Anda di halaman 1dari 12

TUGAS MATA KULIAH PENDIDIKAN SENI DAN KREATIVITAS

SENI TARI

DIAJUKAN UNTUK MEMENUHI SALAH SATU TUGAS MATA KULIAH PENDIDIKAN SENI DAN
KREATIVITAS

DOSEN PENGAMPU : LUDI HERMAWAN, S.SN., M.PD

NAMA : AGIL AMALIA PUTRI

NPM : 41154030190033

KELAS : A02

PENDIDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

FAKULTAS KEGURUAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS LANGLANGBUANA

2019/2020
1. TARIAN DAERAH INDONESIA

Tarian daerah Indonesia dengan beraneka ragam jenis tarian indonesia seni tari
membuat indonesia kaya akan adat kebudayaan kesenian. Dengan mengenal lebih
banyak Tarian adat di seluruh provinsi di indonesia mudah-mudahan membuat kita lebih
mencintai negeri kita ini. Tarian Indonesia mencerminkan kekayaan dan keanekaragaman
suku bangsa dan budaya Indonesia.
Terdapat lebih dari 700 suku bangsa di Indonesia: dapat terlihat dari akar budaya
bangsa Austronesia dan Melanesia, dipengaruhi oleh berbagai budaya dari negeri
tetangga di Asia bahkan pengaruh barat yang diserap melalui kolonialisasi. Setiap suku
bangsa di Indonesia memiliki berbagai tarian khasnya sendiri.
Di Indonesia terdapat lebih dari 3000 tarian asli Indonesia. Tradisi kuno tarian
dan drama dilestarikan di berbagai sanggar dan sekolah seni tari yang dilindungi oleh
pihak keraton atau akademi seni yang dijalankan pemerintah.

2. PENGERTIAN SENI TARI

Seni tari adalah seni yang mengekspresikan nilai batin melalui gerak yang indah
dari tubuh/fisik dan mimik. Seni tari secara umum memiliki aspek-aspek gerak, ritmis,
keindahan, dan ekspresi. Selain itu, seni tari memilki unsur-unsur ruang, tenaga, dan
waktu. Ruang berhubungan dengan posisi, tingkatan, dan jangkauan.
Posisi berhubungan dengan arah hadap dan arah gerak. Arah hadap, seperti
menghadap kedepan, kebelakang, serong kanan, dan serong kiri, arah gerak, contohnya
menuju kedepan, kebelakang, memutar, atau zigzag. Tingkatan berhubungan dengan
tinggi rens\dahnya posisi duduk dan level tinggi dengan posisi kaki dijinjitkan atau
dengan meloncatloncat,. Jangkauan berhubungan dengan gerak yang panjang atau
pendek, gerak yang besar atau kecil.
Tenaga sangat dibutuhkan dalam seni tari karena dengan tenaga, tari yang
ditampilkan lebih kreatif. Tenaga dalam seni tari sangat berhubungan dengan rasa dan
emosi, bukan dengan kekuatan otot. Gerakan tari yang dikendalikan dan diatur dengan
tenaga yang berbeda-beda akan membangkitkan kesan yang mendalam, bukan hanya bagi
penonton, juga bagi si penari.

