Anda di halaman 1dari 10

Tugas Harian

Manajemen Sumeber Daya Manusia tentang budgeting

Disusun guna untuk memenuhi tugas mata kuliah Manajemen Sumeber Daya Manusia

Dosen pengampu : Hj.Nany Noor K.S.E. MM. MSc.

Disusun oleh :

Ahmad Rifa’I ( 18113507)

UNIVERSITAS WIDYA MATARAM

FAKULTAS EKONOMI

MANAJEMEN

2020
Bab 1 Gambaran Umum Tentang Budget
I. Pengertian Umum Budget
Budget Artinya Anggaran, Budget adalah suatu rencana yang disusun secara
sistematis, yang meliputi seluruh kegiatan perusahaan, yang dinyatakan dalam sataun
keungan atau unit moneter, dan berlaku untuk jangka waktu tertentu yang akan datang.
Unsur – unsur pokok dalam Budget
1. Rencana, yaitu suatu penentuan terlebih dahulu atau penentuan dimuka, tentang
suatu aktivitas atau kegiatan yang akan di lakukan di waktu yang akan datang.
2. Kegiatan Perusahaa, yaitu mencakup semua yang akan dilakukan oleh semua
kegiatan yang ada dalam perusahaan.
3. Satuan keuangan, yaitu satuan yang dapat dengan mudah diterapkan diberbagai
kegiatan perusahaan yang beranekaragam.
4. Jangka waktu tertentu yang akan datang, yaitu bahwa budget berlaku untuk masa
yang akan datang, dengan batas waktu tertentu.
Adapun faktor – faktor yang mempengaruhi kemampuan perusahaan untuk melakukan
penaksiran secara akurat:
a. Luas daerah pemasaran perusahaan.
b. Posisi perusahaan dalam persaingan.
c. Jenis produk yang dihasilkan oleh perusahaan.
d. Tersedianya data dan informasi.
e. Keadaan perekonomian.
II. Fungsi Dan Kegunaan Budget
1. Sebagai pedoman kerja.
2. Sebagai alat pengkoordinasikan kerja.
3. Sebagai alat evaluasi atau pengawasan kerja.
III. Langkah – Langkah Untuk Menyusun Budget
1. Mengumpulkan data dan informasi.
2. Mengolah data dan informasi.
3. Menyusun budget sementara
4. Mendiskusikan budget sementara
5. Menyusun budget definitif
6. Sosialisasi budget definitif.
IV. Waktu Penyususnan Budget
Untuk menyusun budget yang baik itu bagi perusahaan besar dari awal kegiatan
sudah menyusun budget dan membutuhkan banyak waktu, tetapi jika perusahaan kecil
maka tidak memerlukan banyak waktu. Namun demikian budget definitif beserta
sosialisainya harus sudah selesai disusun sebelum jangka waktu berlakunya budget
tersebut.
V. Seorang yang bertugas untuk menyusun budget
1. Bagian administrasi
2. Panitia budget
VI. Hubungan Budget dengan akuntansi
Budget ini menyajikan data taksiran-taksiran untuk jangka waktu tertentu yang
akan datang, sedangkan akuntansi menyajikan data historis, peristiwa keuangan yang
terjadi dari hari demi hari secara teratur dan sistematis.
Maka akan terlihat antara budget dengan akuntasi sebagai berikut:
1. Akuntansi akan menyajikan data-data historis yang sangat dibutuhkan untuk
melakukan penaksiran-penaksiran yang akurat ( for casting ) yang nantinya akan
di masukin dalam budget.
2. Akuntansi juga melakukan pencatatan secara sistematis dan teratur tentang
realisasi pelaksanaan budget tersebut.
Oleh karena itu akuntansi berperan sebagai pemasok data untuk menyusun budget
dan juga sekaligus berperan sebagai tolak ukur untuk mengevaluasi pelaksanaan
budget.maka semua teknik pencatatan dan sistematikayang dipakai dalam akuntansi
harus sama dan sejalan dengan teknik serta sistematika yang di pakai dalam budget.
VII. Hubungan budget dengan statika dan matematika
Statika dan matematika sangat diperlukan untuk menyusun budget, khususnya
dalam tahap pengolahan data dan informasi.
Dengan demikian nampaklah bahwa statistika dan matematika berhubungan erat
sebagai alat penunjang untuk menyusun budget ( fungsi pedoman kerja ) dan untuk
menilai realisasi pelaksanaan budget ( fungsi evaluasi atau pengawasaan ).
VIII. Hubungan budget dengan manajemen
Manajemen diartikan sebagai suatu ilmu dan seni untuk membuat perencanaan,
melakukakan pengorganisasian, melakukan pengarahan, melakukan
pengkoordinasian, dan melakukan pengawasan terhadap orang-orang dan barang-
barang untuk mencapai tujuan tertentu yang telah ditetapkan. Lima fungsi
manajemen dalam hubungan antara budget dan manajemen.
1. Menyusun rencana untuk di jadikan sebagai pedoman kerja ( planning ).
