Anda di halaman 1dari 10

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Era revolusi industri 4.0 yang seperti sekarang ini, terjadi

perkembangan secara pesat dalam bidang teknologi diberbagai negara

termasuk di Indonesia sendiri. Sekarang ini banyak kecanggihan teknologi

yang mendukung perkembangan dunia informasi. Perkembangan teknologi

pada jaringan komputer menyebabkan peningkatan pesat pada bidang

telekomunikasi yang ditandai dengan munculnya internet. Internet juga

mendorong perekonomian dengan maraknya perdagangan melalui internet

yang saat ini. (Faruqi, 2019).

Internet sebagai salah satu implementasi dari teknologi informasi dan

telekomunikasi merupakan teknologi utama yang sedang dan terus

dikembangkan banyak organisasi ataupun individu. Setiap individu ataupun

organisasi juga selalu mengalami perubahan, saat ini perubahan dalam

penyampaian informasi, perubahan sosial, ekonomi dan budaya di dorong

oleh teknologi informasi dan komunikasi yang memadai dan sangat

berpengaruh dalam kehidupan masyarkat (Pradana, 2015).

Dari tahun ke tahun peningkatan dibidang teknologi terutama internet

menyebabkan perubahan dalam gaya hidup masyarakat. Semakin sadarnya

individu akan adanya internet dan manfaat yang didapatkan serta kemudahan

yang disajikan, mendorong individu atau organisasi dalam melihat

munculnya peluang bisnis yang berlatar belakang internet yaitu e-commerce

1
2

atau yang sering disebut belanja daring di Indonesia. Kemajuan teknologi

dan ketatnya persaingan bisnis mendorong berkembangnya bisnis daring,

yang menyebabkan perubahan dalam melakukan promosi penjualan yang

semula promosi dilakukan melalui iklan televisi dan memasang baliho di

jalan sekarang merambah dunia internet (Ivoni, Wayan dan Suryani, 2015).

Biaya yang murah serta aksesnya bisa dilihat dari seluruh negara tanpa

mengenal batas dan keadaan geografis akan memudahkan para pembisnis

yang menjual barangnya melalui internet. Konsumen belanja daring tinggal

memilih barang dan mentransfer uang pembayaran tanpa repot pergi ke toko.

Tingginya transaksi belanja daring bisa dilihat dari banyaknya iklan di media

sosial dan berkembangnya situs jual beli daring yang di kalangan pembisnis

yang berbasis internet khusunya kalangan anak muda (Nusarika dan Purnami,

2015).

Semakin bertambahnya pengguna belanja daring baik penjual ataupun

pembeli dan minat bertransaksi yang tinggi menyebabkan tingginya

peningkatan penggunaan internet dilihat dari Survei yang dilakukan oleh

Kementrian Komunikasi dan Informatika menyebutkan bahwa terdapat

peningkatan pengguna internet. Sesuai dengan data Kementerian Komunikasi

dan Informasi Republik Indonesia bahwa jumlah pengguna internet 2019

meningkat, Keminfo akan terus lakukan percepatan pembangunan Broadband

(service internet). Jumlah pengguna internet tahun 2017 telah mencapai

143,26 juta jiwa atau setara dengan 54,68 % dari total jumlah penduduk

Indonesia. Jumlah tersebut menunjukan kenaikan sebesar 10,56 juta jiwa dari
3

hasil survei pada tahun 2016 dan survei terakhir yang dipublikasikan pada

bulan mei 2019 menujukkan bahwa selama periode 2018 terdapat

peningkatan yaitu 171,17 juta jiwa angka ini naik 10,12% dari tahun

sebelumya (https://keminfo.go.id). Demikian diumumkan Asosiasi

Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) setelah melakukan survei

penetrasi dan perilaku pengguna internet di Indonesia, dari survei yang

dipublikasikan pada Mei 2019 peningkatan pengguna internet mencapai

171,17 juta jiwa.

