Anda di halaman 1dari 28

BAGIAN 1 Teori Bangunan Kapal

BUILDING BERTH DAN PABRIK BAJA


1. Galangan kapal
Galangan kapal adalah sebuah tempat yang dirancang untuk memperbaiki dan membuat kapal. Kapal-kapal
ini dapat berupa kapal pesiar/yacht, armada militer, cruise line, pesawat barang atau penumpang.
Negara-negara dengan kemampuan membangun industri pembuatan kapal besar termasuk Korea Selatan,
Jepang, dan Republik Rakyat Cina. Industri pembuatan kapal di Eropa lebih terpecah dibanding dengan di Asia.
Dalam negara-negara Eropa ada lebih banyak perusahaan kecil, dibanding dengan pembuat kapal di Asia yang
lebih sedikit namun besar.
Kebanyakan pembuat kapal di Amerika Serikat dimiliki pribadi, dengan yang terbesar adalah Northrop
Grumman sebuah kontraktor pertahanan multi-miliar dolar.
Sebuah lokasi galangan kapal besar akan berisi banyak crane, dok kering, slipway, gudang bebas-debu, fasilitas
pengecatan dan tempat yang sangat luas untuk fabrikasi kapal-kapal tersebut.
Setelah tidak layak digunakan, kapal tersebut akan melakukan perjalanan terakhir ke galangan penghancuran
kapal, seringkali di sebuah pantai di Asia Selatan. Dahulu pemecahan kapal dilaksanakan di dok kering di
negara maju, tetapi gaji tinggi dan peraturan lingkungan telah mengakibatkan pergerakan industri ini ke
wilayah yang sedang berkembang.
Galangan kapal terkenal
 Devonport Dockyard [1] [2], terletak di kota Plymouth, Inggris di county Devon merupakan
pangkalan angkatan laut terbesar di Eropa barat.
 Northrop Grumman Newport News - Amerika Serikat
 Mitsui Engineering & Shipbuilding Co., Ltd. - (Tamano, Jepang)
 Niigata Shipbuilding & Repair, Inc. - (Niigata, Jepang)
 Sasebo Heavy Industries Co., Ltd - (Sasebo, Jepang)
 Uwajima Shipyard - (Uwajima, Jepang)
 Hyundai Heavy Industries Co., Ltd.) - (Korea Selatan)
 PT Surya Prima Bahtera Heavy Industries – (Batam, Indonesia)
 [PT Galangan Mercusuar] – (Batam, Indonesia)
Galangan Kapal di Indonesia
 PT Surya Prima Bahtera Heavy Industries – Batam
 Landing Craft, Oil Tanker, Tug Boat, Barge of RATSON Shipyard Indonesia Galangan Kapal di
Kalimantan
 PT PAL Indonesia – Surabaya
 PT Dok dan Perkapalan Surabaya – Surabaya
 PT Jasa Marina Indah – Jakarta
 PT Inggom Shipyard – Jakarta
 PT Daya Radar Utama – Jakarta
 PT Dok Koja Bahari – Jakarta
 PT IKI – Makassar
 PT SARANA BAHTERA SHIPYARD – Tegal
 PT BATIMENT DWI JAYA - Batam
1
Contoh Industri Galangan :

Galangan kapal PT Pal Surabaya

Layout galangan kapal ( Shipyard )

2. BUILDING BERTH
Pengedokan Kapal
Pengedokan Adalah suatu proses memindahkan kapal dari air/laut ke atas dock dengan bantuan
fasilitas pengedokan. Untuk melakukan pengedokan kapal ini, harus dilakukan persiapan yang matang dan
berhati-hati mengingat spesifikasi bentuk kapal yang khusus dan berbeda-beda setiap kapal.Biro Klasifikasi
Indonesia dan syah Bandar menentukan periode-periode pengedokan kapal(perbaiakan kapal diatas dok),
yang kesemuanya tergantung dari umur kapal, jenis bahan yang dipakai sebagi badan kapal, keadaan/
kebutuhan kapal.

2
Jenis-jenis Dock yang umum adalah sebagai berikut :
Untuk keperluan membersihkan badan kapal dibawah garis air, memeriksa kerusakan-kerusakan,
memperbaiki kerusakan-kerusakan  serta mencat badan kapal dibawah garis air maka dapat digunakan
beberapa jenis dok yaitu :
a)      Dok Kolam (Graving Dock/Dry Dock)
b)      Dok Apung (Floating Dock)
c)       Dok Tarik (Slipway Dock)
d)      Dok Angkat (Syncrholift)
Untuk lebih jelasanya akan saya bahas dalam keterangan dibawah ini

Dok Kolam (GRAVING DOCK/DRY DOCK).

Gambar : Graving Dock


Graving Dock yaitu suatu fasilitas pengedokan kapal yang berbentuk meyerupai Kolam yang terletak di
tepi pantai. Pada graving dock mempunyai beberpa elemen atau bagian yang penting diantaranya adalah:
pintu penutup ( yang berhubungan dengan perairan pantai), pompa-pompa pengering, mesin
gulung(cupstand), tangga-tangga ( untuk naik turun keadasar dan atas kolam, crane ( untuk transportasi) dll.
 Dimana umumnya dinding-dinding sisi dan belakang terdiri dari bangunan beton bertulang, Dasar dari
kolam ini terdiri dari beton bertulang yang telah dipancang paku-
paku bumi (concrete pile) sedangkan pintu penutupnya terbuat dari pelat baja yang konstruksinya
dibuat sedemikian rupa, sehingga pintu tersebut dapat mengapung, dimana pintu penutup ini dilengkapi
tangki-tangki ballast yang digunakan untuk menenggelamkan dan mengapungkan pada waktu
pengoperasiannya serta dilengkapi dengan katup-katup (valves) dan pompa-pompa. Pada bagian bibir pintu
yang bersinggungan dengan bibir kolam (graving dock) diberi packing dari karet untuk memperoleh kekedapan
pada waktu air dalam kolam kosong.
Sebelum kapal dimasukan kedalam graving dock, maka graving dock diisi  diisi dengan air dengan cara
membuka katup, setelah permukaan air didalam graving dock sama dengan permukaan air perairan, maka
pintu (gate) dibuka atau digeser dan kapal dimasukkan kedalam graving dock. Kapal diatur setelah dalam
kedudukan yang direncanakan, pintu ditutup lagi dan air didalam graving dock dipompa keluar yang
sebelumnya katup pemasukannya ditutup . waktu pemompaan  (jumping time) tergantung dari jumlah dan
kapasitas pompa serta jumlah air yang masuk kedalam graving dock. Setelah graving dock dipompa kering,
kekedapan air dari pintu dock tidak sepenuhnya kedap. Kemungkinan masih masuknya air kedalam dock
dialirkan pada got dan selang beberapa waktu dapat dipompa keluar dengan pompa khusus.
Keuntungan secara umum dari Graving Dock  adalah sebagai berikut :
· Aman

3
Lebih aman untuk pengedokan kapal disbanding peralatan pengedokan lainnya misalnya floating
dock. Sebab graving dock suatu bangunan yang tetap sedangkan floating dock adalah bangunan yang
terapung.
· Umur pakainya lama
Umur daya pemakaiannya tinggi dan lama dibandingkan peralatan pengedokan lainnya.
· Perawatan cukup rendah
· Bisa dipakai untuk pembangunan kapal baru
Dengan merubah atau memperluas dinding samping dan belakang maka graving dock dapat dirubah
menjadi launching dock, yang dapat digunakan tidak saja untuk reparasi tetapi bangunan baru
dengan menggunakan metode arus posisi (positional flow method far new building ship).  Kerugian
secara umum dari Graving Dock  adalah sebagai berikut :
· Biaya pembangunannya cukup besar atau mahal.
· Waktu pebuatannya lama
· Permanen/tidak bisa dipindah
· Lokasi/tempat amat berpengaruh
1.1.2 Dok Apung ( FLOATING DOCK )

