Anda di halaman 1dari 5

Nama : M.

Haykal Daditullah I

NIM : 1702114765

STATEMENT OF FINANCIAL ACCOUNTING CONCEPTS

 No. 1 Objective of Financial Reporting By Business Enterprises - Tujuan


Pelaporan Keuangan bagi Perusahaan Bisnis.

Secara umum, SFAC No. 1 membahas mengenai tujuan pelaporan keuangan. Tujuan
akuntansi menurut statement ini adalah untuk menyajikan informasi yang berguna untuk
pengambilan keputusan bisnis dan ekonomi oleh pengguna laporan keuangan tersebut.
Laporan keuangan harus bersifat general purpose atau melayani semua keutuhan secara
umum, sementara pengguna laporan keuangan memiliki kepentingan yang berbeda-beda
(heterogen).

Berikut ini merupakan beberapa judgment penilaian penting yang dibuat melalui
laporan:

I. Manfaat penggunaan informasi lebih besar daripada biaya yang digunakan untuk
menyediakan informasi tersebut.
II. Laporan akuntansi bukan satu- satunya sumber informasi mengenai perusahaan.
III. Accrual accounting sangat berguna dalam menaksir dan memprediksi earning
power dan aliran kas suatu perusahaan.
IV. Informasi yang disediakan harus bermanfaat, tapi pengguna membuat keputusan
dan penaksiran mereka sendiri.

Pada dasarnya, SFAC No. 1 ini menjelaskan bahwa pelaporan keuangan diharuskan
menyajikan informasi ekonomi tentang sumber daya ekonomi, kewajiban, dan ekuitas
perusahaan. Selain itu, kinerja sebuah perusahaan juga harus dilaporkan dalam laporan
laba rugi yang dinyatakan dari pengukuran jumlah laba perusahaan beserta
komponennya serta bagaimana kinerja arus kas perusahaan.
 No. 2 Qualitative Caracteristics of Accounting Information - Karakteristik
Kualitatif dari Informasi Akuntansi.

Dalam SFAC ini memberikan karakteristik kualitas yang harus dimiliki oleh
informasi akuntansi sehingga informasi tersebut menjadi lebih bermanfaat. Dimana
manfaat harus melebihi biaya yang dikeluarkan, sehingga understandability merupakan
kualitas penting yang harus dipenuhi. Relevansi dan keandalan adalah dua kualitas
utama yang membuat informasi akuntansi berguna untuk pengambilan keputusan. Jika
kedua karakteristik ini hilang, maka informasi dalam laporan keuangan tidak akan
berguna. Selain itu dalam penyajian laporan keuangan, setidaknya laporan keuangan
harus mencakup dua kualitas spesifik keputusan primer, yaitu:

 Relevansi

Agar relevan, informasi akuntansi harus mampu membuat perbedaan dalam


sebuah keputusan. Jika tidak mempengaruhi keputusan, maka informasi tersebut
dikatakan tidak relevan terhadap keputusan yang diambil. Informasi yang relevan
akan membantu pemakai membuat prediksi tentang hasil akhir dari kejadian
masa lalu, masa kini, dan masa depan; yaitu memiliki nilai prediktif (prediktif
value). Selain itu juga harus ada nilai umpan balik dimana informasi dapat
diekspektasi lebih dahulu dan informasi akan relevan bila disajikan tepat waktu
sebelum informasi tersebut kehilangan kapasitasnya untuk mempengaruhi
pengambilan keputusan (timeliness).

 Keandalan (Reliability)

Informasi akuntansi dianggap handal jika dapat diverifikasi, disajikan secara


tepat, serta bebas dari kesalahan dan bias. Reliabilitas sangat diperlukan oleh
individu-individu yang tidak memiliki waktu atau keahlian untuk mengevaluasi
isi faktual dari informasi. Informasi yang andal memiliki karakteristik
(verifiability) mampu dibuktikan kebenarannya, ketepatan penyajian atau sesuai
dengan apa yang terjadi (representational faithfulness) dan netral berarti bahwa
informasi tidak dapat dipilih untuk kepentingan sekelompok pemakai tertentu.
 No. 3 Elements of Financial Statements of Business Enterprises – Elemen
Laporan Keuangan bagi Perusahaan Bisnis.

SFAC No.3 mendefenisikan 10 elemen laporan keuangan yang merupakan sebuah


resolusi dari defenisi yang disajikan pada memorandum diskusi untuk conseptual
framework. Karena ini telah diamandemen pada SFAC No.6. Definisi elemen-elemen
tersebut identik dengan definisi elemen-elemen dalam SFAC No. 3, kecuali bahwa
definisi pada SFAC No. 6 tersebut dapat diterapkan juga pada organisasi nonbisnis.

