Anda di halaman 1dari 10

My Globe

Ani Atih, S.Pd || Pendidikan Administrasi Perkantoran 2011 || Universitas Negeri Jakarta
Monday, 24 September 2012

DEMOKRASI DAN PENDIDIKAN DEMOKRASI


BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang demokrasi


Istilah demokrasi dikenal secara luas dan popular terutama di abad 19. Namun
demikian secara umum demokrasi dalam pengertian nilai – nilai yang mengatur kehidupan
manusia yang berkaitan dengan kekuasaan sebenarnya sudah jauh seiring dan sejalan dengan
perbedaan manusia. Kehidupan manusia mengalami perubahan dan dengan perubahan
tersebut manusia berkembang kearah yang semakin baik. Hal itu bisa di lihat dari zaman
primitive (tradisional), totaliter, fasis, monarki (kerajaan), dan feodal serta akhirnya
demokrasi. Demokrasi sendiri merupakan rangkaian dari masa – masa sebelumnya dan dapat
dikatakan sebagai reaksi ke arah yang lebih baik dari zaman sebelumnya. Demokrasi sebagai
system pemerintahan Negara pasti terdapat kelemahan – kelemahan. Dan tidak semua sistem
pemerintahan terdahulu semisal feudal, kerajaan atau monarki, autokrasi, dictator dan lain
sebagainya adalah buruk. Yang lebih tepat adalah system itu memang cocok untuk zamannya
dan demikian pula dengan demokrasi yang merupakan system pemerintahan Negara yang
dianggap tepat untuk abad 19 ini. Dengan kata lain konsep kenegaraan masih sangat terbuka
demi perbaikan itu sendiri terutama di masa – masa yang akan datang. Dan sebagai system
demokrasi disamping terdapat keunggulan (kebaikan)pasti juga terdapat kelemahan–
kelemahannya. Penerapan demokrasi itu sendiri di tiap Negara tidaklah sama, hal itu di
sebabkan karena budaya masing – masing Negara yang berbeda. Budaya merupakan nilai –
nilai yang melingkupi suatu masyarakat yang mendiami Negara. Keberadaannya menjadi
unsure pembeda dalam penerapan demokrasi.

B. Rumusan masalah
1.                  Apa yang dimaksud dengan demokrasi?
2.                  Apa saja prinsip dan nilai demokrasi?
3.                  Apa saja hambatan-hambatan atas kelangsungan demokrasi?
4.                  Apa saja jenis-jenis demokrasi?
5.                  Bagaimana pelaksanaan demokrasi di Indonesia?
6.                  Bagaimana cara mengembangkan sikap demokratis?
7.                  Apa yang dimaksud dengan demokratisasi?
C. Tujuan
1.         Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan demokrasi.
2.         Untuk mengetahui apa saja prinsip dan nilai demokrasi.
3.         Untuk mengetahui apasaja hambatan-hambatan atas kelangsungan demokrasi.
4.         Untuk mengetahui apasaja jenis-jenis demokrasi.
5.         Untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan demokrasi di Indonesia.
6.         Untuk mengetahui bagaimana cara mengembangkan sikap demokratis.
7.         Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan demokratisasi.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian dan Makna Demokrasi


Menurut Abrahan lincolen menyatakan bahwa demokrasi adalah the goverment for,
by, and from the people (demokrasi adalah pemerintahan dari, oleh, dan untuk rakyat ). Dari
pernyataan itu demokrasi juga bisa dikatakan sebagai pemerintahan rakyat. Dari situlah lahir
konsep kekuasaan rakyat, dan kekuasaan rakyat yang tertinggi itulah disebut dengan
kedaulatan rakyat.
Pengertian demokrasi menurut beberapa tokoh :
1.      Miriam Budiarjo, demokrasi adalah system organisasi politik dan sosial yang diperjuangkan
oleh pendukung–pendukung yang berpengaruh.
2.      Hoogerwarf, demokrasi adalah cara pembetukan kebijakan dengan melibatkan anggota
kelompok sebanyak mungkin.
3.      Hans Kelsen, demokrasi adalah pemerintahan oleh rakyat dan untuk rakyat.
4.      Drs. Inu Kencana Syafiie, demokrasi adalah keadaan Negara dimana dalam system
pemerintahannya kedaulatan berada ditangan rakyat, kekuasaan tertinggi berada didalam
keputusan bersama rakyat.