Gambar : Floating Dock

Floating Dock adalah suatu bangunan konstruksi dilaut  yang digunakan untuk Pengedockan kapal
dengan cara menggelamkan dan mengapungkan dalam arah vertikal. Konstruksi floating dock ini umumnya
terbuat dari baja dan plat, dimana sumber Listrik
penyuplinya dapat digolongkan menjadi dua yaitu : suplai listrik dari darat  atau dari floatingnya
sendiri. Salah satu hal yang paling tampak dari floating dock ini adalah kemampuannya Untuk mereparasi
pontonya sendiri (self dockijng). Floating dock dilengkapi dengan
Bagian-bagian utama dari Dock Apung adalah sebagai berikut :
· Pompa pengeluaran
· Katup-katup pemasukan
· Jangkar dan rantai jangkar
· Crane pengangkat
Pompa-pompa dan katup-katup serta pipa-pipa induk, dimana untuk pemompaan ini dapat
dikendalikan dari suatu tempat yang disebut control house. Disamping itu karena dok apung merupakan suatu
bangunan yang terapung maka haruslah perlu ada peralatan untuk bertambat agar jangan sampai bergeser
kedudukannya disebabkan oleh arus, ombak, atau angin. Peralatan untuk bertambat ini jelas dengan jangkar
atau rantainya dimana kadang-kadang digunakan juga bangunan beton atau pipa pancang yang ditempatkan
pada dasar perairan sebagai bantuan.
                Selain itu dok juga diperlengkapi peralatan untuk menarik atau menggeser kapal yang akan dinaikkan
serta kran – kran yang diperlukan untuk transportasi pada waktu reparasi. Selanjutnya dok apung dibagi atas :
4
1. Menurut , material badan dok :
a.       Pelat
b.      Beton Bertulang
2. Menurut jumlah seksi :
a.       Satu seksi pontoon
b.      Dua atau lebih seksi pontoon
3. Menurut jumlah side wall :
a.       Dua side wall ( Type U )
b.      Satu side wall ( Type L )
c.       Tanpa side wall ( Type ponton )
4. Menurut sumber tenaga listrik
a.       Sumber tenaga listrik sendiri
b.      Sumber tenaga listrik dari darat
Menurut pemakaian material badan dok dengan pelat baja dibagi lagi atas :
1. Sistem hubungannya
a.       Sistem keeling yang sudah jarang
b.      Sistem Las
2. Sistem rangka konstruksinnya
a.       Sistem rangka konstruksi melintang
b.      Sistem rangka konstruksi memanjang
c.       Sistem rangka konstruksi kombinasi
Sebelum Dok apung yan dibuat dari plat dan beton bertulang untuk pengedokan kapal yang tak begitu
besar dipakai material dok apung dari kayu. Dimana dok apung dari kayu pertama – tama dibuat pada abad
XVII – XVIII dimana pada waktu itu pemakaian kayu jauh lebih murah dari pada material lainnya .
Pemakaian kayu akan lebih elastic dan baik memakan beban pukulan , tetapi mempunyai beberapa
kejelakan diantarannya terpaksa dibangun banyak seksi dok akan sukar mendapatkan kekuatan memanjang
dok yang diperlukan. Oleh karena itu agar dapat dibuat dok apung yang mempunyai sifat- sifat yang baik maka
dibuat dari beton bertulang. Dok apung yang dibuat dari beton bertulang mempunyai beberapa kebaikan
diantarannya :
1. Pemakaian material lebih sedikit sekitar 1/3 dari pemakaian material dok apung dari plat
2. Harganya kurang lebih 25 % lebih kecil disbanding harga dok apung dari plat
3. Tidak akan berkarat dan tak akan diperlukan pengecatan
4. Biaya eksploitasi lebih rendah disbanding dengan dok apung dari plat ( dengan memperhitungkan ,
lebih rendahnya pemeliharaan, biaya perbaiakan dan penggantian ). Berdasarkan penelitian dok apung
dari beton bertulang tak membutuhkan perbaikan besar, tidak seperti dok apung dari plat setiap 20
tahun karat diadakan reparasi besar.

1. Kekuatan serta daya tahannya menunjukkan beberapa ketebalan


Menurut jumlah seksi pontoon tunggal tidak saja dijumpai dok apung plat, lebih – lebih dok apung dari
beton bertulang hanya dibuat dengan seksi pontoon tunggal. Untuk menghindari kejelekan dok apung seksi

5
pontoon tunggal maka dibuat dok apung dengan seksi pontoon jamak ( biasanya tiga, empat, lima , enam atau
lebih pontoon ).
Dengan dibuatkan dok apung seksi pontoon jamak mempunyai beberapa kebaikan disbanding dok
apung seksi tunggal
1. Perbaikan tiap – tiap seksi pontoon dapat dilaksanakan oleh dok apung itu sendiri dengan melepas
seksi pontoon yang hars diperbaiki atau diperbaiki besar, kemudian menaikkan diatas dok apung itu sendiri.
2. Pembuatannya dapat dilaksankan pada galangan ( building berth ) yang panjangnya kurang dengan
panjang keseluruhan dok apung yang selanjutnya disambung satu sama lain diatas air

3. Waktu pembangunan relatip lebih cepat

Tetapi dok apung seksi pontoon jamak kekuatan memanjangnya sepenuhnya ditanggung oleh side wall
, berlainan dok apung pontoon tunggal kekuatan memanjang merupakan keseluruhan pontoon dan side wall

Gambar : Dok apung dengn seksi pontoon tunggal


Keterangan :
1. Pontoon
2. Side wall
3. Geladak kerja
4. Geladak keamanan
5. Geladak atas
6. Balok lumas
7. Balok samping
8. Platform
9. Contol house
10. Ruang pompa
11. Ruang akomodasi
12. Penghubung antara pontoon dan side wall

6
Gambar : Dok apung dengan 6 seksi pontoon
Keterangan :
1. Ponton
2. Side wall
3. Geladak kerja
4. Geladak keamanan
5. Geladak atas
6. Platform
7. Control House
Dok apung dengan dua buah side wall atau wing wall atau biasa disebut type U. Tadi sudah dijelaskan
untuk dok apung dengan seksi pontoon jamak kekeratan memanjangnya ditanggung oleh side wall
sepenuhnya. Oleh karena itu fungsi pontoon adalah menenggelamkan diri dan mengapungkan diri sambil
mengangkat kapal yang dinaikkan dok. Sehingga perlu diperhatikan hubungan antara pontoon dengan side
wall yaitu :
1. Dengan paku keeling
2. Dengan baut pengikat yang kemungkinan dapat :
-          Berderet seperti paku keeling
-          Selang jarak tertentu , sehingga mengurangi jumlahnya.
3. Dengan las

Gambar : Floating Dock  Type L


Dimana untuk menjaga keseimbangan pada sisi wing wall yang berdekatan dengan pantai dihubungkan
semacam engsel. Type ini biasanya digunakan untuk pengedokan kapal yang tak begitu besar dan biasanya
terdiri satu sampai tiga ponton.
Dok apung dengan satu side wall ( Type L ) seperti engsel pengikat dengan daratan. Disamping itu dok
apung masih dibagi menurut sumber tenaga listrik sendiri, yang artinya dok apung itu untuk pemompaan, kran
dll menggunakan listrik yang dihasilkan diisi generator sendiri. Sedang lainnya menggunakan listrik dari darat.
Ciri – ciri yang baik dari dok apung dibanding dengan dok kolam ialah :
7
1. Dok apung dapat dipindahkan kesebarang tempat perairan betapapun jauhnya
2. Biaya pembuatannya ( diukur penjangkaran ) 3 – 4 kali lebih murah disbanding dok kolam
3. Kemampuan dok apung dapat menaikkan kapal dengan kemiringan memanjang dan melintang yang
cukup besar
4. Dok apung dapat menaikkan kapal dengan panjang 15 – 20 % daripada panjang dok apungnya sendiri,
sedangkan dok kolam tidak bisa
Ciri – cirri negatifnya ialah :
1. Umur pemakain lebih rendah disbanding dok kolam
2. Memerlukan dalam perairan yang cukup dalam agar jngan sampai dok apung duduk dilumpur ( dasar
peranan ) pada waktu akan dapat menaikkan kapal
3. Memakai tenaga yang lebih besar disbanding dengan dok kolam

Heling dan Slipway


Heling adalah peralatan ditepi perairan yang digunakan untuk menaikkan kapal untuk diperbaiki , dengan
pertolongan rel tanpa merubah kedudukan kapal. Kecondongan bagian heling dibawah air merupakan tempat
kedudukan untuk kapal. Tergantung dari kedudukan kapal dengan arah rel heling terbagi atas :

1. Heling melintang

2. Heling memanjang

Pada heling melintang bidang memanjang kapal tegak lurus terhadap rel, sedangkan heling memanjang
bidang memanjang kapal sejajar dengan rel. Untuk menaikkan kapal pada heling dengan pertolongan kereta –
kereta ( cradle ) sedangkan untuk menurunkan kembali tetap menggunakan kereta – kereta ini. Untuk
menaikkan kapal terpaksa harus menurunkan kapal yang sudah berada diatas heling, jadi heling ini kurang
begitu effisien. Oleh karena itu untuk membuat effisien kerjanya maka digunakan slipway.

8
                Slipway adalah peralatan ditepi peraiaran yang diguanakan untuk menaikkan kapal yang akan
diperbaiki melalui rel dan pertolongan keret serta dengan beberapa penggeserannnya. Seperti pada heling,
sleepway pun tergantung kdudukan kapal terhadap rel terbagi atas :
1. Slipway melintang
2. Slipway mamanjang
Sehingga dengan satu slipway kita dapat memperbaiki beberapa kapal atau membuat kapal baru.