Kemudahan memanfaatkan internet memberikan dampak pada berbagai

aspek kehidupan manusia, salah satunya gaya hidup manusia yang menjadi

semakin praktis (Putri dan Sudiksa, 2018). Kemudahan dan kepraktisan yang

disajikan serta kebutuhan sehari-hari yang mudah didapat, menyebabkan

masyarakat berpindah ke transaksi secara daring. Kesibukan yang dimiliki

cenderung mendorong individu untuk berbelanja tanpa pergi dari rumah atau

meninggalkan pekerjaannya, hanya dengan memiliki account konsumen di

toko tertentu kita bisa leluasa memilih barang yang kita inginkan. Konsumen

hanya tinggal melihat barang yang diinginkan melalui internet kemudian

memesan barang sesuai pilihan dan mentransfer uangnya kemudian barang

dikirim penjual sampai kerumah (Ivoni, Wayan dan Suryani, 2015).

Belanja daring dalam kamus besar bahasa indonesia berarti sebuah

jaringan, dan jaringan yang di maksud adalah internet. Berbelanja melalui

jaringan internet atau dikenal dengan istilah e-commerce merupakan transaksi

penjualan dan pembelian baik barang atau jasa yang dilakukan dengan basis
4

internet dan elektronik sebagai medianya. Belanja daring sendiri merupakan

bentuk perubahan yang di sajikan oleh internet dari segi inovasi dalam

berbelanja (Nusarika dan Purnami, 2015).

Minat untuk bertransaksi sebagai ukuran tingkat kekuatan niat

seseorang untuk melakukan perilaku tertentu dalam hal ini adalah

bertransaksi. Transaksi bisnis melalui internet menjadi suatu fenomena yang

sedang populer dan menimbulkan peningkatan penggunaan internet. Selain di

bidang bisnis meningkatnya pengguna internet juga memberikan dampak bagi

perilaku masyarakat dalam melakukan pembelian, baik pembelian barang

maupun jasa. Hal ini dikarenakan banyak perusahaan yang mempromosikan

produknya di internet (Pratiwi, 2018).

Minat bertransaksi sendiri merupakan rencana atau keinginan

konsumen dalam melakukan suatu pembelian yang dilakukan secara daring.

Minat bertransaksi dapat dilihat dari kecenderungan konsumen memilih atau

membeli produk yang diinginkan dalam mempertimbangkan keinginannya

untuk berbelanja disitus belanja daring. Minat bertransaksi merupakan

kecenderungan pembelian merupakan sebuah niat yang timbul pada

konsumen untuk melakukan pembelian (Ivoni, Wayan dan Suryani, 2015).

Kepercayaan merupakan keyakinan tertentu pada pihak atau orang lain

dalam melakukan transaksi berdasarkan kesepakatan dan yakin bahwa orang

tersebut dapat dipercaya dan bertanggung jawab dengan baik sesuai yang

konsumen harapkan. Menurut Ardyanto, heru dan Susilo (2015) hal utama

yang dipertimbangkan seorang pembeli ketika melakukan kegiatan belanja


5

secara daring adalah apakah mereka percaya terhadap situs yang

menyediakan fasilitas layanan belanja daring dan percaya pada penjual daring

yang ada didalam situs tersebut. Kepercayaan terhadap bisnis seseorang sulit

dikendalikan karena berhubungan dengan persepsi belanja masing-masing

konsumen.

Kepercayaan merupakan persepsi yang timbul dari sudut pandang

konsumen mengenai keandalan penjualan dalam pengalaman dan

terpenuhinya harapan dan kepuasan konsumen mengenai produk yang ia beli.

Tugiso, Haryono dan Minarsih (2016) mendefinisikan kepercayaan sebagai

penilaian hubungan seseorang dengan orang lain yang akan melakukan

transaksi tertentu sesuai dengan harapan dalam sebuah lingkungan yang

penuh ketidakpastian penerima program dalam proses keputusan organisasi.

