Anda di halaman 1dari 23

MORTALITAS

OLEH :
Dr. Herlina Jusuf, Dra.,
M. Kes
I STIL A H:
-

v
ISTILAH
MATI

v
v
MORBIDITAS

v
v
ABORTUS

v
v IMMATUR

NEO NATAL PREMATUR


DEATH
POST NEO
NATAL DEATH
STILL BIRTH
INFANT
MORTALITY
Mati
Adalah peristiwa hilangnya
semua tanda-tanda
kehidupan secara permanen,
yang bisa terjadi pada setiap
kelahiran hidup
Dari definisi
di atas bahwa :
Keadaan ‘ mati ‘
Hanya bisa terjadi pada
setiap kelahiran hidup
MORBIDITAS 
Di artikan sebagai
Penyakit atau kesakitan

Rangkaian morbiditas
(morbiditas kumulatif)
akhirnya akan
menghasilkan yang
disebut kematian.
A L AM
A YI D
I A N B
AT IM
KEM RA H
Prematur
(> 28 minggu
sd waktu
lahir)
Abortus
(menjelang
sd 16
minggu)
Immatur
(> 16 minggu
s/d 28
minngu)
KEMATIAN BAYI TERJADI DILUAR RAHIM

Kematian
baru lahir Kematian
(neo natal lepas baru
death) blm lahir (post
1 bln & < 1 neonatal
tahun death) > 1 bln
& < 1 tahun
Kematian
Lahir mati bayi (infant
Apabila waktu lahir tidak mortality) ,b
ada ayi lahir
tanda-tanda kehidupan,  
yang di dalam demografi
hidup sd
tidak dianggap sebagai suatu umur < 1 thn
peristiwa Kelahiran
Kegunaan
Data mortalitas digunakan untuk proyeksi penduduk guna
perencanaan pembangunan & evaluasi program kebijakan penduduk

Faktor yg
mempengaruhi
Mortalitas
1. Tingkat kematian laki-laki lebih tinggi daripada perempuan
2. Tingkat kematian penduduk dewasa muda lebih rendah daripada
bayi, anak dan penduduk usia lanjut
3. Tingkat kematian negara berkembang lebih tinggi daripada negara
maju
4. Tingkat kematian penduduk berstatus sosial ekonomi baik lebih
rendah daripada penduduk berstatus sosial ekonomi buruk, dst.
PERHITUNGAN MORTALITAS
Ukuran Tingkat Kematian Penduduk

•1. Tingkat Kematiankasar (Crude Death Rate , CDR)


Tingkat kematiankasar (CDR)
didefinisikansebagaibanyaknyakematianpadatahunterte
ntu, tiap 1000 pendudukpadapertengahantahun.
Denganrumus :
CDR = dimana;
D = Jumlahkematianpadatahuntertentu
(darihasilregistrasipenduduk)
Pm = Jumlahpendudukpadapertengahantahun
K = bilangankonstan yang biasanyabernilai 1000.
2. Tingkat Kematian Menurut Umur / Age Specific Death Rate
(ASDR)

• Ukurankematian yang paling


umumdigunakanolehahlidemografiadalahAge
Specific Death Rate (ASDR)denganrumus :
ASDRi= dimana ,
Di = Jumlahkematianpadakelompokumur i
Pmi =
Jumlahpendudukpadapertengahantahunpada
kelompokumur i
K = bilangankonstan yang biasanyabernilai 1000.
lanjutan
• Tingkat KematianBayi (Infant Mortality Rate = IMR)
3.
Tingkat kematianbayidihitungdenganrumus:
IMR = x k,
dimana :
D0= jumlahkematianbayipadatahuntertentu
B = Jumlahlahirhiduppadatahuntertentu
K = bilangankonstan = 1000
angkakematianbayimerupakan indicator yang sangatberguna,
tidaksajaterhadapstatus kesehatananak,
tetapijugaterhadapstatus
pendudukkeseluruhandankondisiekonomidimanapendudukterse
butbertempattinggal. Why ?
ANGKA KEMATIAN BAYI