Gambar : Slipway melintang


Keterangan :
1. Rel Horizontal
2. Derek penggeseran
3. Derek penarikan
4. Rel penarikan
5. Kereta ( cradle )

Gambar : Slipway memanjang


Keterangan :
1. Derek utama ( penarikan )
2. Derek pengeeseran

1.1.4 Syncrolift Drydock

Gambar : Syncrolift Drydock

9
Syncrolift adalah cara pengedokan kapal dengan menggunakan lift. Platform dari syncrolift diturunkan
dengan pertolongan penghantar dan lift dari beberapa mesin Derek listrik kanan dan kiri. Setelah platform
mencapai kedudukan yang tertentu, yang sudah barang tentu telah dipersiapkan balok lunas dan balok
samping yang diperlukan maka kapal dimasukkan . Kemudian platform diangkut sampai pada permukaan.
Penghantar tetap dari platform itu dapat berupa pipa baja atau beton. Jumlah mesin Derek listrik ini minimum
adalah empat, lebih banyak lebih baik.
Untuk mempertinggi efisiensi dari syincrolift ini biasanya digunakan lagi rel penggeser ( transfer system
) baik arah memanjang atau melintang sehingga dapat memperbaiki beberapa kapal atau membuat kapal
baru.

3. PERSIAPAN PENGEDOKAN
·         Proses persiapan kapal
Kapal ditambatkan di Dermaga dan mematikan semua mesin utama kapal.
Menurunkan barang-barang yang tidak dipelukan dalam proses perbaikan kapal,
misalnya drum dan barang lainnya yang mudah bergeser.
Memasukan alat-alat yang menonjol keluar kapal misalnya stabilisato kapal.
Kapal diusahakan tegak tidak dalam posisi miring ataupun nungging.
Kapal yang naik dock diusahakan dalam keadaan free gas demi keselamatan karyawan
dalam proses perbaikan.
Menyediakan tali temali, fender dan peralatan yang lain yang dapat digunakan sewaktu-
waktu.
Menyediakan kapal tunda sebagai pemandu kapal.
Pengosongan tangki, baik tangki bahan bakar, pelumas, ballast dll.
Menyediakan gambar yang dibutuhkan dalam proses pengedokan, seperti
a. General arrangement
b. Midshipman section
c. Lines plan
d. Shell expantion
Memperhatikan posisi waktu gelombang air (pasang/ surut) untuk proses pemasukan
kapal maupun pengeluaran kapal dari dock dengan dibantu kapal bantu dantug boat.

·         Persiapan Docking oleh Pihak Galangan


Sebelum memasukkan kapal perlu kita perhatikan hal-hal sebagai berikut:
Mesin harus mati kecuali mesin winch
Kapal diatur supaya trim yang terjadi adalah trim minimum.
Kapal harus bebas dari muatan berbahaya dan gas
Kesiapan fasilitas sandar (bolder, tali, crew dock dll)
Selain memperhatikan hal-hal tersebut diatas perlu juga dipersiapkan hal-hal sebagai berikut:
a. Pengaturan keel block dan side block, yang mengacu pada docking line plan

10
b. Pada keel block 1 m terdiri dari beton cor setinggi 70cm dan bantalan kayu keras
setinggi 30 cm.
c. Peninggian side block diatur sesuai bentuk gading-gading kapal.
d. Kapal-kapal dengan lebar sama atau lebih dari 16m dibuat side block antara, dimana
jarak antar block maksimal 2 m atau diatur tumpuan maksimal pada
landasangraving tidak lebih.
e. Posisi bottom plug, peralatan elektronik dibawah kulit lambung, sea chest, dan
sepatu kemudi tidak boleh bertumpu pada stop block.
f. Jarak pengaturan lock sebagai berikut:
4 buah keel block terdepan dan 5 buah paling belakang jarak antar stop
blockmasing-masing adalah 50 cm dan diikat masing-masing menjadi 1 unit
agar saat kapal duduk susunan keel block tidak bergeser pada pondasi.
Jarak antara keel block masing-masing 2 m
Jarak antara side block masing-masing 3 m, 3,5 m, 4 m tergantung masing-
masing jarak frame dan besar kapal.
Penempatan side block diletakkan dalam daerah setengah lebar –R bilga
Penempatan side block antara, tergantung posisi side keel pada konstruksi
kapal tersebut.
g. Penempatan keel block, side block dan side block antara diusahakan bertumpu pada
wrang-wrang double bottom, sekat melintang dan memanjang sekat melintang dan
memanjang untuk menghindari deformasi pada plat bottom.
h. h.Penandaan garis, titik, untuk posisi acuan pembentukan kapal.
i. Persiapan tug boat, dock master dan crew dock,batang stut ukuran, tali-temali,
tangga dan lain-lain.
j. Setelah pekerjaan persiapan selesai, kapal dapat dimasukkan, urutan sesuai dengan
proses docking

4. PROSES DOCKING
 Proses pengedockan pada slipway
Pengaturan keel block dan side block pada kereta yang mengacu pada docking lines plan
Membuka pintu slip way dengan cara memompa keluar air yang ada di tangki pintu slipway
Kapal didorong dengan tugboat menuju pintu silway, pada kapal tersebut pada bagian kanan dan
kiri diberi tali untuk mengarahkan kapal supaya pas pada keel block dan side     block yang sudah
dibuat
Setelah itu kapal yang sudah duduk diatas kereta ditarik keatas
Slipway ditutup kembali dan airnya dipompa keluar

Proses pengedockan pada floating dock


Adapun proses pengedokan kapal sendiri dalam floating dock adalah sebagai berikut :
Agar kapal dapat masuk dok, maka dok apung harus ditenggelamkan terlebih dahulu dengan cara
mengisi tangki-tangki ponton pada dok apung, sehingga dok tenggelam. Untuk menurunkan dok

11
apung harus diperhatikan keseimbangan memanjang dan melintang dari dok, dengan cara
mengatur pengisian tangki-tangki kompartemen dok. Untuk menjaga keseimbangan dok, dock
master menggunakan inclinometer.
Kemudian setelah dok tenggelam sesuai dengan kebutuhan sarat kapal, kapal didorong masuk oleh
tug boat secara perlahan.
Kapal ditarik kedalam dock menggunakan tali secara berlahan -  lahan dengan diarahkan oleh dock
master yang apakah bagian tengah kapal sudah sesuai dengan keel block. Dock master dibantu
beberapa orang pada kanan dan kiri floating dock untuk menyesuaikan kapal dengan tumpuannya,
menggunakan capstan.
Setelah dock master memberikan tanda bahwa kapal sudah sesuai dengan tumpuannya dan
terletak di center line, maka kapal akan disangga dengan captan dan kayu di kanan kiri kapal, agar
kapal tidak bergeser.
Setelah posisi dari kapal sesuai, dock master memberikan tanda untuk menahan posisi kapal,
kemudian ada seorang penyelam yang memeriksa apakahpancangan/tumpuan baik-baik saja dan
memeriksa lambung kapal ad yang robek atau tidak
Setelah dinyatakan sesuai, air pada tangki-tangki dok dipompakan keluar, sehingga dok
mengapung. Posisi dari kapal maupun dok harus tetap dipertahankan agar tumpuannya tetap
sesuai. Untuk itu digunakan capstan.
Setelah kapal menumpu dengan baik, dan dok sudah terapung sempurna, dilakukan pemeriksaan
terhadap setiap penumpu, apakah telah menumpu dengan baik atau belum, jika masih ada bagian
yang kurang sesuai atau masih menggantung, maka harus diberi kayu yang kekuatannya memadai
untuk menahan kapal agar tumpuan kapal lebih bagus.

Gambar  : Proses Docking pada floating dock

5. PENURUNAN KAPAL DARI ATAS DOCK (UNDOCKING)


Tahap Persiapan :
Pastikan material, alat kerja, kotak sampah dan barang-barang bekas yang berada diatas dok telah
dinaikkan ke darat
Siapkan tali tambat pada tempat yang telah ditentukan

12
Siapkan tenaga kerja yang telah ditentukan di atas dok apung, kapal dan tug boat serta lokasi sandar
yang telah ditentukan
Pastikan kapal yang telah diturunkan dok telah diatur kondisi ballast sesuai pada waktu naik dok dan
dan telah diperiksa oleh pihak control galangan, klas,atau owner surveyor
Seluruh peralatan yang ada di dock apung dicoba dan pastikan alat-alat
mekanik, elektrik, pneumatik, serta indikator-indikator yang ada di control house dapat bekerja secara
akurat
Pastikan kondisi kapal tunda (tug boat) dalam kondisi siap pakai
Periksa tabel pasang surut air laut terhadap kondisi sarat penurunan kapal dan dock apung telah aman
dari bahaya kandas
Tahap Pelaksanaan :
Dok apung diturunkan sampai draft yang diperlukan (dengan mengantisipasi situasi pasang surut air
laut)
Setelah kapal terapung, checker dan inspektor control galangan memeriksa lokasi yang ada perbaikan
terhadap kemungkinan adanya kebocoran
Kapal digandeng 2 kapal tunda untuk ditarik keluar dok apung, kemudian ditempatkan pada lokasi
sandar yang telah ditentukan
Setelah kapal keluar, dok mulai dipompa kembali
Selama dalam proses pemompaan, petugas yang berada diatas dok selalu mengikuti perkembangan
situasi dan kondisi sampai dok terapung kembali seperti semula. 

