Anda di halaman 1dari 13

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala


rahmatNya sehingga makalah ini dapat tersusun hingga selesai. Tidak lupa
kami juga mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan dari pihak yang
telah berkontribusi dengan memberikan sumbangan baik materi maupun
pikiran .
Dan harapan kami semoga makalah ini dapat menambah
pengetahuan dan pegalaman bagi para pembaca,untuk kedepannya dapat
memperbaiki bentuk maupun menambah isi makalah agar menjadi lebih
baik lagi.
Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman kami, kami
yakin masih banyak kekurangan dalam makalah ini, oleh karena itu kami
sangat mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca
demi kesempurnaan makalah ini.

Yogyakarta , Maret 2019

Penulis

1
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR …………………………………..…………… 1


DAFTAR ISI …………………………………………………………. 2
BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang ……………………………………................. 3


B. Rumusan Masalah …………………………………............... 3
C. Tujuan ……………………………………………….............. 4
BAB II PEMBAHASAN
A. Faktor-faktor yang mempengaruhi Kepribadian Manusia........ 5
B. Peran Batin Terhadap Pembentuakan Kepribadian Manusia...... 6
C. Karakter dan Bakat yang melekat pada individu…………….... 7
D. Temperamen Karakter dan Bentuk Jasmani.........……….......... 8
E. Jenis-jenis Tipologi Manusia Dalam Psikologi Kepribadian.....10
BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan …………………………………………........... 12
B. Saran ……………………………………………….............. 12
DAFTAR PUSTAKA............................................................................ 13

2
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Kepribadian paling sering dideskripsikan dalam istilah sifat uang
biasa diukur yang ditunjukkan oleh seseorang. Berbagai penelitian awal
mengenai struktur kepribadian berkisar di seputar upaya untuk
mengidentifikasi dan menamai karakteristik permanen yang menjelaskan
perilaku individu.karakteristik yang umumnya melekat dalam diri
seseorang adalah malu, agresif, patuh, malas, ambisius, setia, dan takut.
Karakteristik-karakteristik tersebut ditunjukkan dalam berbagai situasi
disebut sifat-sifat kepribadian.
Perkembangan kepribadian seseorang dimulai dari masa remaja
dengan ciri-ciri aktualisasinya dengan kematangan individu itu sendiri dan
motivasi memang sudah dibawa pada masa kanak-kanak semata-mata
kepribadian itu belum dimiliki. Faktor sikap, bakat, kecakapan, minat, dan
perasaan sangat berpengaruh terhadap perkembangan kepriadian
seseorang. Juga kebutuhan dan motivasi serta tujuan seseorang berperilaku
sangat menentukan kepribadian seseorang. Demikian pula dengan persepsi
sesorang. Faktor ekstrinsik atau faktor yang datangnya dari luar seperti
sosialisasi, faktor budaya, nilai, ideologi, politik dan sebagainya akan pula
berpengaruh terhadap kepribadian.

B. Rumusan Masalah
a. Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi kepribadian manusia?
b. Apa pengaruhperan batin terhadap pembentukan kepribadian manusia?
c. Apa saja karakter dan bakat yang melekat pada individu?
d. Apa yang dimaksud temperamen, karakter, dan bentuk jasmani?
e. Apa saja jenis-jenis tipologi manusia dalam psikologi kepribadian?

3
C. Tujuan
a. Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kepribadian
manusia
b. Untuk mengetahui pengaruh peran batin terhadap pembentukan
kepribadian manusia
c. Untuk mengetahui karakter dan bakat yang melekat pada individu
d. Untuk mengetahui maksud dari temperamen, karakter, dan bentuk
jasmani
e. Untuk mengetahui jenis-jenis tipologi manusia dalam psikologi
kepribadian.