B. Prinsip dan Nilai Demokrasi


Suatu hal yang prinsip dikenal umum bahwa dalam Negara yang menganut demokrasi
adalah adanya kebebasan berbicara, beragama, berpendapat, berserikat, menghormati
minoritas dan hidup layak. Prinsi-prinsip itu merupkan hak kodrati manusia sebagai manusia
(manusia beradab). Dalam Negara demokrasi semua orang harus diberi hak dan kesempatan
yang sama. Sesama warga Negara tidak boleh dibeda-bedakan atas alasan apapun, demokrasi
menghendaki terjadinya hubungan yang sama dan setara (egaliter). Dengan demikian,
kesetaraan warga Negara menjadi hal yang utama. Dalam Negara demokrasi menghendaki
juga terpenuhi kebutuhan umum, artinya kebutuhan yang berkaitan dengan rakyat menjadi
fokus perhatian. Kebutuhan umum menyangkut kmakmuran dan kesejahteraan bersama serta
kebaikan bersama.
Demokrasi menghendaki penghormatan terhadap perbedaan (pluralisme). Perbedaan
dalam masyarakat yang plural adalah sebagai sesuatu yang wajar dan bukan penyebab konflik
dan pertentangan tetapi justru sebagai kekayaan. Oleh karena itu, dalam demokrasi perlu ada
sikap saling memahami dan pengertian, perlu kompromi, keterbukaan dan kearifan..
Demokrasi menghendaki adanya jaminan hak-hak dasar. Hak-hak dasar manusia
dijungjung tinggi karena itu bekaitan dengan martabat  dan kodrat manusia sebagai manusia.
Hak dasar itu seperti hak untuk hidup, memperoleh penghidupan yang layak, bebas
berekspresi, berpendapat dan berserikat termasuk terhindar dari rasa ketakutan.
Dalam demokrasi juga diperlukan adanya perubahan yang damai. Perubahan social
secara demokratis memungkinkan terjadi adanya perubahan system pemerintahan Negara
secara damai dan melembaga. Perubahan kehidupan kenegaraan akan berjalan sesuai dengan
harapan rakyat bila rakyat memahami demokrasi secara benar.

                 Menurut Robert A. Dahl prinsip yang harus ada dalam system demokrasi adalah:
1)                  Kontrol atas  keputusan pemerintah
2)                  Pemilihan yang teliti dan jujur
3)                  Hak memuih dan dipilih
4)                  Kebebasan menyatakan perdapat tanopa ancaman
5)                  Kebebasan mengakses informasi
6)                  Kebebasan berserikat
Untuk mengukur suatu Negara/pemerintah dalam menjalankan tata pemerintahannya
dikatakan demokratis dapat dilihat dari 4 aspek yaitu:
1)                  Masalah pembentukan Negara
2)                  Dasar kekuasan Negara
3)                  Susunan kekuasaan Negara
4)                  Masalah control rakyat
Menurut Sri Soemantri negara dikatakan demokrasi yaitu:
1)                              Hukum ditetapkan dengan persetujuan rakyat yang dipilih secara bebas.
2)                              Hasil pemilu dapat mengakibatkan pergantian orang-orang pemerinrtah
3)                              Pemerintah harus terbuka
4)                              Kepentingan minoritas harus dipertimbangkan

Manfaat demokrasi:
1)      Kesetaraan sebagai warga Negara
2)      Demokrasi bertujuan memperlakukan semua orang adalah sama dan sederajat
3)      Memenuhi kebutuhan-kebutuhna umum
4)      Demokkrasi lebih mungkin untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan rakyat biasa
5)      Pluralisme dan kompromi
6)      Demokrasi mengandalkan debat terbuka persuasive dan kompromi
7)      Menjamin hak-hak dasar
8)      Demokrasi menjamin kebebasan-kebebasan dasar
9)      Pembaharuan kehidupan sosoial
10)  Demokrasi memunginkan terjadinyapembaharuan kehidupan sosial

