Anda di halaman 1dari 18

MAKALAH ANALISIS JURNAL

Disusun untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Keperawatan Keluarga

Dosen Pengampu:

Ani Auli Ilmi, S.Kep.,M.Kep.,Ns.Sp.Kep.Kom

Rasdiyanah,S.Kep.,M.Kep.,Ns.Sp.Kep.Kom

EnySutria.,S.Kep.,Ns.,M.Kes

Oleh:

ADE NOVIRA:(70300117033)

PROGRAMSTUDIKEPERAWATAN

FAKULTASKEDOKERAN DANILMUKESEHATAN

UNIVERSITASISLAMNEGERIALAUDDIN MAKASSAR

2020

i
KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur kami panjatkan atas kehadirat Allah SWT
yang senantiasa memberikan ilmu serta limpahan nikmat, rahmat,
dan hidayah-Nya sehingga makalah ini yang berjudul “Makalah
Analisis Jurnal”. Sholawat dan salam semoga senantiasa tercurah
kepada junjungan kita nabi besar Muhammad SAW, keluarga, para
sahabat dan penegak risalahnya, semoga kita tetap menjadi umatnya
sampai akhir masa.

Rasa terimakasih juga kami ucapkan kepada dosen pembimbing


yang selalu memberikan dukungan serta bimbingannya, serta ucapan
terimakasih kepada teman-teman yang telah berkontribusi dengan
memberikan ide-idenya sehingga tugas ini bisa disusun dengan baik.

     Dalam penulisan ini kami berusaha menyajikan bahan dan


bahasa yang sederhana, singkat serta mudah dicerna isinya oleh para
pembaca. Kami menyadari bahwa karya tulis ini jauh dari sempurna
serta masih terdapat kekurangan dan kekeliruan dalam penulisan
makalah ini. Maka kami berharap adanya masukan berupa kritik dan
saran dari berbagai pihak untuk perbaikan dimasa yang akan datang.

     Akhir kata, semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita
semua dan dipergunakan dengan layak sebagaimana mestinya.

Samata, 20 Maret 2020

Penyusun
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR............................................................................................... i

DAFTAR ISI........................................................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN.......................................................................................... 1

A. Latar Belakang................................................................................................. 1

B. Tujuan.............................................................................................................. 2

BAB II ANALISIS JURNAL...................................................................................... 3

BAB III KONSEP.................................................................................................... 7

BAB IV PENUTUP................................................................................................. 14

A. Kesimpulan...................................................................................................... 15

DAFTAR PUSTAKA................................................................................................ 16
BAB I
PENDAHULUAN

A.Latar Belakang
Perkembangan era globalisasi yang menyebabkan keperawatan di harus
menyesuaikan dengan perkembangan keperawatan di negara maju dari segi sosial
ekonomi masyarakat semakin meningkat sehingga masyarakat menuntut pelayanan
kesehatan yang berkualitas tinggi, tapi di lain pihak bagi masyarakat ekonomi menengah
ke bawah mereka ingin pelayanan kesehatan yang murah dan terjangkau. Sehingga
diperlukan perawatan yang meminimalkan biaya perawatan bagi masyarakat ekonomi
rendah. (Putra, Usman, & Abdi, 2017)