2. Menyusun struktur organisasi kerja yang merupakan pembagian wewenang dan
tanggung jawab terhadap semua personal dalam perusahaan. ( oganizing )
3. Membimbing, memberi petunjuk, mengarahkan, serta mengambilan keputusan-
keputusan untuk mengatasi berbagai masalah yang timbul ( directing ).
4. Menciptakan koordinasi dan kerja sama yang serasi antara semua bagain yang
ada dalam perusahaan ( coordinating ).
5. Melakukan pengawsaan serta pengendalian terhadap kerja para karyawaan
didalam merealisasikan apa yang tertuang dalam rencana perusahaan yang
telah ditetapkan ( controlling ).
Oleh karena itu budget hanya merupakan alat bantu bagi manajemen, maka
meskipun sebuah budget telah disusun dengan sedemikian lengkap, sedemikian baik,
dan sedemikian sempurna, namun kehadiran manajemen atau manejer masih
diperlukan.
Kelamahan-kelemahan budget di antaranya :
1. Budget masih disusun dengan melakukan penaksiran-penaksiaran (
forcasting ). Karana betapapun cermat penaksiran tersebut dilakukan namun tetap
sulit untuk mendapatkan hasil taksiran ( forecast )yang bener-bener akurat dan sama
sekali tidak berbeda dengan kenyataan nanti.
2. Taksiran-taksiran dalam budget diperoleh dengan mempertimbangakn
berbagai faktor data dan informasi, baik yang bersifat terkendali ( controllable )
maupun yang bersifat tidak terkendali ( uncontrollable ). Dengan demikian, jika
terjadi perubahan-perubahan terhadap faktor data dan informasi tersebut. Maka akan
berubah pula keakuratan hasil taksiran yang bersangkutan.
3. Berhasil atau gagalnya realisasi pelaksanaan sebuah budget sangat
tergantung pada manusia-manusia pelaksanaannya. Budget yang baik dan sempurna
tidak akan bisa direalisasikan dengan baik apabila para pelaksanaan tidak
mempunyai keterampilan serta kemampuan yang memadai.
IX. Pengertian budgeting
Budget merupakan suatu hasil kerja ( out put ) yang dituangkan dalam sebuah
naskah tulisan yang disusun secara sistematis dan teratur. Proses kegiatan dalam
menyusunan budget disebut budgeting ( penganggaran ). Budgeting adalah proses
kegiatan yang menghasilkan sebuah budget sebagai keluaran ( out put ), serta proses
kegiatan berkaitan dengan pelaksanaan fungs-fungsi budget yang terdiri dari fungsi
pemberian pedoman kerja, fungsi pengkoordinasian, dan fungsi evaluasi kerja.
Proses –proses kegaitan dalam budgeting antata lain :
1. Mengumpulkan data dan informasi, baik dari internal maupun data eksternal yang
dibutuhkan untuk menyusun budget.
2. Mengolah data dani informasi tersebut dalam rangak untuk menyusun budget
yang dinginkan.
3. Menyusun budget sementara berdasarkan hasil pengolahan data dan informasi
yang telah dilakukan.
4. Mengadakan diskusi-diskusi serta pembahsan terhadap budget sementara yang
telah disusun tersebut.
5. Menyusun budget definitif berdasarkan hasil diskusi yang telah diselenggarakan
tersebut.
6. Mengumpulkan data dan informasi untuk keperluan evaluasi terhadap realisasi
pelaksanaan budget.
7. Memperoleh serta menganalisis data dan informasi tersebut untuk memperoleh
kesimpulan-kesimpulan dalam rangaka mengevaluasi realisasi pelaksanaan budget,
yang dilanjutkan dengan menyusun kebijkan-kebijkan tindak lanjut ( follow up )
X. Isi budget
Budget yang menyeluruh disebut sebagai budget komprehensif ( comprehensive
budget ). Isi dari budget komperhensif antara lain :
1. Budget penaksiran ( forescating budget )
Yaitu budget yang memuat seluruh taksiran-taksiran ( forecast ), baik taksiran
tentang kegiatan-kegiatan perusahaan dalam jangka waktu tertemtu yang akan
datang maupun taksiran-taksiran tentang keadaan keuangan perusahaan pada
suatu saat tertentuyang akan datang.
2. Budget Variabel ( variable budget )
yaitu budget yang memuat tentang tingkat perubahan biaya-biaya tidak
langsung, atau tingakt variabelitas biaya-biaya tidak langsung, sehebungan
dengan adanya perubahan aktivitas perusahaan. Dengan demikian budget
membuat berbagai standar biaya termasuk dalam kelompok biay tidak
langsung.
3. Analisis statistik dan matematika pembantu.
Yaitu analisis dan matematika yang terutama dilkakuan dalam tahap
mengolah data dan informasi untuk memperoleh taksiran-taksiran guna
menyusun budget.
