Anda di halaman 1dari 22

MAKALAH

EXAM TAKE HOME

Asuhan Keperawatan Pada Aggregate Usia anak sekolah


Disusun untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Keperawatan Komunitas II

Dosen Pengampu:
Ani Auli Ilmi, S.Kep.,M.Kep.,Ns.Sp.Kep.Kom
Rasdiyanah,S.Kep.,M.Kep.,Ns.Sp.Kep.Kom
EnySutria.,S.Kep.,Ns.,M.Kes

Oleh:

Ade Novira (70300117033)

PROGRAMSTUDIKEPERAWATAN
FAKULTASKEDOKERAN DANILMUKESEHATAN
UNIVERSITASISLAMNEGERIALAUDDIN MAKASSAR
2020

i
KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur kami panjatkan atas kehadirat Allah SWT yang
senantiasa memberikan ilmu serta limpahan nikmat, rahmat, dan hidayah-Nya
sehingga makalah ini yang berjudul “Asuhan Keperawatan Pada Aggregate anak
usia sekolah” bisa terselesaikan. Sholawat dan salam semoga senantiasa tercurah
kepada junjungan kita nabi besar Muhammad SAW, keluarga, para sahabat dan
penegak risalahnya, semoga kita tetap menjadi umatnya sampai akhir masa.
Rasa terimakasih juga kami ucapkan kepada dosen pembimbing yang
selalu memberikan dukungan serta bimbingannya, serta ucapan terimakasih
kepada teman-teman yang telah berkontribusi dengan memberikan ide-idenya
sehingga tugas ini bisa disusun dengan baik.
     Dalam penulisan ini kami berusaha menyajikan bahan dan bahasa yang
sederhana, singkat serta mudah dicerna isinya oleh para pembaca. Kami
menyadari bahwa karya tulis ini jauh dari sempurna serta masih terdapat
kekurangan dan kekeliruan dalam penulisan makalah ini. Maka kami berharap
adanya masukan berupa kritik dan saran dari berbagai pihak untuk perbaikan
dimasa yang akan datang.
     Akhir kata, semoga karya tulis ini dapat bermanfaat bagi kita semua dan
dipergunakan dengan layak sebagaimana mestinya.

Samata, 20 Maret 2020

Penyusun

ii
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR........................................................................................ ii
DAFTAR ISI....................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN................................................................................... 1
A. Latar Belakang................................................................................................ 1
B. Tujuan.............................................................................................................. 2
BAB II KONSEP................................................................................................ 3
BAB III ASUHAN KEPERAWATAN KOMUNITAS................................... 4
BAB IV PENUTUP............................................................................................ 18
A. Kesimpulan..................................................................................................... 18
B. Saran................................................................................................................ 18
DAFTAR PUSTAKA......................................................................................... 19

iii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang

Anak-anak usia sekolah mempunyai kebiasaan kurang memperhatikan


perlunya cuci tangan dalam kehidupan sehari-hari, terutama ketika di lingkungan
sekolah. Perilaku tersebut tentunya berpengaruh dan dapat memberikan kontribusi
dalam terjadinya penyakit diare. Penyakit diare sampai dengan saat ini masih
termasuk masalah kesehatan terbesar dunia apalagi bagi negara-negara
berkembang karena angka kesakitan dan kematian yang masih tinggi. Pada tahun
2009, The United Nations Chlidren Fund (UNICEF) dan World Health
Organization (WHO) melaporkan bahwa Asia Selatan merupakan benua tertinggi
yang menderita diare pada balita yakni sebesar 783 juta, kemudian Afrika sebesar
696 juta, sebagian dari dunia sebesar 480 juta dan Asia Timur dan Pasifik sebesar
435 juta.Pada tahun 2015 lebih dari 1.400 anak-anak meninggal setiap hari, atau
sekitar 526.000 anak per tahun yang disebabkan karena diare (Ariani, 2016).
Anak usia sekolah merupakan kelompok umur yang rawan gizi dan rawan
penyakit, utamanya penyakit infeksi (Hidayat, 2005). Secara epidemiologis,
penyebaran penyakit berbasis lingkungan di kalangan anak sekolah di Indonesia
masih tinggi, khususnya kasus infeksi seperti diare (Hendra, 2007). Penyakit diare
masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di negara berkembang seperti di
Indonesia, karena morbiditas dan mortalitas-nya yang masih tinggi (Kemenkes RI,
2011).
Di Indonesia kematian anak dan balita masih sangat tinggi yang
disebabkan oleh diare dengan prevalensi tertinggi terdeteksi pada anak balita (1-4
tahun) yaitu 16,7%.Pada tahun 2003 hingga 2010, berdasarkan survei morbiditas
yang dilakukan oleh Subdit diare, insiden diare cenderung naik yakni tahun 2003
sebanyak 374 /1000 penduduk, tahun 2006 naik menjadi 423/1000 penduduk dan
tahun 2010 menjadi411/1000 penduduk (Kemenkes RI, 2011).Berdasarkan data
dan informasi Profil Kesehatan Indonesia tahun 2016, terlihat bahwa penemuan
kasus diare ditangani menurut provinsi Sulawesi Utara tercatat berjumlah 6.337
orang (9,7%) dan perkiraan diare difasilitas kesehatan berjumlah 65.127 orang
(Kemenkes RI,2017).
Penyakit diare sering dijumpai pada anak-anak. Diare merupakan penyakit
yang ditandai dengan Buang Air Besar (BAB) encer lebih dari 3 kali dalam sehari
(Ariani, 2016). Salah satu faktor resiko terjadinya diare pada anak adalah
keracunan makanan.
Keracunan makanan tersebut disebabkan karena anak mengkonsumsi
makanan yang tidak terjamin kebersihannya (Wong, 2009). Makanan jajanan
biasanya disenangi oleh anak-anak sekolah. Kebiasaan jajan ini

