Anda di halaman 1dari 8

GEOPOLITIK

Oleh
Kelompok III

Maximina Melinda Laiyan


1807341079
Apolonia Monika Tu
1807341060
Bernadeta Murni
1807341074
Editha Yuningsih Hena
1807341071

Program Studi Manajemen


Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Udayana
2019
1.1 Definisi Geopolitik
Geopolitik diartikan sebagai system politik atau peraturan-peraturan dalam wujud kebijaksanaan dan
strategi nasional yang didorong oleh aspirasi nasional geografik (kepentingan yang titik beratnya terletak
pada pertimbangan geografi, wilayah atau territorial dalam arti luas) suatu Negara, yang apabila dilaksanakan
dan berhasil akan dampak langsung atau tidak langsung kepada system politik suatu Negara. Sebaliknya
politik Negara itu secara langsung akan berdampak kepada geografi Negara yang bersangkutan. Geopolitik
bertumpu kepada geografi social (hukum geografi), mengenai situasi, kondisi, atau konstelasi geografi dan
segala sesuatu yang  dianggap relevan dengan karakteristik geografi suatu Negara.

            Dalam hubungan dengan kehidupan manusi dalam suatu Negara dalam hubungannya dengan
lingkunag alam, kehidupn manusia di dunia mempunyai kedudukan sebagai hamba Tuhan Yang Maha Esa
dan sebagai wakil Tuhan (khaifatullah) di bumi yang menerima amanatnya untuk mengelola kekayaan alam.
Sebgaia hamba Tuhan  mempunyai kewajiban untuk beribadah dan menyembaha Tuhan Sang pencipta
dengan penuh ketulusan. Adapun sebagai wakil Tuhan di bumi, manusia di dalam hidupnya berkewajiban
memlihara dan memenafaatkan segenap karunia kekayaan alam dengan sebaik-baiknya untuk kebutuhan
hidupnya. Kedudukan manusia tersebut mencakup tiga segi hubungan, yaitu,: hubungan anatara manusia
dengan Tuhan, hubungan antar manusia, hubungang antara manusia dengan makhluk lainnya. Bangsa
Indonesia sebagai umat manusia religious dengan sendirinya harus dapat berperan sesuai dengan kedukuan
tersebut.

            Manusia dalam melaksanakan tugas dan kegiatan hidupnya bergerak dalam dua bidang, universal
filosofis dan sosila politis. Bidang universal filososfis bersifat transenden dan idealistik, misalnya dalam
bentuk aspirasi bangsa, pedoman hidup dan pandangan hidup bangsa. Aspirasi bangsa ini menjadi dasar
wawasan nasional bangsa Indonesia dalam kaintannya dengan wilayah Nusantara. Sedangkan dalam bidang
social politis bersifat imanen dan realistis yang bersifat lebih nyata dan dapat dirasakan, misalnya aturan
hukum atau perundang-undangan yang berlaku dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sebagai produk
politik. Di Indonesia yang termasuk dalam bidang social politik adalah produk politik yang berupa UUd 1945
dan aturan perundangan lain-nya yang mengatur proses pembangunan nasional.

            Sebagai negara kepualauan dengan masyarakatnya yang berbineka, Negara Indonesia memiliki
unsure-unsur kekuatan dan seklaigus kelemahan. Kekuatannya terletak pada posisi dan keadaan geografi
yang strategis dan kaya sumber daya alam. Sementara kelemahannya terletak apada wujud kepulauan dan
keaneragaman masyarakat yang harus disatukan alam suatu bangsa dan satu tanah air, sebagaimana telah
diperjuangkan oleh para pendiri Negara ini. dorongan kuat untuk mewujudkan persatuan dan kesatuan
Indonesia tercermin pada momentum Sumpah pemuda pada Tahun 1928 . kemudian dilanjutkan dengan
perjuangan kemerdekaan yang puncaknya terjadi pada saat proklamasi Kemerdekaan Indinesia 17 Agustus
1945.
            Penyelenggaraan Negara Repunlik Indonesia sebagai system kehiduoan nasionla bersumber dari dan
bermuara pada landasan ideal pandangan hidup dan konstitusi UUd 1945. Dalam pelaksanannya bangsa
Indonesia tidak bebas dari pengaruh interaksi dan interelasi dengan lingkungan sekitarnya, baik lingkungan,
regional maupun internasional. Dalam hal ini bangsa Indonesia perlu memiliki prinsip-prinsip dasar sebagai
pedoman agar tidak terombang ambing dalam memperjuangkan kepentingan nasional untuk mencapai cita-
cita dan tujuan nasionalnya. Salah satu pedoman bangsa Indonesia adalah wawasan nasional yang berpijak
pada wujud wilayah nusantara, sehingga disebut Wawasan nusantara. Kepentingan nasional yang mendasar
bagi bangsa Indonesia adalah upaya menjamin persatuan dan kesatuan wilayah, bangsa dan segenap aspek
kehiduoan nasionlanya. Karena hanya dengan upaya inilah bangsa dan Negara Indonesia dapat tetap eksis
dan dapat melanjutkan perjuangan menuju masyakrakat yang dicita-citakan.

