Anda di halaman 1dari 10

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat,
taufik, dan hidayah-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini yang berjudul macam-
macam teknik menyikat gigi.

Makalah ini dibuat untuk memenuhi salah satu syarat tugas Prevdent. Dalam penyusunan
makalah ini, kami banyak mendapat pengarahan, petunjuk serta bimbingan dan saran dari
beberapa pihak. Untuk itu kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Dosen Pengampu
Nova Herawati,S.KpG, M.Kes, selaku dosen Prevdent yang telah mendukung terbuatnya
makalah ini. Penyusunan makalah ini salah satunya bertujuan memberi informasi kepada para
pembaca mengenai macam-macam teknik menyikat gigi.

Kami menyadari bahwa penyusunan makalah ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh
karena itu, kritik dan saran ilmiah yang dapat membangun sangat kami harapkan demi
kesempurnaan makalah ini. Atas semua bantuan yang diberikan, kami ucapkan terima kasih dan
teriring doa semoga mendapatkan balasan dari Allah SWT.

Bukittinggi, September 2017

Penulis

1
DAFTAR ISI

Kata Pengantar....................................................................................................................1

Daftar Isi..............................................................................................................................2

BAB I. Pendahuluan

1.1 Latar Belakang......................................................................................................3

1.2 Rumusan Masalah................................................................................................3

1.3 Tujuan Masalah....................................................................................................3

BAB II. Pembahasan

2.1 Fisioterapi Oral.....................................................................................................4

2.2 Macam-macam teknik menyikat gigi...................................................................5

BAB III. Penutup

3.1 Kesimpulan..........................................................................................................10

3.2 Saran.....................................................................................................................10

Daftar Pustaka

2
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pada dasarnya bahwa sampai saat ini belum ada teknik atau metode menyikat gigi
universal yang cocok bagi semua orang dan untuk semua pasien. Terdapat teknik yang berbeda-
beda untuk membersihkan gigi sesuai dengan kebutuhan gigi dan mulut pasien. maka harus
dibuat suatu program pemeliharaan oral hygiene yang spesifik, misalnya pemilihan macam sikat
gigi yang harus digunakan, teknik menyikat gigi, frekuensi, lamanya penggosokan gigi dan lain
sebagainya. Oleh karena itu, pada makalah ini akan dijelaskan apa-apa saja teknik-teknik dalam
menyikat gigi.

1.2 Rumusan Masalah

1. Apa yang dimaksud dengan tindakan mekanis fisioterapi oral?


2. Bagaimana prosedur teknik menyikat gigi secara vertical?
3. Bagaimana prosedur teknik menyikat gigi secara horizontal?
4. Bagaimana prosedur teknik menyikat gigi secara roll atau modifikasi stillman?
5. Bagaimana prosedur teknik menyikat gigi secara Vibratory technic?
6. Bagaimana prosedur teknik menyikat gigi secara fones?
7. Bagaimana prosedur teknik menyikat gigi secara fisiologik?

1.3 Tujuan

1. Untuk mengetahui dan memahami tindakan mekanis fisioterapi oral?


2. Untuk mengetahui dan memahami bagaimana prosedur teknik menyikat gigi secara
vertical?
3. Untuk mengetahui dan memahami bagaimana prosedur teknik menyikat gigi secara
horizontal?
4. Untuk mengetahui dan memahami bagaimana prosedur teknik menyikat gigi secara roll
atau modifikasi stillman?
5. Untuk mengetahui dan memahami bagaimana prosedur teknik menyikat gigi secara
Vibratory technic?
6. Untuk mengetahui dan memahami bagaimana prosedur teknik menyikat gigi secara
fones?
7. Untuk mengetahui dan memahami bagaimana prosedur teknik menyikat gigi secara
fisiologik?

