diare

 Askep Keluarga

 Pengkajian keluarga

- Pengkajian tahap I :
 Biodata anggota keluarga
 Memeriksa fisik anggota keluarga.
 Memeriksa keluhan utama.
 Mengkaji bentuk lingkungan (fisik, sosial, simbolik) yang mempengaruhi
kesehatannya saat ini.
 Mengkaji bentuk keluarga.
 Mengkaji struktur keluarga.
 Mengkaji fase tumbuh-kembang keluarga.
 Mengkaji pola komunikasi keluarga.
 Memeriksa tugas perkembangan keluarga yang telah dilaksanakan.
 Mengkaji budaya keluarga dalam mengatasi kesehatan mereka selama ini.
 Menentukan masalah keperawatan keluarga.
- Melakukan pengkajian tahap II:
 Mengkaji tugas kesehatan keluarga yang telah dilakukan.
 Mengkaji potensi sumber-sumber pendukung dan risiko penghambat yang dimiliki
keluarga.
 Menentukan etiologi masalah keperawatan keluarga.
 Membuat skoring.
 Melakukan analisis masalah keperawatan keluarga.
 Membuat prioritas masalah keperawatan kelurga.
- Diagnosa Keperawatan
1) Merumuskan diagnosis keperawatan keluarga secara akurat yang meliputi
diagnosis actual, risiko, dan potensial/bersifat meningkatkan perbaikan.
2) Menentukan prioritas diagnosis keperawatan keluarga utama yang sesuai dengan
day apendukung keluarga.
3) Klarifikasi data pendukung kepada keluarga, apakah masalah tersebut sesuai
dengan apa yang dirasakan keluarga saat ini.
- Perencanaan
1) Menentukan tujuan jangka panjang yang berorientasi pada keluarga.
2) Menentukan tujuan jangka pendek yang berorientasi pada keluarga.
3) Menentukan criteria keberhasilan yang memungkinkan untuk dicapai keluarga.
4) Menentukan strategi intervensi meliputi:
a) Menguatkan budaya keluarga yang mendukung kesehatan keluarga saat
ini,
b) Menegosiasikan budaya keluarga yang lebih menguntungkan kesehatan
keluarga,
c) Merestrukturisasi budaya keluarga yang merugikan kearah yang
menguntungkan kondisi kesehatan keluarga.
5) Menentukan bentuk terapi keperawatan keluarga yang paling dibutuhkan saat
ini.
6) Menentukan bentuk kolaborasi dan rujukan yang diperlukan dalam rangka
mengoptimalkan Perilaku Hidup Bersih Sehat dan Berbudaya (PHBSB).
- Pelaksanaan Tindakan (Implementasi)
1) Pengkajian lanjutan untuk memastikan bahwa intervensi yang direncanakan
masih sesuai dan dapat dilaksanakan saat ini.
2) Memulai strategi implementasi sesuai budaya keluarga yang mendukung
keadaan kesehatannya, dilanjutkan dengan negosiasi budaya dan
restrukturisasi budaya yang sangat diperlukan sesuai kondisi kesehatannya
saat ini.
3) Melakukan terapi keperawatan keluarga meliputi aspek berikut.
a. Kognitif, keluarga mampu meningkatkan pengetahuan.
b. Afektif, keluarga mampu menilai keberhasilan atau adanya tanda-tanda
bahaya dalam diri mereka sendiri dan menentukan skap untuk bertindak.
c. Psikomotor, keluarga mampu mendemonstrasikan, menunjukkan perilaku
atau budaya sehari-hari yang harus dilakukan sebagai gaya hidupnya.
4) Pemanfaatan potensi sumber-sumber pendukung lokal yang dimiliki keluarga
dan keluarga besarnya termasuk lingkungan sekitarnya (fisik, sosial, simbolik)
dengan arif dan bijaksana.
5) Memerhatikan tumbuh-kembang keluarga, struktur keluarga, dan keinginan
keluarga.
6) Meminimalkan risiko hambatan yang dapat menimbulkan komplikasi atau putus
obat.
7) Menerapkan manajemen risiko terhadap terapi keperawatan yang diberikan
kepada keluarga.
- Evaluasi
1) Tujuan yang telah ditentukan dapat dicapai keluaraga.
2) Keluarga mampu menjelaskan tanda dan gejala dari masalah kesehatan
yang dihadapi.
3) Keluarga mampu memprediksi komplikasi yang akan terjadi.
4) Keluarga telah merawat anggota keluarga yang mengalami gangguan
kesehatan.
5) Keluarga telah memodifikasi lingkungan (fisik, sosial, simbolik) sehingga
mendukung upaya kesehatan.
6) Keluarga telah memanfaatkan fasilitas kesehatan untuk mengatasi masalah
kesehatannya.
7) Keluarga memiliki perilaku hidup bersih, sehat, dan berbudaya.
8) Keluarga dapat mandiri dalam mengatasi masalah kesehatannya