            Oleh karena itu wawasan nusantara dalah geopolitik Indonesia. Hal ini dipahami berdasarkan
penegrtian bahwa dalam wawsan nusantara terkandung konsepsi geopolitik Indonesia yaitu unsure ruang,
yang kini berkembang tidak saja secara fisik geografis, melainkan dalam pengertian secara keseluruhannya
(Suradinata; Sumiarn: 2005).

2.2 Pelaksanaan Geopolitik di Indonesia

Pertama-tama kita harus memahami terlebih dahulu apa itu "geopolitik" dan "geostrategi"? Lantas dari
definisi tersebut kita bisa memaklumkan atau mengambil kesimpulan dalam hubungannya dengan
pembangunan nasional kita. Geopolitik dapat dpahai sebagai suatu sistem perpolitikan yang mengatur
hubungan antar negara-negara yang letaknya berdekatan. Sistem ini sendiri mutlak dimiliki dan diterapkan
oleh setiap negara dalam melakukan interaksi dengan sesama negara di sekitarnya. Indonesia misalnya
dengan kondisi geografi yang terdiri atas ribuan pulau rentan berkonflik dengan negara tetangga sekitar,
misalnya dengan Malaysia atau Thailand. Oleh sebab itu Indonesia wajib memiliki suatu sistem geopolitik
yang cocok diterapkan dengan kondisi geografinya.
Sedangkan geostrategi dapat dipahami sebagai suatu strategi yang berangkat dari pemahaman atas
pemanfaatan kondisi lingkungan di dalam upaya mewujudkan cita-cita nasional bangsa Indonesia. Sistem ini
berupa komponen strategi dalam memanfaatkan konstelasi geografi negara Indonesia untuk menentukan
kebijakan, tujuan, serta sarana-sarana dalam mencapai tujuan nasional bangsa Indonesia. Dalam hal ini
sistem dari geostrategi nasional Indonesia memberikan pandangan tentang arah bagaimana merancang
strategi pembangunan dalam rangka mewujudkan masa depan yang lebih baik, aman, dan sejahtera.
Indonesia adalah negara dengan banyak pulau. Pulau-pulau tersebut memiliki keragaman potensi yang kaya
da melimpah. Maka paradigma pembangunannya harus mengakomodasi keberadaan dan potensi pulau-ulau
yang ada dari ancaman luar serta memaksimalkan potensinya. Dalam hal ini Sriwijaya dan Majapahit telah
memberikan contoh atau suri-tauladan bagaimana mengatur sistem geopolitik serta geostrategi dengan
memaksimalkan potensi kemaritiman nusantara.
3.3 Wawasan Nusantara
Pengertian Wawasan Nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia terhadap diri dan bentuk
geografinya berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dengan menghargai dan mengutamakan kebhinekaan
dalam mencapai tujuan nasional. Wawasan nusantara memiliki dasar hukum yang diterima sebagai konsepsi
politik kewarganegaraan yang tercantum dalam:

 Tap MPR. No. IV/MPR/1973 pada tanggal 22 maret 1973


 Tap MPR. No IV/1978/22/Maret/1978/ tentang GBHN
 Tap MPR. No. II/MPR/1983/12/Maret/1983
Berikut ini adalah pengertian wawasan nusantara menurut para ahli:
1. Prof. Wan Usman : Menurut Prof. Wan Usman, pengertian Wawasan Nusantara adalah cara pandang
bangsa Indonesia mengenai diri dan tanah airnya sebagai Negara kepulauan dengan semua aspek
kehidupan yang beragam.
2. Samsul Wahidin : Menurut Samsul Wahidin, pengertian wawasan nusantara adalah cara pandang,
cara memahami, cara menghayati, cara bersikap, bertindak, berpikir dan bertingkah laku bagi Bangsa
Indonesia sebagai hasil interaksi proses-proses psikologis, sosiokultural dalam arti yang luas dengan
aspek-aspek asta grata.
3.2 Fungsi Wawasan Nusantara
Fungsi wawasan nusantara dapat dikelompokkan dalam 4 kategori, yaitu:
1. Sebagai Wawasan Pembangunan : Wawasan nusantara memiliki fungsi dalam pembangunan Indonesia.
Beberapa unsur di dalamnya termasuk sosial politik, kesatuan politik, pertahanan dan keamanan negara, serta
ekonomi dan sosial ekonomi.
2. Sebagai Konsep Ketahanan Nasional : Pemahaman mengenai wawasan nusantara berfungsi sebagai
konsep ketahanan sosial yang memegang peranan penting dalam perencanaan pembangunan, kewilayahan,
dan pertahanan keamanan nasional.
3. Sebagai Wawasan Pertahanan dan Keamanan : Wawasan nusantara juga berfungsi sebagai pertahanan dan
keamanan nasional yang mengarah pada pandangan geopolitik Negara Indonesia. Pandangan ini meliputi
tanah air dan segenap wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
4. Sebagai Wawasan Kewilayahan : Wawasan nusantara berfungsi dalam pemahaman mengenai wawasan
kewilayahan Indonesia, termasuk batas wilayah Indonesia untuk menghindari terjadinya potensi sengketa
dengan negara lain.
3.3 Tujuan Wawasan Nusantara
Setelah memahami pengertian wawasan nusantara dan fungsinya, tentunya kita juga ingin mengetahui apa
tujuannya. Secara umum, tujuan wawasan nusantara adalah untuk mewujudkan rasa cinta tanah air
(nasionalisme) dari semua aspek kehidupan masyarakat Indonesia.
Tujuan tersebut dinyatakan dengan tindakan dan perilaku masyarakat Indonesia yang lebih
mengutamakan kepentingan nasional daripada kepentingan pribadi, kelompok dan golongan, suku bangsa
atau daerah, dan agama.
3.4 Latar Belakang dan Aspek Wawasan Nusantara
1. Aspek Falsafah Pancasila : Pancasila adalah dasar negara Indonesia. Di dalam Pancasila terdapat nilai-
nilai yang menjadi acuan dari wawasan nusantara, diantaranya. Hak asasi manusia, salah satunya adalah
kebebeasan bagi masyarakat untuk memeluk dan menjalankan ibadah sesuai kepercayaannya.
Mementingkan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi atau kelompok. Melakukan musyawarah
untuk mencapai mufakat.
2. Aspek Kewilayahan Nusantara : Letak geografis Indonesia merupakan aspek kewilayahan nusantara yang
sangat erat kaitannya dengan kekayaan sumber daya alam, suku bangsa, dan keragaman budaya yang ada
di Indonesia.
3. Aspek Sejarah Indonesia : Terbentuknya Negara Kesatuan Indonesia telah melalui proses yang cukup
panjang dan pahit. Rakyat Indonesia tentunya tidak ingin pengalaman sejarah tersebut terulang kembali
dan mengakibatkan perpecahan. Dengan begitu, kemerdekaan yang telah dimiliki saat ini harus
dipertahankan dan seluruh masyarakat harus menjaga wilayahnya.
4. Aspek Sosial Budaya : Indonesia memiliki ratusan suku bangsa dengan ragam budaya, bahasa, adat
istiadat, dan agama yang berbeda-beda. Kebhinekaan ini berpotensi menyebabkan terjadinya konflik
dalam interaksi bermasyarakat. Itulah sebabnya mengapa masyarakat harus memahami pengertian
wawasan nusantara dan menjadikannya sebagai pedoman dalam hubungan interaksi dalam masyarakat.