3
BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Fisioterapi Oral

a. Tindakan Secara Mekanis (Fisioterapi Oral)

Tindakan secara mekanis adalah tindakan membersihkan gigi dan mulut dari sisa
makanan dan debris yang bertujuan untuk mencegah terjadinya penyakit pada jaringan keras
maupun jaringan lunak. Pada tindakan secara mekanis untuk menghilangkan plak lazim
digunakan alat fisioterapi oral.

b. Alat Fisioterapi Oral

Alat fisioterapi oral adalah alat yang digunakan untuk membantu membersihkan gigi dan
mulut dari sisa-sisa makanan dan debris yang melekat pada permukaan gigi.

c. Sikat gigi

Sikat gigi merupakan salah satu alat fisioterapi oral yang digunakan secara luas untuk
membersihkan gigi dan mulut. Hal yang harus diperhatikan terhadap sikat gigi untuk
memberihkan dan mulut, seperti :

1. kenyamanan bagi setiap individu meliputi ukuran dan tekstur dari bulu sikat
2. mudah digunakan
3. mudah dibersihkan dan cepat kering
4. awet dan tidak mahal
5. bulu sikat lembut tetapi cukup kuat dan tangkainya ringan
6. ujung bulu sikat membulat

syarat sikat gigi yang ideal mencangkup :

1. Tangkai
tangkai sikat harus enak dipegang dan stabil, pegangan sikat harus cukup lebar dan cukup
tebal.

2. Kepala Sikat
jangan terlalu besar, untuk orang dewasa maksimal 25-29 mm x 10 mm; untuk anak-
anak 15-24 mm x 8 mm, jika gigi molar kedua sudah mulai erupsi maksimal 20 mm x 7
mm; untuk anak balita 18 mm x 7 mm.

4
3. Tekstur
tekstur sikat memungkinkan dapat digunakan dengan efektif tanpa merusak jaringan
lunak maupun jaringan keras.

2.2 Teknik menyikat gigi

Teknik menyikat gigi adalah cara yang umum dianjurkan untuk membersihkan deposit
lunak pada permukaan gigi dan gusi. Dan merupakan tindakan preventif dalam menuju
kebersihan dan kesehatan rongga mulut yang optimal. Teknik menyikat gigi harus dimengerti
dan dilaksanakan secara aktif dan teratur. Ada beberapa teknik yang berbeda beda untuk
membersihkan gigi dan memijat gusi dengan sikat gigi.

Dalam penyikatan gigi harus diperhatikan hal-hal berikut:

1. Teknik penyikatan gigi harus dapat membersihkan semua permukaan gigi dan gusi secara
efisien terutama daerah saku gusi dan daerah interdental.

2. Pergerakan sikat gigi tidak boleh menyebabkan kerusakan jaringan gusi atau abrasi gigi

3. Teknik penyikatan harus sederhana, tepat, dan efisien waktu.

Frekuensi penyikatan gigi sebaiknya 3 kali sehari, setiap kali sesudah makan, dan
sebelum tidur. Namun, dalam praktiknya hal tersebut tidak selalu dapt dilakukan, terutamapada
siang hari ketika seseorang berada di kantor, sekolah, atau tePendidikan er Manson (1971)
berpendapat bahwa penyikatan gigi sebaiknya dua kali sehari yaitu setiap kali setelah makan
pagi dan sebelum tidur. Loe (1965) melalui suatu percoban menunjukkan bahwa dengan
frekuensi penyikatan gigi satu kali sehari pun, asalkan telitu sehingga semua plak hilang, gusi
dapat di pertahankan tetap sehat.

Lama penyikatan gigi yang dianjurkan adalah minimal 5 menit, tetapi sesungguhnya ini terlalu
lama. Umumnya orang melakukan penyikatan gigu maksimum 2 menit. Cara penyikatan gigi
harus sistematis supaya tidak ada gigi yang terlewat, yaitu mulai dari posterior ke anterior dan
berakhir pada bagian posterior sisi lainnya.

Kebanyakan teknik penyikatan gigi dapat digolongkan kedalam enam golongan


berdasarkan macam gerakan yang dilakukan yaitu:

1. Teknik Vertikal

Teknik vertikal dilakukan dengan kedua rahang tertutup, kemudian permukaan bukal gigi
disikat dengan gerakan ke atas dan kebawah. Untuk permukaan lingual dan palatinal dilakukan
gerakan yang sama dengan mulut terbuka.