3. TARI TRADISIONAL

Tari tradisional merupakan bentuk tarian yang sudah lama ada, diwariskan secara
turun-temurun, serta biasanya mengandung nilai filosofi, simbolis, dan religious.
Sebelum bersentuhan dengan pengaruh asing, suku bangsa di kepulauan Indonesia sudah
mengembangkan seni tarinya tersendiri. Banyak ahli antropologi percaya bahwa tarian di
Indonesia berawal dari gerakan ritual dan upacara keagamaan.
Tarian semacam ini biasanya berawal dari ritual, seperti tari perang, tarian dukun
untuk menyembuhkan atau mengusir penyakit, tarian untuk memanggil hujan, dan
berbagai jenis tarian yang berkaitan dengan pertanian, tarian lain diilhami oleh alam,
tarian jenis purba ini biasanya menampilkan gerakan berulang-ulang dan tarian ini juga
bermaksud untuk membangkitkan roh atau jiwa yang tersembunyi dalam diri manusia.
Tari tradisional Indonesia mencerminkan kekayaan dan keanekaragaman bangsa
Indonesia.
Beberapa tradisi seni tari seperti ; tarian Bali, tarian Jawa, tarian Sunda, tarian
Minangkabau, tarian Palembang, tarian Melayu, taruan Aceh, dan masih banyak lagi
adalah seni tari yang berkembang sejak dahulu kala, meskipun demikian tari ini tetap
dikembangkan hingga kini. Beberapa tari mungkin telah berusia ratusan tahun, sementara
beberapa tari berlanggam tradisional mungkin baru diciptakan kurang dari satu dekade
yang lalu.
Penciptaan tari dengan koreografi baru, tetapi masih di dalam kerangka disiplin
tradisi tari tertentu masih dimungkinkan. Sebagai hasilnya, munculah beberapa tari kreasi
baru. Tari kreasi baru ini dapat merupakan penggalian kembali akar-akar budaya yang
telah sirna, penafsiran baru, inspirasi atau eksplorasi seni baru atas seni tari tradisional.
Tari tradisional dibagi menjadi :
A. Tari Keraton
Tari keraton adalah tari yang semula berkembang dikalangan kerajaan dan
bangsawan. Tarian di Indonesia mencerminkan sejarah panjang Indonesia. Beberapa
keluarga bangsawan, berbagai istana dan keraton yang hingga kini masih bertahan di
berbagai bagian Indonesia menjadi benteng pelindung dan pelestari budaya istana.
Perbedaan paling jelas antara tarian istana dengan tarian rakyat tampak dalam tradisi
tari Jawa.
Strata masyarakat Jawa yang berlapis-lapis dan bertingkat tercermin dalam
budayanya. Jika golongan bangsawan kelas atas lebih memperhatikan pada
kehalusan, unsur spiritual, keluhuran, dan keadiluhungan. Masyarakat kebanyakan
lebih memperhatikan unsur hiburan dan sosial dari tarian. Sebagai akibatnya tarian
istana lebih ketat dan memiliki seperangkat aturan dan disiplin yang dipertahankan
dari generasi ke generasi, sementara tari rakyat lebih bebas, dan terbuka atas berbagai
pengaruh.
Perlindungan kerajaan atas seni dan budaya istana umumnya digalakkan oleh
pranata kerajaan sebagai penjaga dan pelindung tradisi mereka. Misalnya para Sultan
dan Sunan dari Keraton Yogyakarta dan Keraton Surakarta terkenal sebagai pencipta
berbagai tarian keraton lengkap dengan komposisi gamelan pengiring tarian tersebut.
Tarian istana juga terdapat dalam tradisi istana Bali dan Melayu. Seperti di Jawa juga
menekankan pada kehalusan, keagungan dan gengsi. Tarian Istana Sumatra seperti
bekas Kesultanan Aceh, Kesultanan Deli di Sumatra Utara, Kesultanan Melayu Riau,
dan Kesultanan Palembang di Sumatra Selatan lebih dipengaruhi budaya Islam,
sementara Jawa dan Bali lebih kental akan warisan budaya Hindu-Buddhanya.
B. TARI RAKYAT
Tari Rakyat merupakan tari yang hidup dan berkembang dikalangan rakyat.
Tarian Indonesia menunjukkan kompleksitas sosial dan pelapisan tingkatan sosial
dari masyarakyatnya, yang juga menunjukkan kelas sosial dan derajat kehalusannya.
Berdasarkan pelindung dan pendukungya, tari tradisional adalah tari yang
dikembangkan dan didukung oleh rakyat kebanyakan, baik di pedesaan maupun di
perkotaan.
Dibandingkan dengan tari istana (keraton) yang dikembangkan dan dilindungi
oleh pihak istana. Tari rakyat Indonesia relatif lebih bebas dari aturan yang ketat dan
disiplin tertentu, meskipun demikian beberapa langgam gerakan atau sikap tubuh
yang khas seringkali tetap dipertahankan. Tari rakyat lebih memperhatikan fungsi
hiburan dan sosial pergaulannya daripada fungsi ritual.
Tari Ronggeng dan tari Jaipongan suku Sunda adalah contoh yang baik mengenai
tradisi tari rakyat. Keduanya adalah tari pergaulan yang lebih bersifat hiburan.
Seringkali tarian ini menampilkan gerakan yang dianggap kurang pantas jika ditinjau
dari sudut pandang tari istana, akibatnya tari rakyat ini seringkali disalahartikan
terlalu erotis atau terlalu kasar dalam standar istana.
Meskipun demikian tarian ini tetap berkembang subur dalam tradisi rakyat
Indonesia karena didukung oleh masyarakatnya. Beberapa tari rakyat tradisional telah
dikembangkan menjadi tarian massal dengan gerakan sederhana yang tersusun rapi,
seperti tari Poco-poco dari Minahasa Sulawesi Utara, dan tari Sajojo dari Papua.