4. Laporan budget ( budget report )
Yaitu laporan tentang realisasi pelaksanaan budget, yang dilengkapi dengan
analisis perbandingan antara budget dengan realisasinya itu, sehingga dapat
diketahaui penyimpang-penyimapangan yang mungkin telah terjadi, baik
penyimpangan bersifat positif ( menguntungkan ) maupun penyimpangan
bersifat negatif ( merugikan ).
BAB 2 Budget Penaksiran
I. Pengertian Budget Penkasiran
Budget penaksiran ( forecasting budget ) adalah budget yang memuat seluruh
taksiran-taksiran ( forecast ) baik taksiran tentang kegiatan-kegitan perusahaan dalam
jangka waktu tertentu yang akan datang, maupun taksiran-taksiran tentang keadaan
keuangan perusahaan pada suatu saat tertentu yang akan datang.
Dari pengertian di atas budget dibagi menjadi dua kelompok anatara lain:
1. Budget operasional ( operating budget )
Budget ini ialah budget yang memuat taksiran-taksiran yang berkaitan dengan
kegiatan-kegiatan perusahaan dalam jangka waktu ( periode ) tertentu yang akan
datang.
2. Budget keuangan ( financial budget )
Maksud dari budget keungan ialah budget yang memuat taksiran-taksiran tentang
keadaan atas posisi keuangan perusahaan pada suatu saat tertentu yang akan datang.
II. Budget operasional
Budget operasional merencanakan tentang kegiatan-kegiatan perusahaan selama
jangak waktu tertentu meliputi dua faktor diantaranya :
1. Sektor penghasilan ( revenues )
Ialah pertambahan aktiva perusahaan yang mengakibatkan bertambahnya modal sendiri,
tetapi bukan adanya penambahan setoran modal baru dari para pemiliknya, dan bukan
juga dengan adanya penambahan utang baru yang diperoleh dari kreditur.
Pengahasilan di bedakan menjadi dua sektor antara lain :
1. Subsektor penghasilan utama ( operating revenues ), ialah penghasilan yang
diterima dari perusahaan yang berhasal dari berhubungan erat dengan usaha
utama atau usaha pokok perusahaan.
2. Subsektor penghasilan bukan utama ( nonoperating revenues ), ialaha
pengahsilan yang diterima oleh perusahaan, yang tidak berasal dan tidak
berhubugan erat dengan usaha utama atau usaha pokok oerusahaan.
2. Sektor biaya ( expensasi )
ialah pengurangan aktiva perusahaan yang mengakibatkan berkurang modal sendiri,
tetapi bukan dengan adanya pengurangan ( pengambilan kembali ) model oleh para
pemiliknya, dan juga bukan karena adanya pengurangan (pelunasan), utang kepada
direktur. Biaya adalah suatu kontra prestasi yang diberikan oleh perusahaan atas
sesuatu yang telah diterimanya dari pihak lain.
Di pandangan dari sudut hubungannya dengan usaha, maka biaya dapat dibedakan
menjadi dua sektor :
a. sektor biaya utama ( operating expenses ), ialah biaya yang menjadi beban
tanggungan perusahaan dan berhubungan erat dengan usaha utama atau usaha
pokok perusahaan. Contah nya ; perusahaan perdagangan hasil bumi adalah
biaya yang berbuhungan dengan kegiatan jual beli bumi tersebut.
Dalam perusahaan industri ( manufacturet ) biaya utama di kelompokan menjadi
tiga kelompok berdasarkan tempat dimana biaya tersebut terjadi :
1) biaya pabrik atau biaya produksi ( factory cost ), ialah biaya semua biaya
yang terdapat lingkungan atau ruangan tempat dimana kegiatan produksi
dilakukan.
biaya pabrik di bagi menjadi tiga kelompok ;
a) biaya bahan mentah (raw materials ), ialah niali dari semua bahan
yang diolah dalam proses produksi, untuk diubah menjadi barang lain
yang nantinya dijual( barang jadi ).
b) upah tenga kerja langsung ( direct labour ), ialah upah yang yang
di bayarkan kepada para tenaga kerja yang ditugasi mengolah bahan
mentah dalam proses produksi, untuk diubah menjadi barang lain yang
nanti dijual.
c) biaya pabrik tidak langsung ( direct overhead ), ialah semua biaya
yang terjadi dan terdapat dalam lingkungan atau ruang pabrik, tetapi
tidak secara langsung berhubungan dengan kegiatan proses produksi.
2) biaya administrasi ( administration expenses ), ialah semua biaya yang
terdapat di dalam lingkungan atau ruangan tempat dimna kegiatan
administrasi dilkukan.
3) biaya pemasaran ( marketing expenses ), ialah semua biaya yang terdapat
di lingkan atau ruang tempat dimana kegiatan pemasaran dilakukan.