1
dapat memperburuk keadaan gizi anak karena anak yang suka salah dalam
memilih jajanan, seperti makanan instan yang banyak mengandung pewarna serta
bahan pengawet kebanyakan mengandung tinggi kalori, sehingga membuat cepat
kenyang, selain itu kebersihan dari jajanan itu sangat diragukan ( (Moehyi, 2007)
dalam jurnal Maria,2018).
B. Tujuan
a. Untuk mengetahui faktor-faktor apasaja yang mempengaruhi kesehatan aggregate anak
usia sekolah berdasarkan kasus.
b. Untuk mengetahui strategi dalam meningkatkan dan mencegah masalah kesehatan
pada aggregate anak usia sekolah berdasarkan kasus.
c. Dapat menentukan asuhan keperawatan komunitas dengan aggregate anak usia
sekolah dengan penyakit infeksi.

2
BAB II
KONSEP

A. Faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan aggregate anak usia sekolah dengan


penyakit diare
Ada beberapa faktor–faktor yang mempengaruhi kejadian diare pada
anak. Faktor yang pertama adalah faktor lingkungan. Diare dapat terjadi karena
seseorang tidak memerhatikan kebersihan lingkungan dan menganggap bahwa
masalah kebersihan adalah masalah sepele.
Kebersihan lingkungan merupakan kondisi lingkungan yang optimum
sehingga dapat memberikan pengaruh positif terhadap status kesehatan yang
baik.Ruang lingkup kebersihan lingkungan diantaranya adalah perumahan,
pembuangan kotoran manusia,penyediaan air bersih, pembuangan sampah, dan
pembuangan air kotor (limbah).
Faktor lingkungan yang dominan dalam penyebaran penyakit diare pada
anak yaitu pembuangan tinja dan sumber air minum.Pengelolaan tinja yang
kurang diperhatikan disertai dengan cepatnya pertambahan penduduk akan
mempercepat penyebaran penyakit yang ditularkan melalui tinja seperti diare,
yang merupakan penyakit menular berbasis lingkungan.Pembuangan tinja yang
sembarangan juga akan menyebabkan penyebaran penyakit. Penyebaran
penyakit yang bersumber dari tinja dapat melalui berbagai macam cara,baik
melalui air, tangan,maupun tanah yang terkontaminasi oleh tinja dan ditularkan
lewat makanan dan minuman melalui vector serangga (lalat dan kecoa).Selain
itu,halaman rumah yang becek karena buruknya saluran pembuangan air
limbah (SPAL) memudahkan penularan diare,terutama yang ditularkan oleh
cacing dan parasit.Membuang sampah sembarangan akan menjadi factor risiko
timbulnya berbagai vector bibit penyakit sehingga ada hubungan yang
signifikan antara pembuangan sampah dengan kejadian diare pada anak.
Faktor yang kedua adalah faktor sosiodemografi. Faktor sosiodemografi
yang berpengaruh terhadap kejadian diare pada anak yaitu pendidikan dan
pekerjaan orang tua, serta umur anak.Jenjang pendidikan memegang peranan
yang cukup penting dalam kesehatan masyarakat.Pendidikan seseorang yang
tinggimemudahkan orang tersebut dalam penerimaan informasi, baik dari orang
lain maupun media masa. Banyaknya informasi yang masuk akan membuat
pengetahuan tentang penyakit diare semakin bertambah.
Menurut Hidayat (2015) faktor –factor penyebab diare :
1. Faktor Makanan atau Jajanan
2. Faktor Infeksi
3. Faktor Malabsorbsi
4. Faktor psikologis
Beberapa faktor yang menyebabkan terjadinya diare adalah mengkonsumsi
makanan jajanan yang tidak terjamin kebersihannya. Teutama anak-anak
merupakan kelompok yang beresiko tinggi tertular penyakit melalui makanan
maupun minuman. Jajanan yang kurang memenuhi syarat kesehatan sehingga