C. Nilai Demokrasi
Menurut Henry B. Mayo demokrasi didasari oleh beberapa nilai yaitu :
1.      Menyelesaikan perselisihan dengan damai dan secara melembaga.
2.      Menjamin terselenggaranya perubahan secara damai dalam suatu masyarakat yang sedang
berubah.
3.      Menyelenggarakan pergantian pemimpin secara teratur.
4.      Membatasi pemakaian kekerasan sampai minimum.
5.      Mengakui serta menganggap wajar adanya keanekaragaman.
6.      Menjamin tegaknya keadilan.
      Nilai – nilai demokrasi tersebut merupakan nilai – nilai yang diperlukan untuk
mengembangkan pemerintahan yang demokratis. Oleh karena itu, nilai – nilai demokrasi
membutuhkan hal – hal yang diantaranya :
1.      Kesadaran akan pluralisme
2.      Sikap jujur dan pikiran yang sehat.
3.      Demokrasi membutuhkan kerjasama antar warga masyarakat dan sikap, serta itikad baik.
4.      Demokrasi membutuhkan sikap kedewasaan.
5.      Demokrasi membutuhkan pertimbangan moral.

      Adapun lembaga – lembaga yang diperlukan untuk melaksanakan nilai – nilai demokrasi
antara lain :
1.      Pemerintah yang bertanggungjawab.
2.      DPR yang memiliki golongan – golongan dan kepentingan – kepentingan dalam masyarakat
yang dipilih berdasarkan pemilu, dimana dimungkinkan adanya oposisi sebagai control.
3.      ORPOL ( Parpol )
4.      Pers dan media massa yang bebas untuk menyatakan pendapat.
5.      Sistem pengadilan yang bebas untuk menjamin hak asasi dan mempertahankan keadilan.

D.                Hambatan – hambatan atas kelangsungan demokrasi


      Ada beberapa hambatan di dalam masyarakat maupun di lembaga – lembaga yang
memungkinkan mengancam kelangsungan hidyp demokrasi yaitu :
1.      Pemerintah yang tidak efektif.
2.      Frekmentasi social dan keagamaan.
3.      Kegagalan ekonomi.
4.      Erosi etos demokrasi.
5.      Krisis konsitusional.
6.      Penyakit sosial.
7.      Kurangnya rasa percaya diri di masa mendatang.

E. Jenis-jenis Demokrasi
1.      Menurut skalar bentuk-bentuk demokrasi modern ada lima jenis yaitu:
1)         Demokrasi liberal yaitu: pemerintah di batasi oleh undang-undang dan pemilu bebas yang di
selenggarakan dalam waktu yang ajeg.
2)         Demokrasi terpimpin yaitu: para pemimpin percaya bahwa semia tindakan mereka
dipercayai rakyat, tetapi menolak persaingan dalam pemilu untukk menduduki kekuasaan.
3)         Demokrasi sosial yaitu: menaruh kepedulian pada keadilan soisal dan egalitarianisme bagi
persyaratan untuk memperoleh kepercayaan politik.
4)         Demokkrasi partisipasi yaitu: yaitu yang menekankan hubungan timbale balik antara
penguasa dan yang dikuasai.
5)         Demokrasi konstitusional yaitu: yang menekankan pada proteksi khusus bagi  kelompok
budaya-budaya dan menekankan kerja sama yang erat di antar elit yang mewakili baagian
budaya masyarakat utama.
2.      Jenis demokrasi berdasarkan cara menyampaikan pendapat
1)         Demokrasi langsung
2)         Rakyat langsung diikutsertakan dalam proses pengambilan keputusan untuk menjalankan
kebijakan pemerintah.
3)         Demokrasi tidak langsung/demokrasi perwakilan.
4)         Demokrasi dijalankan oleh rakyat melalui wakil rakyat yang dipilihnya melalui pemilu.
5)         Demokrasi perwakilan dengan system pengawasan langsung dari rakyat.
6)         Demokrasi ini merupakan campuran antara demokrasi langsung dengan demokrasi
perwakilan, rakyat memilih wakilnya untuk duduk dilembaga perwakilan rakyat, tetapi wakil
rakyat dalam menjalankan tugasnya diawasi rakyat melalui referendum dan inisiatif rakyat.
            Referendum diklasifikasikan menjadi tiga macam yaitu:
a)         Referendum wajib (referendum obligator), referendum ini dilakukan ketika ada perubahan
atau pembentukan norma penting dan mendasar dalam UUD (konstitusi) atau UU yang
sangat politis.
b)         Referendum tidak wajib/referendum fakultas, referendum dilakukan jika waktu tertentu
setelah rancangan UU di umumkan, sejumlah rakyat mengusulkan di adakan referendum.
Jika dalam waktu tertentu tidak ada permintaan dari rakyat, rancangan UU itu dapat menjadi
UU yang bersifat tetap.
c)         Referendum konsultatif, referendum ini hanya sebatas meminta persetujuan, kaarena rakyat
tidak mengerti permaslahannya, pemerintah meminta pertimbangan pada ahli bidang tertentu
yang berkaitan dengan permasalahan tersebut.

