Anda di halaman 1dari 11

1/22/2020 Hama dan Penyakit Bawang Putih Beserta Cara Pengendalianya

Sedulurtani.com

Home » Hama dan Penyakit » Hama dan Penyakit Bawang Putih Beserta Cara Pengendalianya

Hama dan Penyakit Bawang Putih Beserta
Cara Pengendalianya
& Oktober 12, 2018 /  vingga  / A 0

Hama dan Penyakit Bawang Putih Beserta Cara Pengendalianya

Sedulurtani.com  Bawang  putih  merupakan  salah  satu  tanaman  hortikultura  yang  memiliki
banyak  manfaat.  Maka  tak  heran  apabila  kebutuhan  bawang  putih  terus  mengalami
peningkatan yang segnifikan.

Baca juga : Klasifikasi dan Morfologi Bawang Putih Secara Lengkap.

Peningkatan  tersebut  membuat  budidaya  bawang  putih  menjadi  suatu  peluang  usaha  yang
memiliki prospek yang bagus dan menjanjikan. Akan tetapi, setiap budidaya pasti ada kendala
yang harus dihadapi oleh petani, salah satunya yaitu hama dan penyakit.

Kehadiran  hama  dalam  budidaya  bawang  putih  menjadi  ancaman  yang  serius  bagi  petani. 
Banyak  petani  bawang  putih  yang  hasil  panenya  berkurang,  dan  bahkan  kehilangan  hasil
karena disebabkan oleh hama dan penyakit.

Oleh  karena  itu,  petani  harus  banyak  belajar  terkait  cara  mengatasi  hama  dan  penyakit  pada
budidaya  bawang  putih.  Hal  tersebut  dimaksudkan  supaya  petani  tidak  kehilangan  hasil
panenya karena hadirnya hama dan penyakit yang mengganggu tanaman.

Pada  pertemuan  kali  ini  Sedulurtani.com  ingin  berbagi  informasi  terkait  Hama  dan  Penyakit
Bawang Putih Beserta Cara Pengendalianya.

Berikut ini adalah hama bawang putih beserta cara pengendalianya :

1. Nematoda akar (Ditylenchus dipsaci Khun)

https://www.sedulurtani.com/hama­dan­penyakit­bawang­putih­beserta­cara­pengendalianya/ 1/11
1/22/2020 Hama dan Penyakit Bawang Putih Beserta Cara Pengendalianya

Hama dan Penyakit Bawang Putih Beserta Cara
Pengendalianya

Hama nematoda akar menyerang pangkal titik tumbuh dan umbi tanaman bawang. Sehingga,
mengakibatkan  umbi  mejadi  lunak,  pangkal  titik  tumbuh  membengkak  dan  ujung  akar
mengering serta keriting.

Akibat  dari  kerusakan  akar  ini  membuat  tanaman  tidak  bisa  menyerap  unsur  hara  dari  dalam
tanah.  Hal  tersebut  mengakibatkan  tanaman  bawang  yang  terserang  nematoda  akan  tumbuh
kerdil.

Selain  itu  pangakal  titik  akan  tumbuh  membesar,  daun  menggulung,  berlipat,  kemudian
menguning dan pada akhirnya  mati.

Pengendalianya  dengan  cara  melakukan  rotasi  tanam,  sanitasi  lahan  dengan  cara
memusnahkan  tanaman  yang  terserang,  pengolahan  lahan  secara  tepat.  Selain  itu  dapat
menggunakan pestisida, seperti Nemagon 5G, Furadan 3G, Temik, dan lain­lain.

2. Ulat daun (Spodoptera litura Fabricius)

https://www.sedulurtani.com/hama­dan­penyakit­bawang­putih­beserta­cara­pengendalianya/ 2/11
1/22/2020 Hama dan Penyakit Bawang Putih Beserta Cara Pengendalianya

Hama dan Penyakit Bawang Putih Beserta Cara
Pengendalianya

Ulat daun merupakan jenis hama yang memiliki ciri khas pada coraknya. Yaitu, pada perut ke
empat  dan  ke  sepuluh  berbentuk  seperti  bulan  sabit  berwarna  hitam  dan  dibatasi  oleh  warna
kuning pada samping dan punggungnya.

Ulat daun adalah hama yang menyerang seluruh jaringan daun bawang putih. Serangan ulat
daun  pada  umumnya  terjadi  pada  daun­daun  yang  masih  muda.  Gejala  yang  tampak  oleh
serangan  ulat  daun,  yaitu  terdapat  luka  pada  daun  karena  bekas  gigitan  dibagian  tepi  dan
ujung daun.

