Anda di halaman 1dari 2

DIAGRAM BLOK PROSES PEMBUATAN SEMEN

Limestone Drying
Raw Material
Sand Clay Crushing Drying
Hopper
Iron Sand

Silica Sand Weight Feeder

Blending Silo Raw Grinding


Blending Silo Air Separator
(Raw Meal) Mill

Air Blending
Kiln Feed Bin Pre-Heater Rotary Kiln
Silo

Hidrolic Roller
Clinker Bin Clinker Silo Clinker Cooler
Crusher

Gypsum Ball Mill


Air Separator Cement Silo
Added Machine

Uraian Proses :
1. Proses yang pertama dilakukan dalam pembuatan semen skala industri adalah
persiapan bahan baku yaitu berupa tanah liat, batu kapur, pasir besi, dan pasir silika.
Batu Kapur yang telah disiapkan dimasukkan ke dalam unit operasi drying dengan
tujuan dikeringkan agar menghilangkan kadar air dalam batu kapur tersebut.
Kemudian, tanah liat dimasukkan kedalam crushing untuk dihancurkan menjadi
partikel yang lebih halus dan kemudian dikeringkan. Setelah bahan utama diproses
awal, kemudian seluruh bahan termasuk bahan koreksi ditampung kedalam Raw
material hopper.
2. Selanjutnya, menimbang umpan yang masuk sesuai dengan kapasitas produk yang
diinginkan dengan menggunakan unit weight feeder.
3. Lalu, bahan tersebut diangkut menggunakan conveyor menuju unit Raw grinding mill
untuk proses penggilingan dengan tujuan menghaluskan dan mengeringkan produk
material. Kemudian material hasil penggilingan ini, dimasukkan ke dalam satu
campuran tertentu kemudian dialirkan menuju bucket ke cooler mill. Material produk
dari raw mill memiliki kehalusan 80% lolos pada saringan 170 mesh. Produk tersebut
kemudian disimpan dalam silo sebagai umpan kiln, sedangkan material yang masih
belum memenuhi standar kehalusan, dialirkan kembali ke bucket untuk digiling ulang.
4. Kemudian, produk raw mill tersebut dikeringkan pada suhu 100-600oC sehingga
terjadi pelepasan air bebas dan terikat untuk mendapat padatan kering.
5. Lalu, masuk kedalam unit operasi Rotary Kiln untuk membakar umpan menjadi
klinker. Disini terjadi proses kalsinasi yaitu penguraian kalsium karbonat menjadi
senyawa penyusunnya. Pada unit operasi ini dilakukan pada suhu 650-1400oC.
6. Kemudian didinginkan pada clinker cooler dengan aliran udara sehingga klinker yang
keluar menjadi bersuhu 100-250oC.
7. Klinker kasar akan jatuh ke gilingan menjadi halus dan diangkut ke silo dengan drag
chain.
8. Lalu, ditambahkan bahan tambahan berupa gypsum 5% untuk pengikatan pada semen
dan digiling bersama klinker dalam unit mill tersebut, sehingga diperoleh produk
semen.
9. Semen yang terbentuk disimpan dalam silo dengan dilengkapi sistem aerasi agar tidak
terjadi penggumpalan/koagulasi semen yang disebabkan oleh air/udara. Setelah itu
semen dikeluarkan dengan udara bertekanan dari silo lalu dibawa ke bin
penampungan sementara sebelum masuk ke mesin pengemasan atau loading ke truck.