Anda di halaman 1dari 1

Katakanlah, “wahai kaumku! Berbuatlah menurut kedudukanmu, aku pun berbuat (demikian).

Kelak
kamu akan mengetahui. (Az-Zumar)

Ah, entah apa yang ada dalam otakku ini sehingga mensiarkan kalimat suci tersebut. Aku hanya
membaca tanpa terpikirkan emeng-emeng yang lain. Akal tidak sehatku hanya berpikir tentang 39.
Terjemahannya, itu adalah ayat ke-39 dari surat ke- 39 pula. Angka tersebut, untuk sekarang ini,
terdengar renyah dalam telingaku sendiri. Kedudukanku sekarang ini yang menyandang gelar suami dari
istriku dan ayah dari kedua anakku menjadi penjelajahan waktu selanjutnya. Dengan posisi ini aku harus
mengikuti rotasi bumi yang tidakak mungkin aku kalahkan; jalani saja sebagai makhluk pana. Setengah
seperempat dan/atau entah berapa tahun lagi dari angka tersebut aku bertarung dengan waktu yang
tersisa untuk menjalani waktu. Wal hasil aku harus sadar bahwa waktu memang sudah menentukan
gerak detak usik hidupku. Tentunya aku juga harus setuju pada orang yang mengatakan, katakanlah,
Plato, bahwa orang yang mengetahui akhir dari sebuah perang adalah orang mati. Tentunya aku akan
mengetahui akhir dari kehidupan ini adalah tatkala aku sudah mati, pula.