4. TARI MODERN

Menurut pakar tari, Kenneth Macgowan dalam bukunya “The Living Stage: A
Story of The World Theater”, yang menyebutkan bahwa tari modern adalah merupakan
tari yang didominasi oleh emosi atau rasa yang sebagaimana ciri kodrati emosi manusia
yang memiliki desakan untuk ingin bebas, maka jenis tari ini lebih mengarah untuk bebas
dari tradisi. Bebas di sini adalah bebas untuk mengungkapkan gerak yang tidak
diharuskan oleh pola-pola yang sudah ada.
Menurut Horosko, seorang pakar tari modern, menuturkan tari modern adalah
salah satu genre yang paling sulit untuk mendefinisikan dengan teknik. Modern tidak
selalu cepat atau lambat atau dilakukan untuk musik tertentu atau musik apapun. Itu tidak
selalu menyorot ketrampilan fisik tertentu. Ini merupakan kabar baik dan besar menurut
sudut pandang koreografer dan penari karena dalam teori itu memberi mereka
kemungkinan tak terbatas untuk mengeksplorasi gerak. Berikut adalah jenis tari modern
1. Robot Dance adalah sebuah ilusi gaya yang mencoba untuk meniru sebuah
robot atau manekin. Tari ini dipelopori oleh Charles Washington pada akhir
tahun 1960-an dan memperoleh ketenaran setelah Jackson melakukan tari
tersebut ketika mereka tampil dalam acara Dancing Machine.
2. Breakdance. B-boying atau yang sering disebut sebagai breakdancing adalah
gaya tari jalanan yang berevolusi sebagai bagian dari budaya hip-hop di antara
pemuda kulit hitam dan Amerika latin di New York City pada tahun 1970-an.
Penari yang menari tarian ini untuk laki-laki disebut b-boy dan untuk penari
perempuan disebut b-girl. Pertandingan kompetisi antar breaker dilakukan di
arena terbuka (pada panggung atau sebuah lapangan). Pemenang ditentukan
dari kombinasi dari berbagai variasi gaya.
3. Popping adalah tari jalanan dan salah satu gaya funk asli yang berasal dari
California selama tahun 1960 sampai 1970-an. Gerakan ini didasarkan pada
teknik kecepatan gerak dan relaksasi otot yang dikombinasikan dengan pose.
Seorang penari popping sering disebut sebagai popper.
4. Locking adalah gaya tari funk yang saat ini juga terkait dengan hip-hop yang
ditemukan oleh seorang penari bernama Don Campbell di awal tahun 1970-
an. Nama ini didasarkan pada konsep penguncian gerakan yang berarti freeze
dari gerakan cepat dan mengunci pada posisi tertentu. Bertahan pada posisi
tersebut untuk sementara waktu dan kemudian berlanjut di kecepatan sama
seperti sebelumnya. Hal ini bergantung pada kecepatan lengan dan gerakan
tangan dikombinasikan dengan gerakan pinggul dan kaki yang lebih santai.
Ada sejumlah langkah locking yang dikombinasikan dengan popping.
5. Hip-hop dance mengacu pada gaya tari jalanan terutama dilakukan dengan
musik yang muncul pada tahun 1970-an dan dipopulerkan oleh komunitas
Breakin‟ Beat di Amerika Serikat. Dengan adanya gaya tari baru ini, seorang
penari klasik menciptakan koreografi dari tarian hip-hop yang dilakukan di
jalanan dengan musik jazz-punk. Seiring perkembangan zaman, hip-hop dance
dipraktikkan di studio ataupun di luar ruang. Perbedaan hip-hop dance dengan
tarian lainnya adalah menggunakan improvisasi gaya bebas yang terlihat di
kompetisi yang disebut dengan pertempuran atau dalam komunitas disebut
dengan battle. Hip-hop dance bisa menjadi bentuk hiburan maupun hobi yang
didasari oleh kru, freestyling, dan pertempuran antar kru.
6. Ballroom dance berasal dari bahasa Inggris “ball” yang berarti bola dan dari
bahasa Latin yaitu “ballare” yang berarti menari. Maka dari itu Ballroom
Dance adalah sebuah ballroom atau ruangan besar yang dirancang khusus
untuk menari pada satu set tarian mitra atau berpasangan yang dinikmati baik
secara sosial dan kompetitif di seluruh dunia. Namun, dengan munculnya
dance sport di jaman modern ini, istilah tersebut menjadi sempit. Sekarang hal
ini lebih mengacu kepada tari gaya Amerika Latin.
7. Shuffle Dance. Tarian yang mulai muncul pada tahun 1980-an yang
dilakukan oleh MC Hammer selama konser live show dan video musik. Akan
tetapi tari ini mulai mencapai popularitas di tahun 2000. Tari ini diciptakan
oleh Paula Abdul, seorang koreografer dari Janet Jackson pada akhir tahun
1980-an. Shuffle dance terdiri dari langkah hopping atau geser yang dilakukan
sedemikian rupa untuk lebih ditekankan pada kecepatan dan kekuatan kaki.

