Anda di halaman 1dari 14

ANALISIS MULTIPLIER

By : Paidi Hidayat
Pendahuluan
 Adanya perubahan pada pengeluaran
otonom yakni pada investasi otonom
(autonomous investment) membuat
keseimbangan pendapatan nasional juga
akan berubah.

 Besarnya perubahan keseimbangan


pendapatan nasional yang baru tidak sama
dengan perubahan investasi. Inilah yang
disebut dengan efek multiplier (efek
pengganda).
Pendahuluan
 Multiplier Effect (efek pengganda) adalah
perbandingan atau rasio antara perubahan di dalam
pendapatan keseimbangan dengan perubahan di
dalam variabel eksogen.
 Investment multiplier adalah perbandingan atau
rasio antara perubahan di dalam pendapatan
nasional dengan perubahan di dalam investasi.
 Consumption multiplier adalah perbandingan antara
perubahan di dalam pendapatan dengan perubahan
di dalam konsumsi otonom.
 Untuk model makroekonomi 2 sektor maka kedua
pengganda masing-masing besarnya : 1 / (1-MPC).
Kecenderungan Konsumsi Marginal (MPC)
C  C 0  bY
C  bY
C
b 
Y
b merupakan nilai marginal konsumsi terhadap
pendapatan (marginal propensity to consume =
MPC). Marginal Propensity to Consume atau
kecenderungan konsumsi marginal adalah
perubahan konsumsi apabila adanya perubahan
pendapatan.
Kecenderungan Konsumsi Marginal (MPC)
 Nilai MPC adalah 0 – 1. Nilai 0 berarti tidak ada tambahan
konsumsi apabila ada tambahan pendapatan disposible.
Sementara itu, apabila terjadi nilai MPC adalah 1, maka
besarnya perubahan konsumsi sama dengan bersarnya
perubahan pendapatan.
C

C

Y

Y
Kegunaan Analisis Angka Pengganda
 Suatu perubahan di dalam pengeluaran
otonom mempunyai pengaruh atau dampak
yang lebih besar atas perekonomian.
 Dengan membandingkan angka pengganda
(multiplier effect) yang diperoleh dari
berbagai model dapat dibandingkan implikasi
dari masing-masing model yang
bersangkutan.
 Dapat diketahui efektif atau tidaknya
tindakan atau kebijakan yang ditempuh, baik
kebijakan moneter maupun kebijakan fiskal.
Proses Multiplier : 2 Sektor
 Adanya perubahan pada variabel investasi menyebabkan
pengeluaran aggregat menjadi berubah. Namun
pertambahan dari keseimbangan pendapatan nasional tidak
sebesar pertambahan investasi tersebut.
 Contoh:
Fungsi konsumsi adalah C = 100 + 0,8Y. Pada mulanya
investasi adalah I = 50. Sesuai dengan perhitungan,
keseimbangan pendapatan nasional adalah Ye = 750.
Apabila investasi kembali bertambah 50 sehingga I + I =
100, maka keseimbangan pendapatan nasional menjadi:
Y CI Y  C  I  I
Y  100  0,8Y  50 Y  100  0,8Y  50  50
0,2Y  150 0,2Y  200
Ye  750 Ye  1000
Proses Multiplier : 2 Sektor
I. Investasi bertambah  pengeluaran agregat 50
bertambah
II. Pengeluaran bertambah  pendapatan pekerja 40
bertambah lalu dikonsumsikan. MPC = 0,8 maka
C bertambah menjadi (0,8x50)
III. Bertambah konsumsi pekerja  penerimaan bagi 32
pedagang, dan kemudian pendapatan itu
dibelanjakan lagi (0,8 x 40)
IV. dan seterusnya
 +

Tambahan pendapatan nasional menjadi 250


Proses Multiplier : 2 Sektor
 Secara matematis proses multiplier terjadi sebagai berikut :
Y CI
Y  C 0  bY  I 0
(1  b)Y  C 0  I 0
C0  I 0 1 1
Y  Y (a )  (I0 )
(1  b) 1- b 1 b
 Apabila terjadi perubahan pada investasi otonom (I0) maka pertambahan
pendapatan nasional menjadi :
Y  bY  I
(1  b) Y  I 1
Y  (I)  k I (I)
Y 1 1- b
 kI 
I (1  b)
Proses Multiplier : 2 Sektor

YCI
 a  bY  I 0
Y - bY  a  I 0 1
Y0  (a  I 0 )
(1  b)Y  a  I 0 1 b
1
Y (a  I 0 )
1- b
Proses Multiplier : 2 Sektor
 Tingkat pendapatan keseimbangan Y0
adalah tingkat pendapatan yang
berhubungan dengan tingkat investasi
otonom (I0).
 Selanjutnya apabila investasi otonom
bertambah menjadi I1 maka tingkat
pendapatan keseimbangan yang baru
adalah Y1 dengan persamaan sebagai
berikut : 1
Y1  (a  I1 )
1 b
Proses Multiplier : 2 Sektor
 selanjutnya untuk memperoleh besarnya
angka pengganda untuk investasi adalah :
1 1
Y1  (a  I1 ) Y0  (a  I 0 )
1 b 1 b
1
Y1  Y0  (I1  I0 ) Y 1
1 b KI  
I 1  b
1 Y 1
Y  I   Y  K I I
1- b I 1  b
Contoh Perhitungan
 Apabila kita mengikut kepada angka MPC = b = 0,8 maka KI
= 5. Dengan tambahan investasi sebesar 50 (I = 50),
maka tambahan pendapatan nasional menjadi
1
Y 1 Y   I
KI   (1  0,8)
I 1  b 1
Y   50
1 1 0,2
KI   5 Y  5  50
1  0,8 0,2
Y  250
 Dengan demikian keseimbangan pendapatan nasional yang baru
adalah Ye = Y0 + Y = 750 + 250 = 1000.
Contoh Kasus
1. Diketahui fungsi konsumsi adalah C = 100 + 0,75
Y. Sementara itu fungsi investasi, I0 = 10.
Berapakah keseimbangan pendapatan nasional dan
besarnya angka pengganda untuk investasi (KI) jika
investasi bertambah menjadi 20. 1 1
KI   4
Jawab : 1  0,75 0,25

Y CI Y  C  I  I Y 
1
 I
Y  100  0,75Y  10 Y  100  0,75Y  10  20 (1  0,75)
1
0,25Y  110 0,25Y  130 Y   20
0,25
Ye  440 Ye  520
Y  4  20  80