6. PABRIK BAJA
Peranan pabrik baja pada industry perkapalan.
Industri galangan kapal dalam negeri sebagai salah satu komponen industri kelautan merupakan kom-ponen
yang harus mendapat perhatian serius agar menjadi industri yang kompetitif. Pada aspek dan skala tertentu,
kapabilitas yang dimiliki tidaj kalah dengan kapabilitas kelas dunia, tetapi tetap diper-lukan pengembangan
lebih lanjut, mengingat pada kenyataannya banyak kebutuhan armada kapal dalam negeri dan perbaikannya
masih tergantung dari pihak galangan kapal asing.
Pengembangan industri kelautan tidak akan pernah lepas dari pengembangan untuk mengembangkan industri
galangan kapal yang tangguh. Pada dasarnya masih terdapat prospek yang cerah untuk mengem-bangkan
industri ini. Dalam kaitan ini yang paling menentukan adalah strategi bersaing yang diambil, yaitu mencari
niche market sehingga tidak harus berhadapan frontal dengan perusahaan galangan kapal yang telah memiliki
keunggulan kompetitif. Aliansi strtegis dalam bentuk kerjasama proyek pengembangan maupun direct
placement merupakan shortcut untuk mendapatkan akses ke teknologi, pasar dan modal serta system dan
budaya korporasi.

Daftar pabrik baja di indonesia


Berikut daftar pabrik baja di indonesia dan pabrik pengecoran besi yang menghasilkan produk - produk besi
baja berkualitas standard internasional beserta kantor pemasarannya

PT. Nusa Multilaksana

13
Jl. Kapuk Pulo No. 88-D VII,Jakarta Barat 11720,Indonesia
DKI Jakarta
Fax.(021) 6195565
Telp.(021) 6195229, Telp.(021) 6195573
Iron and steel product; Office chair; Motor vehicle body part
PT. Metalindo Pancagraha
Cendrawasih Complex Block I No. 3,Jl. P. Jayakarta No. 141,Jakarta Pusat 10730,Indonesia
DKI Jakarta
Fax.(021) 6292841
Telp.(021) 6394996, Telp.(021) 6285325, Telp.(021) 6285326
Roofing material; Iron and steel product : wire, pipe, stainless steel and metal product

Mitsui & Co Ltd. [Representative Office]


Wisma Nusantara, 15th Floor,Jl. MH. Thamrin No. 59,Jakarta Pusat 10350,Indonesia
DKI Jakarta
Fax.(021) 31930805, Fax.(021) 31931561
Telp.(021) 31925980, Telp.(021) 31937674, Telp.(021) 3160059
Machinery and industrial equipment; Fertilizer; Agricultural product; Iron, steel and metal product

PT. Krupindo Lestari


Jl. P. Jayakarta 24 No. 10-11,Jakarta Pusat 10730,Indonesia
DKI Jakarta
Fax.(021) 6398906
Telp.(021) 6393933, Telp.(021) 6016888, Telp.(021) 6496166
Iron and steel product

PT. Manunggal Bajatama Sejahtera


Jl. P. Jayakarta No. 42-C,Jakarta Pusat 10730,Indonesia
DKI Jakarta
Fax.(021) 6398281
Telp.(021) 6284530, Telp.(021) 6284531, Telp.(021) 6398280
Steel bar; Concrete product

PT. Krakatau Industrial Estate Cilegon [Representative Office]


Wisma Baja, 8th Floor, Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 54, Slipi, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12950
Business Line: Industrial estate; Sport centre
Phone: (021) 5251659, (021) 5200733, (021) 5200820
Fax: (021) 5200814 

PT. Krakatau Wajatama


Wisma Baja, 7th Floor, Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 54, Slipi, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12950

14
Business Line: Steel fabricator
Phone: (021) 5221248, (021) 5221267, (021) 5200676
Fax: (021) 5221268 

PT. Krakatau Information Technology


Wisma Baja, 7th Floor, Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 54, Slipi, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12950
Business Line: Information Technology
Phone: (021) 5200732
Fax: (021) 5200690

PT. Krakatau Bandar Samudera [Representative Office]


Wisma Baja, 8th Floor, Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 54, Slipi, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12950
Business Line: Cargo
Phone: (021) 5221249
Fax: (021) 5221249

PT. Purna Sentana Baja [Representative Office]


Wisma Baja, 8th Floor, Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 54, Slipi, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12950
Business Line: Pig iron
Phone: (021) 5204206
Fax: (021) 5200963 

 PT. Latinusa
Wisma Baja, 3rd Floor, Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 54, Slipi, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12950
Business Line: Tin plate
Phone: (021) 5209883
Fax: (021) 5210079, (021) 5210081

PT. KHI Pipe Industries


Wisma Baja, 7th Floor, Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 54, Slipi, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12950
Business Line: Steel pipe
Phone: (021) 5212761
Fax: (021) 5204002 

PT. Bahana Utama Transindo


Wisma Baja, 3rd Floor, Jl. Jend. Gatot Subroto Kav. 54pg, Slipi, Jakarta Selatan, DKI Jakarta 12950
Business Line: Road transportation; Domestic freight forwarder
Phone: (021) 2521667, (021) 2521665
Fax: (021) 2521667, (021) 2521665 

PT. Ames Indah International

15
Menara Batavia, 14th Floor,Jl. KH. Mas Mansyur Kav. 126,Jakarta Pusat 10220,Indonesia
DKI Jakarta
Fax.(021) 5723757
Telp.(021) 5723753
Garment; Steel and iron product; Alumina hydrate

PT. AdiCentra Arometal


Wisma SMR, 2nd Floor Suite 203,Jl. Yos Sudarso Kav. 89, Sunter,Jakarta Utara 14350,Indonesia
DKI Jakarta
Fax.(021) 6507859
Telp.(021) 6507860
Steel product

PT. Ames Indah International [Surabaya Branch]


Jl. Gula No. 1,Surabaya 60161 Jawa Timur,Indonesia
Jawa Timur
Fax.(031) 3556802
Telp.(031) 3526826, Telp.(031) 3529467
Garment; Steel and iron product
PT. Baja Mas Inti
Semut Indah Plaza Block A/18 Jl. Stasiun Kota,Surabaya 60161 Jawa Timur,Indonesia
Jawa Timur
Fax.(031) 3520796
Telp.(031) 3531862, Telp.(031) 3532893
Steel product for construction

UD. Banyu Mas


Jl. Jagir Wonoksomo No. 176-A,Surabaya Jawa Timur,Indonesia
Telp.(031) 8415822
Steel product; Building material, construction

PT. Bhinneka Bajanas


Jl. Karang Bolong Raya No. 5, Ancol Barat,Jakarta Utara 14430,Indonesia
DKI Jakarta
Fax.(021) 6911569,Fax.(021) 6924291
Telp.(021) 6909308, Telp.(021) 6922122, Telp.(021) 6912201
Steel product

PT. Bhinneka Bajanas [Semarang Branch]


Jl. Hasanudin Block A No. 47,Semarang 50176 Jawa Tengah,Indonesia
Jawa Tengah

16
Fax.(024) 3518105
Telp.(024) 3512519
Steel product

PT. Bhinneka Bajanas [Surabaya Branch]


Jl. Raya Kedung Baruk No. 102,Surabaya 60293 Jawa Timur,Indonesia
Jawa Timur
Fax.(031) 8714281
Telp.(031) 8714266, Telp.(031) 8714300
Steel product

PT. Bridon
Wisma Anugraha, 1st Floor,Jl. Taman Kemang No. 32-B, Kemang,Jakarta Selatan 12730,Indonesia
DKI Jakarta
Fax.(021) 7190054
Telp.(021) 7190026
Production of steel wire ropes

 PT. Citra Daya Panca Perkasa


Jl. Kalibaru Timur VI Dalam No. 137-A,Jakarta Pusat 10650,Indonesia
DKI Jakarta
Fax.(021) 4207977
Telp.(021) 42887848, Telp.(021) 4241741, Telp.(021) 42803283
Glass; Steel and aluminium product