5. JENIS-JENIS TARI

1. Tari Tunggal
Tari Tunggal yaitu tari yang dilakukan oleh satu orang. Contohnya adalah tari
gambir anom, tari koncar, tari gunung sari, tari gatotkaca, tari bondan, tari gambyong
dan tari kukilo.
2. Tari Berpasangan
Tari berpasangan yaitu tari yang dilakukan dengan berpasangan, laki-laki dengan
perempuan, laki-laki dengan laki-laki, perempuan dengan perempuan.
3. Tari Kelompok/Massal
Tari ini dilakukan dengan ramai-ramai, atau dengan menggunakan banyak penari.
Nah, oleh karena itu, mari kita berbangga dengan seni tari yang ada di negara kita
dengan cara melestarikannya.

6. PERAN SENI TARI

Peranan seni tari untuk dapat memenuhi kebutuhan manusia adalah dengan
melalui stimulan individu, social dan komunikasi. Dengan demikian tari dalam
memenuhi kebutuhan individu dan social merupakan alat yang digunakan untuk
penyampaian ekspresi jiwa dalam kaitannya dengan kepentingan lingkungan. Oleh
karena itu tari dapat berperan sebagai pemujaan, sarana komunikasi, dan pernyataan batin
manusia dalam kaitannya dengan ekspresi kehendak. Secara garis besar fungsi tari ada 5
antara lain :
A. Tari Sebagai Upacara
Fungsi tari sebagai sarana upacara merupakan bagian dari tradisi yang ada dalam
suatu kehidupan masyarakat yang sifatnya turun temurun dari generasi ke generasi
berikutnya sampai masa kini yang berfungsi sebagai ritual. tari dalam upacara pada
umumya bersifat sakral dan magis. pada tari upacara faktor keindahan tidak
diutamakan, yang diutamakaan adalah kekuatan yang dapat mempengaruhi kehidupan
manusia itu sendiri ataupun hal hal diluar dirinya. Tari upacara dibagi menjadi 2 yaitu
tari adat dan agama.
B. Tari Adat
Beberapa contoh tari upacara adat adalah bedhoyo ketawang (penobatan raja)
gambyong, karonsih, dan gatot kaca gandrung ( adat perkawinan), kuda lumping,
jatilan (seni tontonan rakyat) tari sekapur sirih untuk penyambutan tamu agung dan
tari rangguk (jambi) untuk persembahan untuk tamu biasa.
C. Tari Agama
Tari upacara agama adalah tari yang diyakini memiliki karismatik khusus.
Apabila tidak dilaksanakan akan berdampak kepada peri kehidupan selanjutnya. Tari
upacara agama memiliki tradisi khusus., dilaksanakan dalam konteks yang
berhubungan dengan pernyataan penghayan keagamaan di mana mereka lebih asyik
apabila melakukan dengan penghayatan dalam dan bersifat memuja, dan
penghayantan persembahan secara total. Contoh tari pendet, rangde, rejang, keris,
pasraman, gabor, ngaben bedoyo semang, bendaya ketawang, gandari.
D. Tari Sebagai Sarana Hiburan
Salah satu bentuk penciptaan tari ditujukan hanya untuk di tonton. Tari ini
memiliki tujuan hiburan pribadi lebih mementingkan kenikmatan dalam menarikan.
Tari hiburan disebut tari gembira, pada dasarnya tarian gembira tidak bertujuan untuk
ditonton akan tetapi tarian ini cenderung untuk kepuasan para penarinya itu sendiri.
Keindahan tidak diutamakan, tetapi mementingkan kepuasan individual, bersifat
spontanitas dan improvisasi. Contoh tari hiburan tari tayub (jatim, jateng), ketuk tilu
(jabar), gandrung (banyuwangi), jogged bumbung (bali), serampang dua belas
(Sumatra)
E. Tari Sebagai Sarana Pertunjukkan
Tari pertunjukkan adalah bentuk momunikasi sehingga ada penyampai pesan dan
penerima pesan. Tari ini lebih mementingkan bentuk estetika dari pada tujuannya.
Tarian ini lebih digarap sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat’ tarian ini
sengaja disusun untuk dipertontonkan. Oleh sebab itu penyajian tari mengutamakan
segi artistiknya yang konsepsional yang mantab, koreografer yang baik serta tema dan
tujuan yang jelas.
Contoh tari pertunjukan tari piring (Sumatra), tari ngremo(jatim), gambyong
( surakarta).