3.      Jenis demokrasi berdasarkan titik perhatian/prioritas sebagai berikut:


1)         Demokrasi formal: demokrasi ini secara hukum menempatkan semua orang dalam
kedudukan yang sama dalam bidang politik tanpa mengurangi kesenjangan ekonomi.
Individu diberi kebebasan yang luas, sehingga demokrasi ini disebut juga demokrasi liberal.
2)         Demokrasi material: demokrasi material memandang manusia mempunyai kesamaan dalam
bidang sosial, ekonomi, sehingga persamaan bidang politik tidak menjadi prioritas.
Demokrasi semacam ini dikembangkan di Negara sosialais, komunis.
3)         Demokrasi campuran: demokrasi ini merupakan campuran dari kedua demokrasi tersebut
diatas. Drmokrasi ini berupaya menciptakan kesejahteraan seluruh rakyat dengan
menempatkan persamaan derajat dan hak setiap orang.

4.      Jenis-jenis demokrasi berdasarkan prinsip ideology :


1)         Demokrasi liberal: demokrasi ini membicarakan kebebasan yang luas pada individu.
Tindakan sewenang-wenang pemerintah bertindak atas dasar konstitusi.
2)         Demokrasi rakyat/demokrasi proletar: demokrasi ini bertujuan mensejahterakan rakyat.
Negara yang dibentuk tidak mengenal perbedaan kelas. Semua warga Negara mempunyai
kesamaan dalam bentuk hukum dan politik.
5.      Jenis demokrasi berdasarkan wewenang dan hubungan antar alat kelengkapan:
1)         Demokrasi sistem parlementer
        Ciri-ciri pemerintahan parlementer antara lain:
a.       DPR lebih kuat dari pada pemerintah.
b.      Menteri bertanggung jawab pada DPR.
c.       Program kebijakan cabinet di sesuaikan dengan tujuan politik anggota parlemen.
d.      Kedudukan kepala Negara sebagai simbol tidak dapat diganggu gugat.
2)         Demokrasi sistem presidensial:
        Ciri-ciri pemerintahan yang menggunakan system presidensial sebagai berikut:
a.       Negara di kepalai presiden.
b.      Kekuasaan dari dan oleh rakyat melalui badan perwakilan.
c.       Presiden mempunyai kekuasaan mengangkat dan memberhentikan menteri.
d.      Menteri tidak dapat bertanggung jawab kepada DPR  melainkan kepada presiden. Presiden
dan DPR mempunyai kedudukan yang sama sebagai lembaga Negara dan tidak dapat saling
membubarkan.

        F. Pelaksanaan Demokrasi di Indonesia


        1)  Demokrasi Parlementer (1945-1959)
a)         Kehidupan politik dan pemerintahan tidak stabil, sehingga program dari suatu negara tidak
dapat dilaksanakan dengan baik dan berkeseimbangan. Sering bergantinya yang bertugas
melaksanakan pemerintahan.
b)         Kedudukan Negara berada dibawah DPR dan keberadaannya bergantung pada dukungan
DPR dan Negara lain. Timbulnya perbedaan yang sangat mendasar diantara partai politik
yang ada saat itu.
2)  Demokrasi Terpimpin (1959-1965)
a)         Demokrasi terpimpin lahir dari keinsyafan, kesadaran, dan keyakinan terhadap keburukan
yang diakibatkan oleh praktek demokrasi parlementer.
b)         Secara konsepsional demokrasi terpimpin mempunyai kelebihan yang dapat mengatasi
permasalahan yang dihadapi masyarakat.
c)         Pokok-pokok demokrasi terpimpin menurut Bung Karno tertanggal 22 April 1959 sebagai
berikut:
1.         Demokrasi terpimpin bukan diktator
2.         Demokrasi terpimpin adalah demokrasi yang cocok dengan kepribadian dan dasar hidup
bangsa Indonesia
3.         Demokrasi terpimpin adalah demokrasi disegala soal kenegaraan dan kemasyarakatan yang
meliputi bidang ekonomi, politik dan sosial.
4.         Inti dari pada pemimpin dalam demokrasi terpimpin adalah permusyawaratan yang dipimpin
oleh hikmat kebijaksanaan
5.         Oposisi dalam arti melahirkan pendapat yang sehat dan yang membangun dalam demokrasi
terpimpin