Program home care ini tidak memandang status warga siapa pun warga
masyarakat yang menghubungi call center home care puskesmas terdekat dari
rumahnya akan didatangi tim medis reaksi cepat sesuai dengan kondisi penyakit warga.
Tim medis datang ke rumah warga terdiri dari perawat, dokter atau bidan tergantung
kebutuhan pasien dengan menggunakan mobil ambulance mini yang dilengkapi
peralatan dan obatobat standar. Setelah itu dokter akan memeriksa kondisi pasien untuk
mementukan tindak lanjut perawatan pasien, untuk dirawat di puskesmas atau rumah
sakit. Jika tidak membutuhkan perawatan serius, warga hanya diedukasi untuk
memeriksakan kesehatannya di puskesmas dan pelayanan home care 24 jam. (Vera
Wilis Sedayu & Mar’atus, 2020)
Home Care adalah pelayanan kesehatan yang berkesinambungan dan
komprehensif yang diberikan kepada individu dan keluarga ditempat tinggal mereka
yang bertujuan meningkatkan, mempertahankan atau memulihkan kesehatan atau
memaksimalkan tingkat kemandirian dan meminimalkan akibat dari penyakit (Depkes,
2012). Kebutuhan akan layanan Home Care sangatlah tinggi, hal ini seiring dengan
peningkatan prevalensi penyakit kronis atau long life desease, seperti stroke, penyakit
jantung dan diabetes mellitus. Prinsip pelayanan Home Care tidak jauh berbeda dengan
pelayanan yang diberikan di rumah sakit yaitu harus berfokus pada kebutuhan pasien
(Prasetyo, dkk, 2012).

Perkembangan Home Care di Indonesia sudah semakin maju sehingga banyak


masyarakat yang mengetahui Home Car edan mencoba menggunakan jasa pelayanan
Home Care. Saat ini banyak kasus–kasus penyakit degenerative yang memerlukan
perawatan yang relatif lama seperti kasus pasien pasca stroke yang mengalami
komplikasi kelumpuhan dan memerlukan pelayanan rehabilitasi yang membutuhkan
waktu relatif lama (Azis, 2018).

B.Tujuan

Untuk mengetahui trend dan issue keperawatan keluarga mengenai home care
berdasarkan analisis jurnal.
BAB II
ANALISIS JURNAL
Judul : Home Care
No. Judul Penulis Tahun Metode Hasil Rekomendasi

1. Hubungan pelayanan home care Vera Wilis Sedayu 2020 Penelitian ini merupakan Hasil uji chi square 1. Home Care diharapkan
metode 5m dengan kepuasan WahyuningsihSafitri, penelitian deskriptif didapatkan p value 0,000 menambahkan tenaga
keluarga pasien di unit home Maula Mar’atus S. korelasional dengan < 0,05 sehingga Ha keperawatan untuk
care rancangan penelitian diterima.Didapatkan nilai meningkatkan pelayanan
rumah sakit kasih ibu surakarta menggunakan pendekatan OR = 3,162, artinya terhadap pasien dan
cross sectional. Populasi pelayanan Home Care keluarga di unit Home
dalam penelitian 48 orang metode 5M yang kurang Care dengan
menggunakan teknik mempunyai peluang 3,16 menggunakan metode 5M
purposive sampling. Jumlah kali untuk kepuasan yang meliputi: Man,
sampel yang diambil dalam keluarga pasien yang Machines, Money,
penelitian ini sebanyak 43 kurang dibanding Method,Materials
responden. Analisis bivariat pelayanan Home Care 2. Peneliti Lain hendaknya
lebih ditekankan pada bentuk metode 5M yang baik. dapat mengembangkan
hubungan korelasional penelitian ini, misalnya
menggunakan uji chi square. dengan menambahkan
beberapa variabel yaitu
sikap, ketrampilan dan
motivasi perawat atau
melakukan penelitian
dengan menggunakan
metode lain untuk
mengetahui faktor-faktor
yang mempengaruhi
pelayanan Home
Caremetode 5M.