5
2. Teknik Horizontal

Permukaan bukal dan lingual disikat dengam gerakan kedepan dan ke belakang. Untuk
permukaan oklusal gerakan horizontal yang sering disebut "scrub brush technic" dapat dilakukan
dan terbukti merupakab cara yang sesuai dengan bentuk anatomis permukaan oklusal.
Kebanyakan oramg yang belum diberi pendidikan khusus, biasanya menyikat gigi dengan teknuk
vertikal dan horizontal dengan tekanan yang keras. Cara cara ini tidak baik karena dapat
menyebabkan resesi gusi dan abrasi gigi.

3. Teknik Roll atau Modifikasi Stillman

Teknik ini disebut "ADA-roll Technic", dan merupakan cara yang paling sering
dianjurkan karena sederhana tetapi efisien dan dapat digunakan diseluruh bagian mulut, bulu
bulu sikat ditempatkan pada gusi sejauh mungkin dari permukaan oklusal dengan ujung ujung
bulu sikat mengarah ke apeks dan sisi bulu sikat digerakkan perlahan lahan melalui permukaan
gigi sehingga bagian belakang dari kepala sikat bergerak dengan lengkungan. Pada waktu bulu
bulu sikat melalui mahkota klinis, kedudukannya hampir tegak lurus permukaan email. Gerakan
ini diulang 8-12 kali setiap daerah dengan sistematis sehingga tidak ada yang terlewat. Cara ini
terutama sekali menghasilkan pemijitan gusi dan juga diharapkan membersihkan sisa makanan
dari daerah interproksimal.

4. Vibratory technic

Diantaranya adalah antara lain :

a. Teknik charter

Pada permukaan bukal dan labial, sikat dipegang dengan tangkai dalam kedudukan
horizontal. Ujung-ujung bulu diletakkan pada permukaan gigi membentuk sudut 45 terhadap
sumbu panjang gigi mengarah ke oklusal. Hati-hati jangan sampai menusuk gusi, sedangkan
ujung dari bulu-bulu sikat berada pada permukaan gigi. Kemudian sikat ditekan sedemikian rupa
sehingga ujung-ujung bulu sikat masuk ke interproksimal dan sisi-sisi bulu sikat menekan tepi
gusi. Sikat digetarkan lingkungan-lingkungan kecil sehingga kepala sikat bergerak secara
sirkuler, tetapi ujung-ujung bulu sikat harus tetap di tempat semula. Setelah 3 atau 4 lingkaran
kecil, sikat diangkat, lalu ditempatkan lagi pada posisi yang sama, untuk setiap daerah dilakukan
3 atau 4 kali. Dengan demikian, ujung-ujung bulu sikat akan melepskan debris dari permukaan
gigi dan sisi bulu sikat memijat tepi gusi dan gusi interdental.
Permukaan oklusal disikat dengan gerakan yang sama, hanya saja ujung bulu sikat
ditekan kedalam ceruk dan dan fisura. Permukaan lingual dan palatal umumnya sukar
dibersihkan karena bentuk lengkungan dari barisan gigi. Biasanya kepala sikat tidak dipegang
secara horizontal, jadi hanya bulu-bulu sikat pada bagian ujung dari kepala sikat yang dapat
digunakan.

6
b. Teknik stillman-McCall

Posisi bulu-bulu sikat berlawanan dengan charter. Sikat gigi ditempatkan sebagian pada
gigi dan sebagian pada gusi membentuk sudut 45 terhadap sumbu panjang gigi mengarah
keapikal. Kemudian sikat gigi ditekankan sehingga gusi memucat dan dilakukan gerakan rotasi
kecil tanpa mengubah kedudukan ujung bulu sikat. Penekanan dilakukan dengan cara sedikit
menekuk bulu-bulu sikat tanpa mengakibatkan friksi atau trauma terhadap gusi. Bulu-bulu sikat
dapat ditekuk ketiga jurusan, tetapi ujung-ujung bulu sikat harus pada tempatnya.
Metode stillman-McCall ditambah oleh beberapa ahli yaitu dengan gerakan keoklusal
dari ujung –ujung bulu sikat tetap mengarah keapikal. Dengan demikian, setiap gerakan berakhir
dibawah ujung incisal dari mahkota, sedangkan pada metode yang asli, penyikatan hanya
terbatas pada daerah servikal gigi dan gusi.