III. Budget keuangan


budget keungan merencanakan tentang keadaan atau posisi keuangan
perusahaan pada suatu saat tertentu yang akan datang. Keuangan perusahaan
adalah harta (aktiva ), keadaan utang dan keadaan modal sendiri perusahaan pada
suatu saat tertentu. Budget keuangan dapat disebut sebagai budget neraca (
balance sheet budget ).
Budget neraca dapat dibedakan menjadi dua antara lain:
1. Budget induk neraca ( master balance sheet budget ), ialah budget tentang
keadaan posisi harta, utang, dan modal sendiri perusahaan pada suatu saat tertentu
yang akan datang yang berisi taksiran-taksiran secara garis besar (global ), dan
belum dijabarkan secara terperinci.
2. Budget pendukung neraca ( balance sheet supporting budget ), ialah
budget tentang keadaan atau posisi harta, utang dan modal sendiri perusahaan
pada suatu saat yang akan datang. Adapun budget-budget yang termasuk dalam
bugdet pendukung neraca ini antara lain:
a. Budget cash ( cash budget ), ialah budget yang merencanakan secara
sistematis dan terperinci tentang jumlah kas beserta perubahannya dari
waktu ke waktu selama periode tertentu yang akan datang.
b. Budget piutang ( receivable budget ), ialah budget yang merencanakan
secara sistematis dan terperinci tentang jumlah pituang beserta perubahan
dari waktu ke waktu selama periode tertentu yang akan datang.
c. Budget persedian barang ( inventory budget ), ialah budget yang
merencanakan secara sistematis dan terperinci tentang jumlah persedaian
barang mentah dan barang jadi dari waktu ke wakatu selama periode
tertentu yang akan datang.
d. Budget perubahan aktiva tetap ( capital addition budget ), ialah budget
yang merencanakan secara sistematis dan terperinci tentang perubahan
aktiva tetap dari waktu ke waktu selama periode tertentu yang akan datang.
e. Budget utang ( paybel budget ), ialah budget yang merencanakan secara
sistematis dan terperinci tentang jumlah utang beserta perubahan dari
waktu ke waktu selama periode tertentu yang akan datang.
f. Budget madal sendiri ( owner’s equity budget ), ialah budget yang
merencanakan secara sistematis dan terperinci tentang modal sendiri dari
waktu ke waktu selama periode tertentu yang akan datang.
IV. Urutan penyusunan budget operasional
Anatara budget tentang penghasilan dengan budget tentang biaya tersebut
mempunyai hubungan timbal balik yang sangat erat. Disuatu sisi besar kecil
penjualan mungkin ditentukan oleh besar kecil produksi. Tetapi disisi lain, besar-
kecilnya produksi mungkin justru ditentukan oleh besar-kecilnya penjualan.
Dengan demikian ada dua alternatif kemungkinan tenteang hubungan timbal balik
antara produksi dengan penjualan tersebut.
1. Alternatif pertam, besarnya penjualan ditenteukan oleh besarnya produksi. Ini
berarti bahwa berapa jumlah penjualan perusahaan selama periode yang akan
datang ditentukan oleh berapa jumlah barang yang akan diproduksikan oleh
perusahaan selama periode tersebut. Dengan demikian anggaran unti yang akan
diproduksikan harus disusun terlebih dahulu sebelum menyusun anggaran
penjualan, sebab jumlah penjualan akan mengikuti jumlah yang akan
diproduksikan. Setelah disusun budget unit yang akan diproduksikan, barulah
dapat disusun budget penjualan yang jumlah yang menyesuaikan dengan
jumlah barang yang akan diproduksikan tersebut.
2. Alternatif kedua, besasrnya produksi ditentukan oleh beasarnya penjualan. Ini
berarrti berapa jumlah produksi perusahaan selama periode yang akan datang
yang ditentukan oleh berapa jumlah barang yang mampu untuk dijual oleh
perusahaan selama periode tersebut.
Dengan demikian, anggaran penjualan harus disusun lebih dulu sebelum