2. Peningkatan kemandirian Parellangi, Hartiah 2017 Desain penelitian Hasil penelitian Perlunya dikem-bangkan
keluarga Haroen, Lia menggunakan metode quasi intervensi pelayanan contuinity of care pasien
setelah intervensi pelayanan Meilianingsih experiment dengan home care berpengaruh pasca stroke dari rumah
home care rancangan Non Randomized secara bermakna sakit ke komunitas melalui
Control Group Pretest and terhadap tingkat kerjasama dengan pihak
Posttest Design. Jumlah kemandirian keluarga Puskesmas di wilayah
sampel sebanyak 60 didapatkan nilai p < 0,05. tempat pasien berada,
responden dengan dalam hal
menggunakan teknik pemulihan kesehatan atau
consecutive sampling, rehabilitasi pasien pasca
30 responden kelompok stroke.Pelayanan home
perlakuan dan 30 responden care
kelompok kontrol. Intervensi yang sudah ada,
pelayanan home care dimodifikasi dengan pe-
dilaksanakan selama 7 hari. laksanaan perawatan
Uji pengaruh intervensi kesehatan masyarakat
pelayanan 3. (perkesmas) sehingga
home care terhadap tingkat dapat memandirikan
kemandirian keluarga keluarga dengan biaya
menggunakan Mann Whitney minimal.
UTest.

3. Hubungan kualitas pelayanan Reza Fahrepi , 2019 Penelitian tersebut dilakukan Hasil penelitian diperoleh Hendaknya Puskesmas
home care dengan tingkat Suherman Rate , Anto dengan menggunakan metode bahwa kehandalan lebih meningkatkan daya
kepuasan keluarga pasien di J. Hadi survey deskriptif dengan berhubungan dengan tanggap dalam memberikan
wilayah kerja pendekatan cross sectional kepuasan keluarga pasien pelayanan home care
puskesmas batua kota makassar study dengan jumlah sampel dengan nilai p kepada keluarga pasien
76 orang dengan tekhnik total (0,002)<(0,05), jaminan dengan cepat saat
sampling. berhubungan dengan dibutuhkan serta peka
kepuasan keluarga pasien terhadap keluhan pasien
dengan nilai p agar keluarga pasien puas
(0,000)<(0,05), bukti dengan pelayanan home
langsung berhubungan care.
dengan kepuasan
keluarga pasien dengan
nilai p (0,000)<(0,05),
empati berhubungan
dengan kepuasan
keluarga pasien dengan
nilai p (0,002)<(0,05),
daya tanggap
berhubungan dengan
kepuasan keluarga pasien
dengan nilai p
(0,003)<(0,05).

BAB III
KONSEP
A. Pengertian Home Care
Home Care adalah pelayanan kesehatan yang berkesinambungan dan komprehensif yang diberikan kepada individu dan
keluarga ditempat tinggal mereka yang bertujuan meningkatkan, mempertahankan atau memulihkan kesehatan atau
memaksimalkan tingkat kemandirian dan meminimalkan akibat dari penyakit (Depkes, 2012).

Home care merupakan layanan kesehatan yang dilakukan di rumah pasien, sehingga home care dalam keperawatan
merupakan layanan keperawatan di rumah pasien (Suharyati, 2003).Perawatan di rumah merupakan bagian dari proses
keperawatan di rumah sakit, yang merupakan kelanjutan dari rencana pemulangan (Discharge planning), bagi klien yang sudah
waktunya pulang dari rumah sakit. Perawatan di rumah ini bisa dilaksanakan oleh perawat dari rumah sakit semula, perawat
komunitas dmana klien berada, atau dilaksanakan oleh tim khusus yang menangani perawatan di rumah (Kholifah, 2012)

Perawatan di rumah merupakan bagian dari proses keperawatan keluarga, bagi klien yang tidak memerlukan rawat inap,
yaitu sebagai tindak lanjut dari tindakan keperawatan unit rawat jalan atau Puskesmas (Stanhope and Jeanette, 1992). Perawatan di
rumah merupakan kunjungan rumah yang dilakukan oleh perawat, dilaksanakan untuk membantu individu, keluarga dan
masyarakat, mencapai kemandirian dalam menyelesaikan masalah yang mereka hadapi. Lamanya kunjungan rumah disesuaikan
dengan kebutuhan klien (Sherwen and Carol, 1991) dalam jurnal (Kholifah, 2012).