7. UNSUR-UNSUR GERAK TARI


Menurut aktifitasnya gerak dapat di bagi menjadi dua macam,yaitu :
A. Gerak setempat adalah gerak yang dilakukan tanpa berpindah tempat.
B. Gerak berpindah tempat adalah gerak yang dilakukan dengan berpindah tempat dapat
dilakukan dengan gerak bergeser, melangkah, meluncur dan melompat.
Menurut bentuknya,gerak dapat dibagi menjadi tiga macam,yaitu :

A. Gerak Realistik / Gerak Wantahadalah gerak yang dilakukan oleh sesorang sesuai
dengan apa yang dilihatnya.
B. Gerak Stiliradalah gerak yang sudah digubah,gerak tidak wantah dengan cara
diperhalus.
C. Gerak Simbolikadalah gerak yang hanya sebagai simbol,gerak tidak wantah yang
sudah di stilir.

Menurut sifatnya gerak dapat dapat di bagi menjadi empat,yaitu :

A. Gerak Lemahadalah gerak yang dilakukan dengan tidak menggunakan kekuatan


otot.
B. Gerak tegangadalah gerak yang dilakukan dengan menggunakan otot-otot atau
kekuatan.
C. Gerak lembutadalah gerak yang dilakukan oleh sesorang yang gerak-gerakannya
mengalir.
D. Gerak kasaradalah gerak-gerak yang dilakukan oleh sesorang dengan
menggunakan otot-otot yang kuat.seperti hentakan-hentakan kakiyang dilakukan
dengan kecepatan tinggi.

8. UNSUR-UNSUR KAIDAH SENI TARI


A. Wiraga adalah kemampuan peragaan ,penguasaan kelenturan teknik tenaga gerak dan
ungkapan gerak yang jelas.
B. Wirama adalah pengaturan tempo dan ritmeyang erat sekali hubungannya dengan
irama.
C. Wirasa adalah aspek yang bersifat rohaniah yang mendukung keseluruhan tarian yang
dibawakan penari.

