Anda di halaman 1dari 4

Pembelajaran Sejarah Dengan Model On

Board Picture Stories (+3)

Salah satu upaya untuk mengaktifkan siswa dalam pembelajaran sejarah  adalah dengan
menggunakan model On Board  Picture Stories  ( cerita bergambar di atas papan tulis– terjemahan
bebasnya). Model ini adalah mengoptimalkan peran siswa sebagai individu dalam kelompok diskusi
lewat media gambar atau visual. Seperti yang saya terapkan saat pembelajaran sejarah
materi Kebudayaan Manusia Purba di Indonesia di kelas X.10 MAN 1 Surakarta.

Bagaimana Pelaksanaannya ?

 Membentuk 6 kelompok ( setiap kelompok 5 – 6 siswa) atau sesuai jumlah siswa masing-
masing.

 Setiap kelompok mempersiapkan bahan-bahan seperti buku referensi, atlas, spidol warna,
kertas warna, gunting, lem, dan lain-lain
 Setiap kelompok menggambar peta Indonesia di kertas karton kemudian mengguntingkan
lambang tertentu dengan kertas warna kemudian ditempel di daerah atau tempat penemuan budaya
prasejarah dengan diberikan penjelasan

 Setiap kelompok mendeskripsikan gambar peta berdasarkan buku referensi, atlas kemudian
membuat deskripsi utuh mengenai sub pokok bahasan tersebut
 Pembagian kelompok dan materi adalah sebagai berikut :

             a) Kelompok satu terdiri atas : Al Fatih Karim, M. Imamuddin, Wildan, Siti Mulyani, Ulfa Intan,
dan  Wulandika

                membahas Peta Penemuan Manusia Purba di Jawa

            b) Kelompok dua terdiri atas : Arif Hidayat, M. Kalifaksi, Yusuf Qordhowi, Suci Kusuma
Wardana, Ully  Amrina,
                dan Zakia Salsabila

                 membahas Peta Penemuan Budaya Jaman Paleolitikum


c) Kelompok tiga terdiri atas : Danny Al Fitri, Ridwan Amin, Rihana

                  Kholidatul Azima, Tesa Nur Laili,  Wahyu Nur Rohmah, dan Wiwik Adha Rini

                 membahas Peta Penemuan Budaya Jaman Mesolitikum


d) Kelompok empat terdiri atas : Dhimas Prakoso, Sandi Diyan Karisma, Rita Yuliati, Titin Fitri
Wulandari, Wakhidatun Al Fath,

                 dan  Wiwin Setyorini

                 membahas Peta Penemuan Budaya Jaman Neolitikum


e) Kelompok lima terdiri atas : Dimas Putra Mahardika, Teguh Yulianto, Sekar Tanjung Charomah, Tri
Hastuti,

                 dan Wanda Lia Nurita

                 membahas Peta Penemuan Budaya Jaman Megalitikum


f) Kelompok enam terdiri atas : Muhammad Ihsan, Tri Hantoro Wasis, Sinta Fitriana Dewi, Tria
wulandari

                 dan Wardatul ‘Aini Ghonifyati

                membahas Peta Penemuan Budaya Jaman Logam

Setiap kelompok mempresentasikan di depan kelas hasil kerja kelompoknya dengan dua perwakilan
siswa untuk memaparkan data temuanya dengan menempelkan karton peta Indonesia di papan tulis
dengan menempelkan simbol berwarna dalam bentuk-bentuk tertentu (sesuai kreasi kelompok) untuk
menunjukkan titik-titik penemuan kebudayaan.

Dengan model ini siswa dapat terlibat secara aktif dalam pembelajaran dan yang lebih penting
mereka akan kreatif, khususnya saat membuat peta yang akan dipresentasikan. Dengan model ini pula
siswa tidak menjadi jenuh atau mengantuk, karena mereka semua terlibat secara aktif dalam aktivitas
diskusi. Semoga pengalaman ini bisa bermanfaat bagi rekan-rekan guru yang lain.
Berikut foto kegiatan pembelajaran yang saya laksanakan:
87 total views, 2 views today

salah satu cara paling mudah ‘melibatkan’ siswa dalam pembelajaran adalah dengan menambahkan
nuansa bermain. Salut!

BotaksaktiKomentar pada May 2, 2013 10:51 am

1.
Yang penting “Guru mengajar dan siswa Belajar”Salam

tutuk jatmikoKomentar pada September 21, 2013 12:16 am

2.

Nah, ini namanya proses pembelajaran, bukan kegiatan belajar mengajar.

Pak SukaniKomentar pada September 21, 2013 7:50 am

3.

Terimakasih pak rusdi mustapa, s.pd atas sharingnya. Menarik sekali pak! Mengaktifkan belajar siswa.

Salam hormat,

Pak Sukani