B. Model Home Care Sebagai Suatu Sistem


Model Health Care bila dilihat sebagai system sebagai berikut (Kholifah, 2012):

1. Komponen masukan (input ) lebih menekankan pada aspek struktur yaitu perlu dilihat bagaimana komitmen organisasi profesi
dalam mewujudkan model tersebut dalam suatu bentuk peraturan yang memuat tentang lisensi praktik dengan model perawatan
di rumah. Di dalam pelayanan kesehatan di rumah, perawat memegang peranan sebagai pemimpin melalui perawatan di rumah
akan memberi kesempatan dan mengetahui bagaimana seharusnya memimpin (Christiansen, 1997 dalam Harris 1998 ).
2. Komponen proses harus jelas menggambarkan tentang pengaturan tenaga, system pembayaran, penghitungan waktu untuk
pelayanan, serta kategori tenaga yang boleh melakukan pelayanan. Home Care yang dikembangkan di luar negeri diterapkan
pada pelayanan keperawatan dengan metode penugasan perawatan primer. Seorang perawat primer akan mengetahui dengan
jelas perkembangan kesehatan klien dan meningkatkan hubungan interpersonal yang terapeutik.
3. Pada komponen keluaran ( output ) perlu dikaji persepsi masyarakat terhadap kualitas pelayanan keperawatan, kepuasan
perawat dalam menjalankan tugas serta kepuasan pasien secara umum.
Fioriglio (1999) mengungkapkan bahwa dalam melakukan aktivitas pelayanan keperawatan di rumah sebagai berikut dalam
jurnal (Kholifah, 2012) :
1. Pendidikan kesehatan jangan hanya diberikan kepada pasien tetapi keluarga dan masyarakat juga punya hak dan tanggung
jawab didalamnya.
2. Bekerja berdasarkan lisensi yang diberikan
3. Lindungi pasien atas hak-hak yang dimiliki dalam pelayanan kesehatan
4. Bentuk suatu kelompok yang dapat dijadikan tempat sosialisasi tentang masalah yang dihadapi
5. Bekerja dengan staf untuk menemukan jalan terbaik/ide kreatif bagi kelangsungan program
6. Bekerjasama dengan setiap orang yang memberi dukungan terhadap perawatan di rumah
Agar pelanggan loyal terhadap institusi Home care, maka Home Care harus memperhatikan hal berikut (Suharyati, 2003)
dalam jurnal (Kholifah, 2012) :

1. Kemudahan (untuk dihubungi, untuk mendapatkan informasi, untuk membuat janji )


2. Selalu tepat janji, penting untuk membina kepercayaan masyarakat pada institusi Home care
3. Sesuai dengan standar yang telah ditetapkan, hal ini merupakan cirri professional
4. Bersifat responsive terhadap keluhan, kebutuhan dan harapan klien.
C. Manfaat Home Care

Manfaat home care adalah :

1. Bagi klien dan keluarga: 1)Program Home Care dapat membantu meringankan biaya rawat inap yang makin mahal, karena dpt
mengurangi biaya akomodasi pasien dan transportasi serta konsumsi keluarga; 2)Mempererat ikatan keluarga, karena dapat selalu
berdekatan pada saat anggota keluarga ada yang sakit; 3)Merasa lebih nyaman karena berada di rumah sendiri; 4)Makin
banyaknya wanita yang bekerja di luar rumah, sehingga tugas merawat orang yang sakitsiasanya dilakukan ibu terhambat, oleh
karena itu perlu kehadiran perawat untuk menggantikannya.
2. Bagi perawat: 1)Memberikan variasi lingkungan kerja, sehingga tidak jenuh dengan lingkungan yang tetap sama; 2)Dapat
mengenal klien dan lingkungannya dengan baik; 3)sehingga pendidikan kesehatan yang diberikan sesuai dengan situasi dan
kondisi keluarga, sehingga kepuasan kerja perawat meningkat.
D. Karakteristik Home Care
Home Care mempunyai karakteristik sebagai berikut :
1. Jenis layanan yang diselenggarakan; memprioritaskan pelayanan promotif dan preventif tanpa mengabaikan upaya pengobatan
dan pencegahan kecacatan. Bentuk kegiatan yang dilakukan lebih banyak berupa komunikasi, informasi dan edukasi
(KIE).
2. Tata cara pelayanan; tidak diselenggarakan terkotak-kotak (Fragmented) melainkan secara terpadu dan berkesinambungan
dalam pemenuhan kebutuhan klien dan waktu penyelenggaraan. Pendekatan penyelenggaraan pelayanan; secara menyeluruh
dengan melihat semua sisi yang terkait (Comprehensive Approach).