4
BAB II

PEMBAHASAN

A. Faktor-faktor yang Mmpengaruhi Kepribadian Manusia


Kepribadian manusia diakui oleh banyak pihak sejatinya dapat
dibentuk. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh para ahli
psikologi, kepribadian manusia dapat dipengaruhi oleh faktor yang berasal
dari luar.
Upaya-upaya mengubah sifat atau watak yang tidak baik agar
berubah menjadi baik tidak hanya diperuntukkan pada siswa-siswa di
sekolah, tetapi diterapkan juga dikalangan orang dewasa. Contohnya, di
Lembaga pemasyarakatan di didik orang-orang yang tadinya suka berbuat
jahat atau melanggar Undang-Undang Negara agar menjadi berwatak baik
dan bersedia mematuhi peraturan pemerintah yang telah ditetapkan.
Diungkapkan dalam sejarah lahirnya ilmu psikologi bahwa sejak
dahulu telah disepakati bahwa kepribadian setiap orang tumbuh atas dua
kekuatan, yaitu kekuatan dari dalam dan kekuatan dari luar. Kekuatan dari
dalam telah dibawa oleh seseorang sejak lahir di dunia yang berupa benih
atau bibit atau lebih sering disebut sebagai kemampuan-kemampuan dasar
manusia. Sementara faktor dari luar berupa lingkungan. Menurut Ki Hajar
Dewantara, faktor luar tersebut dinamakan faktor ajar.
Berkaitan dengan hal tersebut, ada 2 aliran yaitu:
1. Aliran Nativisme
Aliran ini dipelopori oleh Schoupenhouer. Aliran ini
menyatakan bahwa faktor pembawaan lebih kuat dalam
mempengaruhi kepribadian seseorang dibandingkan dengan faktor
yang datangnya dari luar atau faktor ajar. Aliran nativisme
tersebut didukung oleh aliran naturalisme dengan pelopornya
bernama J.J Rousseau. Tokoh tersebut berpendapat bahwa segala
yang suci asalnya dari Tuhan dan rusak oleh ulah manusia. Setiap
anak manusia dilahirkan dalam keadaan suci, tetapi ia menjadi

5
rusak karena dididik oleh manusia. Bahkan lebih parahnya lagi,
manusia malah menjadi kenal dengan segala macam tindak
kejahatan, penyelewengan, korupsi, kolusi, nepotisme, mencuri,
dan tindakan-tindakan jahat atau buruk lainnya.
2. Aliran Empirisme
Aliran ini dipelopori oleh John Locke. Tokoh ini menjadi
terkenal oleh teori tabula rasanya. Menurutnys, anak yang baru
dilahirkan masih bersih seperti tabula rasa dan baru akan berisi bila
ia menerima sesuatu dari luar lewat alat indranya.
Pendapat ini didukung oleh pendapat J.F. Herbart, tokoh ini
berpendapat bahwa jiwa manusia sejak dilahirkan masih kosong.
Jiwa tersebut baru akan berisi sesuatu bila alat indranya telah dapat
menangkap sesuatu yang kemudian diteruskan oleh urat sarafnya
dan kemudian masuk ke dalam kesadaran orang tersebut, yaitu
jiwa. Di dalam kesadaran tersebut, selanjutnya hasil tanggapan tadi
akan meninggalkan bekas yang disebut dengan tanggapan.
Melihat adanya pertentangan antara dua teori tersebut,
maka muncullah teori perpaduan (konvergensi). Teori ini
dikemukakan oleh W. Stern. Menurutnya, kedua kekuatan tersebut
sebenarnya dapat berpadu menjadi satu. Kedua nya saling memberi
pengaruh.

B. Peran Batin Terhadap Pembentukan Kepribadian Manusia


Batin atau hati nurani manusia dalam kehidupan sehari-hari
sebenarnya mempunyai fungsi mulia, yaitu layaknya hakim yang adil. Jika
dalam kehidupan manusia terjadi suatu konflik, pertentangan, atau suatu
keragu-raguan, batin akan bertindak sebagai pengontrol yang kritis
sifatnya. Rasa tanggung jawab pada seseorang tumbuhnya ditentukan oleh
keadaan batin seseorang, seperti orang tidak akan merasa enggan meminta
maaf ketika telah berbuat salah atau khilaf pada oranglain, mengucapkan
rasa terimakasih ketika oranglain telah membantunya, dan lain-lain. Selain

6
berfungsi sebagai pengontrol perbuatan, batin yang dimiliki seseorang
dapat pula berfungsi sebagai semacam alat pembimbing untuk membentuk
pribadi yang bisa dikenal orang-orang atau masyarakat di sekitarnya,
seperti pribadi yang baik, misalnya disiplin, konsisten, ramah, bertanggung
jawab, dan lain-lain.