dapat menyusun anggaran unit yang akan diproduksi. Setelah disusun budget
penjualan, barulah dapat disusun budget unit yang akan diproduksikan, yang
jumlahnya menyesuaikan dengan jumlah barang yang akan dijual.
Bagi perusahaan yang menghadapi pasar yang tidaj bersaing dalam arti
bahwa penawaran ( supply ) produka yang dihasilkan oleh perusahaan tersebut
lebih kecil dari pada permintaan ( demand ) terhadap produk itu dipasar, maka
masalah pemasaran barang yang diproduksikan oleh perusahaan bukan
problem yang sulit. Budget penjualan ditentukan oleh budget unit yang akan
diproduksi, jadi perusahaan yang mengahadapi pasar yang tidak bersaing, maka
unit yang akan diproduksikan harus disusun lebih awal dari pada budget
penjualan. Atau dengan lian perkataan, bagi perushaan yang menghadapi pasar
yang tidak bersaing, lebih sesuai menggunakan alternatif pertam.
Bagi perusahaan yang menghadapi pasar yang bersaing, dalam arti bahwa
penawaran ( supply ) produk yang akan di hasilkan perusahaan tersebut lebih
besar dari pada permintaan ( demand ) terhadap produk itu di pasar, maka
masalah pemasaran barang yang di produksikan oleh perusahaan merupukan
problem utama, yaitu masalah bagaiamana usaha perusahaan agar unggul
dalam bersaing dalam merebut konsumen.
Oleh karena itu sebagain besar dari perusahaan-perusahaan yang di
masyarakat tergolongan sebagai perusahaan yang menghadapi pasar yang
bersaing, maka untuk selanjutnya semua urain serta pembahasan hanya
ditunjukan bagi perusahaan yang menghadapi pasar yang bersaing, sehingga
menggunakan alternatif kedua.
V. Urutuan penyusunan budget keuangan
Sebagaimana telah diutarakan di muka, keungan atau budget neraca secara
terperinci disusun dalam budget pendukung neraca ( balance sheet supporting
budget ), yang pada dasarnya terdiri dari budget tentang posisi aktiva, budget
tentang posisi utang, dan budget tentang posisi modal sendiri perushaan pada suatu
saat tertentu yang akan datang. Posisi keungan ini akan senantiasa berubah dari
waktu ke waktu sebagai akibat adanya kegiatan perusahaan dari hari ke hari. Ini
berarti bahwa posisi keungan perusahaan sangat tergantung dan ditentukan oleh
kegiatan-kegiatan tersebut. Sedangkan kegiatan-kegiatan perusahaan itu sendiri
dituangkan dalam bentuk budget operasional ( budget rugi atau laba ), dengan
demikian bilamana perusahaan menyusun budget keungan ( budget neraca ),
haruslah memperhatikan dan mempertimbangkan nudget oprasional . oleh sebab itu
budget pendukung rugi atau laba harus ssudah selasi disusun, sebelum menyusun
budget pendukung neraca.
Budget pendukung neraca terdiri dari 6 buah budget antara lain :
1. Budget kas ( cash budget )
2. Budget piutang ( receivable budget )
3. Budget persediaan ( inventory budget )
4. Budget perubahan aktiva tetap ( capital addition budget )
5. Budget modal sendiri ( owner’s equity budget )
Kecuali budget kas, diantara kelima budget yang lain tidak ada saling
ketergantungan antara yang satu dengan yang lain. Dengan demikian juga tidak
mengakibatkan adanya keharusan untuk menyusun budget yang satu lebih awal dari
pada budget yang lain. Sedangkan budget kas dipengaruhi oleh kelima budget
tersebut, sehingga penyusunan menunggu setelah kelima budget yang lain tersebut
selesai disusun.
Dengan demikian, bilamana digambarkan dalam bentuk bagan ( skema ), maka
urutan penyusunan budget pendukung rugi atau laba ( profit atau loss supporting
budget ) dan budget pendukung neraca ( balance sheet supporting budget ).

Dafatar pustaka

1. Drs. M. Munandar. (2013). “ Budgeting : perencanaan kerja, pengkoordinasi


kerja, pengawasaan kerja”. Edisi ke 2 : yogyakarta