9. CONTOH TARI TRADISIONAL

1. Tari-tarian Daerah Istimewa Aceh


Tari Seudati, berasal dari Arab dengan latar belakang agama Islam. Sebuah tarian
dinamis penuh keseimbangan dengan suasana keagamaan. Tarian ini sangat disenangi
dan terkenal di daerah Aceh.Tari Saman Meuseukat, di lakukan dalam posisi duduk
berbanjar dengan irama yang dinamis. Suatu tari dengan syair penuh ajaran
kebajikan, terutama ajaran agama Islam.
2. Tari-tarian Daerah Bali
Tari legong, merupakan tarian yang berlatar belakang kisah cuinta Raja dari
lasem. Diberikan secara dinamis dan memikat hati.Tari Kecak, sebuah tari
berdasarkan cerita dan Kitab Ramayana yang mengisahken tentang bala tentara
monyet dari Hanuman dari Sugriwa.
3. Tarian-tarian daerah Jawa Barat
Tari Topeng Kuncaran, merupakan sebuah tarian yang mengisahkan dendam
kesumat seorang raja karena cintanya ditolak.Tari Merak, sebuah tari yang
mengisahkan kehidupan burung merak yang serba indah dan memukau.
4. Tari-tarian Daerah Bengkulu
Tari Andun, dari Bengkulu Selatan ini merupakan sebuah tarian guna menyambut
para tamu yang dihormati.Tari Bidadari Teminang Anak, tarian ini dapat pula
diartikan bidadari meminang anak. Tarian adat ini berasal dari Rejang Lebong.
5. Tari-tarian Daerah DKI Jakarta
Tari Topeng, merupakan sebuah tari tradisional Betawi dalam menyambut tamu
agung.Tari Yopong, adalah tari persembahan untuk menghormati tamu negara.
6. Tari-tarian Daerah Jambi
Tari Sekapur Sirih, merupakan tari persembahan. Tari adat jambi ini hanyak
persamaannya dengan tari Melayu.Tari Selampir Delapan, merupakan tari pergaulan
muda-mudi dan sangat digemari di daerah Jambi.
7. Tari-tarian Daerah Jawa Tengah
Tari Serimpi, sebuah tarian keraton pada masa silam dengan suasana lembut,
agung dan menawan.
Tari Blambangan Cakil, mengisahkan perjuangan Srikandi melawan Buto Cakil
(raksasa). Sebuah perlambang penumpasan angkara murka.
8. Tari-tarian Daerah JawaTimur
Tari Remong, sebuah tarian dari Surabaya yang melambangkan jiwa,
kepahlawanan. Ditarikan pada waktu menyambut para tamu.Reog Ponorogo,
merupakan tari daerah Jawa Timur yang menunjukkan keperkasaan, kejantanan dan
kegagahan.
9. Tari-tarian Daerah kalimantan Barat
Tari Monong, merupakan tari penolak penyakit agar si penderita dapat sembuh
kembali penari berlaku seperti dukun dengan jampi-jampi. Tari Zapin Tembung,
Merupakan suatu tari pergaulan dalam masyarakat Kalimantan Barat.
10. Tari-tarian Daerah Katimantan Selatan
Tari Baksa Kembang, merupakan tari selamat datang pada tamu agung dengan
menyampaikan untaian bunga.Tari Radab rahayu, di pertunjukan pada upacara tepung
tawar, sebelum pengantin pria dan wanita di persandingkan.
11. Tari-tarian Daerah Kalimantan tengah
Tari Tambun dan bungai, Merupakan tari yang mengisahkan kepahlawanan
Tambun dan Bungai Dalam mengusir musuh yang akan merampas panen rakyat. Tari
Balean Dadas, Merupakan tarian guna memohon kesembuhan bagi mereka yang
sakit.
12. Tari-tarian Daerah Kalimantan Timur
Tari Gong, di pertunjukan pada upacara penyambutan terhadap tatmu agung.
Dapat pula di pertunjukan sewaktu lahir seorang bayi kepala suku. Tari perang, Tari
yang mempertunjukan dua orang pemuda dalam memperebutkan seorang gadis.
13. Tari-tarian Daerah Lampung.
Tari Jangget, adalah tarian untuk upacar-upacara peradatan. Tarian ini
melambangkan keluhuran budi dan susila rakyat Lampung.
Tari Malinting, merupakan sebuah tari berlatar belakang cerita rakyat Lampung.
Menceritakan tentang kunjungan Sunan Gunung Jati ke Keraton Pulung.
14. Tari-tarian Daerah Maluku
Tari Lenso. merupakan tari pergaulan bagi segenap lapisan rakyat masyarakat
Maluku.
Tari Cakalele, adalah tari Perang Yang melukiskan jiwa kepahlawanan yang
gagah perkasa.
15. Tari-Tarian Daerah Maluku Utara
Tari Perang, Tarian rakyat untuk menyambut para pahlawan yang pualng dari
medan juang.
Tari Nahar Ilaa, tarian pengikat persahabatan pada waktu “panas Pela”
kesepakatan kampung untuk membangun.
16. Tari-tarian Daerah Nusa Tenggara Barat
Tari Mpaa Lenggogo, sebuah tarian guna menyambut Maulid Nahi Muhammad
SAW. Tarian ini juga scring dipertunjukkan pada upacara-upacara perkawinan atau
upacara khitanan keluarga raja.
Tari Batunganga, sebuah tari berlatar belakang cerita rakyat. Mengisahkan
tentang kecintaan rakyat terhadap putri raja yang masuk ke dalam batu. Mereka
memohon agar sang putri dapat keluar dari dalam batu itu.
17. Tari-tarian Daerah Nusa Tenggara Timur
Tari Perang, tari yang menunjukkan sifat-sifat keperkasaan dan kepandaian
mempermainkan senjata. Senjata yang dipakai berupa cambuk dan perisai.
Tari Gareng Lameng, dipertunjukkan pada upacara khitanan. Tari ini berupa
ucapan selamat serta mohon berkat kepada Tuhan agar yang dikhitan sehat lahir batin
dan sukses dalam hidupnya.