3
mengancam kesehatan anak. Anak-anak sering menjadi korban penyakit diare
akibat konsumsi makanan yang disiapkan dirumah sendiri atau dikantin
sekolah atau yang dibeli di penjaja kaki lima depan sekolah. Makanan-
makanan yang dalam kondisi tidak bersih atau makanan yang di jual dengan
kondisi terbuka. Dari kondisi ini makanan dapat terkontaminasi oleh berbagai
racun. Kontaminasi yang terjadi pada makanan dan minuman menyebabkan
makanan tersebut dapat menjadi media bagi suatu penyakit. Penyakit yang
ditimbulkan oleh makanan yang terkontaminasi disebut penyakit bawaan
makanan (food-borned diseases). Makanan atau jajanan yang sering
dikonsumsi anak sekolah sangat sensitif terhadap pencemaran, yang bersumber
dari bahan tambahan pangan berupa pewarna tekstil, zat pengawet, dan
pemanis buatan sehingga bisa menimbulkan diare karena terdapat berbagai
macam mikroba (Arisman, 2012).
B. Strategi dalam meningkatkan dan mencegah masalah kesehatan pada aggregate
anak usia sekolah dengan penyakit diare.
Strategi pengendalian penyakit diare yang dilaksanakan pemerintah adalah :
1. Melaksanakan tatalaksana penderita diare yang standar di sarana kesehatan
melalui lima langkah tuntaskan diare (LINTAS Diare).
2. Meningkatkan tata laksana penderita diare di rumah tangga yang tepat dan
benar.
3. Meningkatkan SKD dan penanggulanbgan KLB diare.
4. Melaksanakan upaya kegiatan pencegahan yang efektif
5. Melaksanakan monitoring dan evaluasi

Pencegahan diare pada anak yaitu:


1. Pemberian vaksin rotavirus kepada anak.
2. Untuk selalu mencuci tangan dengan benar
3. Tidak memberikan susu yang belum dipasteurisasi kepada anak
4. Susu yang belum dipasteurisasi tidak melewati proses untuk membunuh
banteri tertentu.
5. Tidak meberikan daging atau ikan yang masih mentah atau belum
dimasak

4
BAB III
ASUHANKEPERAWATANKOMUNITAS
Kasus:
Kelurahan X merupakan wilayah binaan puskesmas A yang terdiri atas 10 RW dan 60
RT.Masing-masing RW memiliki 5 sampai 6 RT. Berdasarkan survey keluarga sehat
yang dilakukan oleh puskesmas diketahui RW. 08 memiliki pada kelurahan X merupakan
wilayah dengan jumlah penduduk yang paling sedikit yaitu total penduduk 896 jiwa. Data
sekunder kelurahan menunjukkan jumlah penduduk didominasi usia dewasa dan lansia.
Namun, berdasarkan survey keluarga sehat yang dilakukan oleh puskesmas setempat
didapatkan masalah kesehatan terbanyak pada kelompok usia anak sekolah dengan
masalah kesehatan diare dan demam berdarah. Berdasarkan wawancara yang dilakukan
pada kader kesehatan diketahui bahwa terdapat 15 kasus diare yang dilaporkan oleh
perawat perkesmas diwilayah RW. 08. Menurut kader kesehatan di RW.08, kondisi
tersebut sebabkan karena wilayah RW.08 berada di dekat rawa dengan kondisi wilayah
yang kurang bersih, sampah yang berserakan, banyak terdapat jajanan di pinggir yang
dinikmati oleh anak usia sekolah. Warga kurang memiliki kebiasaan kerja bakti, sehingga
terjadi penumpukan sampah di beberapa lokasi di wilayah RW. 08. Hasil wawancara dari
perawat Perkesmas mengatakan bahwa masyarakat yang berada di RW.08 telah
mendapatkan penyuluhan terkait kebersihan lingkungan dan masalah diare, namun kasus
diare masih ditemukan di RW.08.
A. Pengkajian
1) Pengkajian Inti Komunitas
a. Sejarah
Wawancara: Dari hasil wawancara tokoh masyarakat kelurahan X
dulunya kelurahan x hanya memiliki suku Bugis dan
Makassar,kemudian seiring berjalannya waktu suku yang lainnya
masuk.Sebagian besar anak tinggal di kelurahan X sudah lama karena
orang tuanya dan keluarga besarnya tinggal di wilayah tersebut. Dan
kebanyakan anak di RW 08 dilahirkan dan dibesarkan disana dan
disekolahkan juga disana. Dari hasil wawancara siswa mereka juga
tidak tahu siapa yang paling pertama tinggal di daerah tersebut, dan
bagaimana asal usul daerah tersebut, yang mereka tahu hanya nenek
dan kekek buyutnya tinggal di daerah tersebut. Dan pendapatan orang
tuanya didapatkan di wilayah tersebut.
b. Demografi / Statistik Vital
Observasi:
Kelurahan X merupakan wilayah binaan puskesmas A yang terdiri atas 10
RW dan 60 RT.Masing-masing RW memiliki 5 sampai 6 RT. Batas wilayah
yang dijadikan target pengkajian, sebelah timur dibatasi oleh RW 7,
sebelah selatan dibatasi oleh sungai dan rawa-rawa, di sebelah utara
dibatasi oleh komplek perumahan dan di sebelah barat dibatasi oleh RW
5
05. Berdasarkan hasil observasi banyak ditemukan rumah kontrak yang
berpetak-petak, jalan kecil dan suasana jalan yang padat oleh
kendaraan.
Angket:
Berdasarkan survey keluarga sehat yang dilakukan oleh puskesmas diketahui
RW. 08 memiliki pada kelurahan X merupakan wilayah dengan jumlah
penduduk yang paling sedikit yaitu total penduduk 896 jiwa.Data sekunder
kelurahan menunjukkan jumlah penduduk didominasi usia dewasa dan lansia.
No Jenis Kelamin Dewasa Jumlah Persentasi
1 Laki-laki 500 60%
2 Perempuan 396 34%
Jumlah 896 100%

