Anda di halaman 1dari 2

Nama : Rahmat Hidayat

Nim : 171411707

Landasan dan Hikmah Dibalik Wabah Corona Menurut Persefektif Religiusitas

Saat ini dunia sedang di gemparkan dengan wabah penyakit Covid-19 yang
dimana lebih di kenal dengan Corona virus yang berasal dari wuhan, China.
Penyebaran Covid-19 terbilang sangat cepat sehingga dalam kurun waktu singkat
virus tersebut sudah memasuki beberapa negara yang termasuk disini adalah
Indonesia. Covid-19 saat ini sudah lumayan memakan korban, sehingga membuat
penduduk di muka bumi panik akan cepatnya penyebaran tersebut. Covid-19
menyerang saluran pernafasan manusia.

Setalah Presiden Jokowi mengumumkan Covid-19 sudah masuk ke Indonesia,


dan pada saat itu pasien dinyatakan positif terkena Covid-19, seluruh penduduk
Indonesia panik dan berbondong bondong untuk menyetok segala kebutuhan sehari-
hari dan karena takut tidak berani berinteraksi dengan dunia luar. Dampak tersebut
menyebabkan beberapa kegiatan yang biasa dilakukan terganggu, contohnya dalam
beribadah salah satunya pada umat muslim yang mendominasi Negara Indonesia yang
dimana biasanya pada saat azan seluruh umat muslim berbondong bondong untuk
pergi beribadah ke Masjid secara berjamaah, namun setelah penyebaran Covid-19
yang sangat cepat menyebabkan kegiatan ibadah sholat berjamaah di Masjid seperti
biasanya sudah tidak sebanyak pada saat belum adanya penyebaran huru-hara Covid-
19. Bahkan saat ini di daerah dunia bagian timur tengah,, khususnya di Masjidil
Haram di Makkah yang biasanya ramai dengan banyaknya umat muslim beribadah
dan ribuan juta para peziarah kini sudah menurun drastis.

Bagi beberapa umat muslim, yang terpenting adalah memfokuskan diri pada
perubahan kebiasaan sehari-hari. Contohnya, ketika negara Afrika Selatan
menghadapi Covid-19, pemuka agama disana memanfaatkan sholat jum’at untuk
memberi nasihat kepada jama’ah untuk ikut serta melakulan pencegahan.
Mohammaed Allie dari BBC Afrika mengatakan bahaya umat di masjidnya
disarankan untuk tidak berjabat tangan atau berpelukan sesuai beribadah seperti
biasanya agar tidak terjadinya penyebaran virus.