Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN TETAP

PRAKTIKUM TEKNOLOGI FERMENTASI


ISOLAS BAKTERI ASAM LAKTAT

Reka Melinia Dwi Putri


05031381722098

PROGRAM STUDI TEKNOLOGI HASIL PERTANIAN


JURUSAN TEKNOLOGI PERTANIAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SRIWIJAYA

PALEMBANG
2020
BAB 1
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Fermentasi umumnya menggunakan gula yang kemudian dihasilkan etanol,
asam laktat, dan hidrogen. Akan tetapi beberapa komponen lain dapat juga
dihasilkan dari fermentasi seperti asam butirat dan aseton (Zulkifli, 2010).
Mikroorganisme yang akan diisolasi dapat berupa biakan murni atau populasi
campuran. Bila biakan yang akan diidentifikasi ini tercemar, perlu dilakukan
pemurnian. Biasanya pemurnian dilakukan dengan cara menggores suspensi
mikroba yang akan diisolasi pada lempengan agar sebagai media
pertumbuhannya. Kultur murni adalah mikroorganisme yang akan digunakan
dalam fermentasi dengan sifat-dan karaktersitik yang diketahui dengan pasti
sehingga produk yang dihasilkan memiliki stabilitas kualitas yang jelas. Dalam
proses fermentasi kultur murni dapat digunakan secara tunggal ataupun secara
campuran. Contoh penggunaan kultur murni tunggal adalah Lactobacillus casei
pada fermentasi susu sedangkan contoh campuran kultur murni adalah pada
fermentasi kecap, yang menggunakan Aspergillus oryzae pada saat fermentasi
kapang dan saat fermentasi garam digunakan bakteri Pediococcus sp dan khamir
Saccharomyces rouxii (Sutrisno, 2013).
Pertumbuhan mikroba akan membantu di dalam mengkultivasi, mengisolasi
dan mengidentifikasi mikroba, karena mikroba memiliki karakteristik dalam
pertumbuhannya. Mikroorganisme yang akan diisolasi dapat berupa biakan murni
atau populasi campuran. Bila biakan yang akan diidentifikasi ini tercemar, perlu
dilakukan pemurnian. Biasanya pemurnian dilakukan dengan cara menggores
suspensi mikroba yang akan diisolasi pada lempengan agar sebagai media
pertumbuhannya, dalam mengisolasi diperlukan beberapa tahap penanaman
sehingga diperoleh koloni yang tunggal (Zulkifli, 2015).

B. Tujuan
Praktikum ini bertujuan untuk mengetahui cara mengisolasi bakteri asam
laktat pada beberapa produk ferementasi.

1
Universitas
Sriwijaya
BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Bakteri Asam Laktat


Bakteri asam laktat merupakan jenis bakteri yang mampu menghasilkan
asam laktat, hidrogen peroksida, antimikroba dan hasil metabolisme lain yang
memberikan pengaruh positif bagi produktivitas ternak. Bakteri asam laktat
diisolasi untuk menghasilkan antimikroba yang dapat digunakan sebagai probiotik
(Sujaya, 2017). Bakteri asam laktat (BAL) adalah kelompok bakteri gram-positif
yang tidak membentuk spora dan dapat memfermentasikan karbohidrat untuk
menghasilkan asam laktat. Berdasarkan taksonomi, terdapat sekitar 20 genus
bakteri yang termasuk BAL. Beberapa BAL yang sering digunakan dalam
pengolahan pangan adalah Aerococcus, Bifidobacterium, Carnobacterium,
Enterococcus, Lactobacillus, Lactococcus, Leuconostoc, Oenococcus,
Pediococcus, Streptococcus, Tetragenococcus, Vagococcus, dan Weissella.
Contoh produk makanan yang dibuat menggunakan bantuan BAL adalah yogurt,
keju, mentega, sour cream (susu asam), dan produk fermentasi lainnya. Dalam
pengolahan makanan, BAL dapat melindungi dari pencemaran bakteri patogen,
meningkatkan nutrisi, dan berpotensi memberikan dampa positif bagi kesehatan
manusia (Sujaya, 2017).