3.5 Hakikat Wawasan Nusantara
Dalam hal ini hakikat wawasan nusantara adalah keutuhan nusantara dalam arti cara pandang yang selalu
menyeluruh dalam ruang lingkup nusantara demi kepentingan bangsa dan negara. Seluruh masyarakat
Indonesia, baik pejabat pemerintah dan warga, harus berpikir, bersikap, dan bertindak untuk kepentingan
bangsa dan negara Indonesia. Semua produk yang dibuat oleh lembaga negara berada dalam ruang lingkup
dan kepentingan Indonesia tanpa mengesampingkan kepentingan wilayah, golongan, dan individu.
3.6 Implementasi Wawasan Nusantara
Berikut ini adalah implementasi wawasan nusantara:
1. Bidang Politik : Impelementasi wawasan nusantara di bidang politik diantaranya adalah pelaksanaan
kehidupan berpolitik (baca: pengertian politik) di Indonesia telah diatur dalam Undang-Undang,
misalnya UU Partai Politik, UU PEMILU, dan lainnya. Contoh implementasi wawasan nusantara di
bidang politik yaitu pelaksanaan PEMILU yang menjalankan demokrasi dan keadilan. Hukum yang
berlaku di Indonesia merupakan pedoman dalam pelaksanaan kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
Menjaga dan mengembangkan sikap plurarisme dan HAM untuk mempersatukan keberagaman di
Indonesia. Menjalankan komitmen politik pada lembaga pemerintahan dan partai politik dalam
meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa. Keikutsertaan Indonesia dalam politik luar negeri, serta
memperkuat korps diplomatik untuk menjaga seluruh wilayah Indonesia.
2. Bidang Ekonomi : Impelementasi wawasan nusantara di bidang ekonomi diantaranya adalah orientasi
bidang ekonomi ini adalah pada sektor pemerintahan, industri, dan pertanian. Pembangunan ekonomi
yang seimbang dan adil di setiap daerah Indonesia sehingga tidak terjadi kemiskinan (baca: pengertian
kemiskinan) di daerah tertentu. Otonomi daerah diharapkan dapat menciptakan berbagai upaya keadilan
ekonomi tersebut. Partisipasi seluruh masyarakat Indonesia sangat berarti bagi pembangunan ekonomi.
Hal ini dapat didukung dengan pemberian fasilitas kredit mikro untuk mengembangka usaha kecil.
3. Bidang Sosial : Impelementasi wawasan nusantara di bidang ekonomi diantaranya adalah upaya
pelestarian dan pengembangan budaya Indonesia serta menjadikan budaya tersebut sebagai tujuan wisata
yang memberikan sumber penghasilan daerah atau nasional. Menjaga keberagaman Indonesia, baik segi
budaya, bahasa, dan status sosial, serta mengembangkan keserasian dalam kehidupan bermasyarakat.
4. Bidang Pertahanan dan Keamanan : Impelementasi wawasan nusantara di bidang pertahanan dan
keamanan adalah meningkatkan kedisiplinan diri, memelihara lingkungan sekitar, dan melaporkan
berbagai hal yang mengganggu keamanan kepada aparat yang berwenang. Meningkatkan rasa persatuan
dan solidaritas dalam diri anggota masyarakat, baik yang di dalam satu daerah maupun yang berbeda
daerah. Membangun sarana dan prasarana bagi kegiatan pengamanan wilayah Indonesia. Contoh
Wawasan Nusantara, Penerapan nyata wawasan nusantara dapat dilakukan melalui cara berpikir, sikap,
ucapan, dan lain-lain.
Berikut ini adalah beberapa contoh implementasi wawasan nusantara di masyarakat: Menjadikan falsafah
Pancasila sebagai pedoman hidup bernegara dan bermasyarakat. Hal ini dapat dilakukan dengan tindakan
nyata sehari-hari yang mencerminkan nilai-nilai religius, kekeluargaan, dan menjaga persatuan sesuai dengan
Pancasila.Sikap cinta tanah air yang diwujudkan dengan sikap yang lebih mengutamakan kepentingan bangsa
dan negara di atas kepentingan pribadi, golongan, dan agama. Mewujudkan pembangunan bangsa dengan
tindakan nyata dan prestasi. Misalnya, bagi seorang atlit maka ia dapat menunjukkan rasa cinta tanah air
dengan berprestasi di bidang olah raga.