PT. Citra Karya Utama


Supomo 45 Building, 1st-4th Floor,Jl. Prof. Dr. Supomo SH No. 45-H,Jakarta Selatan 12810,Indonesia
DKI Jakarta
Fax.(021) 8298431
Telp.(021) 8309808
Steel and iron product

PT. Bukit Terang Paksi Galvanizing


Warung Bongkok Desa Sukadanau,Jl. Imam Bonjol IV, Cibitung,Bekasi 17520 Jawa Barat,Indonesia
Jawa Barat
Fax.(021) 8901579
Telp.(021) 8901580
Galvanising of steel products

PT. Bunka Panca Karya


Jl. H. Kamad No. 17, Pondok Bambu – Duren Sawit,Jakarta Timur 13430,Indonesia

17
DKI Jakarta
Fax.(021) 8616881
Telp.(021) 8616880
Aluminium and steel product: rolling door, folding gate, venetian blind

PT. Butraco Pratamas


Jl. P. Jayakarta No. 46 Block A-3,Jakarta Pusat 10730,Indonesia
DKI Jakarta
Fax.(021) 6240580,Fax.(021) 6590827
Telp.(021) 6240577, Telp.(021) 6392951, Telp.(021) 6490578
Iron and steel product; Pipe and tube fitting

 PT. Elang baja Perkasa sakti


Jl. Muara Karang Block S-IV Selatan No. 12-A, Pluit,Jakarta Utara 14450,Indonesia
DKI Jakarta
Fax.(021) 6678133
Telp.(021) 6614953, Telp.(021) 6678304, Telp.(021) 6614952
Pipe; Steel product

PT. Sapta Sumber Lancar


Cendrawasih Complex Block V-D No. 34,Jl. P. Jayakarta No. 141,Jakarta Pusat 10730,Indonesia
DKI Jakarta
Fax.(021) 6395081
Telp.(021) 6007563, Telp.(021) 6260488
Steel product

PT. Gunung Garuda


Jl. Imam Bonjol No. 4 Desa Sukadanau, Warung Bongkok – Cibitung,Bekasi 17520 Jawa Barat,Indonesia
Jawa Barat
Fax.(021) 8900555, Fax.(021) 89108031
Telp.(021) 8900111, Telp.(021) 8900222, Telp.(021) 8900666
Steel product

PT. JFE Steel Corporation [Representative]


Summitmas Building, 15th Floor,Jl. Jend. Sudirman Kav. 61-62,Jakarta Selatan 12190,Indonesia
DKI Jakarta
Fax.(021) 5226408
Telp.(021) 5226405, Telp.(021) 5226406, Telp.(021) 5226407
General contractor; Steel product

PT. Kinco

18
Jl. KH. Zainul Arifin No. 55,Jakarta Pusat 10130,Indonesia
DKI Jakarta
Fax.(021) 6341464
Telp.(021) 6343282, Telp.(021) 6348564, Telp.(021) 6348563
Cement; Steel product

PT. Heco Perkasa Pratama


Lippo Bank Complex Block B/11 A-C/7,Jl. P. Jayakarta No. 117,Jakarta Pusat 10730,Indonesia
DKI Jakarta
Fax.(021) 6599684
Telp.(021) 6599663, Telp.(021) 6006809, Telp.(021) 6590455
Stainless steel, pipe; Aluminium product

PT. Indoliga Kalibesar


Jl. P. Jayakarta No. 29-31,Jakarta Barat 11110,Indonesia
DKI Jakarta
Fax.(021) 6250795
Telp.(021) 6250554, Telp.(021) 6250553
Aluminium product; Stainless steel

PT. Intisumber Bajasakti


Duta Harapan Indah Complex Block N No. 23-24,Jl. Kapuk Muara No. 7, Kapuk Muara,Jakarta Utara
14460,Indonesia
DKI Jakarta
Fax.(021) 6670609
Telp.(021) 6618408
Steel product

PT. Krupindo Lestari


Jl. P. Jayakarta 24 No. 10-11,Jakarta Pusat 10730,Indonesia
DKI Jakarta
Fax.(021) 6398906
Telp.(021) 6393933, Telp.(021) 6016888, Telp.(021) 6496166
Iron and steel product

PT. Manunggal Bajatama Sejahtera


Jl. P. Jayakarta No. 42-C,Jakarta Pusat 10730,Indonesia
DKI Jakarta
Fax.(021) 6398281
Telp.(021) 6284530, Telp.(021) 6284531, Telp.(021) 6398280
Steel bar; Concrete product

19
PT. Metalindo Pancagraha
Cendrawasih Complex Block I No. 3,Jl. P. Jayakarta No. 141,Jakarta Pusat 10730,Indonesia
DKI Jakarta
Fax.(021) 6292841
Telp.(021) 6394996, Telp.(021) 6285325, Telp.(021) 6285326
Roofing material; Iron and steel product : wire, pipe, stainless steel and metal product

PT. Mitsui & Co Ltd. [Representative Office]


Wisma Nusantara, 15th Floor,Jl. MH. Thamrin No. 59,Jakarta Pusat 10350,Indonesia
DKI Jakarta
Fax.(021) 31930805, Fax.(021) 31931561
Telp.(021) 31925980, Telp.(021) 31937674, Telp.(021) 3160059
Machinery and industrial equipment; Fertilizer; Agricultural product; Iron, steel and metal product

PT. Multi Carvena Utama


Taman Permata Indah I Complex,Jl. Kebon Pala No. 18, Jelambar,Jakarta Utara 14450,Indonesia
DKI Jakarta
Fax.(021) 6681248
Telp.(021) 6604433
Iron and steel product; Stone for building; General contractor

PT. Multi Prima Sakti


Jl. Raya Cakung Cilincing Km. 2,Jakarta Timur 13910,Indonesia
DKI Jakarta
Fax.(021) 4612165
Telp.(021) 4612166, Telp.(021) 4612167
Iron and steel product

PT. Nusa Multilaksana


Jl. Kapuk Pulo No. 88-D VII,Jakarta Barat 11720,Indonesia
DKI Jakarta
Fax.(021) 6195565
Telp.(021) 6195229, Telp.(021) 6195573
Iron and steel product; Office chair; Motor vehicle body part

PT.  Wuhan
Jl. Ancol Barat I No. 6, Ancol,Jakarta Utara 14430,Indonesia
DKI Jakarta
Fax.(021) 6906925, Fax.(021) 6909625
Telp.(021) 6904261, Telp.(021) 6905914