3) Demokrasi Pancasila pada era orde baru (1966-1998)


a)         Demokrasi pancasila bersumber pada pola pikir dan tata nilai sosial budaya bangsa Indonesia
dan menghargai hak individu yang tidak terlepas dari kepentingan sosial.
b)         Demokrasi pancasila tidak bertentangan dengan prinsip demokrasi konstitusional
c)         Demokrasi pancasila berpangkal dari kekeluargaan dan gotong royong
d)        Penyimpangan yang dilakukan orde baru khususnya yang berkaitan dengan pancasila, yaitu:
1.         Penyelenggaraan Pemilu yang tidak jujur dan tidak adil
2.         Pengekangan kebebasan berpolitik bagi PNS
3.         Masih adanya intervensi pemerintahan terhadap  lembaga peradilan
4.         Kurangnya jaminan kebebasan mengemukakan pendapat
5.         System kepartaian yang tidak otonom dan berat sebelah
6.         Maraknya praktek KKN
7.         Menteri-menteri dan gubernur diangkat menjadi anggota MPR
4) Demokrasi Pancasila pada orde reformasi (1998-saat ini)
a)         Demokrasi yang dilaksaanakan tetap demokrasi pancasila. Perbedaan terleltak pada aturan
pelaksanaan dan praktek penyelenggaraan.
b)         Terdapat perubahan pelaksanaan demokrasi pada era reformasi sebagai berikut:
1.         Pemilihan umum lebih demokratis
2.         Partai politik lebih mandiri
3.         Pengaturan hak asasi manusia
4.         Lembaga demokrasi lebih berfungsi
c)         Demokrasi pancasila hanya akan dapat dilaksanakan dengan baik apabila nilai-nilai yang
trerkanbdung didalamnya dapat dipahami dan dihayati sebagai nilai-nilai budaya politik yang
mempengaruhi sikap hidup politik pendukungnya
d)        Pelaksanaan demokrasi pancasila harus disertaidengan pembangunan bangsa secara
keserluruhan karena pembangunan adalah proses perubahan ke arah kemajuan dan proses
pendidikan bangsa untuk meningkatkan mutu kehidupan bangsa.