Why sangat
perlu
diperhatikan ??
Tidak hanya merefleksikan
besarnya masalah kesehatan yg
bertanggung jawab langsung terhadap
kematian bayi seperti diare, infeksi
saluran pernapasan, salah gizi,
penyakit-penyakit infeksi spesifik dan
kondisi prenatal, juga mereflesikan
tingkat kesehatan ibu, kondisi
kesehatan lingkungan dan secara umum
tingkat perkembangan social ekonomi
masyarakat.
Baik dinegara maju
maupun dinegara
berkembang terdpt
hubungan terbalik
antara tingkat kematian
bayi dgn status
ekonomi orang tua.
Menunjukkan fungsi :
sbg indicator ampuh dlm menilai
perubahan kondisi
kesehatan di suatu
Negara. Pada Negara
dimana angka kematian
bayi telah dihitung selama
periode yang sama,
terlihat reduksi angka
kematian bayi yang sejajar
dengan perbaikan
standard hidup dan kondisi
sanitasi termasuk juga
kemudahan pelayanan
kesehatan yang sebaik-
baiknya bagi masyarakat.
E BA B
PE N Y AYI
I AN B
M AT
KE

Kematian bayi endogen


Ad/ kematian bayi yang disebabkan
oleh factor-faktor anak yang dibawa
sejak lahir, diwarisi oleh orang tuanya
pada saat konsepsi atau didapat dari
ibunya selama kehamilan
E BA B
PE N Y AYI
I AN B
M AT
KE

Kematian bayi eksogen


Ad/ kematian bayi yang disebabkan
oleh faktor yang bertalian dengan
pengaruh lingkungan luar. misalnya:
- kualitas lingkungan pada bentuk
kondisi hygiene
- sanitasi
- social ekonomi
Pengaruh Sosio-Ekonomi Terhadap Mortalitas
Bayi dan Anak Lewat Variabel Antara
DETERMINAN SOSIAL-EKONOMI

Faktor Ibu Pencemaran Kekurangan Luka


Lingkungan Gizi

Kesehatan Sakit

Pengendalian Penyakit Gangguan Mati


perorangan Pertumbuhan
Standarisasi

Standarisasi didefinisikan sebagai cara


penyamaan jumlah penduduk menurut
kelompok umur tertentu. Penduduk yang
dipakai sebagai penduduk standard, bisa
penduduk dari salah satu kelompok yang
diperbandingkan atau penduduk dari Negara
lain.
• Sebagai contoh tingkat kematian kasar
penduduk Negara A dan Negara B dengan
jumlah penduduk Negara A sebagai penduduk
standard seperti dalam tabel berikut :
Standarisasi Tingkat kematian Kasar Negara A dan Negara B
dengan Penduduk Negara A sebagai Satndard

Negara A Negara B Jumlah Kematian


Umur
Pend ASDR Pend ASDR Negara A Negara B
0 – 44 1000 25 4000 30 ሺ25𝑥1000 ሻ ሺ30 𝑥 1000 ሻ
= 25 = 30
1000 1000
45+ 4000 40 1000 45 ሺ40 𝑥4000 ሻ ሺ45𝑥4000 ሻ
= 160 = 180
1000 1000
Jumlah Kematian : Negara A = 185 Negara B = 210
Tingkat kematian Kasar : Negara A (185 / 5000) x 1000 = 37
Negara B ( 210 / 5000) x 1000 = 42
LATIHAN SOAL
1. Diketahui jumlah penduduk Indonesia pada
pertengahan tahun 1975 sebesar 136.000.000
jiwa. Jumlah kematian sepanjang tahun
sebesar 2.298.400 jiwa. Hitung tingkat
kematian kasar.
2. Diketahui pada tahun 2002 jumlah kematian
bayi sebesar 263.000 orang dan jumlah
kelahiran sebesar 1.594.000. Hitung Tingkat
Kematian Bayi (IMR)
Terima Kasih