Anda di halaman 1dari 3

Rangkuman Materi Kuliah Umum

Presidential Lecture 2019

Oleh:
Veronika Eri Febriani
NIP. 19930204 201902 2 006

Calon Auditor Ahli Pertama


Inspektorat II, Inspektorat Jenderal
Kementerian Kelautan dan Perikanan

Acara Presidential Lecture ini diselenggarakan pada tanggal 24 Juli 2019 di Istora
Senayan dengan tema “Sinergi untuk Melayani”. Tujuan dari kegiatan ini adalah sebagai
arahan strategis Kepala Negara/Pemerintahan kepada 6.000 Calon Pegawai Negeri Sipil
(CPNS) hasil seleksi Tahun 2018. Adapun sasaran dari kegiatan ini yaitu: 1) Pemahaman
visi pembangunan nasional; 2) Menggugah motivasi dan nasionalisme CPNS; 3) Memotivasi
menjadi digital leader dan digital talent; 4) CPNS yang berkarakter dan berkepribadian unggul
sebagai SMART ASN; dan 5) Bagian pelatihan dasar CPNS sesuai Undang-Undang (UU)
Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Peraturan Pemerintah (PP) Manajemen PNS. Adapun
rangkuman materi kuliah umum dari Wakil Presiden dan Inspiring Speaker yang hadir adalah
sebagai berikut:
1. Materi oleh Menteri PAN RB, Bapak Drs. Syafruddin
ASN adalah sebagai penggerak utama birokrasi dan tulang punggung bangsa.
ASN ke depannya harus menjadi Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas dan
berdaya saing, yaitu dikenal dengan “SMART ASN”. Terdapat 4 (empat) prinsip pada
sistem Birokrasi 4.0, yaitu Efisiensi Pelayanan, Akurasi Pelayanan, Percepatan
Pelayanan, dan Fleksibilitas Kerja. Road Map Pembangunan ASN antara lain: 1) Good
governance, 2) Reformasi Birokrasi; 3) Sistem Merit; dan 4) Birokrasi Berkelas Dunia
yang akan menghasilkan SMART ASN yang memiliki integritas, nasionalisme,
profesionalisme, wawasan global, kemampuan IT dan bahasa asing, hospitality,
networking, dan entrepreneurship. Sehingga pada akhirnya akan menciptakan digital
talent dan digital leader. Strategi Pengelolaan ASN diatur oleh UU No. 5 Tahun 20154
tentang ASN, PP No. 11 Tahun 2017 tentang Manajemen PNS, dan PP No. 49 Tahun
2018 tentang Manajemen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Pengelolaan ASN meliputi perencanaan; perekrutan dan seleksi; pengembangan
kapasitas; penilaian kinerja dan penghargaan; promosi rotasi dan karir; dan peningkatan
kesejahteraan.

2. Materi oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Bapak Jusuf Kalla


CPNS adalah generasi muda yang akan meneruskan tugas-tugas dari para ASN
yang akan pensiun, yang akan meneruskan cita-cita dan tugas-tugas dari para pendahulu
yang telah membangun negeri ini. Salah satu syarat suatu negara untuk berkembang
adalah memiliki pemerintahan dan sistem birokrasi yang baik, disiplin, inovatif dan siap