20
Steel product

7. Baja dan Proses Pembuatannya


Baja adalah logam aloy yang komponen utamanya adalah besi, dengan karbon sebagai material pengaloy
utama. Karbon bekerja sebagai agen pengeras, mencegah atom besi, yang secara alami teratur dalam lattice,
begereser melalui satu sama lain. Memvariasikan jumlah karbon dan penyebaran alloy dapat mengontrol
kualitas baja. Baja dengan peningkatan jumlah karbon dapat memperkeras dan memperkuat besi, tetapi juga
lebih rapuh. Definisi klasik, baja adalah besi-karbon aloy dengan kadar karbon sampai 5,1 persen; ironisnya,
aloy dengan kadar karbon lebih tinggi dari ini dikenal dengan besi
Sekarang ini ada beberapa kelas baja di mana karbon diganti dengan material aloy lainnya, dan karbon, bila
ada, tidak diinginkan. Definisi yang lebih baru, baja adalah aloy berdasar-besi yang dapat dibentuk seccara
plastik.
Dan umumnya baja juga menjadi bahan pelapis rompi anti peluru, yang dimana baja menjadi bahan pelapis
bahan inti rompi tersebut, yaitu bahan milik Kevlar.
Sejarah Penemuan Baja
Teknik peleburan logam telah ada sejak zaman Mesir kuno pada tahun 3000 SM. Bahkan pembuatan
perhiasan dari besi telah ada pada zaman sebelumnya. Proses pengerasan pada besi dengan heat treatment
mulai diperkenalkan untuk pembuatan senjata pada zaman Yunani 1000 SM.
Proses pemaduan yang dibuat mulai ada sejak abad 14 yang diklasifikasikan sebagai besi tempa. Proses ini
dilakkan dengan pemanasan sejumlah besar bijih besi dan charchoal dalam tungku atau furnance. Dengan
proses ini bijih besi mengalami reduksi menjadi besi sponge metalik yang terisi oleh slag yang merupakan
campuran dari pengotor metalik dan abu charcoal. Spone iron ini dipindahkan dari furnance pada saat masih
bercahaya dan diselimuti oleh slag yang tebal lalu slagnya dihilangkan untuk memperkuat besi. Pembuatan
besi meggunakan metode ini menghasilkan kandingan slag sekiar 3 persen dan 0,1 persen pengotor lain.
Kadang kala hasil produksi dengan metode ini menghasilkan baja bukannya besi tempa. Parapembuat besi
belajar untuk membuat baja dengan memanaskan besi tempa dan charcoal pada boks yang terbuat dar tanah
liat selama beberapa hari. Dengan proses ini besi akan menyerap cukup karbon untuk menjadi baja
sebenarnya.
Setelah abad ke 14 tungku atau furnance yang digunakan mulai mengalami peningkatan ukuran dan  draft
yang digunakan untuk pembakaran gas melewati “charge,” pada pencampuran material mentah. Pada tungku
yang lebih besar ini, bijih besi pada bagian bagian atas furnance akan direduksi pertama kali direduksi menjadi
besi metalik dan menghasilkan banyak karbon sebagai hasil dari serangan gas yang dilewatinya. Hasil dari
furnance ini adalah pig iron, yaitu paduan yang meleleh pada temperatur rendah. Pig iron akan dproses lebih
lanjut untuk membuat baja.
Pembuatan baja modern menggunakan blast furnance yang juga digunakan untuk memurniakan besi oleh
pembuat besi yang lamapu. Proses pemurnian besi cair dengan peledakan udara diakui oleh penemu Inggris
Sir Henry Bessemer yang mengembangkan  Bessemer furnance, atau pengkonversi, pada tahun 1855. Sejak
tahun 1960 telah diproduksi baja dari besi bekas secara kecil-kecilan pada furnance elektrik, sehingga
dinamakan mini mills. Mini mills adalah komponen yang sangat sangat penting bagi produksi baja Amerika.
Mills yang lebih besar digunakan pada produksi baja dari bijih besi.
Proses pembuatan baja
Baja diproduksi didalam dapur pengolahan baja dari besi kasar baik padat maupun cair, besi bekas ( Skrap )
dan beberapa paduan logam. Ada beberapa proses pembuatan baja antara lain :
PROSES KONVERTOR
terdiri dari satu tabung yang berbentuk bulat lonjong dengan menghadap kesamping.
Sistem kerja
Dipanaskan dengan kokas sampai ± 1500 0C,
Dimiringkan untuk memasukkan bahan baku baja. (± 1/8 dari volume konvertor)
Kembali ditegakkan.
Udara dengan tekanan 1,5 – 2 atm dihembuskan dari kompresor.
Setelah 20-25 menit konvertor dijungkirkan untuk mengelaurkan hasilnya.
proses Bassemer (asam)
lapisan bagian dalam terbuat dari batu tahan api yang mengandung kwarsa asam atau aksid asam (SiO 2),
Bahan yang diolah besi kasar kelabu cair, CaO tidak ditambahkan sebab dapat bereaksi dengan SiO 2,
SiO2 + CaO                 CaSiO3
proses Thomas (basa)
Lapisan dinding bagian dalam terbuat dari batu tahan api bisa atau dolomit [ kalsium karbonat dan magnesium
(CaCO3 + MgCO3)], besi yang diolah besi kasar putih yang mengandung P antara 1,7 – 2 %, Mn 1 – 2 % dan Si
0,6-0,8 %. Setelah unsur Mn dan Si terbakar, P membentuk oksida phospor (P2O 5), untuk mengeluarkan besi
cair ditambahkan zat kapur (CaO),
3 CaO + P2O5 Ca3(PO4)2 (terak cair)
21
PROSES  SIEMENS MARTIN
menggunakan sistem regenerator (± 3000 0C.) fungsi dari regenerator adalah:
memanaskan gas dan udara atau menambah temperatur dapur
sebagai Fundamen/ landasan dapur
menghemat pemakaian tempat
Bisa digunakan baik besi kelabu maupun putih,
Besi kelabu dinding dalamnya dilapisi batu silika (SiO2),
besi putih dilapisi dengan batu dolomit (40 % MgCO3 + 60 % CaCO3)
PROSES BASIC OXYGEN FURNACE
Logam cair dimasukkan ke ruang baker (dimiringkan lalu ditegakkan)
Oksigen (± 1000) ditiupkan lewat Oxygen Lance ke ruang bakar dengan kecepatan tinggi. (55 m3 (99,5 %O2)
tiap satu ton muatan) dengan tekanan 1400 kN/m2.
Ditambahkan bubuk kapur (CaO) untuk menurunkan kadar P dan S.
Keuntungan dari BOF adalah:
BOF menggunakan O2 murni tanpa Nitrogen
Proses hanya lebih-kurang 50 menit.
Tidak perlu tuyer di bagian bawah
Phosphor dan Sulfur dapat terusir dulu daripada karbon
Biaya operasi murah
PROSES DAPUR LISTRIK
temperatur tinggi dengan menggunkan busur cahaya electrode dan induksi listrik.
Keuntungan :
Mudah mencapai temperatur tinggi dalam waktu singkat
Temperatur dapat diatur
Efisiensi termis dapur tinggi
Cairan besi terlindungi dari kotoran dan pengaruh lingkungan sehingga kualitasnya baik
Kerugian akibat penguapan sangat kecil
PROSES DAPURKOPEL
mengolah besi kasar kelabu dan besi bekas menjadi baja atau besi tuang.
Proses
pemanasan pendahuluan agar bebas dari uap cair.
Bahan bakar(arang kayu dan kokas) dinyalakan selama ± 15 jam.
kokas dan udara dihembuskan dengan kecepatan rendah hingga kokas mencapai 700 – 800 mm dari dasar
tungku.
besi kasar dan baja bekas kira-kira 10 – 15 % ton/jam dimasukkan.
15 menit baja cair dikeluarkan dari lubang pengeluaran.
Untuk membentuk terak dan menurunkan kadar P dan S ditambahkan batu kapur (CaCO3) dan akan terurai
menjadi:
akan bereaksi dengan karbon:
Gas CO yang dikeluarkan melalui cerobong, panasnya dapat dimanfaatkan untuk pembangkit mesin-mesin
lain.
PROSES DAPUR CAWAN
Proses kerja dapur cawan dimulai dengan memasukkan baja bekas dan besi kasar dalam cawan,
kemudian dapur ditutup rapat.
Kemudian dimasukkan gas-gas panas yang memanaskan sekeliling cawan dan muatan dalam cawan akan
mencair.
Baja cair tersebut siap dituang untuk dijadikan baja-baja istimewa dengan menambahkan unsur-unsur paduan
yang diperlukan

Proses Pembuatan Steel
Baja merupakan bahan material konstruksi yang paling banyak digunakan di seluruh dunia.
Di sini diterangkan proses produksi material baja untuk struktur, mulai dari bijih besi sampai menjadi baja
profil atau baja pelat.
Proses Pertama:
Komponen dasar : iron ore (bijih besi), limestone (tanah kapur), coke (dibuat dari coal, khusus untuk
pembuatan steel) dimasukkan ke dalam blast furnace.
Coke : bahan bakar untuk furnace, dibuat dari coal dengan proses tertentu.
Cairan besi (molten metal) yang panas di dalam furnace terpisah menjadi 2 bagian, yang atas adalah slag
(waste, impurities), dan yang bawah adalah besi yang hendak dipakai. Besi yang dihasilkan ini kemudian
dicetak menjadi pig iron. Kadar C dalam pig iron bisa mencapai 2%.
Proses Kedua:

22
Pig iron dimasukkan ke dalam primary steelmaking furnace, bisa berupa oxygen furnace, electric arc furnace,
atau open hearth furnace. Ke dalam furnace ini, berbagai bahan kimia ditambahkan untuk mendapatkan
material properties yang diinginkan. Seringkali scrap juga dimasukkan ke dalam furnace ini.
Di dalam proses dengan oksigen, carbon di dalam molten metal bereaksi dg oksigen menghasilkan gas
karbonmonoksida. Gas ini harus keluar, kalau tidak akan membentuk ‘gas pockets’ (rimming) saat menjadi
dingin (rimmed steel). Untuk menghindari, digunakan deoxidizer : silicon, aluminum. Baja yang dihasilkan :
killed steel atau semi-killed steel.
Baja yang dihasilkan dicetak dalam bentuk slab, bloom atau billet.
Proses Ketiga :
Baja yang telah dicetak dalam bentuk slab, bloom atau billet tsb selanjutnya dibentuk menjadi berbagai
macam profil seperti H-beam, Angle (siku), Channel, rel kereta, pelat, pipa (seamless pipe), dsb.