No Usia Jumlah Persentasi


1. Pra sekolah 32 48%
2. Anak usia sekolah 170 52%
3. Remaja
4. Dewasa
5. Lansia
Jumlah 492 100
c. Suku dan Budaya
Observasi:
Dari hasil observasi terdapat banyak suku tetapi yang mendominasi
suku Bugis dan Makassar.
Wawancara:
Dari hasil wawancara terdapat beberapa suku lain yaitu, Jawa, Batak,
Betawi dan Papua.dari hasil wawancara beberapa warga banyak yang
menyukai makanan pedas karena sudah budaya dari suku Makassar
sehingga anaknya juga terbiasa memakan makanan yang pedas-pedas.
Angket :
Suku Jumlah
Bugis 33%
Makassar 33%
Jawa 15%
Batak 6%
Betawi 9%
Papua 4%
Jumlah 100 %

d. Nilai dan Keyakinan


6
Observasi:
Dari hasil observasi lebih banyak yang menganut agama Islam karena
terlihat dari banyaknya bangunan masjid.
Wawancara:
Dari hasil wawancara beberapa warga dari 50 warga 40 di antaranya
beragama islam dan 10 di antaranya beragama Kristen.
2) Pengkajian Sub System
a. Lingkungan Fisik
Observasi:
Dari hasil observasi Wilayah RW terdapat 10 rumah saling berdempetan,
kondisi wilayah yang kurang bersih serta banyak ditemukan tumpukan
sampah di beberapa lokasi wilayah RW 08,terdapat banyak sampah di
sekitaran sungai,banyak terdapat warung-warung, dan pos-pos
diwilayah tersebut.
Wawancara:
Hasil wawancara dengan kader kesehatan di RW.08,wilayah RW.08
berada di dekat rawa dengan kondisi wilayah yang kurang bersih, sampah
yang berserakan, banyak terdapat jajanan di pinggir yang dinikmati oleh anak
usia sekolah.Warga kurang memiliki kebiasaan kerja bakti, sehingga terjadi
penumpukan sampah di beberapa lokasi di wilayah RW. 08. dan masih
banyak warga yang membuang sampah di sekitaran sungai,dari hasil
wawancara juga dari beberapa warga ,sungai menjadi tempat aktivitas
seperti mencuci dan menjadi sumber air.
b. Pelayanan Kesehatan
Observasi:
Menurut hasil observasi fasilitas kesehatan di Kelurahan X RW 08
sangat jauh.
Wawancara:
Berdasarkan wawancara yang dilakukan pada kader kesehatan diketahui
bahwa terdapat 15 kasus diare yang dilaporkan oleh perawat perkesmas
diwilayah RW. 08. Hasil wawancara dari perawat Perkesmas mengatakan
bahwa masyarakat yang berada di RW.08 telah mendapatkan penyuluhan
terkait kebersihan lingkungan dan masalah diare, namun kasus diare masih
ditemukan di RW.08.Hasil wawancara dari beberapa warga mengatakan tidak
ada program untuk mengatasi dan mengurangi masalah kesehatan,warga juga
mengatakan penyuluhan hanya di lakukan 2 kali setahun dan kurangnya
kunjungan rumah.

