Anda di halaman 1dari 8

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat,
taufik, dan hidayah-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini yang berjudul
Pengukuran status gingival.

Makalah ini dibuat untuk memenuhi salah satu syarat tugas Prevdent. Dalam penyusunan
makalah ini, kami banyak mendapat pengarahan, petunjuk serta bimbingan dan saran dari
beberapa pihak. Untuk itu kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Dosen Pengampu drg.
Lisnayetti, M.Kes, selaku dosen Prevdent yang telah mendukung terbuatnya makalah ini.
Penyusunan makalah ini salah satunya bertujuan memberi informasi kepada para pembaca
mengenai Pengukuran status gingival.

Kami menyadari bahwa penyusunan makalah ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh
karena itu, kritik dan saran ilmiah yang dapat membangun sangat kami harapkan demi
kesempurnaan makalah ini. Atas semua bantuan yang diberikan, kami ucapkan terima kasih dan
teriring doa semoga mendapatkan balasan dari Allah SWT.

Bukittinggi, September 2017

Penulis

1
DAFTAR ISI

Kata Pengantar . ..................................................................................................................1

Daftar Isi..............................................................................................................................2

BAB I. Pendahuluan

1.1 Latar Belakang......................................................................................................3

1.2 Rumusan Masalah................................................................................................3

1.3 Tujuan Masalah....................................................................................................3

BAB II. Pembahasan

2.1Indeks untuk mengukur gingivitis .......................................................................4

2.2 Kriteria Indeks Gingival.......................................................................................4

BAB III. Penutup

3.1 Kesimpulan..........................................................................................................7

3.2 Saran.....................................................................................................................7

Daftar Pustaka

2
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Gingivitis adalah peradangan pada gusi yang disebabkan bakteri dengan tanda-tanda
klinis perubahan warna lebih merah dari normal, gusi bengkak dan berdarah pada tekanan
ringan. Penderita biasanya tidak merasa sakit dengan sikat gigi secara teratur.
Gingivitis biasanya mendahului periodontitis. Bagaimanapun, adalah penting untuk
mengetahui bahwa tidak semua gingivitis berlanjut ke periodontitis. Pada keadaan awal dari
gingivitis, bakteri-bakteri dalam plaque terbentuk, menyebabkan gusi-gusi menjadi meradang
(merah dan bengkak) dan seringkali dengan mudah berdarah sewaktu sikat gigi. Meskipun gusi-
gusi mungkin teriritasi, gigi-gigi masih dengan kuat tertanam dalam rongga-rongga mereka.
Tidak ada kerusakan tulang atau jaringan lain yang tidak dapat dikembalikan telah terjadi pada
stadium ini.
Jika gingivitis dibiarkan tidak dirawat, ia dapat berlanjut ke periodontitis. Penyakit gusi
(gingivitis) nyatanya adalah penyebab yang memimpin dari kehilangan gigi pada kaum dewasa.
Jadi dimakalah ini akan dibahas bagaimana kita melalukan pengukuran status gingival gigi
seseorang.

1.2 Rumusan masalah

1. Apa yang dimaksud dengan pengukuran indeks gingival?


2. Bagaimana kriteria skor indeks gingival?
3. Bagaimana modifikasi indeks gingiva pada pengukuran status gingival?
4. Bagaimana cara pengukuran indeks gingival dengan PBI?

1.3 Tujuan

1. Untuk mengetahui dan memahami apa dimaksud dengan pengukuran indeks gingival
2. Untuk memahami bagaimana kriteria skor indeks gingival
3. Untuk memehami bagaimana modifikasi indeks gingiva pada pengukuran status gingival
4. Untuk memehami bagaimana cara pengukuran indeks gingival dengan PBI
5.

3
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Indeks untuk mengukur gingivitis

Gigivitis merupakan penyakit keradangan jaringan periodontal yang banyak di derita


masyarakat di indonesia. Keadaan serupa juga dijumpai bahkan dinegara yang dianggap sudah
maju, seperti di AS ( survei oleh nasional health anf nutrition examination III, yang diambil dari
tahun 1988-1994dan mengikuti perubahan status.