18. Tari-tarian Daerah Papua Barat danTengah


Tari Suanggi, tarian yang mengisahkan seorang suami ditinggal mati istrinya yang
menjadi korban angi-angi (jejadian).
Tari Perang, tari yang melambangkan kepahlawanan, dan kegagahan rakyat
Papua.
19. Tari-tarian Daerah Riau
Tari Tandak, merupakan tari pergaulan yang sangat di gemari di daerah Riau.
Tori Joged Lambak, adalah tari pergaulan muda-mudi, yang sangat populer dan
disenangi.
20. Tari-tarian Daerah Sulawesi Selatan
Kipas, tari yang mempertunjukkan kemahiran para gadis dalam memainkan kipas
samhil mengikuti alunan lagu.
Bosara, merupakan tarian untuk menyambut para tamu terhormat. Gerakan-
gerakan badannya sangat luwes.
21. Tari-tarian Daerah Sulawesi Tengah
Tari Lumense, tari dari Poso yang merupakan tarian selamat dating untuk
menyambut tamu agung.
Tari Peule Cinde, termasuk pula tarian untuk menyambut tamu agung. Puncak
acaranya adalah dengan menaburkan bunga bagi para tamu.
22. Tari-tarian Daerah Sulawesi Tenggara
Tari Balumpa, merupakan tari selamat datang dalarn menyambut tamu agung.
Tari rakyat ini berasal dari Buton.
Tari Dinggu, melambangkan sifat kegotong royongan dalam kerja bersama
sewaktu menumbuk padi. Sentuhan alu pada lesung merupakan irama tersendiri yang
menyentuh hati.
23. Tari-tarian Daerah Sulawesi Utara
Tari Maengket, merupakan tari pergaulan yang dilakukan secara berpasang-
pasangan. Menggambarkan suasana kasih sayang dan cumbuan.
Tari Polopalo, adalah tari pergaulan bagi muda-mudi daerah Gorontalo.
24. Tari-tarian Daerah Sumatra Barat
Tari Piring : Sebuah tari tradisional yang melambangkan suasana kegotong
royongan rakyat dalam menunaikan tugasnya. Siang hari mengerjakan sawah ladang
dan malam harinya bersukaria bersama-sama.
Tari Payung : Ditarikan oleh sepasang muda-mudi dengan payung di tangan, sang
pria melindungi kepala sang wanita, sebuah perlamban perlindungan lelaki terhadap
wanita.

25. Tari-tarian Daerah Sumatra Selatan


Tari Tanggal, merupakan sebuah tarian dalam menyambut para tamu disertai
upacara kebesaran adat.
Tari Putri Bekhusek, artinya sang putri yang sedang bermain. Tari ini sangat
populer di Kabupaten Ogan Komering Ulu dan melamhangka kemakmuran daerah
Sumatra Selatan
26. Tari-tarian Daerah Sumatra Utara
Tari Serampang Dua Belas, Sebuah tari Melayu dengan irama joged diiringi
musik dengan pukulan gendang ala Amerika Latin. Serampang dua belas merupakan
tari pergaulan.
Tari Tor Tor, Sebuah tari dari daerah Batak dengan latar belakang falsafah
peradatan dan ditarikan dalam suasana khusuk.
27. Tari-tarian Daerah Istimewa Yogyakarta
Tari Serimpi Sangu Pati, sebuah tarian keraton pada masalalu disertai suara
gamelan dengan gerak tari yang lembut.
Tari Bedaya, merupakan tarian keraton yang di tarikan oleh 9 putri dengan irama
yang lemah gemulai.
28. Tari-tarian Daerah Papua Timur
Tari Selamat Datang, tari yang mempertunjukan kegembiraan hati penduduk
dalam menyambut para tamu yang dihormati.
Tari Musyoh, merupakan tari sakral dalam upaya mengusir arwah orang
meninggal karena kecelakaan.