Gigitan  tersebut  berwarna  putih,  sehingga  tampak  bercak­bercak  berwarna  putih.  Ulat  daun
mulai beraktivitas dan menyerang tanaman pada waktu malam hari, sedangkan pada siang hari
bersembunyi pada tempat­ tempat yang lembab.

Cara  pengendalian  ulat  daun  dapat  dilakukan  dengan  memotong  dan  memusnahkan  daun
yang terserang maupun daun yang digunakan sebagai sarang telur.

Selain itu gunakan pestisida, seperti Ekalux 25 EC, Atabron, Diazinon 60 EC, atau Hostathion
40 EC.

3. Ulat grayak (Spodoptera exigua Hubner)

Hama dan Penyakit Bawang Putih Beserta Cara
Pengendalianya

Spodoptera exigua merupakan jenis hama  yang  memiliki  beberapa  variasi  warna,  antara  lain


hijau, coklat muda dan hitam kecoklatan. Hama tanaman bawang yang satu ini memiliki ukuran
tubuh sekitar 2,5 cm.

https://www.sedulurtani.com/hama­dan­penyakit­bawang­putih­beserta­cara­pengendalianya/ 3/11
1/22/2020 Hama dan Penyakit Bawang Putih Beserta Cara Pengendalianya

Imago sering meletakkan telurnya pada permukaan daun bawang, dan telur tersebut berbentuk
oval.

Tanaman  yang  terserang  ulat  ini  memiliki  ciri  daun  tampak  terkulai  layu  dan  berwarna  putih
transparan.  Hal  tersebut  dikarenakan  ulat  ini  memakan  bagian  dalam  daun  yang  lunak  dan
menyisakan lapisan epidermisnya saja, sehingga daun tampak tipis.

Selain  menyerang  bawang  putih,  hama  Spodoptera  exigua  juga  dapat  menyerang  bawang
merah, kucai, cabai, dan kacang­kacangan, seperti kacang tanah dan kedelai.

Cara  pengendalian  hama  ini,  yaitu  mengambil  daun  yang  terserang  dan  juga  daun  yang
terdapat telur dari hama ini, kemudian musnahkan dengan cara dibakar.

Kemudian  lakukan  rotasi  tanam  dengan  tanaman  yang  tidak  diserang  oleh  hama  ini,  sanitasi
lahan dan atur jarak tanam supaya jangan terlalu dekat.

Gunakan insektisida seperti regent, larvin, prevathon, curacron, pegasus, raydent, metindo dan
sebagainya. Pastikan dosis penggunaan secara tepat, dan lakukan penyemprotan pada waktu
yang tepat.

Seperti yang kita tahu bahwa hama ini aktif di malam hari, maka lakukan penyemprotan pada
waktu sore menjelang malam.

4. Kutu bawang (Thrips tabaci Lindeman)

Hama dan Penyakit Bawang Putih Beserta Cara
Pengendalianya

Kutu bawang (trips tabaci Lindeman) merupakan jenis hama yang memiliki ukuran sangat kecil,
sehingga susah untuk dilihat secara kasat mata. Apabila telah dewasa hama ini berukuran lebih
dari 1 mm, dan berwarna kuning pucat, coklat , atau hitam.
https://www.sedulurtani.com/hama­dan­penyakit­bawang­putih­beserta­cara­pengendalianya/ 4/11
1/22/2020 Hama dan Penyakit Bawang Putih Beserta Cara Pengendalianya

Semakin  rendah  suhu  pada  suatu  lingkungan  akan  membuat  hama  ini  berwarna  semakin
gelap.  Hama  trips  jantang  tidak  memiliki  sayap,  sedangkan  yang  betina  memiliki  dua  buah
sayap halus dan berumbai.

Hama trips menyerang bawang putih baik masih dalam bentuk larva maupun dewasa. Hama ini
menyerang  tanaman  bawang  merah  dengan  cara  menghisap  bagian  cairan  daun  dan  juga
bagian lain dari tanaman tersebut.

Tanaman bawang putih yang terserang hama ini, yaitu daunnya menjadi kuning, berkerut atau
keriting,  dan  pada  akhirnya  akan  layu. Tanaman  bawang  putih  yang  terserang  umbinya  akan
kecil dan kualitasnya rendah.