 Askep Komunitas
a. Pengkajian
 Pada tahap pengkajian ini perlu didahului dengan sosialisasi program perawatan
kesehatan komunitas serta program apa saja yang akan dikerjakan bersama – sama
dalam komunitas tersebut.
 Sasaran dari sosialisasi ini adalah tokoh masyarakat baik formal maupun non formal,
kader masyarakat, serta perwakilan dari tiap elemen dimasyarakat (PKK, karang
taruna, dan lainnya).
 Pada tahap pengkajian ini terdapat beberapa kegiatan yaitu mulai dari pengumpulan
data, pengolahan data, analisis data, perumusan atau penentuan masalah prioritas.
 Semua aspek tersebut perlu dikaji melalui pengamatan langsung ke masyarakat
dengan klien (Winshield survey) di mana perawat komunitas melakukan pengamatan
dengan berkeliling wilayah dan menggunakan semua panca indranya dalam
melakukan observasi, ditunjang pula dengan data statistik wilayah dan hasil
wawancara dengan tokoh masyarakat dan kader kesehatan.
1. Usia yang berisiko
2. Pendidikan
3. Jenis kelamin
4. Pekerjaan
5. Agama
6. Keyakinan
7. Nilai – nilai
8. Riwayat komunitas, yang dapat merupakan
stressor timbulnya gangguan
b. Analisa Data
 menetapkan kebutuhan komuniti
 Menetapkan kekuatan
 Mengidentifikasi pola respon kesehatan
 Mengidentifikasi kecenderungan penggunaan pelayanan kesehatan
 Data dikelompokkan dan dianalisis stressor yg mengancam masyarakat
reaksi yg timbul pada masyarakat.
 Disusun diagnosis keperawatan terdiri masalah kesehatan, karakteristik populasi,
karakteristik lingkungan
 Dirumuskan dalam PES
ex.
Risiko gangguan nutrisi: kurang dari kebutuhan tubuh pada komunitas di RW 02
Kelurahan Guntung Payung yang berhubungan dengan kurangnya pengetahuan
masyarakat tentang pemenuhan kebutuhan nutrisi.
 Cara mengkategorikan data :
- Karakteristik demografi
- Karakteristik geografi
- Karakteristik sosial – ekonomi
- Pelayanan dan Sumber kesehatan
 ex. Diagnosa Keperawatan
Incomplete immunization status of children at temple elementary Inadequate
communication between parents and school’s staff School health records at
temple elementary Potensial terjadi diare di RW 01
c. Intervensi
Tahapan pengembangan masyarakat:
1. persiapan, penentuan prioritas daerah
2. Pengorganisasian, pembentukan pokjakes.
3. Tahap diklat
4. Tahap kepemimpinan
5. Koordinasi intersektoral
6. Akhir, supervisi atau kunjungan bertahap.
d. Implementasi
Tanggung jawab melaksanakan kegiatan:
 Bantuan mengatasi masalah kurang nutrisi, mempertahankan kondisi seimbang,
meningkatkan kesehatan
 Mendidik komunitas tentang perilaku sehat untuk mencegah kurang gizi
 Advokat komunitas.
e. Evaluasi
Dilakukan dengan konsep evaluasi struktur, proses, hasil. Fokus:
1. Relevansi antara kenyataan dengan target
2. Perkembangan/ kemajuan proses, kesesuaian dg perencanaan, peran pelaksana,
fasilitas dan jumlah peserta
3. Efisiensi biaya, bagaimana mencari sumber dana
4. Efisiensi kerja, apakah tujuan tercapai, apakah masyarakat puas.
5. Dampak, apakah terjadi perubahan status kesehatan. Lama
 Proses Evaluasi
1. Menilai respon verbal dan nonverbal
2. Mencatat adanya kasus baru yg dirujuk ke RS