G. Mengembangkan sikap demokratis


     Pendidikan sikap demokratis dapat di lakukan dalam lembaga pendidikan
anak,sekolah,perkuliahan,masyarakat dan pemerintah.untuk mengembangkan sikap
demokrasi ,maka proses pembelajaran dan pendidikan akan lebih efektif bila di mulai dari
dalam keluarga dan pendidikan formal. Mengembangkan sikap demokrasi akan lebih baik di
mulai dari usia balita serta anak-anak sekolah.
     Beberapa panduan yang dapat membantu orang tua menanamkan nilai-nilai demokrasi
dalam anak yaitu :
A.memberikan perhatian dengan serius pada anak yang sedang berusaha menyampaikan
perasaan dan pendapat
B..menghormati anak
C.memberikan kesempatan memperbaiki sebelum memberikan sanksi.
D.melibatkan anak dalam pengambilan keputusan.
     Beberapa hal yang harus di perhatikan oleh guru dan dosen dalam menanamkan nilai-nilai
demokratis  :
a.       Menjadikan siswa dan mahasiswa sebagai temen dalam proses belajar atau perkuliahan.
b.      Memberikan kesempatan pada siswa mahasiswa
c.       Sebagai seorang guru/dosen sebaiknya berlapang dada dalam menerima kritik
siswa/mahasiswa.
d.      Guru dan dosen mengembangkan sikap adil,terbuka,konsisten dan bijaksana dalam
memberikan hukuman terhadap siswa/mahasiswa yang bersalah.
e.       Guru/dosen sebaiknya menghindari memaki-maki/memarahi siswa/mahasiswa di hadapan
teman-temannya.
 Sebaliknya hal yang harus di perhatikan oleh siswa/mahasiswa dalam proses belajar
demokrasi adalah:
a.       Aktif menggunakan ide ,gagasan pikiran ke pada guru / dosen.
b.      Siswa dan mahasiswa memiliki motivasi untuk maju dan berkembang untuk lebih dewasa.
c.       Siswa dan mahasiswa mengembangkan derajat kesehatan jasmani dan rohaninya.
d.      Siswa dan mahasiswa mempunyai kemauan untuk belajar berorganisasi melalui wadah yang
ada di sekolah dan perguruan tinggi.
e.       Siswa dan mahasiswa mempunyai kemauan untuk belajar untuk mengetahui,untuk
melakukan sesuatu,dan menjadi diri sendiri,dan untuk hidup bersama.
        Hal-hal yang perlu di perhatikan oleh masyarakat dan pemerintah dalam proses belajar
demokrasi yaitu :
a.       Mendidik masyarakat untuk bersikap dewasa.
b.      Mengembangkan sikap menghargai perbedaan pendapat.
c.       Menggunakan mekanismme demokrasi untuk mencari titik perbedaan pendapat.
d.      Menghilangkkan penggunaan tindakan kekerasan dalam menyelesaikan permasakahan.
e.       Mengembangkan sika yang sensitive dan empati terhadap kepentingan masyarakat luas.
f.       Mengembangkan kerja sama antara anggota masyarakat dengan pikiran logis dan ikikat baik.
g.      Mengembangkan masyarakat untuk aktif dalam memberikan pengawasan.
h.      Jika masyarakat,orang tua,guru/dosen memperhatikan hal-hal tersebut di atas di harapkan
demokrasi berjalan dengan baik an alamiah.
H. Demokratisasi
 Di samping kata demokrasi di kenal pula istilah demokratisasi. demokratisai adalah
penerapan kaidah-kaidah atau prinsip-prinsip demokrasi pada setiap kegiatan politik
kenegaraan.tujuan nya adalah agar terbentuknya kehidupan politik yang bercirikan
demokrasi.demokratisasi merujuk pada proses perubahan menuju pada system pemerintahan
yang lebih demokratis.
Demokratisasi melalui beberapa tahap yaitu :
1.      Tahap pertama adalah pergatian dari penguasa non demokratis kepengusa demokrasi.
2.      Tahap ke dua adalah pembentukan lembaga-lembaga dan tertib politik demokrasi
3.      Tahap ke tiga adalah konsolidasi demokrasi.
4.      Tahao ke empat adalah praktek demokrasi sebagai budaya politik bernegara.
5.      Demokratisasi juga berarti proses menegakan nilai-nilai demokrasi sehinggap system politik
demokratis dapat terbentuk secara bertahab,nilai-nilai demokrasi di anggap baik dan positif
bagi setiap warga.setiap warga menginginkan tegak hya demokrasi di negaranya.
BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Demokrasi adalah suatu bentuk pemerintahan rakyat dimana masyarakatnya sangat
menentukan. Rakyatlah yang mempunyai kekuasaan sepenuhnya. Kekuasaan itu di
percayakan pada beberapa orang yaitu penguasa untuk menjalankan apa yang di kehendaki
rakyat dan tentunya bertanggung jawab pada rakyat. Demokrasi menghendaki adanya
kebebasan berbicara, beragama, berpendapat, berserikat, menghormati minoritas dan hidup
layak. Dalam Negara demokrasi menghendaki juga terpenuhi kebutuhan umum,
menghendaki penghormatan terhadap perbedaan (pluralisme), dan  menghendaki adanya
jaminan hak-hak dasar.

Posted by Ani Atih at 09:09 


Email ThisBlogThis!Share to TwitterShare to FacebookShare to Pinterest

No comments:
Post a Comment
Newer PostOlder PostHome
Subscribe to: Post Comments (Atom)
Followers
Blog Archive

 ►  2015 (12)
 ►  2014 (18)
 ►  2013 (34)
 ▼  2012 (16)
o ►  November (2)
o ►  October (2)
o ▼  September (12)
 Contoh Resensi
 DEMOKRASI DAN PENDIDIKAN DEMOKRASI
 DAMPAK PENGANGGURAN TERHADAP PEMBANGUNAN
NASIONAL...
 PENGARUH KENAIKAN BBM BERSUBSIDI TERHADAP
KONDIS...
 Surat Tagihan
 Surat Jawaban Referensi
 Surat Referensi
 Surat Jawaban Klaim
 Surat Klaim
 Surat Pesanan
 Surat Penawaran
 Surat Permintaan Penawaran
User Online

Simple theme. Powered by Blogger.