7
Angket:
Berdasarkan survey keluarga sehat yang dilakukan oleh puskesmas setempat
didapatkan masalah kesehatan terbanyak pada kelompok usia anak sekolah
dengan masalah kesehatan diare dan demam berdarah.

No Masalah Kesehatan Presentasi


1 Diare 45%
2 Demam berdarah 7%

c. Ekonomi
Wawancara:
Berdasarkan hasil wawancara kebanyakan orang tua dari anak
berekonomi rata-rata rendah,sehingga kesulitan dalam ekonomi,
sebagian besar orang tua anak bekerja sebagai buruh pabrik ataupun
bangunan dan bekerja dari pagi sampai malam ,warga jadi tidak
memerhatikan kebersihan lingkungan dan kurang melakukan kerja
bakti.
Angket:
Pekerjaan orang tua siswa sebagian besar sebagai petani 15%, buruh
bangunan 30%, buruh pabrik 40%, dan guru 20%.
d. Tranportasi dan Keamanan
Observasi:
Di RW 08 masyarakat setempat tidak memiliki kendaraan
pribadi, kebanyakan menggunakan kendaraan umum.Banyak anak
sekolah yang jalan kaki atau bersepeda untuk ke sekolah.Di RW 08
tersedia fasilitas keamanan seperti pos keamanan.Dari hasil observasi
akses untuk ke pelayanan kesehatan cukup jauh.
Wawancara:
Dari hasil wawancara warga berpendapat bahwa kondisi keamanan di
wilayahnya dalam lingkup aman.
e. Politik dan Pemerintah
Observasi:
Berdasarkan hasil observasi tidak ada ditemui spanduk yang bertema
politik di sepanjang jalan.
Wawancara:
Dari hasil wawancara oleh ketua RW.08 mengatakan bahwa tidak ada
warga atau masyarakat yang berkecimpung dalam partai politik dan
pemerintahan.
f. Komunikasi dan Informasi
Observasi:
1) Berdasarkan hasil observasi kurang terdapat media informasi seperti
iklan kesehatan tentang pencegahan dan penyebab diare.

8
2) Kondisi penduduk yang kebanyakan pada usia produktif
mengakibatkan komunikasi antar warga juga kurang dan kegiatan
masyarakat juga kurang berjalan diwilayah ini.
Wawancara:
Dari hasil wawancara oleh anak sekolah di kelurahan X RW 08 kurang
mendapatkan informasi tentang makanan sehat dan pentingnya cuci
tangan,dominan menggunakan bahasa indonesia dan bahasa daerah
sebagai bahasa sehari-hari.
g. Pendidikan
Observasi:
Dari hasil observasi didapatkan fasilitas pendidikan dari PAUD hingga
SMA baik negeri maupun swasta.Tidak terdapat sarana kantin
sehat,dan kurang nya tempat cuci tangan d sekolah,terdapat sampah
berserakan di sekitar kantin sekolah
Wawancara:
Dari hasil wawancara dengan beberapa siswa siswi banyak yang
mengeluh tidak nyaman belajar karena lingkungan sekolahnya yang
kurang bersih.Dari hasil wawancara 20 siswa siswi mengatakan jarang
ke perpustakaan karena kurang tertarik dan kurang dorongan dari guru
untuk memanfaatkan fasilitas pendidikan tersebut.
h. Rekreasi
Observasi:
Berdasarkan hasil observasi terdapat taman yang tidak terawat dan
lapangan untuk berolahraga ,nampak anak-anak bermain bola di
lapangan,dan ada juga sebagian anak-anak bermain di sekitaran sungai.
Wawancara:
Berdasarkan hasil wawancara oleh masyarakat mereka mengatakan
jarang pergi rekreasi karena mereka sibuk,dan jarang meluangkan
waktunya untuk anak-anak, ada juga yang beralasan karena tempat
wisata sangat jauh.
3) Data Persepsi
Wawancara:
Dari hasil wawancara beberapa warga mengenai masalah kesehatan di
lingkungannyan masih acuh, karena dipengaruhi rendahnya tingkat
pendidikan masyarakat dan karena sibuk bekerja untuk meningkatkan
ekonomi sehingga tidak memikirkan kesehatannya.