1
bersaing. Prinsip yang selalu menjadi pegangan CPNS adalah melayani. Melayani
dilakukan dengan berbeda-beda cara sesuai tugasnya, contohnya bagi seorang guru,
melayani artinya mengajar dan mendidik generasi muda dengan ikhlas dan dengan
kemampuan yang baik. Bagi CPNS Kementerian Kesehatan, melayani artinya
mendorong kesehatan masyarakat menjadi lebih baik. Bagi CPNS di Kementerian PUPR,
melayani artinya membangun infrastruktur yang baik dan membangun konsep yang baik
untuk negeri dan masyarakat. Bagi PNS di Kemenpan RB, melayani artinya bagaimana
menggerakan dan meningkatkan kapasitas ASN untuk melayani, dan begitu selanjutnya,
semuanya memiliki tugas-tugas untuk melayani demi kemajuan bangsa ini. Bagi CPNS
yang bekerja di kantor-kantor pelayanan administrasi, bagaimana mempercepat proses
administrasi dan birokrasi, dan harus menanamkan prinsip “Cepat” dalam pelayanan.
Jangan sampai sebagai PNS memiliki prinsip masa lalu yang ingin dilayani dan dihormati
oleh masyarakat, tetapi harus melayani. Kita harus berpikir lebih baik dan lebih maju.
Tujuan pembangunan pemerintahan adalah memajukan bangsanya dan memakmurkan
bangsanya secara adil. Tugas bagi kita adalah membangun negeri ini untuk kemajuan
dan kemakmuran. Kemakmuran dapat dicapai dengan kemajuan ekonomi yang merata.
Kemajuan ekonomi akan memberikan pekerjaan dan penghasilan bagi masyarakat, dan
secara sosial akan memberikan kesetaraan dan kemakmuran. Kemajuan ekonomi hanya
dapat ditingkatkan apabila kita memiliki tingkat produktivitas yang baik, fungsi pertanian
dan industri yang lebih baik, serta pelayanan yang lebih baik. Semua yang lebih baik itu
akan dapat dicapai dengan teknologi yang lebih baik. Teknologi yang baik dapat dicapai
dengan pendidikan yang baik.
Sebagai CPNS, harus siap ditempatkan dimana saja di Indonesia, yang
merupakan tekad dan pengabdian dari seorang CPNS, agar bangsa ini tetap kokoh dan
bersatu. Dalam sistem Pemerintahan Indonesia, terjalin hubungan saling mendorong satu
sama lain. Pemerintah memiliki kemampuan dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja
Negara (APBN) dan Anggaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
APBN dan APBD diperoleh dari pajak yang diperoleh dari kemampuan pengusaha yang
bekerja dengan baik. Penghasilan PNS sangat tergantung kepada ekonomi bangsa yang
dilaksanakan oleh pengusaha dan masyarakat secara umum. Apabila kita tidak
mendorong kemampuan ekonomi pengusaha dan masyarakat, maka ekonomi bangsa
tidak akan berkembang dengan baik. Maka hubungan antara pemerintah, masyarakat,
dan pengusaha harus selalu terjalin dengan baik. Karena para pengusaha lah yang akan
menentukan maju mundurnya perekonomian bangsa dan penghasilan masyarakat,
disamping pemerintah. Tantangan dan tujuan kita ke depan adalah memajukan bangsa
dengan cara bersaing, khususnya dalam hal teknologi. Tingkat persepsi yang besar
tersebut sangat ditentukan oleh kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM). SDM
tersebut adalah bagaimana ASN memiliki pengetahuan dan kemampuan yang baik. Baik
kemampuan dalam melayani, maupun dalam inovasi. Indonesia memiliki Sumber Daya
Alam (SDA) yang akan habis pada waktunya. SDA kita akan habis apabila kita tidak
mampu mengelola dengan baik dan jika kita tidak memiliki inovasi yang besar. Jadi
kombinasi antara SDA dan SDM adalah kunci dari kemakmuran dan kemajuan bangsa
ini. Pada akhir-akhir ini banyak SDA kita merosot akibat kalah persaingan, oleh karena
itu diperlukan inovasi baru. Masa depan bangsa kita sangat ditentukan oleh kemampuan
kita untuk memberikan pelayanan yang lebih baik. Baik kepada masyarakat secara
keseluruhan, juga dalam sistem ekonomi yang baik. Sistem ekonomi terdiri dari
produktivitas dan services (termasuk wisata). Sebagai ASN, kita harus bekerja keras dan
siap ditempatkan dimanapun. Kita harus mempertahankan sikap disiplin dan integritas
CPNS ketika sudah diangkat menjadi PNS nanti. Kita harus belajar dari para senior yang
berpengalaman untuk menjadi lebih maju.

2
3. Materi oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas
Pilar pembangunan Indonesia Tahun 2045 adalah 1) Manusia Indonesia yang
unggul, berbudaya, dan menguasai IPTEK; 2) Ekonomi maju dan berkelanjutan;
3) Pembangunan merata dan inklusif; dan 4) Negara demokratis, kuat dan bersih.
Tuntutan sektor publik ke depan antara lain: 1) Smart Government, yaitu optimalisasi
teknologi informasi dan digitalisasi; 2) Open Government, yaitu transparansi dan
akuntabilitas publik; 3) Big Data Driven Policy, yaitu media sosial menjadi refleksi tuntutan
publik terhadap pemerintah; dan 4) Cultural Shifting, yaitu pembauran budaya akibat
globalisasi. Adapun arah Reformasi Birokrasi dan Kelembagaan Tahun 2045 antara lain:
1) Menuju struktur kelembagaan yang adaptif, efektif, dan kolaboratif; 2) Penerapan tata
kelola yang terbuka, partisipatif, dan berbasik TIK melalui penerapan SPBE; 3) Menuju
ASN yang visioner, profesional, berintegritas, technology-friendly, dan berjiwa melayani.

4. Materi oleh Mantan Menteri Personal Management of The Republic Korea, Mr. Pan
Suk Kim
Terdapat beberapa alasan umum ketidakpercayaan masyarakat pada
pemerintahan, antara lain: 1) Adanya penyalahgunaan kekuasaan; 2) Kegagalan
kebijakan; 3) Kurangnya kualitas pelayanan publik; 4) Sistem pemerintahan yang lama;
dan 5) Korupsi. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, harus diciptakan konsep baru
yaitu “Good Governance” yang terdiri dari dari unsur akuntabilitas, transparansi,
partisipasi, kolaborasi, tanggung jawab, aturan hukum, dan berorientasi pada
musyawarah. Pemerintahan yang transparan adalah pemerintahan yang rasional, bebas
dari korupsi, akurat, terbuka, jelas, dan kemudahan pengaksesan informasi. Tingkat
transparansi pemerintahan tersebut dapat ditingkatkan melalui digitalisasi. Sebagai
CPNS, kita harus menanamkan identitas sosial di dalam diri kita, yaitu sebagai pelayan
masyarakat dalam pemerintahan Indonesia. Sebagai CPNS, kita harus membaktikan diri
pada pembangunan nasional. Menurut Teori Harapan Porter-Lawler yaitu EPRS Model,
terdiri dari Effort, Performance, Reward, dan Satisfaction, artinya upaya dan usaha yang
dilakukan seseorang akan menghasilkan penghargaan dari sebuah organisasi dan akan
menghasilkan kepuasan bagi dirinya sendiri. Perubahan sangat diperlukan bagi diri kita,
seperti halnya metamorfosis pada kupu-kupu. Perkembangan dan kesuksesan datang
melalui upaya dan perjuangan yang berkelanjutan, kesuksesan adalah hasil dari
perjuangan bertahun-tahun.