Beberapa pengamatan yang dilakukan secara khusus tentang apa yang dilakukan
SFAC 3, (ada beberapa hal) tidak masuk dalam SFAC 3 :

1) tidak menyebutkan tiga pandangan akuntansi keuangan yang terdapat dalam


memorandum diskusi.
2) tidak menjelaskan secara spesifik tiga konsep pemeliharaan modal yang
digunakan.
3) tidak menunjukkan masalah pengakuan dan pengukuran sebagaimana yang
ditunjukkan pada laporan keuangan.

Kelemahan SFAC lainnya adalah pemutarbalikan terminologi. Pada memorandum


diskusi dan SFAC 1 kata earnings digantikan dengan ‘income’. Pada SFAC 2, istilah
‘earnings’ dihilangkan dan kata ‘income’ dipakai pada paragraf 90 dan 94. SFAC 3
membuat kebalikan dengan merancang istilah income untuk istilah yang menunjukkan
keseluruhan atau total perubahan asset bersih yang terjadi sepanjang periode sebagai
hasil operasi. Earnings dibalik menjadi kemungkinan komponen income

 No. 4 Objective of Financial Reporting by Nonbusiness Organizations – Tujuan


Pelaporan Keuangan Nonbisnis

Pelaporan keuangan organisasi non bisnis memiliki karakteristik sebagai berikut:

1) Menerima jumlah sumber daya yang signifikan dari penyandang dana yang
tidak menginginkan imbalan atas sumbangan yang diberikan.
2) Tujuan utama operasinya bukan untuk menyediakan barang/jasa demi
mendapatkan profit.
3) Tidak ada kepemilikan yang dapat dijual, dipindahkan atau menerima
distribusi sisa jika terjadi likuidasi.

Pengguna inormasi organisasi non bisnis yaitu:

 Penyandang dana  Badan pengawas organisasi


 Anggota organisasi  Manajemen organisasi
Tujuan pelaporan keuangan organisasi non bisnis yaitu:

1) Memberikan informasi yang berguna kepada pengguna informasi untuk


pengambilan keputusan rasionaltentang alokasi sumber daya.
2) Memberikan informasi yang berguna untuk menilai kinerja manajemen.
3) Memberi informasi tentang sumber daya ekonomi, kewajiban maupun aktivitas
organisasi.

SFAC No. 4 juga menyatakan bahwa entitas non bisnis tidak memiliki indicator
tunggal atas kinerja entitas seperti pengukuran income pada sector profit oriented.

 No. 5 Recognition And Measurement In Financial Statement of Business


Enterprises - Definisi dan karakteristik elemen laporan keuangan

SFAC No 5 berisi kriteria pengakuan yang fundamental dan panduan tentang informasi
apa yang seharusnya dan kapan informasi tersebut dimasukkan ke dalam laporan
keuangan. Selain itu SFAC No. 5 juga membicarakan masalah-masalah pengukuran
yang berhubungan dengan pengakuan. Pengakuan (recognition) adalah proses
pencatatan atau pemasukan sebuah item (butir) di dalam Laporan Keuangan sebuah
entitas sebagai aset, kewajiban, pendapatan, biaya, atau yang sejenis dengannya melalui
penggambaran dalam bentuk kata dan angka. Tidak semua informasi bisa dimasukkan
ke dalam laporan keuangan sebagian lain lebih baik disampaikan di catatan atas laporan
keuangan atau Informasi pendukung lain, atau juga media lain dalam pelaporan
keuangan. Pengukuran merupakan pemberian nilai dengan atribut-atribut pengukuran
akuntansi pada item tertentu dari suatu transaksi.
Dalam SFAC No. 5 disebutkan bahwa kriteria yang digunakan untuk mengikuti
elemen laporan keuangan didasarkan pada empat faktor sebagai berikut:

 Definisi: pos akan diakuai apabila memenuhi definisi elemen laporan


keuangan.
 Keterukuran: pos tersebut memiliki atribut yang dapat diukur dengan cukup
andal.
 Relevan: informasi memiliki kemampuan untuk membuat perbedaan dalam
pengambilan keputusan.
 Keandalan: informasi menggambarkan keadaan sebenarnya secara wajar,
dapat diuji kebenarannya dengan netral.

SFAC No.5 secara umum membahas mengenai Definisi dan karakteristik elemen
laporan keuangan yang di dasarkan pada empat faktor yaitu definisi, keterukuran,
relevan, dan keandalan serta lima dasar pengukuran nilai asset dan utang yaitu
Historical cost, Current replacement, Current market value, Net realizable value, dan
Present value of future cast flow