C. Karakter dan Bakat yang Melekat pada Individu


Bakat yang ada dalam diri sebenarnya merepukan faktor herediter
(keturunan) yang melekat pada diri sejak ia masih dalam kandungan.
Artinya, begitu anak dilahirkan di dunia pada diri anak tersebut telah
melekat bakat yang merupakan kecakapan khusus yang sedikit sekali
dipengaruhi oleh pengalaman-pengalaman yang diperoleh orang tersebut
ketika menjalani kehidupan di dunia. Tetapi perlu dimengerti bahwa
tumbuhnya bakat juga dipengaruhi oleh perangsang-perangsang, dan
perangsang itu amat ditentukan oleh karakter atau kepribadian seseorang.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh para ahli
psikologi kepribadian, karakter seseorang dalam pengertian luas, dapat
memberikan bentuk yang sungguh nyata pada potensi-potensi bakat dan
memberikan ruang gerak yang lebih luas untuk tumbuhnya bakat tersebut
pada seseorang. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa karakter dan
kepribadian akan memengaruhi keaktifan tumbuhnya bakat yang telah ada
dalam diri seseorang.
Menurut ahli psikologi kepribadian, adakalanya bakat yang ada
pada diri seseorang menyebabkan timbulnya kekakuan dan sifat-sifat yang
naif. Hal itu bisa terjadi karena dengan memiliki bakat-bakat tersebut pada
diri orang yang bersangkutan sering timbul sikap sombong dan egosentris
yang tebal, dan hal itu lah yang menyulitkan tergugahnya potensi-potensi
lain yang dimilikinya.
Seseorang yang tidak mampu berpikir introspektif, tidak akan
mampu mematangkan insightnya untuk memperbaiki karakter dirinya.
Selain itu, orang dengan kondisi yang demikian juga kurang memiliki

7
keberanian untuk mengoreksi karakternya sendiri. Berkaitan dengan hal
semacam itu, dapat dikemukakan bahwa pada orang-orang yang memiliki
bakat yang besar (hebat) terutama bakat dalam bidang intelektual ada
kemungkinan akan dapat memengaruhi karakter yang ada dalam diri orang
yang bersangkutan. Hal itu bisa saja terjadi melalui insight-insight yang
ada dalam dirinya.
Insight sangat diperlukan dalam menentukan tindakan-tindakan
yang akan dilakukan oleh seseorang. Jelasnya, suatu tindakan yang tepat
tentu diperlukan suatu insight yang tepat pula. Sementara itu, insight
tersebut didorong oleh adanya kecenderungan-kecenderungan dan usaha-
usaha yang tepat, yang dilakukan oleh seseorang. Dalam hal ini harus
terjadi suatu kerja sama dan pengaruh yang timbal balik antara karakter
dan bakat yang didorong oleh kehidupan dan intelektual tadi. Pada
akhirnya nanti, hasil kerja sama yang sinergis antara bakat, karakter,
intelektual, dan kehendak berupa struktur kepribadian yang merupakan
satu kesatuan yang terintegrasi dalam diri seseorang.

D. Temperamen, Karakter, dan Bentuk Jasmani


Seperti kita ketahui, manusia atau diri kita merupakan satu
kesatuan antara psikofisis, yaitu terdiri atas unsur jasmani dan rohani.
Kedua macam aspek pembentuk manusia tersebut saling memengaruhi
satu dengan lainnya. Pada penyatuan kedua aspek tersebut selalu terjadi
suatu ketegangan dan dinamika antar kedua unsur tersebut. Aspek jasmani
menentukan karakter, selanjutnya karakter terekspresikan dalam bentuk
tingkah laku jasmani. Sementara itu, terdapat perbedaan antara bentuk
bangun dengan struktur dalam bentuk jasmani seseorang. Bertolak dari
pemikiran seperti ini, selanjutnya dicoba untuk dapat mengetahui sifat-
sifat karakter seseorang dengan menyusun suatu tipologi menurut asas-
asas yang dianut dalam psikologi kepribadian.

8
1. Karakter
Dalam bahasa arab karakter sering disebut dengan al khuluq,
khuluq (bentuk tunggal dari akhlak) adalah kondisi batiniah (dalam) bukan
kondisi lahiriyah (luar) individu yang mencakup ath-thab’u dan as-
sajiyah. Khuluq adalah kondisi (hay’ah) dalam jiwa (nafs) yang suci, dari
kondisi itu tumbuh suatu aktivitas yang mudah dan gampang tanpa
memerlukan pemikiran dan pertimbangan terlebih dahulu. Khuluq bias
disamakan dengan karakter yang masing-masing individu memiliki
keunikan sendiri. Dalam terminology psikologi, karakter adalah watak,
perangai, sifat dasar yang khas; satu sifat atau kualitas yang tetap, terus
menerus, dan kekal, yang bias dijadikan cirri untuk mengidenifikasikan
pribadi seseorang.
2. Bakat
Dalam bahasa arab bakat sering disebut as-sajiyah (kebiasaan).
Dalam terminology psikologi, sajiyah diterjemahkan dengan bakat
(abtitude) yaitu kapasitas, kemampuan yang bersifat potensial. Ia
merupaka salah satu factor yang ada pada individu sejak awal dari
kehidupan, yang kemudian menimbulkan perkembangan keahlian,
kecakapan, ketrampilan, dan spesialis tertentu. Bakat ini bersifat laten
(tersembunyi dan bisa berkembang) sepanjang hidup manusia dan dapat di
aktualisasikan potensinya. Potensi yang terpendam dan masih lelap itu
dapat dibuat aktif dan actual.bakat asli yang merupakan hasil dari karakter
individu akan sulit berkembang apabila tanpa dibarengi oleh upaya-upaya
lingkungan yang baik seperti pendidikan, pengajaran, pelatihan dan
dakwah amar ma’ruf nahi munkar.  
3. Temperamen
Pengertian temperamen menurut para ahli:
a) Galenus : Temperamen adalah sifat-sifat kejiwaan yang
ditentukan oleh campuran (komposisi) cairan-cairan dalam tubuh