Gingivitis secara sederhana didefinisikan sebagai inflamasi gingiva. Definisi lain


menyebutkan gingivitis adalah radang pada gingiva dimana epitelium jungsional masih utuh
melekat pada gigi pada kondisi awal sehingga perlekatannya belum mengalami perubahan. Jika
proses inflamasi telah melibatkan gingival dan jaringan periodontal lainya dan tlah terjadi
lepasnya ikatan serat serat periodontal, kondisi demikian disebut sebagai priodontitis.

Gingivitis diukur dengan indeks gingiva. Indeks adalah metode untuk mengukur kondisi
dan keparahan suatu penyakit atau keadaan pada individu atau populasi. Indeks digunakan untuk
menilai status gingiva pasien mengikuti perubahan status gingiva seseorang dari waktu ke waktu.
Pada penelitian epidemiologis, indeks gingival digunakan untuk membandingkan prevalensi
gingivitis pada kelompok populasi. Pada penelitian klinis, indeks gingival dapat dipakai untuk
menilai efektivitas suatu pengobatan atau alat. Indeks gingival dapat dipakai untuk menilai
efektivitas suatu pengobatan atau alat. Indeks gingiva akan mengukur hal hal seperti warna gusi,
kontur gusi, perdarahan gus, luasnya keterlibatan gusi, dan laju alir cairan gusi. Kebanayakan
indeks gingival berskala ordinal (0, 1 , 2 , 3 dan sebagainya) untuk menunjukkan tingkat
keparahan dan keluasan peradangan.

2.2 Kriteria Indeks Gingival

Indeks gingival pertama kali diusulkan pada tahun 1963 untuk menilai tingkat keparhan
dan banyaknya peradangan gusi pada seseorang atau pada subjek di kelompok populasi yang
besar. Gingiva hanya menilai keradangan gusi. Menurut metode ini, keempat area gusi pada
masing masing gigi ( fasial, mesial, distal, dan lingual) dinilai tingkat peradangannya dan diberi
skor dari 0-3 kriteria keparahan kondisi gingival dapat terlihat pada tabel berikut.

Skor Keadaan gingiva

4
0 Gingiva normal tidak ada keradangan, tidak ada perubahan warna dan tidak ada
perdarahan.

1 Peradangan ringan : ringan terlihat ada sedikit perubahan warna dan edema tetapi
tidak ada perdarahan saat probing

2 Peradangan sedang : warna kemerahan, adanya edema, dan terjadi perdarahan


pada saat probing

3 Peradangan berat : warna merah terang atau merah menyala, adanya eddema,
ulserasi, kecenderungan adanya perdarahan spontan

Perdarahan dinilai dengan cara menelusuri dinding margin gusi pada bagian dalam saku
gusi dengan prob periodontal. Skor keempat area selanjutnya dijumlahkan dua dibagi empat, dan
merupakan skor gingival untuk gigi yang bersangkutan. Dengan menjumlahkan seluruh skor gigi
dan dibagi dengan jumlah gigi yang dibagi dengan jumlah gigi yang skor diperiksa, akan di dapat
skor GI seseorang.

Kriteria penilaian indeks gingival

Kriteria Skor
Sehat 0
Peradangan ringan 0,1-1,0
Peradangan sedang 1,1-2,0
Peradangan berat 2,1-3,0

Untuk memudahkan pengukuran, dapat dipakai enam gigi terpilih yang digunakan
sebagai gigi indeks, yaitu molar pertama kanan atas, incisivus pertama kiri atas, premolar
pertama kiri atas, molar pertama kiri bawah, incisivus pertama kanan bawah dan premolar
pertama kanan bawah. Gigi indeks tersebut dikenal dengan nama Ramfjord Teeth.

Indeks gingival = Total skor gingiva

Jumlah indeks gigi x jumlah permukaan yang diperiksa

a. Modifikasi indeks gingival

Pada modifikasi gingival indeks (MGI), terdapat dua keadaan dengan GI, yaitu : (1)
tindakan probing untuk menilai ada atau tidaknya perdarahan dan (2) adanya definisi baru
mengenai gingivitis ringan dan gingivitis sedang.