2.2. Susu Fermentasi


Tidak semua produk fermentasi semuanya beredar di Indonesia dalam bentuk
siap minum. Tidak jarang dilakukan suplementasi bakteri yang bersifat sebagai
probiotik ke dalam susu fermentasi untuk meningkatkan nilai fungsional produk
akhir. Beberapa spesies yang sering digunakan antara lain Bifidobacterium
bifidum, Bifidobacterium longum, Bifidobacterium infantis, Bifidobacterium
breve, dan Lactobacillus casei. Susu yang difermentasi memiliki rasa dan aroma
yang khas tergantung dari mikroorganisme yang dipakai. Yoghurt mempunyai
tekstur yang agak kental sampai kental atau semi padat dengan konsistensi yang
homogen akibat dari penggumpalan protein karena asam organik yang dihasilkan
oleh kultur starter (Ramona, 2018).

2
Universitas
Sriwijaya
2.3. Bakteri Probiotik
Bakteri probiotik dalam susu fermentasi telah terbukti secara klinis dapat
menyehatkan saluran pencernaan manusia. Bakteri probiotik sendiri berarti
suplemen mikroba hidup yang memberikan efek positif terhadap manusia dan
hewan dengan memperbaiki keseimbangan mikroorganisme usus (Suryani, 2015).
Habitat asli bakteri probiotik yaitu usus manusia maupun hewan. Beberapa efek
kesehatan lain yang dapat diperoleh dari bakteri asam laktat dan probiotik antara
lain dapat memperbaiki daya cerna laktosa (bagi penderita lactose intolerance),
mengendalikan jumlah bakteri patogen dalam usus, meningkatkan daya tahan
alami terhadap infeksi dalam usus, menurunkan serum kolesterol, menghambat
tumor, antimutagenik dan antikarsinogenik, meningkatkan sistem imun,mencegah
sembelit, memproduksi vitamin B dan bakteriosin (senyawa antimikroba),
inaktivasi berbagai senyawa racun, dan menghasilkan metabolit-metabolit seperti
H2O2 dan asam laktat. Susu fermentasi memiliki begitu banyak sifat fungsional
yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh (Suryani, 2015).

2.4. Isolasi Bakteri


Dalam isolasi bakteri asam laktat, kegiatannya meliputi pengenceran,
pemupukan, pemurnian, pengayaan, dan penyimpanan bakteri asam laktat dalam
gliserol stock. Media yang digunakan adalah MRS (de Mann, Rogosa, Sharpe)
baik dalam bentuk padat maupun cair, media Mueller Hinton Agar s Trypticase
Soy Broth (TSB). Isolasi bakteri asam laktat dilakukan untuk menghasilkan
antimikroba yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri. Dengan memberikan
probiotik sebagai suplemen dapat mengambalikan keseimbangan bakteri (rasio
antara bakteri patogen dan nonpatogen) dalam saluran pencernaan terutama dalam
usus. Isolasi adalah cara atau proses memisahkan mikroorganisme tertentu dari
lingkungan, sehingga dapat diperoleh biakan yang sifatnya murni, sehingga
biakan tersebut disebut kultur murni. Teknik isolasi mikroorganisme terbagi
menjadi beberapa jenis: teknik sebar, teknik ulang, dan teknik gores
(menggunakan jarum ose) (Wayan, 2016).

3
Universitas
Sriwijaya
BAB 3
METODELOGI PRAKTIKUM

3.1. Waktu dan Tempat


Praktikum teknologi fermentasi ini dilaksanakan pada hari Selasa tanggal 12
September 2017 di Laboratorium Mikrobiologi, Jurusan Teknologi Pertanian
Universitas Sriwijaya.

3.2. Alat dan Bahan


Alat yang dipakai dalam praktikum kali ini adalah bunsen, cawan petri,
inkubator, jarum ose, pipet mikro, dan tabung reaksi.
Bahan yang digunkan pada praktikum ini adalah NaCl, MRS, yogurt activia,
yogurt botol, yogurt cup, dan yogurt warung.