Cara  pengendalianya,  yaitu  dapat  menggunakan  insektisida  sitemik  yang  bekerja  dari  dalam
tanaman  dan  meracuni  serangga  yang  menghisap  cairan  tanaman.  Bahan  aktif  yang  dipakai
untuk membasmi hama trips adalah imadikoplorid.

Contoh  insektisida  sistemik,  antara  lain  besvidor,  interprid,  dan  confidor.  Sebaiknya
diaplikasikan pada sore hari dengan interval penggunaan 7 sampai 10 hari sekali.

5. Ulat tanah (Agotis Ipsilon)

Hama dan Penyakit Bawang Putih Beserta Cara
Pengendalianya

Ulat  tanah  (Agotis  Ipsilon),  masih  termasuk  ordo  dari  Lepidoptera  dan  family  Noctidae.  Ulat
tanah ini tersebar banyak di Indonesia dan menyerang semua jenis tanaman Polifag.

Ulat tanah memiliki warna coklat tua sampai kehitaman pada bagian punggungnya, dan pada
bagian perut berwarna lebih muda. Selain itu juga terdapat garis hitam dan tonjolan yang lebih
muda pada bagian punggung ulat tersebut.

https://www.sedulurtani.com/hama­dan­penyakit­bawang­putih­beserta­cara­pengendalianya/ 5/11
1/22/2020 Hama dan Penyakit Bawang Putih Beserta Cara Pengendalianya

Ulat tanah memiliki ukuran panjang sekitar 3,5 cm dan aktif pada waktu malam hari sedangkan
waktu siang bersembunyi didalam tanah.

Ulat  ini  menyerang  tanaman  dengan  cara  memotong  bagian  pangkal  tanaman,  dan
keberadaanya  tidak  jauh  dai  tanaman  yang  terserang.  Biasanya  apabila  tanah  di  sekitar
tanaman dikorek­korek, maka akan ditemukan larva tersebut.

Yang menjadi tanaman inang ulat tanah ialah tanaman muda, seperti halnya jagung, cabai, dan
tomat.

Cara pengendalian ulat tanah, yaitu dengan cara mencari larva tersebut dan memusnahkanya,
lakukan rotasi tanam. Selain itu, ketika buka lahan bersihkan sisa tanaman dan genangi air.

Anda  juga  bisa  menyemprotkan  insektisida  yang  berbahan  aktif  Klorfirifos,  spinetoram,  dan
 karbofuran.

Berikut ini adalah Penyakit bawang putih beserta cara pengendalianya :

1 . Busuk Fussarium (Fussarium oxysporum Schlect)

Layu  fussarium  merupakan  penyakit  yang  disebabkan  oleh  cendawan  fussarium  oxyporum.
Cendawan ini menginfeksi tanaman bawang putih melalui luka­luka yang terjadi pada tanaman.

Luka tersebut terdapat sepertihalnya pada akar karena pendangiran yang kurang berhati­hati,
luka karena hama, pemangkasan, dan lain­lain.

Penyakit  ini  juga  dapat  menyerang  umbi  bawang  putih  setelah  panen  atau  pada  waktu
penyimpanan.  Dimana  serangan  tersebut  dicirakan  dengan  permukaan  pada  bagian  yang
terserang  tampak  basah,  kemudian  umbi  akan  menjadi  lunak  dan  pada  akhirnya  berwarna
coklat membusuk.

Serangan  yang  terjadi  pada  umbi  ini  biasanya  disebabkan  karena  penanganan  panen  dan
pasca panen yang kurang baik.

Pada  tanaman  yang  dibudidayakan  serangan  penyakit  ini  dicirikan  dengan  daun­daun  yang
mulai  layu  dari  ujung  berwarna  kuning  dan  melengkung  .  Selain  itu,  tanaman  terlihat  terkulai
seperti  akan  roboh  dan  jika  dibongkar  pada  umbi  maka  akan  tampak  koloni  jamur  berwarna
putih.

Jika  penyakit  ini  bersumber  dari  benih  yang  digunakan,  maka  akan  nampak  pada  tanaman
setelah berumur 10 hari setelah tanam. Sedangkan apabila penyakit ini ditularkan dari tanah,
maka akan terlihat setelah tanaman berumur 3 minggu setelah tanam.

https://www.sedulurtani.com/hama­dan­penyakit­bawang­putih­beserta­cara­pengendalianya/ 6/11
1/22/2020 Hama dan Penyakit Bawang Putih Beserta Cara Pengendalianya

Cara  pengendalianya,  yaitu  cabut  dan  musnahkan  tanaman  yang  terserang,  gunakan  mulsa
plastik  dan  lakukan  pendangiran  dengan  hati­hati.  Lakukan  rotasi  tanam  yang  bukan
merupakan tanaman inang, lakukan sanitasi lahan, dan  kondisikan draenase sebaik mungkin.