9
Analisa Data
No Data Masalah
1. Observasi: Ketidakefektifan
1. Dari hasil observasi Wilayah RW terdapat 10 rumah pemeliharaan kesehatan
saling berdempetan, kondisi wilayah yang kurang pada kelompok usia anak
bersih serta banyak ditemukan tumpukan sampah di sekolah di RW 08
beberapa lokasi wilayah RW 08,terdapat banyak Kelurahan X
sampah di sekitaran sungai,banyak terdapat
warung-warung, dan pos-pos diwilayah tersebut.
2. Berdasarkan hasil observasi terdapat taman yang
tidak terawatt
Wawancara:
1. Dari hasil wawancara beberapa warga banyak yang
menyukai makanan pedas karena sudah budaya
dari suku Makassar sehingga anaknya juga
terbiasa memakan makanan yang pedas-pedas.
2. Hasil wawancara dengan kader kesehatan di
RW.08,wilayah RW.08 berada di dekat rawa dengan
kondisi wilayah yang kurang bersih, sampah yang
berserakan, banyak terdapat jajanan di pinggir yang
dinikmati oleh anak usia sekolah.Warga kurang
memiliki kebiasaan kerja bakti, sehingga terjadi
penumpukan sampah di beberapa lokasi di wilayah
RW. 08. dan masih banyak warga yang membuang
sampah di sekitaran sungai,dari hasil wawancara
juga dari beberapa warga ,sungai menjadi tempat
aktivitas seperti mencuci dan menjadi sumber air.
3. Berdasarkan hasil wawancara kebanyakan orang
tua dari anak berekonomi rata-rata rendah,sehingga
kesulitan dalam ekonomi, sebagian besar orang tua
anak bekerja sebagai buruh pabrik ataupun
bangunan dan bekerja dari pagi sampai malam
,warga jadi tidak memerhatikan kebersihan
lingkungan dan kurang melakukan kerja bakti.
4. Dari hasil wawancara 20 siswa siswi mengatakan
jarang ke perpustakaan karena kurang tertarik dan
kurang dorongan dari guru untuk memanfaatkan
fasilitas pendidikan tersebut.
5. Berdasarkan hasil wawancara oleh masyarakat
mereka mengatakan jarang pergi rekreasi karena
mereka sibuk,dan jarang meluangkan waktunya
untuk anak-anak, ada juga yang beralasan karena
tempat wisata sangat jauh.
6. Dari hasil wawancara beberapa warga mengenai
masalah kesehatan di lingkungannyan masih acuh,
10
karena dipengaruhi rendahnya tingkat pendidikan
masyarakat dan karena sibuk bekerja untuk
meningkatkan ekonomi sehingga tidak memikirkan
kesehatannya.
2 Observasi: Defisiensi kesehatan
1. Menurut hasil observasi fasilitas kesehatan di komunitas pada kelompok
Kelurahan X RW 08 sangat jauh. usia anak sekolah di RW 08
2. Dari hasil observasi akses untuk ke pelayanan Kelurahan X
kesehatan cukup jauh.
3. Berdasarkan hasil observasi kurang terdapat media
informasi seperti iklan kesehatan tentang
pencegahan dan penyebab diare.
4. Tidak terdapat sarana kantin sehat,dan kurang nya
tempat cuci tangan d sekolah,terdapat sampah
berserakan di sekitar kantin sekolah

Wawancara:
1. Berdasarkan wawancara yang dilakukan pada kader
kesehatan diketahui bahwa terdapat 15 kasus diare yang
dilaporkan oleh perawat perkesmas diwilayah RW.
2. Hasil wawancara dari beberapa warga mengatakan tidak
ada program untuk mengatasi dan mengurangi masalah
kesehatan,
3. warga juga mengatakan penyuluhan hanya di lakukan 2
kali setahun dan kurangnya kunjungan rumah.
4. Dari hasil wawancara oleh anak sekolah di kelurahan X
RW 08 kurang mendapatkan informasi tentang
makanan sehat dan pentingnya cuci tangan,
Angket:
1. Berdasarkan survey keluarga sehat yang dilakukan oleh
puskesmas setempat didapatkan masalah kesehatan
terbanyak pada kelompok usia anak sekolah dengan
masalah kesehatan diare dan demam berdarah.