c. Teknik Bass

Sikat ditempatkan dengan sudut 45 terhadap sumbu panjang gigi mengarah ke apical
dengan ujung-ujung bulu sikat pada tepi gusi. Dengan demikian, saku gusi dapat dibersihkan dan
tepi gusi dapat dipijat. Sikat digerakkan dengan getaran-getaran kecil kedepan dan kebelakang
selama kurang lebih 10-15 detik kesetiap daerah yang meliputi dua atau tiga gigi. Untuk
menyikat permukaan buccal dan labial, tangksi dipegang dalam kedudukan horizontal dan sejajar
dengan lengkung gigi. Untuk permukaan lingual dan palatinal gigi belakang agak menyudut
(horizontal) dan pada gigi depan dipegang vertical.

5. Teknik Fones atau Teknik Sirkuler

Bulu bulu sikat ditempatkan tegak lurus pada permukaan bukal dan labial dengan gigi
dalam keadaan oklusi. Sikat digerakan dalam lingkaran lingkaran besar sehingga gigi dan gusi
rahang atas dan rahang bawah disikat sekaligus. Daerah interproksimal tidak diberi perhatian
khusus. Setelah semua permukaan bukal dan labial disikat, mulut dibuka lalu permukaan lingual
dan palatinal disikat dengan gerakan yang sama, hanya dalam lingkaran-lingkaran yang lebih
kecil. Karena cara ini agak sukar dilakukan di lingual dan palatinal, dapat dilakukan gerakan
maju-mundur untuk daerah ini. Teknik ini diakukan untuk meniru jalannya makanan di dalam
mulut waktu mengunyah. Teknik fones dianjurkan untuk anak kecil karena mudah dilakukan

6. Teknik Fisiologik

Untuk teknik ini digunakan sikat gigi dengan bulu-bulu yang lunak. Tangkai sikat gigi
dipegang secara horizontal dengan bulu-bulu sikat tegak lurus trhadap permukaan gigi. Metode
ini didasarkan atau dianggapkan bahwa penyikatan gigi harus menyerupai jalannya makanan
7
yaitu dari mahkota kearah gusi. Setiap kali dilakukan beberapa kali gerakkan sebelum berpindah
kearah selanjutnya. Teknik ini sukar dilakukan pada permukaan lingual dari premolar dan molar
rahang bawah sehingga dapat diganti dengan gerakan getaran dalam gerakan kecil.
Cara yang lebih efektif adalah metode penyikatan gigi dalam arah vertical pada semua
permukaan dan hanya kurang lebih setengah keliling gigi yang dibersihkan.
Diantara sekian banyak teknik penyikatan gigi yang dilakukan pada pembersihan interdental,
metode charters (1928) masih paling efisien menurut para ahli. Bulu sikat gigi ditempatkan pada
sudut kurang lebih 45 terhadap sumbu panjang gigi kearah oklusal, kemudian dengan
menggunakan tekanan bulu-bulu sikat digetarkan diantara gigi-gigi disertai gerakan-gerakan
rotasi kecil. Dengan demikian, sisi dari bulu-bulu sikat berkontak dengan pinggiran gusi dan
menghasilkan pemijatan yang ideal. Setelah 3 atau 4 lingkaran kecil tanpa mengubah posisi,
bulu-bulu sikat diangkat dan diletakkan kembali pada posisi yang sama. Prosedur ini dilakukan
sampai seluruh permukaan bucal, labial dan lingual serta interproksimal bersih. Permukaan
oklusal dibersihkan dengan cara menekan bulu sikat kedalam ceruk dan fisura kemudian
dilakukan gerakan rotasi kecil, sikat diangkat dan diletakkan kembali. Prosedur ini harus
dilakukan berulang kali sampai seluruh permukaan kunyah menjadi bersih.