3.3. Cara Kerja


Cara kerja pada praktikum ini adalah sebagai berikut:
3.3.1.Metode tuang
1. ambil 1 ml sampel, lalu dimasukkan ke dalam tabung reaksi yang
terdapat 9 ml akuades,
2. Lakukan pengenceran sampel hingga 10-4,
3. Ambil m 1 ml dari pengenceran 10 -4, Tuangkan ke dalam cawan petri
yang telah diberi media MRS,
4. Cawan dan sampel lalu di inkubasi pada suhu 45oC selama 2 hari.
Hitung dan catat jika terbentuk koloni mikroba pada cawan.

3.3.2. Metode gores


1. Bekukan MRS agar kedalam cawan petri steril,
2. Lakukan penggoresan sampel dengan menggunakan bantuan ose
yang steril ke permukaan agar,
3. Inkubasi selama 2 hari pada suhu 45oC,
4. Hitung dan catat jika terbentuk koloni mikroba pada cawan.

4
Universitas
Sriwijaya
BAB 4
HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Hasil
Hasil dari praktikum isolasi bakteri asam laktat yaitu:
4.1.1 Tabel Hasil Pengamatan
Pengamatan hari ke-
Metode Sampel
1 4

Yoghurt 0 228.000
Tuang
Yakult 25.000 480.000

Yoghurt 500 10.000


Gores
Yakult 500 12.000

4.1.2 Perhitungan Mikroba


Hari Ke-1
a. Metode Tuang Yoghurt
Total Mikroba = (Jumlah Koloni x 103)
2
= (0 x 103)
2
= 0 mikroba
b. Metode Tuang Yakult
Total Mikroba = (Jumlah Koloni x 103)
2
= (50 x 103)
2
= 25.000 mikroba
c. Metode Gores Yoghurt
Total Mikroba = (Jumlah Koloni x 103)
2
= (1 x 103)
2
= 500 mikroba

5
Universitas
Sriwijaya
d. Metode Gores Yakult
Total Mikroba = (Jumlah Koloni x 103)
2
= (1 x 103)
2
= 500 mikroba

Hari Ke-4
a. Metode Tuang Yoghurt
Total Mikroba = (Jumlah Koloni x 103)
2
= (456 x 103)
2
= 228.000 mikroba
b. Metode Tuang Yakult
Total Mikroba = (Jumlah Koloni x 103)
2
= (960 x 103)
2
= 480.000 mikroba
c. Metode Gores Yoghurt
Total Mikroba = (Jumlah Koloni x 103)
2
= (20 x 103)
2
= 10.000 mikroba
d. Metode Gores Yakult
Total Mikroba = (Jumlah Koloni x 103)
2
= (24 x 103)
2
= 12.000 mikroba

