Anda di halaman 1dari 2

Nama : Ni Made Dwi Laksmi

NIM : 1908551092
Resume I
Teori-Teori Dasar, Pembentukan dan Klasifikasi Ikatan Kimia

Pada Senin, 24 Februari 2020 dijelaskan mengenai pentingnya mempelajari kimia


organik bagi farmasi. Kimia organik adalah pondasi untuk mengenal obat. Tidak hanya obat
seorang farmasi juga harus mempelajari senyawa obatnya sendiri dan senyawa lawan obatnya
dan keduanya. Sebagian besar obat yang dipelajari di farmasi adalah senyawa organik.
Tahun 1803 menurut John Dalton mengemukakan teori atm Dalton, atom merupakan
bola pejal. Atom setiap elemen kimia terdiri dari pertikel-partikel kecil yang tak terpisah.
Kelebihan teori atom Dalton adalah menerangkan hukum kekekalan massa dan
kekurangannya adalah tidak mampu menjelaskan struktur atom. Teori atom dibahas lagi oleh
Thomsom yang mengatakan bahwa teori atom dalton kurang lengkap. Thomsom menemukan
bahwa dalam percobaan sinar katoda dibelokkan. Sinar katoda tertarik oleh lempeng positif
dan ditolak oleh lempeng negatif, katoda tersebut disebut elektron. Atom terdiri dari materi
bermuatan positif dan didalamnya tersebar elektron, sehingga Thomsom menyebut bahwa
atom seperti roti kismis. Kelebihan teori ini adalah dapat menentukan massa elektron jauh
lebih kecil dari massa atom. Kekurangannya adalah tidak bisa menjelaskan dinamika reaksi
kimia. Teori selanjutnyaadalah teori atom Rutherford, yang mengemukakan bahwa atom
seperti model tata surya yaitu atom terdiri atas inti atom yang bermuatan positif dan di
kelilingi elektron-elektron yang bermuatan negatif dengan jari-jari inti atom jauh lebih kecil
dari jari-jari atom sehingga sebagian atom merupakan ruang kosong. Kelemahan teori ini
adalah tidak mampu menjelaskan terjadinya spektrum garis atom hidrogen. Teori Rutherford
diperbaiki oleh teori atom Bohr pada atahun 1913 yang dikemukakan oleh Niel Bohr. Niel
Bohr menyusun model atom hidrogen berdasarkan teori atom Rutherford dan teori kuantum
Planck. Menurut Bohr elektron dalam atom bergerak mengelilingi inti pada lintasan-lintasan
tertentu, tidak memancarkan energi. Lintasan ini disebut kulit atau tingkat energi elektron.
Kelebihan teori Bohr adalah dapat menjelaskan dengan baik spektrum atom hidrogen dan
kekurangannya adalah tidak dapat menjelaskan efek Zeeman dan efek Strack. Selanjutnya
ada teori Quantum/Schrodinger oleh Erwin Schrodinger seorang fisikawan Austria
mengembangkan sebuah persamaan yang menjelaskan pola gelombang partikel. Erwin
Schrodinger menyelidiki gelombang berdiri atom hidrogen dan memulai studi tentang
mekanika gelombang atau mekanika kuantum dengan perhitungan matematika. Adapun
bentuk dari mekanika kuantum adalah bilangan kuantum utama (n), bilangan kuantum azimut
(l), bilangan kuantum magnetik (m), bilangan kuantum spin (s). Dengan adanya teori ini
maka ikatan molekuler dapat juga dijelaskan dengan teori mekanika kuantum.
Ikatan kimia adalah ikatan yang terjadi akibat dari struktur elektron yang berbeda-
beda sehingga atom dapat terikat menjadi molekul dengan berbagai cara. Jenis ikatan antar
atom ada 3 yaitu ikatan ion, ikatan kovalen, ikatan logam. Ikatan ion adalah ikatan yang
terdiri dari ion positif dan ion negatif yang dihasilkan dari perpindahan elektron suatu atom
ke atom lain sehingga terbentuk konfigurasi stabil. Ikatan ion terjadi anatara atom logam dan
nonlogam yang larut dalam pelarut polar tetapi tidak pada pelarut nonpolar. Senyawa ini
berwujud padat pada suhu ruang. Ikatan kovalen terbentuk oleh penggunaan bersama
sepasang elektron antara dua atom. Ikatan kovalen terjadi antar nonlogam dengan nonlogam
yang larut dalam pelarut organik. Senyawa ini berwujud gas, cairan atau padatan lunak pada
suhu ruang. Ikatan logam adalah ikatan kimia antara atom-atom logam seperti tembaga, besi,
dan aluminium. Ikatan logam dapat ditempa dan merupakan penghantar listrik yang baik.
Senyawa ini berwujud padat pada suhu ruang. Ikatan dipol-dipol adalah interaksi antar
molekul yang timbul akibat adanya tarik menarik antar muatan yang berlainan dan
sebaliknya. Ikatan dipol-dipol lebih lemah dari ikatan hidrogen tetapi lebih kuat dari ikatan
nonpolar-nonpolar dan polar-nonpolar.
Ikatan Gaya antar molekul adalah gaya yang dihasilkan dari interaksi antar senyawa
baik senyawa molekul maupun ion. Ikatan gaya antar molekul dibagi menjadi ikatan
hidrogen, ikatan Van Der Waals dan ikatan gaya london. Ikatan hidrogen adalah interaksi
tarik menarik antar atom yang bersifat elektronegatif dengan atom yang hidrogen. Ikatan
hidrogen lebih kuat dari ikatan Van Der Waals. Ikatan Van Der Waals adalah gaya tarik
menarik antar molekul dalan senyawa kovalen yang terjadi pada senyawa polar. Ikatan gaya
london adalah molekul nonpolar saling ditarik oleh antaraksi dipol-dipol yang lemah.pada
gaya london elektron dalam molekul/atom sifatnya tidak pernah diam. Ikatan dipol antar
molekul adalah gaya elektromagnetik yang terjadi antara molekul-molekul atau antara bagian
yang terpisah jauh dari suatu makromolekul. Gaya antar molekul bersifat tarik-mearik dan
tolak-menolak antar molekul. Ikatan molekul obat dengan reseptor dimana molekul obat
dengan struktruk tertentu harus dapat berinteraksi dengan target aksi obat yang salah satunya
yaitu reseptor. Reseptor adalah senyawa makromolekul yang ada didalam tubuh manusia atau
hewan yang sanggup berikatan dengan obat. Reseptor terdiri dari kumpulan senyawa organik
N, C, H, O dan beberapa S yang terkumpul dalam senyawa DNA yaitu asam nukleat dan
nukleat akan tergabung susunannya menjadi protein.