Selain itu lakukan perlakuan benih dengan cara menaburkan fungisida pada benih ketika 3 hari
sebelum  dilakukan  penanaman  dengan  dosis  yang  tepat.  Sedangkan  pada  lahan  yang
endemis fussarium berikan fungisida pada lahan setelah dilakukan pengolahan lahan.

Gunakan  pupuk  yang  mengandung  agen  hayati  Trichoderma  sp  atau  trichocompos
serta  Gliocladium  sp  yang  ditaburkan  pada  bedengan  sebelum  tanam.Untuk  memberantas
penyakit ini dapat menggunakan fungisida misalnva Benlate, Difolatan 4 F, atau Manzate D.

2. Bercak Ungu (Alternaria porri)

Hama dan Penyakit Bawang Putih Beserta Cara
Pengendalianya

Bercak  ungu  merupakan  penyakit  yang  disebabkan  oleh  jamur  Alternaria  porri.  Dimana
penyakit ini  juga merupakan salah satu jenis penyakit tanaman yang telah tersebar diseluruh
dunia.  Penyakit  bercak  ungu  banyak  menyerang  tanaman  yang  telah  memasuki  fase
pembentukan umbi.

Akan tetapi, penyakit ini juga menyerang tanaman yang masih muda apabila cuaca mendukung
yaitu pada waktu musim hujan. Gejala awal penyakit bercak ungu yaitu munculnya bercak putih
yang kemudian membesar dan tampak bercincin serta warnaya menjadi ungu.

Sedangkan  pada  bagian  tengah  terdapat  bintik  berwarna  hitam  yang  dikelilingi  warna  kuning
yang dapat meluas.

Pada cuaca yang lembab bercak ini tertutup oleh jamur yang berwarna coklat tua kehitam. Dan
pada serangan yang parah akan menyebabkan daun dan batang semu menjadi kering.
https://www.sedulurtani.com/hama­dan­penyakit­bawang­putih­beserta­cara­pengendalianya/ 7/11
1/22/2020 Hama dan Penyakit Bawang Putih Beserta Cara Pengendalianya

Adapun peyebaran penyakit ini melalui hembusan angin, tanah, air, maupun dari alat pertanian
yang terkontaminasi oleh spora jamur.

Cara  pengendalian  yaitu  memangkas  bagian  tanaman  yang  terserang  penyakit  bercak  ungu
kemudian  memusnahkanya.  Lakukan  rotasi  tanam  yang  bukan  merupakan  tanaman  inang,
lakukan sanitasi lahan, dan  kondisikan draenase sebaik mungkin.

Selain  itu  penyakit  ini  dapat  juga  anda  berantas  menggunakan  fungsida,  misalnya  Daconil,
Defolatan 4F, Dithane M­45.

3. Embun bulu /Embun tepung (Perenospora destructor)

Embun  bulu  merupakan  penyakit  yang  menyerang  tanaman  jenis  bawang­bawangnan  dan 
disebabkan  oleh  cendawan  Perenospora  destructor.  Dimana  penyakit  ini  ditularkan  melalui
angin dan biasanya berjangkit pada masa awal pembentukan umbi.

Adapun  gejala  dari  embun  bulu,  yaitu  ditandai  dengan  munculnya  bintik­bintik  abu­abu  atau
hijau pucat pada bagian ujung daun yang terserang. Ketika kelembaban tinggi dan turun hujan,
maka  bintik­bintik  akan  cepat  melebar  dan  berubah  warna  menjadi  ungu,  kemudian  tanaman
akan mati.

Kondisi  lingkungan  yang  optimum  untuk  perkembangan  penyakit  ini  yaitu  suhu  15oC  dengan
kelembaban yang tinggi selama 6­12 jam.

Cara  pengendalian  penyakit  ini  dengan  cara  memangkas  pada  bagian  tanaman  yang  sakit
kemudian memusnahkanya. Selain itu juga dapat dilakukan pengendalian secara kimia dengan
menggunkan pestisida, misalnya Daconil 75 WP, Antracol 70 WP, atau Dithane M­45.