9
b)  Kretschmer : Temperamen adalah bagian dari pada kejiwaan
yang agaknya dengan melalui darah secara kimiawi mempunyai
korelasi dengan aspek jasmaniah.
c)  Kohnstamm            : Temperamen adalah aku rohani yang
bersangkutan dengan konstitusi jasmani, dan dibawa sejak lahir.
Ketiga pendapat diatas itu perumusannya berlain-lainan, namun
dapat dicari titik-titik kesamaannya yaitu:
a.    Temeperamen adalah aspek kejiwaan dari pada kepribadian.
b.    Temperamen itu dipengaruhi oleh konstitusi jasmaniah.
c.    Sebagai kesimpulan dari kedua hal diatas, temeperamen itu
dibawa sejak lahir, dan karenanya sukar diubah oleh pengaruh dari
luar.
Menurut tipologi Kant pengertian temperamen adalah sebagai
corak kepekaan (Sinneart), yang dibagi menjadi dua aspek:
1)   Aspek fisiologis, yaitu konstitusi tubuh, kompleks atau susunan
cairan-cairan jasmaniah.
2)    Aspek psikologis, adalah kecenderungan-kecenderungan
psikis yang disebabkan oleh komposisi darah, dan disebut
temeperamen psikologis. Temperamen psikologis ini dibagi
menjadi dua macam juga, yakni:

1). Temperamen perasaan yang mencakup temperame sanguinis


dan temperamen melankolis.

2). Temperamen kegiatan, terdiri atas temperamen kholeris dan


yang berlawanan dengan temperamen flegmatis.

E. Jenis-jenis Tipologi Manusia Dalam Psikologi Kepribadian


Dalam psikologi kepribadian, tipologi diartikan sebagai suatu cara
menggolong-golongkan sejumlah orang yang dipandang memiliki tipe
yang sama. Contohnya, tipologi dapat disusun berdasarkan kepada pangkal
peninjauannya. Bertitik tolak dari dasar ini, dalam psikologi kepribadian

10
dikenal ada beberapa tipologi, yaitu tipologi konstitusi, tipologi
temperamen, tipologi ketidaksadaran, tipologi masyarakat, tipologi
kebudayaan, dan lain-lain.

11
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Tipologi  adalah  pengetahuan  yang berusaha menggolongkan 
manusia  menjadi  tipe-tipe  tertentu  atas  dasar factor faktor  tertentu, 
misalnya  karakteristik  fisik,  psikis,  pengaruh  dominant nilai-nilai
budaya.
Faktor yang mempengaruhi kepribadian seseorang dapat
dikelompokkan dalam dua factor, yaitu factor internal dan eksternal.
karakter adalah watak, perangai, sifat dasar yang khas; satu sifat atau
kualitas yang tetap, terus menerus, dan kekal, yang bias dijadikan cirri
untuk mengidenifikasikan pribadi seseorang.
Bakat (abtitude) yaitu kapasitas, kemampuan yang bersifat
potensial. Ia merupaka salah satu factor yang ada pada individu sejak awal
dari kehidupan, yang kemudian menimbulkan perkembangan keahlian,
kecakapan, ketrampilan, dan spesialis tertentu.

B. Saran
Disarankan agar dosen mata kuliah psikologi kepribadian ini bisa
mengoreksi kekurangan dan kelebihan dari makalah ini karna untuk
memperbaiki makalah agar lebih baik lagi dan lebih lengkap lagi materi
yang dibahas pada makalah ini.
Disarankan juga kepada para pembaca untuk memahami materi
lebih detail lagi agar bisa menyusun makalah yang lebih baik lagi.

12
Daftar Pustaka

Prawira, Purwa Atmaja. 2016. psikologi kepribadian dengan perspektif


baru(tulis miring). jogjakarta: Ar-Ruzz Media
http://thesutinangboy.blogspot.com/2015/05/tugas-tipologi-manusia-
dalam-psikologi.html?m=1

13