5
Pertimbangan dikembangkannya MGI yang menghilangkan tindakan probing adalah karena
probing dianggap dapat mengganggu plak dan mengiritasi gingival. Indeks yang bersifat
noninvasif ini akan memungkinkan pengulangan penilaian gusi sehingga dapat dilakukan intra
maupun interkalibrasi diantara para penilai. Untuk mencapai hal ini, gingivitis ringan dibagi
menjadi 2 tipe yaitu :

a) Skor 1 adalah peradangan ringan yang meliputi hanya sebagian dari margin gingival atau
papilla gingival
b) Skor 2 adalah peradangan ringan yang meliputi seluruh unit margin gingival atau papila
gingival
c) Skor 3 sesuai dengan kriteria untuk skor 2 pada GI
d) Skor 4 sesuai dengan kriteria untuk skor 3 pada GI

Menurut MGI, tiap gigi mempunyai 4 unit gingival yang terdiri dari 2 margin dan 2
papila gingival. Penilaian dapat dilakukan pada seluruh gigi atau hanya pada gigi yang dipilih.
Skor MGI seseorang didapat dengan cara menjumlahkan seluruh skor unit gingival dan membagi
dengan jumlah unit gingival yang diperiksa.

b. Papilla Bleeding Index (PBI)

Papilla Bleeding Index (PBI) dikembangkan untuk digunakan diklinik pribadi dan tidak
untuk penilitian epidemiologis. Indeks ini merupakan indikator yang sensitive untuk mengetahui
keparahan peradangan gusi pada seseorang. Pengukuran PBI tidak memerlukan waktu lama,
karena hanya mengukur 28 tempat digusi didaerah papilla pada gigi tetap (Molar 3 tidak
dihitung).

Probing dilakukan pada keempat kuadran. Pada kudran pertama yang diperiksa hanya
pada bagian palata, pada kuadran kedua yang diperiksa bagian fasial/bucal. Pemeriksaan
dilakukan dengan jalan menelusuri sulkus dengan probe yang tidsk tajam dengan tekanan jari
ringan mulai dari dasar papilla hingga kepuncaknya dari distal ke mesial. Setelah 20-30 detik
satu kuadran telah lengkap dilakukan probing, intensitas perdarahan dinilai dalam skor dan
dicatat dalam chart PBI.

Skor perdarahan bernilai 1 sampai dengan 4

 Skor 1 : jika ditemukan perdarahan pada satu titik setelah dilakukan probing 20-
30 detik
 Skor 2 : jika ditemukan garis perdarahan atau beberapa titik perdarahan pada
beberapa tempat
 Skor 3 : segitiga papilla menjadi berdarah setelah probing
 Skor 4 : terlihat perdarahan yang nyata. Segera setelah probing, darah mengalir
kearah interdental dan menutupi bagian gigi atau gusi.

6
Jumlah seluruh skor menunjukkan “Jumlah perdarahan”; PBI dihitung dengan cara
membagi jumlah perdarahan dengan total papilla yang diperiksa.

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Indeks pengukuran gingival merupakan Metode untuk mengukur kondisi dan keparahan
suatu penyakit atau keadaan pada individu atau populasi dalam menilai status gingiva pasien
mengikuti perubahan status gingiva seseorang dari waktu ke waktu.

Adapun kriteria indeks gingiva yaitu skor (0) = Gingiva normal tidak ada keradangan,
tidak ada perubahan warna dan tidak ada perdarahan. Skor (1) = Terlihat ada sedikit perubahan
warna dan edema tetapi tidak ada perdarahan saat probing. Skor (2) = warna kemerahan, adanya
edema, dan terjadi perdarahan pada saat probing dan skor (3) = warna merah terang atau merah
menyala, adanya eddema, ulserasi, kecenderungan adanya perdarahan spontan.

3.2 Saran

Penulis menyadari banyak terdapat kekeliruan dalam penulisan makalah ini, maka
penulis mengharapkan masukan dan kritikan yang membangun dari dosen dan pembaca demi
kesempurnaan makalah ini untuk kedepannya.

7
DAFTAR PUSTAKA

Hiranya Putri Megananda 2015. Ilmu penyakit jaringan keras dan jaringan pendukung gigi. EGC :
Jakarta