Pustaka
http://muwafiqul.blogspot.com/p/pengedokan-kapal.html

Baja secara umum dapat dikelompokkan atas 2 jenis yaitu :


Baja karbon (Carbon steel)
Baja paduan (Alloy steel)

1. Baja Karbon (carbon steel)


Baja karbon dapat terdiri atas :
Baja karbon rendah (low carbon steel)
Machine, machinery dan mild steel (0,05 % – 0,30% C ) Sifatnya mudah ditempa dan mudah di mesin
Penggunaannya:
23
0,05 % – 0,20 % C : automobile bodies, buildings, pipes, chains, rivets, screws, nails.
0,20 % – 0,30 % C : gears, shafts, bolts, forgings, bridges, buildings
Baja karbon menengah (medium carbon steel )
Kekuatan lebih tinggi daripada baja karbon rendah.
Sifatnya sulit untuk dibengkokkan, dilas, dipotong.
 Penggunaan:
0,30 % – 0,40 % C : connecting rods, crank pins, axles.
0,40 % – 0,50 % C : car axles, crankshafts, rails, boilers, auger bits, screwdrivers.
0,50 % – 0,60 % C : hammers dan sledges
Baja karbon tinggi (high carbon steel)  tool steel
Sifatnya sulit dibengkokkan, dilas dan dipotong. Kandungan 0,60 % – 1,50 % C
Penggunaan :
screw drivers, blacksmiths hummers, tables knives, screws, hammers, vise jaws, knives, drills. tools for turning
brass and wood, reamers, tools for turning hard metals, saws for cutting steel, wire drawing dies, fine cutters

2. Baja Paduan (Alloy steel)


Tujuan dilakukan penambahan unsur yaitu:
Untuk menaikkan sifat mekanik baja (kekerasan, keliatan, kekuatan tarik dan sebagainya)
Untuk menaikkan sifat mekanik pada temperatur rendah
Untuk meningkatkan daya tahan terhadap reaksi kimia (oksidasi dan reduksi)
Untuk membuat sifat-sifat spesial
Baja paduan yang diklasifikasikan menurut kadar karbonnya dibagi menjadi:
Low alloy steel, jika elemen paduannya ≤ 2,5 %
Medium alloy steel, jika elemen paduannya 2,5 – 10 %
High alloy steel, jika elemen paduannya > 10 %
Baja paduan juga dibagi menjadi dua golongan yaitu baja campuran khusus (special alloy steel) &high speed
steel.
Baja Paduan Khusus (special alloy steel)
Baja jenis ini mengandung satu atau lebih logam-logam seperti nikel, chromium, manganese, molybdenum,      
tungsten dan vanadium. Dengan menambahkan logam tersebut ke dalam baja maka baja paduan tersebut akan
merubah sifat-sifat mekanik dan kimianya seperti menjadi lebih keras, kuat dan ulet bila dibandingkan terhadap
baja karbon (carbon steel).

High Speed Steel (HSS) Self Hardening Steel


Kandungan karbon : 0,70 % – 1,50 %. Penggunaan membuat alat-alat potong seperti drills, reamers,
countersinks, lathe tool bits dan milling cutters. Disebut High Speed Steel karena alat potong yang dibuat
dengan material tersebut dapat dioperasikan dua kali lebih cepat dibanding dengan carbon steel. Sedangkan
harga dari HSS besarnya dua sampai empat kali daripada carbon steel
Jenis Lainnya :
Baja dengan sifat fisik dan kimia khusus:
Baja tahan garam (acid-resisting steel)
Baja tahan panas (heat resistant steel)
Baja tanpa sisik (non scaling steel)
Electric steel
Magnetic steel
Non magnetic steel
Baja tahan pakai (wear resisting steel)
Baja tahan karat/korosi
Dengan mengkombinasikan dua klasifikasi baja menurut kegunaan dan komposisi kimia maka diperoleh lima
kelompok baja yaitu:
Baja karbon konstruksi (carbon structural steel)
Baja karbon perkakas (carbon tool steel)
Baja paduan konstruksi (Alloyed structural steel)
Baja paduan perkakas (Alloyed tool steel)
Baja konstruksi paduan tinggi (Highly alloy structural steel)

http://yefrichan.wordpress.com/2011/04/16/jenis-jenis-baja/

Baja karbon digolongkan menjadi tiga kelompok berdasarkan banyaknya karbon yang terkandung dalam baja
yaitu :

Baja Karbon Rendah


Baja karbon rendah (low carbon steel)mengandung karbon antara 0,025% – 0,25% C. setiap satu ton baja
karbon rendah mengandung 10 – 30 kg karbon. Baja karbon ini dalam perdagangan dibuat dalam plat baja, baja

24
strip dan baja batangan atau profil. Berdasarkan jumlah karbon yang terkandung dalam baja, maka baja karbon
rendah dapat digunakan atau dijadikan baja-baja sebagai berikut:
Baja karbon rendah ( low carbon steel ) yang mengandum 0,04 % - 0,10% C untuk dijadikan baja – baja
plat atau strip.
Baja karbon rendah yang mengandung 0,05% C digunakan untuk keperluan badan-badan kendaraan.
Baja karbon rendah yang mengandung 0,15% - 0,20% C digunakan untuk konstruksi jembatan,
bangunan, membuat baut atau dijadikan baja konstruksi.

Baja Karbon Menengah


Baja karbon menengah (medium carbon steel) mengandung karbon antara 0,25% - 0,55% C dan setiap satu ton
baja karbon mengandung karbon antara 30 – 60 kg. baja karbon menengah ini banyak digunakan untuk
keperluan alat-alat perkakas bagian mesin. Berdasarkan jumlah karbon yang terkandung dalam baja maka baja
karbon ini dapat digunakan untuk berbagai keperluan seperti untuk keperluan industri kendaraan, roda gigi,
pegas dan sebagainya.

Baja Karbon Tinggi


Baja karbon tinggi (high carbon steel) mengandung kadar karbon antara 0,56% -1,7% C dan setiap satu ton
baja karbon tinggi mengandung karbon antara 70 – 130 kg. Baja ini mempunyai kekuatan paling tinggi dan
banyak digunakan untuk material tools. Salah satu aplikasi dari baja ini adalah dalam pembuatan kawat baja
dan kabel baja. Berdasarkan jumlah karbon yang terkandung didalam baja maka baja karbon ini banyak
digunakan dalam pembuatan pegas, alat-alat perkakas seperti: palu, gergaji atau pahat potong. Selain itu
baja jenis ini banyak digunakan untuk keperluan industri lain seperti pembuatan kikir, pisau cukur, mata
gergaji dan lain sebagainya.

http://diditnote.blogspot.com/2013/04/macam-jenis-baja-karbon-carbon-steel.html

Explanation
            Plat kapal merupakan plat yang berbeda dengan plat pada umumnya. Kelebihan plat kapal tentunya
terkandung unsur lain selain baja sebagai unsur utama. Unsur campuran pada plat kapal berpengaruh terhadap
laju korosi yang terjadi pada kapal nantinya. Unsur-unsur campuran tersebut tentunya harus menambah kualitas
dari plat tersebut.
Plat kapal dibuat dari peleburan bijih besi dalam tungku sembur yang mempunyai struktur kerucut dan tungku
tersebut tentunya terbuat dari bahan tahan api. Panas peleburan menggunakan kokas dan batu kapur agar kerak
pada bijih besi dapat terangkat dan tidak tercampur. Kandungan dalam tiap lembar plat adalah 92-97 persen
merupakan besi. Sisanya terdapat kandungan karbon, silikon, mangan, belerang, dan fosfor. Tentunya dalam
cetakan plat kotoran yang terbawa harus di minimalisir untuk menjaga kualitas dari plat tersebut.

(Gambar 1. Plat Kapal)


            Baja secara luar dapat diartikan sebagai paduan antara besi dan karbon. Untuk kandungan karbon
bervariasi berkisar antara 0,1% dan ketika baja telah mengeras menjadi 1,8% dari kandungan seluruh plat.
Proses pengasaman digunakan untuk memperbaiki plat besi yang rendah dengan memasukkan unsur  Fosfor
dan  unsur sulfur. Kedua unsur tersebut kaya akan silikon dan menghasilkan terak asam yang dibutuhkan plat.
25
Unsur fosfor merupakan kapur yang menghasikan terak dasar. Dari 85% unsur baja yang diproduksi
menggunakan teknik modern dan kualitas tentunya juga baik dengan unsur bijih unggul.
            Dalam plat kapal terdapat tahapan proses yang mana merupakan tahapan untuk mencapai kualitas plat
yang baik. Proses tersebut antara lain
Open heart Process.
Electric Furnaces yaitu proses.
Oxygen Process.
Chemical Additional.
Masing-masing proses mempunyai cara tersendiri dalam memperlakukan bijih besi logam sampai menjadi plat.
            Open hearth proses merupakan proses peleburan bijih besi dalam tungku besar yang mana untuk
memproduksi baja dalam jumlah besar. Setelah open hearth proses dilanjutkan electic funance yang mana
difungsikan sebagai penyulingan bahan untuk memberikan komposisi yang dibutuhkan. Proses electric furnance
sering digunakan untuk produksi bermutu tinggi. Kemudian Oxygen proses adalah salah satu prose modern.
Sebuah jet oksigen dengan kemurnian tinggi diarahkan ke permukaan logam cair untuk memperbaiki baja
tersebut. Proses berikutnya adalah chemical additional to steel yang mana proses ini adalah penambahan bahan
kimia yang berfungsi untuk menjadikan kualitas baja ini menjadi lebih baik dengan komposisi yang sesuai.