Namun, metode ini dan juga metode lain yang serupa memakan waktu yang agak lama
dan sulit dilaksanakan oleh kebanyakan pasien tanpa pengawasan khusus sehingga selain
penggunaan sikat gigi perlu ditambah pula teknik teknik lain, seperti penggunaan benang gigi
(dental floss), dental tape, stimulator interdental untuk menyempurnakan pembersihan seluruh
permukaan gigi. Harus dibuat program pemeliharaan higiene oral yang spesifik, misalnya
pemilihan macam sikat gigi yang harus digunakan, teknik menggosok gigi, frekuensi, lamanya
penggosakan gigi, dan lain sebagainya. Dalam memberi pendidikan kesehatan gigi pada pasien
seharusnya juga digunakan larutab atau tablet disklosing untuk membantu memperlihatkan
kepada pasien - pasien tersebut keadaan kebersihan gigi nya serta kemajuan yang telah dicapai
setelah melakukan prosedur pemeliharaan yang diinstruksikan.
Loe dan kawan kawan (1965) meneliti efek penyikatan gigi 2hari sekali dengan teliti.
Ternyata dengan frekuensi penyikatan gigi 2 hari sekali tersebut gingivalnya tetap sehat.
Sebaiknya harus diusahakan agar semua permukaan gigi selalu bebas dari plak gigi. Jika untuk
mencapai hasil kebersihan semaksimal mungkin, sikat gigi setiap kali sesudah makan, sebelum
tidur, disertai dengan penggunaan alat alat pembantu lain, dan dengan teknik yang sempurna.
Terdapat bukti bukti didalam praktik dan didalam percobaan bahwa ketrampilan teknis, waktu
dan usaha yang dibutuhkan untuk mempertahankan kebersihan mulut dan gigi dalam suatu
standar yang tinggi, ternyata berada diatas kemampuan rata rata manusia. Usaha usaha lain yang
dapat dilakukan untuk membantu mencegah pembentukan plak adalah memperbaiki susunan gigi
yang tidak rata, memperbaiki pinggiran restorasi yang buruk, menghaluskan permukaan gigi
yang kasar dan sebagainya dengan tujuan mengurangi "plak traps" ,tempat-tempat plak mudah
terbentuk.
Penelitian untuk membandingkan efektivitas relatif dari teknik teknik penyikatan
tersebug menghadapi berbagai problem yang sulit, yaitu:
8
1. Cara yang digunakan untuk menentukan atau mengukur efektivitas masing masing
teknik.

2. Keterampilan masing masing individu dalam menggunakan sikat gigi.

3. Bentuk barisan bulu sikat yang sering tidak memenuhi syarat untuk menerapkan teknik
yang bersangkutan.

4. Kesukaran dalam mengajarkan teknik penyikatan secara seragam.

Faktor faktor lain yang juga harus dipikirkan dalam mengevaluasi efektivitas suatu teknik
penyikatan adalah:

1. Efek jangka pendek dan panjang terhadap jaringan.

2. Kemampuan untuk membersihkan saku gusi.

3. Kesenangan tiap individu.

4. Pendidikan dan motivasi individu.

5. Tipe geligi pasien.

6. Tingkatan penyembuhan gusi pasien.

BAB III
PENUTUP

9
3.1 Kesimpulan

Teknik menyikat gigi merupakan tindakan preventif untuk membersihkan deposit lunak
pada permukaan gigi dan gusi dengan tujuan untuk didapatkannya kebersihan gigi dan mulut
yang optimal. Ada beberapa teknik dalam menyikat atau membersihkan gigi antara lain : teknik
vertical, teknik horizontal, teknik roll atau modifikasi stillman, vibratory technic, teknik fones
atau teknik sirkuler dan teknik fisiologik.

3.2 Saran

Penulis menyadari banyak terdapat kekeliruan dalam penulisan makalah ini, maka penulis
mengharapkan masukan dan kritikan yang membangun dari dosen dan pembaca demi
kesempurnaan makalah ini untuk kedepannya.

10