6
Universitas
Sriwijaya
4.2. Pembahasan
Makanan fermentasi dapat bersifat sangat menyehatkan bagi tubuh manusia
dikarenakan bakteri asam laktat dapat menghasilkan komponen metabolit yang
dapat menghambat bakteri enterik patogen. Bakteri asam laktat sangat baik untuk
menjaga kesehatan usus manusia karena akan tumbuh didalam usus ketika
dikonsumsi sehingga mikrobia pada usus akan tetap stabil, bakteri asam laktat
juga dapat mengatasi masalah lactose intolerance, selain itu bakteri asam laktat
dapat menurunkan kadar kolesterol dan memperbaiki sistem kekebalan tubuh.
Bakteri asam laktat juga berpengaruh positif terhadap produk pangan yang dibuat
yaitu dapat menurunkan pH menjadi asam sehingga bakteri patogen sulit tumbuh,
menambahkan cita rasa, memberikan tekstur dan menambah masa simpan produk.
Metode untuk mengisolasi mikroba terdapat tiga, namun yang dilakukan pada
praktikum ini hanya dua metode yaitu dengan metode tuang dan metode gores.
Metode tuang dilakukan dengan cara mengencerkan sampel terebih dahulu sampai
pengenceran 10-4 dengan perbandingan 1:9 dengan akuades, lalu diambil 1 mL
untuk di inokulasikan pada media. Metode gores dilakukan tanpa pengenceran
sampel dan juga media yang digunakan harus sudah beku sehingga sampel bisa
langsung diambil menggunakan ose lalu dikontakkan dengan media sesuai pola
penginokulasian dan di inkubasi.
Jumlah koloni mikrobia dihitung pada masing-masing sampel dan berbeda
pada tiap sampelnya, setelah empat hari diinkubasi baik menggunakan metode
tuang maupun gores, sampel yakult memiliki total bakteri paling banyak
dibandingkan sampel yoghurt. Sampel yakult pada hari ke empat dengan metode
tuang memiliki total bakteri sebanyak 480.000 bakteri sedangkan sampel yoghurt
hanya memiliki total bakteri sebanyak 228.000. Sedangkan menggunakan metode
gores, sampel yakult memiliki total bakteri sebanyak 12.000 bakteri sedangkan
sampel yoghurt memiliki total bakteri sebanyak 10.000 bakteri. Hal ini sesuai
dengan teori bahwa yakult memiliki bakteri asam laktat sebanyak 6,5 miliar.
Tidak ada jumlah bakteri yang terdeteksi pada sampel yoghurt hari pertama
menggunakan metode tuang, hal ini mungkin diakibatkan saat persiapan inkubasi
menggunakan wrapping, sampel belum sepenuhnya kering sehingga jatuh ke sisi
cawan yang lain.

7
Universitas
Sriwijaya
BAB 5
KESIMPULAN

5.1. Kesimpulan
Kesimpulan yang didapatkan pada praktikum kali ini adalah :
1. Secara umum terdapat bakteri asam laktat pada produk fermentasi,
2. Isolasi mikroba menjadi salah satu cara untuk dapat memisahkan mikroba
sehingga didapat jenis mikroba yang lebih spesifik (kultur murni),
3. Bakteri asam laktat digunakan dalam fermentasi makanan karena dapat
memetabolisme gula dan menghasilkan asam laktat dan asam lainnya,
4. Sampel yakult dengan media MRS A memiliki jumlah koloni yang paling
banyak diantara sampel lainnya,
5. Sampel yoghurt tidak ditumbuhi mikroba karena tidak terlihat koloni mikroba
pada cawan sampel yoghurt setelah di inkubasi.

8
Universitas
Sriwijaya
DAFTAR PUSTAKA

Ramona, Y. 2018. Isolasi dan Karakterisasi Bakteri Asam Laktat Dari Susu Kuda
Sumbawa. Jurnal Veteriner. 4(3) 21-29.
Sujaya, N. 2017. Isolasi dan Identifikasi Bakteri Asam Laktat dari Cairan Rumen
Sapi Bali Sebagai Kandidat Biopreservatif. Jurnal Veteriner. 2(2) 12-20.
Suryani, Y. 2015. Isolasi dan Karakterisasi Bakteri Asam Laktat Dari Limbah
Kotoran Ayam Sebagai Agensi Probiotik dan Enzim Kolesterol Reduktase.
Jurnal Ecolab. 2(3) 11-18.
Sutrisno, E. 2013. Isolasi Mikroba Penghasil Antibiotika dari Tanah Kampus
Unsri Indralaya Menggunakan Media Ekstrak Tanah. Jurnal Agraria. 6(8)
60-63.
Wayan, L. 2016. Isolasi Bakteri dan Uji Aktivitas Protease Termofilik dari
Sumber Air Panas Sipholon Tapanuli Utara. Jurnal Agraria. 4(3) 12-17.
Zulkifli. 2015. Pemanfaatan Isolasi Mikroorganisme. Jurnal Agraria. 4(7) 23-29.

9
Universitas
Sriwijaya