No Masalah Presentasi
Kesehatan
1 Diare 45%
2 Demam berdarah 7%

Skoring /Prioritas Masalah Keperawatan Komunitas


11
No Diagnosa Pentingnya Pengaruh Peningkatan Tingkatan Total
Keperawatan asalah positif untuk kualitas semua masalah Skor
Komunitas untuk masyarakat hidup jika dari level 1
(Masalah) diselesaikan jika masalah masalah sampai 6 (1:
(1: rendah, diselesaikan diselesaikan kurang
2: sedang, 3: (0: tidak (1: rendah, penting, 6:
tinggi) berpengaruh, 2: sedang, 3: sangat
1: redah, 2: tinggi) penting)
sedang, 3:
tinggi)
1 Ketidakefektifan 3 (Tinggi) 3 (Tinggi) 3 (Tinggi) 5 (Tinggi) 16
pemeliharaan
kesehatan pada
kelompok dewasa
di RW 08
Kelurahan X
2 Defisien kesehatan 3 (Tinggi) 3 (Tinggi) 3 (Tinggi) 5 (Tinggi) 15
komunitas pada
kelompok dewasa
di RW 08
Kelurahan X

B. Diagnosis Keperawatan
No Diagnosis Keperawatan Skor
1 Ketidakefektifan pemeliharaan kesehatan pada kelompok dewasa di RW 08 Kelurahan X 16
2 Defisien kesehatan komunitas pada kelompok dewasa di RW 08 Kelurahan X 15

12
C. Intervensi
No Data Diagnosa Kode NOC Kode NIC
1. Observasi: Domain 1: Prevensi Primer Prevensi Primer
1. Dari hasil observasi Wilayah RW terdapat Promosi kesehatan 1823 1. Pengetahuan 5510 1. Pendidikan kesehatan
10 rumah saling berdempetan, kondisi :promosi kesehatan 5520 2. fasilitasi pembelajaran
wilayah yang kurang bersih serta banyak Kelas 2: 1855 2. Pengetahuan gaya 5515 3.Peningkatan kesadaran
ditemukan tumpukan sampah di Manajemen hidup sehat kesehatan
beberapa lokasi wilayah RW kesehatan 4.Fasilitas tanggung
4480
08,terdapat banyak sampah di sekitaran jawab diri
Ketidakefektifan
sungai,banyak terdapat warung- pemeliharaan
warung, dan pos-pos diwilayah Prevensi sekunder Prevensi sekunder
kesehatan pada
tersebut. 1. Keseimbangan gaya 6520 1. Skirining kesehatan.
kelompok anak 2013
2. Berdasarkan hasil observasi terdapat hidup sehat 2. Manajemen
usia sekolah di RW 6484
taman yang tidak terawatt 2. Perilaku patuh lingkungan :
08 Kelurahan X 1601
Wawancara: bersifat pasif Komunitas.
(00162)
1. Dari hasil wawancara beberapa warga
banyak yang menyukai makanan pedas Prevensi Tersier Prevensi Tersier
karena sudah budaya dari suku 1209 1. Motivasi. 5430 1. Dukungan kelompok
Makassar sehingga anaknya juga 1504 2. Dukungan sosial 5420 2. Dukungan Spiritual. x
terbiasa memakan makanan yang 5240 3. Konseling

13
pedas-pedas.

2. Hasil wawancara dengan kader


kesehatan di RW.08,wilayah RW.08
berada di dekat rawa dengan kondisi
wilayah yang kurang bersih, sampah yang
berserakan, banyak terdapat jajanan di
pinggir yang dinikmati oleh anak usia
sekolah.Warga kurang memiliki kebiasaan
kerja bakti, sehingga terjadi penumpukan
sampah di beberapa lokasi di wilayah RW.
08. dan masih banyak warga yang
membuang sampah di sekitaran
sungai,dari hasil wawancara juga dari
beberapa warga ,sungai menjadi tempat
aktivitas seperti mencuci dan menjadi
sumber air.
3. Berdasarkan hasil wawancara
kebanyakan orang tua dari anak
berekonomi rata-rata rendah,sehingga
kesulitan dalam ekonomi, sebagian
besar orang tua anak bekerja sebagai
buruh pabrik ataupun bangunan dan
bekerja dari pagi sampai malam ,warga
jadi tidak memerhatikan kebersihan
lingkungan dan kurang melakukan
14
kerja bakti.
4. Dari hasil wawancara 20 siswa siswi
mengatakan jarang ke perpustakaan
karena kurang tertarik dan kurang
dorongan dari guru untuk
memanfaatkan fasilitas pendidikan
tersebut.
5. Berdasarkan hasil wawancara oleh
masyarakat mereka mengatakan jarang
pergi rekreasi karena mereka sibuk,dan
jarang meluangkan waktunya untuk
anak-anak, ada juga yang beralasan
karena tempat wisata sangat jauh.
6. Dari hasil wawancara beberapa warga
mengenai masalah kesehatan di
lingkungannyan masih acuh, karena
dipengaruhi rendahnya tingkat
pendidikan masyarakat dan karena
sibuk bekerja untuk meningkatkan
ekonomi sehingga tidak memikirkan
kesehatannya.