Sementara kepercayaan didefinisikan sebagai keyakinan yang memungkinkan

individu dengan sukarela untuk menjadi pelanggan terhadap penyedia

layanan e-commerce setelah mempertimbangkan karakteristik dari penyedia

layanan e-commerce (Nangi dan Sukatmadja, 2015).

Internet memiliki banyak pengaruh pada strategi harga. Melalui

internet, harga menjadi lebih standar, hanya ada sedikit perbedaan harga bagi

konsumen sehingga konsumen menjadi mengetahui dan membandingkan

harga. Sama halnya dengan berbelanja secara langsung, konsumen yang akan

berbelanja secara daring akan mempertimbangkan harga barang yang akan

dibeli. Konsumen mempertimbangkan harga dalam niat membeli pada belanja


6

daring dikarenakan harga toko daring dengan toko tradisional bersaing dalam

harga jual barangnya (Nusanika dan Purnami, 2015).

Persepsi harga seseorang akan mempengaruhi minat belanja. Persepsi

terhadap harga yang murah dalam penjualan produk daring sebenarnya

diimbangi denga risiko dan konsekuensi yang dihadapi konsumen karena

tidak berhadapan secara langsung dengan penjual, tidak bisa merasakan,

meraba dan mendapatkan secara langsung produk yang akan dibeli, dan siap

menghadapi risiko yang timbul (Setyarko, 2016).

Konsumen sekarang ini sangat sensitif terhadap harga suatu produk.

Harga adalah jumlah keseluruhan nilai yang diperuntukkan komen untuk

manfaat yang didapatkan atau digunakannya atas produk dan jasa. Apabila

harga yang ditetapkan oleh penjual tepat dan sesuai dengan daya beli

konsumen, maka pemilihan suatu produk tertentu akan dijatuhkan pada

produk tersebut. Suatu produk akan lebih mudah diterima konsumen ketika

harga produk tersebut bisa dijangkau oleh konsumen (Cheng, 2017).

Pembelian produk secara daring akan menimbulkan ketidakamanan

atau risiko yang kemungkinan terjadi. Menurut Putri dan Sudiksa (2018)

kekhawatiran konsumen belanja daring tidak lepas dari kualitas produk dan

kesesuaian bentuk gambar yang kadang tidak sesuai ekspektasi para pembeli

saat melihat gambar pada situs daring. Kekhawatiran yang muncul

merupakan sebuah persepsi adanya risiko yang bisa saja muncul ketika kita

melakukan belanja daring. Adanya risiko belanja menimbulkan

ketidakpercayaan konsumen terhadap belanja daring.


7

Kualitas informasi yang memadai serta akurat diharapkan

mempengaruhi konsumen dalam melakukan pembelian secara daring,

sehingga konsumen akan melakukan transaksi pembelian guna mendukung

kepercayaan konsumen terhadap belanja daring tersebut. Kualitas informasi

yang dimaksud adalah kualitas web atau jejaring sosial yang menjual

produknya secara daring yang memberikan keterangan dari isi, kesesuaian,

jumlah, akurasi dan relevansi tentang produk atau jasa pada web yang di

tunjuk oleh pengguna (Alhasanah, Kertadi dan Riyadi, 2014).

Kualitas informasi dapat diartikan sebagai pilar-pilar dalam bangunan

dan menentukan baik tidaknya pengambilan keputusan. Kualitas informasi

dapat dilihat berdasarkan relevansi, ketepatan waktu, dan keakurasian.

Dimensi tersebut merupakan faktor yang membentuk kualitas informasi

(Pradana, 2015).

Penelitian sebelumnya dilakukan oleh Ivoni, Wayan dan Suryani (2015)

dan Pratiwi (2018). Perbedaan penelitian ini dengan penelitian sebelumnya

adalah mengganti studi kasus yang awalnya dilakukan pada mahasiswa di

kota Dempasar, sedangkan penelitian ini dilakukan pada mahasiswa di

Universitas Muhammadiyah Surakrta.