(gambar 2. Tungku peleburan baja)

            Pabrik pembuatan plat kapal memproduksi dalam jumlah banyak sehingga ukuran plat telat ditentukan
oleh pabrikan sehingga lajur plet pada pembuatan kapal baru harus menyesuaikan dengan buatan pavrik. Jika
tidak memungkinkan sebuah kapal untuk memuat satu lajur plat maka dilakukan pemotongan plat sesuai dengan
bukaan kulit kapal yang telah direncanakan. Plat menetapkan sebuah ukuran untuk dibuat secara massal karena
jika dibuat perbijian maka pabrik akan mengalami kerugian pada bidang produksi. Jika pihak galangan ingin
memesan plat dengan ukuran khusus maka pihak galangan harus mengeluarkan biaya lebih untuk produksi plat
yang tidak sesuai pasaran.
            Baja untuk kapal konstruksi lambung biasanya mengandung 0,15-0,23% kandungan unsur karbon.
Sedangkan untuk kandungan fosfor dan sulfur kurang dari 0,05%. Jika kandungan fosfor dan sulfur terlalu
tinggi dapat merugikan pengelasan dari baja dan dapt terjadi keretakan jika mengandung sulfur yang tinggi.
Baja untuk kapal digolongkan oleh badan klasifikasi. Dalam hal ini LR (Lloyd’s Register) dan produsen
melakukan inspeksi pengujian yang telah ditentukan oleh pabrik baja sebelum pengiriman. Semua plat
bersertifikat ditandai dan diberikan keterangan sesuai aturan yang diberlkakukan.
26
            Sifat-sifat baja dapat berubah karena perlakuan panas terhadap baja tersebut. Hal ini tentunya sangat
berpengaruh pada proses pengelasan. Perlakuan panas terhadap baja tergantung dari bahan baja tersebut.
Adapun proses-proses perlakuan panar terhadap baja antara lain.
1. Annealing
Merupakan proses yang terdiri atas pemanasan baja sampai 850 0-9500 C dan didinginkan dalamtungku dengan
sangat lambat. Hal ini dapat mengurangi tekanan internal untuk melunakkann baja dan dapat membuat kualitas
baja tetap baik ketika perlakuan panas berikutnya.
2. Normalizing.
Yaitu proses memenaskan baja perlahan kemudian didinginkan. Untuk proses pendinginan dipercepat agar baja
lebih kuat dan keras.
3. Quenching
Baja dipanaskan sampai suhu tertentu kemudian baja panas dipadamkan menggunakan air. Proses tersebut
menghasilkan baja yang keras dan struksur yang lebih baik.
4. Tempering.
Merupakan kelanjutan proses quenching dan pemanasan samapi 6800 C. Dan kemudian didinginkan dalam
minyak atau air.
5. Stress Relieving
Mengurangi tekanan internal suhu baja akan naik sehingga tidak ada perubahan struktur bahan terjadi serta
perlahan-lahan didinginkan.
            Pada awalnya badan klasifikasi LR memberikan spesifikasi yang berbeda untuk setiap baja. Namun pada
tahun 1959, badan klasifikasi membuat kesepakatan untuk membakukan semua kebutuhab plat. Sekarang ada
lima kualitas baja yang berbeda menurut badan klasifikasi dalam konstruksi kapal. Adapun tiap grade di beri
perbedaan yaitu grade A, grade B, grade C, grade D, dan grade E. Untuk grade A merupakan baja yang
mempunyai kualitas bagus untuk sebuah bangunan kapal. Sedangkan rade B adalah jenis baja ringan yang
mempunyai kualitas lebih bagus dari pada baja grade A. Baja grade B metupakan baja dimana tebal platnya
yang diperulukan untuk daerah kritis. Sedang ]kan Grade C,D,dan E memiliki tingkat kelenturan yang baik.

 (gambar 3. Section Plat pada Bangunan Kapal)

27
            Pada setiap baja mempunyai kekuatan tarik terutama pada bangunan kapal. Kekuatan tarik plat baja
pada sebuah kapal terjadi paling besar pada daerah lambung kapal terutama kapal tanker, kontainer dan cargo.
Hal ini membuat konstruksi pada bagian dek menaglami penurunan ketebalan untuk mengurangi berat pada
kapal. Maka pada kulit bawah dan frame pada bagian midship lebih tebal karena mengalami defleksi yang besar
pula.
            Kekuatan tarik baja adalah aplikasi penting dalam sebuah bangunan kapal karena sebuah plat baja juga
mengalami kelelahan saat proses pengelasan. Selain kekuataan tarik baja perlu diperhatikan juga tingkat korosi
dari baja tersebut dan dilakukan pemeriksaan untuk mewaspadai hal tersebut. Baja dengan kekuatan tarik yang
lebih tinggi digunakan untuk konstruksi lambung yang telah disetujui oleh pihak badan klasifikasi. Spesifikasi
meliputi metode pembuatan, komposisi kimia, perlakuan panas, dan sifat mekanik dari baja tersebut.
            Penempaan baja merupakan sebuah metode untuk membentuk sebuah logam dengan meberikan panas
pada baja. Pemanasn terhadap baja adalah dengan menaikkan suhu panas, kemudian baja di tempa dengan palu
sehingga membentuk bagian yang diinginkan.
Analysis
            Plat baja yang digunakan untuk kapal merupakan baja yang berbeda dengan jenis baja yang ada pada
umumnya. Sebagai perbandingan sebuah plat baja untuk kapal mempunyai kandungan campuran selain baja
sebagai unsur utama plat. Plat baja kapal mempunyai bergai campuran unsur kimia diantaranya karbon, fosfor
dan sulfur.
            Plat baja untuk kapal mempunyai kelebihan pada tingkat ketahanan terhadap korosi air laut. Selain
mempunyai kekuatan tarik yang lebih bagus, plat baja kapal mempunyai kadar karbon sebagai pelindung dari
korosi. Untuk itu plat baja pada kapal dibuat khusus. Adapun tingkat kekerasan atau kekuatan tarik dari plat
baja kapal lebih baik dari pada plat baja lainnya.
            Untuk sertifikasi plat baja pada kapal melewati tahap pengujian atau serangkaian tes uji material. Hal
tersebut tentunya harus mendapat persetujuan dari badan klasifikasi. Uji material pada plat kapal ditujukan
untuk mengetahui performa dari material karena plat kapal ketika di laut mengalami beberapa defleksi yang
terjadi akibat gesekan antara aliran air laut dengan badan kapal atau plat kapal. Jadi pengujian untuk plat kapal
juga berbeda dengan plat yang bukan untuk plat kapal. Setelah dilakukan serangkaian uji material maka
sertifikat dikeluarkan untuk mendapat nialai jual yang sesuai dengan kebutuhan pasar. Sertifikat dibuat atas
persetujuan laboratorium uji material dengan badan kalsifikasi kapal. Setelah itu pihak galangan selaku pembuat
kapal dapat menggunakan plat tersebut seuai dengan kebutuhan konstruksi kapal.

Conslusion
            Plat baja pada kapal merupakan plat yang mempunyai kualitas bagus dari pada plat-plat yang digunakan
pada umumnya. Hal tersebut dikarenakan sebuah kapal akan melakukan pelayaran di laut maka sifat korodif
dari air laut merupakan problem dan selain itu tekanan dari air laut juga mempengaruhi ketahanan dari plat baja
tersebut.
            Proses pembuatan plat merupakan peleburan bijih besi didalam tungku yang tahan terhadap api. Adapun
tahapan-tahapan pembuatan plat baja adalah
1.      Open heart Process yaitu proses peleburan bijih besi.
2.      Electric Furnaces yaitu proses penyulingan bijih besi cair.
3.      Oxygen Process yaitu proses memperbaiki cairan logam.
4.      Chemical Additional to steel yaitu proses penambahan cairan kimia sesuai kebutuhan plat baja.
Dari proses tersebut maka produksi plat dibuat secara massal dengan ukuran yang sama. Hal ini
dikarenakan pabrikan plat baja tentunya tidak ingin menambah biaya produksi untuk jenis plat dengan ukuran
berbeda.
Pada sebuah plat baja untuk kapal mempunyai kandungan lain seperti fosfor, sulfur, dan karbon. Untuk
karbon, zat ini mempunyai ketahanan terhadap korosi yang baik. Namun jika terlalu banyak kadar karbon maka
plat akan semakin berat maka kadar karbon dalam satu plat tidak lebih dari 1%.

http://navale-engineering.blogspot.com/2012/03/plat-baja-pada-kapal.html

28