4.1 Tri Gatra


Trigatra adalah aspek-aspek suatu negara yang memang sudah melekat pada negara itu dan tidak pernah
sama spesifikasinya untuk setiap negara. Trigatra mengandung unsur-unsur alamiah yang bersifat relatif tetap
atau statis.
Aspek-aspek trigatra meliputi :
Geografi : suatu negara adalah segala sesuatu pada permukaan bumi yang dapat dibedakan antara hasil proses
alam dan hasil ulah manusia, dan memberikan gambaran tentang karakteristik wilayah kedalam maupun
keluar.
Kekayaan alam : adalah segala sumber dan potensi alam yang terdapat di bumi, dilaut, dan di udara dalam
wilayah suatu negara.
Kependudukan : adalah manusia yang mendiami suatu wilayah negara. Manusia adalah faktor penentu apa
yang dilakukan atau tidak dilakukan disuatu negara.
Pancagatra : adalah aspek-aspek kehidupan nasional yang menyangkut kehidupan dan pergaulan hidup
manusia dalam bermasyarakat dan bernegara dengan ikatan-ikatan, aturan-aturan dan norma-norma tertentu.
Aspek-aspek pancagatra meliputi :

1. Ideologi : adalah serangkaian nilai yang tersusun secara sistematis dan merupakan kebulatan ajaran
atau doktrin yang dijadikan dasar serta member arah dan tujuan yang ingin dicapai di dalam
kelangsungan hidup bangsa dan negara.
2. Politik : iartikan sebagai asas, haluan dan kebijaksanaan yang digunakan untuk mencapai tujuan, dan
oleh kekuasaan karena itu masalah politik selalu dihubungkan dengan masalah kekuasaan dalam
suatu negara yang berada di tangan pemerintah.Pemerintah akan menentukan sistem politik yang
tepat untuk dilaksanakan dalam rangka mencapai tujuan nasionalnya.
3. Ekonomi : yang dijalankan oleh suatu Negara merupakan kekuatan nasional Negara yang
bersangkutan terlebih di era global sekarang ini. Bidang ekonomi berperan langsung dalam upaya
pemberian dan distribusi kebutuhan warga Negara.
4. Sosial Budaya : Unsur budaya di masyarakat juga menentukan kekuatan nasional suatu Negara. Hal-
hal yang dialami sebuah bangsa yang homogen tentu saja akan berbeda dengan yang dihadapi bangsa
yang heterogen (plural) dari segi sosial budaya masyarakatnya.
5. Pertahanan Keamanan (Hankam) : adalah upaya rakyat semesta dengan angkatan bersenjata
TNI/POLRI sebagai intinya mempertahankan dan mengamankan bangsa dan Negara serta hasil
perjuangannya. Pertahanan keamanan adalah merupakan salah satu fungsi pemerintahan dalam
menegakkan ketahanan nasional dengan tujuan untuk mencapai keamanan bangsa dan Negara serta
hasil perjuangannya.

5.1 Tantangan Dalam Mewujudkan Geopolitik di Indonesia


Kondisi geografis suatu Negara atau wilayah menjadi sangat penting dan menjadi pertimbangan pokok
berbagai kebijakan, termasuk juga dalam merumuskan kebijakan keamanan nasional (national security) atau
keamanan manusia (human security). Berbagai bencana alam yang terjadi seperti angin puting beliung,
gempa bumi, tsunami adalah beberapa ancaman terhadap manusia yang sebagian besar diantaranya
ditentukan oleh kondisi geografis.
a. Implikasi dari pembangunan geopolitik Indonesia masih terjadi berbagai kekuranagan antara laian
sebagai berikut:
 Kurangnya rasa kesadaran bangsa Indonesia terhadap negaranya sebagai Negara kepulauan
yang berciri nusantara.
 Belum tumbuh dan berkembangnya pemahaman dan rasa bangga terhadap realita “Indonesia
sebagai Negara kepulauan.”
 Banyak proyek pembangunan infrastruktur dan industry yang tidak memperhatikan tat ruang
dan daya dukung lingkungan.
 Banyaknya sejumlah kasusu bencana alam yang disebabkan oleh faktor lingkungan dan
human error.
 Banyaknya pengangguran yang disebabkan pertumbuhan ekonomi yang tidak merata.
b. Permasalahan yang dihadapi
 Kurangnya perhatian terhadap aspek geografi dalam menentukan kebijakan.
 Masih lemahnya impementasi peraturan perundang-undangan.
 Menurunnya rasa nasionalisme.
 Kualitas SDM masih rendah .
perkembangan lingkungan strategis sangat berpengaruh baik secara langsung maupun tidak langsung
terhadap geopolitik di Indonesia.
Tantangan Indonesia dalam mewujudkan geopolitik di Indonesia antara lain:
1. Letak geografis antara samudra pasifik dengan samudra hindia dan benua asia dan Australia
sehingga sering dilewati pelayaran internasional.
2. Struktur negeri yang berbentuk kepuluan dengan panjang pantai lebih dari 80.000 km terpanjang
di dunia yang tersebar secara tidak teratur dan di diami pendududuk secara tidak merata bahkan
masih banyak pulau-pulau yang tak berpenduduk.
3. Isu globalisasi tentang demokrasi HAM, liberalisasi ekoomi dan informasi teknologi menjadi
ancaman di daerah perbatasan.
4. Masih ada batas laut Negara yang telah dirundingkan dan disepakati secara bilateral tapi belum
ada pengakuan internasional belum di depositkan di PBB.

Datanya terbaru yaitu:


1. Kehancuran sebagian terumbu karang dan hanya menyisahkan sekitar 28%,
2. Rawa pantai, hutan mangrove dari 4 juta hektar telah menyusut menjai sekitar 2 juta hektar.
3. Pencurian ikan oleh orang asing dengan kerugian sekitar ½ miliar dolar sampai 4 miliar dolar per
tahun.