Berdasarkan uraian yang telah dijelaskan, maka penelitian ini ditulis

dalam skripsi yang berjudul: “ANALISIS PENGARUH KEPERCAYAAN

PENGGUNA, PERSEPSI HARGA, RISIKO BELANJA DAN,

KUALITAS INFORMASI TERHADAP MINAT BERTRANSAKSI

BELANJA DARING”
8

B. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah dijelaskan pada penelitian yang

telah dilakukan pada mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Surakarta

maka diperoleh rumusan masalah penelitian adalah:

1. Apakah kepercayaan Pengguna berpengaruh terhadap minat bertransaksi

belanja daring?

2. Apakah persepsi harga berpengaruh terhadap minat bertansaksi belanja

daring?

3. Apakah risiko belanja berpengaruh terhadap minat bertransaksi belanja

daring?

4. Apakah kualitas informasi berpengaruh terhadap minat bertansaksi belanja

daring?

C. Tujuan Penelitian

Berdasarkan tujuan penelitian yang telah dijelaskan sebelumnya, tujuan

penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Menguji secara empiris mengenai pengaruh kepercayaan pengguna

terhadap minat bertransaksi belanja daring.

2. Menguji secara empiris mengenai pengaruh persepsi harga terhadap minat

bertransaksi belanja daring.

3. Menguji secara empiris mengenai pengaruh risiko belanja terhadap minat

bertransaksi belanja daring.


9

4. Menguji secara empiris mengenai pengaruh kualitas informasi terhadap

minat bertransaksi belanja daring.

D. Manfaat Penelitian

Berdasarkan tujuan penelitian yang telah dijelaskan sebelumnya, manfaat

yang diharapkan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Manfaat Praktis

Adanya penelitian ini diharapkan dapat digunakan oleh responden,

konsumen, mahasiswa dan masyarakat secara keseluruhan sebagai referensi

dan menambah wawasan dalam melakukan tindakan atau transaksi secara

daring.

2. Manfaat Teoritis

Adanya penelitian ini diharapkan dapat berguna untuk pengembangan

penelitian mengenai belanja daring, dan digunakan sebagai referensi dalam

penelitian di masa yang akan datang dengan memperbaiki keterbatasan yang

ada dalam penelitian ini.

E. Sistematika Penulisan

Penulisan dalam skripsi ini sesuai dengan tujuannya, maka penulisan

penelitian di bagi dalam lima bab agar mempermudah pembahasan dan

memahami garis besar penelitian ini. Isi dan bahasan ini sebagai berikut:
10

BAB I PENDAHULUAN

Pada bab ini akan membahas mengenai teori-teori menguraikan

tentang penjelasan mengenai latar belakang masalah, perumusan

masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian dan sistematika

penulisan.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Pada bab ini membahas mengenai theory of technology acceptance

model dan theory of reasoned action, belanja daring, kepercayaan

pengguna, risiko belanja, kualitas informasi yang melandasi

penelitian serta menjelaskan penelitian terdahulu yang terkait,

menggambarkan kerangka pemikiran dan pengembangan hipotesis.

BAB III METODE PENELITIAN

Pada bab ini membahas tentang jenis penelitian, populasi, sampel

dan teknik pengambilan sampel, data dan sumber data, definisi

operasional variabel dan uji kualitas data, serta metode analisis data.

BAB IV ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

Pada bab ini menjelaskan tentang gambaran umum penelitian, hasil

analisis data dan pembahasannya.

BAB V PENUTUP

Pada bab ini berisi tentang kesimpulan dari hasil penelitian yang

telah di bahas pada bab-bab sebelumnya, Keterbatasan penelitian dan

saran untuk mengembangkan penelitian lebih lanjut.