E. Prosedur Home Health Care


Ada beberapa fase dalam memberikan pelayanan keperawatan di keluarga/rumah :

1. Fase preinisiasi/persiapan
Fase pertama, perawat mendapatkan data yang akan dikunjungi dari Puskesmas atau kader kesehatan. Perawat perlu membuat
lap. Pendahuluan untuk kunjungan yang akan dilakukan dan kontrak waktu dengan keluarga.

2. Fase inisiasi/perkenalan
Fase ini mungkin memerlukan beberapa kali kunjungan. Selama fase ini perawat dan keluarga berusaha untuk saling mengenal
dan mengetahui keluarga menanggapi suatu masalah kesehatan

3. Fase implementasi
Pada fase ini perawat melakukan pengkajian dan perencanaan untuk menyelesaikan masalah kesehatan keluarga. Melakukan
intervensi sesuai rencana. Eksplorasi nilai-nilai keluarga dan persepsi keluarga terhadap kebutuhan. Berikan pendidikan
kesehatan sesuai sumberdaya yang dimiliki keluarga dengan berbagai media yang sesuai

4. Fase terminasi
Perawat membuat kesimpulan hasil kunjungan berdasarkan pencapaian tujuan. Menyusun rencana tindak lanjut. Tinggalkan
nama dan alamat perawat dengan nomer telp. 5. Fase pasca kunjungan Perawat membuat dokumentasi lengkap tentang hasil
kunjungan untuk disimpan di pelayanan kesehatan setempat.