15
2 Observasi: Domain 1: Prevensi Primer Prevensi Primer
1. Menurut hasil observasi fasilitas Promosi kesehatan 2701 1. Status kesehata 8500 1. Pengembangan
kesehatan di Kelurahan X RW 08 komunitas kesehatan komunitas
sangat jauh. Kelas 2: Prevensi Sekunder 6520 2. Skrining kesehatan
2. Dari hasil observasi akses untuk ke Manajemen 2802 1. Kontrol resiko
pelayanan kesehatan cukup jauh. kesehatan. penyakit menular Prevensi Sekunder
3. Berdasarkan hasil observasi kurang Prevensi tersier 1. Identifikasi resiko
6610
terdapat media informasi seperti iklan 2. Pengembangan
Defisiensi 2807 1. Keefektifan skrining 8700
kesehatan tentang pencegahan dan program
kesehatan kesehatan komunitas
penyebab diare. Prevensi tersier
komunitas pada
4. Tidak terdapat sarana kantin sehat,dan
aggregate anak usia 1. Monitor kebijakan
kurang nya tempat cuci tangan d 7970
sekolah di RW 08 kesehatan
sekolah,terdapat sampah berserakan di
Kelurahan X 2. Manajemen
sekitar kantin sekolah 6480
(00189) lingkungan komunitas
Wawancara:
1. Berdasarkan wawancara yang dilakukan
pada kader kesehatan diketahui bahwa
terdapat 15 kasus diare yang dilaporkan oleh
perawat perkesmas diwilayah RW.
2. Hasil wawancara dari beberapa warga
mengatakan tidak ada program untuk
mengatasi dan mengurangi masalah
kesehatan,
3. warga juga mengatakan penyuluhan hanya
di lakukan 2 kali setahun dan kurangnya
kunjungan rumah.
16
4. Dari hasil wawancara oleh anak sekolah di
kelurahan X RW 08 kurang mendapatkan
informasi tentang makanan sehat dan
pentingnya cuci tangan.

Angket:
1. Berdasarkan survey keluarga sehat yang
dilakukan oleh puskesmas setempat
didapatkan masalah kesehatan terbanyak
pada kelompok usia anak sekolah dengan
masalah kesehatan diare dan demam
berdarah.

No Masalah Presentasi
Kesehata
n
1 Diare 45%
2 Demam 7%
berdarah

17
BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
Anak usia sekolah merupakan kelompok umur yang rawan gizi dan rawan
penyakit, utamanya penyakit infeksi.Salah satu factor penyebab diare adalah faktor
lingkungan. Diare dapat terjadi karena seseorang tidak memerhatikan kebersihan
lingkungan dan menganggap bahwa masalah kebersihan adalah masalah sepele.
B. Saran
Perlu adanya peran perawat untuk membantu menyelesaikan masalah kesehatan
pada anak karena kesehatan merupakan hal yang paling penting dan utama demi masa
depan nantinya agar cita-cita dapat tercapai, diharapkan perlu adanya penyuluhan agar
anak menjadi manusia yang kretif dan berkarakter yang kuat dan anak dapat
meningkatkan pemeliharaan kesehatannya.
DAFTARPUSTAKA
Ariani, A. Putri (2016). Diare: Pencegahan dan Pengobatannya.Yogyakarta: Nuha
Medika

Bulechek, G.M., Butcher, H.K., Dochterman, J.M., & Wagner, C.M. (2016). Nursing
Interventions Classification (NIC), Edisi 6. Philadelpia: Elsevier.

Gultom, M. M., Onibala, F., & Bidjuni, H. (2018). Hubungan Konsumsi Makanan
Jajanan Dengan Diare Pada Anak Di Sdn 3 Gogagoman Kecamatan
Kotamobagu Barat Kota Kotamobagu. Jurnal Keperawatan, 6(1).

Herdman, T.H. (2018). NANDA International Nursing Diagnoses: definitions and


classification 2018-2020. Jakarta: EGC.

Moorhead, Sue., Johnson, Marion., Maas, M.L., & Swanson, Elizabeth. (2016). Nursing
Outcomes Classification (NOC), Edisi 5. Philadelpia: Elsevier.

Kemenkes RI, (2011). Situasi Diare di Indonesia. Jakarta.


www.depkes.go.id/download.php?file=download/pusdatin/buletin/bule
tindiare.pdf (diakses tanggal 07 Oktober 2017)

Kemenkes RI, (2017). Data dan Informasi Profil Kesehatan Indonesia 2016.
Jakartawww.depkes.go.id/.../Data%20dan%Informasi%20Kesehatan%20Profil
%20Kesehatan. (diakses tanggal 07 Oktober 2017)

Utami, N., & Luthfiana, N. (2016). Faktor-Faktor yang Memengaruhi Kejadian Diare
pada Anak. Jurnal Majority, 5(4), 101-106.