4. Bercak daun (Cercospora duddiae Welles)

Bercak  daun  pada  bawang  putih  merupakan  penyakit  yang  disebabkan  oleh  cendawan
Cercospora  dudiae.  Cendawan  ini  memiliki  konidium  berwarna  bening  (hialin),  berbentuk
ramping  lurus  atau  bengkok,  pangkalnya  tumpul,  meruncing  keujung  dan  memiliki  banyak
sekat.

Konidium berkecambah dengan membentuk buluh dan menginfeksi tanaman lewat stomata.

Serangan  cendawan  tersebut  dimaulai  dari  terjadinya  klorosis  berbentuk  bulat  berdiameter  3­
5mm  dan  berwarna  kuning  pada  ujung­ujung  bagian  daun.  Biasanya  bercak  paling  banyak
terdapat pada ujung sebelah luar daun.

Adapun  cara  pengendalian  penyakit  bercak  daun  yaitu  dengan  memusnahkan  tanaman  yang
terserang dengan cara dibakar. Lakukan rotasi tanam yang bukan merupakan tanaman inang,
https://www.sedulurtani.com/hama­dan­penyakit­bawang­putih­beserta­cara­pengendalianya/ 8/11
1/22/2020 Hama dan Penyakit Bawang Putih Beserta Cara Pengendalianya

sanitasi lahan dan gunakan bibit sehat.

Jika  tanaman  tekena  air  hujan  segera  siram  tanaman  menggunakan  air  bersih  supaya  tidak
ada patogen yang menempel pada daun.

Selain  itu  gunakan  agen  hayati  dengan  cara  menyemprotkan  Psedomonas  fluorescens  20  cc
per liter air dengan volume semprot 500 liter per hektar sebanyak 1 – 2 kali per minggu.

Hal  ini  dilakukan  jika  terdapat  tanda­tanda  gejala  bercak  daun.  Semprotkan  juga  fungisida
untuk mengatasi penyakit tersebut.

Baca juga :

Cara Mengatasi Hama Utama Pada Budidaya Bawang Merah
10 Jenis Hama dan Penyakit Utama Cabai Beserta Cara Pengendalianya
Hama dan Penyakit Tomat Beserta Cara Pengendalianya

Sekian  artikel  tentang,  Hama  dan  Penyakit  Bawang  Putih  Beserta  Cara
Pengendalianya.  Semoga  dapat  menjadi  referensi  bagi  anda  yang  sedang  mencari
informasi terkait cara mengatasi hama tanaman bawang putih.
Follow juga Facebook saya di Facebook.

Bagikan ini:

          
Cara Mengatasi Hama Utama Cara Mengatasi Hama Utama Syarat Tumbuh Bawang Putih
Pada Bawang Putih Secara Pada Budidaya Bawang Merah Yang Sesuai
Lengkap

y Tag: Bawang putih, Hama bawang, Hama bawang putih, hama dan penyakit, Hortikultura, Mengatasi
hama bawang, Pengendalian hama bawang, Penyakit bawang, Penyakit Bawang Putih Leave a comment

Previous Post

MANFAAT KACANG BUNCIS BAGI KESEHATAN BESERTA KANDUNGAN GIZINYA

Next Post

HAMA DAN PENYAKIT BUNCIS BESERTA CARA PENGENDALIANYA SECARA TEPAT

Tinggalkan Balasan
https://www.sedulurtani.com/hama­dan­penyakit­bawang­putih­beserta­cara­pengendalianya/ 9/11
1/22/2020 Hama dan Penyakit Bawang Putih Beserta Cara Pengendalianya

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Komentar

Nama *

Email *

Situs Web

Kirim Komentar

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

KOMENTAR TERBARU

vingga pada Hama dan Penyakit Tomat Beserta Cara Pengendalianya

Nasarudin pada Hama dan Penyakit Tomat Beserta Cara Pengendalianya

vingga pada Klasifikasi dan Morfologi Lengkap Tanaman Cabai (Capsicum annum L.)

Nasarudin pada Klasifikasi dan Morfologi Lengkap Tanaman Cabai (Capsicum annum L.)

A situs super10 online pada Cara Budidaya Tomat  Meliputi Syarat Tumbuh Sampai Dengan Tekniknya

© 2019 Sedulurtani.com

https://www.sedulurtani.com/hama­dan­penyakit­bawang­putih­beserta­cara­pengendalianya/ 10/11
1/22/2020 Hama dan Penyakit Bawang Putih Beserta Cara Pengendalianya

About Us Contact Us Term Of Service Privacy Policy Disclaimer Site Map

https://www.sedulurtani.com/hama­dan­penyakit­bawang­putih­beserta­cara­pengendalianya/ 11/11