F. Hasil Riset dari beberapa penelitian


Hasil penelitian yang di lakukan Vera Wilis Sedayu,dkk (2020) menunjukkan jumlah kunjungan Home Care dengan rata-
rata 6,79 kali, dengan nilai median 6 kali, minimal 3 kali dan maksimal 15 kali. Penelitian Ersida dkk (2016) mengatakan
jumlah kunjungan Home Care dilakukan lebih dari 3 kali. Kunjungan Home Care berguna untuk penerapan proses keperawatan
di rumah terjadi proses alih peran dari perawat kepada keluarga secara bertahap dan berkelanjutan untuk mencapai kemandirian
keluarga. Menurut peneliti saat perawat memberikan mutu pelayanan yang baik maka pasien dan keluarga akan merasakan
puas sehingga pasien akan terus menggunakan jasa sampai pasien sembuh dan tidak memerlukan lagi pelayanan kesehatan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pelayanan Home Care metode 5M adalah baik sebanyak 29 responden
(67,4%).Dalam penelitian tersebut menjelaskan tentang pelayanan Home Care yang baik meliputi penampilan fisik peralatan
dan perawat baik, kehandalan perawat dalam memberikan pelayanan, daya tanggap perawat yang baik terhadap pasien,
pemberian pelayanan perawat yang terjamin, dan empati perawat kepada pasien dan keluarga pasien yang baik dapat
memberikan kepuasan kepada keluarga pasien. (Vera Wilis Sedayu & Mar’atus, 2020)
Dalam peneletian Reza Fahrepi (2019) membahas hasil penelitian dan pengolahan yang dilakukan, diperoleh kesimpulan
bahwa: Kehandalan, jaminan, bukti langsung, empati, daya tanggap dalam pelayanan home care berhubungan dengan kepuasan
keluarga pasien. Hendaknya Puskesmas lebih meningkatkan daya tanggap dalam memberikan pelayanan home care kepada
keluarga pasien dengan cepat saat dibutuhkan serta peka terhadap keluhan pasien agar keluarga pasien puas dengan pelayanan
home care.(Fahrepi, Rate, & Hadi, 2019)
Dalam penelitian Parellangin,dkk (2017) membahas tentang pengaruh pelayanan home care terhadap tingkat kemandirian
keluarga dalam merawat anggota keluarga de-ngan pasca stroke dari hasil uji statistik Mann Whitney didapatkan nilai p=0,000
(p).Dalam mewujudkan kemandirian keluarga melalui pelayanan home care sangat diperlukan peran perawat, hal ini
dikemukakan oleh Rice (2001), bahwa Perawat yang melakukan pela-yanan keperawatan di rumah (home care) mempunyai
peran untuk meningkatkan kemampuan keluarga untuk mencegah penyakit dan pemeliharaan kesehatan sehinga pene-rapan
proses keperawatan di rumah, terjadi proses alih peran dari perawat kepada klien dan keluarga (sasaran), dan diharapkan secara
bertahap dapat mencapai kemandirian klien beserta keluarga sasaran dalam menyelesai-kan masalah kesehatannya
(Meilianingsih & Setiawan, 2017).
BAB IV
PENUTUP
A.Kesimpulan
Home Care adalah pelayanan kesehatan yang berkesinambungan dan komprehensif yang diberikan kepada individu dan
keluarga ditempat tinggal mereka yang bertujuan meningkatkan, mempertahankan atau memulihkan kesehatan atau memaksimalkan
tingkat kemandirian dan meminimalkan akibat dari penyakit.Dalam beberapa penelitian membahas Kehandalan, jaminan, bukti
langsung, empati, daya tanggap dalam pelayanan home care berhubungan dengan kepuasan keluarga pasien.
DAFTAR PUSTAKA

Aziz K, Palu B, Ahri R.(2018).Pengaruh Kualitas Layanan Home Care Terhadap Kepuasan Dan Kepercayaan Pasien Di Kecamatan
Panakkukang Kota Makassar.Jurnal Kesehatan.1(3):304-309

Depkes RI. (2009). Profil Kesehatan Indonesia 2008. Jakarta. Diperoleh http://www.depkes.go.id/

Fahrepi, R., Rate, S., & Hadi, A. J. (2019). HUBUNGAN KUALITAS PELAYANAN HOME CARE DENGAN TINGKAT
PUSKESMAS BATUA KOTA MAKASSAR The Relation Of Home Care Service Quality And Family ’ s Patient Statisfaction
In Batua Public Health Center Jobs Area , Makassar City. PROMOTIF : Jurnal Kesehatan Masyarakat, 9(0451), 122–128.
Retrieved from https://jurnal.unismuhpalu.ac.id/index.php/PJKM/article/viewFile/589/482
Kholifah, S. N. (2012). HOME CARE. V(1), 44–48.
Meilianingsih, L., & Setiawan, R. (2017). Pelayanan Home Care Terhadap Tingkat Kemandirian Keluarga Dalam Merawat Anggota
Keluarga Dengan Diabetes Melitus Tipe 2. Jurnal Persatuan Perawat Nasional Indonesia (JPPNI), 1(1), 9.
https://doi.org/10.32419/jppni.v1i1.10
Putra, A., Usman, J., & Abdi. (2017). Inovasi Pelayanan Publik Bidang Kesehatan Berbasis Home Care di Kota Makassar. Jurnal
Administrasi Publik, 3(3).
Vera Wilis Sedayu, W., & Mar’atus, M. (2020). Hubungan pelayanan home care metode 5m dengan kepuasan keluarga pasien di
unit home care rumah sakit kasih ibu surakarta. 42, 1–15.
LAMPIRAN